Anda di halaman 1dari 4

PENGAMATAN PERILAKU MENCIT PADA KOTAK LABIRIN

LAPORAN PRAKTIKUM

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Tingkah Laku Hewan yang dibimbing Ibu Sofia Ery
Rahayu S.Pd. M.Si

Disusun Oleh :

Kelompok 4 / Offering GHI-L 2015

Nur Rokhimatul Faizah (150342608046)

Nur Qomariyah (150342600324)

Rina Fiji Lestari (150342608273)

R.R Adetiyas Fara U.M (150342607686)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS

MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI
Desember 2018
A. Topik
Pengamatan Perilaku Mencit pada Kotak Labirin
B. Tujuan
1. Menentukan kelompok mencit yang memiliki latensi tercepat pada uji memori.
2. Membandingkan kecepatan daya ingat mencit normal dan yang diberi perlakuan
C. Dasar teori
Mencit (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan mencit liar
ataupun mencit rumah. Mencit ini tersebar diseluruh dunia. Mencit ini sering ditemukan
didekat bangunan gedung ataupun ditempat lain, jika terdapat makanan dan tempat
berlindung (Ballenger, 1999).
Kognisi merupakan sifat mengingat dari hewan, kognisi dari hewan biasanya
berasal dari pengalaman dan pengulangan ingatan (Kandel et al, 2014). Fungsi kognitif
adalah kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk proses belajar,
mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan (Herlina, 2010).
Gangguan fungsi kognitif adalah suatu gangguan fungsi luhur otak berupa
gangguan orientasi, perhatian, konsentrasi, daya ingat dan bahasa serta fungsi
intelektual. Gangguan fungsi kognitif adalah suatu gangguan ke arah demensia yang
diperlihatkan dengan adanya gangguan berhitung, bahasa, daya ingat semantic (kata-
kata), dan pemecahan masalah (problem solving). Gangguan fungsi kognitif untuk
jangka panjang jika tidak dilakukan pananganan yang optimal akan meningkatkan
insidensi demensia. Gangguan fungsi kognitif dapat ditingkatkan oleh obat-obatan yaitu
: obat nootropika (seperti pirasetam, piritinol, Ginkgo biloba dan Centella asiatica yang
sudah diteliti oleh Gupta dapat meningkatkan fungsi kognitif) dan antioksidan yang
berfungsi untuk memelihara sel-sel saraf atau neuron yang rusak, contohnya Ginkgo
biloba, mineral, magnesium dan kalsium.
Ingatan adalah kemampuan untuk menghubungkan pengalaman yang telah lalu,
yang telah melekat pada jiwa individu dan direproduksi pada masa sekarang. Secara
lebih sederhana, Irwanto (1991) mendefinisikan ingatan sebagai kemampuan untuk
menyimpan informasi sehingga dapat digunakan lagi dimasa mendatang. Secara
fisiologis ingatan adalah hasil dari perubahan kemampuan penjalaran sinaptik dari satu
neuron ke neuron berikutnya, sebagai aktivitas neural berikutnya. Perubahan ini
kemudian membentuk jaras-jaras baru atau jaras-jaras yang terfasilitasi untuk
membentuk penjalaran sinyal-sinyal melalui lintasanneural otak. Jaras-jaras ini penting
karena begitu ia menetap atau ada, maka akan diaktifkan oleh benak pikiran untuk
menimbulkan kembali ingatan.
Fungsi dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (retention) apa yang di pelajari
atau di persepsi. Problem yang berkaitan dengan fungsi ini bagaimana agar yang telah
di pelajari atau di masukkan dapat di simpan dengan baik sehingga waktu di butuhkan
dapat di timbulkan. Seperti setiap proses belajar meninggalkan jejak-jejak (traces)
dalam otak dan traces ini di simpann dalam ingatan pada sewaktu-waktu bisa di
timbulkan kembali. Jejak-jejak ini di sebut sebagai memory traces. Sekalipun memori
traces mengingat pernah di pelajari tidak berarti memory traces ini tetap tinggal dengan
baik dan sewaktu-waktu bisa hilang. Hal ini menyebabkan kelupaan. Selain memory
traces dapat hilang, ia juga dapat berubah tidak seperti semula (Goodenough et al,
1993).
Fungsi lainnya dari ingatan ialah menimbulkan kembali hal yang telah disimpan
dalam ingatan, dalam menimbulkan kembali ingatan ditempuh dengan mengingat
kembali (to recall), dan mengenal kembali (to recognize). Dalam hal mengingat
kembali, makhluk hidup dapat mengingat tanpa di bantu adanya objek untuk dapat di
ingat kembali, jadi dalam hal mengingat kembali orang tidak di bantu oleh objek. Dan
pada mengenal kembali makhluk hidup dapat menimbulkan apa yang diingat atau
dipelajari dengan bantuan adanya objek, yang perlu diingat dalam mengenal kembali
adalah memerlukan objek. Oleh karena itu, sering di kemukakan bahwa mengenal
kembali lebih mudah daripada mengingat kembali (Nowakowski, 1999).
Proses mengingat meliputi tiga langkah, yaitu (1) registration, yaitu informasi yang
diterima diubah dalam bentuk kode penyimpanan pada bagian ingatan jangka pendek,
(2) storage, yaitu penyimpanan ingatan dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka
panjang, dan (3) recall, yaitu mengenali atau memanggil kembali informasi yang
dibutuhkan dalam pencarian informasi. Sehingga untuk mengingat sesuatu seseorang
harus berhasil melaksanakan tiga hal, yaitu (1) mendapatkan informasi, (2) menyimpan
atau menahan informasi tersebut, dan (3) mengeluarkannya. Ingatan tidak disimpai
pada daerah atau struktur tertentu di dalam otak, melainkan di simpan di banyak daerah
dan struktur otak. Ingatan kelihatannya juga didistribusikan secara berlebihan di daerah
korteks.
D. Alat dan Bahan
a. Alat:
1. Baskom
2. Panci
3. Gelas
4. Kandang mencit
5. Botol minum untuk mencit
6. Syring
7. Feeding tube
8. Kotak labirin ukuran 75 x 30 cm
b. Bahan:
1. Mencit
2. Daun bayam merah
3. Sekam
4. Pelet susu A
5. Aquades
DAFTRA RUJUKAN
Herlina. 2010. Pengaruh Triterpen Total Pegagan (Centella asiatica(L) Urban) Terhadap
Fungsi Kognitif Belajar dan Mengingat pada Mencit Jantan Albino (Mus musculus).
Jurnal Penelitian Sains. Universitas Sriwijaya.
Irwanto. 1991. Psikologi Umum. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Nowakowski, R.S. 1999 Memory : A fundamental cognitive process that allows us to acquire
and retain information about the world and our experiences within it. J Neurosci.

Ballenger, L. 1999.Mus musculus. [Online]


http://animaldiversity.org/accounts/Mus_musculus/ diakses pada 5 Desember 2018
Goodenough, E., B. McGuire, & R. A. Wallace. 1993. Perspectives on Animal Behavior.New
York: John Wiley & Sons.
Kandel, E. R., Y. Dudai, & M. R. Mayford. 2014. “The Molecular and Systems Biology of
Memory”.Cell, 157 (1) : 163-186.