Anda di halaman 1dari 13

PEMERIKSAAN HBsAg METODE ELISA

I. Tujuan
Untuk mengetahui cara pemeriksaan HBsAg metode ELISA

II. Prinsip
HBsAg ELISA merupakan pemeriksaan berdasarkan metode sandwich immunoassay.
Antibodi monoklonal spesifik terhadap HBsAg dilekatkan pada well sample kemudian
serum sampel yang mengandung HBsAg ditambahkan sehingga terbentuk ikatan
antigen-antibodi, selanjutnya ditambahkan anti HBs yang dilabel konjugat peroksidase
sehingga terbentuk ikatan komplek dan melepaskan peroksida yang bereaksi dengan
chromogen membentuk senyawa berwarna biru yang intensitasnya sebanding dengan
konsentrasi HbsAg dalam sampel. Reaksi dihentikan dengan penambahan asam sulfat
sebagai stop solution sehingga warna berubah menjadi kuning yang dibaca absorbannya
dengan alat ELISA Plate Reader pada panjang gelombang 450 nm.

III. Dasar Teori

Virus hepatitis B (VHB) adalah virus DNA, suatu prototif virus yang termasuk
keluarga Hepadnaviridae. Virus ini memiliki DNA yang sebagian berupa untaian
tungaal (single stranded DNA) dan DNA polymerase endogen yang berfungsi
menghasilkan DNA untaian ganda (doublestranded DNA, dsDNA). Virion lengkap
VHB terdiri atas suatu struktur berlapis ganda dengan diameter keseluruhan 42 nm.
Bagian inti sebelah dalam (inner core) yang berdiameter 28 nm dan dilapisis selaput
(envelop) yang tebalnya 7 nm mengandung dsDNA dengan berat molekul 1.6x106.
Bagian envelop yang mengelilingi core terdiri atas kompleks dengan sifat biokimia
heterigen; bagian ini mempunyai sifat antigen berbeda dengan antigen core (HBcAg)
dan disebut antigen permukaan hepatitis B surface antigen (HbsAg).

HbsAg merupakan material permukaan dari virus hepatitis B. Pada awalnya


antigen ini dinamakan antigen Australia karena pertama kalinya diisolasi oleh seorang
dokter peneliti Amerika, Baruch S. Blumberg dari serum orang Australia. HBsAg
merupakan petanda serologik infeksi virus hepatitis B pertama yang muncul di dalam
serum dan mulai terdeteksi antara 1 sampai 12 minggu pasca infeksi, mendahului
munculnya gejala klinik serta meningkatnya SGPT.

Selanjutnya HBsAg merupakan satu-satunya petanda serologi selama 3 – 5


minggu. Pada kasus yang sembuh, HBsAg akan hilang antara 3 sampai 6 bulan pasca
infeksi sedangkan pada kasus kronis, HBsAg akan tetap terdeteksi sampai lebih dari 6
bulan dan tidak adanya anti-HBc IgM. Beberapa kasus menunjukkan peningkatan
menjadi hepatitis kronis berhubungan dengan adanya penyakit kronis yang diderita,
misalnya kegagalan ginjal, infeksi HIV, dan diabetes. HBsAg positif yang persisten
lebih dari 6 bulan didefinisikan sebagai pembawa (carrier). Sekitar 10% penderita yang
memiliki HBsAg positif adalah carrier, dan hasil uji dapat tetap positif selama
bertahun-tahun.

Pemeriksaan HBsAg berguna untuk diagnosa infeksi virus hepatitis B, baik


untuk keperluan klinis maupun epidemiologik, skrining darah di unit-unit transfusi
darah, serta digunakan pada evaluasi terapi hepatitis B kronis. Pemeriksaan ini juga
bermanfaat untuk menetapkan bahwa hepatitis akut yang diderita disebabkan oleh virus
B atau superinfeksi dengan virus lain.

IV. Alat dan Bahan


1. Alat
 Sumur mikrotiter
 Mikropipet
 Tip
 Inkubator
 Elisa reader
 Elisa washer
2. Sampel
 Sampel serum pasien
3. Reagen
 Enzym Conjugate
 Positif Control
 Negatif Control
 Sampel dilluent
 Color A dan B
 Stop Solution
 Wash Buffer

V. Cara Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Dipipet 50 µl sampel atau control kedalam sumur yang ditentukan
3. Dipipet 50 µl HRP-Conjugate kedalam setiap sumur
4. Diinkubasi pada suhu 37oC selama 60 menit
5. Dicuci sebanyak 5 kali dengan phosphate buffer
6. Dipipet 50 µl A + 50 µl B kedalam setiap sumur
7. Diinkubasi pada suhu 37oC selama 15 menit
8. Dipipet 50 µl stop solution kedalam setiap sumur
9. Dibaca pada panjang gelombang 450 nm atau 450nm/630nm

VI. Pembahasan
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH
METODE SLIDE

I. Tujuan
Untuk mengetahui cara pemeriksaan golongan darah metode slide

II. Prinsip
Metode slide didasarkan pada prinsip reaksi antara aglutinogen (antigen) pada
permukaan eritrosit dengan aglutinin yang terdapat dalam serum atau plasma yang
membentuk aglutinasi atau gumpalan. Metode slide merupakan salah satu metode yang
sederhana, cepat dan mudah untuk pemeriksaan golongan darah.

III. Dasar Teori


Darah merupakan cairan tubuh yang berwarna merah dan terdapat di dalam
sistem peredaran darah tertutup dan sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia.
Darah berfungsi memasukkan oksigen dan bahan makanan keseluruh tubuh serta
mengambil karbon dioksida dan metabolik dari jaringan. Mengetahui golongan darah
seseorang sangat penting di ketahui untuk kepentingan medis yaitu salah satunya untuk
transfuse.
Secara umum darah memiliki 4 golongan yaitu: golongan darah A dimana
golongan darah A mempunyai antigen A dan anti - B, golongan darah B yaitu golongan
darah yang memiliki antigen B dan anti – A, golongan darah O golongan darah yang
memiliki antibodi tetapi tidak memiliki antigen, dan golongan darah AB golongan
darah yang memiliki antigen tetapi tidak memiliki antibodi.
Pemeriksaan golongan darah ABO dilakukan untuk menentukan jenis golongan
darah pada manusia. Penentuan golongan darah ABO pada umumnya dengan
menggunakan metode Slide. Metode slide merupakan salah satu metode yang
sederhana, cepat dan mudah untuk pemeriksaan golongan darah. Antigen – antigen
golongan darah yang sangat penting adalah antigen A, dan B. Ciri antigen itu berada
pada ujung gula – gula yang melekat langsung pada dinding sel atau melekat pada
rangkaian protein yang menonjol dari hamparan bilipid.
Reagen antisera merupakan reagen yang digunakan untuk pemeriksaan
golongan darah ABO. Diperoleh dari biakan supernatan secara in vitro yang berasal
dari hibridisasi immunoglobulin sel tikus, dan hasil pemeriksaanya akan terbentuk
aglutinasi. Misalnya pada golongan darah A ketika ditambahkan reagen antisera A,
reagen antisera B, dan reagen antisera AB, maka terjadi aglutinasi pada darah yang di
tetesi reagen antisera B dan AB, sedangkan pada reagen antisera AB tidak terbentuk
aglutinasi. Dari segi reagen metode ini kurang ekonomis, maka serum dapat dijadikan
sebagai reagen pada pemeriksaan golongan darah ABO.
Serum merupakan cairan darah yang berwarna kuning. Didalam serum terdapat
dua protein yaitu albumin dan globullin. Antibodi berada di dalam serum dikarenakan
Antibodi golongan darah merupakan protein globulin, yang bertanggung jawab sebagai
kekebalan tubuh alamiah untuk melawan antigen asing.
Komposisi serum sama dengan plasma yaitu 91% air, 8% protein, dan 0,9%
mineral. Akan tetapi didalam serum tidak ada faktor pembekuan (fibrinogen).
Dikarenakan serum tidak diberi anti koagulan, fibrinogen dapat diubah menjadi benang
– benang fibrin sehingga terjadi pembekuan darah. Dimana antikoagulan ini mengikat
kalsium sebagai faktor pembekuan sehingga fibrinogen tidak di ubah menjadi benang –
benang fibrin.
Ethylene Diamine Tetra Acetik Acid (EDTA) adalah antikoagulan yang paling
sering digunakan. EDTA dapat digunakan dalam dua bentuk yaitu berupa larutan atau
cair dan berupa zat padat (serbuk). Pemakaian antikoagulan EDTA yaitu 1 mg/1mL
darah untuk EDTA kering (serbuk ) 10µL/1mLdarah untuk EDTA cair.

IV. Alat dan Bahan


1. Alat
 Lancet
 Autoclik
 Slide
 Pengaduk
 Tissue
2. Bahan
 Reagen anti A
 Reagen anti B
 Reagen anti AB
 Reagen anti D (rhesus)
 Kapas alkohol

V. Cara Kerja
PEMERIKSAAN KEHAMILAN

I. Tujuan
- Untuk mengetahui ada tidaknya HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dalam
urine pasien
- Untuk mengetahui prosedur pemeriksaan HCG menggunakan Strip test.

II. Prinsip Kerja


Alat tes kehamilan (test pack) disentuhkan atau dicelupkan dalam urine, maka akan
muncul hasil berupa garis merah, yang menandakan hasil positif.

III. Dasar Teori


Hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah hormon yang ada
dalam darah dan dikeluarkan oleh sel plasenta/embrio/bakal janin, sebagai hasil
pembuahan sel telur oleh sperma. Karena kehadirannya yang spesifik sebagai hasil
pembuahan itulah, maka HCG dapat dijadikan penanda kehamilan. Namun biasanya
dibutuhkan 3-4 minggu sejak hari pertama menstruasi terakhir (biasanya dokter
menyebutnya HPHT; Hari Pertama Haid Terakhir), agar jumlah HCG dapat dideteksi
oleh uji kehamilan. Ini adalah waktu yang dianjurkan.
Kira-kira sepuluh hari setelah sel telur dibuahi sel sperma di saluran Tuba
falopi, telur yang telah dibuahi itu bergerak menuju rahim dan melekat pada
dindingnya. Sejak saat itulah plasenta mulai berkembang dan memproduksi HCG yang
dapat ditemukan dalam darah serta air seni. Keberadaan hormon protein ini sudah dapat
dideteksi dalam darah sejak hari pertama keterlambatan haid, kira-kira hari keenam
sejak pelekatan janin pada dinding rahim. Kadar hormon ini terus bertambah hingga
minggu ke 14-16 kehamilan, terhitung sejak hari terakhir menstruasi. Sebagian besar
ibu hamil mengalami penambahan kadar hormon HCG sebanyak dua kali lipat setiap 3
hari. Peningkatan kadar hormon ini biasanya ditandai dengan mual dan pusing yang
sering dirasakan para ibu hamil. Setelah itu kadarnya menurun terus secara perlahan,
dan hampir mencapai kadar normal beberapa saat setelah persalinan. Tetapi ada
kalanya kadar hormon ini masih di atas normal sampai 4 minggu setelah persalinan atau
keguguran.
Kadar HCG yang lebih tinggi pada ibu hamil biasa ditemui pada kehamilan
kembar dan kasus hamil anggur (mola). Sementara pada perempuan yang tidak hamil
dan juga laki-laki, kadar HCG di atas normal bisa mengindikasikan adanya tumor pada
alat reproduksi. Tak hanya itu, kadar HCG yang terlalu rendah pada ibu hamil pun patut
diwaspadai, karena dapat berarti kehamilan terjadi di luar rahim (ektopik) atau
kematian janin yang biasa disebut aborsi spontan.
Alat uji kehamilan untuk dipakai di rumah (home pregnancy test, HPT) yang
biasa dikenal dengan test pack merupakan alat praktis yang cukup akurat untuk
mendeteksi kehamilan pada tahap awal yang menggunakan urine. Urine yang
digunakan yaitu air seni pertama setelah bangun pagi, karena konsentrasi hormon HCG
tinggi pada saat itu. Bentuk alat tes kehamilan (test pack) ada dua macam, yaitu strip
dan compact. Bedanya, bentuk strip harus dicelupkan ke urine yang telah ditampung
atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Untuk compact sudah ada tempat
untuk menampung urine yang akan diteteskan.
Bila sudah menyentuhkan alat tes kehamilan (test pack) dengan urine, maka
akan muncul hasil berupa garis merah. Kemunculan satu atau dua garis mengisyaratkan
kalau test pack dilakukan dengan benar, karena test pack menggunakan urine yang
cukup. Sebaliknya, kalau tidak muncul garis merah bisa saja diakibatkan oleh kelalaian
pemakai, oleh karena itu penting bagi seseorang yang baru pertama kali menggunakan
alat tes kehamilan (test pack) untuk mengikuti petunjuk penggunaan. Kalau garis
pertama sudah muncul, kemunculan garis kedua menyatakan seseorang hamil. Alat tes
kehamilan (test pack) yang akurat mendeteksi adanya hormon HCG (human Chorionic
Gonadotropin), yaitu hormon yang diproduksi oleh plasenta yang terbentuk setelah
adanya pembuahan.

IV. Alat dan Bahan


1. Alat
 Wadah penampung urine (pot sampel)
 Strip test
2. Bahan
 Sampel urine
V. Cara Kerja
1) Disiapkan alat dan bahan yang digunakan
2) Diberikan wadah penampung urine (pot sampel) pada pasien dan diberitahu agar
pasien menampung urinenya di pot sampel
3) Diambil bungkusan strip test, buka bungkusannya.
4) Diambil strip test, lalu dicelupkan pada urine dalam wadah.
5) Didiamkan 3 – 5 menit, baca hasil secara makroskopis.

VI. Pembahasan
PEMERIKSAAN NARKOBA

I. Tujuan
Untuk mengetahui ada tidaknya narkoba pada pasien

II. Prinsip
Pada strip mengandung konjungat drugs IgG anti narkoba, dimana subtrat urin yang
mengandung drugs (AMP/THC/MOR) akan bereaksi dengan konjungat dimana hasil
(+) ditandai dengan terbentuknya garis merah pada test.

III. Dasar Teori


Narkoba atau Narkotika dan obat terlarang lainnya, saat ini penggunaannya
menjadi masalah medis, hokum, social dan ekonomi di Negara maju maupun Negara
berkembang.Penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun semakin meningkat Menurut
UU RI Nomor 5 Tahun 1997 yang termasuk kelompok Psikotropika adalah Amfetamin
dan derivatnya yaitu MA (Methamfetamin) dan MDMA (Methylene-Dioxyy-Meth-
Amvetamin). LSD ( Lysergic Acid Diethylamide), obat tidur, anti depresi dan anti
psikosis.
Ganja atau Marijuana/Hashis yang metabolitnya dalam urin sebagai THC (Tetra
Hidro Cannabinol) atau 11-nor-Ä- tetrahydrocannabinol-9-carboxylic acid (asam
karboksilat yang berkonjugasi yang berkonjugasi dengan asam Glukoronat), merupakan
jenis narkoba dari kelompok halusinogeen dan narkoba golongan 1. Umumnya ganja
digunakan melalui rokok.
Kokain (ecgonine methyl ster-benzoylecgonine) adalah stimulat jenis narkotika
golingan 1. Kokain dikomsumsi melalui suntikan, dihirup dan dimasukkan dalam
rokok. Amfetamin dan derivatnya yaitu MA (dikenal sebagai shabu-shabu)dan MDMA
(sebagai ekstansi/inex) termasuk golongan psiko-stimulansia. MDMA biasanya
dikomsumsi melalui oral sedangkan MA digunakan secara suntikan, dihirup dan
dicampur dengan tembakau rokok kemudian dihisap.
Melalui sirkulasi darah, zat narkoba akan dibawa ke otak, hati, ginjal, dan organ
lainnya, kemudian mengalami metabolism serta melalui ginjal dieksresi dan
dikeluarkan melalui urin. Efek dari zat narkoba dapat mempengaruhi susunan saraf
pusat dan merusak organ-organ dalam tubuh.

IV. Alat dan Bahan


1) Alat
 Wadah penampung urin
2) Bahan
 Urin
 Strip test Narkoba

V. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Celupkan strip kedalam wadah yang berisi urine
3. Keluarkan kemudian baca hasilnya.

VI. Pembahasan
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain
"narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan
Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif.
Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba
dikelompokkan sebagai berikut:

1. Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian
dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan
melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain
& LSD

2. Stimulan, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti
jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan
seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat
seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
3. Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan
mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan
bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw

4. Adiktif, Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan
ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung
bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf
dalam otak,contohnya ganja, heroin, putaw.
Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ
dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan
overdosis dan akhirnya kematian. berdasarkan reaksi imunokromatografi di mana urine
yang mengandung narkoba berkaitan dengan obatconjugate untuk mengikat antibody
dalam strip. Urine yang mengandung obat(narkoba) akan memberikan satu garis warna
pada strip, sedangkan urine yang tidak mengandung narkoba akan memberikan 2 garis
warna pada strip.
Interpretasi hasil dari pemeriksaan narkoba adalah :

 Positif (+) : jika terbantuk satu garis


 Negative (-) : jika terbentuk 2 garis
 Invalid : tidak terbentuk garis warna pada control dan test

VII. Kesimpulan
Narkoba atau Narkotika dan obat terlarang lainnya, saat ini penggunaannya
menjadi masalah medis, hokum, social dan ekonomi di Negara maju maupun Negara
berkembang. Dari hasil praktikum yang telah dilakukan untuk mendeteksi ada atau
tidaknya narkoba pada pasien , diperoleh hasil negatif dengan terbentuknya 2 garis pada
strip.