Anda di halaman 1dari 24

CRITICAL BOOK REVIEW

Dosen Pengampun :

Dra.Rumasi Simaremare, M.pd.

Disusun oleh:

Kharisma (2151220013)

kelas: A – Sastra Inggris

FAKULTAS BAHASA DAN SENI


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
I.Pengantar

Identitas buku pertama:


Judul Buku : Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Tesis

Penulis : Ir. I Made Wirartha, M. Si.

Penerbit : C.V ANDI OFFSET

Kota Terbit : Yogyakarta

Tahun Terbit : 2006

Edisi : 1(pertama)

Jumlah Halaman: 186 Halaman

Identitas buku kedua:


Judul Buku :Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Penulis : Etty Indriati, Ph.D.

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Edisi : 5 (Lima)

Jumlah Halaman: 120 Halaman


Dalam sebuah buku pasti memiliki suatu kelebihan dan kekurangannya,di dalam tugas
kali ini akan dibahas mengenai perbandingan dua buah buku mata kuliah umum yaitu
Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Tesis karya Ir. I Made Wirartha, M. Si.
Yang diterbitkan pada tahun 2006 .dan Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan
Disertasi Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi yang diterbitkan pada
tahun 2001 .Kita bisa melihat secara langsung bahwa kedua buku tersebut diterbitkan pada
tahun yang berbeda ,ada jarak sekitar 5 tahun diantara keduanya,apakah dengan perbedaan
tahun terbitnya tersebut dapat menjadi suatu pengaruh perbandingan yang signifikan daalm
kualitas penulisannya.

Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah manyimak ,perbandingan kedua buku ini
dapat menginformasikan kepada kita semua mengenai keunggulannya dan kelemahannya
masing-masing.Hal yang disoroti dalam sebuah penulisan perbandingan ini tidak sebatas
pada isi buku, tetapi sistematika, penyajian, gaya bahasa, kecermatan ejaan, diksi,yang tidak
berhubungan langsung dengan aspek isi.Bahkan, ilustrasi, tata letak atau hal- hal yang
berkenaan dengan teknik percetakan pun bisa dikomentari dan dinilai Selain menilik
kelebihan dan kekuranganya,
II.Ringkasan Isi Buku
A.Ringkasan pada Isi Buku Pertama

BAB I PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN USULAN PENELITIAN

Sebelum melakukan penelitian dilapangan, mahasiswa diwajibkan mengajukan usulan


penelitian. Usulan penelitian adalah rencana penelitian selengkapnya. Bagi peneliti sendiri,
ada beberapa hal yang bisa di pakai untuk menilai rencana atau usulan penelitiannya, yaitu :

 Latar belakang pengetahuan peneliti


 Persoalan data
 Cara pengambilan sampel
 Maksud, tujuan dan manfaat penelitian
 Teknik analisis.
1.1 unsur-Unsur Usulan Penelitian

Unsur-unsur berikut merupakan unsure yang penting untuk dituliskan dalam usulan
penelitian. Unsure-unsur tersebut adalah:

1. Judul penelitian. Judul merupakan cerminan dari keseluruhan usulan penelitian karena
merupakan unsure yang paling penting dan “wajah” usulan penelitian tersebut.
2. Penegasan masalah. Dalam kebanyakan “proposal” (usulan penelitian), unsure
penegasan masalah ini tidak atau jarang diminta.
3. Latar belakang penelitian. Latar belakang penelitian memuat alasan-alasan mengapa
topic seperti yang tercantum pada judul penelitian itu diteliti.
4. Tinjauan kepustakaan. Tinjauan kepustakaan mengemukakan berbagai teori yang
relevan dengan topic penelitian.
5. Hipotesis atau pertanyaan penelitian. Seperti telah dikatakan di atas, hipotesis
merupakan kesimpulan hasil kajian terhadap teori.
6. Tujuan dan manfaat penelitian. Bagian ini menjelaskan apa saja tujuan penelitian.
7. Metode penelitian. Bagian ini memaparkan teknik penelitian .
8. Daftar kepustakaan. Paling tidak daftar kepustakaan sementara telah dikemukakan.

1.2 Pengajuan Usulan Penelitian

Usulan penelitian yang dikembangkan secara tepat merupakan starting point (titik
awal) mahasiswa untuk dapat meneruskan kegiatan penelitian.oleh sebab itu, dalam usulan
penelitian perlu ada hal-hal pokok yang seharusnya dicantumkan pada usulan penelitian
tersebut.usulan penelitian merupakan rambu-rambu dan sekaligus penuntun bagi mahasiswa
untuk mengerti penelitian secara terencana dan sistematis.
1.3 Penilaian Kelayakan Usulan Penelitian

Suatu usulan penelitian akan disetujui apabila memenuhi persyaratan tertentu meliputi
materi isi usulan penelitian,teknik penulisan usulan penelitian, dan rujukan (sumber pustaka)
yang dipergunakan.

1.3.1Materi Isi Ulasan Penelitian

Materi isi usulan terdiri atas beberapa bagian, antara lain :


1. Latar Belakang

Bagian ini memuat secara ringkas masalah yang akan diajukan kepada pembimbing
skripsi.uraian masalah harus sesuai dengan judul atau tema yang akan ditulis.

2. Perumusan Masalah

Usulan penelitian perlu merumuskan masalah pokok yang akan diteliti. Perumusan
atau pernyataan masalah tersebut menunjukkan gambaran yang akan dicapai dan arah analisis
yang akan dilakukan dalam proses penulisan usulan penelitian.

3. Tujuan Penulisan

Bagian ini memuat tujuan penulisan usulan penelitian. Tujuan yang dimaksud berada
dalam kerangka konteks penulisan usulan penelitian khususnya yang berkaitan dengan judul
yang diajukan oleh si penulis.

4. Analisis

Bagian ini memuat uraian mengenai teknis analisis yang akan dipergunakan. Suatu
usulan penelitian harus memuat penjabaran dan analisis yang menunjukkan proses penalaran
dari suatu usulan penelitian.

5. Rencana isi

Bagian ini memuat rincian rencana isi dari keseluruhan bab. Rencana isi berbeda
dengan daftar isi. Rencana isi hanya terdiri atas gagasan pokok masing-masing bab dan
dikemukakan dalam usulan penelitian agar dosen pembimbing dapat memahami arah
pencapaian tujuan penelitian.

6. Daftar Pustaka

Bagian ini memuat daftar pustaka yang akan dipergunakan sebagai acuan dalam
menulis usulan penelitian.
1.3.2Teknik Penulisan

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyajian teknik penulisan usulan penulisan antara
lain:

1. Penyusun harus menghindari penggunaan bahasa lisan sehingga penulisan proposal


didasarkan pada bahasa tulis formal.
2. Penyusun harus mematuhi tatabahasa dan tatatulis dalam bahasa Indonesia dengan
baik sebab pembaca menganggapnya telah memahami aturan yang berlaku.
3. Penyusun usulan penelitian hendaknya mengemukakan gagasannya dengan
singkat,ringkas, jelas, dan konsisten dalam logika.
4. Jangan membiasakan menulis pengertian secara kabur.
5. Jangan membuat tujuan terlalu banyak
6. Penulis hendaknya menggunakan pendekatan deduktif dalam menyampaikan gagasan.

1.3.2 Rujukan

Penyusun rujukan harus memperhatikan hal-hal berikut:


1. Kumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan judul usulan penelitian
2. Dokumentasikan berbagai pendapat yang relevan tersebut dalam suatu kartu yang
dirancang untuk penulisan usulan penelitian
3. Seleksilah bagian-bagian yang penting dari kumpulan materi penelitian tersebut
4. Buatlah daftar buku yang telah dipilih dalam prosedur ketiga di atas.

BAB 2 BAGIAN-BAGIAN USULAN PENELITIAN

2.1 Bagian Awal Usulan Penilitian

Ada beberapa pedoman pembuatan judul usulan penelitian, antara lain:

a. Judul usulan penelitian dibuat sesingkat-singkatnya tetapi jelas dan menunjukkan


dengan tepat masalah yang hendak diteliti sehingga tidak membuka peluang salah
penafsiran.
b. Setelah judul, bagian bawah diketikkan maksud usulan penelitian, yaitu untuk
menyusun skripsi S1 dalam program studi dan minat studi yang ada di jurusan.
c. Halaman ini juga mencantumkan lambing universitas dengan diameter 4cm.
d. Nama mahasiswa ditulis dengan lengkap, tidak boleh disingkat.
e. Nama instansi
f. Waktu pengajuan usulan penulisan, ditunjjan dengan menuliskan ntahun di bawah
nama kota tempat perguruan tinggi itu berada.
2.2 Bagian Utama Usulan Penelitian

2.2.1Pendahuluan

Pendahuluan memuat gambaran secara singkat dan jelas tentang penelitian yang akan
dilakukan. Pendahuluan memuat suatu gambaran yang jelas dan latar belakang mengapa
penelitian itu perlu dilaksanakan.

A. Latar Belakang Masalah Penilitian

Dalam uraian latar belakang masalah, peneliti mengekspresikan secara sistematis


gejalan dan peristiwa yang tersinyalir menimbulkan permasalahan untuk diteliti. Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun latar belakang masalah penelitian adalah:

 Tidak terlalu muluk-muluk sehingga jauh dari konteks permasalahannya


 Berorientasi pada profesi, fungsi, bidang studi dan jurusan si penyusun usulan
penelitian
 Berorientasi pada maksud dan konteks penelitian yang akan dilakukan
 Disusun atau disajikan secara sistematis, ringkas dan terarah pada suatu permasalahan
yang akan diteliti.
B. Perumusan Masalah Penelitian

Perumusan masalah penelitian berisi uraian yang merupakan abstraksi dari latar
belakang masalah penelitian dan rumusan masalah dalam bentuk kalimat pertanyaan, baik
masalah mayor maupun masalah minor. Cirri-ciri rumusan masalah yang baik adalah:

 Ringkas, jelas, sederhana


 Memungkinkan untuk dijawab atau diuji secara ilmiah
 Dalam bentuk kalimat pertanyaan
 Menjelaskan hubungan antara dua variable atau lebih.
C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menguraikan maksud dan tujuan atau hal-hal yang ingin dicapai
sesuai urutan masalah yang diidentifikasikan. Hal ini merupakan merupakan tindak lanjut
terhadap masalah yang telah dirumuskan. Oleh karena itu, urutannya pun mengikuti
konsistensi seperti yang berlaku dalam perumusan masalah.

D. Keaslian Penelitian

Penelitian yang dilakukan hendaknya asli, dalam artian bahwa masalah yang dipilih
belum pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya. Keaslian penelitian dikemukakan dengan
menunjukkan bahwa masalah yang diteliti belum pernah dipecahkan oleh peneliti terdahulu.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian menyatakan sampai seberapa jauh penelitian ini bermanfaat bagi
pengembangan ilmu pengetahuan dan bagi kegunaan praktis.
F. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian menjelaskan pembatasan penelitian dalam aspek metodologi


penelitian, variable yang dipergunakan dan keadaan yang tidak menjadi cakupan penelitian.

2.2.2 Tinjauan pustaka

Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang teori-teori dan hasil-hasil


penelitian yang didapatkan oleh peneliti terdahulu yang ada hubungannya dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Isi tinjauan pustaka dapat dibagi-bagi menjadi beberapa
subbab sesuai jumlah item permasalahan dan tujuan penelitian.

2.2.3 Landasan teori

Landasan teori, dijabarkan dari tinjauan pustaka dan disusun sendiri oleh mahasiswa
sebagai tuntunan untuk memcahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis. Landasan
teori dapat dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis atau persamaan-persamaan
yang langsung berkatian dengan bidang ilmu yang diteliti.

2.2.4 kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dibuat berupa skema sederhana yang menggambarkan secara


singkat proses pemecahan masalah yang dikemukakan dalam penelitian. Skema tersebut
menjelaskan mekanisme kerja faktor-faktor yang timbul secara singkat.

2.2.5 hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan landasan teori atau tinjauan pustaka. Hipotesis


berbentuk pernyataan singkatyang disimpulkandari landasan teori atau tinjauan pustaka dan
merupakan dugaan atau pendapat sementara terhadap masalah yang dihadapi.

Pengertian Hipotesis

Hipotesis merupakan kesimpulan yang tarafnya rendah. Disebut demikian karena elum diuji
oleh kenyataan empirik. Oleh sebab itu pula maka hipotesis juga disebut “kesimpulan
teoritik”.

Fungsi Hipotesis

Hipotesis berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.
Oleh karenanya, hipotesis akan merupakan pengarah dalam penelitian. Jika penelitian
berpijak dari hipotesis maka tujuan penelitian jelas akan menguji hipotesis.

Rumusan Hipotesis

Ada beberapa persyaratan untuk merumuskan hipotesis , diantaranya adalah:

 Hipotesis dirumuskan dalam kalimat berita, bukan dalam kalimat Tanya.


 Hipotesis harus jelas tidak bermakna ganda.
 Hipotesis dirumuskan secara operasional sehingga memudahkan pengujiannya.

Jenis atau Macam Hipotesis

Ada beberapa jenis atau macam hipotesis, diantaranya adalah :

 Hipotesis mayor
 Hipotesis minor
 Hipotesis relasional
 Hipotesis deksriptif
 Hipotesisk kerja
 Hipotesis nol atau statistic

Hipotesis nol dan hipotesis kerja kemudian dibagi menjadi hipotesis terarah dan
hipotesis tidak terarah, berikut ini adalah contoh hipotesis nol dan hipotesis kerja yang terarah
dan tidak terarah :

 Hipotesis kerja yang terarah : Prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang
membahas soal-soal formatif di rumah lebih baik daripada yang membahasnya di
sekolah
 Hipotesis nol yang terarah : Prestasi belajar matematika siswa sekolah lanjutan yang
membahas soal-soal formatif di rumah tidak lebih baik daripada yang membahasnya
di sekolah
 Hipotesis kerja yang searah :Ada perbedaan prestasi belajar siswa sekolah lanjutan
yang membahas soal-soal formatif di rumah tidak lebih baik daripada yang
membahasnya di sekolah
 Hipotesis nol yang tidak terarah : Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa sekolah
lanjutan yang membahas soal formatif di rumahnya dengan membahasnya di sekolah.
Hipotesis dan Masalah Penelitian

Perumusan hipotesis biasanya didahuluii dengan perumusan aggapan dasar berupa


pernyataan-pernyataan teoritis yang mendasari pemikiran kearah ditemukannya jawaban-
jawaban sementara atas masalah untuk diuji kebenarannya, rumusan anggapan dasar tidak
mengikuti pola rumusan masalah dan hipotesis. Rumusan anggapan dasar berupa pernyataan
kebenaran teoretis/konsepsional yang dijadikan landasan bagi upaya mencari jawaban-
jawaban atas masalah penelitian.

1.2.6 Metode Penelitian

A. Penentuan Lokasi Penelitian


B. Data Penelitian
Jenis Data yang Dikumpulkan

Jenis data yang dikumpulkan sangat banyak, menurut sifatnya yakni data kuantitatif dan data
kualitatif. Data kuantitatif merupakan data yang berbentuk angka dan dapat mengoperasikan
tanda matematika, jadi angka tersebut dapat dihitung, Data kualitatif merupakan data uang
tidak berbentuk angka.

Conoth data Kuantitatif :

 Umur A adalah 44 tahun


 Gaji yang diterima si B setiap bulannya adalah sebesar Rp 1.000.000,00,
Contoh Data Kualitatif :

 Keamanan mantap
 Harga gabah murah
 Harga pupuk tinggi
Sumber Data Penelitian

Sumber data penelitian yakni asal perolehan data penelitian, perlu dijelaskan primer
maupun sekunder karena sangat penting sebagai cerminan kualitas data yang akan
didapatkan.

Instrumen Pengumpulan Data

Jenis-jenis alat pengumpulan data seperti dafter pertanyaan, pedoman pertanyaan, alat
potret dan sebagainya juga harus dijelaskan.

Pemilihan instrument penelitian tergantung pada beberapa pertimbangan ;

1. Jumlah responden
2. Lokasi
3. Data
4. Pelaksana
Metode Pengumpulan Data

1. Studi Dokumen, Data ini merupakan data sekunder karena sudah tertulis atau diolah
oleh orang lain
2. Pengamatan (Observasi), Data diperoleh melalui pengamatan terhada[ gejala yang
diteliti
3. Wawancara, merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan jalan
komunikasi dengan sumber data.
4. Eksperimen,dengan melakukan percobaan-percobaan untuk mendapatkan hasil atau
gejala tertentu.
5. Metode Tes, sumber data adalah manusi yang disebut tastee.
6. Metode Angket, pertanyaan disampaikan secara tertulis dan disebarkan kepada para
responden
Variabel dan Pengukuran Variabel
Variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai, konsep ini adalah abstaksi
mengenai suatu fenimena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik
kejadian keadaan kelompok atau individu tertentu.
Pengukuran Variabel

Beberapa fungsi pengukuran variabel :

a. Untuk menggambarkan gejala social secara empiric


b. Mengubah data yang dapat menerima manipulasi dan perlakuan statistika
c. Membantu dalam melakukan pengujian hipotesis dan teori
d. Memungkinkan peneliti membedakan antara objek atau manusis sesuai dengan derajat
dari perangkat tertentu yang dimilikinya
Penentuan Populasi, Sampel, Responden dan Teknik Pengambilan Sampel

Teknik Pengambilan Sampel ;

a. Mencari informasi mengenai seluruh populasi


b. Mencari nformasi pada sebagian populasi tersebut
c. Informasi yang ditemukan diberlakukan kepada seluruh populasi.
Metode Analisis Data

Teknik analisis statistika apapun yang dipilih haruslah mengingat tiga hal berikut ;

1. Tingkat pengukuran minimal yang menghasilkan variable nominal atau diskrit atau
kategorik,ordinal,interval atau rasio
2. Besar ukuran sampel yang akan diteliti dan jumlah banyak variable yang akan
dibandingkan
3. Jumlah variable yang akan dianalisis secara bersamaan atau simultan.
Waktu dan Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Prosedur kerja penelitian dilalui dealam tahapan-tahapan :

1. Perencanaan penelitian
2. Pelaksanaan penelitian
3. Penulisan laporan penelitian

BAB III Metode Penulisan Skripsi dan Tesis

Skripsi adalah karya tulis ilmiah seseorang mahasiswa dalam menyelesaikan program
S1. Yang dimaksud format skripsi adalah kesluruhan bagian yang perlu ada pada suatu
skripsi yaitu bagian awal skripsi dan bagian akhir skripsi

Penulisan skripsi mempunyai tujuan memberi pengalaman berlayar kepada


mahasiswa dalam menyelesaikan masalah secara ilmiah dengan melakukan penelitian sendiri
yang sering kita sebut penyelesaian akhir.

Karakteristik Tesis :

1. Berfokus pada kajian ilmu yang ditekuni


2. Pengujian empiric dan menemukan penemuan baru
3. Menggunakan data primer
4. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bagian-bagian Skripsi

a. Halaman Sampul Depan


b. Halaman Judul
c. Halaman Persyaratan
d. Abstrak
e. Ringkasan
f. Halaman Persetujuan
g. Riwayat Hidup

A. Pendahuluan

Bab pendahuluan memuat subab latar belakang masalah,batasan masalah/ruang


lingkup,tujuan,manfaat

B. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka ini merupakan hasil kajian yang berisikan evidens-evidens dari
hasil-hasil penelitian terdahulu atau orang lain. Tinjauan pustaka ini juga harus dipaparkan
ketika membuat usulan penelitian. Tinjauan pustaka ini merupakan bahan informasi dasar
mengenai orientasi penelitian kearah pemecahan masalah dan sebagai dukungan atau
landasan pembanding dari hasil penelitian yang dapat berisi tentang Kajian teori, Studi
penelitian terdahulu, Kerangka Pemikiran, Perumusan Hipotesis

C. Landasan Teori , Kerangka Pemikiran dan Hipotesi

uraian tentang abstraksi teori yang dihasilkan dari penalaran silogisma dengan
mensintesiskan antara premis mayor dan premis minor.Hipotesis biasanya disusun atau
dirumuskan dalam kalimat pernyataan yang menunjukkan keterkaitan antar variable.
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian atau permasalahan
penelitian.

D. Metode Penelitian

Di dalam skripsi dicantumkan materi metode penelitian yang sudah final

E. Gambaran Umum Daerah Penelitian


Mengungkapkan segala potensi yang terdapat di daerah penelitian yang berkaitan
dengan permasalahan dan tujuan penelitian.
F. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Data hasil percobaan/pengukuran yang sudah dilakukan .Pembahasan/Diskusi (analisis,
sintesis dan evaluasi).Pembahasan pokok-pokok temuan penelitian dengan menginterpretasi dan
membandingkan pokok-pokok temuan dari teori yang digunakan.
G. Kesimpulan dan Saran

Berupa hasil penelitian yang menjawab permasalahan atau yang berupa konsep, program, dan
karya rancangan .Saran-saran , berisi hal-hal yang masih dapat dikerjakan dengan lebih baik
dan dapat dikembangkan lebih lanjut, atau berisi masalah-masalah yang dialami pada saat
proses pengerjaan penelitian tugas akhir.

3.2.3 Bagian Akhir Skripsi

A. Daftar Pustaka
B. Lampiran

3.3 Skripsi Bagi Mahasiswa

Sebagai laporan yang bersifat akademik , skripsi harus memenuhi kaidah karya ilmiah.
Kaidah-kaidah dalam karya ilmiah sebagai berikut

1. Obyektif, yakni tidak menggunakan kata-kata yang mengungkapkan pandangan


subyektif dan emosional penulis.
2. Bertumpu pada data
3. Kesimpulan diambil berdasarkan prosedur yang jelas
4. Pembahasan dalam skripsi harus berdasarkan rasio

3.3.1 kendala Penulisan Skripsi

1. Kesulitan mencari literature pendukung


2. Tidak terbiasa menulis
3. Masalah dana
4. Kurang terbiasa dengan system kerja terjadwal
5. Sulit mengembangkan komunikasi dengan pembimbing

3.3.2 Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Perhatikan dengan cermat hal-hal berikut yang bisa membantu persiapan menulis skripsi

1. Membiasakan diri dengan serius


2. Berkunjung ke perpustakaan
3. Melatih diri memperhatikan masalah-masalah
4. Meningkatkan keterampilan menulis
5. Belajar sungguh-sungguh di metodologi
6. Penguasaan yang memadai terhadap bahasa indoneisa
7. Melibatkan diri dalam kegiatan ilmiah
BAB 4 ATURAN-ATURAN KHUSUS PENULISAN SKRIPSI DAN TESIS

 Kertas dan Huruf; Naskah asli skripsi memakai HVS 70 gr, ukuran kertas adalah
kuarto ,Times New Roman ukuran 13.
 Penomoran Halaman; Semua halaman diberi nomor.mulai dari sampul dalam
sampai daftar lampiran.
 Spasi; Naskah skripsi dan tesis diketik 1,5 spasi, kecuali hal-hal khusus pada satu
muka halaman. Margin : left 4,right 3,top bottom 3.
 Alinea; Setiap alinea dalam naskah skripsi dan tesis harus membawa satu pokok
pikiran
 Catatan kaki; Dipakai untuk memberikan keterangan yang dikemukakan pada teks
dan table
 Bilangan dan Satuan; Penggunaan bilangan atau lambang pada awal suatu kalimat
hendaknya dihindari
 Nama Latin, Kata Bahasa Asing, dan Daerah ; Istilah latin,asing dan daerah
dicetak miring.
 Tanda Baca; Tanda baca titik selain dipakai untuk mengakhiri suatu kalimat juga
digunakan dibelakang singkatan.
 Penulisan Judul Bab; Judul bab ditempatkan ditengah-tengah bagian atas halaman
baru dengan huruf capital tanp[a diakhiri tanda baca titik
 Cara Penulisan Sumber Pustaka dalam Teks; Skripsi adalah istilah yang
digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa
paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu
permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-
kaidah yang berlaku.(Soemanto , 1993:6)
 Tabel ; Suatu table terdiri atas nomor table,judul table,badan table dan keterangan
table.
 Gambar; Gambar meliputi bagan ,grafik,peta,dan poto. Suatu gambar harus
dicantumkan lengkap dengan nomor dan judul gambar.
B. Ringkasan pada Isi Buku Kedua

BAB 1 LANGKAH-LANGKAH PENGUMPULAN DAN PENYUSUNAN BAHAN


TULISAN

1.1 Studi Kepustakaan

Untuk membuat karya ilmiah, langkah awal yang harus dilakukan adalah studi
kepustakaan. Namun, sebelum melakukan studi pustaka, kita harus menentukan topik apa
yang kira-kira akan diteliti. Selain buku, jurnal juga sangat penting untuk bahan penulisan
ilmiah.

Dalam membuat anotasi pustaka, sebaiknya data-datanya ditulis lengkap :

 Nama pengarang, tahun terbit, judul tulisan/buku, nama penerbit, kota penerbit,
edisi keberapa. Bila ada kutipan, diambil dari halaman berapa.
 (untuk jurnal) nama pengarrang, tahun terbit, judul karangan, nama jurnal, nomor,
volume, dan nomor halaman harus disebutkan secara lengkap dan benar.
1.2 Perumusan Ide/ Permasalahan

Perumusan permasalahan yang baik harus diberi konteks sebelum masalah dipaparkan
dan alasan penelitian dikemukakan. Yang dimaksud konteks disini adalah penggambaran
latar belakang sampai timbulnya permasalahan.

Pertanyaan penelitian, Apakah tradisi mengunyah daun koka meluas dikalangan


penduduk dataran tinggi di Andes pada zaman prasejarah seperti halnya pada masa
sekarang?

Konteks , “Kerusakan pada gigi terjadi dengan diskolorasi gigi, yaitu menjadi berwarna
coklat atau hjau, di mana pigmennya kemungkinan berasal dari daun koka. Namun, dapat
dipastikan bahwa hanya sedikit jumlah penduduk yang mempunyai kerusakan besar pada
gigi mereka; hal ini mungkin dikarenakan lebih sedikit tradisi mengunyah daun koka di
daerah pantai daripada di dataran tinggi…(pada masyrakat Andes kuno) (Leigh 1937:
290-291).”

Isi perumusan ide , Penelitian ini bertujuan untuk memberi bukti klinis pengunyah daun
koka dengan mempelajari efek mengunyah daun koka pada gigi-geligi pengunyah daun koka
dan bukan pengunyah daun koka masyrakat kontemporer sebagai kontrol.
1.3 Perumusan Hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan penelitan-penelitian terdahulu dan hasil penelitian


yang diharapkan. Menurut (Loeke, Spirduso, dan Silverman, 1987; dalam Rudestam &
Newton, 1992), hipotesis yang baik harus :

a. Bebas dari kedwiartian


b. Mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih
c. Berimplikasi tes empirik.

1.4 Perumusan Hasil yang Diharapkan dan Analisis Statistik

Perumusan hasil yang diharapkan dan analisis statistik dibuat dalam proposal/usulan
penelitian. Hal ini berguna untuk mempersiapkan, memperbaiki, menambah, dan mengurangi
variabel yang akan dikumpulkan selama penelitian. Pembuatan tabel hasil yang diharapkan
membantu pengumpulan data secra optimal. Demikian pula rencana analisis statistic yang
akan dilakukan.

BAB 2 KERANGKA TULISAN ILMIAH

2.1 Judul Tulisan

Judul merupakan bagian penting tulisan karena merupakan bagian yang akan dibuat
indeks dalam katalog. Perlu diingat bahwa judul sebaiknya tidak terlalu umum, tidak terlalu
panjang, tidak mengandung singkatan, dan harus menggambarkan isi tulisan.

2.2 Nama dan Alamat Penulis

Umumnya gelar akademik dan profesi penulis tidak dicantumkan, terutama pada
jurnal-jurnal ilmiah. Kadangkala jumlah penulis lebih dari satu. Oleh karena itu dalam
mengurutkan nama penulis kita harus memperhatikan etika penulisan, yaitu penulis yang
paling banyak kontibusinya dalam penelitian dan penulisan ditempatkan di urutan pertama.

2.3 Abstrak

Menurut Day (1979), abstrak tulisan ilmiah harus (1) menyatakan tujuan utama dan skop
penelitian, (2) menerangkan bahan dan metode yang dipakai, (3) meringkas hasil, dan (4)
menyatakan kesimpulan utama.
2.4 Pengantar

Pengantar harus mengandung empat hal pokok, yaitu:

1. Sifat dan skop masalah yang akan diteliti


2. Tinjauan kepustakaan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti
3. Cara dan bahan penelitian (harus diungkapkan)
4. Hasil penelitian.

Pada pengantar, sebelum pernyataan masalah dibuat, perlu didahului dengan


consensus/konteks. Jadi, urutan yang harus ada di dalam Pengantar adalah :

1. Konsensus/konteks,
2. Masalah: kondisi yang tidak stabil,
3. Akibat kondisi yang tidak stabil,
4. Tanggapan: solusi atau janji solusi.

2.5 Permasalahan Penelitian

Pada tulisan yang panjang (misalnya tesis atau disertasi), permasalah penelitian dapat ditulis
pada bab tersendiri. Permasalahan penelitian ini merupakan penegasan kembali permasalahan
yang ditulis Pengantar, tetapi lebih diperluas dan lebin mendetail pemaparannya.

2.6 Bahan dan Cara Penelitian

Bila kita selesai melakukan penelitian dan akan mulai menulis btulisan ilmiah, bab yang
paling mudah ditulis lebih dahulu adalah Bahan dan Cara Penelitian. Selain sumber bahan
penelitian, jumlah subjek penelitian juga perlu disebutkan. Dalam bab Bahan dan Cara
Penelitian keduanya harus diuraikan secara mendetail supaya peneliti lain bisa mengulang
cara penelitian kita.

2.7 Hasil

Hasil harus benar-benar memuat hasil penelitian saja, sedangkan interpretasi dan
diskusi diletakkan pada Pembahasan. Hasil harus berisi fakta-fakta saja, yang pada prinsipnya
terdiri dari tabel, gambar, grafik (termasuk dalam gambar), ringkasan hasil, dan grafik dalam
teks. Dalam memaparkan hasil, kita sering kali harus menggunakan lambing bilangan/angka
di dalam kalimat. lambing bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis
dengan huruf kecuali jika lambing-lambang bilangan ini dipakai secara berurutan.
2.8 Pembahasan

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan Pemabahasan
seperti yang dikemukakan oleh Rudestam & Newton (1992: 123-124) :

1. Analisis data harus dipaparkan di bab Hasil.


2. Jangan mengulang atau merumuskan kembali hal-hal yang telah dikemukakan.
3. Bila terdapat kekurangan pada cara pengumpulan data, akui sebagai keterbatasan, dan
tidak perlu membla dirib dengan minta maaf.
4. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjt harus singkat.
5. Pembahsan adalah bagian tulisan yang mengutamakan kreativitas berpikir,
kemampuan berpikir secara logis, dan terfokus, serta pengembangan interpretasi.
6. Teruskan mencari dan membaca literature terbaru yang relevan untuk dibahas dalam
Pembahasan.

2.9 Kesimpulan

Dalam tilisan ilmiah yang pendek, kesimpulan sebagai subjudul acapkali tidak ada,
karena digabungkan dalam pembahasan. Bila ada kesimpulan sebagai subjudul tersendiri
pada tulisan ilmiah yang pendek, isinya harus ringkas dan menunjuk 3 sampai 5 poin penting
kesimpulan umum.

2.10 Ucapan Terima Kasih

Ucapan terima kasih harus ditulis untuk mereka (nama individu, organisasi, dan
institusi)yang telah membantu terlaksanannya penelitian dan penulisan sampai selesai.
Bantuan untuk mengumpulkan sumber data, daftar pusaka, interpretasitulisan baik oleh
individu maupun institusi dan organisasi harus dihargai dengan ucapan tterima kasih

Bab 3 Penulisan Yang Efektif: Singkat, Jelas, Tepat, Aliran Logika Lancar, Dan
Koheren

Penulisan yang efektif pada tingkat intrakalimat dan antar kalimat akan memebentuk
fundamen yang kuat bagi pembentuk paragraf yang baik. University of chicago, the little red
schoolhouse of chicago (LRS, 1995), menganjurkan jurus-jurus penulisan yang mudah
dimengerti yang kemas dalam sepeluh perintah:

1. ungkapkan tindakan penting dengan kata kerja yang tepat, bukan dengan kata benda.

2. letakkan pelaku subjek sedekat mungkin dengan kata kerja.

3. Letakkan informasi lebih singkat sebelum informasi yang panjang dan kompleks

4. pelihara integritas atau kesatuan


5. letakkan informasi yang familier dan berulang di awal kalimat.

6. letakkan informasi baru dan tidak terduga di akhir kalimat dan berilah penekanan (stress).

7. susunlah tali-tali topik untuk membentuk paparan informasi yang koheren dan konsisten

8. buatlah rancangan issue untuk setiap paragraf tulisan anda. Setiap issue harus berkaitan
dengan isi diskusi di bagian akhir paragraf sebelumnya.

9. rumuskan sentence point (maksud-maksud kalimat) yang tepat untuk setiap discourse (unit
tulisan)

10. biasakan untuk meletakkan sentence point di bagian akhir issue, jangan di bagian akhir
diskusi

 Penekanan teks (stress) : terdapat pada tingkat intrakalimat dan antarkalimat. Bagian
ini berisi informasi yang perlu/diinginkan di tekankan dan diletakkan pada akhir
kalimat
 Tali-tali topik (thematic strings): terdapat pada tingkat intrakalimat dan antar kalimat.
Istilah ini menunjuk pada topik-topik kalimat yang saling berkaitan, yang biasanya
diletakkan di awal setiap kalimat. Topik kalimat adalah hal yang menjadi topik
pembicaraan dalam kalimat, tetapi bukan ide utama.
 Issue : dalam konteks ini issue adalah bagian pendahuluan pada paragraf yang
mengantar pembaca ke masalah yang akan didiskusikan dalam paragraf tersebut. Jadi,
dalam hal ini, issue adalah tentang lokasi/letak, dan bukan tentang apa paragraf
tersebut
 Diskusi (discussion): istilah diskusi menerangkan tentang posisi/letak, yaitu pada
bagian akhir kalimat. Isinya melanjutkan informasi yang anda tulis pada bagian issue
di awal paragraf.

3.2. Jenis-Jenis Paragraf dan Pengembangannya


Menurutut Widyamartaya (1990), berdasarkan tempat dan fungsinya, paragraf dibagi
menjadi 3, yaitu paragraph pengantar, pengembang, dan penutup. Widyamartaya (1990)
juga mennyatakan bahwa dalam bentuk unit tulisan, paragraf dapat dibagi menjadi paragraph
naratif, deskriptif, ekspoditoris, dan argumentative.
Kane (1988), menyatakan bahwa paragraph ekspositoris memuat fakta-fakta, ide-ide,
dan keyakinan-keyakinan. Dari sudut pandang cara penalaran, paragraph dikategorikan
sebagai paragraf induktif, deduktif, dan induktif-deduktif. Dengan demikian, paragraph dapat
diklasifikasi berdasarkan isi, tempat, dan fungsi.
3.3. Menuangkan Gagasan Panjang: Paralelisme dan Keseimbangan
Untuk menuangkan gagasan yang kompleks. Kira dapat menggunakan struktur
kalimat yang disusun secara parallel(paralelisme) dan keseimbangan.
3.3.1. Paralelisme
Cabang-cabang kalimat ini dihubugkan dengan induk/batang kalimat dengan kata-
kata seperti: dian, atau, tetapi
Contoh:
1. Tingginya dialysis jangka panjang menimbulkan petanyaan-pertanyaan tentang
manfaatnya bagi para pasien dan kekhawatiran-kekhawatian tentang masa depan
program.
Batang : tingginya dialysis jangka panjang menimbulkan
Cabang : pertanyaan-pertanyaan tentang manfaat bagi para pasien dan
Cabang : kekhawatiran-kekhawatiran tentang masa depan program
3.3.2. keseimbangan
Keseimbangan kata-kata muncul pada posisi yang sama pada cabang-cabang
parallel dengan mempersamakan dan mengontraskan isi kaliamt

3.4. membuat argumentasi


Dalam membuat tulisan ilmiah, penulisa kerap kali dihadapkan pada keadaan harus
membuat argumentasi. Hali ini, selain menurut cara berpikir yang kritis dan sistematis, juga
memerlukan pengetahuian akan elemen-elemen yang harus ada di dalam argumentasi.
Argumentasi yang kuat harus mengandung:
1. Klaim
2. Bukti alternatif dan bukti kontradiktif
3. Garansi/justifikasi
4. Kompromi
5. Dan sumber asset.

3.5. kesinambungan Antarbab


kesinambungan antarbab diciptakan dengan memberi satu-dua kalimat yang
menyatakan isi bahasan bab sebelumnya untuk menuju ke bab berikutnya.
Kesinambungan antarbab dibangun dengan penjelasan singkat berupa satu-dua
kalimat dan, yang lebih penting, dengan tema-tema bab yang saling berkaitan. Tanpa
keterkaitan tema, keseluruhan karangan menjadi tidak koheren dan tidak menyatu, bahkan
dapat menimbulkan kesan asal “comot” dan temple saja.

BAB 4 PRESTASI LISAN DAN POSTER


Prestasi lisan dilakukan untuk: mempertahankan disertasi, mengajukan usulan
penelitian pada aplikasi dana peneliti, dan melaporkan hasil penelitian pada seminar-seminar
ilmiah. Presentasi poster dilakukan bersamaan dengan presentasi lisan dalam seminar-
seminar ilmiah. Presentasi poster memiliki keuntungan lebih dibandingakan presentasi lisan
karna lebih banyak waktu diskusi bisa digunakan oleh pemirsa yang tertarik pada hasil
penelitian kita.
4.1 presentasi Lisan
Isi presentaasi lisan harus mengandung hal-hal sebagai berikut
1. Definisi masalah atau pertanyaan pokok
2. Pernyataann tentang pentingnya masalah tersebut
3. Langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah
4. Pernyataan tentang penemuan penelitian anda
5. Pertimbangan mengenai implikasi yang lebih luas tentang oenemuan anda
6. Penyampaian yang sederhana, jelas, dan tept
7. Ucapan terimakasih kepada individu, institusi, dan sumber dana yang membantu
penelitian.
8. Lampiran daftar pustakayang anda anggap paling penting.
1.2.Presntasi Poster
Untuk membuat presentasi poster ada beberapa hal yan perlu kita
perhatikan.
1. Ukuran poster
2. Organisai
3. Ukuran huruf
4. Proporsi antar gambar, tabl dan teks
5. Gerakan mata
6. Daftar pustaka
7. Ucapan terimakasih
8. Fotokopi gambar dan grafik
Presentasi lisan dann postersama pentingnya. Kedua-duanya sama-sama memelukan
persiapaan yang baik seperti halnya menyusun tulisn ilmiah.
III.Keunggulan Buku

a.Keterkaitan antar Bab

Pada Buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Tesis karya Ir. I Made
Wirartha, M. Si tahun 2006, Keterkaitan materi antara paragraf satu dengan yang lainnya
saling berkaitan. Penyusunan materi yang rapi dan saling terkait misalnya, pada pembahasan
sub judul akan dijabarkan dan pembahasan tersebut diurutkan secara sistematis dan
logis.Bahasan dalam buku ini antara lain tahapan penyusunan usulan penelitian, skripsi dan
tesis serta metode penyusunan skripsi dan tesis. Buku ini juga menyinggung beberapa metode
yang kerap digunakan dalam penelitian bidang sosial ekonomi agrikultur.

Pada buku Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi karya Etty
Indriati, Ph.D., tahun 2006, keterkaitan antarbab dalam buku ini, terlihat pada penyampaian
materi dari bab yang satu ke bab lain yang berdekatan dan antarsubbab dalam bab yang
mencerminkan hubungan yang logis. Pembaca akan membayangkan suatu ilmu sebagai
sesuatu yang bulat utuh dan menjadi satu kesatuan. Materi yang dibahas dalam buku ini
meliputi: langkah-langkah menyiapkan bahan tulisan, cara menyusun kerangka dan isi
tulisan, penulisan kalimat dan paragrapf yang efektif serta koheren, tata cara penulisan tabel
dan penyajian gambar, serta latihan-latihan yang mendorong pembaca masuk ke dalam
praktek penulisan.

b.Kemutakhiran isi Buku

Menurut saya buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Tesis karya Ir.
I Made Wirartha, M. Si tahun 2006 sangat bagus sekali karena materi-materi yang dibahas di
buatnya dengant konsep-konsep dan kata kunci di setiap materinya yang dibahas. Isi buku
dan penjelasan dalam buku ini sudah lengkap, karena mengupas tuntas semuanya dan juga
membahasnya semua satu per satu sehingga pembaca dapat memilah-milah satu per satu dari
materi tersebut dan Buku ini cocok digunakan untuk mahasiswa sebagai panduan dan
pedoman untuk menambah pengetahuan tentang tahapan penyusunan usulan penelitian,
skripsi dan tesis serta metode penyusunan skripsi dan tesis
Dalam buku Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi karya Etty
Indriati, Ph.D., tahun 2006 memiliki teori-teori yang benar, sangat bagus dan sangat
membangun dalam memberikan wawasan yang lebih kepada si pembaca khususnya saya dan
mahasiswa di manapun Karena buku ini memiliki materi yang cukup lengkap sebagai acuan
dan pedoman dasar dalam berkarya.buku ini merupakan terbitan yang belum lama dari mulai
tahun 2001 dan bisa cepat populer dan banyak di minati karena menyajikan materi yang
sangat bagus.

IV.Kelemahan Buku

a.Keterkaitan antar Bab

Dalam buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Tesis karya Ir. I Made
Wirartha, M. Si tahun 2006 yang saya rangkum memiliki kekurang antar bab namun tidak
banyak kekurangan dari buku ini bahkan nyaris tidak ada kesalahan karena buku ini benar-
benar di susun secara teliti oleh penulis di bidangnya,jadi dari beberapa bab hanya saya
simpulkan kekurangannya menjadi satu bahasan tidak melalui penglihatan setiap bab,
kekurangannya yaitu kurangnya rangkuman sebagai inti dalam setiap bab itu, dan juga masih
kurang lebih banyak contoh lagi dalam setiap materi walaupun memang sudah ada contoh
setiap bab tetapi menurut saya masih kurang banyak dalam memberikan wawasan tentang
materinya.

Dalam buku Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi karya Etty
Indriati, Ph.D., tahun 2006, Paragraf yang tergabung dalam bab ini dinilai sudah memiliki
kegayutan yang baik dan sistematis dan logis sehingga, tidak ditemukan bagian yang tidak
berhubungan atau dengan kata lain paragraf-paragraf yang terdapat dalam buku ini sangat
berkesinambungan dengan subjudul yang membatasinya.

b.Kemutakhiran isi Buku

Dalam buku Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Tesis karya Ir. I Made
Wirartha, M. Si tahun 2006 , Pada kemutakhiran isi buku ini saya juga menganggap bahwa
buku ini sangat layak dan mutakhir untuk dipakai sebagai pedoman penulisan usulan
penelitian, skripsi dan tesis. Selain itu semua yang disajikan dalam bab ini masih ada
kaitannya dengan kemajuan teknologi untuk mengikuti perkembangan zaman modern ini.
Sedangkan pada buku Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi karya Etty
Indriati, Ph.D., tahun 2006, buku tersebut tidak memberikan dampak negatif bagi para
pembaca bahkan memberikan pelajaran yang sangat bermakna dan memberikan wawasan
positif.
V.Implikasi
a.Implikasi terhadap Teori/Konsep
Dalam kedua buku ini memiliki beberapa teori dan konsep seperti membangun dan
member wawasan lebih tentang dasar-dasar pembuatan karya ilmiah yang dapat di temukan
dalam pembelajaran setiap materi antar bab yang ada.

b.Implikasi terhadap Program Pembangunan di Indonesia/Institusi


Implikasi terhadap program pembangunan Indonesia sebenarnya lebih terkhusus
kepada penjelasan yang dibahas di dalam buku ini, yaitu membuat karya ilmiah seperti usulan
penelitian, skripsi, tesis dan disertasi. Pembahasan ini sangat berguna dalam program
pembangunan di Indonesia.
Jadi, dengan kata lain kedua buku ini sudah sangat membantu kita untuk melakukan
pemajuan pembangunan negeri kita, karena dengan mempelajari buku ini kita dapat lebih
mengerti bagaimana cara membuat karya ilmiah seperti usulan penelitian, skripsi, tesis dan
disertasi, dan dapat lebih mudah mengaplikasikannya dalam berbagai hal untuk
menyelesaikan tugas-tugas.
c.Analisis Mahasiswa (posisi kritis mahasiswa)
Kedua Buku ini sangat bermanfaat untuk dapat mempelajari bagaimana cara membuat karya
ilmiah seperti usulan penelitian, skripsi, tesis dan disertasi, karena dengan membaca kedua
buku ini kita dapat memahami dan mengerti bagaimana membuat karya ilmiah seperti usulan
penelitian, skripsi, tesis dan disertasi. dalam kedua buku tersebut menjelaskan secara rinci
mengenai bagaimana cara membuat karya ilmiah seperti usulan penelitian, skripsi, tesis dan
disertasi . Penyajian materi juga memuat contoh , dan refleksi untuk para pembaca. Kedua
buku tersebut juga memberikan informasi cara cepat dalam menyususn sebuah karya ilmiah
sehingga memudahkan para pelajar untuk menyelesaikan tugas akhirnya.
VI.Simpulan dan Saran

Berdasarkan persamaan dan perbedaan dari duah buku di atas dapat kita ketahui
bahwa buku I lebih bagus dan lebih baik digunakan dalam proses belajar dan pembelajaran,
sebab buku I memiliki pembahasan yang lebih rinci dan jelas, sehingga para pembaca dapat
memahami bagaimana cara penulisan karya ilmiah secara baik. Akan tetapi, bukan berarti
buku II tidak bagus digunakan untuk lebih mendalami penulisan karya ilmiah . Serta materi
yang disampaikan oleh buku I lebih lengkap dibandingkan buku II. Sedangkan buku I tidak
secara lengkap menyampaikan pembahasan materi mengenai Menulis Karya Ilmiah Artikel,
Skripsi, Tesis dan Disertasi.
Saran dari saya yaitu untuk lebih memahami penulisan karya ilmiah sebaiknya dan
seharusnya menggunakan dua buah buku atau lebih sehingga kita dapat lebih dalam lagi ilmu
dan wawasan kita mengenai bagaimana penulisan karya ilmiah seperti Artikel, Skripsi, Tesis
dan Disertasi.
Daftar Pustaka/Bibliografi

 Made Wirartha, I .Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi dan Tesis.


Yogyakarta.2006
 Indriati ,Etty. Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi.
Jakarta.2006