Anda di halaman 1dari 3

Nama : Affuadi

Nim : 1712201010029

1. Apa yang anda tahu tentang skrining


Penyaringan atau screening adalah upaya mendeteksi/mencari penderita dengan
penyakit tertentu dalam masyarakat dengan melaksanakan pemisahan berdasarkan
gejala yang ada atau pemeriksaan laboratorium untuk memisahkan yang sehat dan
yang kemungkinan sakit, selanjutnya diproses melalui diagnosis dan pengobatan.

Upaya skrining dapat dilakukan pada penyakit tidak menular yang merupakan
penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Prevalensi penyakit tidak menular
cenderung meningkat dan sebagian besar masyarakat umumnya datang ke fasilitas
pelayanan kesehatan sudah dalam fase lanjut. Riset kesehatan dasar tahun 2007
menunjukan sekitar 70% penyakit tidak menular belum terdiagnosa petugas kesehatan.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2007).

Penyebab kematian telah terjadi pergeseran dari penyakit menular ke Penyakit Tidak
Menular. Penyakit menular menyumbang 28,1% kematian sedangkan Penyakit Tidak
Menular sebagai penyumbang terbesar penyebab kematian terbesar (59,5%).

2. Tujuan skrining yang anda tahu


Menurut Morton (2009), tujuan skrining adalah mencegah penyakit atau akibat penyakit
dengan mengidentifikasi individu-individu pada suatu titik dalam riwayat alamiah ketika
proses penyakit dapat diubah melalui intervensi. Bustan (2006) memiliki pendapat yang
berbeda mengenai tujuan dilakukannya skrining yaitu :
a. Mendapatkan mereka yang menderita sedini mungkin sehingga dapat dengan
segera memperoleh pengobatan,
b. Mencegah meluasnya penyakit dalam masyarakat,
c. Mengajak masyarakat untuk memeriksakan kesehatan diri sedini mungkin
d. Memberikan gambaran kepada petugas kesehatan tentang sifat penyakit dan selalu
waspada melakukan pengamatan terhadap gejala penyakit
e. Mendapatkan keterangan epidemiologis yang berguna bagi klinisi dan peneliti.
3. Jenis skrining yang sesuai dengan masyarakat kita

1. Mass screening
Skrining yang dilakukan pada seluruh populasi. Misalnya, mass X-ray survey atau blood
pressure skrining pada seluruh masyarakat yang berkunjung pada pelayanan
kesehatan.

2. Selective screening
Populasi tertentu menjadi sasaran dari jenis skrining ini, dengan target populasi
berdasarkan pada risiko tertentu. Tujuan selective screening pada kelompok risiko
tinggi untuk mengurangi dampak negatif dari skrining. Contohnya, Pap’s smear skrining
pada wanita usia > 40 tahun untuk mendeteksi Ca Cervix, atau mammography skrining
untuk wanita yang punya riwayat keluarga menderita Ca.

3. Single disease screening


Jenis skrining yang hanya dilakukan untuk satu penyakit. Misalnya, skrining terhadap
penderita penyakit TBC, jadi lebih tertuju pada satu jenis penyakit.

4. Multiphasic screening
Pemeriksaan skrining untuk beberapa penyakit pada satu kunjungan waktu tertentu.
Jenis skrining ini sangat sederhana, mudah dan murah serta diterima secara luas
dengan berbagai tujuan seperti pada evaluasi kesehatan dan asuransi. Sebagai contoh
adalah pemeriksaan kanker disertai dengan pemeriksaan tekanan darah, gula darah
dan kolesterol.

4. Bagaimana evaluasi program skrining


Keberhasilan suatu tes skrining berhubungan dengan tujuan skrining. Wilson dan
Junger menganjurkan untuk memperhatikan persyaratan untuk keberhasilan skrining
sebagai berikut:
1. Seharusnya ada pengobatan yang sesuai dan dapat diterima bila hasil
pemeriksaan positif
2. Fasilitas pengobatan dan diagnosis harus tersedia
3. Mengenal kelainan yang timbul tahap dini suatu penyakit
4. Harus ada tes atau pemeriksaan yang sesuai
5. Tes atau pemeriksaan harus diterima masyarakat
6. Riwayat alamiah yang di skrining harus dimengerti secara baik
7. Harus ada kebijakan yang disetujui untuk mengobati bila pasien positif terkena
penyakit
8. Biaya harus seimbang secara keseluruhan
9. Penemuan kasus harus merupakan proses berkelanjutan, tidak hanya
berdasarkan proyek
10. Test cukup sensitif dan spesifik
11. Penyakit atau masalah yang akan di skrining merupakan masalah yang cukup
serius, prevalensinya tinggi, merupakan masalah kesehatan masyarakat
12. Kebijakan intervensi atau pengobatan yang akan dilakukan setelah
dilaksanakannya skrining harus jelas.