Anda di halaman 1dari 3

1.

Komponen utama dari rubber dam:


a. Rubber dam Sheet : berbentuk lembaran - lembaran tipis, tahan robekan, melekat erat
di permukaan gigi serta meretraksi jaringan gingiva dengan baik. Terdiri dari warna
hijau, warna biru, warna putih, warna kuning, warna ungu, warna merah muda dan
warna hitam. Namun umumnya dokter gigi memilih warna gelap sehingga kontras
dengan warna gigi.
Rubber sheeth tersedia dengan berbagai ketebalan antara lain ukuran tipis (0,12 mm -
0,17 mm), ukuran sedang (0,17 mm - 0,22 mm), ukuran tebal (0,22 mm - 0,27 mm),
ukuran extra tebal (0,27 mm - 0,33 mm), serta ukuran spesial tebal (0,33 mm - 0,38
mm).
b. Dam Clamp : Merupakan sebuah alat logam yang terbuat dari kromium atau nikel
berlapis baja yang sesuai dengan servikal gigi. Dam clamp digunakan untuk
menstabilkan dan mengamankan rubber dam sheet serta meretraksi gingiva selama
prosedur operatif.
c. Dam forcep : suatu instrumen untuk meletakkan, mengatur dan melepaskan dam
clamp. Desain dam forcep yang dipakai salah satunya mempunyai paruh memanjang.
Bertujuan untuk mengontrol pemasangan clamp dengan baik, memberikan tekanan
yang lebih besar ke arah akar gigi pada sulkus gingiva saat meletakkan clamp,
menyediakan lebih banyak kebebasan gerak dalam meletakkan bagian depan atau
belakang clamp.
d. Dam frame : terbuat dari bahan logam dan plastik dengan berbagai ukuran, berguna
untuk menahan dan meregangkan material karet. Dam frame yang digunakan
sebaiknya ringan, memberikan kenyamanan di mulut pasien, bersifat radiolusen dan
tidak memerlukan pelepasan ketika mengambil radiografi.
2. Tahapan awal persiapan sebelum dipasang rubber dam
 Sebelum penempatan rubber dam, diawali dengan menjelaskan kepada pasien
tentang apa yang akan dilakukan.
 Setelah itu, gigi - geligi pasien dibersihkan dari plak, debris, sisa makanan ataupun
kalkulus.
 Titik kontak interproksimal diperiksa dengan melewatkan dental flos untuk
mendeteksi sudut - sudut tajam, jika ditemukan maka permukaanya dihaluskan,
sehingga tidak menggangu pada waktu penggunaan rubber dam dan perawatan
 Pemilihan dam clamp, clamp yang dipilih mempunyai titik kontak yang baik di
interdental dan terletak pada posisi yang stabil. Untuk mencegah tertelan atau
teraspirasinya clamp saat terlepas, maka ikatkan dental floss ke busur clamp untuk
menambah retensi pada gigi.
3. Prosedur pemasangan rubber dam
1. Pilih clamps yang sesuai untuk gigi pasien dan dicobakan.
2. Memasang rubber sheet ke frame.
3. Beri tanda pada rubber sheet sesuai letak gigi yang akan dirawat.
4. Lubangi rubber sheet yang telah diberi tanda letak gigi.
5. Pasang rubber sheet dengan bantuan dental floss.
6. Pasang clamps pada gigi yang akan dirawat.

SSC
1. Macam macam alat yang digunakan dalam pemasangan SSC
 Mahkota SSC
 tang SSC,
 gunting,
 Diamond bur
 kaca mulut,
 eskavator,
 pinset
2. Tahapan kerja pemasangan SSC
1. Pemilihan ukuran stainless steel crown
Pemilihan stainless steel crown yang tepat akan membantu menghasilkan stainless
steel crown yang mampu menutupi seluruh daerah yang dipreparasi dan mempunyai
retensi yang baik. Pemilihan ini dilakukan sebelum stainless steel crown dipotong
dandisesuaikan konturnya.
2. Preparasi gigi
Preparasi gigi sulung, pengambilan jaringan dilakukan seminimal mungkin, selain itu
morfologi asli mahkota gigi harus tetap dipertahankan. Tujuan dari preparasi adalah
untuk menghilangkan titik kontak dengan gigi tetangga dan gigi antagonis sehingga
SSC dapat dipasangkan.
a) Pertama-tama dilakukan anastesi pada region yang akan dipreparasi, dilanjutkan
dengan pemasangan rubber dam untuk isolasi dan oklusi di evaluasi untuk
mengetahui bagian-bagian insisal yang harus dikurangi.
b) Pembuangan seluruh jaringan karies dengan round bur atau dengan ekscavator.
c) Pengurangan permukaan oklusal pada fisur-fisur yang dalam, sehingga nantinya
SSC sesuai dengan panjang gigi. Menggunakan tapered diamond bur
d) Mengurangi bagian proksimal. Sebelumnya gigi tetangganya harus dilindungi
dengan matrik band. Tempatkan tapered diamond bur berkontak dengan gigi pada
embrasure bukal/lingual dengan sudut kira-kira 20o dari vertical dan ujungnya pada
margin gingiva. Preparasi dilakukan dengan gerakan bukolingual mengikuti kontur
proksimal gigi.
e) Dengan tapered diamond bur permukaan bukal dan lingual dikurangi sedikit
sampai ke gingival margin. Sudut-sudut antara kedua permukaan dibulatkan.
f) Pembuangan jaringan karies yang mencapai dentin hendaknya dilindungi dengan
basis kalsium hidroksida, yang berfungsi melindungi pulpa dari iritasi.
3. Penyesuaian stainless steel crown
Setelah preparasi selesai, dilakukan penyesuaian bentuk SSC dengan mencobakan
pada gigi yang telah dipreparasi, mula-mula dimasukkan bagian lingual/palatal
kemudian tekan kearah bukal sampai mencapai sulkus gingival.
4. Pemolesan dan penyemenan
Perlu dilakukan penghalusan SSC dengan menggunakan stone bur atau rubber whell
kemudian dilakukan pemolesan dengan bubuk poles. Karena permukaan yang kasar
dapt mengiritasi gingiva
3. Bahan luting yang dapat digunakan untuk insersi SSC
Glass ionomer semen atau semen zinc fosfat