Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL SKRIPSI

JUDUL PENELITIAN :FORMULASI LIPSTIK DARI


PEWARNA MIKROENKAPSULASI
DAUN PACAR AIR (Impatiens
balsaina L.)

NAMA MAHASISWA : SRI DEWI HANDAYANI

NIM : 15.01.155

PEMBIMBING UTAMA : MICHRUN NISA, S.Farm.,M.Sc

PEMBIMBING PERTAMA : NUR KHAIRI, S.Si.,M.Si.,Apt

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk


digunakan pada bagian luar badan seperti epidermis, rambut, kuku,
bibir, gigi dan rongga mulut antara lain untuk membersihkan,
menambah daya tarik, mengubah penampilan, melindungi supaya tetap
dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan
untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit. (Tranggoro dan
Latifah, 2007)

Lipstick adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk


mewarnai bibir dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan
nilai estetika dalam tata rias wajah. Lipstick adalah produk yang umum
yang sering digunakan oleh para wanita, karna bibir dianggap sebagian
besar penting dalam penampilan seseorang. (Wasitaatmadja, 1997)
Zat pewarna merupakan suatu bahan kimia baik alami maupun
sintetik yang memberikan warna. (Elbe dan Schwartz, 1996)

Zat warna yang mempunyai kemampuan untuk mencelupkan


serat tekstil disebut zat warna. Sesuatu dapat dikatakan zat warna
apabila zat tersebut dapat mewarnai bahan dan warna akan tetap
melekat dan tidak hilang dalam pengerjaan pencucian, gosokan,
setrika, dan sebagainya. (BBKB, 2000)

Menurut sumber diperolehnya zat warna tekstil digolongkan


menjadi dua yaitu : (1) Zat Pewarna Alam (ZPA) merupakan zat warna
yang berasal dari bahan-bahan alam pada umumnya dari hasil esktrak
tumbuhan atau hewan dan (2) Zat Pewarna Sintesis (ZPS) yang
merupakan zat warna buatan atau sintesis dibuat dengan reaksi kimia
dengan bahan dasar arang batu bara atau minyak bumi yang
merupakan hasil senyawa turunan hidrokarbon aromatic seperti
benzene, naftalena, dan antrasena. (Isminingsih, 1978)

Pengawasan berdasarkan hasil BPOM RI, terdapat ratusan


kosmetik pewarna bibir yang beredar dipasaran dengan berbagai jenis
warna dan harga yang bervariasi pula, akan tetapi tidak semua
kosmetik tersebut aman digunakan karna kebanyakan berasal dari
bahan-bahan sintetik dan menimbulkan efek samping yang merugikan
kulit, contohnya alergi dan iritasi oleh karna itu untuk mendapatkan efek
yang tidak merugikan dan hasil yang lebih aman untuk bibir dapat
dibuat dengan bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan atau buah-
buahan.

Penelitian lain menyebutkan bahwa penggunaan pewarna


sintesis sebanyak empat kali lipat, dalam 50 tahun terakhir dapat
menyebabkan hiperaktifitas pada beberapa populasi anak. (Arnold, dkk,
2012)
Pewarna alami merupakan alternatif pewarna yang tidak toksik,
dapat diperbaharui (renewable), mudah terdegradasi dan ramah
lingkungan. (Yernias, dkk. 2013)

Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai zat warna alami


adalah daun dari tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina L.).
Tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina L.) ini merupakan tanaman
hias yang mudah didapat, dan warna bunga tumbuhan ini ada
beberapa macam yaitu merah, ungu merah jingga, putih, dll.
Kandungan kimia tumbuhan pacar air adalah antosianin, sponin dan
polifenol. (Anonim, 2009, Hutapea, 1994)

Hasil skrining fitokimia dari daun pacar air (Impatiens balsamina


L.) mengandung senyawa flavonoida, saponin, steroida, glikosida
(Utari, 2011 ; Nurdin et al., 2013) kumarin, kuinon, striterpenoid dan
fenolik. (Adfa, 2008)

I.2 Rumusan Masalah

Apakah daun pacar air (Impatiens balsamina L.) dapat digunakan


sebagai alternatif pewarna alami, dengan melihat adanya berbagai
warna pada daun pacar air (Impatiens balsamina L.).

I.3 Tujuan Penelitian

Untuk menformulasikan daun pacar air (Impatiens balsamina L.)


sebagai pewarna alami pada sediaan lipstik mikroenkapsulasi.

I.4 Manfaat Penelitian

Mengetahui senyawa yang terkandung dalam daun pacar air


(Impatiens balsamina L.) yang berpotensi sebagai pewarna alami.
BAB III

METODE KERJA

III.1 Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan dan dilaksanakan di


Laboratorium Farmasetika dan Biologi STIFA Makassar.

III.2 Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan


analitik, pH meter, termometer, lumpang, Alu, beaker glass, gelas ukur,
sendok takar, batang pengaduk, sedok tanduk, Erlenmeyer, penagas
air, cawan porselin, wadah lip krim, dan kuas.

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah


mikroenkapsulasi daun pacar air (Impatiens balsamina L.), oleum ricini,
setil alkohol, cera alba, lanolin anhidrat, vaselin alba, carnauba wax,
oleum rosae, PEG, dan metil paraben.

III.3 Rancangan Formula

Sediaan lipstik ini dibuat dalam 3 rancangan formula menggunakan


ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) sebagai bahan
pewarna dengan konsentrasi 25%, 30%, dan 35%. Metil paraben
digunakan sebagai pengawet, oleum rosae sebagai zat tambahan, PEG
sebagai pelarut dan humektan pada sediaan, carnauba wax sebagai
lilin untuk meningkatkan suhu lebur dan kekerasan lipstik, vaselin alba
sebagai zat tambahan, lalonin digunakan sebagai basis, cera alba
berguna sebagai basis, setil alkohol dugunakan sebagai zat tambahan,
dan oleum ricini sebagai basis minyak.
Bahan Formulasi Sediaan Lipstik (%)
I II III
ekstrak daun pacar air 25 30 35
(Impatiens balsamina L.)
Oleun ricini 8 8 8
Setil alcohol 6 6 6
Cera alba 24, 90 22,67 20,44
Lanolin anhidrat 5,24 4,77 4,3
Vaselin alba 22,28 20,28 18,28
Carnauba wax 3,28 2,98 2,68
Oleum rosae 0,1 0,1 0,1
PEG 5 5 5
Metil paraben 0,1 0,1 0,1
Berat sediaan lipstick setiap 10 gram

III.4 Metode Kerja

Pada sediaan ini dibuat sediaan dalam bentuk lip krim. Dilarutkan
metil paraben dalam PEG, ditambahkan ekstrak daun pacar air
(Impatiens balsamina L.) dalam campuran metil paraben dan PEG,
masukkan oleum ricini kedalam campuran pewarna, metil paraben dan
PEG, kemudian diaduk hingga homogen (Campuran A). cera alba,
carnauba wax, lanolin, vaselin, dan setil alkohol dimasukkan kedalam
kedalam cawan yang telah dipanaskan kemudian dileburkan
(Campuran B), ditambahkan oleum rosae sambil diaduk hingga
homogen, Campuran A dan Campuran B dicampurkan secara
perlahan-lahan didalam cawan yang terpisah sambil di panaskan,
kemudian sediaan yang masih cair dimasukkan kedalalam wadah.
III.4 Evaluasi Mutu Fisik Sediaan Lipstik

III.4.1 Uji Organoleptik

Sediaan lipstik dengan ekstrak daun pacar air (Impatiens


balsamina L.) dari tiap formula yang dibuat diamati organoleptis
degan cara mengamati warna, bentuk, bau, dan tekstur yang diamati
secara visual. (Farima, 2009)

III.4.2 Uji Homogenitas

Sediaan lipstik dengan ekstrak daun pacar air (Impatiens


balsamina L.) dari tiap formula yang dibuat diamati homogenitasnya
dengan cara mengoleskan sejumlah tertentu sediaan pada kaca
transparan. Pengujian ini dilakukan sebanyak tiga kali untuk masing-
masing formulasi, yaitu diuji pada bagian atas tengah dan bawah.
Sediaan harus menunjukan susunan yang homogen dan tidak
terlihat adanya butir-butir kasar. (Depkes RI, 1979)

III.4.3 Uji Daya Sebar

Pengujian dilakukan dengan cara menimbang 500mg lipstik


dan diletakkan ditengah kaca arloji, sebelumnya ditimbang dahulu
kaca yang lain dan diletakkan kaca tersebut diatas lipstik dan biarkan
selama 1 menit. Kemudian diukur berapa diameter lipstik yang
menyebar dengan mengambil panjang rata-rata diameter dari
beberapa sisi. Kemudian ditambahkan 500mg beban tambahan dan
didiamkan selama 1 menit. Dicatat diameter lipstik menyebar dan
diteruskan dengan menambah tiap kali beban tambahan 500mg
dicatat diameter lipstik yang menyebar selama 1 menit. (Aini, 2013)

III.4.4 Uji Daya Lekat

Pengujian dilakukan dengan cara meletakkan lipstik diatas


objek glass. Diletakkan objek glass lain diatas lipstik tersebut.
Kemudian ditekan dengan beban 1kg selama 5 menit. Objek glass
dipasang pada alat tes dengan ketinggian 50cm dari permukaan
tanah dan dilepaskan beban seberat 80 gram. Dicatat waktu (s)
yang diperlukan hingga objek gelas terlepas. (Aini, 2013)

III.4.5 Uji pH

Pengujian dilakukan dengan cara meleburkan lipstik dengan


cawan menguap diatas penangas air sambil diaduk-aduk, dibiarkan
hingga tidak terlalu panas, kemudian diukur pH menggunakan
kertas pH universal. (Farima, 2009)

III.4.6 Uji Kadar Air

Pengujian kadar air dilakukan dengan menggunakan metode


gravimetri. Sampel sebanyak 2 gram ditambang dan dimasukan
kedalam cawan porselen yang telah diketahui beratnya, kemudian
dikeringkan dalam oven pada suhu 105oC selama empat jam.
Setelah itu didinginkan dalam desikator dan ditimbang. Kemudian
dipanaskan lagi dalam oven selama 30 menit, didinginkan dalam
desikator dan ditimbang. Perlakuan ini dilakukan sampai tercapai
berat konstan. (Aini, 2013)

Kadar air diperoleh dengan menggunakan perhitungan sebagai


berikut :

𝑤1− 𝑤2
Kadar Air (%) = x 100%
𝑤1−𝑤0

Keterangan :

Wo = bobot cawan porselen

W1 = bobot cawan dan sediaan sebelum dioven

W2 = bobot cawan dan sediaan setelah dioven


III.4.7 Uji Iritasi

Teknik yang digunakan pada uji iritasi ini adalah uji tempel
tertutup (Patch Test) pada lengan bawah bagian dalam terhadap 3
orang responded. Uji iritasi dilakukan dengan mengoleskan sediaan
yang dibuat pada lokasi lekatan dengan luas tertentu yang
sebelumnya telah dibersihkan terlebih dahulu, kemudian ditutup
dengan patch selama 24 jam. Setelah 24 jam, patch dibuka dan kulit
dibersihkan. Selanjutnya, dilakukan pengamatan pada lokasi
pengolesan. Uji dilakukan terhadap seluruh variasi formula sediaan.
Reaksi iritasi positif ditandai oleh adanya kemerahan, gatal-gatal,
atau bengkak pada kulit pada daerah pengolesan. Data yang
diperoleh kemudian diolah untuk memperoleh indeks iritasi kulit
(Primary Irritation Index) dengan rumus sebagai berikut
(Nawanopparatsakul et al, 2005) :

Kategori Index Iritasi Primer (IIP)


Tidak berarti 0-0,4
Iritasi ringan 0,5-1,9
Iritasi sedang 2,0-4,9
Iritasi berat 5,0-8,0
Kategori respon dari iritasi

∑ 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒆𝒓𝒊𝒕𝒆𝒎𝒂+ ∑ 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒆𝒅𝒆𝒎𝒂


pH = x factor variable
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒑𝒂𝒏𝒆𝒍𝒊𝒔

Keterangan :

Faktor variable = jumlah tipe kulit yang digunakan


DAFTAR PUSTAKA

Adfa, Morina.2008.Senyawa Antibakteri dari daun pacar air (Impatiens


balsamina L.).Gradien Vol. 4 No. 1 Januari 2008 : 318-322.
Bengkulu : Jurusan Kimia, Universitas Bengkulu.

Aini, Sofia N.2013.Mutu Fisik dan Volunter Formulasi Sediaan Lipstik


dengan Pewarna Alami dari Ekstrak Antosianin Bunga Pukul Empat
(Mirabilisjalapa L.). karya Tulis Ilmiah tidak diterbitkan. Malang:
Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang.

Arnold, L. E., Lofthouse, N., & Hurt, E.2012.Artificial Food Colors and
Attention Deficit Hyperactivity Symptoms : Conclusions to Dye for
Neurotherapeutics, The Journal of The American Sodety for
Experimental Neurotherapeutics,9(3),599-609.

BPOM.2004.’’Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kosmetik’’. Balai


POM RI : Jakarta.

Elbe V, Schwartz.1996.Food Chemistry. New York (US): Marcel Dekker.

Farima, Devi.2009.Karakteristik Ekstraksi Simplisia Tumbuhan Bunga


Mawar (Rosa hybrida) serta Formulasinya dalam Sediaan Pewarna
Bibir. Skripsi. Medan : Universitas Sumatra Utara.

Isminingsih.1978.Pengantar Kimia Zat Warna. Bandung (ID): STTT.

Nawanopparatsakul, S, Euasathien, J,. Eamtawecharum, C,.


Benjasirimingokol, P,. Soiputtan, S,. Toprasri, P,. &
Nawanopparatsakul, S.(2005).Skin Irritation test of curcuminoids
facial mask containing chitosan as a binder. Journal of Silpakorn
University. 5(1-2), 140-7..

Tranggono, Retno Iswari dan Fatma Latifah.2007.Buku Pegangan Ilmu


Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum.
Utari P.2011.Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dari
Daun Tumbuhan Pacar Air daun (Impatiens balsamina L.)
Terhadap Bakteri Staphyloccus aureus, Staphyloccus epidermis
Dan Pseudomonas Aeruginosa (skripsi). Program Ekstensi Sarjana
Farmasi Fakultas Farmasi. Universitas Sumatra Utara Medan.

Wasitaatmadja, S.M.(1997).Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI-


Press. Halaman 28.
Disiapkan alat dan bahan

Cawan 1 Cawan 2

Dimasukkan

Dimasukkan

Metil Paraben dan PEG Dilarutkan Cera alba, carnauba wax, Dilebur
lanolin, vaselin, & setil
Ditambahkan
alkohol

ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.)

Ditambahkan

Oleum Ricini Aduk hingga homogen

Dicampurkan

Ditambahkan Oleum Rosea

Diaduk

Panaskan

Homogenkan

Wadah