Anda di halaman 1dari 15

Pada jaman yang secanggih ini kita sudah banyak sekali

mengeneal tentang peralatan Elektronika dan Komputer, bukan


hanya Software namu Hardware juga kita sudah mengetahui banyak
hal, kali ini ssaya akan membahas tentang alat ukur
elektronika/listrik yaitu Voltmeter.

Nah kali ini kita akan membahas seluk beluk tentang si mawar
ini, ehhh maaf maksudnya voltmeter hehehehe, silahkan anda
baca dengan baik baik yah:

Dengan perkembangan teknologi semakin banyak hal baru yang


ditemukan yang akan mempermudah manusia untuk melakukan suatu
aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, munculnya suatu alat
yang dapat digunakan untuk mengukur besaran-besar.
Berkembanya penemuan awal alat untuk pengukuran , maka muncul
alat-alat ukur lain seperti penggaris, timbangan, neraca,
stopwatch, amperemeter, voltmeter, multitester dan masih
banyak yang lainnya sehingga semakin mudah saja untuk
menentukan suatu besaran. Voltmeter merupakan alat yang
digunakan untuk mengukur potenial perbedaan antara dua titik
dalam rangkaian listrik. Namun, banyak yang belum mengetahui
bagaimana cara menggunakan voltmeter. Setelah seseorang bisa
menggunaakan alat voltmeter, dituntut untuk bisa mengetahui
bagaimana cara membaca dan menetukan hasil pengukuran dengan
meggunakan voltmeter. Oleh karena itu, cara penggunaan akan
dipelajari dalam makalah ini.

Pengertian voltmeter

Voltmeter adalah alat pengukur beda potensial (tegangan)


antara dua titik. Voltameter juga digunakan untuk mengukur
besarnya potensial listrik, mengukur tingkat tegangan yang ada
dalam batterei, dan mengukur turunan tegangan dalam
sirkuit. Untuk mengukur beda potensial antara dua titik pada
suatu komponen, kedua terminal voltmeter harus dihubungkan
dengan kedua buah titik yang tegangannya akan diukur sehingga
terhubung secara parallel dengan komponen tersebut.Voltmeter
dapat dibuat dari sebuah galvanometer dan sebuah hambatan
eksternal Rx yang dipasang seri. Adapun tujuan pemasangan
hambatan Rx ini tidak lain adalah untuk meningkatkan batas
ukur galvanometer, sehingga dapat digunakan untuk mengukur
tegangan yang lebih besar dari nilai standarnya.

Jenis -jenis voltmeter

Terdapat dua jenis voltmeter, yaitu:


1.Voltmeter analog

2. Voltmeter digital

Perbedaan voltmeter analog dan voltmeter digital

Kedua jenis voltmeter tersebut mempunyai fungsi yang sama,


yang membedakan adalah tampilannya, jika voltmeter analog
menggunakan jarum penunjuk sedangkan voltmeter digital
menggunakan LCD (Liquid Crystal Display).Voltmeter merupakan
galvanometer yang dirangkai seri dengan resistor yang
mempunyai hambatan (R) yang tinggi.Voltmeter yang sering
digunakan di laboratorium sekolah. Kemampuan pengukurannya
terbatas sesuai dengan nilai maksimum yang tertera dalam alat
ukur itu. Ada yang maksimumnya 5 V, 10 V dan 20 V

Bagian-bagian voltmeter

Voltmeter terdiri atas beberapa bgian yaitu:


1. Terminal positif (+) dan negatif (-)
2. Skala tinggi dan rendah
3. Batas ukur
4. Jarum penunjuk
5. Setup pengatur fungsi (pengenolan)

Prinsip kerja voltmeter

Voltmeter biasanya disusun secara paralel (sejajar) dengan


sumber tegangan atau peralataan listrik. Cara memasang
voltmeter adalah dengan menghubungkan ujung sumber tegangan
yang memiliki potensial lebih tinggi (kutub positif) harus
dihubungkan ke terminal positif voltmeter,dan ujung sumber
tegangan yang memiliki potensial lebih rendah (kutub negatif)
harus dihubungkan ke terminal negatif voltmeter.

Prinsip kerja voltmeter hampir sama dengan ampermeter karena


desainnya juga terdiri dari galvanometer dan hambatan seri
atau multiplier. Galvanometer menggunakan prinsip hukum
lorenzt dimana interaksi antara medan magnet dan kuat arus
akan menimbulkan gaya magnetic. Gaya magnetik inilah yang
menggerakkan jarum penunjuk sehingga menyimpang pada saat
dilewati oleh arus yang melewati kumparan. Makin besar kuat
arus makin besar pula penyimpangannya.Tegangan selalu berada
antara dua titik. Dengan kata lain, yang diukur adalah
perbedan tegangan antara sebuah titik dengan titik lain. Oleh
kerena itu, voltmeter cukup dihubungkan memotong aliran
tegangan yang hendak diukur, seperti terlihat pada gambar
dibawah. Sebenarnya tahanan voltmeter harus tidak menentu
supaya tidak mengganggu sirkit, yaitu voltmeter seharusnya
menerima arus sebesar 0 dari sirkit.

Sakelar lima posisi hanya membuat sambungan dengan sebuah


resistor pada setiap saat . Pada posisi bawah (penuh kekanan)
, ini membuat sambungan tanpa resistor seluruhnya, memenuhi
sebuah keadaan mati "off". setiap ukuran resistornya merupakan
jangkah ukur penuh mandiri untuk sebuah voltmeter, semua
berdasar pergerakan meter mandiri (1 mA, 500 Ω). Sebuah hasil
akhir adalah volt meter dengan empat jangkah skala penuh
pengukuran yang berbeda . tentu, untuk pantasnya, skala meter
pergerakan harus dilengkapi penandaan untuk setiap jangkah
ukur yang berbeda.
Di dalam voltmeter terdapat kumparan dan pegas. Alat ukur
kumparan putar ialah alat pengukur yang berkerja atas dasar
prinsip dari adanya suatu kumparan listrik, yang ditempatkan
pada medan magnet, yang berasal dari suatu magnet permanen.
Arus yang di alirkan melalui kumparan akan menyebabkan
kumparan tersebut berputar. Alat ukur kumparan putar adalah
alat ukur penting yang dipakai untuk bermacam arus.

Fungsi Voltmeter

Fungsi voltmeter adalah untuk mengukur besar tegangan listrik


dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini terdiri dari tiga
buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite
yang dirangkai dalam sebuah tabung kacca atau plastik.

Pada alat ukur Voltmeter ini biasanya ditemukan tulisan


voltmeter (V) , milivoltmeter (mV), mikrovoltmeter , dan kilo
volt (kV). Voltmeter memiliki batas ukur terntentu, yakni
nilai tegangan makasimum yang dapat diukur oleh voltmeter
tersebut. Jika tegangan yang diukur oleh voltmeter melebihi
batas ukurnya , voltmeter akan rusak
Voltmeter ini merupakan gabungan dari fungsi alat ukur
amperemeter untuk mengukur ampere (kuat arus listrik),
sedangkan voltmeter untuk mengukur volt (besar tegangan
listrik).

Itulah yang saya ketahui tentang Voltmeter, kurang lebihnya


maafinyah para bocah cerdas ,saya rasa saya kalian harus
meninggalkan beberapa komentar anda, dibully juga gak papa kok
hehehe biar lebih greget gitu..

Ampermeter, Voltmeter, Ohm meter

Salam para Electrical Engineer yang setia membaca artikel pada blog ini. Semoga tetap
bersemagat untuk belajar dan terus belajar tentang elektronika. Pada kesempatan kali ini saya
akan sedikit berbagi mengenai alat ukur listrik diantaranya yaitu : Ampermeter, voltmeter,
dan ohm meter. Tak perlu panjang lebar, silahkan simak penjelasannya berikut ini.

Multimeter sering disebut multimeter atau AVO meter yang merupakan singkatan dari
Ampere, Volt dan Ohm meter. Seperti singkatannya, alat ini bisa dipakai untuk mengetahui
nilai besaran kuat arus listrik (Arus DC), tegangan (Tegangan AC-DC) juga untuk mengukur
harga suatu resistansi (hambatan/R).
Berikut adalah gambar dari bagian-bagian pada AVO meter :

Gambar 1. Bagian-bagian AVO meter

Dari gambar di atas, dapat terlihat panel terminal dan fasilitas yang dimiliki AVO meter,
yaitu :

1. Scale (Skala Maksimum / SM)


 Skala Maksimum (SM) merupakan batas nilai tertinggi pada panel.

Gambar 2. Skala AVO meter

a. Skala Maksimum mengukur resistansi, nilainya dari kanan ke kiri


b. Skala Maksimum pengukuran arus, tegangan AC ataupun DC, nilainya dari kiri ke
kanan

2. Mirror / Cermin

 Cermin ini berfungsi sebagai acuan dalam melaukan pengukuran yang


ditunjukkanoleh jarum meter.
 Dalam pengukuran posisi mata pengamat harus tegak lurus dengan AVO
meter, sehingga pada saat melakukan pengukuran posisi jarum meter tidak
memiliki bayangan pada cermin, yang menandakan pengukuran tepat pada petunjuk
yang diperoleh.

3. Pointer / Jarum meter

 Jarum meter ini berfungsi sebagai petunjuk dalam pengukuran yang dilakukan pada
AVO meter.

4. Zero Correction / Pengenolan Jarum

 Zero Correction ini berfungsi sebagai mengenolkan jarum pada posisi kiri
dalam mengukur arus dan tegangan.

5. Ohm Adjusment

 Ohm Adjusment ini berfungsi sebagai mengenolkan jarum pada posisi kanan dalam
mengukur hambatan.

6. Batas Ukur (BU)

 Batas Ukur merupakan Nilai maksimal yang bisa diukur oleh multimeter
Gambar 3. Batas Ukur AVO meter

a. Paling kiri atas merupakan blok selektor DC Volt.


b. Paling kiri atas merupakan blok selektor AC Volt
c. Bawah kanan tertulis satuan Ohm untuk mengukur resistansi.
d. Kiri bawah tertulis DC mA yang digunakan untuk mengukur Arus DC.

7. Range Selektor

 Range selector berfungsi untuk memilih/range batasan arus, tegangan


maupun hambatan yang akan diukur.

8. Measuring Terminal / Probe ( + / - )

 Meansuring Terminal atau yang biasa disebut probe ini merupakan kontektor
yang menghubungkan AVO meter dengan apa yang mau diukur.
 Probe ini terdiri dari probe positif yang berwarna merah untuk kutub positif dan probe
negatif yang berwarna hitam untuk kutub negatif.

A. Amperemeter / Ampere Meter


Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Umumnya alat
ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang disebut avometer
gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.
Amper meter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk
deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk arus yang besar ditambhan
dengan hambatan shunt.
Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus yang mengalir pada
kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya lorentz yang dapat
menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar
pula simpangannya.
Bagian – Bagian Ampere meter

1. Terminal positif (+) dan negatif (-)


2. Skala tinggi dan rendah
3. Batas ukur

Rumus Ampere meter:


I=V/R

V = Tegangan (volt)

I = Arus (ampere)

R = Hambatan (ohm)
Dalam fisika, ampere dilambangkan dengan A, adalah satuan SI untuk arus listrik yang sering
dipendekkan menjadi amp. Satu ampere adalah suatu arus listrik yang mengalir dari kutup
positif ke kutup negatif, sedemikian sehingga di antara dua penghantar lurus dengan panjang
tak terhingga, dengan penampang yang dapat diabaikan, dan ditempatkan terpisah dengan
jarak satu meter dalam vakum, menghasilkan gaya sebesar 2 × 10-7 newton per meter.
Pengukuran daya ac
Pengukuran Daya Rangkaian AC dapat dilakukan menggunakan kombinasi volt meter dan
amper meter yang dikombinasikan. Secara teori daya rangkaian AC merupakan daya rata-rata
pada rangkaian listrik tersebut. Dalam arus bolak-balik daya yang ada setiap saat berubah
sesuai dengan waktu. Daya dalam arus bolak-balik merupakan daya rata-ratanya. Jika sedang
dalam kondisi steady state, daya yang ada pada saat itu dirumuskan :

Dimana :
P = merupakan harga daya saat itu,
V = tegangan
I = arus

Dimana V dan I merupakan harga rms dari tegangan dan arus. Cos ? merupakan faktor daya
dari beban. Dari hasil yang diperoleh didapatkan bahwa faktor daya (cos f ) berpengaruh
dalam penentuan besarnya daya dalam sirkit AC, ini berarti bahwa wattmeter harus
digunakan dalam pengukuran daya dalam sirkuit AC sebagai pengganti Ampermeter dan
Voltmeter

Cara Pengukuran

Ada 2 cara melakukan pengukuran dengan Ampere Meter,

1. Ampere meter yang tidak memiliki clamp ampere


Clamp Ampere : clamp atau arti dasarnya adalah menggenggam, yang berfungsi membentuk
kalang tertutup. Clamp berbentuk lingkaran yang bisa menyatu dengan alat ukur atau pun
terpisah. Biasanya Ampere meter yang tidak menggunakan clamp ampere adalah model
Ampere meter Analog.
Amper meter Analog

Berikut cara melakukan pengukurannya:

 Ampere meter dipasang seri dengan bebannya, seperti gambar di bawah:

 Atur knob pemilih cakupan mendekati cakupan yang tepat atau di atas cakupan yang
diprediksi berdasarkan perhitungan arus secara teori.

Pilih Range batas ampere dengan memutar knob alat ukur

 Bila yakin rangkaian telah benar, hidupkan sumber tegangan dan baca gerakan jarum
penunjuk pada skala V dan A. Hasil pembacaan yang baik bila posisi jarum lebih
besar dari 60% skala penuh meter.
Skala

 Bila simpangan terlalu kecil, lakukan pengecekan apakah cakupan sudah benar dan
pembacaan masih dibawah cakupan pengukuran di bawahnya bila ya, matikan power
supply pindahkan knob pada cakupan yang lebih kecil.

 Nyalakan kembali sumber tegangan baca jarum penunjuk hingga pada posisi yang
mudah dibaca.

 Hindari kesalahan pemasangan polaritas sumber tegangan, karena akan menyebabkan


arah simpangan jarum berlawanan dengan seharusnya. Bila arus terlalu besar dapat
merusakkan jarum penunjuk.

2. Ampere meter yang memiliki Clamp Ampere


Umumnya model Ampere meter Digital memiliki Clamp Ampere, baik menyatu dengan Alat
ukur maupun terpisah.

Tang Ampere
Berikut cara pengukurannya:

Pengukuran ampere tidak perlu memutus rangkaian, cukup dengan meletakkan clamp ampere
pada kabel yang akan diukur, dengan terlebih dulu memilih range yang sesuai. Berikut
ilustrasinya:

Sebagai penutup seri Alat ukur, berikut fitur-fitur Alat ukur atau multimeter yang bisa kita
manfaatkan :

1. Auto Ranging : keistimewaan pemilihan range sendiri, mengatur rangkaian pengukuran


alat ukur secara otomatis pada range (rentang) tegangan, arus, atau tahanan yang benar.
2. Auto Polarity : keistimewaan polaritas otomatis, plus (+) atau minus (-) diaktifkan pada
display digital, menunjukkan polaritas saat pengukuran DC dan tidak perlu khawatir ujung
colok terbalik.
3. HOLD : yaitu tombol penahanan yang menangkap pembacaan dan tampilan dari memori
meskipun colok sudah dilepas. Hal ini bermanfaat, khususnya apabila mengukur ditempat
tertentu dimana Anda tidak dapat membaca dengan jelas hasil pengukurannya.
4. Dioda Test : Digunakan untuk mengecek bias maju dan mundur dari sambungan
semikonduktor. Umumnya apabila dioda dihubungkan dengan bias maju meter akan
menampilkan penurunan tegangan maju dan berbunyi sebentar, sedangkan pada bias mundur
alat ukur akan menampilka OL. Dan jika dihubung singkat, alat ukur akan menunjuk angka
nol dan memancarkan suara yang terus menerus.
5. MAX/MIN : digunakan untuk mengetahui nilai maksimal/minimal pengukuran selama alat
ukur di colok.
6. Response Time : waktu respon adalah jumlah detik multimeter digital yang diperlukan
rangkaian elektronis untuk menentukan keakuratan kerja.

B. Voltmeter / Volt Meter


Voltmeter

Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik. Dengan
ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan pengukuran alat voltmeter
berkali-kali lipat.
Gaya magnetik akan timbul dari interaksi antar medan magnet dan kuat arus. Gaya magnetic
tersebut akan mampu membuat jarum alat pengukur voltmeter bergerak saat ada arus listrik.
Semakin besar arus listrik yang mengelir maka semakin besar penyimpangan jarum yang
terjadi.
Jenis-Jenis Voltmeter
Ada 2 jenis voltmeter, yaitu :

1. Voltmeter analog
2. Voltmeter digital

Kedua jenis voltmeter tersebut mempunyai fungsi sama, yang membedakan


adalah tampilannya, jika voltmeter analog menggunakan jarum penunjuk sedangkanvoltmeter
digital menggunakan LCD ( liquid crystal display ).
Pemasangan Voltmeter
Pemasangan Volt meter yaitu secara paralel dengan bebannya, seperti gambar dibawah :

Bagian-Bagian Voltmeter

1. Terminal positif (+) dan negatif (-)


2. Skala tinggi dan rendah
3. Batas ukur

Cara Pengukuran

Sebelum melakukan pengukuran tegangan hendaknya kita sudah bisa memperkirakan berapa
besar tegangan yang akan diukur, ini digunakan sebagai acuan menentukan Batas Ukur yang
harus digunakan. Pemilihan batas ukur yang tepat hendaknya harus lebih tinggi dari tegangan
yang diukur.

Contoh : untuk pengukuran tegangan PLN, diketahui jenis tegangan-nya adalah AC dan
besar tegangan adalah 220 VAC, sehingga batas ukur yang harus digunakan adalah 250 atau
1000. Jika tidak diketahui nilai tegangan yang akan diukur, pilih batas ukur tertinggi.

1. Hubungkan/Colokan probe merah pada terminal (+), dan probe hitam pada terminal (-
) pada multimeter.
2. Menentukan Batas Ukur pengukuran. Karena tegangan PLN secara teori adalah
220VAC maka kita arahkan selektor pada bagian VAC dengan Batas Ukur 250 atau
1000 (ingat Batas Ukur dipilih lebih besar dari pada tegangan yang akan diukur).
Untuk pembahasan kita kali ini kita akan menggunakan Batas Ukur 250.
3. Dalam pengukuran tegangan AC posisi penempatan probe bisa bolak-balik.
4. Hubungkan kedua ujung probe (colokan) multimeter masing-masing pada dua kutub
jalur tegangan PLN misalnya stop kontak.
5. Perhatikan saat melakukan pengukuran, jangan sampai ujung probe merah dan hitam
saling bersentuhan, karena akan menyebabkan korsleting.
6. Dari pengukuran tersebut diperoleh penunjukan jarum sebagai berikut.

Hasil Pengukuran
7. Cara menentukan pembacaan hasil ukur, rumus yang digunakan tidak berbeda saat kita
menghitung hasil ukur tegangan DC.

BU = Batas Ukur
SM = Skala maksimum yang dipakai
JP = Jarum Penunjuk
VAC = Tegangan terukur

Pada pengukuran kita di atas Batas Ukur yang digunakan adalah 250 Vc dan Skala
Maksimum yang digunakan 250, serta penunjukan jarum pada angka 200 lebih 4 kolom kecil
yang mana masing kolom bernilai 5 sehingga bila kita jumlah menunjuk angka 220. dari data
tersebut maka diketahui BU=250, SM=250 dan JP=220.

sehingga tinggal kita masukan ke rumus diatas sbb:

Vac = (250/250) 220


Vac = 220

Untuk penerapan pengukuran yang lain kita lakukan hal yang sama misalnya output trafo step
down yang merupakan tegangan AC. Untuk mengukurnya tentukan batas ukur terlebih
dahulu dengan mengacu pekiraan nilai yang tertera pada trafo tersebut. Kemudian sentuhkan
ujung probe multimeter ke masing-masing terminal outpu trafo yang akan diukur. Tentu saja
terminal trafo primer trafo harus terhubung tengangan PLN.
C. Ohmmeter / Ohm Meter

Ohm Meter

Ohm-meter adalah alat pengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan mengalirnya
arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini
dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur
besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian
dikalibrasikan ke satuan ohm.
Desain asli dari ohmmeter menyediakan baterai kecil untuk menahan arus listrik. Ini
menggunakan galvanometer untuk mengukur arus listrik melalui hambatan. Skala dari
galvanometer ditandai pada ohm, karena voltase tetap dari baterai memastikan bahwa
hambatan menurun, arus yang melalui meter akan meningkat. Ohmmeter dari sirkui itu
sendiri, oleh karena itu mereka tidak dapat digunakan tanpa sirkuit yang terakit.
Tipe yang lebih akurat dari ohmmeter memiliki sirkuit elektronik yang melewati arus
constant (I) melalui hambatan, dan sirkuti lainnya yang mengukur voltase (V) melalui
hambatan. Menurut persamaan berikut, yang berasal dari hukum Ohm, nilai dari hambatan
(R) dapat ditulis dengan:

V = Potensial listrik (voltase/tegangan)


I = Arus listrik yang mengalir.

Untuk pengukuran tingkat tinggi tipe meteran yang ada di atas sangat tidak memadai. Ini
karena pembacaan meteran adalah jumlah dari hambatan pengukuran timah, hambatan kontak
dan hambatannya diukur. Untuk mengurangi efek ini, ohmmeter yang teliti untuk mengukur
voltase melalui resistor. Dengan tipe dari meteran ini, setiap arus voltase turun dikarenakan
hambatan dari gulungan pertama dari timah dan hubungan hambatan mereka diabaikan oleh
meteran. Teknik pengukuran empat terminal ini dinamakan pengukuran Kelvin, setelah
metode William Thomson, yang menemukan Jembatan Kelvin pada tahun 1861 untuk
mengukur hambatan yang sangat rendah. Metode empat terminal ini dapat juga digunakan
untuk melakukan pengukuran akurat dari hambatan tingkat rendah.

Mengukur Nilai Resistansi Resistor (Ohm)


Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan sebelum melakukan pengukuran menggunakan ohm
meter, yaitu :

1. Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).


2. Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan angka nol (0), bila menurut
anda angka yang ditunjuk sudah nol maka tidak perlu dilakukan pengaturan sekrup.
3. Lakukan Kalibrasi alat ukur. Posisikan saklar pemilih pada skala ohm pada x1 Ω, x10,
x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel terminal negatif (hitam) dan
positif (merah). Atur jarum AVO merer tepat pada angka nol sebelah kanan dengan
menggunakan tombol pengatur Nol Ohm.
4. Setelah kalibrasi atur saklar pemilihpada posisi skala Ohm yang diinginkan yaitu pada
x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k, Maksud tanda x (kali /perkalian) disini adalah setiap
nilai yang terukur atau yang terbaca pada alat ukur nntinya akan dikalikan dengan
nilai skala Ohm yang dipilih oleh saklar Pemilih.
5. Pasangkan alat ukur pada komponen yang akan diukur ingat jangan pasangalat ukur
ohm saat komponen masih bertegangan).
6. Baca Alat ukur.

Cara Membaca Ohm Meter

1. Untuk membaca nilai Tahanan yang terukur pada alat ukur Ohmmeter sangatlah
mudah.
2. Anda hanya perlu memperhatikan berapa nilai yang di tunjukkan oleh Jarum
Penunjuk dan kemudian mengalikan dengan nilai perkalian Skala yang di pilih
dengan sakelar pemilih.
3. Misalkan Jarum menunjukkan angka 20 sementara skala pengali yang anda pilih
sebelumnya dengan sakelar pemilih adalah x100, maka nilai tahanan tersebut adalah
2000 ohm atau setara dengan 2 Kohm.

Misalkan pada gambar terbaca nilai tahanan suatu Resistor:


Kemudian saklar pemilih menunjukkan perkalian skala yaitu x 10k maka nilai resistansi
tahanan / resistor tersebut adalah:
Nilai yang di tunjuk jarum = 26
Skala pengali = 10 k
Maka nilai resitansinya = 26 x 10 k
= 260 k
= 260.000 Ohm.