Anda di halaman 1dari 9

Nama : Hari Susanto

Kelas : 9-2

No.Absen : 12

Tugas I : Baca Bab 9 - Revenue buku Godfrey serta Kerangka Pelaporan Keuangan IASB terkait Revenue. Ringkas konsep-konsep
penting terkait Revenue dan perbedaan antara konsep-konsep dalam buku Godfrey dengan Kerangka konseptual terbaru!

A. Tabel Perbandingan Konsep Revenue

NO Uraian Menurut GODFREY Menurut KERANGKA KONSEPTUAL IASB 2018

1 Definisi “Income is increases in economic benefits during the “Income is increases in assets, or decreases in liabilities,
accounting period in the form of inflows or enhancements of that result in increases in equity, other than those relating
assets or decreases of liabilities that result in increases in to contributions from holders of equity claims..”
equity, other than those relating to contributions from equity
participants.”
 Definisi income mencakup pendapatan dan gain (tidak
Poin Penting: membedakan antara pendapatan & gain, YANG
1. Pendapatan mewakili aliran fisik dan moneter DISEBUT INCOME SAJA). Pendapatan muncul dalam
kegiatan normal dari suatu entitas dan disebut dengan
2. Pendapatan adalah aliran manfaat ekonomi
berbagai istilah termasuk penjualan, biaya, bunga,
3. Pendapatan merupakan bagian dari penghasilan - yang dividen, royalti dan sewa.
juga termasuk keuntungan - dan muncul dalam kegiatan  Aset yang diterima atau ditingkatkan oleh income dapat
biasa berupa uang tunai, piutang dan barang dan jasa yang
diterima dengan imbalan barang dan jasa yang
Contoh: disediakan.
penjualan, biaya, bunga, dividen, royalti, dan sewa Karena definisi income mencakup pendapatan dan
gain, klarifikasi lebih lanjut tentang gain disediakan oleh
Framework. Gain dimasukkan sebagai bagian dari
income karena mewakili manfaat ekonomi masa depan
dan dengan demikian tidak berbeda sifatnya dari
pendapatan. Oleh karena itu, mereka tidak dianggap
sebagai elemen terpisah dalam Framework. Definisi
pendapatan juga mencakup unrealized gain, yang
berimplikasi pada aturan pengakuan pendapatan.
2 Kriteria Kriteria pengakuan didasarkan pada keinginan 1. The elements criterion  mensyaratkan perubahan
Revenue untuk informasi akuntansi yang relevan dan dapat dalam aset atau kewajiban telah terjadi, yaitu,
diandalkan: (1) peningkatan aset telah terjadi, dan peningkatan ini
meningkatkan ekuitas, tanpa investasi yang
- terukurnya nilai aset
sepadan nilainya oleh pemilik (peningkatan ekuitas
- adanya suatu transaksi murni berasal dari peningkatan aset),
- penyelesaian substansial dari proses (2) penurunan kewajiban telah terjadi, dan penurunan
penghasilan ini meningkatkan ekuitas, tanpa investasi yang
sepadan nilainya oleh pemilik (seperti
pengampunan oleh pemilik hutang yang dimiliki
mereka oleh entitas)
2. The measurement criterion  tidak mengandung
probability criterion seperti pada framework. //
mensyaratkan bahwa perubahan dalam aset atau
liabilitas dapat diukur secara tepat, yaitu;
(1) Aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan
atribut yang relevan, dan
(2) Peningkatan aset atau penurunan liabilitas dapat
diukur dengan keandalan yang memadai
Pendekatan yang diambil dalam proyek ini berfokus pada
perubahan nilai aset dan kewajiban daripada penyelesaian
earning process.
3 Pengakuan Perspektif sejarah Prinsip-prinsip tersebut, merupakan hanya perpanjangan
 Laba (dan pendapatan) ditentukan berdasarkan dari panduan sebelumnya, menimbulkan perubahan dalam
peningkatan kekayaan bersih perusahaan praktik akuntansi:
1. Pendapatan diakui ketika muncul  mengubah
 Dibeli oleh gagasan bahwa laba dan pendapatan harus
penekanan pengakuan pendapatan dari
direalisasikan ‘realisation’menjadi timeliness/ketepatan waktu
 Dikembangkan menjadi prinsip pengakuan pendapatan 2. pendapatan dapat dihasilkan dari perubahan dalam
(atau prinsip realisasi) nilai aset yang timbul dalam siklus produksi dan dari
 Perbedaan antara modal dan laba muncul dari putusan memegang aset (misalnya dari remeasurement) dan
pengadilan keduanya diakui dalam pengukuran komprehensive
income
3. pengakuan pendapatan dan pengukuran
mencerminkan nilai wajar
4. pengukuran harus dapat diandalkan  cosisten
dengan karakteristik kualitatif pada framework

4 Pengukuran  pendapatan harus diukur pada nilai wajar dari  Berdasarkan mixed measurement attribute model
pertimbangan yang diterima atau piutang (model yang menggunakan biaya historis dan
pengukuran nilai wajar), semua item yang diukur pada
nilai wajar saat akuisisi dan selanjutnya dicatat pada
biaya historis atau biaya historis yang disusutkan
(written down) meskipun beberapa item selanjutnya
diukur kembali ke nilai wajar.
 Gain and loss diakui dalam periode di mana mereka
terjadi, terlepas dari apakah mereka direalisasikan atau
tidak
 Berdasarkan fair value sekarang, harus dipisahkan gain
berdasarkan penilain fair valuenya: gain dari investasi,
gain dari kegiatan operasi bla bla. Agar dapat diketahui
core bisnisnya apa
 Problem terkait fair value khususnya multiple
deliverable arrangement  barang yang diantarkan di
waktu yang berbeda-beda
Issue for Auditor
Masalah utama adalah overstatement pendapatan yang dilakukan manajer; karena
 ada niat untuk menipu pengguna
 mendapatkan bonus apabila pendapatan mencapai jumlah tertentu
 managing earning (ijon)  apabila target terlalu tinggi
 terlalu optimis  misalnya overestimasi kontrak konstruksi
 penipuan  misalnya pengiriman barang sebelum waktunya kepada pembeli tanpa pesanan yang pasti, atau penjualan backdate yang
dilakukan di awal periode akuntansi baru
The Public Company Accounting Oversight Board or PCAOB (USA) telah mendokumentasikan kegagalan auditor untuk mendeteksi pendapatan
yang salah dilaporkan. Auditor harus peka terhadap risiko di sekitar klien yang kemungkinan akan dievaluasi pada pertumbuhan pendapatan
dan harus mengumpulkan bukti langsung untuk mendukung pendapat mereka bahwa pendapatan tidak salah saji.
B. Gambaran Umum Revenue

Akuntansi secara umum harus mengenali substansi ekonomi dari suatu transaksi baru
kemudian dapat menentukan atau mengidetifikasi apakah itu aset, liabilitas atau revenue.
Teori Akuntansi mencoba melihat bagaiamana menjelaskan revenue. Permasalahan
berikutnya dalah bagaimana membuat standar akuntansi yang one-fits-for-all, mengingat jenis
usaha dan cara perusahaan menggenerate economic value/economic benefit bermacam-
macam. Permasalahan pada revenue meliputi:
1. revenue bersifat komplex.
2. Nature dari revenue rentan terhadap manipulasi karena merupakan parameter
peningkatan firm value/ performa perusahaan serta political cost, dengan rewards bagi
manajer sehingga tidak ada yang memanipulasi profit, karena itu hanya hasil akhirnya.
Yang dimanipulasi adalah revenuenya
Pendapatan yang (telah) dilaporkan mencerminkan operasi masa lalu perusahaan dan
digunakan untuk memprediksi kinerja masa depan. Meskipun menentukan pendapatan
adalah bagian penting dari pengukuran kinerja, pengukurannya tidak selalu mudah karena
banyak model bisnis yang ada.
Pendapatan menunjukkan peningkatan total nilai aset (atau penurunan nilai
kewajiban) dan modal/capital selain investasi tambahan oleh pemilik—dimana peningkatan
ini pada akhirnya berhubungan dengan kas. Untuk operasi utama bisnis, arus kas masuk
utamanya dihasilkan oleh produksi dan penjualan output yang dihasilkan entitas. Dari hal
tersebut, kemudian dapat diidentifikasi dua ‘aliran’/flow yang terhubung dengan operasi utama
bisnis:
1. The physical flow  melibatkan peristiwa memproduksi dan menjual output atau produk
perusahaan
2. The monetary flow  melibatkan peristiwa peningkatan nilai perusahaan (karena produksi
atau penjualan kepada pelanggan dari output perusahaan)  melibatkan uang
Paton dan Littleton merujuk pada physical flow dan moneter ketika membahas
pendapatan. Mereka menyebut pendapatan sebagai 'produk dari perusahaan'—
menggambarkan physical flow dari produksi output perusahaan. Mereka juga menambahkan
bahwa pendapatan pada akhirnya diwakili oleh aliran dana dari pelanggan sehingga
menangkap monetary flow. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendapatan secara langsung
berkaitan dengan peristiwa moneter peningkatan nilai dalam perusahaan, yang muncul dari
produksi atau penjualan output.

Salah satu masalah yang dihadapi di akuntansi  terpisah antara physical flow dan monetary
flow. Misalnya DP mobil. Mobil udah dikasih. Berarti physical flow udah diberikan 100%,
monetory flownya baru sebagian.

Examples are sales (keliatan physical & monitary flownya), fees (misalnya perusahaan jasa.
Physicalnya ya jasa pembangunannya), interest, dividents (physical flow: pinjaman yang kita
berikan), royalties (physical flow: buku, ebook terdownload), and rents (physical flow:
rumahnya).

Secara umum, pendapatan timbul karena entitas melakukan suatu usaha tertentu untuk
membuat sesuatu terjadi.  behavioral view dari pendapatan
IAS 18/AASB 118  Pendapatan adalah pemasukan kotor (gross inflow—karena yang
dicatat revenue, bukan profitnya) dari manfaat ekonomi dalam suatu periode, yang timbul
dari aktivitas kegiatan normal dari suatu entitas, yaitu ketika arus masuk tersebut
menghasilkan peningkatan dalam ekuitas, selain peningkatan yang terjadi akibat kontribusi
dari para pemilik (equity participants).
FASB  Pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan lain dari aset entitas, atau
penyelesaian liabilitasnya (atau kombinasi keduanya) dalam suatu periode dari pengiriman
atau produksi barang, pemberian jasa, atau kegiatan lain yang merupakan operasi utama
entitas yang sedang berjalan.
IASB FRAMEWORK  (Revenue/pendapatan adalah bagian dari income) Income adalah
peningkatan manfaat ekonomi dalam suatu periode akuntansi, dalam bentuk arus masuk atau
peningkatan aset, atau penurunan kewajiban yang menghasilkan peningkatan ekuitas, selain
yang berkaitan dengan kontribusi dari pemilik (equity participants).
INCOME

REVENUE GAINS

PROFIT

BEHAVIOURAL VIEW OF REVENUE  pendapatan adalah akibat dari kegiatan


perusahaan
BEHAVIORAL VIEW (Paton & Littleton)  pendapatan menunjukkan
'pencapaian/accomplishment' dari perusahaan. Ini adalah ukuran dari 'kinerja kotor (gross
performance)' entitas sebagai bisnis yang menghasilkan laba. Ketika expense dianggap
mewakili 'usaha/effort' perusahaan, maka pencocokan pendapatan dan expense
menghasilkan laba; yaitu 'pencapaian bersih' perusahaan.
PROFIT= ACCOMPLISHMENT – EFFORT  net accomplishment
Bad debt expense: ada effortnya juga  yaitu upaya penagihan

OPERATIONAL VIEW (Bedford)—senada dengan behavioral  fokus pada profit—profit


didefinisikan dengan kondisi (in terms of) operasi tertentu yang dilakukan oleh entitas; bukan
hanya hasil dari penerapan metode akuntansi. Profit hanya dihasilkan dari kegiatan-kegiatan
yang diperuntukkan sebagai operasi bisnis. Dengan demikian, peningkatan dan penurunan
nilai tertentu dikecualikan, (seperti yang berasal dari transaksi obligasi pemerintah, hadiah
dan kontribusi) karena tia tidak dianggap sebagai kegiatan bisnis yang menghasilkan laba.
Operasi bisnis umum yang ditentukan oleh Bedford adalah:
1. perolehan sumber daya uang
2. akuisisi layanan/service
3. penggunaan layanan/service
4. rekombinasi layanan/service yang (telah) diperoleh
5. disposisi layanan/service
6. distribusi sumber daya uang
lantas pada titik mana perolehan dapat diakui, terutama bagi perolehan yang dicapai dalam
jangka waktu bertahun-tahun:
maka harus ditentukan 1 titik kritis dimana accomplishment substansially tercapai 
CRITICAL EVENTS (Myers) atau ACCRUAL THROUGHOUT EARNING PROCESS (Patton
& Littleton)
CRITICAL EVENTS & MANAGER DECISION THEORY (Myers)  profit diperoleh pada
saat dibuatnya keputusan paling kritis, atau dilakukannya tugas yang paling sulit dalam
cycle of complete transaction. Namun peristiwa kritis akan berada pada titik yang berbeda
tergantung pada sifat bisnisnya. Misalnya, peristiwa kritis untuk produsen (yaitu penjualan
produk) mungkin berbeda dari peristiwa kritis untuk lembaga keuangan (membuat pinjaman).
 inkonsisten, namun berguna bagi akuntan dalam menentukan titik pengakuan
pendapatan.
Seluruh posisi ini menekankan bahwa pendapatan dan profit muncul karena sesuatu
yang dilakukan oleh perusahaan. Ini adalah pandangan perilaku pendapatan dan laba. Semua
kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkan laba, secara keseluruhan,
disebut 'earning process'. Paton dan Littleton berpendapat bahwa pendapatan dan profit
bertambah selama earning process—yaitu, ada perubahan terus-menerus dalam nilai total
aset dan modal/capital ketika perusahaan melakukan kegiatan yang ditentukan dalam earning
process  tidak bisa dipisahkan mana substansial earning processnya
Contoh: jual barang ke luar negeri FOB Destination, menurut CRITICAL EVENTS, sudah
boleh diakui karena pengerjaan substansial earning process (barang dikirimkan), sudah
dilakukan. Tapi MENURUT PATTON & LITTLETON belum boleh sampai benar2 diterima
pelanggan.
Kedua pandangannya akhirnya saling melengkapi dan dipakai dalam akuntansi dalam berbagi
kasus berbeda. (teori CRITICAL EVENTS  point of sales, PATTON & LITTLETON 
proportional revenue recognition)

(2) Jelaskan kompleksitas pengakuan _Revenue_ DolanCanggih, sebuah perusahaan


_game_ perang daring, terkait (a) penarikan bayaran atas peningkatan _(upgrade)_
pelanggannya baik sekali pakai (mis. jembatan untuk melintasi jurang) maupun yg
meningkatkan kemampuan (senjata lebih canggih dll) baik dengan (b) transfer
langsung via paypal maupun melalui mata uang virtual internal game *KesDolan*
ataupun (c) isu-isu pengakuan revenue lainnya yg relevan dg perusahaan _game_
daring.

Bila pada pada era game offline, revenue diakui berdasarkan penjualan software
game. Sedangkan pada era game online ini muncul adanya barang-barang yang dapat
dibeli yang berguna dalam permainan (virtual goods). Virtual goods sendiri ada 2 (dua) jenis
utama yaitu barang sekali pakai dan item yang memiliki jangka waktu bahkan permanen.
Standar Akuntansi tentang Pendapatan sendiri tidak mengatur secara spesifik
mengenai social gaming karena memang Standar disusun untuk mengacu pada semua
industry secara umum (principle based) tidak khusus pada suatu transaksi atau
industri (rule-based). Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi regulator dan auditor dalam
menentukan mana penerapan akuntansi yang tidak merugikan pengguna informasi
keuangan.
Adapun pembayarannya sendiri, user game dapat membayar melalui transfer atau virtual
payment, penyedia aplikasi game juga menyediakan virtual currency tersendiri.
Adapun aturan pengkuan pendapatannya:
1. Ketika terjadi pembelian virtual goods baik melalui penggunaan vitual currency ataupun
paypal, pengakuan pendapatan bergantung pada jenis virtual good stersebut yaitu:
a. Virtual goods sekali pakai: pendapatan diakui ketika item tersebut habis
dipergunakan
b. Virtual goods berjangka waktu/permanen: pendapatan diamortisasikan sepanjang
masa manfaat atas barang tersebut atau masa rata-rata user aktif dalam game (hal
inilah yang sulit diperhitungkan mengingat adanya user yang tidak pernah membeli
dan kadang membeli kadang tidak. Serta, “rata-rata masa aktif kostumer” dapat
berubah-ubah sehingga pengakuan akrual menjadi semakin kompleks).
2. Ketikaperusahaan menjual virtual currency, revenue belum dapat diakui (meskipun
adanya aliran kas). Ketika virtual currency tersebut dibeli namun belum digunakan, hal
tersebut diakui sebagai saldo deposit costumer atau deferred revenue (liability)
3. Alternatif penggunaan model rental
Virtual goods memiliki jangka waktu kadaluwarsanya misal 5, 7, atau 60 hari. Dengan
demikian perlakuan akuntansi menjadi lebih mudah yaitu dengan mengamortisasi
pendapatan atas penjualan virtual goods tersebut selama jangka waktu hingga
kadaluwarsa.
4. Yang perlu digaris bawahi dalam perlu database yang andal untuk mentracking
penjualan dan penggunaan masing-masing virtual goods yang dijual dalam dunia digital,
persediaan dan penggunaan vistural currency, serta perlu untuk melakukan perkiraan
yang tepat terkait masa aktif rata-rata user dalam bermain game (level aktivitas masing-
masing user)

Adanya perkembangan teknologi yang dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan


berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya
akan meningkatkan produktifitas. Dengan adanya perkembangan teknologi ini
memperlihatkan munculnya pembayaran berbasiskan elektronik, misalnya paypal. PayPal
adalah salah satu alat pembayaran (Payment procesors) yang menggunakan internet dan
terbanyak digunakan untuk didunia khususnya bisnis juga teraman.

Dengan penggunaan PayPal ini dapat mengatasi kekurangan dalam pengiriman uang
tradisional seperti cek atau Money order yang prosesnya dapat memakan waktu. PayPal
juga seperti rekening bank, pertama membuat account, lalu untuk mengisi account tersebut
dengan dana dari kartu kredit atau transfer dana dari account paypal orang lain ke balance
paypal anda, yang pada dasarnya akhirnya sudah dapat menggunakan account PayPal
untuk melakukan transaksi-transaksi secara online atau secara tidak langsung.

Untuk transaksi keuangan harus dicatat sebesar harga pertukaran yaitu dari jumlah uang
yang harus diterima atau dibayarkan untuk transaksi tersebut. Akan tetapi dengan konsep ini
bukan berarti bahwa seluruh aktiva yang diperoleh harus tetap menunjukkan jumlah harga
semula, namun sejalan dengan berlalunya waktu akan mengalami perubahan, baik karena
pengalikasian harga perolehan aktiva sepanjang masa manfaatnya, maupun disebabkan oleh
aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh pendapatan. Dengan pemanfaatan
pembayaran masa kini menggunakan mata uang virtual akibat adanya kemajuan teknologi
tidak manghilangkan cara pengukuran terhadap transaksi non keuangan.

Pada dasarnya pengkauan mata uang virtual ini dapat dilakukan dengan menggunakan
translasi terhadap pembayaran dengan mata uang virtual yang digunakan secara umum oleh
perusahaan, yaitu dengan mata uang fungsional. Dalam melakukan translasi ini maka dapat
dilakukan penyesuaian terhadap nilai aset dan kewajiban perusahaan. Dengan kemajuan
teknologi yang menyebabkan pembayaran semakin beragam, maka seorang akuntan dituntut
untuk memahami dan mengembangkan ilmu yang dimiliki. Untuk sistem pertukarannya sendiri
menggunakan mata uang virtual membuat seorang akuntan harus memahami mata uang
tersebut dan menetapkan nilai real dari mata uang tersebut. Selain itu juga, seorang akuntan
juga harus memahami beberapa mata uang virtual yang digunakan untuk transaksi tersebut
merupakan mata uang yanga mempunyai nilai yang diakui dan sah atau tidak.

Selanjutnya pada pengalaman yang telah dimiliki oleh seorang akuntan terkait dengan
pengakuan dan pengukuran nilai dalam transaksi perusahaan, maka dari itu seorang akuntan
harus dapat menggunakan pengalaman dan wawasannya juga pengetahuan untuk bisa
mengembangkan dan penerapan pengakuan terhadap transaksi yang menggunakan mata
uang virtual. Tetapi, pada intinya dalam menentukan transaksi dengan mata uang virtual ini,
seorang akuntan juga harus bisa memahami mata uang mana yang sah untuk dapat
digunakan atau yang mana yang illegal yang tidak dapat diakui. Oleh karena itu, diperlukan
suatu keterampilan yang harus dimiliki seorang akuntan juga harus diperluas dan diperdalam
sebagai cara untuk dapat memahami kemajuan dunia teknologi pembayaran yang semakin
modern juga adanya transaksi pertukaran yang dapat menggantikan uang sehingga
kedepannya seorang akuntan baik di internal maupun eksternal orgnisasi/perusahaan akan
dapat memahami semua terkait dalam pengakuan, pengukuran dan pencatatan transaksi-
transaksi dengan menggunakan mata uang virtual untuk akuntansinya tersebut.