Anda di halaman 1dari 11

INDIKATOR PENERIMA INOVASI

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Inovasi Pendidikan

Dosen Pengampu : Teguh Prasetyo, M.Pd

Disusun oleh :
Chicy Sri Rachmawati (H 1610208)
Wahyu Saputra
Yessi
Yosan Alfia Ningsih ( H.1611026)
Ulandari (H.1610187)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Indikator Penerima Inovasi ini dengan baik meskipun terdapat kekurangan
didalamnya. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan mengenai Indikator Penerima Inovasi
dalam proses pendidikan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah
kami buat ini.

Bogor, November 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

A. Latar Belakang ......................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .................................................................................... 1

C. Tujuan Penulisan ...................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 2

A. Pengertian Adopter ................................................................................... 2

B. Kategori Masyarakat Penerima Inovasi.................................................... 3

BAB III PENUTUP .............................................................................................. 7

A. Kesimpulan ............................................................................................... 7

B. Saran ......................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses inovasi adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh
individual atau organisasi, mulai sadar atau tahu adanya inovasi sampai
implementasi inovasi. Berapa lama waktu yang dipergunakan selama proses
itu berlangsung akan berbeda antara orang atau masyarakat satu dengan yang
lainnya, tergantung kepekaan orang atau masyarakat terhadap inovasi.
Demikian pula selama proses inovasi itu berlangsung akan selalau terjadi
perubahan yang berkesinambungan sampai proses itu dinyatakan berakhir.
Dalam wacana ilmu komunikasi, ada teori yang dinamakan Diffusion
of Innovasion yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers (1983). Teori ini
membahas mengenai bagaimana sebuah inovasi baru dapat di adopsi oleh
masyarakat. Masyarakat penerima inovasi tersebut oleh Rogers dinamakan
sebagai adopter (pengadopsi).

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian adopter atau ?
2. Bagaimana kategori masyarakat penerima inovasi itu ?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian adopter.
2. Memahami kategoro masyarakat penerima adopter.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Adopter
Pengertian Adopter adalah penerima inovasi dalam suatu sistem sosial,
yang tersebar melalui anggota-anggota dari sistem sosial itu sendiri. Inovasi
dalam proses penyebarannya biasanya ada yang menerima "adopter" dan ada
juga menolak. Sistem sosial terdiri dari komponen-komponen yang satu sama
lain saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Setiap komponen sistem
sosial memainkan peranan dan fungsi tertentu, sehingga menghasilkan
gerakan dalam keseluruhan sistem sosial. Seperti telah dikemukakan, proses
difusi atau proses penyebaran inovasi itu terjadi dalam sistem sosial. Inovasi
itu masuk ke masyarakat, diterima oleh seluruh atau sebagian besar anggota
sistem sosial, atau inovasi itu gagal tersebar, pada awalnya adalah karena
usaha agen pembaru yang melalui saluran komunikasi tertentu menghubungi
anggota sistem sosial untuk menawarkan dan mengajak mereka mengadopsi
inovasi itu diterima oleh sebagian besar anggota masyarakat, disana ada
pemuka pendapat yang sering kali bertindak sebagai pemegang kunci pintu
atau penyaring terhadap inovasi-inovasi yang akan tersebar ke dalam sistem
sosial. Inovasi itu sudah masuk dan diterima oleh anggota sistem sosial, dia
akan mempengaruhi struktur sosial sistem itu, dan bahkan mungkin
merombaknya. Akan tetapi struktur sosial itu sendiri bisa menjadi perintang
masuknya ide baru ke dalam sistem sosial.

Adopter adalah orang yang memakai atau menerima suatu inovasi.


Adopter dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuan inovasi mereka
(innovativeness) dan berdasarkan kecepatan mereka mengadopsi
suatu inovasi yang diperkenalkan. Dalam suatu sistem sosial tidak semua
individu mengadopsi sebuah inovasi pada waktu yang sama. Pada
kenyataannya, mereka mengadopsi dalam kurun waktu yang bertahap
sehingga dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori adopter
(penerima) berdasarkan kapan mereka pertama kali menggunakan inovasi.
Kita bisa menggambarkannya dengan menggunakan kategori adopter, yaitu
klasifikasi anggota suatu sistem berdasarkan keinovasian (innovativeness)
mereka. Setiap kategori adopter terdiri dari individu dengan tingkat inovasi

2
yang serupa. Jadi, kategori adopter adalah alat yang memudahkan dalam
menggambarkan anggota sistem.
Kita mengetahui lebih banyak tentang inovasi yaitu derajat tingkat
kepada perorangan atau unit lain dari adopsi secara relatif lebih awal
mengadopsi gagasan baru dibanding anggota suatu syatem yang lain,
dibanding sekitar konsep lain di dalam riset difusi. Sebab inovatif ditingkatkan
adalah sasaran para agen perubahan yang utama, itu menjadi variabel
dependent yang utama di dalam riset difusi. Inovatif menandai adanya
perubahan tingkah laku terang, tujuan yang terakhir yaitu kebanyakan
program difusi, dibanding/bukannya teori yang baru atau tindakan yang
seringkali berubah. Maka inovatif adalah suatu garis alas tentang jenis
perilaku di dalam proses pembauran.

B. Kategori Masyarakat Penerima Inovasi

Suatu kelompok masyarakat cenderung untuk tidak menjadi kelompok


yang statis, akan tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-
perubahan, namun orang-orang yang berada dalam sistem sosial itu walaupun
merupakan satu kesatuan , mereka itu berbeda dalam tanggapan dan
penerimaannya terhadap suatu inovasi. Ada anggota sistem yang cepat
mengetahui adanya inovasi dan lebih awal menerimanya, dan ada juga yang
begitu terlambat. Bagi seseorang yang sedang berusaha memasyarakatkan ide
baru, kemudian ingin menyebarkan inovasi ke dalam suatu sistem, merupakan
suatu keuntungan jika ia dapat mengolong-golongkan anggota masyarakat itu,
yang mana penerima lebih awal dan yang mana penerima lebih akhir apalagi
kalau bisa mengenali ciri-ciri setiap golongan penerima inovasi itu. Dengan
pengetahuan yang seperti itu akan lebih mudah untuk mengatur strategi
penyebaran inovasi secara lebih efektif dan efisien.
Rogers dan sejumlah ilmuwan komunikasi lainnya mengidentifikasi
lima kategori penerima inovasi (adopter) :
1. Golongan Pelopor (Innovator)
Ciri-ciri golongan ini antara lain:
a. Berani dan siap untuk mencoba hal-hal baru.
b. Lebih dapat membentuk komunikasi yang baik walaupun terdapat
jarak geografis.

3
c. Umumnya memiliki status ekonomi yang baik, sehingga ia sudah siap
dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kegagalan dari suatu
inovasi yang diterimanya, terutama dalam kegagalan materi.
d. Umumnya memiliki pendidikan yang lebih tinggi daripada kelompok
masyarakat lainnya sehingga memiliki cukup kemampuan untuk
memahami dan menerapkan inovasi yang diperkenalkan
kepadanya.
2. Pengguna Awal (Early Adopter)
Ciri-ciri golongan ini antara lain:
a. Selalu memberi informasi tentang inovasi.
b. Sangat dihormati dan disegani kelompoknya karena kesuksesan
mereka dan keinginannya untuk mencoba inovasi baru.
c. Sebagai pintu gerbang yang menyaring masuknya ide-ide baru ke
masyarakat.
d. Biasanya dicari oleh para pembawa inovasi untuk dijadikan rekan
dalam menyebarluaskan inovasinya di masyarakat.
3. Mayoritas Awal (Early Majority)
Ciri-ciri golongan ini antara lain:
a. Tidak mau menjadi kelompok pertama yang mengadopsi sebuah
inovasi, melainkan akan berkompromi secara hati-hati sebelum
membuat keputusan dalam mengadopsi inovasi.
b. Menjalankan fungsi penting dalam melegitimasi sebuah inovasiatau
menunjukkan pada seluruh komunitas bahwa sebuah inovasilayak
digunakan atau cukup bermanfaat.
4. Mayoritas Akhir (Late Majority)
Ciri-ciri golongan ini antara lain:
a. Lebih berhati-hati mengenai fungsi sebuah inovasi.
b. Menunggu hingga kebanyakan orang telah mencoba dan
mengadopsi inovasi sebelum mengambil keputusan.
5. Tradisional atau Laggard
Ciri-ciri golongan ini antara lain:

4
a. Kelompok orang terakhir yang melakukan adopsi inovasi, sehingga
terkesan ketinggalan zaman.
b. Bersifat lebih tradisional dan segan mencoba hal baru.
Umumnya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan rendah,
sosial ekonomi rendah, dan pergaulan yang sempit, serta ingin tetap
mempertahankan keadaan yang dialami sebelumnya. Orang-orang yang
berada dalam sistem sosial itu walaupun mereka merupakan satu kesatuan
namun mereka itu pada dasarnya berbeda-beda dalam tanggapan dan
penerimaannya terhadap ide-ide baru. Ada anggota sistem sosial yang cepat
mengetahui akan adanya inovasi dan lebih awal menerimanya dan ada pula
yang begitu terlambat. Bagi seorang yang sedang berusaha untuk
memasyarakatkan suatu ide baru, ingin menyebarkan inovasi ke dalam suatu
sistem sosial, merupakan suatu keuntungan jika ia dapat mengolong-
golongkan anggota sistem sosial itu, mana yang penerima lebih awal dan
mana yang penerima lebih akhir dan bisa mengenali ciri-ciri dari setiap
golongan penerima inovasi itu. Dengan pengetahuan yang seperti itu, mungkin
akan sedikit memudahkannya dalam mengatur strategi penyebaran ide baru
secara lebih efektif dan efisien.
Ketika menerima ide bahwa inovasi teknologi adalah faktor penting
dalam perubahan sosial, maka penyebaran dan penerimaan inovasi adalah
proses yang jelas penting untuk kita pelajari. Usaha printis dalam studi tentang
penerimaan atau penyebab inovasi ini dilakukan Roger dengan meresensi
lebih dari 500 terbitan. Inovasi yang tercakup dalam studinya mulai dari obat-
obatan baru, perkakas buatan tangan, program, pendidikan baru, hingga bibit
hasil persilangan. Dengan kata lain, seperti didefinisikan Roger, Inovasi
adalah konsep yang luas artinya. Inovasi adalah setiap ide yang dibayangkan
sebagai sesuatu yang baru oleh seorang individu, ide itu mungkin sudah ada di
temapt lain atau dikalangan orang lain, tetapi tidak dapat mengubah
pengaruhnya terhadap individu yang menemukannya dan yang
membayangkannya sebagai sesuatu yang baru. Menurut Roger, ada 4 unsur
penting dalam proses penyebaran dan penerimaan inovasi yaitu :
1. Inovasi itu sendiri

5
2. Komunikasi inovasi
3. Sistem sosial tempat terjadinya proses penyebaran dan penerimaannya
4. Aspek waktu

6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
B. Saran

7
DAFTAR PUSTAKA

e-journal.uajy.ac.id/4774/3/2MM01745.pdf
Danim, Sudarman. 2003. Agenda Pembaharuan sistem Pendidikan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
http://ejournal.undwi.ac.id/index.php/dwijenagro/article/viewFile/286/254