Anda di halaman 1dari 2

Tugas 05

Prediksi Kinerja Struktur Perkerasan Lentur

Salah satu komponen penting dalam SMJL adalah melakukan prediksi


kinerja perkerasan dimasa depan dengan menggunakan model ketidakrataan,
Persamaan 1, aggregate model. Suatu ruas jalan dengan kualitas konstruksi atau
disain perkerasan kurang baik yang memperlihatkan kegagalan karena pekerjaan
pelebaran jalan, pelapisan ulang dan mix design yang kurang baik, berada pada
daerah datar atau medan yang berbukit dengan kondisi lalu lintas arus bebas.
Volume lalu lintas harian rata-rata seperti diperlihatkan pada Tabel 1. Jenis
perkerasan jalan tersebut adalah perkerasan lentur dengan nilai structural number
corrected (SNC) dihitung berdasarkan Persamaan 2 dan 3. Ketidakrataan
permukaan awal pada saat jalan tersebut mendapatkan peningkatan berupa overlay
(IRI0) dapat ditentukan dengan menggunakan Persamaan 4 dimana TEB dalam
cm adalah tebal pelapisan ulang, diasumsikan nilai ketidakrataan awal pada tahun
2017 sebesar 1,747 m/km. Koefisien lingkungan (m) diasumsikan sebesar 0,023.
Standar pelayanan minimum untuk ruas jalan tersebut adalah dengan nilai
ketidakrataan maksimum 4,0 m/km dan pelapisan ulang dilakukan dengan tebal
8,0 cm AC dengan a1 sebesar 0,40.

IRIt = 1,04 eKgm.m.t(IRI0 + Kgp . 263. (1 + SNC)-5 . CESAt) (1)


SNC = SN + 3,51(log10.CBRs) - 0,85(log10.CBRs)2 – 1,43 (2)
SN = a1 x D1 + a2 x D2 + a3 x D3 (3)
IRI0 = 9,94Ln [5/{4,24-1,43 e(-0,337 TEB)}] (4)
Tabel 1 Data Lalu-Lintas

Jenis Volume Angka Faktor Faktor Dist Periode Pertumbuhan


Kendaraan Lalu Lintas Ekivalen Dist Arah Lajur Analisis lalu lintas (%)
Mobil
Penumpang 24.378 0,0004
Bus 2.534 0,1593 0,5 1,0 10 7,5
Truk 2 as 2.633 0,3500
Truk 3 as 1.923 1,0375
Karena kondisi perkerasan pada ruas jalan yang ditinjau memiliki kerusakan
retak dengan tingkat keparahan yang rendah dan kondisi perkerasan relatif cukup
baik, maka digunakan nilai a1 adalah 0,38 dengan tebal 9,0 cm, untuk nilai a2,
kekuatan relatif dari lapisan pondasi atas cukup baik, diberikan nilai a2 = 0,24
dengan tebal 14,0 cm dan untuk lapisan pondasi bawah diberikan a3=0,13 dengan
tebal 21,0 cm. Nilai CBR diasumsikan 7,0%.

Tabel 2 Data Nilai Kgm dan KgP

Pertanyaan:
a. Tentukan nilai kumulatif beban gandar standar ekivalen selama periode analisis
b. Tentukan nilai structural number corrected (SNC) tahun 2017.
c. Tentukan nilai ketidakrataan perkerasan selama periode analisis dengan dua
kondisi yaitu well constructed roads dan poorly designed/ Constructed roads,
buatkan grafik hubungan antara tahun/ CESA dengan nilai IRI dan jelaskan.
d. Tentukan tahun dimana diperlukan peningkatan berupa pelapisan ulang.
e. Tentukan nilai structural number corrected (SNC) setelah mendapatkan
pelapisan ulang.
f. Tentukan nilai ketidakrataan perkerasan selama sisa tahun periode analisis,
setelah mendapatkan pelapisan ulang.
g. Tentukan berapa kali perkerasan harus mendapatkan pelapisan ulang selama
periode analisis, tahun dengan besarnya kumulatif beban gandar standar
ekivalen dan nilai ketidakrataan.