Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................................2

DAFTAR ISI..........................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN.

1.1LATAR BELAKANG.........................................................................................4.

I.2.TUJUAN..............................................................................................................4

I.3 PERUMUSAN MASALAH................................................................................4

BAB II KAJIAN PUSTAH

II.1.TEORI INTELEGENSI YANG DI KEMUKAKAN THURSTONE................5

BAB III PEMBAHASAN.

III.1.INTELEGENSI...................................................................................................6

III.2.PENDAPAT PARA AHLI TENTANG INTELEGENSI...................................7

III.3.KOGNITIF............................................................................................................9

III.4.PERAN SERTA ORANG TUA..........................................................................10.

BAB IV PENUTUP

IV.1 KESIMPULAN..................................................................................................11

IV.2 SARAN.............................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................12

1
BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATARBELAKANG

Kepandain sering kali diartikan angka rapor yang tingg apalagi kalau masuk “ranking’
10 besar.tetapi baik-buruknya angka rapor tidak selalu disebabkan oleh kepandaian(yang
bahasa psikologinya dinamakan,intelegensi),karena hal tersebut tergantung juga pada
beberapa faktor lain,seperti cara gur mengajar,lingkungan sekolah,hasrat belajar anak dan
kreativitas yang lain.

Intelegensi itu sendiri oleh david wechsler(1958)didefenisikan sebagai’keseluruhan


kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secarah terarah serta mengolah dan
menguasai lingkungan secara efektif’”jadi intelegensi itu memeng mengandung unsur rasio

I.2 TUJUAN

1.Mengetahui apa tu intelegensi?

2.mengetahu pendapat para ahli tentang intelegensi

3.mengetahui kognitif

4.mengetahui peran serta orang tua

I.3 PERUMUSAN MASALAH

Dari perumusan latar belakang dapat beberapa perumusan masalah,yaitu:

2
1 apa pengertian intelegensi

2.apa pendapat beberapa ahli tentang intelegensi

3.apa pengertian kognitif

4.apa peran serta orang tua

BAB II. KAJIAN TEORI

1. Teori intelegensi yang di kemukakan oleh thrustone,yang sedang popule akhi-akhir


ini adalah teori tentang multiple intellegence9kecerdasan ganda).teori yang di ajukan
oleh howard gardner(1993-1999)ini dinyatakan bahwa intelegensi itu bukan
satu,melaikan 7 atau 8 macam.jenis-jenis inteligensi yang di maksud adalah:
 Bodily kinesthetic:kecerdasan yang terkait dengan gerakan anggota tubuh.
 Interpersonal:kecerdasan yang terkait dengan hubungan dengan orang lain.pekek
terhadap perasaan,sifat,motivasi orang lain.mampu bekerja sama dengan orang lain
dan jadi bagian dari kelompok .bisa bekomukasi dengan efektif dan mudah berempati.
 Verbal-lingustic:kemampuan yang berkaitan dengan kata-kata lisan maupun
tulisan.mahir dalam menulis,becerita,membaca,maupun menghafalkalimat-kalimat.
 Logical –mhatematical:bidang ini menyakut logika ,penggunaan akal,kemampuan
abstraksi dan angka.bukan hanya pelajaran matimatikadan ilmu pengetahuan
alam,namun juga dalam merancang penelitian,dan pengembangan komputer.
 Intrapersonal: kemapuan utama adalah intropeksi diri dan refleksi diri.orang
berintelegensi intrapersonal yang biasanya tergolong introvert,mereka paham tentang
dirinnya dan mengenali keunikan dirinya dibandingkan orang lain.dan mereka mampu
meramalkan emosinya.
 Visual-spatial: terkait dengan kemampuan yang tinggi dalam mengambil keputusan
dalam bidang penglihatan dan ruang (space).memory visualnya sangat kuat dan
mereka mahir memainkan memory itu menjadi sesuatu yang baru indah dan artistik.

3
 Musical:kecerdasan musikal terkait dengan irama,musik,nada dan pendengaran
 Naturalistic:jenis intelegensi ini merupakan pengembangan setelah 1997(gardner
1999),jadi tidak berpendapat dalam teori gadner sebelumnya (1993).walupun kurang
banyak sependapat s3dan mengkritik lebih condong kepada minat,bukan
intelegensi,namun namun bnyak juga beranggapan bahwa kecerdasan naturalistik ada
dan erdiri sendiri.kaitan dengan intelegensi ini adalah alam,baik pengenalan maupun
pemeliharaan al
Teori intelegensi yang meninjau ari sudut perkembangan di kemukakan oleh jean
piaget(1896-1980)piaget berpendapat bahwa setiap orang mempunyai sistem
kognisinya.sistem pengaturan ini terdapat sepanjang hidup seseorang dan
berkembang sesuai dengan dengan aspek-aspek kognitif,yaitu:
 Kematangan,yang merupakan perkembangan susunan syaraf,sehingga fungsi-
fungsiindra menjadi lebih sempurna
 Pengalaman,yaitu hubungan timbal-balik denga lingkungannya
 Tranmisi sosial,yaitu hbungan timbal-balik dengan lingkungan sosial antara
lain melali pengasuhan dan pendidikan
 Ekulibrasi,yaitu sistem pengaturan dalam diri anak itu sendiri yang mampu
mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap
lingkunganny.(gunarsa1982)

4
BAB III PEMBAHASAN

III.1 Perkembangan Intelegensi

Hampir semua orang tua mengharapkan anaknya pandai di sekolah.merekan yang


mampu anaknya menjadi sarjana,seakan-akan dengan modal kepandaian seseorang di jamin
akan berhasil dalam hidupnya.

Kepandain sering kali diartikan angka rapor yang tingg apalagi kalau masuk “ranking’ 10
besar.tetapi baik-buruknya angka rapor tidak selalu disebabkan oleh kepandaian(yang bahasa
psikologinya dinamakan,intelegensi),karena hal tersebut tergantung juga pada beberapa
faktor lain,seperti cara gur mengajar,lingkungan sekolah,hasrat belajar anak dan kreativitas
yang lain.

Intelegensi itu sendiri oleh david wechsler(1958)didefenisikan sebagai’keseluruhan


kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secarah terarah serta mengolah dan
menguasai lingkungan secara efektif’”jadi intelegensi itu memeng mengandung unsur rasio
yang harus di gunakan dalam suatu tindakan atau tingkah laku,makin berintelegensi tingkah
laku tersebut.

Ukuran intelegensi dinyatakan dalam IQ (Intellgence quotient).diantara berbagai skala IQ


yang di ajukan oleh berbagai ahki,yang paling banyak digunakan adalah skala wechsler dan
bellevue9sarwono,1986:72-73).mereka menyatakan bahwa kalau semua orang diukur
intelegensinya, maka akan dapat orang-orang yang sangat pandai sama banyaknya dengan

5
orang-orang yang terbelakang.orang-orang superior sama banyaknya dengan orang-orang
yang tergolong perbatasasan(boeder line).sedangkan yang terbanyak adalah orang-orang yang
tergolong intelegensi rata-rata.

III,2 Pendapat para ahli tentang intelegensi.

2. General factor ini lah yang di ukur dengan IQ disebut.dengan demikian orang ber IQ
120 ,misalnya ,akan berpenampilan sama dengan IQ 120 juga. Kalau ada perbedaan
maka itu disebabkan oleh fakto-faktor lain diluar intelegensi seperti
minat,pengalaman, sikap, dan sebagainya.

Akan tetapi tidak semua para ahli menerima G-factor tersebut,spearman


misalnya,menyatakan bahwa disamping G-factor ada juga S-factor(special factor atau
faktor khusus0di dalam intelegensi itu sendiri .S-factor ini lah yang menyebabkan
orang-orang yang berIQ sama,namun penampilanya berbeda .sama-sama berIQ120
,misalnya,orang yang lebih terampil dalam angka-angka sehingga ia menjadi ahli
matimatika,sedangkan yang lebih pasif dalam kemampuan lisan seingga ia menjadi
ahli bahasa.(sarwono,1986)

3. Sebagai sarjana yang lain,seperti I.L Thurstone(1887-1955),mengatakan bahwa factor


umum itu tidak ada.yang ada hanya sekelompok factor khusus yang olehnya diberi
nama kemampuan mental primer(primary mental abilites)yang terdiri dari tujuh
faktor,yaitu pengertian lisan(verbal comprehension),kemampuan angka-
angka(numerical abilty)penglihatan keruangan(special visualization),kemampuan
mengindar(perceptual alibty),ingatan(memory),penalaran(reasoning),dan kelancaran
kata-kata (word fluency)(sarwono 1986:106)
4. Seorang ahli lain bernama G.E Thomson(1881-1955),bahkan juga tidak setujuh
dengan faktor-faktor yang disebut kan oleh thurstone itu.ia berpendapat bahwa faktor
umum dalam inelegensi tidak ada dan faktor-faktor kemampuan mental primer yang
ada hanyalah sejumlah faktor khusus yang berbeda-beda dari orang ke orang dan dari
waktu ke waktu pada orang yang sama.
5. Teori intelegensi yang di kemukakan oleh thrustone,yang sedang popule akhi-akhir
ini adalah teori tentang multiple intellegence9kecerdasan ganda).teori yang di ajukan
oleh howard gardner(1993-1999)ini dinyatakan bahwa intelegensi itu bukan
satu,melaikan 7 atau 8 macam.jenis-jenis inteligensi yang di maksud adalah:
 Bodily kinesthetic:kecerdasan yang terkait dengan gerakan anggota tubuh.

6
 Interpersonal:kecerdasan yang terkait dengan hubungan dengan orang lain.pekek
terhadap perasaan,sifat,motivasi orang lain.mampu bekerja sama dengan orang lain
dan jadi bagian dari kelompok .bisa bekomukasi dengan efektif dan mudah berempati.
 Verbal-lingustic:kemampuan yang berkaitan dengan kata-kata lisan maupun
tulisan.mahir dalam menulis,becerita,membaca,maupun menghafalkalimat-kalimat.
 Logical –mhatematical:bidang ini menyakut logika ,penggunaan akal,kemampuan
abstraksi dan angka.bukan hanya pelajaran matimatikadan ilmu pengetahuan
alam,namun juga dalam merancang penelitian,dan pengembangan komputer.
 Intrapersonal: kemapuan utama adalah intropeksi diri dan refleksi diri.orang
berintelegensi intrapersonal yang biasanya tergolong introvert,mereka paham tentang
dirinnya dan mengenali keunikan dirinya dibandingkan orang lain.dan mereka mampu
meramalkan emosinya.
 Visual-spatial: terkait dengan kemampuan yang tinggi dalam mengambil keputusan
dalam bidang penglihatan dan ruang (space).memory visualnya sangat kuat dan
mereka mahir memainkan memory itu menjadi sesuatu yang baru indah dan artistik.
 Musical:kecerdasan musikal terkait dengan irama,musik,nada dan pendengaran
 Naturalistic:jenis intelegensi ini merupakan pengembangan setelah 1997(gardner
1999),jadi tidak berpendapat dalam teori gadner sebelumnya (1993).walupun kurang
banyak sependapat s3dan mengkritik lebih condong kepada minat,bukan
intelegensi,namun namun bnyak juga beranggapan bahwa kecerdasan naturalistik ada
dan erdiri sendiri.kaitan dengan intelegensi ini adalah alam,baik pengenalan maupun
pemeliharaan al
Teori intelegensi yang meninjau ari sudut perkembangan di kemukakan oleh jean
piaget(1896-1980)piaget berpendapat bahwa setiap orang mempunyai sistem
kognisinya.sistem pengaturan ini terdapat sepanjang hidup seseorang dan
berkembang sesuai dengan dengan aspek-aspek kognitif,yaitu:
 Kematangan,yang merupakan perkembangan susunan syaraf,sehingga fungsi-
fungsiindra menjadi lebih sempurna
 Pengalaman,yaitu hubungan timbal-balik denga lingkungannya
 Tranmisi sosial,yaitu hbungan timbal-balik dengan lingkungan sosial antara
lain melali pengasuhan dan pendidikan

7
 Ekulibrasi,yaitu sistem pengaturan dalam diri anak itu sendiri yang mampu
mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap
lingkunganny.(gunarsa1982)

III.3 KOGNITIF

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan ddengan penguasaan ilmu


pengetahuan dan teknologi.kemampuan kognitif menggambarkan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi tiap-tiap orang.pada dasarnya kemampuan kognitif merupakan
hasil belajar ,sebagaiman di ketahui bahwa hasil belajar merupakan perbaduan antara faktor
pembawaann dan lingkungan(faktor dasar dan ajar).Faktor dasar yang berpengaruh menonjol
pada kemampuan kognitif dapat dibedakan dalam bentuk lingkungan alamiah dan lingkungan
yang dibuat. Proses belajar mengajar adalah upaya menciptakan lingkungan yang bernilai
positif, diatur dan direncacakan untuk mengembangkan faktor dasar yang telah dimiliki oleh
anak. Tingkat kemampuan kognitif tergambar pada hasil belajar yang diukur dengan teks
hasil belajar.

Tes hasil belajar menghasilkan nilai kemampuan kognitif yang bervariasi. Variasi nilai
tersebut menggambarkan perbedaan kemampuan kognitif tiap-tiap individu.Dengan demikian
pengukuran kemampuan kognitif dapat dilakukuan dengan tes kemampuan belajar atau tes
hasil belajar.Tes hasil belajar yang digunakan hendaknya memenuhi persyaratan sebagai test
yang baik,yaitu bahwa test tersebut harus bersih (Valid) dan andal (reliable). Jika persyaratan
test tersebut dipenuhi maka variasi nilai kemampuan kognitif yang dihasilkan dengan test
tersebut akan membentuk sebuah kurva normal.

Inteligensi(kecerdasan) sangat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang.


Dikatakan bahwa antara kecerdasan dan nilai kemampuan kognitif berkolerasi tinggi dan
positif,semakin tinggi nilai kecerdasan seseorang semakin tinggi kemampuan kognitifnya.
Uraian tentang perkembangan kecerdasan(intelegensi)manusia akan disajikan dibagian lain.

III.4 PERAN ORANG TUA

Peran serta orang tua mendorong keinginan sang anak,dengan memenuhui keinginan sang
anak selagi masih di jalan yang positif,peran orang tua sangat membentu perkembnagan
intelktual sang anak. Serta orang tua juga harus memberikan pengajaran kepada anak-anak
nya sesuai dengan tingkat intelektual anak tersebut, dengan tidak memaksakan keinginan
orang tua.

8
BAB IV.KESIMPUULAN DAN SARAN

IV.1 KESIMPULAN

sebagai’keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secarah terarah serta
mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif’”jadi intelegensi itu memeng
mengandung unsur rasio yang harus di gunakan dalam suatu tindakan atau tingkah
laku,makin berintelegensi tingkah laku tersebut.

IV SARAN

Orang tua daan guru harus cermat mengamati kemampuan anaknya.jangan memaksakan anak
untuk mendapatkan nilai 100 pada pelajaran matimatik ,jika kecerdasan utamanya adalah
musik atau seni rupa,jadi pendidikan anak,khususnya remaja harus berrorientasi pada
kemampuan anak,bukan keinginan orang tua atau kurikulum yang digariskan secara umum

9
DAFTAR PUSTAKA

1.Sarlito W Sarwono,1988,psikologi remaja, jakarta

2.prof.Dr.h.sunarto dan Dra.Ny.B.Agung hartono,1955,perkembangan peserta didik

10