Anda di halaman 1dari 5

*LEAD IN*

Merasa kecewa tidak bisa mengikuti tes cpn ratusan orang honorer kategori 2 di ciamis turun ke
jalanan mereka menggelar aksi penolakan dengan membubuhkan tanda tangan darah di atas kain
sepanjang 50 meter rencananya tanda tangan darah itu untuk diserahkan ke presiden di jakarta

*PKG*

Aksi turun ke jalanan yang digelar oleh ratusan tenaga kerja honorer kategori 2 sekabupaten
ciamis ini sebagai bentuk kekecewaan atas kebijakan pemerintah pusat yang membatasi usia
calon pegawai negeri sipil dengan ketentuan harus di bawah 35 tahun.

Mereka menilai kebijakan tersebut tidak adil karena menutup kesempatan para honorer K2 untuk
bisa diangkat menjadi abdi negara padahal mereka mengaku sudah mengabdi selama puluhan
tahun meski dengan gaji yang tidak layak dengan besaran rata-rata 200 ribu per bulan.

Kekecewaan para tenaga kerja honorer k2 ini dilampiaskan dengan membubuhkan tanda tangan
darah di atas kain sepanjang 50 meter. Rencananya, tanda tangan darah ini akan dibawa ke istana
negara untuk diserahkan secara langsung kepada presiden jokowi dodo.

Menurut koordinator aksi Ani Randiani dari jumlah total honorer k2 di Kabupaten Ciamis
sebanyak 1.136 orang hanya 72 orang yang dapat mengikuti tes CPNS sedangkan mayoritas
sisanya terpaksa gugur akibat terkendala faktor usia.

Ani menegaskan tetesan darah para tenaga kerja honorer kategori 2 ini menjadi simbol
perlawanan kepada pemerintah pusat karena pengabdian mereka selama puluhan tahun tidak
dihargai oleh negara

*SB : Ani Randiani (Ketua Paguyuban Honorer K2)*

Meski peluang untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil sangat tipis namun para pegawai
honorer kategori 2 ini bertekad akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

Dari Kabupaten Ciamis/Rudiat Radar TV melaporkan.


*LEAD IN*

Ratusan atlet pemda Tasikmalaya dari berbagai cabor yang akan berlaga di porda dan peparda
mendatang dilepas PLT Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto di halaman setda Kabupaten
Tasikmalaya pada gelaran porda dua ribu delapan belas di bogor Pemkab Tasikmalaya
menargetkan tiga puluh medali emas.

*PKG*

Ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga yang bakal mengikuti ajang porda dan peparda di
bogor dilepas oleh PLT bupati Tasikmalaya Ade Sugianto senin pagi.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan tiga puluh emas / melebihi dari capaian emas
pada ajang sebelumnya yaitu dua puluh tiga emas.

Kegiatan yang digagas pemerintah daerah dan koni Kabupaten Tasikmalaya tersebut sebagai
momen untuk menggairahkan semangat berolahraga sekaligus momen peringatan Hari Olahraga
Nasional.

*WWC : Agi Sugianto (Wakil Bupati Tasikmalaya)*

Ketua Kontingen Kabupaten Tasikmalaya Iwan Saputra mengatakan pihaknya akan berupaya
semaksimal mungkin untuk meraih tiga puluh emas yang ditargetkan pemda tasikmalaya

*WWC : Dr. H. Iwan Saputra (Ketua Kontingen Kabupaten Tasikmalaya)*

Sementara itu ketua koni kabupaten tasikmalaya Saeful Hidayat menuturkan pihaknya memiliki
sejumlah cabang olahraga andalan untuk menyumbang emas salah satunya cabor atletik dan
renang

*WWC : Drs. H. Saeful Hidayat (Ketua Koni Kabupaten Tasikmalaya)*

Saeful menambahkan untuk porda dan peparda tahun dua ribu delapan belas ini para atlet akan
berangkat secara bertahap pada akhir september dan awal oktober pihaknya menaruh harapan
besar kepada seluruh cabang olahraga agar menyumbang medali untuk kabupaten tasikmalaya

Yanto Supriatna Radar TV Melaporkan


*LEAD IN*

Ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di Kota Tasikmalaya berunjuk rasa ke kantor
dewan perwakilan daerah kota Tasikmalaya massa aksi meminta ketua dewan mengambil sikap
dan secepatnya memanggil walikota budi budiman terkait penetapan status saksi oleh KPK
massa aksi menduga penetapan saksi tersebut ada kaitannya dengan masalah dugaan korupsi di
kota santri.

*PKG*

Ratusan mahasiswa gabungan dari perwakilan BEM di Tasikmalaya geruduk dan duduki kantor
DPRD kota Tasikmalaya Senin pagi

Massa aksi datang dengan membawa sejumlah atribut dan spanduk kecaman terhadap kinerja
pemerintah kota Tasikmalaya terkait dugaan-dugaan kasus korupsi

Kedatangan ratusan mahasiswa ini meminta wakil rakyat untuk mengambil sikap dan meminta
penjelasan walikota Tasikmalaya terkait penetapan status saksi oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK)

*WWC: Hilma (perwakilan mahasiswa)*

Ketua DPRD kota Tasikmalaya Agus Wahyudin mengatakan permasalahan yang menyangkut
walikota Tasikmalaya tersebut bukan rahasia umum lagi hingga saat ini dia belum mengadakan
pertemuan khusus untuk menyikapi penetapan statusnya sebagai saksi dugaan korupsi oleh KPK

*WWC Agus Wahyudin (Ketua DPRD kota Tasikmalaya)*

Selain meminta dewan bersikap massa aksi juga menyoroti sejumlah permasalahan yang ada di
kota Tasikmalaya yang hingga kini masih menyisakan polemik salah satunya penataan taman
dan PKL

Yanto Supriatna Radar TV melaporkan


*LEAD IN*

Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan tarif air bersih yang diberlakukan oleh PDAM
tirta galuh ciamis berujung ricuh mereka terlibat aksi dorong hingga nyaris baku hantam dengan
petugas kepolisian kericuhan ini dipicu akibat massa dihadang masuk ruangan kantor serta
hendak membakar ban bekas

*PKG*

Kericuhan ini terjadi saat puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif
air bersih berusaha merangsek masuk ke dalam kantor pdam untuk menemui direktur pdam tirta
galuh ciamis

Namun niatan para pengunjuk rasa ini malah dihadang puluhan petugas kepolisian yang berjaga
di depan pintu masuk sehingga aksi saling dorong pun tak terelakan

Unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam himpunan mahasiswa islam kabupaten ciamis ini
dipicu oleh kebuakan perusahaan daerah air minum tirta galuh ciamis yang memberlakukan
penyesuaian tarif terhitung mulai 1 september 2018 dalam orasinya mahasiswa meminta pdam
supaya mencabut kembali kenaikan tarif air bersih karena dianggap menyengsarakan
masyarakat.

Meski sempat mereda serta berjalan tertib namun aksi unjuk rasa para mahasiswa ini kembali
ricuh kericuhan ini terjadi saat mahasiswa hendak membakar ban bekas di depan kantor pdam
tirta galuh mereka nyaris terlibat baku hantam dengan petugas kepolisian

*SB : Hendriawan Firmansyah (Ketua HMI Ciamis)*

Setelah puas berorasi selama hampir satu jam para pengunjuk rasa menutup aksi nya dengan
membakar kertas di halaman kantor PDAM tirta galuh ciamis kemudian membubarkan diri
dengan tertib

Dari Kab Ciamis Rudiat Radar TV melaporkan.


*LEAD IN*

Isak tangis mewarnai prosesi pemakaman seorang pelajar di kota tasikmalaya yang tewas diduga
akibat menenggak minuman keras oplosan korban meninggal dunia di rumah sakit minggu dini
hari jasad korban dikebumikan di kampung halaman orang tuanya di daerah sadananya
kabupaten ciamis

*PKG*

Setelah sempat dirawat sehari di salah satu rumah sakit swasta di kota Tasikmalaya A-D-M salah
seorang korban miras oplosan merenggang nyawa di rumah sakit minggu dini hari korban yang
masih tercatat sebagai pelajar di salah satu sekolah di kota tasikmalaya ini merupakan korban
meninggal dunia kedua dari tiga orang yang mengonsumsi miras oplosan

Jasad korban dikebumikan di tempat pemakaman umum di kampung cimamut desa mekarjadi
kecamatan sadananya kabupaten ciamis Isak tangis keluarga serta kerabat pun pecah saat jasad
korban hendak dimasukkan ke liang lahat

Kerabat korban Toni Ichlas menuturkan peristiwa ini bermula ketika A-D-M diajak pesta miras
jenis CIU oleh temannya berinisial W lewat jejaring media sosial korban mulai mengeluh sakit
pada perut disertai mual serta penglihatan kabur

Melihat kondisi korban yang kesakitan keluarga pun langsung membawanya ke rumah sakit dan
sempat dirawat di ruang ICU namun sehari pasca penanganan medis korban menghembuskan
nafas terakhir

*SB : Toni Ichlas (Kerabat korban)*

Toni Ichlas menambahkan A-D-M selama ini tinggal bersama saudaranya di daerah
Sindangkasih kabupaten ciamis meski sudah mengikhlaskan kepergian korban untuk selamanya
namun pihak keluarga meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus miras oplosan
maut serta menyeret pelaku nya ke meja hijau

Dari kab ciamis Rudiat Radar TV melaporkan