Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

FORMULASI TEKNOLOGI SEDIAAN SOLID


“PEMBUATAN TABLET EFFERVESCENT DENGAN METODE
CETAK LANGSUNG”

OLEH : KELOMPOK 9

1. MUHAMMAD RONY FAIZAL A (1408010045)


2. MAULIDA RAHMASANDY (1408010046)
3. PRISCILA ALHUMAIRA S P (1408010047)
4. ASEP HALIM PRATAMA (1408010048)
5. FIA HERAWATI (1408010049)
6. NOLA WULANDARI (1408010050)

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat
serta hidayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul “Formulasi Sediaan Tablet Effervescent dengan Metode Kempa Langsung”.
Makalah ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas mata Formulasi Teknologi
Sediaan Solid. Dalam membuat makalah ini, dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang
kami miliki. Kami berusaha mencari sumber data dari berbagai sumber informasi. Kegiatan
penyusunan makalah ini memberikan kami tambahan ilmu pengetahuan yang dapat
bermanfaat bagi kehidupan kami. Dan bagi para pembaca makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
dalam penyusunan makalah ini, semoga ALLAH SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.
Aamiin.

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i


DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDHULUAN ......................................................................................... iii
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... iii
BAB II ISI ............................................................................................................... 1
A. Tablet Effervescent ............................................................................................ 1
1. Pengertian ...................................................................................................... 1
2. Keuntungan dan Kerugian ............................................................................. 1
3. Bahan Aktif pada Tablet ................................................................................ 2
4. Bahan Tambahan pada Tablet ........................................................................ 2
5. Teknik Formulasi ........................................................................................... 4
B. Formula .............................................................................................................. 5
C. Prosedur Kerja .................................................................................................... 6
D. Evaluasi Sifat Fisik ............................................................................................. 6
E. Pengemasan Tablet Effervescent ........................................................................ 7
BAB III PENUTUP ................................................................................................. 8
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tablet Effervecent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan ke
dalam air. Buih yang keluar tersebut adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari
reaksi antara asam organik dengan garam turunan karbonat. Gas korbondioksida ini
membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif. Selain
itu gas korbondiokasida ini juga memberi rasa segar seperti halnya pada minuman kaleng
berkarbonasi. Di samping menghasilkan larutan yang jernih, tablet juga menghasilkan
rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasa beberapa obat
tertentu. Dengan rasa asam sedikit berlebih, sehingga berasa sedikit asam ini merupakan
faktor tambahan yang membuat sediaan efervesen dapat diterima di masyarakat.
Kandungan tablet effervecent merupakan campuran asam (asam sitrat, asam tartrat)
dan Natrium bikarbonat, yang jika dilarutkan dalam lingkungan berair akan bereaksi
menghasilkan karbondioksida yang berasal dari penguraian basa bikarbonat akibat
penetralan oleh asam. Reaksinya cukup cepat dan biasanya selesai dalam waktu 1 menit
atau kurang. Tablet effervescent harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau kemasan
tahan lembab, sedangkan pada etiket tertera tidak langsung ditelan.

iii
BAB II
ISI

A. TABLET EFFERVESCENT
1. Pengertian
Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak dalam bentuk
tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung 1
jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan
dapat berfungsi sebagai Zat pengisi, sat pengembang, zat pengikat , zat pelicin, zat
pembasah atau zat lain yang cocok (FI III 1979, hal 6).
Tablet effervescent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan
kedalam air. buih yang keluar tersebut adalah gas CO2 yang dihasilkan dari reaksi
antara asam organik dengan garam turunan karbonat. Gas karbondioksida ini akan
membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif.
Tablet effervescent dibuat untuk memudahkan penyerapan obat karena obat diberikan
dalam bentuk larutan ketika akan digunakan. tablet effervescent juga dapat
melindungi zat aktif yang tidak tahan dengan pH lambung , karena tablet effervescent
dapat menaikkan pH lambung menjadi netral atau hampir netral.
Tablet effervescent merupakan salah satu bentuk sediaan tablet dengan cara
pengempaan bahan-bahan aktif campuran asam-asam organik, seperti asam sitrat atau
asam tartarat dan natrium bikarbonat. Bila tablet ini dimasukkan ke dalam air,
mulailah terjadi reaksi kimia antara asam dan natrium bikarbonat sehingga terbentuk
garam natrium dari asam dan menghasilkan gas karbondioksida serta air. Reaksinya
cukup cepat dan biasanya berlangsung dalam waktu satu menit atau kurang. Di
samping menghasilkan larutan yang jernih, tablet juga menghasilkan rasa yang enak
karena adanya karbonat yang dapat membantu memperbaiki rasa obat-obat tertentu
(Banker dan Anderson, 1986).
2. Keuntungan dan kerugian tablet effervescent
1. Keuntungan
a. Memungkinkan penyiapan larutan dalam waktu seketika, yang mengandung
dosis yang tepat.
b. Rasa menyenangkan karena karbonasi membantu menutup rasa zat aktif yang
tidak enak.
c. Ukuran tablet biasanya cukup besar dan dapat dikemas secara individual
sehingga bisa menghindari masalah ketidakstabilan zat aktif dalam
penyimpanan.
d. Mudah menggunakannya karena tablet dilarutkan terlebih dahulu dalam air,
baru diminum.
e. Bentuk sediaan dengan dosis terukur tepat.
2. Kerugian
a. Kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia.
b. Kelembaban udara selama pembuatan produk mungkin sudah cukup untuk
memulai reaksi effervescent.

1
3. Bahan Aktif pada Tablet effervescent
Beberapa kategori bahan aktif yang dibuat sediaan effervescent adalah :
1. Zat aktif yang sulit dicerna atau rusak dilambung
Sebagai contoh adalah CaCO3. Dalam bentuk tablet biasa atau serbuk, kalsium
karbonat larut dalam asam lambung dan dapat diabsorpsi ke sistem sirkulasi.
Akan tetapi dalam GI senyawa ini melepaskan gas CO2 yang menganggu.
2. Zat aktif yang sensitif pH
Misalnya asam-asam amino dan antibiotik. Dalam pH lambung senyawa
tersebut dapat terdenaturasi, kehilanganaktivitas biologi, atau menyebabkan
bentuk tidak aktif.
4. Bahan Tambahan pada Tablet effervescent
Perlu diperhatikan bahwa bahan yang digunakan dalam tablet effervecent
seharusnya mempunyai kandungan lembab yang sangat rendah dan sewaktu
pembuatan sediaan ini harus dilakukan pada tempat yang kering.
Karakteristik komponen tablet Efervesen:

1. Dalam banyak hal prinsip yang digunakan dalam memproduksi tablet efervesen
sama dengan yang digunakan untuk tablet konvensional. Banyak dari proses
dan alat proses yang sama. Demikian juga sifat umum granul yang diperlukan
untuk memdapatkan tablet yang sesuai persyaratan seperti:
a. Ukuran partikel
b. Bentuk partikel
c. Granulometri
d. Keseragaman distribusi
e. Aliran bebas granul
f. Granul harus dapat dikompresi
2. Satu sifat bahan baku yang dipilih untuk digunakan dalam tablet efervesent
yang lebih penting dari tablet konvensional yaitu kondisi lembabnya, artinya
bahan baku yang digunakan harus kering.Apabila bahan baku yang digunakan
tidak kering (mengandung lembab) maka terjadi reaksi asam dan karbonatnya
akan menyebabkan produk menjadi tidak stabil secara fisik dan terurai. Sekali
dimulai reaksi maka akan berlanjut lebih cepat karena produk samping reaksi
adalah pertambahan air.
Contoh:
CH2COOH CH2COONa
CH2COOH + 3NaHCO3 CHCOONa + 3 CO2 + 3 H2O
CH2COOH CH2COONa
Oleh karena itu bahan baku yang digunakan harus dalam keaadan anhidrat
(kering) dengan sedikit kadar lembab yang diabsorpsi. Molekul air memang
masih ada tapi sangat sedikit karena air dibutuhkan sedikit untuk kebutuhan
mengikat granul karena granul yang terlampau kering tidak dapat dikempa.
3. Kelarutan merupakan sifat bahan baku yang penting dalam tablet efervesen.
Jika komponen tablet tidak larut, reaksi efervesen tidak akan terjadi dan tablet

2
tidak akan terdisintegrasi secara cepat. Kecepatan kelaurtan lebih penting dari
kelarutan karena zat yang terlarut lambat dapat merintangi desintegrasi tablet
dan larut lambat menghasilkan residu yang tidak disukai setelah tablet
terdisintegrasi.
1. Sumber Karbondioksida
Sumber karbondioksida dari tablet efervescent didapat dari garam-garam
karbonat. Karena garam ini dapat menghasilkan 53 % karbondioksida. Garam yang
sering digunakan adalah natrium bikarbonat dan natrium karbonat. Natrium
bikarbonat dengan kosentrasi dalam air 0,85% menunjukan pH 8,3. natrium karbonat
dengan konsentrasi 1 % dalam air mempunyai pH 11,5. Natrium karbonat
menunjukan pula efek stabilisasi di dalam tablet efervesen karena kemampuannya
mengabsorbsi lembab terlebih dahulu yang dapat mencegah permulaan reaksi
efervesen. Oksigen dapat pula menjadi sumber efervesen dengan sumbarnya dapat
digunakan natrium perborat anhidrat.
2. Sumber Asam
Sumber asam yang umumnya digunakan pada tablet efervesen dapat
digolongkan menjadi;
a. Asam Makanan, antara lain :
1. Asam Sitrat, merupakan asam yang paling sering digunakan karena harganya
yang murah. Asam sitrat dapat larut dengan mudah dan cepat, dan dalam bentuk
granul dapat mengalir dengan bebas. Terdapat juga bentuk anhidratnya sehingga
mempunyai sifat higrokopis.
2. Asam Tartrat, asam ini mempunyai kelarutan yang lebih besr dari asam sitrat.
3. Asam anhidrat
Jika asam anhidrat dilarutkan dalam air maka akan terjadi hidrolisi yang
membebaskan bentuk asamnya yang dapat bereaksi dengan sumber
karbondioksida. Contohnya adalah suksinat anhidrat.
4. Garam Asam
Garam ini dapat digunakan karena dalam larutan, garam ini dapat menghasilkan
proton dan menghasilkan larutan dengan pH dibawah 7. Contohnya adalah
natrium hidrogen fosfat, natrium dihidrogen fosfat, dan natrium bisulfit.
3. Bahan Tambahan Lainnya
Bahan tambahan lainnya pada tablet efervesen antara lain seperti bahan
pengikat, bahan pengisi, dan lubrikan. Namun bahan-bahan ini penggunaannya dalam
jumlah yang terbatas. Seperti halnya pengisi, hanya digunakan sedikit saja, karena
dalam formula tablet efervesen sudah banyak mengandung karbonat dan asam.
a. Pengikat dan zat penggranul
Untuk pembuatan tablet efervesen dengan metode granulasi penggunaan
pengikat seperti gelatin, amilum dan gom tidak dapat digunakan karena kelarutan
lambat atau karena kandungan residu air tinggi yang dapat mempercepat
ketidakstabilan tablet efervesen. Pengikat efektif untuk tablet efervesen adalah PVP.
PVP ditambahkan pada serbuk yang digranulasi dalam keadaan kering kemudian
dibasahi oleh cairan penggranulasi yaitu isopropanol, etanol atau hidroalkohol.

3
Alkohol tidak bersifat pengikat tapi ditambahkan sebagai zat penggranulasi untuk
pelarut PVP.
b. Pengisi
Biasanya hanya dibutuhkan sedikit pengisi karena zat yang menghasilkan
efervesen sudah cukup besar. Natrium bikarbonat merupakan pengisi yang baik.
Pengisi lain adalah Na. Klorida, Na. Sulfat dan Na. Bikarbonat.
c. Lubrikan
Lubrikan yang larut air atau zat yang dapat terdispersi dalam air dapat
digunakan sebagai lubrikan. Serbuk natrium benzoat dan PEG 8000 merupakan
lubrikan larut air yang efektif.

5. Teknik Formulasi
Secara sederhana, proses pembuatan tablet effervescent dapat dibagi menjadi 2
tahap, yaitu proses pencampuran bahan dan proses pencetakan bahan.
a. Proses pencampuran
Pada semua metode pembuatan tablet, setelah proses penimbangan komponen-
komponen tablet, selalu diikuti dengan proses pencampuran berupa partikel-
partiel padat. Proses ini bertujuan untuk mendapatkanmassatablet yang homogen.
Tujuan ini bisa dicapai apabila sifat fifis partikel penyusun campuran dan faktor
lain yang mempengaruhi proses pencampurannya adalah sama. Sifat fisis partikel
yang mempengaruhi proses pencampuran adalah ukuran, bentuk, densitas dan
kelembaban partikel. Sedangkan faktor lainnya adalah kadar partikel . Baik
proses pencampuran maupun pentabletan dilakukan pada kelembaban yang
rendah (kelembaban relative atau RH dibawah 30 %)

b. Proses pencetakan tablet


Pada prinsipnya tablet dapat dibuat melalui cetak langsung atau granulasi, baik
granulasi basah maupun granulasi kering. Untuk menentukan metode
pembuatannya apakah dibuat cetak langsung atau granulasi sangat tergantung
pada dosis dan sifat zat aktifnya. Untuk metode cetak langsung semua komponen
tablet baik zat aktif, bahan pengisi, pengikat, dan penghancur harus mmpunyai
sifat alir dan kompresibilitas yang baik. Pada proses pencetakan untuk zat aktif
dengan dosis kecil hal ini tidak menjadi masalah selama homogenitasnya
diperhatikan. Tetapi untuk zat aktif dengan dosis besar, jika sifat alir dan
kompresibilitasnya tidak baik maka diperlukan bahan tambahan yang efektif
untuk mengatasi sifat alir dan kompresibilitasnya.
c. Proses penghancuran tablet
Agar tablet dapat hancur, maka harus ada cairan yang mampu menembus
masuk ke dalam tablet secara kapiler. Efek kapiler ini dapat diperbesar dengan
adanya bahan penghancur. Selain bahan penghancur, efek kapiler juga
dipengaruhi oleh porositas tablet. Besarnya porositas menyebabkan cairan yang
masuk ke dalam tablet semakin banyak. Porositas tablet antara lain dipengaruhi
oleh distribusi ukuran atau partikel massa tablet dan tekanan yang diberikan saat
proses pencetakan. Cairan yang sudah masuk dalam tablet akan merusak ikatan

4
antar partikel dan mengakibatkan bahan penghancur mengembang yang
kemudian menyebabkan hancurnya tablet. Tetapi adanya bahan penghancur yang
mengembang ini juga dapat menghasilkan massa yang kental dan lengket yang
akan menghalangi masuknya cairan ke dalam tablet sehingga dapat
memperpanjang waktu hancur.

B. FORMULA
FORMULA TABLET EFFERVESCENT VITAMIN C (mg)
Satu tablet effervescent dibuat dengan bobot 1,5 gram.
R/ Vitamin C 500 mg
Aspartam 150 mg
PEG 6000 10 mg
Sukrosa 45 mg
PVP 3% 45 mg
Asam Sitrat 250 mg
Na Bikarbonat 500 mg

Bahan yang digunakan pada makalah ini terdiri atas dua kelompok yaitu bahan utama
dan bahan tambahan. Bahan utama adalah vitamin C. Sedangkan bahan tambahan meliputi
aspartam sebagai bahan pemanis, polietilen glikol (PEG) 6000 sebagai bahan pelicin, natrium
bikarbonat sebagai bahan penghancur, dan asam sitrat sebagai bahan perekat.
Alasan pemilihan bahan-bahan yang digunakan, yaitu :
Alasan bahan yang digunakan yaitu:

1. Natrium bikarbonat menunjukan pula efek stabilisasi di dalam tablet efervesen


karena kemampuannya mengabsorbsi lembab terlebih dahulu yang dapat
mencegah permulaan reaksi efervescent. Keunggulannya mempunyai kelarutan
yang sangat baik dalam air dan non higroskopis. Adanya natrium karbonat mampu
memperbaiki rasa pada larutan, karena dengan adanya karbonat rasa dari tablet
effervescent menjadi enak (Mohrle, 1980).
2. Pengisi yang digunakan adalah sukrosa karena pengisi yang digunakan dalam
tablet effervescent adalah gula.
3. Pengikat yang digunakan dipilih PVP karena PVP merupakan pengikat yang larut
air
4. Asam sitrat merupakan asam yang paling sering digunakan karena harganya yang
murah. Asam sitrat dapat larut dengan mudah dan cepat, dan dalam bentuk granul
dapat mengalir dengan bebas. Terdapat juga bentuk anhidratnya sehingga
mempunyai sifat higrokopis.
5. Polyethylene glycol (PEG) 6000 3% dapat digunakan sebagai lubrikan dan juga
binder. Combinasi dari 4% PEG 6000 merupakan lubrikan yang bagus untuk
tablet asam askorbat yang dibuat melalui cetak langsung pada skala kecil.
6. Aspartame terutama digunakan sebagai pemanis dalam beberapa produk makanan
dan produk farmasi termasuk tablet. Kandungan energi aspartam sangat rendah
yaitu sekitar 4kCal (17 kJ) per gram untuk menghasilkan rasa manis sehingga

5
menyebabkan aspartam sangat populer untuk menghindari kalori dan gula.
Keunggulan aspartam yaitu mempunyai energi sangat rendah, mempunyai cita
rasa yang manis mirip gula, tanpa rasa pahit, tidak merusak gigi, dapat digunakan
sebagai pemanis pada makanan atau minuman pada penderita diabetes.

C. PROSEDUR KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, menimbang bahan yang akan
digunakan
2. Pencampuran zat aktif dengan eksipien
3. Pengempaan tablet

D. EVALUASI SIFAT FISIK TABLET


 Keseragaman Bobot
Ditimbang 20 tablet, dihitung bobot rata-rata tablet. Jika dihitung satu persatu, tidak
boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpangdari bobot rata-
ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A, dan tidak satu tablet
pun yang menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan kolom
B. dihitung SD (Standar Deviation) dan CV (Coefficient of Variation) dari tiap
formula (Anonim, 1979).
PenyimpanganBobot PenyimpanganBobot

Bobot rata-rata Rata-rata dalam % Rata-rata dalam %

A B

25 mg ataukurang 15 % 30%

26 mg sampai 150 mg 10% 20%

151 mg sampai 300 mg 7,5% 15%

Lebihdari 300 mg 5% 10%

 Kekerasan
Kekerasan adalah parameter yang menggambarkan ketahanan tablet dalam melawan
tekanan mekanik seperti goncangan, kikisan, dan terjadi keretakan tablet selama
pembungkusan, pengangkutan, pemakaian. Kekerasan ini dipakai sebagai ukuran dari
tekanan pengempaan. Faktor yang mempengaruhi kekerasan tablet adalah tekanan
kompresi dan sifat bahan yang dikempa. Kekerasan tablet biasanya 4-8 kg (Parrott,
1970).

 Kerapuhan
Parameter lain dari kekerasan tablet dalam melawan pengikisan dan goncangan adalah
kerapuhan. Besaran yang dipakai adalah % bobot yang hilang selama pengujian. Alat

6
yang digunakan adalah abrasive tester Faktor-faktor lain yang mempengaruhi
kerapuhan antara lain banyaknya kandungan serbuk (fines). Kerapuhan di atas 1%
menunjukkan tablet yang rapuh dan dianggap kurang baik (Banker dan Anderson,
1994).
 Waktu hancur
Waktu hancur didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk hancurnya tablet
dalam media yang sesuai. Tablet effervescent yang baik memiliki waktu larut tidak
lebih dari 1 menit (Banker dan Anderson, 1994), sedangkan menurut Mohrle (1989),
tablet Effervescent yang baik mempunyai waktu hancur tidak lebih dari 2 menit.

E. PENGEMASAN TABLET EFFERVESCENT


Tablet effervescent harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau kemasan
tahan lembab, dan biasanya disimpan pada tube yang sebelumnya tablet dibungkus
terlebih dahulu dengan menggunakan alumunium foil. Pada etiket biasanya tertera
tidak langsung ditelan.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Tablet effervescent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan kedalam
air. buih yang keluar tersebut adalah gas CO2 yang dihasilkan dari reaksi antara asam organik
dengan garam turunan karbonat. Yang terdiri dari bahan aktif dan bahan tambahan. Teknik
dari pembuatan tablet effervessent terdiri dari pencampuran, pencetakan dan penghancuran
tablet. Setelah terbentuk menjadi tablet, lalu dilakukan evaluasi yaitu keseragaman bobot,
kekerasan, waktu hancur dan kerapuhan.

8
DAFTAR PUSTAKA