Anda di halaman 1dari 4

Orde Lama

Secara umum, kondisi perekonomian indonesia pada masa orde lama


bisa digambarkan dalam kondisi awal pembangunan pasca kemerdekaan dan
juga mengalami masa-masa sulit karena dibarengi dengan peristiwa-peristiwa
kudeta dan pemberontakan dari dalam negeri. Hal inilah yang menjadi sebab
terbesar mengapa kondisi ekonomi pada masa pemerintahan Soekarno bisa
dibilang stagnan (jalan di tempat) atau bahkan mengalami degradasi ekonomi
nasional dengan melihat gejala-gejala di tengah masyarakat yang pada waktu
itu mengalami krisis sosial dan krisis pangan.

Perekonomian indonesia pada masa orde lama mengalami masa-masa


yang sulit, terutama setelah terjadinya peristiwa pemberontakan G30SPKI
pada tahun 1965, kondisi ekonomi indonesia sangat memprihatinkan dari
berbagai lini, seperti terjadi inflasi yang sangat tinggi, kebutuhan harga
pangan meroket tajam, sehingga pada waktu itu surat kabar nasional seperti
"Soeara Merdeka" menggambarkan dalam sebuah headline beritanya bahwa
masyarakat ibu kota di wilayah jakarta sampai harus memakan ''Bulgur" yaitu
campuran nasi aking dengan ikan teri. Hal ini menjadi bukti nyata betapa
sulitnya kondisi perekonomian indonesia pada masa orde lama, sampai-
sampai pemerintahan Soekarno harus mengeluarkan kebijakan sanering dan
redominisasi sebagai langkah untuk memperbaiki iklim perekonomian di
tanah air pada waktu itu.
Orde Baru
Perekonomian indonesia pada masa orde baru, terjadi peningkatan yang
cukup signifikan. Setelah tampuk kepemimpinan Soekarno secara legitimasi
diserahkan kepada Soeharto, secara otomatis pemerintahan orde baru
menghadapi perekonomian dalam kategori minus pada masa awal
berjalannya. Seorang peraih hadiah nobel yang bernama Joseph Sticklich
pernah mengatakan di dalam salah satu jurnalnya bahwa pemerintahan
Soeharto menghadapi skala perekonomian domestik dalam kondisi
pertumbuhan minus pasca orde lama lengser pada tahun 1966. Dalam rentang
waktu kurang dari 5 tahun, perekonomian indonesia pada masa orde baru
mengalami tren yang positif dengan pertumbuhan plus sebesar 5 sampai 6%.
Hal ini termasuk pencapaian yang luar biasa yang dicatat oleh orde baru pada
masa pemerintahannya setelah menerima pertumbuhan minus di awal
peralihan pemerintahan dari orde lama pada tahun 1966.

Pembangunan juga banyak sekali terlihat pada masa orde baru, seperti
dengan digagasnya konsep REPELITA, kemudian perhatian lebih yang
diberikan kepada sektor agraris, sehingga pada masa orde baru pernah sempat
mengalami SWASEMBADA PANGAN secara nasional pada periode tahun
1980-an. Dibawah pemerintahan soeharto tercatat perekonomian indonesia
ditopang dengan baik oleh iklim investasi yang maksimal, karena pada orde
baru stabilitas nasional sangat dijadikan prioritas utama guna mengundang
investor-investor asing agar berminat menanamkan saham mereka di dalam
negeri, dengan tujuan roda perekonomian masyarakat juga ikut berjalan
secara baik. Berbagai kalangan berpendapat bahwa praktek penjagaan
stabilitas nasional pada saat itu dianggap sebagai wujud "Otoriter" dari
pemerintahan orde baru, sehingga cenderung mengkoptasi pemikiran rakyat
secara umum agar tunduk dan patuh secara penuh pada kebijakan penguasa.
Namun kita juga harus menilai secara objektif, bahwa orde baru pernah
memberikan sumbangsi yang positif bagi perekonomian tanah air dengan
segala kekurangannya.