Anda di halaman 1dari 14

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan pada Madrasah tsanawiyah di Kecamatan

Gunung Putri Kabupaten Bogor. Prosesnya berlangsung selama 4 bulan

dimulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2018. Tahap

pertama, studi pendahuluan yang mencakup kegiatan pra-survey dan

pengkajian literatur untuk menyusun kerangka teoritis. Tahap kedua,

pengembangan instrumen penelitian yang mencakup penyusunan

rancangan instrumen, uji coba instrumen untuk menguji validitas dan

reliabilitas dan kemudian dilanjutkan dengan internalisasi instrumen.

Tahap ketiga, pengumpulan data melalui penyebaran instrumen

(kuesioner) yang dilanjutkan dengan pengolahan serta analisa data. tahap

keempat, penyusunan laporan yang merupakan tahap akhir dari proses

penelitian.

B. Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian korelasional non experimental.

Penelitian ini berusaha mencari hubungan antara variabel variabel

penelitian, yaitu hubungan Kepuasan Kerja (X1) dengan Produktifitas

Guru (Y) , dan hubungan Disiplin Kerja (X2) dengan Produktifitas Guru

(Y), dan hubungan antara Kepuasan Kerja (X1) dan disiplin (X2) dengan

Produktifitas Guru (Y) di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Gunung

Putri Kabupaten Bogor.

33
34

Hubungan antara Variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X1 dan

X2) dapat dilihat seperti gambar dibawah ini.

X1
Y

X2

Tabel 3.1
Hubungan antara Variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X1 dan X2)

Keterangan : X1 = Kepuasan Kerja

X2 = Disiplin

Y = Produktifitas Guru

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau

subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi

populasi bukan hanya orang tetapi juga benda-benda alam yang lain.

Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang

dipelajari, tetapi meliputi seluruh objek itu.1 sedangkan populasi adalah

keseluruhan subjek penelitian.2

Dari Pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa populasi

merupakan subjek penelitian di mana individu yang akan dikenai perilaku

atau dapat dikatakan keseluruhan objek penelitian yang akan diteliti.

1
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif (bandung alfabeta, 2009 ) h. 117
2
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta : Rineka Cipta, 2002), h. 108
35

Populasi pada penelitian ini adalah Guru-guru Madrasah

Tsanawiyah yang non sertifikasi ada sebanyak 106 guru. Adapun daftar

tpopulasi penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.2 Jumlah Popuasi


No Nama Madrasah Jumlah Guru Jumlah Guru non
sertifikasi
1 MTSS Al Falah 25 14
2 MTSS Al Muawwanah 21 14
3 MTTS Al Muttaqin 14 13
4 MTSS Al Ikhlas 19 13
5 MTSS Asnawiyah 25 13
6 MTSS Gunung Putri 25 14
7 MTSS Nuurul Qur’an 21 14
8 MTSS Sa Adatudaian 21 16
9 MTSS Sirojul Atfal 15 13
10 MTSS Sirojul Falah 22 13
11 MTSS Yapida 21 14
Total 230 146

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut3. Sampling adalah sebagian atau wakil

populasi yang diteliti4. Jumlah sampel dalam penelitian ini didasarkan

pada pertimbangan bahwa adanya keterbatasan mempelajari semua

populasi. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini

didasarkan pada pertimbangan bahwa adanya keterbatasan untuk

mempelajari semua populasi.

3
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif (bandung alfabeta, 2009 ) h. 118
4
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta : Rineka Cipta, 2002), h. 109
36

Besarnya sampel yang digunakan dalam penelitian ini

ditentukan dengan menggunakan Krejeie dan table Morgan dengan

populasi terbatas.Populasi yang digunakan adalah Jumlah Guru yang

non sertifikasi karena objek dalam penelitian ini adalah Guru yang non

sertifikasi yaitu 146 Guru. Sedangkan besarnya sampel yang digunakan

dalam penelitian berdasarkan rumus Krejeie :

𝑧 2 𝑥 𝑃 𝑥(1 − 𝑃)𝑥 𝑁
𝜂=
𝑑 2 𝑥(𝑁 − 1) + 𝑧 2 𝑥 𝑃𝑥(1 − 𝑃)

Dengan :

N = besarnya sampel

z² = nilai distribusi normal standar pada tingkat Alpha 5% yaitu 1, 96

p = proporsi purposive berdasarkan pertimbangan peneliti yaitu 50% atau

0, 5

1-p = 1-0,5 = 0,5

d = toleransi tingkat kesehatan yaitu 5% atau 0, 05

Sehingga besarnya sampel adalah

(1,96)2 𝑥 0,05 𝑥 0,5 𝑥 146


𝜂= = 106
((0,05)2 𝑥(145))+(1,96)2 𝑥 0,5 𝑥 0,5)

berdasarkan hasil perhitungan maka besarnya sampel dalam penelitian ini

adalah 106 guru. Komposisi sampel untuk masing-masing sekolah dapat

dilihat pada tabel berikut :


37

Tabel 3.3 Komposisi Sampel

No Nama Madrasah Jumlah Guru Jumlah Guru Komposisi


non sertifikasi Sampel
1 MTSS Al Falah 25 14 14
𝑥 106 = 10
146
2 MTSS Al 21 14 16
𝑥 106 = 10
146
Muawwanah
3 MTTS Al Muttaqin 14 13 13
𝑥 106 = 9
146
4 MTSS Al Ikhlas 19 13 13
𝑥 106 = 9
146
5 MTSS Asnawiyah 25 13 13
𝑥 106 = 9
146
6 MTSS Gunung Putri 25 14 16
𝑥 106 = 10
146
7 MTSS Nuurul Qur’an 21 14 14
𝑥 106 = 10
146
8 MTSS Sa Adatudaian 21 16 16
𝑥 106 = 11
146
9 MTSS Sirojul Atfal 15 13 13
𝑥 106 = 9
146
10 MTSS Sirojul Falah 22 13 13
𝑥 106 = 9
146
11 MTSS Yapida 21 14 14
𝑥 106 = 10
146
Total 230 146 106

1. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah

menggunakan metode simple randoml sampling, yaitu pengambilan

sampel didasarkan pada kenyataan bahwa mereka kebetulan muncul di

lokasi pengamatan.5

5
Sugiyono (2009:118) Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan kuantitatif, kualitatif (Bandung:Alfabeta)
38

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan

metode angket. angket adalah pengumpulan dari pertanyaan yang

diajukan secara tertulis kepada seseorang ( dalam hal ini disebut sebagai

responden ), dan cara menjawab juga digunakan dengan tertulis.6

Angket yang digunakan adalah angket tertutup, yaitu angket

yang menghendaki jawaban pendek, dan tertentu yang telah disediakan

oleh peneliti dengan tanda memberikan tanda cheklist (√) pada alternatif

jawaban yang dipilih. Alternatif jawaban yang akan diperoleh dalam hal

ini adalah berkenaan dengan Kepuasan Kerja, Disiplin Kerja dan

Produktifitas Guru.

Alternatif jawaban dari soal dapat diukur dengan skala likert

yang disesuaikan dengan diberi alternatif jawaban dengan pembobotan

sebagai berikut :

a. Alternatif jawaban untuk item yang mengandung nilai positif pada

semua variabel pembobotannya adalah 1 = sangat tidak setuju , 2 =

tidak setuju, 3 = kurang setuju, 4 = Setuju , 5 = sangat setuju

b. alternatif jawaban untuk item yang mengandung nilai negatif pada

semua variabel pembobotan nya adalah 1 = sangat setuju, 2 = setuju,

3 = kurang setuju ,4 = tidak setuju , 5 = sangat setuju.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui pengisian

angket oleh Guru untuk variabel Kepuasan Kerja, Disiplin Kerja dan

produktifitas guru. ada tiga jenis data yang di jaring dalam penelitian ini

dengan menggunakan angket yang dikembangkan untuk masing-masing

6
Sugiyono (2009:135) Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan kuantitatif, kualitatif (Bandung:Alfabeta)
39

variabel. ketiga jenis data yang dimaksud diolah dan di jaring dengan

menggunakan instrumen yang berbentuk skala Penelitian terhadap

pernyataan dengan rentang jawaban berskala lima, instrumen yang

dipergunakan untuk ketiga variabel tersebut dikembangkan melalui

indikator dari masing-masing variabel. Instrumen terlebih dahulu diuji

sebelum dipergunakan dalam penelitian. Pengujian instrumen dimaksud

untuk melihat tingkat keabsahan (validity) dan kehandalan (reability).

Butir-butir yang tidak valid selanjutnya dibuang dan tidak dipergunakan

sebagai alat pengukuran dalam penelitian.

Pengukuran dilakukan pada situasi nyata sesuai dengan

penilaian dari responden tentang apa yang dialami, bukan apa yang

diinginkan. Instrumen penelitian yang digunakan disusun dalam bentuk

pernyataan sebagaimana disebutkan diatas menggunakan skala likert.

E. Instrumen Penelitian

1. Instrumen variabel Produktifitas Guru (Y)

a. Definisi konseptual

Produktifitas Guru adalah mutu, kualitas, dan tidak tanduk guru dalam

menanamkan pengetahuan kepada anak didik. Produktifitas Guru

memiliki indikator sebagai berikut : 1) komitmen dalam profesi, sikap

profesional terhadap peraturan perundang-undangan, sikap profesional

terhadap organisasi profesi, sikap profesional terhadap teman sejawat,

sikap profesional terhadap pekerjaan 2) penguasaan bidang keilmuan

yang diajarkan, penguasaan terhadap ilmu keguruan 3) memiliki kode

etik, menjadi teladan atau Pamong , sikap profesional terhadap anak

didik dan berorientasi pada pelayanan peserta didik.


40

b. Definisi operasional

Produktifitas Guru adalah total skor yang diperoleh guru dari

hasil pengisian instrumen Produktifitas Guru mengajar yang disusun

untuk mengukur indikator yang terdiri dari kompetensi substantif dan

kompetensi non substantif sebagaimana sudah diuraikan di atas.

Pengukuran menggunakan angket berbentuk skala likert dan kemudian

pernyataan angka tersebut dilakukan uji coba dan analisis , yang

termasuk dalam kategori valid atau tidak valid.7

c. Kisi-kisi Variabel

Adapun kisi-kisi Kompetensi Produktifitas Guru sebagai berikut :

Tabel 3.4 Variabel Produktifitas Guru

Variabel Dimensi Indikator No Butir Jumlah


Butir
Produktifitas Berpegang 1. Memperbaiki 1-2 2
Guru teguh pada kualifikasi
komitmen akademik
2. Mengikuti 3 1
pelatihan 4-16 13
3. Memperbaiki
kualitas
pengetahuan
Total 16

7
Riduan, metode dan teknik menyusun tesis (Bandung Alfabeta, 2010) h.114
41

d. Kalibrasi instrumen

1) Pengujian Validitas

Validitas butir instrumen yang telah di selesai disusun, sebelum

digunakan untuk memperoleh data penelitian terlebih dahulu diujicobakan.

Berdasar Hasil pengujian validitas butir product moment, dari 16 butir yang

diujicobakan ada 2 butir pertanyaan yang tidak valid yaitu butir Pertanyaan

nomor 12, 13.

2) Reliabilitas

Setelah dilakukan pengujian butir, kemudian dilakukan perhitungan

koefisien realibilitas instrumen terhadap sejumlah butir yang valid.

Koefisien reliabilitas instrumen dihitung dengan menggunakan rumus Alfa

Cronbach dan diperoleh koefisien reliabilitas r hitung 0,880. Hasil

perhitungan dengan koefisien reliabilitas instrumen tersebut menunjukkan

arti bahwa Produktifitas Guru mengajar sudah reliabel selanjutnya dapat

digunakan dalam memperoleh data penelitian.

1. Instrumen Variabel Disiplin Kerja (X2)

a. Definisi konseptual

Disiplin belajar adalah suatu keadaan tertib di mana individu yang

tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang

telah ada dengan rasa senang hati. Disiplin belajar memiliki beberapa

indikator yaitu : 1) disiplin waktu, mematuhi aturan waktu, memperhatikan

ketepatan jam mengajar, memulai dan mengakhiri pelajaran sesuai dengan

waktunya 2) disiplin menegakkan aturan, membuat Aturan tertulis,

memberikan penghargaan atau mengabaikan perilaku siswa yang positif

atau negatif, memegang komitmen dan konsisten dalam Disiplin Kerja,


42

mangga menegakkan disiplin tanpa pilih kasih 3) disiplin sikap, kontrol diri

dalam mengajar, memberikan teladan yang baik dalam pengajaran, berpikir

positif, bertindak tidak gegabah.

b. Definisi operasional

Disiplin Kerja adalah total skor yang diperoleh guru dari hasil

pengisian angket oleh responden terhadap situasi dan kondisi yang dapat

dirasakan dan diamati selama interaksi di dalam lingkungan sekolah . angket

diajukan dengan maksud untuk memperoleh parameter mengenai dimensi-

dimensi yang diwakili oleh indikator yang telah dipaparkan di atas.

pengukuran menggunakan angket berbentuk skala likert lalu angka tersebut

diuji coba dan dianalisis, yang termasuk dalam kategori valid atau tidak

valid.

Tabel 3.5 Variabel Disiplin Kerja (X2)

Variabel Dimensi Indikator No Butir Jumlah


Butir
Disiplin Kerja Disiplin waktu 1. Mematuhi aturan waktu 1-3 3
2. Memperhatikan 4-6 3
ketepatan jam mengajar

Disiplin Aturan 1. Membuat aturan tertulis 7-8 2


2. Memberikan 9-10 2
penghargaan atau
mengabaikan perilaku
siswa yang positif dan
negative

Disiplin sikap 1 Mengontrol diri dalam 11-12 2


mengajar
2 Memberikan teladan 13-15 3
yang baik dalam
pengajaran

15
Total
43

e. Kalibrasi instrumen

1) Pengujian validitas

Validitas butir instrumen yang telah selesai disusun, sebelum digunakan

untuk memperoleh data penelitian terlebih dahulu diujicobakan.

Berdasarkan Hasil pengujian validitas butir Product Moment, dari 15 Putri

yang diuji diketahui ada 5 butir pertanyaan yang tidak baik yaitu Pertanyaan

nomor 3.4.9.10, dan 14

2) Reliabilitas

Setelah dilakukan pengujian butir, kemudian dilakukan perhitungan

koefisien reliabilitas instrumen terhadap sejumlah butir yang valid.

Koefisien reliabilitas instrumen dihitung dengan menggunakan rumus

Alpha cronbach, dan diperoleh koefisien reliabilitas R hitung 0, 889.

Hasil perhitungan dengan koefisien reliabilitas instrumen tersebut

menunjukkan arti bahwa Kepuasan Kerja sudah reliabel selanjutnya dapat

digunakan dalam memperoleh data penelitian.

2. Instrumen variabel Kepuasan Kerja (X1)

1. Definisi konseptual

Kepuasan Kerja guru adalah kemampuan, keterampilan, dan setiap yang

diperlukan guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan indikator

menguasai karakteristik peserta didik, menguasai teori belajar,

pengembangan kurikulum , kegiatan pembelajaran yang mendidik,

pengembangan potensi peserta didik, komunikasi dengan peserta didik,

penilaian dan evaluasi.


44

2. Definisi operasional

Kepuasan Kerja guru adalah total skor yang diperoleh guru dari hasil

pengisian angket oleh responden terhadap situasi dan kondisi yang dapat

dirasakan dan diamati selama berinteraksi di dalam lingkungan sekolah.

Angket diajukan dengan maksud untuk memperoleh parameter mengenai

dimensi-dimensi yang diwakili oleh indikator yang telah dipaparkan di atas.

Pengukuran menggunakan angket berbentuk skala likert, kemudian angka

tersebut diuji coba dan dianalisis yang masuk dalam kategori valid atau tidak

valid.

Tabel 3.6 Variabel Kepuasan Kerja (X1)

Variabel Dimensi Indikator No Butir Jumlah


Butir
Kepuasan Keterampilan 1. Menguasai 1,2,3,4 4
Kerja dan sikap karakteristik peserta
dalam KBM didik 5,6,7,8 4
2. Menguasai teori belajar 9,10,11 3
3. Pengembangan
kurikulum 12,13,14,15 4
4. Kegiatan pembelajaran
yang mendidik

Total 15
45

3. Kalibrasi instrumen

1) Pengujian validitas

Validitas butir instrumen yang telah selesai disusun, sebelum

digunakan untuk memperoleh data penelitian terlebih dahulu diujicobakan,

berdasarkan Hasil pengujian validitas butir Product Moment. Diketahui

bahwa dari 15 butir yang diuji cobakan diketahui bahwa ada 3 butir yang

tidak valid yaitu butir pernyataan nomor 1, 2 dan 3

2) Reliabilitas

Setelah dilakukan pengujian butir, kemudian dilakukan perhitungan

koefisien reliabilitas instrumen terhadap sejumlah butir yang valid.

koefisien reliabilitas instrumen dihitung dengan menggunakan rumus Alpha

cronbach dan diperoleh koefisien reliabilitas r hitung 0,889. Hasil

perhitungan dengan koefisien reliabilitas instrumen tersebut menunjukkan

arti bahwa Disiplin Kerja guru sudah reliable selanjutnya dapat digunakan

dalam memperoleh data penelitian.

F. Teknik analisis data

Dalam proses menganalisis data yang telah dikumpulkan, maka

digunakan teknik statistika inferensial. teknik statistika inferensial ini

disebut juga statistika induktif, yaitu statistika yang berusaha

menyimpulkan tentang karakteristik populasi yang pada umumnya

dilakukan berdasarkan sampel yang diambil peneliti

Dalam proses penarikan kesimpulan tersebut pada hipotesis pertama

dan kedua akan diuji dengan menggunakan teknik korelasi sederhana.

Sedangkan untuk hipotesis yang ketika diuji dengan menggunakan teknik

korelasi dan regresi ganda.


46

G. Hipotesis statistik

Rumusan hipotesis yang akan diuji Dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Hipotesis pertama

H0 : P y1 = 0

H1 : P y1 > 0

2. Hipotesis kedua

H0 : P y2 = 0

H1 : P y2 > 0

3. Hipotesis ketiga

H0 : P y1.2 = 0

H1 : P y1.2 > 0