Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HARI MENCUCI TANGAN SEDUNIA


Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan
oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk
menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan
tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas
hidup manusia.
Pengumuman penunjukkan Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia pada 15 Oktober dilakukan pada
Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada 17-23 Agustus, 2008
di Stockholm seiring dengan penunjukkan tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum
PBB. Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia diharapkan akan memperbaiki praktik-praktik kesehatan
pada umumnya dan perilaku sehat pada khususnya.
Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia adalah upaya memobilisasi jutaan orang diseluruh dunia untuk
mencuci tangan mereka dengan sabun. Inisyatif ini dikumandangkan oleh PPWH, Kemitraan Swasta dan
Publik untuk Cuci Tangan (Public Private Partnership for Handwshing) dan didukung oleh PBB
BAB V
HARI KESEHATAN NASIONAL

Sejarah Hari Kesehatan Nasional

Sejarah lahirnya Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November berawal
dari upaya pemberantasan penyakit Malaria di Indonesia. Di era 50-an, penyakit Malaria
mewabah di Indonesia. Penyakit ini menjangkiti hampir semua masyarakat di seluruh negeri.
Terdapat ratusan ribu orang yang tewas akibat wabah Malaria tersebut. Akibat banyaknya
korban yang jatuh, pemerintah kemudian segera mengambil tindakan dengan melakukan
beragam upaya untuk membasmi Malaria.

Upaya pembasmian penyakit Malaria dimulai tepatnya pada tahun 1959 dengan dibentuknya
Dinas Pembasmian Malaria oleh pemerintah. Empat tahun kemudian, yaitu pada tahun 1963,
namanya kemudian diganti menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria yang disingkat
menjadi KOPEM. Upaya pembasmian ini dilakukan oleh pemerintah dengan dibantu organisasi
kesehatan dunia WHO dan USAID. Dengan dilakukan upaya pemberantasan Malaria tersebut,
pemerintah berharap Malaria bisa benar-benar diberantas.

Bentuk upaya pemberantasan penyakit Malaria sendiri dilakukan dengan menggunakan obat
jenis DDT. Penyemprotan obat ini dilakukan secara massal ke rumah-rumah penduduk yang
ada di pulau Jawa, Bali dan Lampung. Presiden Soekarno yang menjabat sebagai Presiden RI
kala itu, melakukan penyemprotan pertama secara simbolis pada tanggal 12 November 1959,
bertempat di desa Kalasan, Yogyakarta. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari
Kesehatan Nasional (HKN) untuk diperingati setiap tahunnya.

Perayaan Hari Kesehatan Nasional

Perayaan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November pertama kali diperingati di tahun 1959.
Saat itu dilakukan penyemprotan nyamuk Malaria secara simbolis oleh Presiden Soekarno.
Usai penyemprotan secara simbolis dilakukan, penyuluhan pun diberikan dengan tujuan
memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya penyakit Malaria dan agar mereka
lebih waspada terhadapnya. Di tahun-tahun berikutnya, Hari Kesehatan Nasional (HKN) terus
diperingati dengan tujuan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan untuk
masyarakat Indonesia.

Tema perayaan Hari Kesehatan Nasional setiap tahunnya berbeda-beda. Namun, tentu saja
dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia
sekaligus pemahaman mereka akan pentingnya hidup sehat. Biasanya, akan ada beragam
kegiatan yang dilakukan guna meramaikan acara yang diawali oleh pembukaan dari Menteri
Kesehatan ini. Seperti pada peringatan tanggal 12 November 2015 lalu, terdapat beragam
kegiatan yang dilakukan mulai dari lomba jurnalistik, lomba fotografi, kegiatan ilmiah dengan
menggelar simposium bertema kesehatan, sampai upacara dan tabur bunga untuk mengenang
jasa para pahlawan.

Terlepas dari bentuk acara dan jenis kegiatan yang ada di dalamnya, perayaan Hari Kesehatan
Nasional sendiri tidak akan berjalan dengan mulus tanpa dukungan semua pihak. Diperlukan
kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dengan kepala daerah, dunia usaha, sampai
dengan organisasi kemasyarakatan agar persiapan acara bisa dilakukan dengan baik.
Dukungan masyarakat juga diperlukan dengan berpartisipasi langsung selama acara, baik
dengan mengikuti lomba atau hanya sekadar hadir untuk mendengarkan talk show tentang
kesehatan yang biasanya diberikan.

Pencapaian Hari Kesehatan Nasional

Menyongsong perayaan Hari Kesehatan Nasional yang ke-52 pada tanggal 12 November 2016
mendatang, marilah kita mengkaji kembali apa yang sudah berhasil dicapai dengan adanya
perayaan tersebut. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan, saat ini masyarakat sudah
semakin mudah untuk mengakses fasilitas kesehatan. Terbukti dengan adanya peningkatan
pelayanan kesehatan di berbagai daerah, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.
Selain peningkatan pelayanan kesehatan, infrastruktur fasilitas kesehatan pun sudah semakin
memadai. Untuk daerah-daerah terpencil, bahkan pemerintah sudah menyediakan flying doctor
dan rumah sakit bergerak, sehingga pelayanan kesehatan juga bisa menjangkau daerah-
daerah tersebut.

Peningkatan pelayanan kesehatan beserta infrastrukturnya tersebut diharapkan dapat semakin


meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia. Selain itu, pemahaman masyarakat
akan pentingnya hidup sehat juga diharapkan semakin meningkat, seiring dengan terus
diadakannya peringatan Hari Kesehatan Nasional. Di setiap perayaan biasanya juga akan
diberikan penghargaan khusus bagi mereka yang berjasa dalam hal meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Pemberian penghargaan tersebut tentunya
bisa memotivasi masyarakat untuk terus melakukan yang terbaik guna tercapainya peningkatan
kualitas kesehatan di negeri ini. Nah, sudah siapkah Anda untuk ikut berpartisipasi dalam
peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini? Ingat, partisipasi dan dukungan Anda sangat
berharga demi tercapainya masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Kegiatan HKN mengusung semangat untuk merangkul


masyarakat, dunia usaha, profesional, mitra, organisasi
dan tokoh masyarakat. Dengan adanya rangkaian
kegiatan ini, diharapkan semua sektor akan semakin
sadar pentingnya pembangunan kesehatan.
Pengabdian Masyarakat
Melayani masyarakat lewat pelayanan berupa deteksi
dini penyakit Tidak Menular (PTM), hepatitis dan
kesehatan jiwa, bersih-bersih di tempat umum dan
senam bersama, diharapkan masyarakat semakin sadar
untuk hidup berperilaku bersih dan sehat (PHBS) dan
senantiasa melaksanakan Germas.
Kegiatan Ilmiah
Menggelar seminar sehari, Disertasi Expo, pemilihan
peneliti berprestasi di lingkungan Kementerian
Kesehatan dan launching hasil Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) tahun 2018 serta Seminar Forum Bisnis dan
Hak Asasi Manusia.
Perlombaan dan Olahraga
Terdiri dari kegiatan eksternal dan internal Kementerian
Kesehatan. Kegiatan eksternal antara lain lomba
kantin sehat, lomba ruang pojok ASI, poliklinik sehat
dan green hospital yang melibatkan K/L lain. Kegiatan
internal menyajikan perlombaan di bidang olah
raga dan pengelolaan arsip (Arsiparis) di lingkungan
Kementerian Kesehatan.
Pameran
Pameran pembangunan kesehatan tahun ini akan
dilaksanakan di ICE-BSD, Serpong, Banten, merupakan
pameran yang melibatkan lintas sektor, dunia usaha
dan organisasi masyarakat, yang saling bertukar
informasi tentang pencapaian yang telah mereka raih
dalam membangun kesehatan.
Publikasi dan Penghargaan
Kegiatan publikasi menampilkan berbagai kompetisi
berupa kompetisi foto kesehatan, jurnalistik,
pustakawan berprestasi, warta kesehatan, e-Aspirasi
dan talkshow. Pemberian penghargaan sebagai
wujud apresiasi pada pihak yang telah berjasa dan
berprestasi dibidangnya, diberikan saat gelar pameran
pembangunan kesehatan dan saat upacara. Menkes
Award salah satu penghargaan bagi insan individu dan
institusi yang telah berjasa dalam melakukan upaya
kesehatan.
Upacara dan Tabur Bunga
Mengenang jasa pahlawan terutama mereka yang
berjasa di bidang kesehatan, merupakan salah satu
rangkaian kegiatan HKN ke-54. Upacara yang dirangkai
dengan tabur bunga di taman makam pahlawan akan
meningkatkan semangat jiwa untuk meneruskan
perjuangan para pahlawan.
Acara Puncak
Memeriahkan 54 tahun HKN, akan diisi dengan
kegiatan car free day, makan sehat isi piringku,
festival kuliner, family gathering, dan senam bersama.
Kegiatan yang dilakukan di Gelora Bung Karno (GBK)
ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut
bersama memeriahkan HKN ke-54.