Anda di halaman 1dari 10

7.

Penulisan Tabel dan Gambar (peta dan grafik)


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan tabel dan gambar (peta dan grafik),
yaitu:

a. Tabel diberi nomor urut dengan angka Arab (menunjukkan nomor urut tabel)
Contoh: Tabel 2. (merupakan tabel ke dua)
b. Tabel diberi judul di atas tabel dengan jarak 1 (satu) spasi. Jarak antara judul tabel dengan
tabel 1 (satu) spasi.
c. Bila tabel atau gambar yang disajikan diambil atau dikutip dari suatu sumber tertentu, maka
sumber ditulis di bawah tabel atau gambar dengan jarak 1 (satu) spasi dengan ukuran 10.
d. Sedapat mungkin tabel disajikan dalam satu halaman yang sama. Apabila tabel lebih dari 1
halaman dan terpaksa harus diputus, maka dapat dilanjutkan dengan halaman berikutnya
namun diberi keterangan lanjutan dan diberi judul tabel, dan judul kolom (kepala tabel).
e. Penulisan data dengan angka desimal menggunakan tanda koma (,)
f. Gambar diberi nomor urut denngan angka Arab (menunjukkan nomor urut gambar)
Contoh: Gambar 2. (merupakan gambar ke dua)
g. Gambar diberi judul di bawah gambar dengan 1 (satu) spasi
h. Sumber data ditulis melekat di bawah gambar dengan jarak 1 (satu) spasi dengan ukuran 10

Contoh penulisan tabel :

Tabel 2. Distribusi penduduk Sumber Sari Kecamatan Kangean menurut golongan umur dan jenis kelamin
pada tahun 2010.
(jarak 1 spasi)
Golongan Umur Jenis Kelamin
(tahun Pria % Wanita %
0–4 2.582 8,93 2.503 8,58
5–9 3.105 10,73 3.085 10,49
10 – 14 4.760 16,45 4.818 16,53
15 – 24 8.478 29,31 8.936 30,65
25 – 49 6.379 22,05 6.454 22,14
50 – 65 2.119 7,32 2.132 7,31
> 65 1.236 4,27 2.252 7,72

Jumlah 28.929 100,00 29,153 100,00


Sumber : Data monografi Kecamatan Kangean tahun 2010

Contoh cara penulisan Gambar 1.


Gambar 1. Beberapa contoh makanan laut yang mengandung nilai gizi tinggi
Sumber : Buku Atlas Biologi, 2010

CARA PENULISAN TABEL, GAMBAR,


LAMBANG, SATUAN, SINGKATAN,
DAN CETAK MIRING

8.1. Tabel
Tabel harus dimuat dalam satu halaman dan tidak boleh dipisah dilanjutkan di halaman
berikutnya. Oleh karena itu tabel yang disajikan bersama dengan teks, jangan terlalu kompleks.
Dalam keadaan tertentu, huruf dapat diperkecil. Tabel yang disajikan harus tabel yang dibahas,
bilamana tidak dibahas dalam teks tetapi perlu, cantumkan di lampiran. Tabel dalam teks yang
disertai dengan nomer tabel, harus diketik dengan huruf "t" kapital, seperti contoh berikut:
Tabel 1. Judul tabel, teks dalam lajur kolom harus mudah dimengerti langsung dari
keberadaan tabel, tanpa harus melihat keterangan lain dalam teks diluar tabel. Untuk itu
jangan menggunakan kode atau simbol dalam lajur kolom tabel yang berisi jenis variabel atau
perlakuan yang dipakai dalam penelitian. Tabel harus dapat dimengerti isinya dengan baik,
tanpa perlu membutuhkan bantuan keterangan tambahan lain di luar tabel. Bilamana terpaksa
ada singkatan yang tidak lazim, sajikan keterangan dari singkatan di bawah tabel.
Tabel yang dikutip dari pustaka, juga dicantumkan nama penulis dan tahun
publikasi dalam tanda kurung. Jarak antara baris dalam judul tabel diketik satu
spasi dan tidak diakhiri dengan titik. Contoh tabel dalam Lampiran 23.

8.2. Gambar
Gambar meliputi grafik, diagram, monogram, foto, peta. Pembuatan grafik, monogram
disarankan menggunakan komputer, dengan memakai simbol yang jelas maksudnya. Ikuti
cara membuat grafik dengan mencontoh grafik dalam jurnal ilmiah terbaru. Diusahakan grafik
yang ditampilkan sudah mampu menjelaskan data atau informasi maksud dicantumkannya
grafik tersebut, tanpa harus melihat dalam teks lain. Gambar dalam teks harus diketik dengan
huruf "g" kapital, seperti contoh pada Gambar 1 di Lampiran 24. Nomer urut dan judul gambar
diketik di bawah gambar dua spasi dibawahnya. Jarak antara baris dalam judul gambar diketik
satu spasi.
Foto ditampilkan sedemikian rupa agar jelas maksudnya. Latar belakang foto sebaiknya
kontras dengan obyek foto. Sebelum obyek foto dipotret, letakkan penggaris disamping obyek
foto, bila diinginkan agar pembaca mudah memahami panjang dari obyek foto, atau nyatakan
skala dari obyek foto tersebut. Misalnya: skala 1:100 kali. Letakkan koin uang logam Rp.
100,- atau penggaris disamping obyek foto, sebelum foto dipotret untuk memudahkan pembaca
dalam memahami diameter obyek foto.

8.3. Lambang, Satuan, dan Singkatan


Lambang untuk variabel penelitian dipakai untuk memudahkan penulisan variabel tersebut
dalam rumus dan pernyataan aljabar lainnya. Penulisan lambang atau simbol sebaiknya
menggunakan simbol dalam fasilitas program perangkat lunak komputer seperti
program Wordstar atau Microsoft Word. Pilihlah lambang yang lazim digunakan dalam
disiplin ilmu saudara. Cara menulis rumus matematik diusahakan dalam satu baris. Bila ini
tidak memungkinkan, atur cara pengetikan sedemikan rupa, agar rumus matematik saudara
mudah dimengerti. Lambang diketik dengan huruf abjad Latin dan abjad Yunani.
Satuan dan singkatan yang digunakan adalah yang lazim dipakai dalam disiplin ilmu
masing-masing. Ikuti beberapa contoh dibawah ini: 25oC; g; mg; 10 g ml-1 atau 10 g/ml; 50%;
10 ppm; 1.5 N larutan H2SO4; L; kg; ton; kw; oBrix; oBaume; mg O2/kg/jam; atau mg O2 Kg-
1
jam-1.

bel, Gambar, dan Grafik dalam Penulisan Artikel Ilmiah

Oleh: Epy Muhammad Luqman e-mail: epy-m-l@fkh.unair.ac.id

Disampaikan dalam “Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah”, Kahuripan, 16-17 Oktober 2015

Tabel, Gambar, dan Grafik Ilustrasi dapat berupa tabel dan gambar (grafik, foto, diagram, bagan, peta,
denah, dan gambar lainnya).  Fungsi: – makna lebih luas daripada ungkapan dengan kalimat –
informasi lebih terperinci – dapat dilihat secara terpadu – lebih menarik – sarana untuk membangun
argumen dalam pembahasan

Syarat keefektifan ilustrasi (1): – –

––

Dalam menyiapkan ilustrasi, selalu mengacu ke petunjuk penulisan. Ilustrasi bersifat suplemen atau alat
bantu sehingga ilustrasi harus memperkuat teks Mudah diingat karena jelas, sederhana, menarik, dan
self explanatory. Ilustrasi jangan dibiarkan berbicara sendiri tanpa penjelasan atau narasi. Diletakkan
berdekatan dengan teks yang bersangkutan (tugas tata letak)


Apa yang disajikan dalam ilustrasi harus dituliskan dan diterjemahkan oleh penulis ke dalam bentuk
narasi yang dapat dipahami oleh pembaca. Seringkali dibedakan spasi dan ukuran font untuk ilustrasi
dan teksnya Aculah ilustrasi sesuai dengan nomornya. Ilustrasi yang diperoleh dari pustaka perlu
disebutkan sumbernya; bila dilindungi hak cipta, mintakan izin resmi

Sebelum membuat tabel perhatikan terlebih dahulu format yang ada pada contoh artikel terbaru atau
petunjuk penulisan. Umumnya garis horisontal sepanjang halaman yang diperbolehkan hanya tiga, yaitu
dua pada bagian atas (judul kolom) dan satu pada penutup tabel. Garis vertikal sama sekali tidak
diperbolehkan. Dengan demikian, tabel kotak-kotak yang dihasilkan oleh komputer harus diedit supaya
sesuai dengan format penulisan tabel ilmiah.



Tabel selalu dibuat dan disiapkan dalam halaman terpisah dari teks. Tabel diberi nomor urut mengikuti
angka arab. Judul tabel biasanya ditempatkan di atas tabel. Perhatikan format penulisan judul tabel,
apakah ditulis di tengah, cetak miring atau left justification.


Kadang-kadang kata tabel dan nomor tabel ditulis dengan cetak tebal. Sistem penulisan satuan peubah
yang ditabulasikan perlu diperhatikan dengan cermat, apakah cetak miring setelah koma, atau dalam
tanda kurung. Angka-angka dalam tabel sebaiknya diformat menurut titik desimal supaya angka tersusun
menurut besarannya.

Jumlah angka di belakang koma juga harus diperhatikan sesuai dengan makna angka tersebut. Dengan
demikian, angka di belakang koma tidak harus empat atau tiga, atau dua. Kalau memang tidak perlu,
tanda koma tidak perlu dicantumkan. Jangan lupa memasukkan data sd atau se atau sem untuk setiap
data dalam tabel supaya pembaca bisa melihat variasi dan sebaran data anda.



Kalau perlu jumlah pengamatan perlu juga dicantumkan dalam tabel atau sebagai catatan kaki pada
tabel. Superskrip untuk taraf perbedaan statistik harus ditambahkan. Satuan seragam (di seluruh tabel,
atau kolom, atau baris) Gunakan hanya satuan SI Bedakan 0, tak ada data, dan tak diuji Bentuk tidak
terlalu panjang dan “kurus”, serta optimumkan pemakaian ruang


Kalau penyajian data tidak memerlukan banyak kolom tetapi memerlukan baris, gunakan bentuk cetakan
portrait. Untuk data yang banyak memerlukan kolom, bisa menggunakan bentuk cetakan landscape.
Yang paling baik adalah menyusun data pada tabel sesuai dengan urutan penyajian dan pembahasan
dalam teks. Untuk menunjukkan pengaruh utama atau interaksi, biasanya diberikan simbol * atau ** untuk
p < 0.05 atau p < 0.01.

Gambar yang dimaksud di sini meliputi grafik, foto, diagram, bagan, peta, denah, dan gambar lainnya.
Penyiapan ilustrasi harus sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh jurnal yang akan dituju.
Ilustrasi dalam bentuk foto, diagram, bagan, peta, atau denah umumnya tidak banyak lagi yang bisa
dimodifikasi untuk mengubah penampilan ilustrasi.



Pembahasan yang lebih rinci akan diberikan pada grafik yang dibangun dari angka-angka hasil
pengamatan. Figur atau grafik digunakan untuk menyajikan data yang sangat banyak. Setiap gambar
dicetak pada halaman terpisah. Untuk tidak membingungkan editor atau reviewer, tuliskan nomor gambar
dan nama penulis pada file gambar.

Karena gambar tidak disertai dengan judulnya, jangan sampai salah memberikan nomor gambar atau
salah mengurutnya dalam naskah. Simbol-simbol yang digunakan dalam gambar sebaiknya dijelaskan
dalam judul gambar. Sumbu yang digunakan juga cukup satu sumbu x dan satu sumbu y. Anda bisa
menggunakan dua sumbu y kalau menggabungkan beberapa data dalam satu sumbu yang satuannya
berbeda.

Biasanya kalau beberapa gambar digabung dalam satu sumbu, sering kali membingungkan, terutama
dalam pemberian simbol. Cara alternatif yang lebih menarik adalah dengan menyusun secara vertikal
beberapa gambar menjadi satu gambar. Gambar yang disusun tersebut bisa mempunyai satuan sumbu x
yang sama atau berlainan.

Dalam penyajian gambar jangan lupa memberikan judul sumbu x dan y serta satuannya. Jangan
membuat grafik berwarna, gunakan hitam putih. Kontras gambar juga harus jelas, dan huruf pada judul
sumbu juga harus berkualitas.

Figure: Volume (in bn €) and number of sustainability mutual funds in Germany, Austria and Switzerland;
source: Sustainable Business Institute (SBI), oekom research AG

Figure 12. Benzodiazepine (BZ) use and risk of hip fracture among women with Medicaid before and after
regulatory surveillance restricting BZ use in New York State. A BZ user was defined as a person who had
received at least 1 dispensed BZ in the year before the policy. From Annals of Internal Medicine, Wagner
AK, Ross-Degnan D, Gurwitz JH, Zhang F, Gilden DB, Cosler L, et al. Effect of New York State regulatory
action on benzodiazepine prescribing and hip fracture rates. 2007;146(2):96–103 (33). Reprinted with the
permission of American College of Physicians, Inc.

–––
Bagan alir: menampilkan kaitan langkahlangkah dalam proses, hubungan antarunsur Gunakan anak
panah (kalau perlu) Teks dapat ditulis dalam berbagai bentuk kotak, elips, dsb. untuk membedakan mana
yang produk dan mana yang proses

Figure 1: The conventional research data lifecycle

––

Dibandingkan dengan histogram; kurang dapat memperlihatkan perbandingan secara tepat Dapat dibuat
dengan kesan datar (dua dimensi), atau “tiga dimensi” Dapat diberi warna atau shade, asalkan jangan
terkesan “ramai”

Figure 3 - Stem Cell Sources

–––

Menampilkan beberapa perbandingan Setiap batang masih dapat dibagi menjadi ruas-ruas Variasi: 3-
dimensi / posisi batang horizontal lebar kolom harus seragam, jarak antarkolom bisa dihilangkan kalau
jumlah batang banyak, anggota satu set kolom bisa dibedakan dengan shade atau pattern.

Histological analysis of parental tumours and allografts obtained with Oct-4-expressing cells. Histology of
the tumours revealed by haematoxylin, eosin and safranin staining: (a–d) parental tumours and (e–h)
allografts generated by 10 000 (tumour A) or 1000 (tumours B, C and D) Oct-4-expressing cells. Zones
containing immature bone were detected in all allografts and are indicated by arrows in the insets (i–l)
enlarged from the indicated regions in panels e–h, respectively. Histology of allografts obtained after
serial transplantations is shown (m–p) and reveals similarities with allografts obtained after
transplantation of Oct-4-expressing cells from the parental tumour (e–h). Scale bars, 100 μm.

Figure 2. Histology of the resected gastrointestinal stromal tumor (A) Low-power hematoxylin–eosin
stained view of the resected gastric tumor showing a diffuse growth pattern within the muscularis propria
with extension to and ulceration of the mucosa. Bar = 1,000 m. (B) Hematoxylin–eosin staining showing
that the tumor is composed of spindle-shaped cells with focal variation in cell shape and epithelioid
morphology. Bar = 100 m. (C) Immunohistochemistry staining revealed a strong positivity for CD117. Bar
= 100 m.

Wasmen Manalu, Teknik Ilustrasi Dalam Penulisan Artikel Ilmiah.


repository.unand.ac.id/6416/1/Wasmen_M.ppt Myrtati Dyah Artaria. 2011. Tabel, gambar, grafik,
simpulan, dan daftar pustaka. Disampaikan dalam “Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah”, Fakultas
Kedokteran Hewan, 11 januari 2011.

Sebuah karya tulis ilmiah tidak cukup hanya disajikan dalam bentuk teks. Sajian tabel dan
gambar seringkali dibutuhkan untuk menjelaskan suatu fakta atau informasi lebih jelas.
Penomoran tabel dan gambar berbeda dengan penomoran Judul BAB atau SUB BAB.
Penomorannya BAB dan SUB BAB urut mulai dari Angka Romawi pada Judul BAB, huruf
kapital pada Judul SUB BAB, kemudian angka pada anak judul SUB BAB, dan seterusnya.
Sedangkan penomoran daftar tabel dan daftar gambar menggunakan angka arab.

Penomoran terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan tanda titik. Bagian pertama
menunjukan bahwa tabel atau gambar berada pada bab keberapa. Bagian kedua
menunjukan urutan tabel atau gambar itu ditampilkan. Penomoran tabel atau gambar diikuti
judul tabel atau gambar yang bersangkutan. Posisi judul tabel berada di atas tabel dan
posisi judul gambar berada di bawah gambar.
Contoh :

Contoh tabel diatas menunjukan bahwa tabel itu berada pada BAB III dan gambar urutan
tabel ke-1 pada bab itu.
Contoh gambar di atas menunjukan gambar berada pada BAB IV dan berada pada urutan
ke-1 pada bab itu.