Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ketika kita membahas tentang komunikasi dan pendidikan, tentunya kita

dapat mengatakan bahwa tanpa adanya komunikasi maka pendidikan tidak

akan dapat berjalan dengan baik. Dengan adanya komunikasi maka seorang

pengajar/ guru dapat menyampaikan informasi yang akan diberikan kepada

siswanya (tentunya informasi tersebut akan menambah pengetahuan para

siswa). Namun, ada kalanya kita tidak begitu memperhatikan masalah

komunikasi khususnya dalam dunia pendidikan. Seorang guru hendaknya

mengetahui fungsi dari komunikasi pendidikan, dengan memahami fungsinya

maka seorang guru akan berusahan menggunakan komunikasi yang baik

dalam proses belajar mengajar agar apa yang ingin disampaikannya, dapat

tersampaikan pada para siswa dan mendapatkan respon yang baik, sesuai

dengan apa yang diharapkan. Oleh karena itu sangat penting bagi kita para

calon guru untuk membahas masalah komunikasi dalam pendidikan ini.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan komunikasi?

2. Bagaimanakah komunikasi di dalam pendidikan?

3. Apa sajakah macam-macam tipe komunikasi?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu:

1. Agar kita dapat menjelaskan pengertian komunikasi.


2

2. Agar kita dapat dapat menjelaskan keterkaitan antara Komunikasi dan

pendidikan.

3. Agar kita dapat menjelaskan macam-macam tipe komunikasi.


3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau

pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan

yang dimaksud dapat dimengerti. Berikut ini beberapa pengertian dari

komunikasi:

1. Komunikasi adalah kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas,

manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat (D.B. Curtis, 1992)

2. Menurut J.A Devito (1997), komunikasi merupakan suatu tindakan oleh

satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang

terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai

pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.

3. Menurut B. S. Wibowo komunkasi merupakan aktifitas menyampaikan

apa yang ada dipikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan yang ingin

kita sampaikan pada orang lain. Atau sebagai seni mempengaruhi orang

lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan.

Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang

terlibat yaitu komunikator yaitu orang atau kelompok orang yang

menyampaikan informasi atau pesan dan Komunikan orang atau kelompok

orang yang menerima pesan. Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator


4

atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu cakap,

pengetahuan, sikap, sistem social, dan kondisi lahiriah.

2.2 Komunikasi dalam Pendidikan

Bidang pendidikan tidak bisa berjalan tanpa dukungan komunikasi,

bahkan pendidikan hanya bisa berjalan melalui komunikasi (Jourdan,

1984:74) atau, dengan kata lain tidak ada perilaku pendidikan yang tidak

dilahirkan oleh komunikasi. Bagaimana mungkin mendidik manusia tanpa

berkomunikasi, mengajar orang tanpa berkomunikasi, atau memberi kuliah

tanpa bicara. Sudah disepakati juga bahwa fungsi umum komunikasi ialah

informatif, edukatif, persuasif, dan rekreatif (entertainment) (Effendy,

1981:26). Maksudnya secara singkat ialah komunikasi berfungsi memberi

keterangan, memberi data atau fakta yang berguna bagi segala aspek

kehidupan manusia. Di samping itu, komunikasi juga berfungsi, mendidiki

masyarakat, mendidik setiap orang dalam menuju pencapaian kedewasaan

bermandiri. Seseorang bisa banyak tahu karena banyak mendengar, banyak

membaca dan banyak berkomunikasi. Berikutnya adalah fungsi persuasif,

maksudnya ialah bahwa komunikasi sanggup “membujuk” orang untuk

berperilaku sesuai dengan kehendak yang diinginkan oleh komunikator.

Seorang anak kecil bisa berhenti menangis setelah dibujuk oleh ibunya

(dengan komunikasi) bahwa anak yang suka menangis akan menjadi anak

bodoh, misalnya. Sedangkan yang terakhir ialah fungsi hiburan. Ia dapat

menghibur orang pada saat yang memungkinkan. Mendengarkan dongeng,


5

membaca bacaan ringan, adalah contohnya. Berikut ini beberapa fungsi

komunikasi (komunikasi disertai media) dalam pendidikan:

1. Memberikan Pengetahuan Tentang Tujuan Belajar

Pada permulaan pembelajaran, siswa perlu diberi tahu tentang

pengetahuan yang akan diperolehnya atau keterampilan yang akan

dipelajarinya. Kepada siswa harus dipertunjukkan apa yang diharapkan

darinya, apa yang harus dapat ia lakukan untuk menunjukkan bahwa ia telah

menguasai bahan pelajaran dan tingkat kesulitan yang diharapkan. Untuk

pembelajaran dalam kawasan perilaku psikomotor atau kognitif, media visual

khususnya yang menampilkan gerak dapat mempertunjukkan kinerja

(performance) yang harus dipelajari siswa. Dengan demikian dapat menjadi

model perilaku yang diharapkan dapat dipertunjukkannya pada akhir

pembelajaran.

2. Memotivasi Siswa

Salah satu peran yang umum dari media komunikasi adalah

memotivasi siswa. Tanpa motivasi, sangat mungkin pembelajaran tidak

menghasilkan belajar. Usaha untuk memotivasi siswa seringkali dilakukan

dengan menggambarkan sejelas mungkin keadaan di masa depan, dimana

siswa perlu menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Jika siswa

menjadi yakin tentang relevansi pembelajaran dengan kebutuhannya di masa

depan, ia akan termotivasi mengikuti pembelajaran. Media yang sesuai untuk

menggambarkan keadaan masa depan adalah media yang dapat menunjukkan

sesuatu atau menceritakan (tell) hal tersebut. Bila teknik bermain peran
6

digunakan (seperti lawak atau drama), pengalaman yang dirasakan siswa akan

lebih kuat. Film juga seringkali diproduksi dan digunakan untuk tujuan

motivasi dengan cara yang lebih alami.

3. Menguatkan Belajar

Penguatan seringkali disamakan dengan motivasi, atau digolongkan

dalam motivasi. Penguatan adalah kepuasan yang dihasilkan dari belajar,

dimana cenderung meningkatkan kemungkinan siswa merespon dengan

tingkah laku yang diharapkan, setelah diberikan stimulus. Penguatan paling

efektif diberikan beberapa saat setelah respon diberikan. Jenis penguatan

yang umum digunakan adalah pengetahuan tentang hasil (knowledge of

results). Suatu program media menyajikan pertanyaan kepada siswa,

kemudian siswa menyusun jawabannya atau memilih dari beberapa

kemungkinan jawaban. Setelah siswa menentukan jawabannya, ia sangat

termotivasi untuk segera mengetahui jawaban yang benar. Jika siswa

mengetahui bahwa jawabannya benar, maka ia dikuatkan. Bahkan jika siswa

tahu jawabannya salah, namun jika ditunjukkan seberapa dekat jawabannya

mendekati kebenaran, maka hal tersebut juga merupakan penguatan. Media

apapun yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi juga mampu

menyajikan pertanyaan dan merangsang siswa untuk menjawab. Media

apapun yang mampu melakukan fungsi ini, ia juga dirancang untuk

memberikan jawaban benar terhadap pertanyaan kognitif, segera setelah

siswa diberi kesempatan menjawab, sehingga dimungkinkan untuk


7

membandingkan dan memperoleh pengetahuan tentang hasil sesegera

mungkin.

2.3 Macam-macam Tipe Komunikasi

Klasifikasi tipe atau bentuk komunikasi di kalangan para pakar

berbeda satu sama lainnya. Klasifikasi itu didasarkan atas sudut pandang

masing-masing para pakar menurut pengalaman dan bidang studinya.

Kelompok sarjana komunikasi Amerika yang menulis buku Human

Communication (1980) membagi komunikasi atas lima macam tipe, yakni

Komuniasi Antarpribadi (Interpersonal Communication), Komunikasi

Kelompok Kecil (Small Group Communication), Komunikasi Organisasi

(Organizational Communication), Komunisasi Massa (Mass Communication)

dan Komunikasi Publik (Public Communication).

Joseph A. Devito seorang professor komunikasi di City University of

New York dalam bukunya Communicology (1982) membagi konikasi atas

empat macam, yakni Komunikasi Antarpribadi, Komunikasi Kelompok

Kecil, Komunikasi Publik, dan Komunikasi Massa.

R. Wayne Pace dengan teman-temannya dari Brigham Young

University dalam bukunya Techniques for Effective Communication (1979)

membagi komunikasi atas tiga tipe, yakni komunikasi dengan diri sendiri,

komunikasi antarpribadi, serta komunikasi khalayak.

Beberapa sarjana komunikasi aliran Eropa hanya membagi

komunikasi atas dua macam, yakni komunikasi massa dan komunikasi social.
8

Memperhatikan pandangan para pakar di atas, tipe komunikasi yang

akan dibahas pada kesempatan ini dibagi atas empat macam tipe, yakni

komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antarpribadi, komunikasi public,

dan komunikasi massa.

1. Komunikasi dengan Diri Sendiri (Interpersonal Communication)

Komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi

dalam diri individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri

sendiri. Terjadi proses komunikasi di sini karena adanya seseorang yang

member arti terhadap sesuatu objek yang diamatinya dalam pikirannya. Objek

dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda, kejadian alam, peristiwa,

pengalaman, fakta yang mengandung arti bagi manusia, baik terjadi di luar

maupun di dalam diri seseorang.

Dalam proses pengambilan keputusan, sering kali seseorang

dihadapkan pada pilihan ya atau tidak. Keadaan semacam ini membawa

seseorang pada situasi berkomunikasi dengan diri sendiri, terutama dalam

mempertimbangkan untung ruginya sesuatu keputusan yang akan diambil.

Cara ini hanya bisa dilakukan dengan metode komunikasi interpersonal atau

komunikasi dengan diri sendiri.

2. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)

Komunikasi antarpribadi yang dimaksud di sini ialah proses

komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka,

seperti yang dinyatakan R. Wayne Pace (1979) bahwa “interpersonal


9

communication is communication involving two people in a face to face

setting.”

Menurut sifatnya komunikasi antarpribadi dapat dibedakan atas dua

macam, yakni Komunikasi Diadik (Dyadic Communication) dan Komunikasi

Kelompok Kecil (Small Group Communication).

Komunikasi diadik adalah proses komunikasi yang berlangsung antara

dua orang dalam situasi tatap muka. Komunikasi diadik menurut Pace dapat

dilakukan dalam tiga bentuk, yakni percakapan dialog, dan wawancara.

Komunikasi kelompok kecil ialah proses komunikasi yang berlangsung antara

tiga orang atau lebih secara tatap muka, di mana anggota-anggotanya saling

berinteraksi satu sama lain.

Sebenarnya untuk member batasan pengertian terhadap konsep

komunikasi antarpribadi tidak begitu mudah. Hal ini disebabkan adanya pihak

yang member definisi komunikasi antarpribadi sebagai proses komunikasi

yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka. Namun,

dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi seperti telepon

selular, e-mail (internet), orang mulai mempertanyakan apakah komunikasi

yang menggunakan alat elektronik seperti itu, masih dapat dikategorikan

sebagai proses komunikasi antarpribadi sekalipun tanpa situasi tatap muka.

Menurut Everett M. Rogers, proses komunikasi yang menggunakan

telepon kurang kena bila digolongkan sebagai komunikasi massa atau

komunikasi antarpribadi. Tetapi sarjana komunikasi Amerika lainnya Mc-

Croskey memasukkan peralatan komunikasi yang menggunakan gelombang


10

udara dan cahaya seperti halnya telepon dan telex sebagai saluran komunikasi

antarpribadi. Sebab itu muncul kelompok yang lebih senang memakai istilah

komunikasi antarpribadi yang beralat (memakai media mekanik) dan

komunikasi antarpribadi yang tidak beralat (berlangsung secara tatap muka).

3. Komunikasi Publik (Public Communication)

Komunikasi public biasa disebut komunikasi pidato, komunikasi

kolektif, komunikasi retorika, public speaking dan komunikasi khayal

(audience communication). Ada pun namanya, komunikasi public

menunjukkan suastu proses komunikasi di mana pesan-pesan disampaikan

oleh pembicara dalam siatuasi tatap muka di depan khalayak yang lebih

besar. Komunikasi public memiliki cirri komunikasi interpersonal (pribadi),

karena berlangsung secara tatap muka, tetapi terdapat bebrapa perbedaan

yang cukup mendasar sehingga memiliki cirri-ciri masing-masing.

Dalam komukasi public penyampaian pesan berlangsung secara

kontinu. Dapat diidentifikasi siapa yang berbicara dan siapa pendengar.

Interaksi antara sumber dan penerima sangat terbatas., sehingga tanggapan

balik juga terbatas. Hal ini disebabkan karena waktu yang digunakan sangat

terbatas, dan jumlah khalayak sangat besar. Sumber sering kali tidak dapat

mengidentifikasi satu-per satu pendengarnya.

Ciri lain yang dimiliki komunikasi public bahwa pesan yang

disampaikan itu tidak berlangsung secara spontanitas, tetapi terencana dan

dipersiapkan lebih awal. Tipe komunikasi public biasanya ditemui dalam


11

berbagai aktivitas seperti kuliah umum, khotbah, rapat akbar, pengarahan,

ceramah, dan semacamnya.

4. Komunikasi Massa (Mass Communication)

Terdapat berbagai macam pendapat tentang pengertian komunikasi

massa. Ada yang menilai dari segmen khalayaknya, dari segi medianya dan

ada pula dari sifat pesannya.

Komunikasi massa dapat diidentifikasi sebagai proses komunikasi

yang berlangsung di mana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga

kepada khalayak yang sifatnya missal melalui alat-alat yang bersifat mekanis

seperti radio, televise, surat kabar dan film.

Ciri lain yang dimiliki komunikasi massa, ialah sumber dan penerima

dihubungkan oleh saluran yang telah diproses secara mekanik. Sumber juga

merupakan suatu lembaga atau intuisi yang terdiri dari banyak orang,

misalnya reporter, penyiar, editor, teknisi dsb. Oleh karena itu proses

penyampaian pesannya lebih formal, terencana (dipersiapkan lebih awal),

terkendali oleh oleh redaktur dan lebih rumit, dengan kata lain melembaga.
12

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan tersebut kita ketahui bahwa antara komunikasi dan

pendidikan sangat erat kaitannya. Dimana komunikasi adalah proses

pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih

dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Di

dalam pendidikan pun ada informasi yang hendak disamapaikan para

pendidik kepada para peserta didik, tentunya informasi tersebut dapat

tersampaikan melalui komunikasi. Dan dari pembahasan ini pula kita ketahui

bahwa ada berbagai macam tipe komunikasi, mulai dari komunikasi dengan

diri sendiri sampai kepada komunikasi massa.

3.2 Saran

Setelah membahas materi tentang komunikasi pendidikan tentunya

sedikit banyak ada hal-hal yang kita dapatkan dari pembahasan ini, namun

dalam memahami materi komunikasi pendidikan ini kita tidak hanya berhenti

sampai di sini karena akan lebih banyak lagi yang kita dapatkan (menyangkut

hal ini) jika memiliki kemauan yang besar untuk meningkatkan hasil

pembelajaran.