Anda di halaman 1dari 30

CRITICAL BOOK REVIEW

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah:


NEGOSIASI DAN KOMUNIKASI BISNIS
Dosen Pengampu: APRINAWATI, SE.,MM.Si

DI SUSUN

Oleh :

MUHAMMAD ARIFIN
( 7161210023)

JURUSAN MANAJEMEN
FALKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan pertolongan-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini. Dalam tugas ini
saya juga mengucapkan terimakasih kepada ibudosen yang telah membimbing
saya dalam menulis tugas ini, orang tua dan teman- teman yang mendukung saya
dalam menyelesaikan tugas ini.
Dan harapan kami semoga tugas ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi dari tugas agar menjadi lebih baik lagi.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kamidapat memperbaiki tugas ini.
Akhir kata saya berharap semoga tugas ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.

Medan, November
2018

PENULIS

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i


DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii
IDENTITAS BUKU .......................................................................................................... 1

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 2


1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 2
1.2 Identifikasi masalah ............................................................................................... 2
1.3 Rumusan masalah .................................................................................................. 2
1.4 Tujuan .................................................................................................................... 3

BAB II IKHTISAR ISI BUKU ........................................................................................ 4


2.1 Ikhtisa isi buku Pertama ......................................................................................... 4
2.2 Ikhtisa isi buku Kedua.......................................................................................... 34

BAB III KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU ............................................... 58

BAB IV PENUTUP ......................................................................................................... 61


3.1 Kesimpulan .......................................................................................................... 61
3.2 Saran .................................................................................................................... 61

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 62

ii | P a g e
IDENTITAS BUKU

A. BUKU PERTAMA
Judul : Komunikasi Bisnis Edisi Empat
Pengarang : Drs. Djoko Purwanto MBA
Editor : Adi Maulana
Hak Terbit : Penerbit Erlangga
ISBN : 0073840010
Tahun Terbit : 2010
Dicetak oleh : PT. Gelora Aksara Pratama
Jumlah Halaman : 468 Halaman

B. BUKU KEDUA
Judul Buku : Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar
Penulis : Prof.Deddy Mulyana M.A., Ph.D.
No. ISBN : 9789795149934
Penerbit : ROSDA
Cetakan : Cetakan keduabelas
Tahun terbit : November 2008
Jumlah halaman : 466 halaman

1|Page
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi
satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Seperti kata pepatah,
buku adalah jendela dunia. Buku merupakan sebuah alat untuk menjelajahi ribuan
bahkan milyaran ilmu yang ada di dunia. Untuk mengetahui tentang apa yang ada
di dunia luar sana, kita tidak perlu datang langsung ke sana. Namun dengan
membaca buku, kita dapat mengetahui apa saja yang terjadi atau yang ada di
dunia luar sana.
Dengan semakin berkembangnya teknologi dan komunikasi, dewasa ini
semakin banyaknya bermunculan penulis – penulis buku. Untuk satu topik
bahasan kita dapat mengambil referensi dari banyak buku dari penulis yang
berbeda. Namun dari banyak buku yang ada tersebut sangat sulit untuk mencari
buku yang sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya dari susunan kalimatnya yang
mudah dipahami, keteraturan susunan, isi buku yang menarik dan penjelasan yang
mudah dimengerti dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan pengetahuan dan
penilaian dari orang yang pernah membaca buku tersebut untuk medeskripsikan
seberapa besar kesesuaian buku tersebut terhadap kebutuhan kita.
Critical Book Report (CBR) adalah suatu laporan yang berisi penilaian
terhadap sebuah karya tulis. CBR meliputi deskripsi singkat mengenai buku serta
kelebihan dan kelemahan buku Tersebut dibandingkan buku lain yang berkaitan
atau mempunyai kesamaan topik. Kemudian diharapkan CBR tersebut bisa
dimanfaatkan oleh para pembaca yang masih bingung dalam memilih buku yang
sesuai dengan kebutuhan.

1.2 Identifikasi Masalah.


1. Deskripsi singkat buku.
2. Kelebihan buku .
3. Kelemahan buku .

1.3 Rumusan masalah

2|Page
Dari uraian latar belakang dan identifikasi masalah di atas dapat di
rumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana gambaran atau deskripsi singkat dari buku tersebut ?
2. Apa kelebihan buku tersebut?
3. Apa kelemahan buku tersebut?

1.4 Tujuan
Laporan Critical Book report ini mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Untuk memenuhi tugas kuliah Manajemen Resiko
2. Untuk memberikan informasi dan penilaian buku Manajemen Resio
kepada para pembaca.

3|Page
BAB II
IKHTISAR ISI BUKU
A. BUKU PERTAMA

BAB 1
Memahami Komunikasi Bisnis
Dalam dunia bisnis yang berskala kecil, menengah maupun besar, orang-
orang yang berkecimpung di dalamnya (para pelaku bisnis) tidak dapat terlepas
dari kegiatan komunikasi. Oleh Karena itu, bagi mereka komunikasi merupakan
factor yang sangat penting demi pencapaian tujuan suatu organisasi. Mereka dapat
menggunakan berbagai media komunikasi yang ada, baik yang konvensional
maupun yang elektronik sebagai sarana penyampaian pesan-pesan bisnis.
A. Pengertian Komunikasi Bisnis
Komunikasi antarpribadi merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan
oleh dua orang atau lebih denga menggunakan Bahasa yang mudah dipahami
kedua belah pihak dan cenderung lebih fleksibel (luwes) dan informal.
Komunikasi lintas budaya merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antar
dua orang atau lebih yang masing-masing memiliki budaya yang berbeda Karena
perbedaan geografis tempat tinggal.
B. Bentuk Dasar Komunikasi
Pada dasarnya ada 2 bentuk dasar komunikasi yang lazim digunakan
dalam dunia bisnis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal seperti
dijelaskan dibawah ini:
Komunikasi Verbal
Merupakan salah satu bentuk komunikasi yang lazim digunakan dalam dunia
bisnis untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain baik secara tertulis
maupun lisan.
Contoh: Membuat dan mengirim surat pengantar ke suatu perusahaan
Komunikasi Nonverbal
Merupakan bentuk komunikasi yang dengan menggunakan gerakan gerakan
tubuh (body language) sebagai alat komunikasi,
Contoh : Mengerutkan dahi untuk menunjukan sedang berpikir keras,
menggelengkan kepala untuk menunjukan tanda tidak setuju.

4|Page
C. Proses Komunikasi
Menurut Bovee dan Thill dalam buku Business Communication Today yaitu:
a) Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan
b) Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan
c) Pengirim menyampaikan pesan
d) Penerima menerima pesan
e) Penerima menafsirkan pesan
f) Penerima memberi tanggapan dan mengirjm umpan balik kepada
pengirim.
g) Munculnya Kesalahpahaman Komunikasi

BAB 2
Komunikasi Antarpribadi
Pembahasan dalam bab ini akan ditekanankan pada komunikasi
antarpribadi yang terjadi dalam suatu organisasi. Secara lebih rinci, di dalam bab
ini akan di bahas pengertian komunikasi antar pribadi, tujuan komunikasi
antarpribadi, gaya kepemimpinan, kebutuhan manusia dan mendengarkan sebagai
suatu keahlian komunikasi antarpribadi.
A. Pengertian Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi yang dilakukan antara seseorang
dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi. Sedangakn dalam
suatu organisasi (bisnis dan nonbisnis) komunikasi antarpribadi misalnya terjadi
antara seorang manager dengan karyawan.
Gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan suatu cara bagaimana
seseorang pemimpin mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi dan
mengendalikan bawahannya dengan cara tertentu sehingga bawahannya dapat
menyelesaikan tugas pekerjaanya secara efektif dan efisien.

BAB 3
Komunikasi Dalam Organisasi
Keberhasilan komunikasi dalam suatu organisasi meruapakan asset
penting bagi pencapaian sasaran atau tujuan organisasi tersebut. Pada bab ini akan

5|Page
I bahas tentang hubungan komunikasi (communication connections), pola
komunikasi (patterns of communication) yang biasa digunakan dalam organisasi,
cara mengelola komunikasi dan cara meningkatkan keterampilan berkomunikasi
(communications skill).
BAB 4
Komunikasi Bisnis Lintas Budaya
A. Pengertian Komunikasi Bisnis Linta Budaya
Komunikasi bisnis linta budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam
dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun non-verbal dengan memperhatikan
factor-faktor budaya di suatu daerah, wilayah atau negara.
B. Pentingnya Komunikasi Bisnis Lintas Budaya
Komunikasi bisnis lintas budaya kini semakin penting Karena du berbagai
belahan dunia kini bermunculan suatu pola kerja sama ekonomi secara regional
seperti kawansan ASEAN, Asia Pasific, Eropa, Kanada, Amerika Utara dan
Amerika lain.
C. Memahami Budaya dan Perbedaannya
Setiap negara tentu memiliki budaya sendiri yang berbeda dengan negara lain.
Pemahaman terhadap budaya dan perbedaanya menjadikan modal penting pada
saat akan menjadi hubungan kerja sama.

BAB 5
PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNIS

A. PEMAHAMAN PROSES KOMPOSISI


Proses komposisi (composition process) penyusunan pesan-pesan bisnis
dapat dianalogikan dengan proses penciptaan lagu seperti yang dilakukan oleh
seorang komposer. Begitu halnya dengan proses komposisi untuk pesan-pesan
bisnis. Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap :
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Revisi

6|Page
BAB 6
PENGORGANISASIAN PESAN BISNIS
A. Hal-Hal Menyebabkan Pesan-Pesan Tak Terorganisasi Dengan Baik
Komunikasi yang tidak diorganisasikan dengan baik bermasalah dalam isi,
pengelompokan, dan urutan butir-butir pesan. Pesan yang tidak diorganisasikan
dengan baik akan sulit dipahami dan dapat berakibat adanya rasa frustasi pada
penerima. Mwngapa hal ini bisa terjadi ? tidak terorganisasinya dengan baik dapat
disebabkan oleh beberapa hal sebagai brikut:
1. Bertele-tele
2. Memasukkan Bahan-Bahan Yang Tidak Relevan
3. Menyajikan ide-ide secara tidak logis
4. Info penting yang kadang tidak tercakup di dalam pembahasan.
BAB 7
REVISI PESAN-PESAN BISNIS
A. Keterampilan Merevisi
Menulis pesan bisnis sangatlah berbeda dengan dan tidaklah semudah
menulis pesan-pesan yang bersifat pribadi (personal), seperti penulisan surat
kepada orang tua, saudara sekandung, paman atau kawan akrab. Penulisan surat-
surat bisnis yang baik diperlukan proses pemikiran, tenaga dan waktu yang cukup.
Akan berbahaya apabila penyampaian pesan-pesan bisnis cnderung dilakukan
scara asal-asalan dan ceroboh, baik dari sisi subsatansi isi pesan maupun format
penulisannya.
1. Pesan-Pesan Bisnis Tertulis
2. Pesan-pesan Bisnis Lisan
a. Pengorganisasian pesan
a. gaya bahasa
BAB 8
PENULISAN DIRECT REQUEST

A. PENGORGANISASIAN DORECT REQUEST


Organisasi direct request mencakup :
o Pembukaan

7|Page
o Penjelasan rinci
o Penutup
Sajikan permintaan atau ide-ide pokok (main idea) yang diikuti dengan fakta-
fakta yang perlu secara rinci, yang selanjutnya diikuti dengan suatu pernyataan
dari tindakan yang diinginkan. Kemukakan apa permintaan anda, berukan
penjelasan secara rinci sebagai pendukung alinea pembukaan, kemukakan
permintaan terhadap tanggapan khusus.
BAB 9
PENULISAN PERMINTAAN PESAN-PESAN RUTIN DAN POSITIF
Strategi penulisan untuk permintaan rutin,pesan-pesan good
news,sertagoodwill pada umumnya menggunakan pendekatan langsung (direct
uproach), yang memungkinkan para pembaca serta langsung dapat megetahui apa
maksud penyampaian suatu pesan.hal ini berbeda dengan pesan-pesan bisnis yang
mempunyai dampak yang kurang baikbagi pembacanya.Pendekatan langsung
yang digunakan dalam penulisan permintaan rutin dan pesan-pesan positif lainnya
mencakup tiga hal, yaitu kemukakan ide pokok pada bagian awal, diikuti
penjelasan rinci dibagian pertengahan dan diakhiri dengan salam penutup yang
berisi pernyataan keramahan dan tinakan khusus yang diharapkan.

BAB 10
PENULISAN BAD NEWS
Maksud dari pesan-pesan bad news dalah menyampaikan informasi yang
kurang menyenangkan dengan tetap menjaga atau memperthatikan bagaimana
dampaknya bagi audiens anda. Secara umum pendekatan organisasional yang
dapat di terapkan untuk pesan-pesan bad news adalah indirectaproach, yang
dimulai dengan suatu pembuka yang bersifat netral, kemudian diikuti dengan
suatu aalasan yang mendukung pernyataan badnews, diikuti dengan alasan yang
jelas dan di akhiri dengan penutup yang positif.

BAB 11
PENULISAN PESAN-PESAN PERSUASIF

8|Page
Dalam mengembangkan pesan-pesan persuasif secara efektif perlu
diperhatikan lima komponen penting, yaitu:
o Menentukan kredibilitas anda
o Menyiapkan kerangka argumentasi
o Menggunakan daya pemikat atas dasar logika dan emosional
o Memperkuat posisi dan dengan menggunakan bahasa yang baik dan
bukti yang jelas
Dalam menyampaikan pesan-pesan secara persuasif, rencana
organisasional yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan prinsip AIDA
(Attention, Interest, Desire, ActionsYang terrakhir, anda dapat mengambil
kesimpulan dengan memotivasi pembaca agar bersedia mengambil tindakan yang
lebih spesifik, dengan menekankan hasil positif suatu tindakan , dan dengan
memberikan kemudahan bagi pembaca untuk merespons.
BAB 12
DASAR-DASAR KORESPONDENSI BISNIS
Pengertian Surat dan Surat Bisnis
Surat adalah sarana komunikasi yang digunakan untuk
menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain baik
yang berkaitan dengan kegiatan bisnis ataupunnonbisnis. Sedangkan Surat
Bisnis adalah surat yang digunakan orang atau organisasi untuk
menyampaikan informasi tertulis dalam kaitannya dengan penyelenggaraan
kegiatan bisnis.
BAB 13
PENULISAN SURAT LAMARAN KERJA
Surat lamaran kerja adalah surat yang digunakan oleh seseorang
untuk melamar kerja pada suatu organisasi/ lembaga yang membutuhkan
karyawan atau pimpinan pada suatu bidang tertentu. Dalam surat lamaran
kerja, dijelaskan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh pelamar kerja yang
cocok atau sesuai dengan posisi/ jabatan yang ditawarkan, atau sesuai
dengan kebutuhan perusahaan. Pelamar kerja hanya mengemukakan poin-poin
penting yang relevan dengan persyaratan pekerjaan yangditawarkan.

9|Page
Tips untuk Pelamar Kerja
Yang Perlu Diperhatikan
a. Pelamar kerja harus mempunyai kualifikasi atau pengalaman kerja
untuk posisi pekerjaan yangdikehendaki.
b. Bangkitkan minat terhadap kualifikasi yangdimiliki.
c. Tunjukkan hal-hal yangpositif.
d. Usahakan surat lamaran kerja rapi, bersih danmenarik.
e. Tulislah surat dari sudut pandang pembaca, bukan dari sudut
pandang penulis.
f. Tekankan hal-hal yang membedakan dengan pelamarlainnya.
Yang Perlu Dihindari
a. Jangan melamar pekerjaan di luar kemampuanAnda.
b. Jangan mengirimkan surat lamaran kerja hasilfotokopi.
c. Jangan mengatakan bahwa Anda menerima jenis pekerjaan apasaja.
d. Hindari kata-kata yangberlebihan.
e. Jangan meminta belas kasihan terhadap perusahaan yangdilamar.

BAB 14
PENULISAN
RESUME
Resume merupakan laporan faktual terhadap kualifikasi Anda.
Dalam resume, Anda harus menekankan pada poin-poin penting
kemampuan Anda. Suatu resume tak dapat dipisahkan dari surat lamaran
kerja karena resume dapat digunakan sebagai pendukung dalam menjual
kemampuan yang dimiliki kepada organisasi/ perusahaan
yangmemerlukannya.
BAB 15

WAWANCARA
KERJA

10 | P a g e
Arti Pentingnya Wawancara Kerja
Wawancara kerja merupakan salah satu cara yang sangat penting bagi
suatu perusahaan dalam menyaring jumlah pelamar yang ada. Untuk
menghadapi wawancara kerja tersebut pelamar harus mempersiapkan diri
untuk meyakinkan pewawancara.
Berbagai aspek, khususnya kepribadian yang ditampilkan baik secara
verbal maupun noverbal, bahkan pada saat Anda memasuki ruang
wawancara akan memperoleh perhatian dari pewawancara. Aspek-aspek
kepribadian (personality aspects) yang akan dinilai antara lain mencakup;
penampilan secara fisik, sopan santun, nada suara, rasa percaya diri, inisiatif,
kebijaksanaan, daya tanggap dan kerja sama, ekspresi wajah, kemampuan
berkomunikasi, sikap terhadap pekerjaan serta sedikit selerahumor.
Persiapan Wawancara Kerja
Wawancara sangan penting artinya bagi pelamar dalam memasuki
dunia kerja, sehingga pelamar harus mempersiapkan diri dengan sebaik-
baiknya dalam berbagai hal seperti; ketepatan waktu, kelengkapan berkas,
sikap/ sopansantun.
Adapun hal-hal yang perlu dihindari antara lain; datang terlambat,
tanpa persiapan, berpenampilan berlebihan, bersikap tidak sopan,
memberikan informasi tidak relevan, emosional, memotong pembicaraan
dan melebih-lebihkan diri sendiri.

BAB 16
PRESENTASI
BISNIS
Tujuan Presentasi Bisnis
Secara umum, presentasi bisnis memiliki empat tujuan pokok, yaitu:
1. Menginformasikan pesan-pesan bisnis kepadaaudiens.
2. Menghibur audiens.
3. Menyentuh emosiaudiens.
4. Memotivasi audiens untuk bertindaksesuatu.

11 | P a g e
BAB 17
NEGOSIASI
PengertianNegosiasi
Hartman menegaskan bahwa negosiasi merupakan suatu proses
komunikasi antara dua pihak, yan masing-masing mempunyai tujuan dari
sudut pandang mereka sendiri, yan berusaha mencapai kesepakatan yang
memuaskan kedua belah pihak menenai masalah yang sama. Sedangkan
menurut Casse, negosiasi adalah proses dimana paling sedikit ada dua pihak
dengan persepsi, kebutuhan, motivasi yan berbeda mencoba untuk
bersepakat tentan suatu hal demi kepentingan bersama. Lalu menurut
oliver, negosiasi yaitu sebuah transksi dimana kedua belah pihak
mempunyai hak atas hasil akhir. Hal ini memerlukan persetujuan kedua
belah pihak sehingg terja proses saling memberi dan menerma sesuatu untu
mencapai suatu kesepakatanbersama.
BAB 19
PENULISAN
LAPORAN BISNIS
Pengertian Laporan Bisnis
Herta A.Murphy dan Herbert W. Hildebrandt dalam bukunya
effective business communication memberikan definisii tentang laporan
bisnis sebagai suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak,
memiliki tujuan yang jelas dan rencana penyajian fakta kepada sesorang atau
lebih untuk tujuan bisnis tertentu.

BAB 20
PENULISAN LAPORANSINKAT
Karakter Laporan Singkat
Kebanyakan laporan singkat hanya mencakup materi pendukung
yang relatif sedikit bagi pencapaian komunikasi yang efektif.
Membuat Laporan Bisnis Yang Baik
Laporan bisnis yang dibuat oleh suatu organisasi sangat diperlukan untuk
berkomunikasi baik dengan pihak intern maupun ekstern organisasi. Laporan

12 | P a g e
bisnis merupakan alat manajemen yang sangat penting dalam suatu organisasi.
Oleh karena keterbatasan waktu sering kali staf managemen mengalami kesulitan
dalam melakukan pemantauan atas berbagai kegiatan yang ada dalam unit-unit
suatu organisasi.
BAB 21
PENULISAN LAPORANFORMAL
Mendefiniskan Masalah
Dalam menulis suatu laporan, baik laporan informasional ataupun
analitikal tahap pertama adalah mendefinisikan masalah.
BAB 22
KOMPUTER PERSONAL DAN KOMUNKASI BISNIS
A. Arti Penting TeknelogiKomputer
Komputer bukan sekedar digunakan untuk pemrosesan surat-
menyurat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk melakukan
komunikasi dengan pihak lain baik di dalam negeri mauoun luar negeri,
seperti pengiriman faksimili, electronic mail dan teleconferencing.
B. Komponen DasarKomputer
BAB 23
TEKNOLOGI PENYIMPANAN DATA DALAM KOMUNIKASI BISNIS
A. Teknologi Informasi, CD – ROM, dan DVD –ROM
Menurut salah satu lembaga penelitian di AS, The Visitory Council For
Applied Research And Development, teknologi informasi adalah suatu
disiplin ilmu sains, teknologi, dan perekayasaan serta teknik manajemen yang
digunakan dalam menangani dan memroses informasi, aplikasi komputer dan
interaksinya dengan manusia serta asosiasinya dengan kondisi sosial, ekonomi,
dan budaya.

BAB 24
DASAR – DASAR INTERNET
A. Sejarah SingkatInternet
Pada tahun 1957, Uni Soviet meluncurkan Sputnik I ke dalam orbit bumi.
Amerika Serikat tak mau ketinggalan. Salah satu reaksi AS adalah pendirian

13 | P a g e
lembaga riset canggih yang dikenal sebagai Advanced Research Project
agency di bawah kendali Departemen Pertahanan AS. Misi utamanya adalah
menerapkan teknologi canggih di departemen tersebut. Pada tahun 1962,
ARPA membuka program riset komputer bekerjasama dengan seorang
ilmuan MIT, John Licklider. Ia pertama kali mempublikasikan memorandum
pada jaringan galatic yang mnejelaskan bahwa masa datang, komputer akan
dihubungkan oleh suatu jaringan yang dapat di akses oleh siapasaja.
B. Pengertian Internet
Internet menurut webopedia adalah suatu jaringan global yang
menghubungkan jutaan komputer. Sedangkan menurut Beners Lee, internet
adalah suatu jaringan dari beberapa jaringan, dan menurut Ned Snelt, internet
adalah sebuah koridor bagi berbagai jenis sumber daya yang ada padanya dan
setiap sumber daya tersebut diakses melalui peranti yang berbeda beda. Manfaat
dan Kekhawatiran Atas KehadiranInternet
B. BUKU KEDUA
BAB I
Mengapa Kita Berkomunikasi:
Fungsi-Fungsi Komunikasi
Para pakar komunikasi mengemukakan fungsi-fungsi komunikasi sebagai
berikut :
Thomas M. Scheidel mengemukakan bahwa kita berkomunikasi terutama
untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial
dengan orang disekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa,
berfikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan. Namun menurut Scheidel
tujuan dasar kita berkomunikasi adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan
psikologis kita.
Empat fungsi komunikasi berdasarkan kerangka yang dikemukakan William I.
Gorden :
1. Komunikasi Sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan
bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri,
untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari

14 | P a g e
tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang menghibur, dan
memupuk hubungan dengan orang lain. Implisit dalam fungsi komunikasi sosial
ini adalah fungsi komunikasi kultural.
Edward T Hall bahwa “budaya adalah komunikasi” dan “komunikasi
adalah budaya.” Komunikasi merupakan mekanisme untuk mensosialisasikan
norma-norma budaya masyarakat, baik secara horisontal, dari suatu masyarakat
kepada masyarakat lainnya, ataupun secara vertikal, dari suatu generasi kepada
generasi berikutnya.
2. Komunikasi Ekspresif
Erat kaitannya dengan Komunikasi sosial adalah komunikasi ekspresif
yang dapat dilakukan baik sendirian ataupun dalam kelompok. Komunikasi
ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat
dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen untuk menyampaikan
perasaan-perasaan (emosi) kita.Perasaan-perasaan tersebut dikomunikasikan
terutama melalui pesan-pesan nonverbal.
3. Komunikasi Ritual
Erat kaitannya dengan komunikasi Ekspresif adalah komunikasi ritual,
yang
biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara-
upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para
antropolog sebagai rites of passage Komunikasi ritual sering juga bersifat
ekspresif, menyatakan perasaan terdalam seseorang.
4. Komunikasi Instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum yaitu :
1. Menginformasikan
2. Mengajar
3. Mendorong
4. Mengubah sikap dan keyakinan
5. Mengubah perilaku atau menggerakan tindakan
6. Dan menghibur
Kesemua tujuan tersebut dapat disebut membujuk (bersifat
persuasif). Komunikasi yang berfungsi memberitahukan atau menerangkan (to

15 | P a g e
inform) mengandung muatan persuasif. Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja
kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk
menghancurkan hubungan tersebut.

BAB II
HAKIKAT , DEFINISI , DAN KONTEKS KOMUNIKASI
Komunikasi adalah topik yang amat sering diperbincangkan bukan hanya
dikalangan ilmuan komunikasi, melainkan juga dikalangan awam. sehingga kata
komunikasi itu sendiri memiliki terlalu banyak arti yang
berlainan.Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari
bahasa Latin communis yang berarti “sama,” 1
communico,
2
communicatio,3 atau communicare4 yang berarti “membuat sama” (to make
common). Istilah pertama (communis) paling sering disebut sebagai asal kata
komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya. Komunikasi
menyarankan bahwa suatu pikiran, makna atau pesan dianut secara sama.Kata lain
yang mirip dengan komunikasi adalah komunitas (community) yang juga
menekankan kesamaan atau kebersamaan. Komunitas adalah sekelompok orang
yang berkumpul atau hidup bersama0 untuk mencapai tujuan tertentu, dan mereka
berbagi makna dan sikap. Tanpa komunikasi tidak akn ada komunitas, karena
komunikasi berperan dan menjelaskan kebersamaan.
BAB III
PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI
Seperti fungsi dan definisi komunikasi, prinsip-prinsip komunikasi juga
diuraikan dengan berbagai cara oleh pakar komunikasi. Para pakar komunikasi
berbeda-beda dalam menggunakan istilah untuk menjabarkan tentang prinsip-
prinsip komunikasi, sebagai contoh William B. Gudykunst dan Young Yun
Kim mengistilahkan sebagai asumsi-asumsi komunikasi, sedangkan Cassandra L.
Book, Bert E. Bradley, Larry A. Samovar dan Richard E. Porter, Sarah
Trenholm dan Arthur Jensen menyebutnya sebagai karakteristik-karakteristik
komunikasi. Dengan bersumber dari berbagai pakar komunikasi Deddy Mulyana,
MA, Ph.D. mencoba untuk merumuskan prinsip-prinsip komunikasi.

16 | P a g e
Berikut ini adalah prinsip-prinsip komunikasi yang di jabarkan oleh “Dedi
Mulyana” berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi serta rujukan lain
yang relavan. Prinsip-prinsip komunikasi tersebut pada dasarnya merupakan
penjabaran lebih jauh dari definisi atau hakikat komunikasi.
PRINSIP 1 : KOMUNIKASI ADALAH SUATU PROSES SIMBOLIK
Salah satu kebutuhan pokok manusia, seperti dikatakan susane K. Lenge,
adalalh kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang. Salah satu kelebihan
manusia dari makhluk lain (hewan) adalah ia diberi kemampuan untuk berfikir,
Seorang filosuf mengistilahkan sebagai al hayawanu nathiq manusia adalah
hewan yang berfikir. Dengan fikiran itulah manusia mempunyai kemampuan
untuk menggunakan lambang. Ernst Cassier menyebutkan bahwa yang
membedakan manusia dengan makhluk lain adalah kemampuannya dalam
menggunakan simbol (animal symbolicum).
Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk
sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi
kata-kata (pesan verbal), perilaku non verbal, dan objek yang maknanya
disepakati bersama. Kata kunci dari lambang atau simbol ini adalah adanya
kesepakatan sekelompok orang, tanpa adanya kesepakatan tersebut maka simbol
tersebut tidak akan dapat dijadikan sebagai komunikasi.

PRINSIP 2: SETIAP PELAKU MEMPUNYAI POTENSI KOMUNIKASI


Kita tidak dapat tidak berkomunikasi (We Cannot not
communicate). Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komunikasi. Alih-alih,
komunikasi terjadi bila seseorang member makna pada perilaku orang lain atau
perilakunya sendiriSetiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak
bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka
orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi
wajah ( komunikasi non verbal ) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain
menjadi suatu stimulus.
PRINSIP 3: KOMUNIKASI PUNYA DIMENSI ISI DAN DIMENSI
HUBUNGAN

17 | P a g e
Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi
secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi sedangkan
dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya dan
mengisyaratkan, bagaimana hubungan para peserta komunikasi dan bagaimana
seharusnya pesan itu ditafsirkan. Sebagai contoh kalimat“Makan..tuh” dengan
nada lembut bermakna perintah untuk makan sedangkan apabila menggunakan
intonasi tinggi maka bermakna larangan memakannya. Ketika seseorang tahu
bahwa temannya sedang makan iapun tetap menyapa dengan
kalimat “makan…?” hal itu bermakna menyapa agar tidak dikatakan sebagai
orang yang judes atau cuek. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada
isi pesan, sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain
termasuk juga jenis aluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut.
PRINSIP 4: KOMUNIKASI ITU BERLANGSUNG DALAM BERBAGAI
TINGKAT KESENGAJAAN.
Komunikasi dilakukan manusia dari yang tidak sengaja hingga yang
sengaja dan sadar serta terencana melakukan komunikasi. Kesadaran akan lebih
tinggi ketika berkomunikasi dalam situasi-situasi khusus. Sebagai contoh ketika
kita bercakap-cakap dengan seorang yang baru dikenal tentunya akan berbeda
cara berkomunikasi kita dibanding ketika kita bercakap-cakap dengan teman yang
sudah biasa bergaul sehari-hari. Akan tetapi kita juga akan bisa berkomunikasi
dengan kesadaran yang lebih tinggi dengan teman sehari-hari kita apabila teman
tersebut menyampaikan berita yang sangat menarik bagi kita.

PRINSIP 5: KOMUNIKASI TERJADI DALAM KONTEKS RUANG DAN


WAKTU
Pesan komunikasi yang dikirim oleh pihak komunikan baik secara verbal
maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu
berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirim dan kapan komunikasi itu
berlangsung.Seseorang yang berkomunikasi akan menimbulkan makna-makna
tertentu, sedangkan makna tersebut berhubungan dengan konteks fisik/ruang,
waktu, sosial, dan psikologis. Sebagai contoh bahwa komunikasi berhubungan

18 | P a g e
dengan ruang adalah akan dianggap “kurang sopan” apabila menghadiri acara
protokoler dengan memakai kaos oblong. Adapun waktu dapat mempengaruhi
makna komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut seoarang yang
berlangganan koran Republika dan koran itu selalu datang jam 05.30 kemudian
dengan tiba-tiba datang jam 09.00 tentunya pelanggan tersebut akan mempunyai
persepsi-persepsi tertentu.
PRINSIP 6: KOMUNIKASI MELIBATKAN PREDIKSI PESERTA
KOMUNIKASI
Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku
komunikasi mereka. Dengan kata lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau
tatakrama. Artinya, orang-orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana
orang yang menerima pesan akan merespon. Prediksi ini tidak selalu disadari, dan
sering belangsung cepat. Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain
berdasarkan peransosialnya. Misanya anda mengetahui bagaimana tatakrama
dalam berbahasa ketika anda berhaapan dengan orang tua anda atau orang yang
lebih tua. Misalnya tidak dapat menyapa orang tua anda dengan “kamu” atau
“elu”.

PRINSIP 7: KOMUNIKASI ITU BERSIFAT SISTEMIK


Setiap Individu adalah suatu system yang hidup ( A Living System ).
Organ-organ dalam tubuh kita saling berhubungan. Kerusakan mata dapat
membuat kepala kita pusing. Bahkan unsure diri kita yang bersifat jasmani juga
berhubungan dengan unsure kita yang bersifat rohani.Komunikasi juga
menyangkut suatu system dari unsur-unsurnya.setidaknya dua system dasar
beroperasi dalam transaksi komunikasi itu system internal dan eksternal. System
internal adalah seluruh system nilai yang dibawah oleh seseorang individu ketika
ia berpartisipasi dalam komunikasi, yang ia serap selalu sosialisasinya dalam
berbagai lingkungan sosialnya ( Keluarga, Masyarakat setempat, kelompok suku,
kelompok agama, lembaga pendidikan, dan lain-lain). System internal ini
mengandung semua unsur yang membentuk individu yang unik. Kita hanya dapat
menduganya lewat kata-kata yang ia ucapkan dan perilaku yang ia tunjukkan.
Jumlah system internal ini adalah sebanyak individu yang ada.

19 | P a g e
PRINSIP 8: SEMAKIN MIRIP LATAR BELAKAN SOSIAL BUDAYA
SEMAKIN EFEKTIFLAH KOMUNIKASI
Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama,
pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai
bahan yang sama untuk berkomunikasi.Komunikasi yang efektif adalah
komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang
yang sedang berkomunikasi). Dalam kenyataannya, tidak pernah ada dua manusia
yang persis sama, meskipun mereka kembar. Namun adanya kesamaan sekali lagi
akan mendorong orang-orang untuk saling tertarik dan pada gilirannya karena
kesamaan tersebut komunikasi mereka menjadi lebih efektif.
PRINSIP 9: KOMUNIKASI BERSIFAT NONSEKUENSIAL
Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah.
Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu
diterima dan dimengerti.
PRINSIP 10: KOMUNIKASI BERSIFAT PROSESUAL, DINAMIS DAN
TRANSAKSIONAL
Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah
komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan
menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.

PRINSIP 11: KOMUNIKASI BERSIFAT IRREVERSIBLE


Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol
sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan.
Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti
orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain
tersebut.
PRINSIP 12: KOMUNIKASI BUKAN PANESA UNTUK
MENYELESAIKAN BERBAGAI MASALAH
Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang
dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Banya persoalan dan konflik antar
manusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi bukanlah

20 | P a g e
panasea (obat mujrab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena
konflik atau persoalan tersebut mungkin berkaitan dengan masalah structural.

BAB IV
MODEL-MODEL KOMUNIKASI
Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak,
dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. Menurut Sereno
dan Mortensen model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang
dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Sedangkan B. Aubrey Fisher
mengatakan model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian
dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang
dijadikan model.
FUNGSI DAN MANFAAT MODEL
Gordon Wiseman dan Larry Barker mengemukakan ada tiga fungsi model
komunikasi: pertama, melukiskan proses komunikasi; kedua, menunjukan
hubungan visual; ketiga, membantu dalam mengemukakan dan memperbaiki
kemacetan komunikasi. Deutch menyebutkan bahwa model memiliki empat
fungsi: mengorganisasikan (kemiripan antara data dan hubungan), prediktif,
memungkinkan peramalan dari sekedar tipe ya atau tidak hingga yang kuantitatif
yang berkenaan dengan kapan dan berapa banyak, heuristik (menunjukan fakta-
fakta dan metode baru yang tidak diketahui), pengukuran, mengukur fenomena
yang diprediksi.

BAB V
PERSEPSI: INTI KOMUNIKASI
Persepsi meliputi pengindraan (sensasi) melalui alat-alat indra kita(indra
peraba,indra penglihatan,indra pencium,indra pengecap dan indra
pendengar), atensi dan interprestasi. Sensasi merujuk pada pesan yang dikirimkan
ke otak lewat penglihatan, pendenaran, sentuhan, penciuman dan pengecapan.
Mata bereaksi terhadap gelombang cahaya, telinga terhadap gelombang suara,
kulitbterhadap tempeatur dan tekanan, hidung tehdap bau-bauan dan lidah
terhadap rasa. Lalu rangsangan-rangsangan ini dikirimkan ke otak.

21 | P a g e
Persepsi manusia sebenarnya terbagi dua: persepsi terhadap objek
(lingkungan fisik) dan persepsi terhadap manusia. Presepsi terhadap manusia lebih
sulit dan kompleks, karena manusia bersipat dinamis. Persepsi yang kita bahas
dalam buku ini adalah persepsi terhadap manusia, sering juga disebut persepsi
sosial, meskipun kadang-kadang mnusia disebut juga objek. Akan tetapi untuk
memahami persepsi sosial secara utuh, terlebih dahulu kita akan membahas
persepsi terhadap lingkungan fisik. Persepsi terhadap lingkungan fisik berbeda
dengan persepsi terhadap lingkungan sosial.

BAB VI
KOMUNIKASI VERBAL

Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis symbol yang menggunakan
satu kata atau lebih. Bahasa verbal adalah sarana utama untuk menyatakan
pikiran, perasaan dan maksud. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang
merepresentasikan berbagai aspek realitas individual kita. Konsekuensinya, kata-
kata adalah abstraksi realitas kita yang tidak mampu menimbulkan reaksi yang
merupakan totalitas objek atau konsep yang diwakili kata-kata itu. Misalnya, kata
rumah. Banyak ragam rumah. Ada rumah bertingkat, rumah mewah, rumah
sederhana dan rumah sangat sederhana.
Ketika anda berkomunikasi dengan seseorang dari budaya anda sendiri, proses
abstraksi untuk mempresentasikan pengalaman anda jauh lebih mudah, karena
dalam suatu budaya orang-orang bernagi sejumlah pengalaman serupa. Namun
bila komunikasi melibatkan orang yang berbeda budaya, banyak pengalaman
berbeda, dan konsekuensinya, proses abstraksi juga menyulitkan.

BAB VII
KOMUNIKASI NONVERBAL

Pesan nonverbal adalaha semua isyarat yang bukan kata-kata. Menurut


Larry A. Samovar dan Richard E. Porter, komunikasi nonverbal mencakup semua
rangsangan dalam suatu setting komunikasi, yang dihasilkan oleh individu dan
penggunaan lingkungan oleh invidu yang mempunyai nilai pesan potensial bagi

22 | P a g e
BAB III
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

A. BUKU PERTAMA
1. Kelebihan Buku
Buku ini juga membahas prinsip-prinsip komunikasi baik yang berkaitan
dengan komunikasi verbal dan nonverbal, penulisan pesan-pesan bisnis, laporan
bisnis, laporan singkat, laporan formal, korespondensi bisnis, teknologi komputer,
CD ROM (software dan hardware) dan DVD ROM, surat lamaran kerja, resume
yang baik, serta bagaimana menghadapi wawancara kerja. Didalam buku ini juga
terdapat Ringkasan di setiap babnya, Pada bagian kanan dan kiri halaman,
terdapat catatan kecil berisi informasi penting.
Didalam buku ini Djoko Purwantojuga menyuguhkan tentang bagaimana
komunikasi di lakukan di dalam sebuahorganisasi, dimana kita tahu didalam
organisasi, komunikasi merupakan salah satu inti berhasilnya sebuah organisasi.
Selain itu, Djoko Purwanto juga membahas mengenai proses penulisan pesan-
pesan bisnis terkait dengan masalah audiens sebagai tujuan komunikasi dan juga
ada beberapa bagian dari buku ini yang menjelaskan tentang komunikasi melalui
surat, melalui laporan, serta melalui teknologi. Tidak ketinggalan pula, di dalam
buku komunikasi bisnis ini Djoko Purwanto memberikan bagian tersendiri untuk
masalah bagaimana penerapan atau praktek dari komunikasi didalam proses
lamaran pekerjaan dan wawancara kerjaserta ada pula komunikasi yang dilakukan
didalam proses presentasi bisnis yangsaat ini hampir selalu dilakukan didalam
setiap kegiatan dunia bisnis. Buku karangan Djoko Purwanto ini sangatlah
menarik. Isi dari setiap bahasannya mudah dipahami oleh semua kalangan.
Didalam buku ini juga disuguhkan gambar-gambar yang berhubungan
dengan bab yang dijelaskan danjuga di dalam tulisan buku ini diberi sedikit
guyonan atau humor sehingga itu dapat mengurangi rasa bosan dari para
pembaca. Djoko Purwanto dalam memberibahasan tentang komunikasi bisnis,
juga tidak hanya terfokus pada komunikasi bisnis. Beliau juga memberikan
pengetahuan yang lain yang berguna bagipembaca, dimana pengetahuan
itu masih terkait dengan komunikasi bisnis contohnya saja dalam bab

23 | P a g e
komunikasi untuk pekerjaan dan presentasi bisnis.Bagian itu merupakan bagian
yang menarik dan berguna bagi pembaca ketika akan mempraktekkan komunikasi
di dalam dunia bisnis. Buku Komunikasi Bisnis karangan Djoko Purwanto ini
merupakan buku edisi keempat hal itu menunjukkan bahwa dalam memberikan
pengetahuan akan komunikasi bisnis, beliau selalu mengimbangi dengan
perkembangan teknologi di dunia sehingga pembahasannyapun tidak akan
ketinggalan zaman.

2. Kekurangan Buku
Ada beberapa istilah didalam buku ini yang bukan bahasa umum yang
tidak semua orang tau, jadi kita harus memahami beberapa istilah secara lebih
luas. Dan juga Pengulangan informasi sering kali terjadi pada bab-bab
berikutnya. Ada baiknya jika sampul (cover) buku dibuat lebih menarik lagi
sehingga akan manambah daya tarik orang untuk membacanya. Kekurangan dari
buku ini tidaklah sebanding dengan kelebihan yang terdapat dalam buku ini
sehingga kelebihan yang ada pada buku ini mampu menutupi kekurangan dari
buku ini.

B. BUKU KEDUA
1. Kelebihan Buku
Prof. Deddy Mulyana, M.A., PH adalah Guru Besar Fikom dan Program
Pascasajarna Unpad, juga Guru Besar Tidak Tetap Program Pascasarjana ITB,
Doktor lulusan Monash University, Australia (1996). Dengan membaca buku ini
Mendapatkan wawasan dan mengetahui bagaimana cara untuk berkomunikasi
yang baik dan tidak menyimpang. Memahami suatu fungsi dari komunikasi yang
terdapat didalamnya dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui
fungsi, definisi,prinsip, dan model komunikasi yang sebelumnya belum
mengetahui. Menambah ilmu yang sebelumnya tidak mengetahui menjadi tahu
tentang ilmu komunikasi suatu pengantar. Membaca buku juga dapat menambah
wawasan dan membuka jendela dunia karena dalam membaca kita tidak
ketinggalan zaman yang semakin maju dan modern ini.

24 | P a g e
Buku ini dapat menuntun mahasiswa untuk lebih mengetahui fungsi,
definisi, konteks, prinsip, model komunikasi. Bahasa buku ini mudah sekali untuk
dipahami , karena bahasanya merupakan bahasa yang popular dan keren. Cover
bukunya juga sangat menarik dengan modelnya sesorang yang sangat luar biasa
dan penuh warna yang menambah nuasa keistimewaan buku ini. Buku ini juga
dilengkapi dengan teori para tokoh dunia tentang ilmu komunikasi suatu
pengantar.

2. Kekurangan Buku
Kertas yang terdapat dibuku ini sangat tipis dan mudah sobek , perekatnya
kurang dan dapat menimbulkan kesobekan pada kertas dan cover , buku ini sangat
sedikit penjualannya dan bila ingin memiliki buku ini, harus memesan kepada
seseorang . Didalam buku tersebut tidak ada gambar untuk menambah nuasa .
Ilustrasi yang terdapat didalamnya masih hitam putih. Sampulnya kurang banyak
warnanya dan gambar, karena itu dapat menambah kualitas buku.
Sebaiknya buku tersebut kertasnya harus tebel supaya tidak mudah sobek,
ddalam buku tersebut dicantumin gambar yang lumayan banya supaya menambah
nuasa keindahan dan gambar yang berwarna tidak yang hitam putih. Halaman
buku sebaiknya jangan banyak karena untuk mwmbaca buku tersebut yang tebal
akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan akan merasa bosen.
Buku “Ilmu Komunikasi” yang ditulis Prof. Deddy Mulyana, M.A., PH
dapat menjadi pedoman untuk mempelajari materi mengenai komunikasi Bisnis.
Akan tetapi untuk memenuhi tuntutan materi dalam mata kuliah Komunikasi
Bisnis, buku ini dapat menjadi buku referensi, bukan sebagai buku utama.

25 | P a g e
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Buku merupakan salah satu media cetak yang fungsinya sebagai media
informasi dan pembelajaran yang lebih jelas siapa orang yang akan dituju.
Membaca buku dapat menambah wawasan dan membuka jendela dunia karena
dalam membaca kita tidak ketinggalan zaman yang semakin maju dan modern ini.
Buku mempunyai kelengkapan bagian-bagian sendiri yang harus membedakan
dengan media informasi laennya dan disusun secara sistematik. Mencari informasi
itu juga tidak harus lewat dari media sosai, juga bias lewat buku dan hemat biaya.
Berdasarkan ikhtisar, kelebihan dan kelemahan yang disajikan di atas
dapat di simpulkan bahwa buku “Komunikasi Bisnis” cocok dijadikan sebagai
buku pegangan bagi Mahasiswa. Karena tampilan isi buku menarik dan materi
yang disampaikan lebih lengkap.

SARAN
Secara keseluruhan isi yang terdapat dalam buku-buku Komunikasi Bisnis
tersebut sangat layak untuk dijadikan buku pegangan bagi mahasiswa atau
pembaca karna selain informasi yang disajikan lengkap dan memudahkan
pembaca memahami materi Komunikasi Bisnis.

26 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Djoko Purwanto MBA. (2010). Komunikasi bisnis. Jakarta: PT. Glora
Aksara Pratama. Edisi keempat.

Prof.Deddy Mulyana M.A., Ph.D. (2008).Ilmu Komunikasi Suatu


Pengantar. Jakarta: ROSDA.

27 | P a g e