Anda di halaman 1dari 132

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERBEDAAN KEPUASAN PERKAWINAN DAN

SUBJECTIVE WELL-BEING ANTARA ISTRI YANG TINGGAL

BERSAMA MERTUA DENGAN ISTRI YANG TINGGAL TERPISAH

DARI MERTUA

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Disusun Oleh:

Gisela Anggraida Damarrini

129114170

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2018
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKRIPSI

PERBEDAAT{ KEPUASAI{ PERKAWINAT{ DA}t

SABJECTIVE VEIT-BEING AIYTARA ISTRI YANG TINGGAL

BERSA]UAMERTUA DENGAT{ ISITRI YANG TINGGAL TERPISAH

DARIMERTUA

.$
0?
ilo
q0 I.
u
j

,4)
Itlatorflll 6tolttllll \n D
&:s'
D
@.

'u r
ranggal:16 JAN 2018
Dr. Titik Kristiyani, M.Psi

lt
oa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKRIPSI

PERBEDAAIT KEPUASAI\I PERKAWINAI\I DAI\

SUBTECTIVE WELI-BEING AI\ITARA ISTRI YAI\G TINGGAL

BER,SAMA MERTUA DENGAI\I ISTRI YAI\G TINGGAL TERPISAH

DARIMERTUA

Dipersiapkan dan ditulis oleh:

Gisela Anggraida Damarrini

I29rr4r70

Telah dipertahankan di depan penguji pada tanggal 16 November20l7 dan

dinyatakan memenuhi syarat

Susunan Panitia Penguj i:

Penguji I : Dr. Titik Kristiyani,M.Psi ,4/wLL


tt-4r
-ll l-k r

II 45t4$-
Penguji : Ratri Stmar Astuti, M.Si \v
Penguji III : Drs. H. Watrnrdi, M.Si

Yogyakartq . .1. .Y. . .'::. . . .'. Y.'.


Fakultas Psikologi
iversitas Sanata Dharma

yo Widiyanto, M..Si

nl
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

“THIS TOO SHALL PASS”

(Persian Poem)

iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Karya ini saya persembahkan untuk:

Lidwina Wahyu Widayati, Johannes Triangka Setiadji, Gabriel

Bigmanwiarso Satriaji, keluarga LDR supportive nomer satu!

Cabe-cabeanku, Gung Is, Putri, Dira, Nona, Igan, Bincik, Mitha, Olive, Itha,

Seprina yang selalu ngingetin untuk mulai menulis.

Adrianus Wibowo, Maria Theresia Miranti, Asep Ricky, Nicolas Yudhistira,

Kevin Wibowo, Priska Kristanti, Regina Dyani, Kevin Wibowo, Kesayangan!

Keluarga besar Mapasadha Yogyakarta, khususnya Shio Kuda angkatan

XXXIV, Tapel, Ranja, Turan, Kosan, Rawuk untuk cinta dan perhatian,

terimakasih.

v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat

daftar pustaka,
karya orang lain kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau

sebagaimana layaknya karya ilmiah.

YogyakartEl 8 Januari 2018

V1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAI{ PUBLIKASI KARYA


ILMIAII UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Nama : Gisela Anggraida Damarrini

NIM :129114170

Derni pengembangan ilmu pengetahuan, saya mernberikan kepada Perpustakaan


Universitas Sanata Dharma, karya tulis saya yang berjudul:

"PERBEDAAN KEPUASAN PERKAWINAN DAN

SUBJECTIVE WELL.BEING ANTARA ISTRI YANG TINGGAL

BERSAMA MERTUA DENGAII ISTRI YAI\G TINGGAL TERPISAII

DARI MERTUA'

Beserta perangkat-perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan dernikian saya


memberikan kepada Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan,
mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data,
mendishibusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media
lain untuk ke,pentingan akadernis tanpa perlu moninta ijin dari saya maupun
memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis.

Dernikian pernyataan ini saya buat dengan sadar dan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal: 18 Januai 2018

a Anggrai Damarrini)

vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERBEDAAN KEPUASAN PERKAWINAN DAN


SUBJECTIVE WELL-BEING ANTARA ISTRI YANG TINGGAL
BERSAMA MERTUA DENGAN ISTRI YANG TINGGAL TERPISAH
DARI MERTUA

Gisela Anggraida Damarrini

Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kepuasan perkawinan dan subjective


well-being/ SWB yang dibedakan antara istri yang tinggal bersama mertua dan/
atau istri yang tinggal terpisah dari mertua. Hipotesis penelitian menyatakan
bahwa istri yang tinggal terpisah dari mertua memiliki tingkat SWB dan kepuasan
perkawinan yang lebih tinggi daripada istri yang tinggal bersama mertua. Jenis
penelitian yang digunakan adalah kuantitatif komparatif. Responden penelitian
terdiri dari masing-masing 61 istri dari tiap kategori dengan rentang usia 25 – 50
tahun. Penelitian ini menggunakan 3 buah alat ukur yaitu skala kepuasan
perkawinan yang terdiri atas 35 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.956;
skala Satisfaction with Life Scale (SLS) yang terdiri atas 5 item dengan koefisien
reliabilitas sebesar 0.807; serta skala The Expanded Form of Positive and
Negative Affect Schedule (PANAS-X) yang terdiri atas 57 item dengan koefisien
reliabilitas sebesar 0.947. Data penelitian dianalisis dengan two independent
sample t-test Mann Whitney dan memperoleh hasil sebesar 0.180 (p > 0.05) untuk
variabel kepuasan perkawinan. Serta memperoleh hasil sebesar 0.273 (p > 0.05)
untuk variabel SWB. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang
signifikan baik pada kepuasan perkawinan maupun SWB antara istri yang tinggal
baik terpisah maupun bersama dengan mertua.

Kata kunci: Kepuasan perkawinan, SWB, Subjective Well-being, Istri yang


tinggal bersama mertua, istri yang tinggal terpisah dari mertua.

viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MARITAL SATISFACTION AND SUBJECTIVE WELL-BEING


DIFFERENCE BETWEEN WIVES WHO LIVE TOGETHER WITH
PARENT IN-LAW AND WIVES WHO LIVE SEPARATELY FROM PARENT
IN-LAW

Gisela Anggraida Damarrini

Department of Psychology
Sanata Dharma University

ABSTRACT

This research aimed to determine marital satisfaction and subjective well-


being differentiated between wives who live with parent in-law and wives who live
separately from parent in-law. The hypothesis of this study said that wives who
lives separately from parent in-law has higher level of both marital satisfaction
and subjective well-being rather than wives who live together with parent in-law.
The type of this research was comparative quantitative research. The respondents
in this study was each 61 wives from each category in the age range of 25-50
years old. This research used 3 types of scales which are marital satisfaction
scale consisted of 35 items with 0.956 reliability coefficient; Satisfaction with Life
Scale (SLS) consisted of 5 items with 0.807 reliability coefficient; also The
Expanded Form of Positive and Negative Affect Schedule (PANAS-X) that
consisted of 57 items with 0.947 reliability coefficient. Data in this research
analyzed using two independent sample t-test Mann Whitney through SPSS
program for windows version 23.00 and resulted amount 0.180 (p > 0.05) for
marital satisfaction variable also resulted amount 0.273 (p > 0.05) for subjective
well-being variable. This research showed that there were no significant
differences of both marital satisfaction and subjective well-being between wives
who either live together or live separately with parent in-law, thus the hypothesis
of this research is unacceptable.

Keywords: Marital satisfaction, SWB, subjective well-being, wives who live


together with parent in-law, wives who live separately from parent in-law.

ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih-Nya

yang telah menyertai penulis selama penyusunan skripsi ini hingga selesai. Skripsi

ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat mendapatkan gelar sarjana dari

Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penyusunan skripsi ini banyak

pihak yang memberi bantuan berupa sumbangan pikiran, waktu, tenaga,

bimbingan dan dorongan kepada penulis. Oleh karena itu, penulis ingin

mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Titik Kristiyani, selaku dosen pembimbing skripsi. Terima kasih atas

waktu, diskusi, masukan, kesabaran serta nilai-nilai yang Ibu berikan

selama proses penyusunan skripsi ini.

2. Bapak Tarsisius Priyo Widiyanto selaku Dekan, beserta semua jajaran staf

dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang memberikan

dukungan selama perkuliahan sampai skripsi ini pada akhirnya

diselesaikan.

3. Bapak Paulus Eddy Suhartanto selaku Kaprodi yang telah membuat proses

pengajuan judul serta perpindahan dosen pembimbing skripsi ini menjadi

lancar.

4. Suster Theresia Dewi Irianty Gallang, FCJ selaku dosen pembimbing

akademik atas bimbingannya hingga skripsi ini selesai dikerjakan.

5. Bapak Hadrianus Wahyudi selaku dosen pembimbing akademik atas

bantuannya dalam memenuhi syarat-syarat ujian skripsi.

x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Ibu Ratri dan Pak Wahyudi selaku dosen penguji skripsi yang telah

memberikan saran dan masukan yang berguna bagi skripsi ini.

7. Semua responden penelitian, sejak try out hingga pengambilan data.

Terimakasih untuk waktu dan semua masukan yang diberikan.

8. Teman-teman psikologi angkatan 2012 Universitas Sanata Dharma,

terimakasih untuk semangatnya, untuk chat lowongan kerja di grup setiap

hari yang selalu memotivasi saya untuk segera menyelesaikan skripsi.

9. 7 orang teman payung perkawinan, Indri, Dira, Igan, Ken, Monic, Devita,

Ivie yang dari awal hingga akhir selalu memberi dukungan dengan cara

yang ajaib.

10. Keluarga besar Mapasadha Yogyakarta, terima kasih atas semua ilmu

ketahanan diri, penguatan mental dan keluar dari zona nyaman; tanpa itu

saya tidak dapat sampai tahap ini.

11. Sahabat Cabe-cabean, Bincik, Putri, Gung Is, Nona, Olive, Mitha, Seprina

Itha, Dira, Igan, walaupun akhirnya saya yang terakhir lulus, semangat,

teguran, perhatian dan motivasinya tidak pernah lelah dicurahkan, saya

beruntung punya kalian.

12. Saudara terbaik shio Kuda XXXIV, Ranja, Rawuk, Turan, Tapel, Kosan

terimakasih banyak untuk semua kesempatan dan kasih sayang, termasuk

pisuhan, semoga segera menyusul.

13. Mama, Bapak, Adek, Ninu, dan semua keluarga besar saya, terimakasih

atas semuanya, doa, keringat, motivasi, bantuan, kepercayaan. Saya

sayang sekali sama kalian.

xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14. Punclut squad, keluarga besar bamboo, pelipur lara paling mujarab saat

homesick dari dulu hingga sekarang. Terimakasih untuk semua ceritanya.

15. Victor Wijaya Dewantara, Ni Putu Rusmitha Cintya Dewi, dan Andita

Suryarini, teman tim-tim terbaik, thank you for (always) having my back.

16. Valli Andi Pratama, yang pernah pergi dan kembali, tetapi selalu

menyemangati, untuk semua malam yang dilewati tanpa bermimpi, untuk

semua caci maki sampai motivasi, terimakasih tidak bosan-bosan hadir.

17. Semua pihak yang mendukung saya dengan caranya masing-masing, yang

tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih. Tuhan memberkati.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini belum sempurna. Segala bentuk kritik,

saran dan masukan akan diterima dan sangat dihargai oleh penulis. Semoga

skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................i

HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ....................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii

HALAMAN MOTTO .............................................................................................iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ..............................................................................v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................vi

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ............ vii

ABSTRAK ........................................................................................................... viii

ABSTRACT ..............................................................................................................ix

KATA PENGANTAR ............................................................................................. x

DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii

DAFTAR TABEL .............................................................................................. xviii

DAFTAR SKEMA................................................................................................xix

DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... xx

BAB I. PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

A. Latar Belakang .............................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 6

C. Tujuan Penelitian........................................................................................... 6

D. Manfaat Penelitian ........................................................................................ 6

BAB II. LANDASAN TEORI ................................................................................. 8

A. Subjective Well-Being (SWB) .......................................................................8

1. Definisi Subjective Well-Being (SWB)......................................................... 8

xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Komponen Subjective Well-Being (SWB) .................................................. 10

2.1. Komponen Kognitif ............................................................................10

2.2. Komponen Afektif .............................................................................. 11

3. Faktor-faktor yang Memengaruhi SWB ..................................................... 14

3.1. Variabel Demografis ...........................................................................14

3.2. Budaya ................................................................................................ 14

3.3. Lingkungan ......................................................................................... 15

3.4. Kepribadian ......................................................................................... 15

B. Kepuasan Perkawinan ................................................................................. 17

1. Definisi Perkawinan ................................................................................... 17

2. Definisi Kepuasan Perkawinan ...................................................................17

3. Aspek Kepuasan Perkawinan .....................................................................19

3.1. Aspek Kognitif .................................................................................... 19

3.2. Aspek Afektif ...................................................................................... 19

4. Area Kepuasan Perkawinan ........................................................................20

4.1. Kepribadian ......................................................................................... 20

4.2. Komunikasi ......................................................................................... 20

4.3. Resolusi Konflik ................................................................................. 20

4.4. Pengaturan Keuangan .........................................................................21

4.5. Aktivitas Waktu Luang .......................................................................21

4.6. Hubungan Seksual .............................................................................. 21

4.7. Pola Pengasuhan ................................................................................. 21

5. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Perkawinan .......................... 22

xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.1. Hubungan dengan Mertua ...................................................................22

5.2. Perbedaan Gender ............................................................................... 22

5.3. Finansial .............................................................................................. 22

5.4. Pendidikan Pasangan ..........................................................................22

5.5. Kehadiran Anak .................................................................................. 23

5.6. Kompromi ........................................................................................... 23

5.7. Pengertian dan Dukungan Pasangan ................................................... 23

5.8. Persepsi Diri ........................................................................................ 24

C. Dinamika Perbedaan Kepuasan Perkawinan dan Subjective Well-Being

Istri Ditinjau dari Tempat Tinggal ............................................................. 24

D. Skema Penelitian ......................................................................................... 27

E. Hipotesis ......................................................................................................28

BAB III. METODE PENELITIAN .......................................................................29

A. Jenis Penelitian ............................................................................................ 29

B. Identifikasi Variabel Penelitian ...................................................................29

C. Definisi Operasional .................................................................................... 29

D. Responden Penelitian .................................................................................. 30

E. Metode Pengumpulan Data .........................................................................31

1. Penyusunan Blue-print ............................................................................... 31

2. Penulisan Item ............................................................................................ 31

3. Review dan Revisi Item.............................................................................. 34

4. Penghitungan Validitas Isi ..........................................................................34

5. Uji Coba Pendahuluan ................................................................................ 35

xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Uji Coba Alat Ukur .................................................................................... 35

F. Pemeriksaan Reliabilitas dan Validitas Alat Ukur Penelitian ..................... 38

G. Metode Analisis Data .................................................................................. 38

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......................................39

A. Hasil Penelitian ........................................................................................... 39

1. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................... 39

2. Deskripsi Responden .................................................................................. 39

3. Deskripsi Data Penelitian ...........................................................................40

3.1. Reliabilitas data penelitian ..................................................................40

3.2. Statistik deskriptif data penelitian ....................................................... 41

4. Hasil Uji Asumsi ........................................................................................ 44

4.1. Uji normalitas...................................................................................... 44

4.2. Uji homogenitas .................................................................................. 45

5. Hasil Uji Hipotesis ..................................................................................... 45

5.1. Ui beda mann-whitney u .....................................................................45

6. Analisis Tambahan ..................................................................................... 46

6.1. Uji beda area kepuasan perkawinan istri ditinjau dari tempat tinggal 46

6.2. Uji beda aspek SWB istri ditinjau dari tempat tinggal ....................... 47

6.3. Uji korelasi kepuasan perkawinan dan SWB ......................................48

B. Pembahasan .................................................................................................49

BAB V. PENUTUP ............................................................................................... 53

A. Kesimpulan .................................................................................................53

B. Keterbatasan Penelitian ............................................................................... 53

xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

C. Saran ............................................................................................................ 54

1. Bagi pasangan yang sudah menikah ........................................................... 54

2. Bagi peneliti selanjutnya ............................................................................54

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 55

LAMPIRAN ...........................................................................................................61

xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Blue-print Skala Kepuasan Perkawinan................................................... 32

Tabel 2. Distribusi Item Skala Kepuasan Perkawinan ...........................................32

Tabel 3. Blue-print dan distribusi item Satisfaction with Life Scale (SLS) ...........33

Tabel 4. Blue-print dan distribusi item The Expanded Form of Positive and

Negative Affects Schedule (PANAS-X) ........................................................... 33

Tabel 5. Blue-print Skala Kepuasan Perkawinan setelah Uji Coba ...................... 36

Tabel 6. Distribusi Item Skala Kepuasan Perkawinan Setelah Uji Coba .............. 37

Tabel 7. Blue-print dan distribusi item The Expanded Form of Positive and

Negative Affects Schedule (PANAS-X) setelah uji coba ................................ 37

Tabel 8. Deskripsi Responden Penelitian ............................................................. 39

Tabel 9. Reliabilitas Data Penelitian .....................................................................40

Tabel 10. Deskriptif Data dan Hasil Uji Beda Rerata Responden M ................... 42

Tabel 11. Deskriptif Data dan Hasil Uji Beda Rerata Responden S ..................... 43

Tabel 12. Uji Normalitas ....................................................................................... 44

Tabel 13. Uji Homogenitas ................................................................................... 45

Tabel 14. Uji Hipotesis .......................................................................................... 46

Tabel 15. Uji Beda Tiap Area Kepuasan Perkawinan ..........................................47

Tabel 16. Uji Beda Tiap Aspek SWB ....................................................................47

Tabel 17. Uji Linearitas ........................................................................................ 48

Tabel 18. Uji Korelasi ............................................................................................ 48

xviii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR SKEMA

Skema 1. Skema kepuasan perkawinan istri ditinjau dari tempat tinggal .............. 27

Skema 2. Skema SWB istri ditinjau dari tempat tinggal .......................................28

xix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Form penilaian validitas isi kepuasan perkawinan ............................ 62


Lampiran 2. Penilaian Validitas isi skala kepuasan perkawinan .......................... 73
Lampiran 3. Skala Kepuasan Perkawinan, PANAS-X dan SLS
Sebelum Uji Coba ........................................................................................... 75
Lampiran 4. Uji Reliabilitas dan Analisis Item Skala Kepuasan Perkawinan ......86
Lampiran 5. Uji Reliabilitas dan Analisis Item Negative Affect
Skala PANAS-X ............................................................................................. 88
Lampiran 6. Uji Reliabilitas dan Analisis Item Positive Affect
Skala PANAS-X ............................................................................................. 90
Lampiran 7. Uji Reliabilitas dan Analisis Item Skala SLS ...................................91
Lampiran 8. Skala Kepuasan Perkawinan, PANAS-X dan SLS
Sesudah Uji Coba ............................................................................................. 92
Lampiran 9. Reliabilitas Skala Kepuasan Perkawinan Setelah Uji Coba ...........103
Lampiran 10. Reliabilitas Skala PANAS-X Setelah Uji Coba ........................... 104
Lampiran 11. Reliabilitas Skala SLS Setelah Uji Coba ......................................105
Lampiran 12. Uji Normalitas .............................................................................. 106
Lampiran 13. Uji Homogenitas ...........................................................................107
Lampiran 14. Uji Hipotesis ................................................................................. 108
Lampiran 15. Uji Beda Area Kepuasan Perkawinan Berdasarkan
Tempat Tinggal ............................................................................................. 109
Lampiran 16. Uji Beda Aspek SWB Berdasarkan Tempat Tinggal ................... 110
Lampiran 17 Uji Linearitas ................................................................................. 111
Lampiran 18 Uji Korelasi Kepuasan Perkawinan dan SWB ............................... 112

xx
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kehidupan bahagia merupakan idaman setiap orang. Kebahagiaan menjadi

topik yang banyak diteliti karena orang berlomba-lomba mencari apa yang

sebenarnya membuat hidup bahagia (Snyder & Lopez, 2002). Keinginan

mencapai kebahagian menjadi motivasi kuat dalam perkembangan

kepribadian manusia (King, 2008 dalam Eid & Larsen, 2008).

Seiring perkembangan penelitian mengenai kebahagian, pengukuran

kebahagiaan menjadi kendala. Kebahagiaan tidak dapat diukur secara objektif

karena tidak ada perilaku yang secara reliabel menampakkan kebahagiaan

(Kahneman & Krueger, 2006). Oleh karena itu dalam literatur psikologi istilah

kebahagiaan banyak digantikan oleh istilah subjective well-being, selanjutnya

disingkat SWB (Boniwell, 2016). Kesejahteraan atau Well-being adalah

atribut yang stabil, merefleksikan tingkatan individu dalam mengalami afek

positif dan pandangan menyenangkan atas hidupnya (Dush & Amato, 2005).

Di Indonesia, penelitian mengenai kesejahteraan subjektif atau SWB

masih terbilang sedikit, dilihat dari kebanyakan jurnal penelitian berasal dari

negara barat. Minimnya penelitian tentang SWB di Indonesia dapat

disebabkan oleh keunikan budaya. Namun hal ini sangat disayangkan karena

penelitian SWB di Indonesia dapat bermanfaat bagi kekayaan ilmu

pengetahuan.

1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Secara umum, manfaat SWB adalah membuat seseorang berfungsi baik

dalam masyarakat (Boniwell, 2016). SWB memengaruhi bagaimana seseorang

beradaptasi dalam lingkungan, serta bagaimana ia menjalin relasi dengan

orang lain (Comin & Santos, 2012). SWB juga terbukti mampu membuat

seseorang memiliki umur yang panjang (Diener & Chan, 2011). Diener dan

Michalos (2009) membuktikan bahwa SWB mampu membantu seseorang

dalam menerima kondisi hidup serta kembali berfungsi dalam masyarakat.

Subjective Well-Being (SWB) merupakan evaluasi seseorang secara

kognitif dan afektif atas hidupnya (Diener, Oishi, & Lucas, 2003). Evaluasi

kognitif berkaitan dengan penilaian atas kepuasan hidup dan dipengaruhi oleh

situasi hidup saat ini seperti keluarga, cinta dan pekerjaan (Diener, Gohm,

Suh, & Oishi, 2000; Shields, 2003). Evaluasi afektif merupakan penilaian

seseorang atas emosi yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Individu

dengan SWB tinggi atau disebut bahagia jika merasa puas akan keseluruhan

hidupnya serta mengalami banyak emosi positif dan sedikit atau tidak

mengalami emosi negatif (Diener & Michalos, 2009).

Perkawinan adalah salah satu jawaban paling populer tentang bagaimana

membuat hidup bahagia. Orang yang menikah memiliki level SWB yang lebih

tinggi dibanding orang yang tidak pernah atau sudah tidak menikah (Diener,

Gohm, Suh, & Oishi, 2000). Perkawinan, terlebih jika memuaskan, menjadi

salah satu tolak ukur SWB hidup individu. Puas akan perkawinan membuat

seseorang memiliki kepuasan hidup tinggi sehingga dapat dikatakan merasa

bahagia. (Shields, 2003).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Kepuasan perkawinan adalah penilaian subjektif individu mengenai

kualitas perkawinan mereka ( Li & Fung, 2011). Seseorang merasa puas atas

perkawinan dengan adanya perasaan bahagia, puas dan menyenangkan

terhadap seluruh kehidupan perkawinan serta aspek khusus terkait pasangan

(Olson & Hamilton, 2003). Kepuasan perkawinan diperlukan dalam

membangun rumah tangga yang sehat dan harmonis.

Adanya ketidakpuasan perkawinan memungkinkan terjadinya konflik

dalam perkawinan, serta tekanan psikologis terhadap suami atau istri.

Ketidakpuasan perkawinan merupakan prediktor utama perceraian (Amato,

Booth, Johnson, & Rogers, 2007). Indonesia memiliki angka perceraian yang

cenderung mengalami kenaikan tiap tahunnya. Berdasarkan data dari Badan

Pusat Statistik tahun 2017, angka perceraian di Indonesia tergolong tinggi,

sebanyak 320.000 kasus terjadi dari tahun 2012 dan mengalami kenaikan

sebesar 20.000 sampai tahun 2015. Tingginya angka perceraian bukan suatu

hal yang diinginkan, oleh sebab itu penelitian tentang kepuasan perkawinan

penting dilakukan.

Perkawinan adalah tahap penting dalam kehidupan individu karena

mempengaruhi bagaimana individu menilai hidup. Saat menikah, kebanyakan

individu berada dalam tahap dewasa awal. Individu dalam tahap ini dituntut

untuk menyeimbangkan kebutuhannya atas independensi atas orang tua

(peralihan remaja) dengan kebutuhan menjalin intimitas dengan pasangan

(Santrock, 2013). Dalam menyeimbangkan dua kebutuhan ini, individu

dihadapkan dengan banyak tantangan, diantaranya hubungan dengan mertua,


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

stress, keuangan, pekerjaan (Gottman dalam Santrock, 2013). Seseorang akan

dihadapkan pada perubahan dan konflik baru dalam hidupnya ketika

memutuskan untuk menikah.

Banyak pasangan mengawali perkawinan dengan tinggal di rumah mertua

atau orang tua karena ingin menemani, mertua atau orang tua merasa tidak

dapat hidup sendiri, atau alasan ekonomi yaitu belum mampu memiliki rumah

sendiri (Syaaf, 2014). Pada satu sisi, individu menikah yang tinggal bersama

mertua akan kesulitan dalam menyeimbangkan independensi serta intimitas

karena mertua akan ikut mengambil bagian dalam sistem keluarga tersebut.

Tinggal bersama mertua memunculkan lebih banyak konflik daripada tinggal

terpisah dari mertua (Bryant, Conger, & Meehan, 2001).

Pasangan tentu memiliki harapan menjalin hubungan lebih baik dengan

mertua, apalagi dapat tinggal bersama mertua. Padahal hubungan dengan

mertua tidak selalu harmonis, bahkan dapat memicu konflik dalam

perkawinan (Saputra , Hartati, & Aviani, 2014). Adanya jarak antara harapan

dengan realita yang terjadi inilah yang membuat individu tidak bahagia

(Boniwell, 2016). Konflik yang terjadi lebih banyak dirasakan oleh istri

daripada suami (Noviasari & Dariyo, 2011). Saat tinggal bersama mertua,

istri harus terbiasa dengan tuntutan diri serta tanggung jawab sebagai istri dan

menantu (Charlie, 2006 dalam Noviasari dan Dariyo, 2011). Tuntutan yang

diberikan mertua seringkali memunculkan tekanan dan ketegangan sehingga

menyebabkan istri tertekan, merasa stress bahkan dapat berpengaruh pada

kesehatan mental istri (Randall & Bodenmann, 2009).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tinggal bersama mertua mengurangi kepuasan perkawinan pada istri

(Randall & Bodenmann, 2009). Hal ini disebabkan oleh kecenderungan

wanita yang lebih peka dan tertekan atas tuntutan disekitarnya, apalagi

tuntutan itu datang dari mertua. Tekanan serta hubungan yang seringkali tidak

harmonis dengan mertua membuat istri tidak merasa puas dengan

perkawinannya. Hal ini diperkuat oleh Reid (2004) yang menyatakan bahwa

dalam menilai aspek-aspek dalam kehidupan, wanita sangat dipengaruhi

afiliasi sosial.

Baik SWB maupun kepuasan perkawinan memiliki ruang lingkup bahasan

masing-masing dalam kehidupan individu. Walaupun keduanya memiliki

komponen yang sama, peneliti ingin melihat kedua variabel tersebut sebagai

satu variabel yang berdiri sendiri. Hal ini sesuai dengan penlitian yang

dilakukan oleh Carr, Freedman, Cornman, dan Schwarz (2014) yang

menyatakan, meskiipun kepuasan perkawinan berkorelasi dengan kepuasan

hidup, namun terhadap SWB yang lebih luas, pengaruh tersebut hanya bersifat

sementara. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyaknya faktor yang

mempengaruhi kepuasan perkawinan dan kualitas perkawinan itu sendiri.

Selain itu, kepuasan perkawinan dalam penelitian Hughes (2012)

dinyatakan memiliki kurva berbentuk U yang berarti kepuasan perkawinan

dapat menurun atau meningkat seiring waktu. Sementara SWB menurut

Diener (1984) melihat kehidupan secara menyeluruh sehingga lebih bersifat

permanen. Albuquerque (2010) menambahkan bahwa walaupun kejadian

dalam individu dapat mempengaruhi SWB seseorang, namun proses adaptasi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

orang tersebut akan memiliki pola yang sama dengan sebelum-sebelumnya

sehingga SWB secara keseluruhan tidak terlalu berubah. Sehingga fokus

penelitian ini membandingkan SWB dan kepuasan perkawinan istri yang

tinggal terpisah dengan istri yang tinggal bersama mertua.

B. RUMUSAN MASALAH

Apakah ada perbedaan kepuasan perkawinan serta Subjective Well-Being

antara istri yang tinggal serumah dan terpisah dari mertua?

C. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan kepuasan perkawinan serta

Subjective Well-being antara istri yang tinggal serumah dan yang terpisah dari

mertua.

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan memperkaya teori tentang hubungan

kepuasan perkawinan dengan Subjective Well-being atau SWB seseorang

pada konteks-konteks tertentu. Khususnya pada pasangan istri yang

tinggal serumah dan yang terpisah dari mertua.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan membantu memperkaya pemahaman istri

mengenai pentingnya kepuasan perkawinan dan SWB dalam kehidupan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

perkawinan serta bagaimana kedua hal tersebut ditinjau dari tinggal

bersama atau terpisah dari mertua. Penelitian ini juga menambah

pertimbangan pasangan suami istri yang hendak tinggal bersama/terpisah

dengan mertua.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II

A. SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB)

1. Definisi Subjective Well-being (SWB)

Sejak dahulu, definisi kebahagiaan menjadi bahasan menarik di kalangan

peneliti. Pembahasan tentang hal apa saja yang membuat hidup seseorang

menjadi baik juga tidak pernah berhenti diperbincangkan (Snyder, Lopez, &

Pedrotti, 2011). Satu-satunya hal yang disepakati peneliti adalah bahwa hidup

bahagia terutama dipengaruhi oleh seberapa seseorang menyukai hidupnya.

Penilaian tentang seberapa seseorang menyukai hidupnya dipengaruhi oleh

beragam hal tergantung orang tersebut. Hal ini lah yang mendasari

subjektivitas dalam penilaian kebahagiaan serta digunakannya istilah

subjective well-being (SWB) dalam literasi psikologi (Boniwell, 2016).

Diener (1984; 2002, dalam Snyder, Lopez & Pedrotti, 2011; Diener&

Michalos, 2009) menggunakan 3 hal dalam mendefinisikan SWB. Pertama,

SWB didefinisikan berdasarkan kriteria eksternal seperti kesucian dan

keutamaan. SWB berarti memiliki kualitas tertentu yang diinginkan bukan

pikiran tentang suatu keadaan subjektif. SWB dalam konteks ini didasarkan

pada penilaian orang lain (Snyder, Lopez, & Pedrotti, 2011).

Kedua, SWB didefinisikan dengan berfokus pada pertanyaan tentang apa

yang mengarahkan orang-orang untuk mengevaluasi hidup mereka secara

positif (Diener, 1984; Diener, Oishi, & Lucas, 2003). SWB merupakan

kepuasan yang harmonis terhadap keinginan dan tujuan-tujuan hidup

(Chekola, 1975 dalam Diener, 1984). Ketiga, SWB merupakan keadaan

8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dimana afek positif menunjukkan superordinasi terhadap afek negatif (Eid &

Larsen, 2008). Dalam konteks ini pengalaman emosional menyenangkan

sangat ditekankan.

SWB secara subjektif tampak pada definisi kedua dan ketiga, definisi ini

juga merupakan dua unsur utama subjective well-being. SWB secara umum

didefinisikan sebagai evaluasi seseorang terhadap kepuasan hidupnya secara

global, pengalaman perasaan-perasaan positif serta kurang atau ketiadaan

perasaan-perasaan negatif. Unsur afektif dalam SWB merupakan reaksi

emosional individu terhadap peristiwa-peristiwa dalam hidupnya (Diener,

Oishi, & Lucas, 2003). Reaksi emosional ini terdiri atas reaksi positif dan

negatif. SWB menekankan pada reaksi positif serta kurangnya atau ketiadaan

reaksi negatif.

Unsur kepuasan hidup pada dasarnya merupakan penghargaan positif

terhadap apa yang dialami dan diperoleh dalam hidup seseorang (Diener,

Oishi, & Lucas, 2003). Dalam perkembangannya, unsur kepuasan hidup ini

berkembang tidak hanya mencakup kepuasan hidup secara global, tetapi juga

kepuasan pada aspek-aspek penting kehidupan (domain satisfaction)

(Schimmack, 2008 dalam Eid & Larsen, 2008).

Peneliti menggunakan definisi SWB menurut Diener (1984; Diener, Oishi,

& Lucas, 2003) yaitu evaluasi kognitif dan afektif individu terhadap

kehidupannya. Evaluasi kognitif mencakup kepuasan hidup serta kepuasan

dalam aspek-aspek individu terhadap kehidupannya. Evaluasi afektif

mencakup emosi positif dan negatif individu atas peristiwa dalam hidupnya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

(Diener, Oishi, & Lucas, 2003; Schimmack, 2008 dalam Eid & Larsen,

2008).

2. Komponen Subjective Well-being (SWB)

2.1. Komponen Kognitif

Komponen kognitif SWB terdiri atas kepuasan hidup secara global

(global life satisfaction / LS) dan kepuasan dalam aspek-aspek tertentu

dalam kehidupan individu (domain satisfaction / DA). Komponen kognitif

SWB atau cognitive well-being didasarkan pada sikap evaluatif atau

penilaian serta keyakinan seseorang atas hidupnya (Schimmack, 2008

dalam Eid & Larsen, 2008).

Proses penilaian individu didapat dari perbandingan antara

keadaannya saat ini dengan standar harapan yang dimiliki. Semakin kecil

perbedaan antara apa yang diharapkan dengan apa yang dimiliki maka

individu tersebut memiliki kepuasan hidup yang tinggi (Sirgy, 2012).

Penilaian kepuasan hidup didasarkan pada keadaan individu saat

melakukan evaluasi (Schimmack, Diener & Oishi, 2009 dalam Diener &

Michalos, 2009).

Kepuasan hidup (LS) merupakan penilaian individu secara

keseluruhan tentang hidupnya. Penilaian ini melibatkan proses kognitif

sehingga individu perlu melihat keadaan hidupnya, memutuskan

kepentingan situasi tersebut kemudian mengevaluasi tingkat kepuasannya

secara keseluruhan. Individu melihat hidupnya berdasar standar tertentu

yang telah ditentukannya (Diener & Michalos, 2009).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

Kepuasan aspek-aspek tertentu dalam kehidupan individu (domain

satisfaction / DA) adalah evaluasi seseorang tentang aspek khusus dari

kehidupannya, sehingga sangat bervariasi tergantung individunya. DA

memberi informasi yang kesejahteraan individu secara keseluruhan

maupun pada area kehidupan tertentu (Diener & Michalos, 2009).

Kehidupan manusia memiliki beberapa aspek penting diantaranya,

kesehatan, harga diri, tujuan dan nilai, materi, pekerjaan, rekreasi,

pendidikan, kreativitas, perilaku menolong, cinta, pertemanan, anak-anak,

sanak saudara, rumah, tetangga (neighbourhood), serta komunitas social

(Frisch, 2006).

2.2. Komponen Afektif

Afek merupakan reaksi psikologis langsung terhadap stimulus karena

perasaan tergetar (Snyder, Lopez, & Pedrotti, 2011). Frijda (1999 dalam

Snyder, Lopez, & Pedrotti, 2011) menambahkan bahwa afek merupakan

suatu penilaian terhadap peristiwa sebagai sesuatu yang menyakitkan atau

menyenangkan, serta terhadap suatu pengalaman autonomic arousal,

pengalaman tergetar atau terbangunkan. Penilaian ini berdasarkan pada

peristiwa atau situasi yang dialaminya dalam beberapa hari atau minggu-

minggu terakhir dari waktu mengisi evaluasi (Diener & Michalos, 2009).

2.2.1. Afek Positif

Afek positif adalah penilaian terhadap suatu peristiwa sebagai

sesuatu yang menyenangkan. Watson dan Clark (1999), peneliti

SWB, membagi afek positif dalam 3 kelompok yaitu:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

2.2.1.1. Joviality

Semua jenis perasaan bahagia atau riang individu

(sukacita, bahagia, senang/delighted, riang/cheerful,

bergairah/excited, antusias, hidup-hidup/lively, energik.

2.2.1.2. Self-assurance

Perasaan percaya diri atau yakin pada diri sendiri yang

dialami individu dalam peristiwa-peristiwa hidupnya (rasa

bangga, kuat, rasa yakin, bold/merasa hebat, berani,

fearless/tidak takut).

2.2.1.3. Attentiveness

Perasaan penuh perhatian yang dialami individu terkait

peristiwa-peristiwa yang sedang dialaminya (alert / waspada,

attentive / penuh perhatian, concentrating / fokus, determined /

tekun).

2.2.2. Afek Negatif

Afek negatif adalah penilaian terhadap suatu peristiwa sebagai

sesuatu yang menyakitkan. Watson dan Clark (1999),

mengklasifikasikan afek negatif menjadi:

2.2.2.1. Rasa takut

Rasa takut terdiri dari 6 item yaitu: khawatir,

scares/takut, frightened/terkejut, gelisah, gugup,

shaky/gemetar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

2.2.2.2. Hostility/ perasaan bermusuhan

Hostility/perasaan bermusuhan meliputi 6 item, yaitu:

marah, memusuhi, mudah tersinggung, scornful/perasaan

menghina, jijik, dan benci.

2.2.2.3. Rasa bersalah

Rasa bersalah mencakup 6 item: rasa bersalah, malu

karena perbuatannya, pantas disalahkan, marah pada diri

sendiri, muak dengan diri sendiri, tidak puas dengan diri

sendiri.

2.2.2.4. Kesedihan

Kesedihan yang dibagi dalam 5 item yaitu: sedih,

murung, putus asa, sendirian, dan kesepian.

2.2.2.5. Kelompok perasaan negatif lainnya

Kelompok perasaan negatif yang tidak termasuk dalam

4 kategori di atas yaitu, rasa malu dan lelah. Rasa malu terdiri

atas segan, sheepish/ tersipu malu, timid/ takut-takut; Lelah

terdiri atas mengantuk, lelah, lemas, dan malas.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

3. Faktor- faktor yang Memengaruhi SWB

Penelitian-penelitian Diener (1984; 1985; 2000; 2003) menunjukkan

beberapa faktor yang mempengaruhi SWB. Faktor-faktor tersebut tidak dapat

menjadi determinan tunggal bagi SWB karena tidak cukup untuk secara

tunggal menentukan kualitas SWB individu (Eid & Larsen, 2008). Sehingga

pada perkembangannya, banyak faktor lain yang ditemukan. Secara umum,

faktor-faktor yang mempengaruhi SWB adalah:

3.1. Variabel Demografis

Variabel demografis mencakup usia, gender, ras, pendidikan,

pendapatan, status perkawinan dan keluarga, dan pekerjaan. Diener (1984,

dalam Eid & Larsen, 2008) menyimpulkan dari pelbagai penelitian bahwa

variabel-variabel demografis ini umumnya memiliki pengaruh terhadap

SWB meski lemah.

3.2. Budaya

Variabel budaya mempengaruhi emosi positif, salah satunya adalah

individualisme (independent self-conseptualization) versus kolektivisme

(interdependent self-conseptualization). Individualisme vs kolektivisme

cukup menentukan konsistensi pengalaman afektif individu dalam situasi-

situasi tertentu. Watson dan Naragon (2009 dalam Snyder, Lopez, &

Pedrotti, 2011) menemukan bahwa situasi (sendirian atau bersama orang

lain) memiliki pengaruh yang lebih besar pada tingkat emosi positif di

budaya kolektif dibandingkan budaya individualis.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

3.3. Lingkungan

Penelitian-penelitian SWB membuktikan bahwa lingkungan

berpengaruh pada pembentukan persepsi individu tentang kehidupannya.

Pengaruh lingkungan terhadap SWB diteliti oleh Watson & Naragon

(2009 dalam Snyder, Lopez, & Pedrotti, 2011) yang menyimpulkan bahwa

pengaruh lingkungan salah satunya adalah negara. Penelitian tersebut

membuktikan bahwa rakyat di negara-negara yang miskin dan negara yang

kaya berbeda tingkat SWB.

Lingkungan sekitar individu mempengaruh SWB. Penelitian yang

dilakukan oleh Bryant, Conger, dan Meehan (2001) menyatakan bahwa

lingkungan tempat tinggal mempengaruhi SWB seseorang. Individu yang

tinggal bersama dengan mertua memiliki SWB yang cenderung lebih

rendah daripada individu yang tinggal terpisah dari mertua. Hal ini

diperkuat oleh penelitian Saputra (2014) yang menyatakan bahwa tempat

tinggal dan tetangga / neighbourhood mempengaruhi SWB seseorang.

3.4. Kepribadian

Kepribadian merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh

yang kuat terhadap SWB berdasarkan penelitian-penelitian SWB (Diener,

1984). Salah satu sifat kepribadian yang sangat kuat memengaruhi SWB

adalah harga diri yang tinggi (Diener & Michalos et al). Selain itu,

ekstraversi dan neurotisme juga merupakan prediktor terkuat bagi SWB.

Ekstraversi memengaruhi SWB karena sifat kepribadian ini berhubungan

dengan kecenderungan mengalami emosi-emosi positif. Sebaliknya,


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

neurotisme berhubungan dengan kecenderungan untuk merasakan emosi-

emosi negatif. Orang yang berkepribadian ekstravert lebih mudah

mengalami emosi positif dan sebaliknya orang yang neurotis lebih mudah

merasakan emosi- emosi negatif (Eid & Larsen et al).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

B. KEPUASAN PERKAWINAN

1. Definisi Perkawinan

Perkawinan didefinisikan sebagai hubungan seorang laki-laki dan

perempuan yang secara sosial diakui, menyediakan hubungan seksual dan

pengasuhan anak yang sah dan didalamnya terdapat pembagian kerja yang

jelas baik untuk istri maupun suami (Duvall & Miller, 1985).

Di Indonesia, perkawinan didefinisikan sebagai “ikatan lahir batin antara

seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk

keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan keTuhanan

Yang Maha Esa” sebagaimana tercantum dalam UU No. 1/ 1974 tentang

perkawinan.

Sehingga perkawinan dapat disimpulkan sebagai ikatan lahir batin antara

seorang pria dan wanita sebagai suami dan istri yang secara sosial diakui

dengan tujuan membentuk keluarga dengan pembagian kerja yang jelas dan

pengasuhan anak yang sah.

2. Definisi Kepuasan Perkawinan

Kepuasan diartikan sebagai merasa senang, lega dan gembira karena

terpenuhinya hasrat hati menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kepuasan

adalah hasil penyesuaian harapan dan kenyataan (Klemer 1970 dalam

Ardhianita & Andayani, 2005). Kesesuaian antara apa yang terjadi dengan apa

yang di harapkan menimbulkan kepuasan. Kepuasan dapat disimpulkan

sebagai reaksi positif individu atas terpenuhinya harapan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

Kepuasan perkawinan merupakan hal yang sifatnya sangat subjektif,

karena perasaan puas yang dirasakan seseorang atas perkawinannya

tergantung dari penilaiannya sendiri (Levenson, Carstensen, & Gottman,

1993). Kepuasan perkawinan dipengaruhi oleh harapan indivdu terhadap

perkawinannya, seperti harapan atas nilai-nilai perkawinan yang terlalu tinggi,

harapan yang tidak jelas, bahkan tidak memiliki harapan sama sekali (Klemer

1970, dalam Ardhianita dan Andayani, 2005).

Kepuasan perkawinan secara umum didefinisikan sebagai perasaan

bahagia, puas, dan menyenangkan terhadap seluruh kehidupan perkawinan,

serta pada aspek-aspek yang berhubungan dengan pasangan (Olson &

Hamilton, 2003). Kepuasan pernikahan didefinisikan sebagai evaluasi suami

istri terhadap hubungan pernikahan yang cenderung berubah sepanjang

perjalanan pernikahan itu sendiri (Lemme, 1995). Kepuasan perkawinan juga

didefinisikan sebagai kondisi mental yang menggambarkan persepsi seseorang

tenrang kelebihan dan kekurangan dari suatu perkawinan (Bradbury, Fincham,

& Beach, 2000). Menurut Ayub (2010), kepuasan perkawinan adalah proses

adaptasi pasangan suami istri untuk menghindari atau mengatasi konflik yang

terjadi agar pasangan merasa puas atas perkawinannya.

Kepuasan perkawinan disimpulkan sebagai suatu perasaan bahagia, puas

dan menyenangkan berkaitan dengan terpenuhinya harapan atas perkawinan

yang bersifat subjektif dan dinamis. Subjektif karena tergantung dengan

pengalaman dan persepsi individu terhadap kepuasan yang dirasakannya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

Dinamis karena terkait dengan evaluasi suami dan istri atas kehidupan

perkawinan yang dapat berubah seiring perjalanannya.

3. Aspek Kepuasan Perkawinan

3.1. Aspek Kognitif

Aspek kognitif dari kepuasan perkawinan didasarkan pada sikap

evaluatif atau keyakinan alam mempersepsikan apakah perilaku pasangan

bermanfaat atau merugikan (Bradbury, Fincham, & Beach, 2000). Aspek

kognitif tampak dari bagaimana individu melakukan evaluasi atau

memberikan penilaian (judgement) terhadap kehidupan perkawinannya,

seberapa positif atau seberapa baik perkawinan yang dijalaninya. Evaluasi

tersebut didasarkan pada informasi-informasi yang diperoleh dari

pengalaman.

3.2. Aspek Afektif

Aspek afektif dari kepuasan perkawinan didasarkan pada penilaian

pada perasaan positif yang dirasakan individu terhadap pasangan dalam

kehidupan perkawinannya. Aspek afektif dalam kepuasan perkawinan

digunakan untuk mengamati afeksi individu tentang perkawinan dari

waktu ke waktu (Bradbury, Fincham, & Beach, 2000). Evaluasi tersebut

didasarkan pada informasi yang diperoleh dari pengalaman kehidupan

perkawinannya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

4. Area Kepuasan Perkawinan

Kepuasan perkawinan dapat dilihat dari beberapa area berdasarkan

definisinya (Olson & Olson, 2000). Area-area kepuasan perkawinan, yaitu:

4.1. Kepribadian

Kepribadian adalah pola-pola perilaku, pemikiran, motif, emosi serta

tatakrama yang berbeda antar individu sehingga memberikan karakter

pada tiap individu (Wade & Tarvis, 2009). Sebagai individu, pasangan

yang menikah membawa karakter pribadi dalam hubungan perkawinan.

Area kepribadian menjelaskan mengenai penilaian individu terhadap sifat-

sifat pasangan dan perilaku dalam perkawinan.

4.2. Komunikasi

Komunikasi adalah proses pertukaran pesan yang dilakukan oleh dua

orang atau lebih. Komunikasi merupakan salah satu hal penting yang

mampu mendefinisikan kualitas hubungan. Area ini menjelaskan

mengenai perasaan individu terhadap kehadiran percakapan, kontak fisik,

senyuman, dan keterbukaan komunikasi yang terjadi.

4.3. Resolusi Konflik

Area resolusi konflik menjelaskan tentang persepsi kesadaran

pasangan terhadap masalah dan strategi penyelesaian masalah pada

hubungan. Area ini berfokus pada keterbukaan pasangan untuk menyadari

dan menyelesaikan masalah serta strategi yang digunakan untuk

menyelesaikan perdebatan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

4.4. Pengaturan Keuangan

Ekonomi merupakan sebuah area penting dalam sebuah pernikahan.

Banyak masalah terjadi ketika salah satu pasfangan berfikir pasangannya

harus lebih berhati-hati dalam menggunakan uang. Area pengaturan

keuangan berfokus pada sikap dan kekhawatiran mengenai masalah

pengaturan ekonomi.

4.5. Aktivitas Waktu Luang

Menghabiskan waktu bersama pasangan merupakan hal penting untuk

menunjang kedekatan satu dengan yang lain. Area aktivitas waktu luang

melihat kecenderungan individu untuk menghabiskan waktu luang

bersama pasangan.

4.6. Hubungan Seksual

Sebagian pasangan tidak malu untuk mengekspresikan kasih sayang

mereka antar satu dengan yang lain. Namun, beberapa pasangan merasa

enggan untuk mengekspresikan perasaannya terlebih dahulu, begitu juga

dalam mengekpresikan keinginan untuk melakukan hubungan seksual.

Area hubungan seksual menjelaskan tentang perasaan pasangan mengenai

afeksi dan hubungan seksual.

4.7. Pola Pengasuhan

Orangtua bertanggung jawab untuk perkembangan anak-anak mulai

dari harga diri, rasa tanggung jawab, nilai-nilai, kesehatan fisik, dan

emosional serta kebutuhan sosial dan emosi anak. Area pola pengasuhan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

menjelaskan penilaian dan perasaan tentang memiliki dan bagaimana

membesarkan anak.

5. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Perkawinan

Terdapat 14 faktor yang memengaruhi kepuasan perkawinan menurut

Ayub, (2010). Penelitian ini menggunakan delapan diantaranya, yaitu:

5.1. Hubungan dengan mertua

Hubungan dengan mertua merupakan penekanan utama. Dalam

sebuah perkawinan, mertua memiliki bagian penting dalam keberhasilan

perkawinan. Kualitas hubungan dengan mertua dapat memprediksi

stabilitas, kepuasan dan komitmen pasangan.

5.2. Perbedaan gender

Dalam hal perbedaan jenis kelamin, suami melaporkan lebih puas

dalam perkawinannya dibandingkan istri. Wanita lebih peduli pada kasih

sayang dan kebersamaan dibandingkan pria. Wanita lebih realistis

sementara pria lebih idealis atau cenderung menyangkal tentang

pernikahan, hal tersebut yang menyumbang gender dalam kepuasan

pernikahan.

5.3. Finansial

Status finansial yang tinggi dan stabil mendukung kepuasan

perkawinan pada pasangan suami istri.

5.4. Pendidikan pasangan

Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin bebas ekspresi

dan perilaku asertifnya. Pada faktor ini disebutkan bahwa ada hubungan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

positif antara kepuasan perkawinan dan tingkat pendidikan pasangan,

pasangan dengan gelar sarjana dilaporkan memiliki kepuasan perkawinan

yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan dengan gelar SMA.

5.5. Kehadiran Anak

Kehadiran anak-anak di kehidupan perkawinan cenderung

meningkatkan kepuasan perkawinan pasangan suami istri.

5.6. Kompromi

Salah satu upaya untuk membuat perkawinan berhasil serta terdapat

kepuasan di dalam kehidupan perkawinan adalah dengan kompomi.

Kompromi atau compromise adalah tahap dimana pasangan suami istri

mampu membangun pemahaman di antara pasangan, sehingga

meminimalisir timbulnya konflik. Pemahaman yang dibangun diantaranya

masalah keuangan, hubungan dengan orangtua serta pola asuh anak.

Semakin tinggi kesediaan kompromi di antara keduanya, maka semakin

puas keduanya dengan kehidupan perkawinan.

5.7. Pengertian dan Dukungan Pasangan

Dukungan dari pasangan berarti saling mengerti satu dengan yang

lain dalam berbagai hal, seperti kemampuan dan kesepakatan dalam

mengatasi perbedaan dan perubahan yang terjadi dan nilai-nilai dalam

kehidupan. Dukungan dari pasangan tidak dapat digantikan dengan teman

maupun orang terdekat. Individu yang tidak memiliki pasangan yang

suportif atau tidak mendapatkan dukungan dari pasangan cenderung

mengalami kebencian, depresi dan kecemasan. Hal ini menyebabkan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

ketidakpuasan dalam hubungan dan pernikahan mereka, begitu juga

sebaliknya.

5.8. Persepsi diri

Individu yang memandang kehidupan secara positif lebih

merasakan kepuasan di dalam kehidupan perkawinannya, begitu juga

sebaliknya.

C. DINAMIKA PERBEDAAN KEPUASAN PERKAWINAN DAN

SUBJECTIVE WELL-BEING ISTRI DITINJAU DARI TEMPAT

TINGGAL

Perkawinan memenuhi kebutuhan dasar dan universal manusia (Glenn &

Weaver, 1979; Henderson, 1977; Rock, 1984 dalam Diener, Gohm, Suh, &

Oishi, 2000). Perkawinan membebaskan individu dari kesepian serta mampu

membuat individu merasa bahagia (Glenn, 1979 dalam Diener, Gohm, Suh, &

Oishi, 2000). Orang yang menikah memiliki level SWB yang lebih tinggi

dibanding orang yang tidak pernah atau sudah tidak menikah (Diener, Gohm,

Suh, & Oishi, 2000).

Perkawinan adalah salah satu peristiwa penting dalam tahap dewasa awal

individu (Santrock, 2013). Individu dalam tahap dewasa awal dituntut untuk

menyeimbangkan kebutuhannya atas independensi atas orang tua (peralihan

remaja) dengan kebutuhan menjalin intimitas dengan pasangan (Santrock,

2013). Individu dihadapkan dengan banyak tantangan dalam menyeimbangkan

kedua hal tersebut diantaranya, menjalin hubungan dengan mertua, stress,


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

masalah ekonomi, dan pekerjaan (Gottman, 1994 ; 2006 ; 2011 dalam

Santrock, 2013).

Banyak pasangan mengawali perkawinan dengan tinggal di rumah mertua

karena ingin menemani mertua, mertua tidak bisa hidup sendiri, bahkan alasan

ekonomi yaitu belum mampu memiliki rumah sendiri (Syaaf, 2014). Padahal,

menurut penelitian yang dilakukan, tinggal bersama mertua memunculkan

lebih banyak konflik daripada tinggal terpisah dari mertua (Bryant, Conger, &

Meehan, 2001).

Konflik yang terjadi lebih banyak dirasakan oleh istri daripada suami

(Noviasari & Dariyo, 2011). Saat tinggal bersama mertua, istri harus terbiasa

dengan tuntutan diri serta tanggung jawab sebagai istri dan menantu (Charlie,

2006 dalam Noviasari dan Dariyo, 2011). Selain itu, pengaruh relasi dengan

mertua serta ketegangan lebih banyak menimbulkan stress pada istri yang

dapat berdampak pada kesehatan mental (Randall & Bodenmann, 2009).

Tinggal bersama mertua juga mengurangi kepuasan perkawinan pada istri

(Randall & Bodenmann, 2009). Hal ini disebabkan oleh kecenderungan

wanita yang lebih peka dan tertekan atas tuntutan disekitarnya, apalagi

tuntutan itu datang dari mertua. Tekanan serta hubungan yang seringkali tidak

harmonis dengan mertua membuat istri tidak merasa puas dengan

perkawinannya (Saputra , Hartati, & Aviani, 2014). Hal ini diperkuat oleh

Reid (2004) yang menyatakan bahwa dalam menilai aspek-aspek dalam

kehidupan, wanita sangat dipengaruhi afiliasi sosial.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

Istri yang memutuskan tinggal bersama mertua memiliki harapan menjalin

hubungan yang baik dengan mertua. Padahal hubungan dengan mertua

seringkali tidak harmonis dan memicu konflik dalam perkawinan (Saputra ,

Hartati, & Aviani, 2014). Adanya kesenjangan antara harapan dan realita

merupakan salah satu penyebab individu merasa tidak bahagia dalam

hidupnya (Boniwell, 2016). Tinggal bersama mertua membuat istri tidak

merasa bahagia atas hidupnya (Saputra , Hartati, & Aviani, 2014).

SWB atau Subjective well-being adalah evaluasi kognitif dan afektif

seseorang atas hidupnya, terdiri atas 3 komponen utama yaitu kepuasan hidup,

afeksi positif serta negatif (Diener, 1984; Diener, Oishi, & Lucas, 2003).

Kepuasan hidup dibedakan menjadi 2 jenis yaitu, kepuasan hidup secara

global (global life satisfaction), juga kepuasan pada aspek-aspek penting

kehidupan (domain satisfaction) (Schimmack, 2008 dalam Eid & Larsen et.

al.). Kepuasan pada aspek-aspek penting kehidupan (domain satisfaction)

dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya perkawinan. Kepuasan perkawinan

menjamin adanya kepuasan hidup. Individu yang merasa puas dengan

perkawinannya memiliki kepuasan hidup yang tinggi (Shields, 2003).

Secara umum, hubungan antara SWB dan kepuasan perkawinan adalah

saling mempengaruhi (Diener, Gohm, Suh, & Oishi, 2000). Kedua variabel

merupakan evaluasi kognitif dan afektif individu (Diener, 1984; Olson &

Olson, 2000; Diener, Oishi, & Lucas et. al,). Salah satu area dalam SWB yaitu

kepuasan hidup terdiri atas kepuasan pada aspek penting kehidupan (domain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

satisfaction), salah satunya perkawinan (Schimmack, 2008 dalam Eid &

Larsen et al).

D. SKEMA PENELITIAN

Kepuasan perkawinan istri ditinjau dari tempat tinggal dijabarkan pada

skema 1.

Skema 1. Skema kepuasan perkawinan istri ditinjau dari tempat tinggal

Istri yang Tinggal Terpisah dari Istri yang Tinggal Bersama dengan
Mertua Mertua

- Tingginya tekanan dan tuntutan dari


- Tekanan dan tuntutan dari mertua mertua
lebih rendah
- Mertua berkontribusi besar dalam
- Mertua kurang kontribusi dalam pengambilan keputusan dalam
pengambilan keputusan, sehingga perkawinan sehingga memunculkan
resiko konflik kecil konflik

Kepuasan Perkawinan yang rendah


Kepuasan Perkawinan yang tinggi

Menyimpan masalah hanya untuk diri


Keterbukaan antarpasangan dalam sendiri.
menyadari keberadaan masalah.
Kurang berpartisipasi dalam membuat
Merasa nyaman dalam berbagi emosi dan keputusan
pendapat
Malu untuk mengekspresikan kasih
Merasa nyaman dalam mengekspresikan sayang.
kasih sayang kepada pasangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

Subjective Well-being istri ditinjau dari tempat tinggal dijabarkan pada

skema 2.

Skema 2. Skema subjective well-being istri ditinjau dari tempat tinggal.

Istri yang Tinggal Terpisah dari Istri yang Tinggal Bersama dengan
Mertua Mertua

- Pasangan mampu menyeimbangkan - Pasangan tidak mampu


fungsi perkembangan tahap dewasa menyeimbangkan fungsi
awal. perkembangan tahap dewasa awal
- tekanan dan tuntutan dari mertua - tekanan dan tuntutan dari mertua
lebih rendah tinggi

Subjective well-being yang tinggi Subjective well-being yang rendah

Evaluasi positif mengenai kepuasan Evaluasi negatif mengenai kepuasan


hidup. hidup.
Lebih banyak merasakan afek positif Lebih banyak merasakan afek negatif
disbanding negatif. disbanding positif.

E. HIPOTESIS

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. Kepuasan perkawinan istri yang tinggal bersama mertua lebih rendah

dibandingkan dengan istri yang tinggal terpisah dari mertua.

2. SWB istri yang tinggal bersama mertua lebih rendah dibandingkan dengan

istri yang tinggal terpisah dari mertua.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif. Penelitian

kuantitatif komparatif menguji ada tidaknya perbedaan atau perbandingan

keberadaan variabel dari dua atau lebih kelompok data (Siregar, 2013). Tujuan

penelitian adalah melihat perbedaan kepuasan perkawinan dan SWB istri

ditinjau dari tempat tinggal yaitu bersama mertua dan terpisah dari mertua.

B. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN

Variabel Bebas : Status tempat tinggal; bersama mertua dan

terpisah dari mertua

Variabel Tergantung 1 : Kepuasan Perkawinan

Variabel Tergantung 2 : SWB/ Subjective Well-being

C. DEFINISI OPERASIONAL

1. Kepuasan Perkawinan

Kepuasan perkawinan adalah penilaian istri atas area-area perkawinan

berdasarkan persepsi dan perasaan yang muncul dalam kehidupan perkawinan.

Kepuasan perkawinan diukur dengan skala kepuasan perkawinan yang disusun

peneliti berdasarkan area-area perkawinan menurut Olson dan Olson (2000).

2. Subjective Well-being (SWB)

SWB adalah penilaian individu atas seluruh hidupannya serta perasaan

dominan yang muncul padas keseharian. SWB diukur dengan dua alat ukur

adaptasi yaitu Satisfaction with Life Scale (SLS) untuk mengukur aspek

29
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

kognitif dalam SWB dan The Expanded Form of Positive and Negative Affects

Schedule (PANAS-X) untuk mengukur aspek afektif SWB. Kedua alat ukur

merupakan alat ukur yang dikembangkan oleh Howell, Rodzon, Kurai, dan

Sanchez (2010). Hasil pengukuran kedua alat ukur tersebut digabungkan

menjadi skor SWB secara keseluruhan (Howell, Rodzon, Kurai, & Sanchez,

2010).

3. Tempat Tinggal

Tempat tinggal dibedakan antara tinggal bersama mertua dengan tinggal

terpisah dari mertua. Variabel tempat tinggal dalam penelitian ini dilihat

melalui pengelompokan responden menjadi kelompok istri yang tinggal

bersama mertua dan istri yang tinggal terpisah dari mertua. Tempat tinggal

dalam penelitian ini diketahui dengan pengisian skala pada bagian data

demografi.

D. RESPONDEN PENELITIAN

Responden dipilih dengan metode non-probability purposive sampling,

yaitu pemilihan responden berdasarkan ciri-ciri tertentu yang berkaitan dengan

sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Siregar, 2013). Peneliti

menetapkan dua kriteria untuk penetapan responden, yaitu:

1. Perempuan dewasa yang telah menikah dan memiliki anak

2. Tinggal bersama atau terpisah dari mertua


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

E. METODE PENGUMPULAN DATA

1. Penyusunan Blue-print

Penelitian ini menggunakan tiga buah skala yaitu, skala kepuasan

perkawinan serta dua alat ukur adaptasi untuk mengukur variabel SWB. Skala

pengukuran SWB terdiri atas Satisfaction with Life Scale (SLS) dan The

Expanded Form of Positive and Negative Affects Schedule (PANAS-X)

dikembangkan oleh Howell, Rodzon, Kurai, dan Sanchez (2010).

2. Penulisan Item

Skala kepuasan perkawinan dibuat berdasarkan 7 area perkawinan

menurut Olson dan Olson (2000) yang bertujuan untuk mengukur kepuasan

perkawinan istri, item disusun berdasarkan perspektif penilaian dan perasaan.

Ketujuh area perkawinan tersebut adalah: (1) Kepribadian, (2) Resolusi

konflik, (3) Pengaturan Keuangan, (4) Pola Pengasuhan, (5) Waktu Luang, (6)

Komunikasi dan (7) Hubungan seksual.

Subjek diminta untuk memberikan penilaian terhadap pernyataan terkait

perkawinan dengan memilih di antara 4 pilihan mulai dari “Sangat tidak

setuju” (STS) hingga “Sangat setuju” (SS). Pernyataan yang disajikan disusun

berdasarkan Blue-print di tabel 1.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

Tabel 1. Blue-print Skala Kepuasan Perkawinan

Aspek Penilaian Perasaan Jumlah


Area
Kepribadian 2 2 2 2 8
Resolusi 2 2 2 2 8
Konflik
Pengaturan 2 2 2 2 8
Keuangan
Pola 2 2 2 2 8
Pengasuhan
Waktu Luang 2 2 2 2 8
Komunikasi 2 2 2 2 8
Hubungan 2 2 2 2 8
Seksual
Total 56

56 item skala kepuasan perkawinan kemudian didistribusikan seperti pada

tabel 2.

Tabel 2. Distribusi Item Skala Kepuasan Perkawinan

No Area F UF Jumlah Bobot


1 Kepribadian 3,40, 13, 48 31,22,38, 15 8 14,3 %
2 Resolusi 28,44,1, 11 6,14,34,2 8 14,3 %
Konflik
3 Pengaturan 45,29,39, 32 21,54,46, 8 14,3 %
Keuangan 50.
4 Pola 35,5,49, 7 16,47,52, 26 8 14,3 %
Pengasuhan
5 Waktu Luang 4,53,17, 24 12,51,25, 30 8 14,3 %
6 Komunikasi 10,41,19,42 8,36,20, 9 8 14,3 %
7 Hubungan 23,18,33, 55 43,27,37, 56 8 14,3 %
Seksual
Total 100%
Skala yang digunakan untuk mengukur variabel Subjective well-being

(SWB) terdiri dari dua buah alat ukur. Alat ukur yang pertama adalah

Satisfaction with Life Scale (SLS) yang digunakan untuk mengukur penilaian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

individu atas kepuasan hidupnya, sekaligus aspek kognitif dalam SWB. SLS

yang digunakan memiliki blue-print yang dapat di lihat pada tabel 3.

Tabel 3. Blue-print & distribusi item Satisfaction with Life Scale (SLS)

Komponen Aspek Kognisi No. Item Jumlah


Gambaran 1, 2, 3 3
kehidupan
Kognitif Pencapaian 4 1
Perencanaan 5 1
Total 5
Alat ukur adaptasi yang kedua adalah The Expanded Form of Positive and

Negative Affects Schedule (PANAS-X) yang dikembangkan oleh Howell,

Rodzon, Kurai, dan Sanchez (2010) untuk mengukur afek positif dan negatif

seseorang. Subjek diminta untuk menunjukkan timgkat perasaan mereka

dalam beberapa minggu terakhir menggunakan skala penilaian mulai dari

angka 1 (sangat kecil) hingga angka 5 (sangat kuat). PANAS-X memiliki

blue-print pada tabel 4.

Tabel 4. Blue-print & distribusi item The Expanded Form of Positive

and Negative Affects Schedule (PANAS-X)

Komponen Item Jumlah


Dimensi umum Afek negatif 2
Afek positif 3
Afek negatif dasar Takut 6
Bermusuhan / hostility 6
Rasa bersalah 6
Kesedihan 5
Afek positif dasar Sifat Riang (joviality) 8
Yakin akan diri 6
Penuh perhatian 4
Status afek lainnya Malu 4
Lelah 4
Ketenangan 3
Terkejut 3
Total 60
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

34

3. Review dan Revisi Item

Peneliti berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk melihat ketepatan

serta keselarasan definisi konseptual dengan indikator pada setiap variabel

sebelum menyusun item. Peneliti menyusun item dengan menggunakan

bahasa sehari-hari yang mudah dipahami oleh responden.

4. Penghitungan Validitas Isi

Validitas isi menunjukkan apakah skala yang dibuat mampu menghasilkan

data yang akurat sesuai tujuan ukurnya. Validitas isi dalam penelitian ini

didapat dari professional judgement, menilai apakah aspek sudah sesuai

dengan atribut yang diukur pada skala (Supratiknya, 2014). Peneliti

melakukan professional judgement dengan meminta bantuan dari dosen

pembimbing skripsi dan empat orang teman sebaya yang sedang menyusun

skripsi.

Tahap penghitungan validitas isi selanjutnya adalah mengukur IVI-I dan

IVI-S. IVI-I adalah indeks validitas isi item yang menunjukkan taraf

relevansinya dengan atribut komponen atau atribut psikologis variabel yang

hendak diukur. Penilaian IVI-I dilakukan oleh dosen pembimbing dan empat

orang teman sebaya yang sedang menyusun skripsi. Peneliti memberi print-

out item kepuasan perkawinan beserta indikator dan penjelasan untuk

kemudian diberi nilai 1 (sangat tidak sesuai) sampai 4 (sangat sesuai)

berdasarkan kesesuaian item dengan indikator yang hendak diukur. Hasil

penilaian tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan nilai IVI-I nya. Nilai

IVI-I item dianggap relevan ketika skor lebih besar atau sama dengan 0.78,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

jika kurang item dianggap gugur atau perlu direvisi. Pada skala kepuasan

perkawinan, ada 7 buah item yang memiliki nilai IVI-I kurang dari 0.78

sehingga item tersebut direvisi hingga memperoleh IVI-I diatas 0.78.

IVI-S adalah indeks validitas isi skala yang diperoleh dari rata-rata

proporsi item dengan nilai 3 – 4 dari semua penilai. IVI-S yang ideal adalah

lebih besar dari 0.90. Skala kepuasan perkawinan dengan item yang sudah

direvisi nilai IVI-I memperoleh IVI-S sebesar 0.93.

5. Uji Coba Pendahuluan

Skala kepuasan perkawinan melalui uji coba pendahuluan dengan

penilaian dari 15 orang wanita atau pria yang sudah menikah. Responden

diminta untuk melihat apakah petunjuk skala yang tertulis serta melihat

apakah item-item dalam skala tersebut mudah dipahami atau tidak. Dari 15

orang yang memberi penilaian, banyak diantaranya yang menanyakan item

pengasuhan anak karena ada beberapa responden belum memiliki anak. Atas

saran ini peneliti menambahkan syarat responden adalah wanita atau pria

menikah yang sudah memiliki anak. Rata-rata yang diperlukan responden

untuk mengerjakan skala kepuasan perkawinan adalah 13 menit.

6. Uji Coba Alat Ukur

Uji coba skala kepuasan perkawinan dilakukan secara on-line sejak

tanggal 19 sampai 25 April. Total responden yang mengisi uji coba skala

kepuasan perkawinan sebanyak 109 responden, 3 diantaranya kurang lengkap

dalam mengisi sehingga digugurkan. Uji coba ini dilakukan untuk

mendapatkan skala ringkas dengan taraf reliabilitas tertentu.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

Peneliti menyeleksi item berdasarkan data uji coba yang diperoleh dengan

menggunakan program IBM SPSS Statistics for Windows versi 23. Seleksi

dilakukan pada item dengan nilai korelasi item-total kurang dari 0.30.

Sebanyak 19 item memiliki nilai korelasi item-total kurang dari 0.30 sehingga

digugurkan. Item tersebut adalah adalah item 2, 6, 12, 16, 20, 25, 26, 30, 32,

34, 37, 38, 42, 43, 46, 48, 49, 50, 56. Peneliti kemudian memutuskan

menggugurkan 2 item lain dengan nilai korelasi item-total mendekati 0.30

untuk meratakan jumlah item tiap area, item tersebut adalah item 40 dengan

nilai korelasi item-total 0.312 dan item 41 dengan nilai korelasi item-total

0.328. Item tersisa sebanyak 35 item dengan blue-print seperti pada tabel 5.

Tabel 5. Blue-print Skala Kepuasan Perkawinan setelah Uji Coba

Aspek / Konteks Item Jumlah


Favorable Unfavorable
Kepribadian 3 3 5
Resolusi Konflik 4 1 5
Pengaturan Keuangan 3 2 5
Pola Pengasuhan 3 2 5
Waktu Luang 4 1 5
Komunikasi 2 3 5
Hubungan Seksual 4 1 5
Total 35
35 item Skala kepuasan perkawinan yang digunakan dalam penelitian ini

memiliki distribusi item seperti pada tabel 6.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

Tabel 6. Distribusi Item Skala Kepuasan Perkawinan setelah Uji


Coba
No Area Item Jumlah Presentase
Favorable Unfavorable
1 Kepribadian 28, 34 10, 26, 25 5 14,3 %
2 Resolusi Konflik 4, 11, 15, 19 5 14,3 %
35
3 Pengaturan 16, 12, 18 8, 24 5 14,3 %
Keuangan
4 Pola Pengasuhan 17, 2, 27 29, 20 5 14,3 %
5 Waktu Luang 13, 32, 1, 23 5 14,3 %
6
6 Komunikasi 9, 21 22, 33, 7 5 14,3 %
7 Hubungan 31,30,3, 5 14 5 14,3 %
Seksual
Jumlah 35 100%
Uji coba terhadap skala PANAS-X menghasilkan 3 dari 60 item memiliki

nilai korelasi item kurang dari 0.30 sehingga digugurkan. Item tersebut adalah

item negative affect N2 dan N28 serta item positive affect P13. Skala PANAS-

X menjadi 57 item dengan blue-print pada tabel 7.

Tabel 7. Blue-print dan distribusi item The Expanded Form of Positive

and Negative Affects Schedule (PANAS-X) setelah uji coba

Komponen Item Jumlah


Dimensi umum Afek negatif 2
Afek positif 3
Afek negatif dasar Takut 6
Bermusuhan / hostility 6
Rasa bersalah 6
Kesedihan 5
Afek positif dasar Sifat Riang (joviality) 8
Yakin akan diri 6
Penuh perhatian 3
Status afek lainnya Malu 2
Lelah 4
Ketenangan 3
Terkejut 3
Total 57
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

F. PEMERIKSAAN RELIABILITAS DAN VALIDITAS ALAT UKUR

PENELITIAN

Peneliti memeriksa reliabilitas alat ukur dengan menggunakan reliability

analysis pada SPSS Statistic for Windows versi 23 untuk melihat koefisien

Alpha Cronbach. Skala kepuasan perkawinan memiliki koefisien Alpha

Cronbach sebesar 0.946 dari 35 item. Skala kepuasan perkawinan reliabel

karena memiliki nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,7.

Pemeriksaan validitas dilakukan dengan mengukur validitas isi dengan

nilai IVI-I dan IVI-S. Skala kepuasan perkawinan dikatakan valid karena

seluruh item memiliki IVI-I lebih besar dari 0.78 dan memiliki IVI-S sebesar

0.93.

G. METODE ANALISIS DATA

Peneliti melakukan uji hipotesis dengan teknik analisis Independent

Sample T-Test. Teknik pengukuran ini digunakan karena mampu melihat

perbedaan variabel pada dua kelompok yang berbeda. Sebelum melakukan

Independent Sample T-Test, peneliti melakukan uji asumsi dengan melakukan

uji normalitas dan uji homogenitas. Pada penelitian ini peneliti ingn melihat

perbedaan kepuasan perkawinan dan SWB istri ditinjau dari tempat tinggal.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1. Pelaksanaan Penelitian

Pengambilan data penelitian awal dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2017

sampai tanggal 20 Agustus. Pengambilan data dilakukan secara individual di

Kota Bandung dan Yogyakarta kepada 92 responden wanita yang sudah

menikah. Pengambilan data tambahan dilakukan peneliti pada tanggal 19

Agustus 2017 sampai dengan 21 Agustus secara klasikal di Dusun Pomahan,

Yogyakarta kepada 20 orang responden.

2. Deskripsi Responden

Responden dalam penelitian ini berjumlah 112 responden wanita yang

sudah menikah. Data disajikan pada tabel 8.

Tabel 8. Deskripsi responden penelitian

Keterangan Jumlah
Total
Usia Responden 25 – 35 tahun 60
112
> 35 tahun 52
Daerah tempat tinggal Yogyakarta 21
112
Bandung 91
Status tempat tinggal Bersama Mertua 61
112
Terpisah dari mertua 51
Usia perkawinan < 2 tahun 12
2 – 5 tahun 30 112
> 5 tahun 70
SMP 5
SMA/SMK 24
D1 2
Tingkat Pendidikan D3 14 112
D4 / S1 62
S2 4
S3 1

39
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

40

3. Deskripsi Data Penelitian

Peneliti membahas reliabilitas data dari skala ukur yang digunakan serta

hasil perhitungan statistik deskriptif data penelitian.

3.1. Reliabilitas data penelitian

Uji reliabilitas bertujuan untuk melihat kelayakan suatu skala sebagai

alat ukur. Nilai reliabilitas ditunjukkan dengan koefisien alpha cronbach

(α). Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan aplikasi SPSS

23.00 for Windows. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa ketiga skala

yang digunakan reliabel karena memiliki koefisien α lebih besar dari 0.5.

Skala kepuasan perkawinan memiliki koefisien α sebesar 0.956. Skala

PANAS-X serta SLS yang digunakan dalam pengukuran variabel SWB

memiliki koefisien α sebesar 0. 808 dan 0.947. Hasil uji reliabilitas

ditunjukkan pada tabel 9.

Tabel 9. Reliabilitas data penelitian

Hasil uji
Kesimpulan
reliabilitas (α)
Kepuasan perkawinan
- Skala Kepuasan 0.956 Reliabel
Perkawinan
Subjective Well-Being
(SWB)
- Skala PANAS - X 0.808 Reliabel
- Skala Satisfaction of 0.947 Reliabel
Life Scale (SLS)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

41

3.2. Statistik deskriptif data penelitian

Hasil perhitungan statistik deskriptif data penelitian dibedakan antara

responden yang tinggal bersama mertua dan responden yang tinggal

terpisah dari mertua.

3.2.1. Responden yang tinggal bersama mertua (M)

Peneliti melakukan analisis deskriptif untuk melihat gambaran

skor teoritis dan empiris pada kelompok responden M (tinggal

bersama mertua). Skor teoritis adalah skor alat ukur, sedangkan skor

empiris diperoleh dari hasil penelitian.

Hasil analisis deskriptif kelompok responden M menunjukkan

rerata empiris variabel kepuasan perkawinan memiliki skor 108.89,

lebih besar dari rerata teoritis sebesar 87.5. Variabel SWB diukur dari

2 buah skala, PANAS-X dan SLS. Rerata empiris skala PANAS-X

memiliki skor sebesar 206.41, lebih besar dari rerata teoritis skala

PANAS-X sebesar 171. Rerata empiris skala SLS juga memiliki skor

yang lebih besar yaitu 23.13 dari rerata teoritis sebesar 20.

Peneliti melakukan uji beda rerata dengan menggunakan one

sample t-test pada program SPSS for Windows versi 23.00. Hasil uji

one sample t-test yang dilakukan pada kategori responden M

menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara rerata empiris

dengan rerata teoritis baik dalam variabel kepuasan perkawinan (t =

11.127; p = 0.00) maupun dalam variabel SWB skala PANAS-X (t =

9.55; p = 0.000) serta variabel SWB skala SLS (t = 3.979; p = 0.000).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

Deskriptif data dan hasil uji beda rerata kelompok responden M

ditunjukkan pada tabel 10.

Tabel 10. Deskriptif data dan hasil uji beda rerata responden M

Teoretis Empiris t-test


Min 35 46.0
t = 11.127
Kepuasan Max 140 136.0
Perkawinan Mean 87.5 108.9
Sig. = 0.000
SD 14.6 15.0
Min 57 118.0
t = 3.979
Max 285 266.0
PANAS-X
Mean 171 206.4
Sig. = 0.000
SD 28.5 28.9
Min 5 5.0
t = 9.55
Max 35 34.0
SLS
Mean 20 23.1
Sig. = 0.000
SD 3.33 6.1

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa responden yang tinggal

bersama mertua memiliki skor kepuasan perkawinan serta skor SWB

yang tinggi.

3.2.2. Responden yang tinggal terpisah dari mertua (S)

Hasil analisis deskriptif pada kelompok responden S

menunjukkan bahwa variabel kepuasan perkawinan pada kategori

responden yang tinggal terpisah dari mertua memiliki rerata empiris

(112.47) lebih besar dari rerata teoritis (87.5). Skor variabel SWB dari

skala PANAS-X memiliki rerata empiris (209.71) lebih besar dari

rerata teoritis (171). Skor variabel SWB dari skala SLS juga memiliki

rerata empiris (35) lebih besar dari rerata teoritis (20).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

Peneliti melakukan uji beda rerata dengan menggunakan one

sample t-test pada program SPSS for Windows versi 23.00. Hasil uji

one sample t-test yang dilakukan pada kategori responden S

menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara rerata empiris

dengan rerata teoritis baik dalam variabel kepuasan pernikahan (t =

12.048; p = 0.000); variabel SWB skala PANAS-X (t = 9.727; p =

0.000) serta skala SLS (t = 7.186; p = 0.000). Hasil analisis deskriptif

dan uji beda rerata ditunjukkan pada tabel 11.

Tabel 11. Deskriptif data dan hasil uji beda rerata responden S

Teoretis Empiris t-test


Min 35 66.0
t = 12.048
Kepuasan Max 140 136.0
Perkawinan Mean 87.5 112.5
Sig. = 0.000
SD 14.6 14.8
Min 57 119.0
t = 9.727
Max 285 263.0
PANAS-X
Mean 171 209.7
Sig. = 0.000
SD 28.5 28.4
Min 5 14.0
7.186
Max 35 35.0
SLS
Mean 20 25.1
Sig. = 0.000
SD 3.33 5.1

Hasil perbandingan rerata empiris dan teoritis menunjukkan

bahwa responden yang tinggal terpisah dari mertua memiliki skor

kepuasan perkawinan serta skor SWB yang tinggi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

4. Hasil Uji Asumsi

4.1. Uji normalitas

Uji normalitas memberi gambaran tentang kondisi sebaran data memiliki

distribusi yang normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian ini

menggunakan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov Test pada program SPSS

for Windows versi 23.00. Data terdistribusi normal apabila memiliki nilai

signifikansi (p) lebih besar dari 0.05 (p > 0.05).

Hasil uji normalitas variabel kepuasan perkawinan pada kelompok

responden M sebesar 0.003 (p ≤ 0.05), serta pada kelompok responden S

sebesar 0.200 (p ≥ 0.05). Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa pada

variabel kepuasan perkawinan, distribusi data kelompok responden M tidak

normal. Sedangkan distribusi data kelompok responden S normal.

Hasil uji normalitas variabel SWB pada kelompok responden M sebesar

0.200 (p ≥ 0.05), serta pada kelompok responden S sebesar 0.079 (p ≥ 0.05).

Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa pada variabel SWB, distribusi data

pada dua kelompok responden normal. Hasil uji normalitas ditunjukkan tabel

12.

Tabel 12. Uji normalitas

Kelompok Hasil uji Sig. Kesimpulan


Responden normalitas
Kepuasan M 0.003 < 0.05 Tidak Normal
Perkawinan S 0.200 ≥ 0.05 Normal
M 0.200 ≥ 0.05 Normal
SWB
S 0.079 ≥ 0.05 Normal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45

4.2. Uji homogenitas

Uji homogenitas memberi gambaran tentang kesamaan variasi setiap

kelompok data. Pengukuran homogenitas dalam penelitian ini

menggunakan Levene’s test pada program SPSS for Windows versi 23.00.

Uji homogenitas terpenuhi apabila nilai signifikansi (p) yang diperoleh

lebih besar dari 0.05 (p ≥ 0.05).

Hasil uji homogenitas dilakukan terhadap dua variabel penelitian

ditinjau dari tempat tinggal. Variabel kepuasan perkawinan memiliki nilai

signifikansi sebesar 0.493 (p ≥ 0.05) serta variabel Subjective well-being

memiliki signifikansi sebesar 0.583 (p ≥ 0.05). Hasil uji homogenitas

menunjukkan bahwa data penelitian ini homogen. Hasil uji homogenitas

tampak pada tabel 13.

Tabel 13. Uji homogenitas

Levene
df1 df2 Sig. Kesimpulan
Statistics
Kepuasan 0.493
0.473 1 110 Homogen
Perkawinan ≥ 0.05
0.583
SWB 0.303 1 110 Homogen
≥ 0.05

5. Hasil Uji Hipotesis

5.1. Uji beda Mann-Whitney U

Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis uji beda

Mann-Whitney U pada program SPSS for Windows versi 23.00. Uji Mann-

Whitney U digunakan karena data yang diperoleh tidak normal. Uji beda

Mann-Whitney U menghasilkan nilai signifikansi yang menunjukkan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

apakah pada data ada perbedaan (p ≤ 0.05) atau tidak ada perbedaan (p >

0.05).

Uji beda pada variabel kepuasan perkawinan menghasilkan nilai

signifikansi sebesar 0.180 serta pada variabel Subjective well-being

sebesar 0.273. Hasil uji beda ditunjukkan pada tabel 14.

Tabel 14. Uji Hipotesis

Mann- Asymp. Sig.


Kesimpulan
Whitney U test (2-tailed)
Kepuasan Tidak ada
1326.00 0.180 > 0.05
Perkawinan perbedaan
Tidak ada
SWB 1368.00 0.273 > 0.05
perbedaan

Hasil uji beda menunjukkan tidak adanya perbedaan antar kelompok

responden baik pada variabel kepuasan perkawinan maupun pada variabel

SWB.

6. Analisis Tambahan

6.1. Uji beda area kepuasan perkawinan istri ditinjau dari tempat tinggal

Uji beda dilakukan menggunakan Mann- Whitney U test program

SPSS for Windows versi 23.00. Peneliti menemukan perbedaan pada area

kepribadian dengan nilai signifikansi 0.021 (p ≤ 0.05). Hasil uji beda area

lain tidak menunjukkan perbedaan (p > 0.05). Tabel 15 menunjukkan hasil

uji beda.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

Tabel 15. Uji beda tiap area kepuasan perkawinan

Area Kepuasan Mann- Whitney Asymp. Sig.


Kesimpulan
Perkawinan U test (2-tailed)
Ada
Kepribadian 1166.500 0.021 ≤ 0.05
perbedaan
Tidak ada
Resolusi Konflik 1335.000 0.192 ≥ 0.05
perbedaan
Tidak ada
Pengaturan Keuangan 1335.500 0.191 ≥ 0.05
perbedaan
Tidak ada
Pola Pengasuhan 1226.000 0.051 ≥ 0.05
perbedaan
Tidak ada
Waktu Luang 1527.500 0.868 ≥ 0.05
perbedaan
Tidak ada
Komunikasi 1484.000 0.671 ≥ 0.05
perbedaan
Tidak ada
Hubungan Seksual 1544.000 0.946 ≥ 0.05
perbedaan

6.2. Uji beda aspek SWB istri ditinjau dari tempat tinggal

Peneliti melakukan analisis tambahan pada tiap aspek subjective

well-being, dibedakan dari tempat tinggal responden. Hasil uji beda

menunjukkan bahwa masing-masing aspek SWB tidak ada perbedaan

antar status tempat tinggal (p > 0.05). Tabel 16 menunjukkan hasil uji

beda masing-masing aspek SWB.

Tabel 16. Uji beda tiap aspek SWB

Mann- Asymp. Sig.


Aspek SWB Kesimpulan
Whitney U test (2-tailed)
Tidak ada
Kognitif 1248.000 0.072 ≥ 0.05
perbedaan
Tidak ada
Afek positif 1402.500 0.371 ≥ 0.05
perbedaan
Tidak ada
Afek negatif 1544.500 0.949 ≥ 0.05
perbedaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

6.3. Uji korelasi kepuasan perkawinan dan SWB

Uji korelasi dilakukan setelah uji asumsi yaitu uji normalitas dan

linearitas. Hasil uji normalitas data penelitian pada tabel 12 menunjukkan

bahwa data penelitian tidak memiliki distribusi normal. Hasil uji linearitas

antar variabel dilakukan untuk mengetahui hubungan antar 2 variabel

saling tegak lurus atau tidak. Data dikatakan memiliki hubungan yang

saling tegak lurus apabila nilai Sig. ≤ 0.05. Hasil uji linearitas pada data

penelitian menghasilkan nilai Sig = 0.000 sehingga kedua variabel

memiliki hubungan yang saling tegak lurus/ linear. Hasil uji linearitas

pada tabel 17.

Tabel 17. Uji linearitas

f Sig.
(Combined) 3.588 0.000
Kepuasan
Linearity 117.354 0.000
Perkawinan*
Deviation
SWB 2.030 0.010
from Linearity
Peneliti melakukan uji korelasi untuk melihat ada tidaknya hubungan

antara variabel kepuasan perkawinan dengan variabel SWB. Uji korelasi

yang dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rho karena data tidak

berdistribusi normal. Peneliti menggunakan program SPSS for Windows

versi 23.00, dengan hasil pada tabel 18 berikut.

Tabel 18. Uji korelasi

SWB
Kepuasan Spearman’s rho
0.539
Perkawinan Correlation
Sig. (2-tailed) 0.000
N 112
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

B. PEMBAHASAN

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kepuasan perkawinan serta

Subjective Well-being antara istri yang tinggal serumah dan yang terpisah dari

mertua. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan baik

kepuasan perkawinan maupun subjective well-being pada istri yang tinggal

serumah/ terpisah dari mertua, sehingga kedua hipotesis penelitian ditolak.

Tidak terbuktinya hipotesis penelitian berlawanan dengan beberapa penelitian

yang pernah dilakukan sebelumnya yang menyatakan bahwa ada perbedaan

kepuasan perkawinan antara istri yang tinggal bersama mertua dengan yang

tinggal terpisah dari mertua (Saputra , Hartati, & Aviani, 2014). Hasil ini juga

bertolak belakang dengan penelitian Bryant, Conger, dan Meehan (2001) serta

penelitian Dewi dan Marheni (2017) yang menyatakan ada perbedaan SWB istri

ditinjau dari tempat tinggal.

Dalam penelitian ini, istri yang tinggal bersama mertua diduga merasakan

konflik yang lebih sering dibandingkan istri yang tinggal terpisah dengan mertua

(Saputra , Hartati, & Aviani, 2014). Konflik yang terjadi dapat menimbulkan

adanya ketidakpuasan terhadap perkawinan dan tidak adanya SWB. Namun,

terdapat faktor-faktor yang dapat mengatasi konflik tersebut, diantaranya

kompromi dan dukungan dari pasangan.

Kompromi antar pasangan suami terjadi saat pasangan mulai saling

memahami isu-isu yang sering dihadapi. Diantaranya keuangan, pola pengasuhan

dan hubungan dengan mertua. Pasangan yang memiliki keinginan untuk


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

melakukan kompromi dengan pasangannya mampu mengatasi konflik dan

menumbuhkan kepuasan perkawinan (Ayub, 2010). Dukungan dari pasangan juga

menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan perkawinan (Ayub, 2010).

Dalam menyelesaikan konflik atau dalam menjalani kehidupan sehari-hari

perilaku tidak mendukung dari pasangan akan mengakibatkan ketidakpuasan

terhadap perkawinan. Korelasi tinggi antara Kepuasan perkawinan dan SWB

memperkuat asumsi ini. Pasangan yang sering berkompromi dan saling

mendukung memiliki kepuasan perkawinan yang tinggi, serta secara tidak

langsung memiliki SWB yang tinggi.

Penelitian ini menghasilkan nilai Kepuasan perkawinan maupun SWB yang

tinggi pada dua kelompok responden. Kepuasan perkawinan pada kelompok

responden yang tinggal bersama mertua dapat dirasakan karena beberapa hal

diantaranya, ada penyesuaian perkawinan yang baik dengan pasangan dan

keluarga pasangan, serta memiliki relasi yang baik dengan mertua. Penyesuaian

perkawinan atau marital adjustment sangat mempengaruhi kepuasan perkawinan.

Tinggal bersama mertua meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik dalam

perkawinan, namun penyesuaian perkawinan mampu mengatasi hal tersebut

(Fitroh, 2011). Istri yang memiliki relasi yang baik dengan mertua juga

mengurangi resiko konflik dalam perkawinan sehingga mendukung kepuasan

perkawinan (Amato, Booth, Johnson, & Rogers, 2007). Memiliki relasi yang baik

dengan mertua dipengaruhi oleh lamanya istri tinggal bersama mertua (Bryant,

Conger, & Meehan, 2001).


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

Penelitian ini menemukan ada perbedaan pada salah satu area kepuasan

perkawinan pada kedua kelompok responden yaitu area kepribadian. Area

kepribadian kepuasan perkawinan menjelaskan penilaian individu terhadap sifat-

sifat pasangan dan perilaku dalam perkawinan (Olson & Olson, 2000). Hasil

penelitian menunjukkan bahwa responden yang tinggal terpisah dengan mertua

memberikan penilaian yang lebih baik terhadap sifat pasangan dan perilaku dalam

perkawinan. Namun hasil ini berlawanan dengan area lain dalam kepuasan

perkawinan. Pengaruh penilaian kepribadian pasangan memang lebih dipengaruhi

oleh lingkungan, sehingga ditemukan perbedaan antar dua kelompok responden

(Olson & Olson, 2000).

Penilaian SWB terdiri atas dua komponen penting yaitu, komponen kognitif

yaitu kepuasan hidup serta komponen afektif yaitu penilaian atas afek negatif

maupun positif (Schimmack, 2008 dalam Eid & Larsen et al). Diener, Suh dan

Lucas (1999 dalam (Pavot & Diener, 2004) menganggap bahwa ketiga komponen

penilaian ini merupakan konstruk mandiri walaupun ketiganya saling

berhubungan. Oleh karena itu meskipun ketiga komponen penilaian merefleksikan

apa yang terjadi dalam hidup individu secara keseluruhan, ketiganya harus diukur

dan diteliti secara individual (Diener, Oishi, & Lucas, et al).

Kepuasan hidup terdiri atas kepuasan hidup secara global (global life

satisfaction) serta kepuasan hidup pada area tertentu (domain satisfaction).

Kehidupan perkawinan serta tempat tinggal merupakan salah satu area domain

satisfaction. Kepuasan aspek-aspek tertentu dalam kehidupan individu (domain

satisfaction / DA) adalah evaluasi seseorang tentang aspek khusus dari


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

kehidupannya, sehingga sangat bervariasi tergantung individunya (Diener &

Michalos et al). Area yang mempengaruhi domain satisfaction tidak dapat secara

luas digeneralisasi melainkan tergantung pada individu tersebut serta budayanya

(Diener, Oishi, & Lucas et al).

Pengaruh budaya dan kepribadian individu sangat kuat pada SWB, karena

mampu memengaruhi bagaimana seseorang menilai hidupnya (Diener, Oishi &

Lucas et al.) Hal yang sering terjadi dalam pengukuran SWB adalah munculnya

bias penilaian seseorang atau self-serving bias. Contohnya adalah individu tinggi

hati, yang menilai dirinya lebih baik daripada orang lain cenderung tidak

memberikan penilaian hidup yang rendah. Tidak hanya pada SWB, pengaruh

budaya dan kepribadian juga tampak pada variabel kepuasan perkawinan, terkait

dengan penilaian subjektif individu atas hidupnya (Diener & Michalos et al;

Olson & Olson, 2000).

Penelitian ini dilakukan di Pulau Jawa, sehingga responden penelitian

dominan memiliki budaya Jawa. Masyarakat dengan Budaya Jawa, terutama

wanita Jawa selalu diajarkan untuk bersyukur atau menerima keadaan hidupnya,

dikenal dengan istilah “nrimo”. Individu yang memiliki rasa syukur mengakui

adanya kebaikan dalam hidupnya sehingga ia akan mengembangkan penilaian

positif terhadap hidupnya dan mengalami emosi positif (Froh, Emmons, Card,

Bono, & Wilson, 2011). Penelitian-penelitian sebelumnya telah menyimpulkan

bahwa syukur/gratitude mampu meningkatkan SWB serta kepuasan perkawinan

individu (Emmons & McCullough, 2004; Toepfer, Cichy, & Peters, 2012).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaaan kepuasan

perkawinan maupun SWB antara istri yang tinggal bersama mertua maupun

tinggal terpisah dari mertua. Baik istri yang tinggal bersama mertua maupun

tinggal terpisah dari mertua memiliki kepuasan perkawinan serta SWB yang

tinggi. Terdapat perbedaan antar kedua kelompok responden pada area

kepribadian kepuasan perkawinan. Istri yang tinggal terpisah dari mertua

memberikan penilaian yang lebih baik terhadap sifat pasangan dan perilaku

dalam perkawinan. Hasil analisis tambahan membuktikan ada hubungan

antara kepuasan perkawinan dengan SWB.

B. KETERBATASAN PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan responden yang berasal dari berbagai

daerah sehingga terdapat bias budaya pada data penelitian. Beberapa data

demografis yang dapat mendukung penelitian juga tidak dikumpulkan oleh

peneliti, diantaranya lamanya responden tinggal bersama mertua, mertua yang

tinggal bersama apakah mertua perempuan atau laki-laki. Keterbatasan data

ini mengurangi hasil penelitian dan pembahasan. Selain itu, peneliti tidak

melihat hubungan dengan mertua sebagai salah satu fokus, melainkan hanya

sebatas konteks tinggal bersama mertua.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

C. SARAN

1. Bagi pasangan yang sudah menikah

Penelitian ini membuktikan bahwa tinggal bersama atau terpisah dengan

mertua tidak mempengaruhi kepuasan perkawinan maupun kebahagiaan istri.

Namun, istri yang tinggal terpisah dari mertua memberikan penilaian yang

lebih baik terhadap sifat pasangan dan perilaku dalam perkawinan.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Peneliti selanjutnya disarankan untuk melihat hubungan dengan mertua,

tidak sebatas melihat sebagai konteks. Peneliti yang hendak melakukan

penelitian dengan tema yang sama juga disarankan memperhatikan data

demografis yang dikumpulkan, seperti asal daerah responden, lamanya waktu

tinggal bersama mertua, serta mertua yang tinggal bersama merupakan mertua

perempuan atau laki-laki.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

DAFTAR PUSTAKA

Albuquerque, B. (2010, January 16). PositivePsychology. Retrieved from

Positivepsychology.org.uk: http://positivepsychology.org.uk/subjective-

well-being/

Amato, P., Booth, A., Johnson, D., & Rogers, S. (2007). Alone together : How

Marriage in America is changing. London: Harvard University Press.

Ardhianita, I., & Andayani, B. (2005). Kepuasan perkawinan ditinjau dari

berpacaran dan tidak berpacaran. Jurnal Psikologi UGM, 32 (2), 101 -

111.

Ayub, N. (2010). Development of marital satisfaction scale. Pakistan Journal of

Clinical Psychology, 9 (1), 19 - 34.

Boniwell, I. (2016). Happiness and Subjective Well-Being.

(positivepsychology.org.uk) Retrieved February Tuesday, 2017, from

positivepsychology.org.uk: http://positivepsychology.org.uk/happiness-

and-subjective-well-being/

Bradbury, T. N., Fincham, F. D., & Beach, S. R. (2000). Research on the nature

and determinants of marital satisfaction: a decade in review. Journal of

Marriage and the Family, 62, 964 - 980.

Bryant, C. M., Conger, R., & Meehan, J. (2001). The influence of in-laws on

change in marital succes. Journal of Marriage and Family 63, 714 - 626.

Carr, D., Freedman, V., Cornman, J., & Schwarz, N. (2014). Happy marriage,

happy life? Marital quality and subjective well-being in laterl life. Journal

of Marriage and Family, 930-948.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

Comin, F. S., & Santos, M. (2012). Correlations between subjective well-being,

dyadic adjustment and marital satisfaction in brazilian married people. The

Spanish Journal of Psychology, 15 (1), 166-176.

Dewi, G. M., & Marheni, A. (2017). Perbedaan subjective well-being pada ibu

ditinjau dari struktur keluarga di kota denpasar. Jurnal Psikologi Udayana,

4 (01), 102-109.

Diener, E. (1984). Subjective well-being. Psychological bulletin, 95, No. 3, 542 -

575.

Diener, E., & Chan, M. Y. (2011). Happy people live longer: subjective well-

being contributes to health and longevity. Applied Psychology, 3

(1)(Health and Well-being), 1 - 43.

Diener, E., & Michalos, A. C. (2009). The Science of Well-Being: The collected

works of Ed Diener. New York: Springer.

Diener, E., Emmons, R., Larsen, R., & Griffin, S. (1985). The satisfaction with

life scale. Journal of Personality Assessment, 49 (1), 71 - 75.

Diener, E., Gohm, C., Suh, E., & Oishi, S. (2000). Similarity of relation between

marital status and subjective well-being across culture. Journal of Cross-

Cultural Psychology, 4, 419 - 436.

Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2003). Personality, Culture and Subjective

Well-Being : Emotional and Cognitive Evaluation of Life. Annual Reviews

Psychology, 54, 403 - 425.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

57

Dush, C. K., & Amato, P. R. (2005). Consequences of relationship status and

quality for subjective well-being. Journal of Social and Personal

Relationship, 22(5), 607 - 627.

Duvall, E., & Miller, C. (1985). Marriage and Family Development (6th ed.).

New York: Harper & Row Publisher.

Eid, M., & Larsen, R. (2008). The Science of Subjective Well Being. New York:

The Guilford Press.

Emmons, R., & McCullough, M. (2004). Gratitude. In C. Peterson, & M.

Seligman, Character Strengths and Virtues: A Handbook and

Classification. Oxford: Oxford University Press.

Fitroh, S. (2011). Hubungan antara kematangan emosi dan hardiness dengan

penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal di rumah ibu mertua.

Psikoislamika, Jurnal Psikologi Islam, 83-98.

Frisch, M. (2006). Quality of Life Therapy: Applying a Life Satisfaction Approach

to Positive Psychology and Cognitive Therapy. Hoboken: Wiley.

Froh, J., Emmons, R., Card, N., Bono, G., & Wilson, J. (2011). Gratitude and the

reduced cost of materialism in adolescents. Journal of Happiness Study,

12, 289 - 302.

Howell, R. T., Rodzon, K. S., Kurai, M., & Sanchez, A. H. (2010). A validation of

well-being and happiness surveys for administration via the internet.

Behavior Research Methods, 42 (3), 775-784.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

58

Hughes, R. (2012). Huffington Post. Retrieved from Huffingtonpost.com:

http://www.hufffingtonpost.com/robert-hughes/does-marital-

satisfaction_b_832824.html

Kahneman, D., & Krueger, A. B. (2006). Developments in the measurement of

subjective well-being. Journal of Economic Perspectives, 20 (1), 3 - 24.

Lemme, B. (1995). Development in Adulthood. USA: Allyn & Bacon.

Levenson, R., Carstensen, L., & Gottman, J. M. (1993). Long term marriage: age,

gender, and satisfaction. Psychology and Aging, 8 (2), 301 - 313.

Li, T., & Fung, H. (2011). The dynamic goal theory of marital satisfaction.

Review of General Psychology, 15 (3), 246 - 254.

Noviasari, N., & Dariyo, A. (2011). Hubungan psychological well-being dengan

penyesuaian diri pada istri yang tinggal di rumah mertua. Skripsi (tidak

diterbitkan), 1-18.

Olson, D. H., & Olson, A. K. (2000). Empowering couples: building on your

strengths, second edition. Minnesota: Life Inovations. Inc.

Olson, D., & Hamilton, I. (2003). Marriage and Families: Intimacy, Diversity,

and Strength (2nd ed.). Minnesota: Life Innovation.inc.

Pavot, W., & Diener, E. (2004). The subjective evaluation of well-being in

adulthood: findings and implication. Ageing International, 29 (2), 113 -

135.

Randall, A., & Bodenmann, G. (2009). The role of stress on close relationship and

marita satisfaction. Clinical Psychology Review, 105 - 115.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

59

Reid, A. (2004). Gender and sources of subjective well-being. Sex Roles, 51

(11/12), 617 - 629.

Santrock, J. W. (2013). Life Span Development (14th ed.). New York: Mc Graw

Hill.

Saputra , F., Hartati, N., & Aviani, Y. I. (2014). Perbedaan kepuasan pernikahan

antara pasutri yang serumah dan terpisah dari orangtua/ mertua. Jurnal

RAP UNP, Vol. 5, No. 2, 136 - 145.

Shields, M. (2003). Marriage, Children and Subjective Well-being. Eighth

Australian Institute of Family Studies Conference (pp. 1- 22). Melbourne:

Institute of Family Studies.

Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perhitungan

Manual dan SPSS. Jakarta: Prenada Media Group.

Sirgy, M. (2012). The Psychology of Quality of Life: Hedonic Well-being, Life

Satisfaction, and Eudaimonia. New York: Springer.

Snyder, C., & Lopez, S. J. (2002). Handbook of Positive Psychology. New York:

Oxford University Press.

Snyder, C., Lopez, S., & Pedrotti, J. T. (2011). Positive Psychology : The

Scientific and Practical Exploration of Human Strength. California: Sage

Publication, Inc.

Supratiknya, A. (2014). Pengukuran Psikologis. Yogyakarta: Penerbit Universitas

Sanata Dharma.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

60

Syaaf, S. (2014, September 2). Kompasiana. Retrieved from Female Kompas:

http:/www.female.kompas.com/read/2014/09/02/000700520/sebelum.ting

gal.bersama.kenali.dulu.tipe.mertua.anda./

Toepfer, S., Cichy, K., & Peters, P. (2012). Letters of gratitude: further evidence

for author benefits. Journal of Happiness Study, 187 - 201.

Wade, C., & Tarvis, C. (2009). Psikologi. Jakarta: Erlangga.

Watson, D., & Clark, L. A. (1999). The PANAS-X: Manual for the Positive and

Negative Affect Schedule - Expanded Form. Iowa: Department of

Psychological & Brain Sciences Publication, University of Iowa.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 1. Form Penilaian Validitas Isi Kepuasan Perkawinan

PENILAIAN VALIDITAS ISI


KEPUASAN PERKAWINAN
(MARITAL SATISFACTION)

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2017

62
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Yang terhormat
Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i
Yang berpartisipasi dalam penelitian ini

Denganhormat,
Kami mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma yang beridentitas di bawah ini:
1. Ida Ayu Indri Novirayanthi (129114012)
2. Ken Sulanjari (129114036)
3. DevitaPrasetyoWati (129114109)
4. Katarina Novita Sari (129114127)
5. Nazirah Adhania (129114143)
6. Monica Sindhi VPD (129114150)
7. Gisela Anggraida D. (129114170)
8. Igan EvangListaTarigan (129114171)

63
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Meminta bantuan dan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/I untuk mengisi penilaian validasi isi item “Kepuasan Perkawinan” dalam rangka
tugas akhir kami. Validitas isi item yang dimaksud dalam kegiatan ini adalah taraf sejauh mana isi item relevan dengan atribut psikologis yang
diukur (kepuasan perkawinan).
Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/I untuk mengisi penilaian validitas isi item ini.
Hormat kami,

Kelompok Kepuasan Perkawinan

PERNYATAAN KESEDIAAN
Sayabertandatangan di bawah ini:
Nama :
NIM :
Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia mengisi penilaian validitas isi dengan suka rela tanpa paksaan dari pihak tertentu demi
membantu terlaksananya penelitian.

Yogyakarta,… Februari 2017

(……………………………..)

64
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Atribut Psikologis Konteks/Dimensi


Kepuasan Perkawinan (Marital Kepribadian:
Satisfaction): Pada konteks ini menjelaskan mengenai penilaian individu terhadap sifat-sifat pasangan dan
Penilaian dan perasaan positif individu perilaku dalam perkawinan.
terhadap kehidupan perkawinan yang meliputi Indikator:
beberapa konteks dalam perkawinan. 1. Menyukai pribadi pasangan.
2. Menerima pasangan apa adanya.
3. Menganggap pasangan sebagai teman baik.
Komunikasi:
Pada konteks ini menjelaskan mengenai perasaan individu terhadap kehadiran percakapan, kontak
fisik, senyuman, dan keterbukaan komunikasi yang terjadi.
Indikator:
1. Merasa nyaman dalam berbagi emosi dan keyakinan atau pendapat.
2. Merasa dipahami oleh pasangan.
Resolusi Konflik:
Pada konteks ini berfokus pada keterbukaan pasangan untuk menyadari dan menyelesaikan masalah
serta strategi yang digunakan untuk menyelesaikan perdebatan.
Indikator:
1. Keterbukaan pasangan dalam menyadari dan memecahkan masalah.
2. Keterampilan dalam menemukan solusi.
Pengaturan Keuangan:
Pada konteks ini berfokus pada sikap dan kekhawatiran mengenai masalah pengaturan ekonomi.
Indikator:
1. Menerima keadaan ekonomikeluarga.
2. Kesepakatan dalam mengatur keuangan.
Waktu Luang:
Pada konteks ini mengkaji mengenai preferensi untuk menghabiskan waktu luang.
Indikator:
1. Aktivitas sosial versus aktivitas pribadi.
2. Menggunakan waktu luang untuk aktivitas bersama.
3. Kesepakatan dalam menghabiskan waktu luang bersama.
Hubungan Seksual:

65
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pada konteks ini menjelaskan tentang perasaan pasangan mengenai afeksi dan hubungan seksual.
Indikator:
1. Merasa nyaman terhadap tingkah laku seksual.
2. Merasa dapat mengekspresikan kasih saying kepada pasangan.
Anak dan Pengasuhan:
Pada konteks ini menjelaskan mengenai penilaian dan perasaan tentang memiliki dan cara
membersarkan anak.
Indikator:
1. Kesepakatan tentang mendisiplinkan anak.
2. Kesepakatan dalam mengasuh anak.
3. Keterbukaan komunikasi dengan anak.

Tugas anda adalah sebagai berikut:


a. Terhadap setiap item berikut ini, berikanlah penilaian anda terkait taraf relevansinya.
b. Yang dimaksud taraf relevansi dalam kegiatan ini adalah taraf sejauh mana item yang bersangkutan mencerminkan atribut
psikologis atau komponen atribut psikologis yang hendak diukur. Relevansi ini tercermin dari kesesuaian isi item dengan definisi
konseptual tentang atribut psikologis atau komponen atribut psikologis yang diukur.
c. Untuk memberikan penilaian terhadap taraf relevansi item, gunakanlah skala penilaian berikut:
1 = Tidak relevan 3 = Relevan
2 = Kurang relevan 4 = Sangat relevan
d. Nyatakanlah penilaian anda dengan cara memberikan centang(
e. Berikanlah saran perbaikan pada kolom yang telah disediakan apabila menurut anda item-item yang tersedia tidak atau kurang
relevan.

66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Konteks Indikator Item Taraf Relevansi Saran


1 2 3 4 Perbaikan
Item
Kepribadian a. Menyukai Pribadi 1. Pasangan saya merupakan
Pasangan orang yang pengertian. (F)
b. Menerima pasangan apa 2. Saya menerima kekurangan
adanya pasangan saya. (F)
c. Menganggap pasangan 3. Pasangan saya terlalu banyak
sebagai teman baik menuntut. (U)
4. Pasangan saya sulit
memaafkan kesalahan yang
saya lakukan. (U)
5. Saya merasa senang ketika
pasangan memuji saya. (F)
6. Saya merasa lega ketika
pasangan terbuka dengan saya.
(F)
7. Saya merasa kesal ketika
pasangan tidak
bertanggungjawab. (U)
8. Saya merasa lelah dengan
perilaku pasangan yang kurang
menyenangkan. (U)
Resolusi Konflik a. Keterbukaan pasangan 1. Saya dan pasangan terbuka
dalam menyadari dan dalam menyadari adanya
memecahkan masalah masalah. (F)
b. Ketrampilan dalam 2. Ketika terjadi masalah saya
menemukan solusi dan pasangan berusaha

67
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

menyelesaikan bersama-sama.
(F)
3. Saya dan pasangan memiliki
cara yang berbeda dalam
menyelesaikan masalah. (U)
4. Saya dan pasangan kurang baik
dalam memecahkan masalah
secara bersama-sama. (U)
5. Saya merasa senang ketika
saya bias berdiskusi dengan
pasangan terkait masalah yang
ada. (F)
6. Saya merasa lega ketika
menemukan solusi terbaik atas
masalah yang ada. (F)
7. Saya merasa tertekan ketika
ada masalah. (U)
8. Saya merasa sedih ketika
pasangan saya mengabaikan
masalah diantara kami. (U)
PengaturanKeuangan a. Menerima keadaan 1. Saya dan pasangan memiliki
ekonomi keluarga manajemen keuangan yang
b. Kesepakatan dalam baik. (F)
mengatur keuangan 2. Saya dan pasangan sepakat
dengancara kami mengatur
keuangan. (F)
3. Saya dan pasangan memiliki
manajemen keuangan yang

68
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

baik. (U)
4. Saya dan pasangan sepakat
dengan cara kami mengatur
keuangan. (U)
5. Saya merasa bahagia dengan
pengaturan keuangan kami. (F)
6. Saya merasa tenang ketika
kami tidak memiliki hutang (F)
7. Saya merasa sedih ketika
pasangan tidak terbuka dengan
keuangan. (U)
8. Saya merasa jengkel ketika
pasangan saya boros (U)

Pola Pengasuhan a. Kesepakatan tentang 1. Pasangan saya sabar dalam


mendisiplinkan anak mendidik anak. (F)
b. Kesepakatan dalam 2. Saya memiliki pola asuh yang
mengasuhanak sesuai dengan kebutuhan anak
c. Keterbukaan komunikasi saya. (F)
dengan anak 3. Pasangan saya mendidik anak
dengan cara yang keras. (U)
4. Saya belum bias mendidik
anak saya dengan baik. (U)
5. Saya senang karena saya dan
pasangan sepakat dalam hal
mendidik anak. (F)
6. Saya lega ketika pola
pengasuhan sesuai dengan

69
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

kebutuhan anak. (F)


7. Saya merasa sedih ketika harus
mendidik anak sendiri. (U)
8. Saya merasa kecewa ketika
pasangan membentak anak.
(U)
Waktu Luang a. Aktifitas sosial versus 1. Saya menikmati waktu bersama
aktifitas pribadi pasangan. (F)
b. Menggunakan waktu 2. Pasangan menyempatkan diri
luang untuk aktifitas untuk menghabiskan waktu
bersama bersama. (F)
c. Kesepakatan dalam 3. Pasangan tidak memiliki waktu
menghabiskan waktu untuk saya. (U)
luang bersama 4. Pasangan saya menghabiskan
waktunya dengan teman-
temannya. (U)
5. Saya tidak bosan ketika
bersama pasangan. (F)
6. Saya merasa senang ketika
beraktivitas bersama pasangan.
(F)
7. Saya merasa kesepian ketika
tidak bias mengahabisakan
waktu dengan pasangan. (U)
8. Saya merasa kesal ketika
pasangan membatalkan
janjinya dengan saya. (U)
Komunikasi a. Merasa nyaman dalam 1. Saya merasa pasangan

70
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

berbagi emosi dan memahami apa yang saya


keyakinan atau pendapat sampaikan. (F)
b. Merasa dipahami oleh 2. Saya bias bercerita tentang
pasangan apapun dengan pasangan saya
(F)
3. Pasangan tidak menghubungi
saya ketika ia berada di luar
rumah. (U)
4. Pasangan mengalihkan
pembicaraan ketika kami
sedang mengobrol. (U)
5. Saya senang ketika pasangan
melibatkan saya dalam
mengambil keputusan. (F)
6. Saya merasa senang ketika
pasangan memberikan
tanggapan tentang apa yang
saya ceritakan. (F)
7. Saya merasa kesal ketika
pasangan memotong
pembicaraan saya. (U)
8. Saya merasa sedih karena
pasangan tidak menangkap apa
yang saya katakan. (U)
Hubungan Seksual a. Merasa nyaman terhadap 1. Pasangan menyentuh saya
tingkah laku seksual dengan penuh cinta. (F)
b. Merasa dapat 2. Pasangan dapat memenuhi
mengekspresikan kasih kebutuhan seksual saya. (F)

71
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

saying kepada pasangan 3. Saya jenuh dengan aktivitas


seksual kami. (U)
4. Saya tidak suka ketika
pasangan memaksa
berhubungan seksual (U)
5. Saya senang karena pasangan
saya dapat menunjukkan kasih
sayang dengan cara yang saya
suka. (F)
6. Saya merasa senang ketika
pasangan saya mencium saya.
(F)
7. Saya merasa sedih ketika
pasangan menolak
berhubungan seksual dengan
saya. (U)
8. Saya merasa sedih ketika saya
tidak bias memenuhi kebutuhan
seksual pasangan.(U)

72
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 2. Penilaian Validitas Isi Skala Kepuasan Perkawinan

Taraf Relevansi
Item
Penilai Penilai Penilai Penilai Penilai IVI- Tindakan
No.
1 2 3 4 5 I
1 1 1 1 1 1 1 Dipakai
2 1 1 1 0 1 0.8 Dipakai
3 1 1 1 1 1 1 Dipakai
4 1 1 1 1 1 1 Dipakai
5 1 1 1 1 1 1 Dipakai
6 1 1 0 1 1 0.8 Dipakai
7 1 1 1 0 1 0.8 Dipakai
8 1 0 1 1 1 0.8 Dipakai
9 1 1 1 0 1 0.8 Dipakai
10 1 1 1 1 1 1 Dipakai
Dipakai dengan
11 0 1 0 1 1 0.6
perbaikan
12 1 1 1 1 1 1 Dipakai
13 1 1 1 1 1 1 Dipakai
Dipakai dengan
14 1 1 0 1 0 0.6
perbaikan
15 1 1 1 1 1 1 Dipakai
16 1 1 1 1 1 1 Dipakai
17 1 1 1 1 1 1 Dipakai
18 1 1 1 1 1 1 Dipakai
Dipakai dengan
19 1 1 1 0 1 0,8
perbaikan
20 1 1 1 1 1 Dipakai
21 1 1 1 1 1 1 Dipakai
22 1 1 1 1 1 1 Dipakai
23 1 1 1 1 1 1 Dipakai
24 1 1 1 1 1 1 Dipakai
25 1 1 1 1 1 1 Dipakai
Dipakai dengan
26 0 1 1 1 1 0.8
perbaikan
27 1 1 0 1 1 0.8 Dipakai
Dipakai dengan
28 0 1 1 1 1 0.8
perbaikan
29 1 1 1 1 1 1 Dipakai

73
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30 1 1 0 1 1 0.8 Dipakai
Dipakai dengan
31 1 1 1 1 1 1
perbaikan
32 1 1 1 1 1 1 Dipakai
33 1 1 1 1 1 1 Dipakai
34 1 1 1 0 1 0.8 Dipakai
35 1 1 1 0 1 0.8 Dipakai
36 1 1 1 0 1 0.8 Dipakai
37 1 1 1 1 0 0.8 Dipakai
38 1 1 1 1 0 0.8 Dipakai
39 1 1 1 1 0 0.8 Dipakai
40 1 1 1 1 1 1 Dipakai
41 1 1 1 1 1 1 Dipakai
42 1 1 1 1 1 1 Dipakai
43 1 1 1 0 1 0.8 Dipakai
44 1 1 1 1 1 1 Dipakai
45 1 1 1 1 1 1 Dipakai
46 1 1 1 1 1 1 Dipakai
47 1 1 1 1 1 1 Dipakai
48 1 1 1 1 1 1 Dipakai
49 1 1 1 1 1 1 Dipakai
50 1 1 1 1 1 1 Dipakai
51 1 1 1 1 1 1 Dipakai
52 1 1 1 0 1 0.8 Dipakai
53 1 1 1 1 1 1 Dipakai
54 1 1 1 1 1 1 Dipakai
55 1 1 1 1 1 1 Dipakai
56 1 1 1 1 1 1 Dipakai
Total IVI-I 51

IVI-S = (Total IVI-I) / (Jumlah Item)

IVI-S = 51/56

IVI-S = 0.91

74
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 3. Skala Kepuasan Perkawinan, PANAS-X dan SLS Sebelum Uji Coba

SKALA PENELITIAN PSIKOLOGI

Disusun oleh:
Gisela Anggraida Damarrini
129114170

Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2017

75
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PRAKATA
Saya, Gisela Anggraida Damarrini mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma sedang
menyelesaikan tugas akhir. Saya membutuhkan sejumlah data yang dapat diperoleh dari kerjasama
anda dalam mengerjakan skala tentang kehidupan perkawinan anda dan pasangan.
Informasi yang anda berikan menjadi informasi berharga apabila jawaban yang diberikan jujur,
spontan dan apa adanya. Tidak ada jawaban benar atau salah, jawaban yang tepat adalah jawaban
yang paling sesuai dengan keadaan diri anda.
Semua jawaban yang anda berikan akan sangat dijaga kerahasiaannya sesuai dengan etika penelitian
dan asas konfidensialitas terhadap responden.
Saya mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan kesediaan anda mengisi skala ini.
Yogyakarta, 12 April 2017
Hormat saya,

Gisela Anggraida Damarrini

PENJELASAN SKALA
Skala ini secara keseluruhan bertujuan untuk mengukur persepsi anda mengenai diri anda sendiri serta
persepsi mengenai kehidupan perkawinan yang dijalani.
Skala ini terdiri dari 4 bagian, antara lain:
- Identitas Diri
Tentang bagaimana profil diri anda, berisi 10 poin yang harus diisi.
- Skala 1
Merupakan Skala Kehidupan Perkawinan, berisi 35 pernyataan mengenai kehidupan perkawinan
anda dan pasangan.
- Skala 2
Merupakan Skala Kepenuhan Hidup, berisi 5 pernyataan mengenai bagaimana anda menilai hidup
anda sampai saat ini.
- Skala 3
Merupakan Skala Perasaan, berisi 57 kata yang menggambarkan perasaan yang umum dirasakan
untuk diberi peringkat berdasarkan perasaan yang sering dialami dalam kurun waktu beberapa minggu
terakhir.

PERNYATAAN KESEDIAAN
Saya, yang bertandatangan di bawah ini,
Telah membaca dan memahami penjelasan tentang pengisian skala ini
Bersedia mengisi skala ini sesuai dengan kondisi saya saat ini demi membantu terlaksananya
penelitian.

…………., …………….. 2017


(tanda tangan + nama jelas)

……………………….

76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Identitas Diri
1. Nama :
2. Usia :
3. Jenis Kelamin :
4. Pekerjaan :
5. Usia Perkawinan : TAHUN
6. Alamat :
7. Status Tempat Tinggal (tandai lebih dari 1)
Bersama pasangan Bersama mertua
Terpisah dari pasangan (LDR) Bersama orangtua kandung
Terpisah dari mertua / orangtua
kandung

8. Pendidikan terakhir :
9. Pendidikan terakhir pasangan :
10. Jumlah anak :

77
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKALA 1
SKALA KEHIDUPAN PERKAWINAN
Skala ini adalah skala yang bertujuan melihat kehidupan perkawinan anda, bagaimana anda
menjalaninya bersama pasangan. Terdiri atas 56 pernyataan dengan 4 pilihan jawaban. Pilihlah
jawaban yang paling sesuai dengan kondisi perkawinan anda saat ini.

Petunjuk Pengisian Skala


Baca dan pahamilah tiap pernyataan dengan cermat. Berilah tanda silang (X) pada salah
satu alternatif jawaban yang telah disediakan pada setiap pernyataan di bawah ini, sesuai dengan
kondisi anda sendiri. Periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang terlewati.
SS : Bila anda merasa SANGAT SETUJU dengan pernyataan tersebut
S : Bila anda merasa SETUJU dengan pernyataan tersebut.
TS : Bila anda merasa TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
STS : Bila anda merasa SANGAT TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
Contoh:
NO. PERNYATAAN SS S TS STS

1 Saya suka membaca komik X

Jika anda ingin memperbaiki jawaban, cukup membuat tanda sama dengan (=) di tengah-tengah
jawaban anda sebelumnya, kemudian silanglah jawaban yang menurut anda paling tepat, sesuai
dengan kondisi anda.
Contoh:
NO. PERNYATAAN SS S TS STS

1 Saya suka membaca komik X


X

78
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

NO. PERNYATAAN SS S TS STS


Saya merasa senang ketika saya bisa berdiskusi dengan pasangan terkait
1
masalah yang ada.
Saya merasa sedih ketika pasangan saya mengabaikan masalah diantara
2
kami.

3 Pasangan saya merupakan orang yang pengertian.

4 Saya menikmati waktu bersama pasangan.

Saya dan pasangan memiliki pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan
5
anak saya.
Saya dan pasangan memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan
6
masalah.

7 Saya senang karena saya dan pasangan sepakat dalam hal mendidik anak.

8 Pasangan tidak menghubungi saya ketika ia berada di luar rumah.

9 Pasangan mengalihkan pembicaraan ketika kami sedang mengobrol.

10 Saya merasa pasangan memahami apa yang saya sampaikan.

Saya merasa lega ketika saya dan pasangan menemukan solusi terbaik
11
atas masalah kami.

12 Pasangan saya menghabiskan waktunya dengan teman-temannya.

13 Menurut saya, pasangan saya menerima kekurangan saya.

Saya dan pasangan kurang baik dalam memecahkan masalah secara


14
bersama-sama.

15 Saya merasa lelah dengan perilaku pasangan yang kurang menyenangkan.

16 Saya merasa sedih ketika harus mendidik anak sendiri.

17 Pasangan menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama.

18 Pasangan menyentuh saya dengan penuh cinta.

19 Saya bisa bercerita tentang apapun dengan pasangan saya.

20 Saya merasa kesal ketika pasangan memotong pembicaraan saya.

21 Saya merasa pasangan saya boros.

79
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22 Pasangan saya sulit memaafkan kesalahan yang saya lakukan.

23 Pasangan saya dapat memenuhi kebutuhan seksual saya.

24 Saya tidak bosan ketika bersama pasangan.

Saya merasa kesepian ketika tidak bisa menghabiskan waktu dengan


25
pasangan.

26 Saya merasa kecewa ketika pasangan membentak anak.

27 Saya jenuh dengan aktivitas seksual kami.

28 Saya dan pasangan terbuka dalam menyadari adanya masalah.

29 Saya dan pasangan sepakat dengan cara kami mengatur keuangan.

30 Saya merasa kesal ketika pasangan membatalkan janjinya dengan saya.

31 Pasangan saya terlalu banyak menuntut.

32 Saya merasa tenang ketika kami tidak memiliki hutang.

Saya senang karena pasangan saya dapat menunjukkan kasih sayang


33
dengan cara yang saya suka.

34 Saya merasa tertekan ketika memiliki masalah dengan pasangan saya.

35 Pasangan saya sabar dalam mendidik anak.

Saya merasa sedih karena pasangan tidak menangkap apa yang saya
36
katakan.

37 Saya tidak suka ketika pasangan memaksa berhubungan seksual.

38 Saya merasa kesal ketika pasangan tidak bertanggung jawab.

39 Saya merasa bahagia dengan pengaturan keuangan kami.

40 Saya merasa senang ketika pasangan memuji saya.

Saya senang ketika pasangan melibatkan saya dalam mengambil


41
keputusan.
Saya merasa senang ketika pasangan memberikan tanggapan tentang apa
42
yang saya ceritakan.
Saya merasa sedih ketika saya tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual
43
pasangan.

80
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Ketika terjadi masalah saya dan pasangan berusaha menyelesaikan


44
bersama-sama.

45 Saya dan pasangan memiliki manajemen keuangan yang baik.

46 Saya merasa sedih ketika pasangan tidak terbuka dengan keuangan.

47 Pasangan saya mendidik anak dengan cara yang keras.

48 Saya merasa lega ketika pasangan terbuka dengan saya.

49 Saya lega ketika pola pengasuhan sesuai dengan kebutuhan anak.

50 Saya merasa jengkel ketika pasangan saya boros.

51 Pasangan tidak memiliki waktu untuk saya.

52 Saya dan pasangan belum bisa mendidik anak saya dengan baik.

53 Saya merasa senang ketika beraktivitas bersama pasangan.

54 Pasangan saya tidak mendukung dalam mengatur keuangan.

55 Saya merasa senang ketika pasangan saya mencium saya.

Saya merasa sedih ketika pasangan menolak berhubungan seksual dengan


56
saya.

81
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKALA 2
SKALA KEPENUHAN HIDUP
Skala ini adalah skala yang bertujuan untuk melihat persepsi anda mengenai hidup. Berisi 5 item
pernyataan dengan 7 pilihan jawaban. Isilah menurut kondisi hidup anda secara keseluruhan
sampai saat ini.
Petunjuk Pengisian Skala
Baca dan pahamilah tiap pernyataan dengan cermat. Berilah tanda silang (X) pada salah
satu alternatif jawaban yang telah disediakan pada setiap pernyataan di bawah ini, sesuai dengan
kondisi anda sendiri. Periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang terlewati.
STS : Bila anda merasa SANGAT TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
TS : Bila anda merasa TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
ATS : Bila anda merasa AGAK TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
N : Bila anda merasa NETRAL dengan pernyataan tersebut.
AS : Bila anda merasa AGAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
S : Bila anda merasa SETUJU dengan pernyataan tersebut.
SS : Bila anda merasa SANGAT SETUJU dengan pernyataan tersebut
Contoh:

STS TS ATS N AS S SS
NO. PERNYATAAN Sangat Agak
Tidak Agak Sangat
Tidak Tidak Netral Setuju
Setuju Setuju Setuju
Setuju Setuju
Saya suka makan
1 X
bakso
Jika anda ingin memperbaiki jawaban, cukup membuat tanda sama dengan (=) di tengah-tengah
jawaban anda sebelumnya, kemudian silanglah jawaban yang menurut anda paling tepat, sesuai
dengan kondisi anda.

STS TS ATS N AS S SS
NO. PERNYATAAN Sangat Agak
Tidak Agak Sangat
Tidak Tidak Netral Setuju
Setuju Setuju Setuju
Setuju Setuju

1 Saya suka makan bakso X X

82
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

STS TS ATS N AS S SS
NO. PERNYATAAN Sangat Agak
Tidak Agak Sangat
Tidak Tidak Netral Setuju
Setuju Setuju Setuju
Setuju Setuju

Banyak hal dalam hidup


1 saya yang mendekati
harapan saya.

Kondisi-kondisi hidup
2
saya luar biasa.

Saya puas dengan hidup


3
saya.

Sejauh ini, saya sudah


mendapatkan hal-hal
4 penting yang saya
inginkan dalam hidup
saya.
Jika saya bisa
mengulang hidup saya
5
kembali, tidak ada hal
yang akan saya ubah.

83
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKALA 3
SKALA PERASAAN
Skala ini adalah skala yang bertujuan untuk melihat perasaan yang sering anda rasakan. Terdiri atas
60 kata dan frase yang mendeskripsikan perasaan atau emosi tertentu. Kenali perasaan anda, baca
masing-masing kata lalu berilah nilai sesuai apa yang anda rasakan. Isilah berdasarkan perasaan
yang anda alami dalam beberapa minggu terakhir.
Petunjuk Pengisian Skala
Baca dan pahamilah tiap kata dengan cermat. Berilah nilai 1-5 pada tabel di sebelah kiri
yang telah disediakan pada setiap kata di bawah ini, sesuai dengan kondisi perasaan anda selama
beberapa minggu terakhir. Periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang terlewati.
1 : Bila anda SANGAT KECIL / TIDAK SAMA SEKALI merasakan perasaan tersebut.
2 : Bila anda SEDIKIT merasakan perasaan tersebut.
3 : Bila anda CUKUP merasakan perasaan tersebut.
4 : Bila anda LEBIH DARI CUKUP merasakan perasaan tersebut.
5 : Bila anda SANGAT KUAT merasakan perasaan tersebut.
Contoh

1 2 3 4 5

Sangat kecil / tidak sama Sangat


Sedikit Cukup Lebih dari cukup
sekali kuat

3 Galau X Galau
BENAR SALAH
5 Galau O Galau

84
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1 2 3 4 5
Sangat kecil / tidak
Sedikit Cukup Lebih dari cukup Sangat kuat
sama sekali
Gembira Goyah Lincah

Jengkel / Muak Bahagia Rasa malu

Penuh perhatian Takut - takut Tidak cemas

Segan Merasa sendirian Takut

Lemas Selalu Waspada Malas

Berani Kecewa Marah pada diri sendiri

Kaget (senang / surprised) Marah Bersemangat

Kuat / tegar Melankolis (melo) Murung

Sinis Hebat Tersipu- sipu

Santai Malu (Pemalu) Menderita

Mudah tersinggung Rajin/ aktif Pantas disalahkan

Senang Rasa bersalah Bertekad

Termotivasi Penuh sukacita Kaget (takut)

Tidak takut Gugup Takjub

Jengkel terhadap diri sendiri Kesepian Terpesona

Sedih Mudah mengantuk Benci

Tenang Bergairah Percaya diri

Khawatir Bermusuhan Enerjik

Lelah Bangga Penuh konsentrasi

MOHON PERIKSA KEMBALI, PASTIKAN SEMUA SOAL TELAH TERJAWAB


TERIMAKASIH 

85
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 4. Uji Reliabilitas dan Analisis Item Skala Kepuasan Perkawinan

Reliability
[DataSet0]
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary

N %

Cases Valid 106 100.0


a
Excluded 0 .0

Total 106 100.0


a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.915 56

Item-Total Statistics

Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha


Item Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted

item_01 157.71 223.999 .493 .913


item_02 159.64 236.327 -.255 .919
item_03 158.03 220.028 .572 .912
item_04 157.75 221.692 .598 .912
item_05 158.03 224.047 .447 .914
item_06 159.09 230.753 .064 .917
item_07 157.90 221.675 .585 .912
item_08 158.24 220.372 .507 .913
item_09 158.13 223.430 .493 .913
item_10 158.23 220.786 .638 .912
item_11 157.60 223.861 .541 .913
item_12 158.30 226.651 .266 .915
item_13 158.02 221.981 .547 .913
item_14 158.26 216.749 .723 .911
item_15 158.48 221.795 .442 .914
item_16 158.74 224.063 .240 .917
item_17 157.92 219.659 .637 .912
item_18 158.06 218.397 .653 .911
item_19 158.18 217.120 .674 .911
item_20 159.08 229.404 .148 .916
item_21 158.28 224.110 .388 .914

86
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

item_22 158.28 224.110 .362 .914


item_23 158.17 220.657 .522 .913
item_24 158.00 218.781 .667 .911
item_25 159.07 237.891 -.290 .920
item_26 159.21 230.242 .064 .917
item_27 158.18 218.663 .600 .912
item_28 158.15 220.320 .655 .912
item_29 158.13 220.516 .583 .912
item_30 159.04 226.799 .252 .915
item_31 158.17 222.123 .548 .913
item_32 157.71 230.190 .091 .916
item_33 158.12 223.556 .480 .913
item_34 159.26 229.911 .078 .917
item_35 158.25 222.663 .473 .913
item_36 158.92 223.575 .430 .914
item_37 159.01 228.390 .130 .917
item_38 159.40 227.308 .205 .916
item_39 158.23 220.501 .636 .912
item_40 157.99 227.286 .312 .915
item_41 157.85 226.529 .328 .915
item_42 157.90 227.827 .288 .915
item_43 159.32 230.791 .054 .917
item_44 157.95 219.988 .648 .912
item_45 158.30 219.737 .617 .912
item_46 159.40 230.242 .086 .917
item_47 158.25 224.415 .391 .914
item_48 157.85 227.406 .296 .915
item_49 157.90 228.989 .175 .916
item_50 159.33 230.719 .057 .917
item_51 158.25 218.339 .658 .911
item_52 158.33 223.957 .385 .914
item_53 157.86 222.408 .586 .913
item_54 158.27 220.239 .582 .912
item_55 157.81 225.335 .397 .914
item_56 158.99 226.276 .232 .916

87
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 5. Uji Reliabilitas dan Analisis Item Negative Affect Skala PANAS-X

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 99 100.0
a
Excluded 0 .0
Total 99 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.953 33

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Deleted
N1 69.55 441.087 .534 .952
N2 69.37 453.808 .299 .953
N3 69.71 442.128 .525 .952
N4 69.92 443.932 .490 .952
N5 69.65 435.047 .637 .951
N6 69.78 433.297 .673 .951
N7 69.81 435.912 .669 .951
N8 69.31 428.687 .729 .950
N9 69.16 438.790 .593 .951
N10 69.92 434.320 .729 .950
N11 69.78 437.297 .637 .951
N12 69.93 431.291 .678 .951
N13 69.82 430.967 .739 .950
N14 69.79 432.904 .702 .950
N15 69.74 429.318 .683 .951
N16 69.81 447.585 .433 .952
N17 69.65 440.006 .594 .951
N18 69.85 441.375 .592 .951
N19 69.96 430.345 .717 .950

88
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

N20 69.08 443.136 .413 .953


N21 70.55 450.271 .511 .952
N22 69.75 431.293 .719 .950
N23 69.88 444.965 .489 .952
N24 69.88 436.740 .695 .951
N25 69.55 438.883 .558 .952
N26 70.06 434.160 .738 .950
N27 70.04 438.509 .652 .951
N28 70.21 456.291 .243 .954
N29 70.47 439.762 .669 .951
N30 70.15 439.640 .593 .951
N31 70.16 445.647 .575 .952
N32 70.27 438.527 .658 .951
N33 69.79 437.169 .623 .951

89
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 6. Uji Reliabilitas dan Analisis Item Positive Affect Skala PANAS-X

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary


Reliability Statistics
N % Cronbach's
Cases Valid 99 100.0 Alpha N of Items
a
Excluded 0 .0 .943 27
Total 99 100.0

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Deleted

PA1 73.96 242.651 .675 .940


PA2 73.93 241.515 .645 .940
PA3 73.96 244.325 .598 .941
PA4 73.33 249.429 .310 .945
PA5 74.15 241.620 .582 .941
PA6 73.79 249.189 .334 .944
PA7 74.12 243.250 .653 .940
PA8 74.05 234.538 .786 .939
PA9 73.61 243.486 .553 .942
PA10 73.82 243.763 .608 .941
PA11 73.55 241.148 .620 .941
PA12 74.12 242.699 .676 .940
PA13 73.40 251.774 .232 .946
PA14 73.28 240.001 .672 .940
PA15 73.89 244.141 .534 .942
PA16 73.87 242.034 .706 .940
PA17 73.76 241.308 .621 .941
PA18 73.76 239.635 .725 .940
PA19 73.47 241.048 .603 .941
PA20 73.16 249.606 .356 .944
PA21 73.98 239.061 .804 .939
PA22 74.02 241.796 .611 .941
PA23 73.31 239.462 .635 .941
PA24 73.43 239.391 .603 .941
PA25 73.94 237.976 .764 .939
PA26 73.81 235.300 .819 .938
PA27 73.76 242.186 .639 .941

90
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 7. Uji Reliabilitas dan Analisis Item Skala SLS

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 99 100.0


a
Excluded 0 .0

Total 99 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.813 5

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Deleted

SLS1 18.73 25.078 .572 .785


SLS2 18.73 25.425 .552 .791
SLS3 18.65 22.619 .737 .737
SLS4 18.83 23.327 .655 .761
SLS5 20.22 21.358 .545 .808

91
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 8. Skala Kepuasan Perkawinan, PANAS-X dan SLS Sesudah Uji Coba

SKALA PENELITIAN PSIKOLOGI

Disusun oleh:
Gisela Anggraida Damarrini
129114170

Fakultas Psikologi
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2017

92
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PRAKATA
Saya, Gisela Anggraida Damarrini mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma
sedang menyelesaikan tugas akhir. Saya membutuhkan sejumlah data yang dapat diperoleh
dari kerjasama anda dalam mengerjakan skala tentang kehidupan perkawinan anda dan
pasangan.
Informasi yang anda berikan menjadi informasi berharga apabila jawaban yang diberikan
jujur, spontan dan apa adanya. Tidak ada jawaban benar atau salah, jawaban yang tepat
adalah jawaban yang paling sesuai dengan keadaan diri anda.
Semua jawaban yang anda berikan akan sangat dijaga kerahasiaannya sesuai dengan etika
penelitian dan asas konfidensialitas terhadap responden.
Saya mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan kesediaan anda mengisi skala ini.
Yogyakarta, 30 Mei 2017
Hormat saya,

Gisela Anggraida Damarrini

93
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENJELASAN SKALA
Skala ini secara keseluruhan bertujuan untuk mengukur persepsi anda mengenai diri anda
sendiri serta persepsi mengenai kehidupan perkawinan yang dijalani.
Skala ini terdiri dari 4 bagian, antara lain:
- Identitas Diri
Tentang bagaimana profil diri anda, berisi 10 poin yang harus diisi.
- Skala 1
Merupakan Skala Kehidupan Perkawinan, berisi 35 pernyataan mengenai kehidupan
perkawinan anda dan pasangan.
- Skala 2
Merupakan Skala Kepenuhan Hidup, berisi 5 pernyataan mengenai bagaimana anda menilai
hidup anda sampai saat ini.
- Skala 3
Merupakan Skala Perasaan, berisi 57 kata yang menggambarkan perasaan yang umum
dirasakan untuk diberi peringkat berdasarkan perasaan yang sering dialami dalam kurun
waktu beberapa minggu terakhir.

PERNYATAAN KESEDIAAN
Saya, yang bertandatangan di bawah ini,
Telah membaca dan memahami penjelasan tentang pengisian skala ini
Bersedia mengisi skala ini sesuai dengan kondisi saya saat ini demi membantu terlaksananya
penelitian.

…………., …………….. 7
(tanda tangan + nama jelas)

……………………….

94
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Identitas Diri
11.Nama :
12.Usia :
13.Jenis Kelamin :
14.Pekerjaan :
15.Usia Perkawinan : TAHUN
16.Alamat :
17.Status Tempat Tinggal (tandai lebih dari 1)
Bersama pasangan Bersama mertua
Terpisah dari pasangan (LDR) Bersama orangtua kandung
Terpisah dari mertua /
orangtua kandung

18.Pendidikan terakhir :
19.Pendidikan terakhir pasangan :
20.Jumlah anak :

95
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKALA 1
SKALA KEHIDUPAN PERKAWINAN
Skala ini adalah skala yang bertujuan melihat kehidupan perkawinan anda, bagaimana
anda menjalaninya bersama pasangan. Terdiri atas 35 pernyataan dengan 4 pilihan
jawaban. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan kondisi perkawinan anda saat ini.

Petunjuk Pengisian Skala


Baca dan pahamilah tiap pernyataan dengan cermat. Berilah tanda silang (X) pada
salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan pada setiap pernyataan di bawah ini,
sesuai dengan kondisi anda sendiri. Periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang
terlewati.
SS : Bila anda merasa SANGAT SETUJU dengan pernyataan tersebut
S : Bila anda merasa SETUJU dengan pernyataan tersebut.
TS : Bila anda merasa TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
STS : Bila anda merasa SANGAT TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
Contoh:

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

1 Saya suka membaca komik


X

Jika anda ingin memperbaiki jawaban, cukup membuat tanda sama dengan (=) di tengah-
tengah jawaban anda sebelumnya, kemudian silanglah jawaban yang menurut anda paling
tepat, sesuai dengan kondisi anda.
Contoh:

NO. PERNYATAAN SS S TS STS

1 Saya suka membaca komik


X X

96
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

NO. PERNYATAAN SS S TS STS


1 Saya tidak bosan ketika bersama pasangan.

2 Saya senang karena saya dan pasangan sepakat dalam


hal mendidik anak.
3 Saya senang karena pasangan saya dapat
menunjukkan kasih sayang dengan cara yang saya
suka.
4 Saya merasa senang ketika saya bisa berdiskusi
dengan pasangan terkait masalah yang ada.
5 Saya merasa senang ketika pasangan saya mencium
saya.
6 Saya merasa senang ketika beraktivitas bersama
pasangan.
7 Saya merasa sedih karena pasangan tidak menangkap
apa yang saya katakan.

8 Saya merasa pasangan saya boros.

9 Saya merasa pasangan memahami apa yang saya


sampaikan.
10 Saya merasa lelah dengan perilaku pasangan yang
kurang menyenangkan.

11 Saya merasa lega ketika saya dan pasangan


menemukan solusi terbaik atas masalah kami.
12 Saya merasa bahagia dengan pengaturan keuangan
kami.

13 Saya menikmati waktu bersama pasangan.

14 Saya jenuh dengan aktivitas seksual kami.

15 Saya dan pasangan terbuka dalam menyadari adanya


masalah.
16 Saya dan pasangan sepakat dengan cara kami
mengatur keuangan.
Saya dan pasangan memiliki pola asuh yang sesuai
17 dengan kebutuhan anak saya.

97
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

NO. PERNYATAAN SS S TS STS


18 Saya dan pasangan memiliki manajemen keuangan
yang baik.
19 Saya dan pasangan kurang baik dalam memecahkan
masalah secara bersama-sama.
20 Saya dan pasangan belum bisa mendidik anak saya
dengan baik.
21 Saya bisa bercerita tentang apapun dengan pasangan
saya.
22 Pasangan tidak menghubungi saya ketika ia berada di
luar rumah.
23 Pasangan tidak memiliki waktu untuk saya.
24 Pasangan saya tidak mendukung dalam mengatur
keuangan.
25 Pasangan saya terlalu banyak menuntut.
26 Pasangan saya sulit memaafkan kesalahan yang saya
lakukan.

27 Pasangan saya sabar dalam mendidik anak.

28 Pasangan saya merupakan orang yang pengertian.


29 Pasangan saya mendidik anak dengan cara yang
keras.
30 Pasangan saya dapat memenuhi kebutuhan seksual
saya.

31 Pasangan menyentuh saya dengan penuh cinta.


32 Pasangan menyempatkan diri untuk menghabiskan
waktu bersama.
33 Pasangan mengalihkan pembicaraan ketika kami
sedang mengobrol.
34 Menurut saya, pasangan saya menerima kekurangan
saya.
35 Ketika terjadi masalah saya dan pasangan berusaha
menyelesaikan bersama-sama.

98
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKALA 2
SKALA KEPENUHAN HIDUP
Skala ini adalah skala yang bertujuan untuk melihat persepsi anda mengenai hidup. Berisi 5 item
pernyataan dengan 7 pilihan jawaban. Isilah menurut kondisi hidup anda secara keseluruhan
sampai saat ini.
Petunjuk Pengisian Skala
Baca dan pahamilah tiap pernyataan dengan cermat. Berilah tanda silang (X) pada salah
satu alternatif jawaban yang telah disediakan pada setiap pernyataan di bawah ini, sesuai dengan
kondisi anda sendiri. Periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada yang terlewati.
STS : Bila anda merasa SANGAT TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
TS : Bila anda merasa TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
ATS : Bila anda merasa AGAK TIDAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
N : Bila anda merasa NETRAL dengan pernyataan tersebut.
AS : Bila anda merasa AGAK SETUJU dengan pernyataan tersebut.
S : Bila anda merasa SETUJU dengan pernyataan tersebut.
SS : Bila anda merasa SANGAT SETUJU dengan pernyataan tersebut
Contoh:

STS TS ATS N AS S SS
NO. PERNYATAAN Sangat Agak
Tidak Agak Sangat
Tidak Tidak Netral Setuju
Setuju Setuju Setuju
Setuju Setuju

1 Saya suka makan bakso X


Jika anda ingin memperbaiki jawaban, cukup membuat tanda sama dengan (=) di tengah-tengah
jawaban anda sebelumnya, kemudian silanglah jawaban yang menurut anda paling tepat, sesuai
dengan kondisi anda.

STS TS ATS N AS S SS
NO. PERNYATAAN Sangat Agak
Tidak Agak Sangat
Tidak Tidak Netral Setuju
Setuju Setuju Setuju
Setuju Setuju

1 Saya suka makan bakso X X

99
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

STS TS ATS N AS S SS
NO. PERNYATAAN Sangat Agak
Tidak Agak Sangat
Tidak Tidak Netral Setuju
Setuju Setuju Setuju
Setuju Setuju

Banyak hal dalam hidup saya yang


1
mendekati harapan saya.

2 Kondisi-kondisi hidup saya luar biasa.

3 Saya puas dengan hidup saya.

Sejauh ini, saya sudah mendapatkan hal-

4 hal penting yang saya inginkan dalam


hidup saya.
Jika saya bisa mengulang hidup saya

5 kembali, tidak ada hal yang akan saya


ubah.

100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

SKALA 3
SKALA PERASAAN
Skala ini adalah skala yang bertujuan untuk melihat perasaan yang sering anda rasakan.
Terdiri atas 57 kata dan frase yang mendeskripsikan perasaan atau emosi tertentu. Kenali
perasaan anda, baca masing-masing kata lalu berilah nilai sesuai apa yang anda rasakan.
Isilah berdasarkan perasaan yang anda alami dalam beberapa minggu terakhir.
Petunjuk Pengisian Skala
Baca dan pahamilah tiap kata dengan cermat. Berilah nilai 1-5 pada tabel di sebelah
kiri yang telah disediakan pada setiap kata di bawah ini, sesuai dengan kondisi perasaan
anda selama beberapa minggu terakhir. Periksa kembali jawaban anda, jangan sampai ada
yang terlewati.
1 : Bila anda SANGAT KECIL / TIDAK SAMA SEKALI merasakan perasaan
tersebut.
2 : Bila anda SEDIKIT merasakan perasaan tersebut.
3 : Bila anda CUKUP merasakan perasaan tersebut.
4 : Bila anda LEBIH DARI CUKUP merasakan perasaan tersebut.
5 : Bila anda SANGAT KUAT merasakan perasaan tersebut.
Contoh

1 2 3 4 5

Sangat kecil / tidak sama Sangat


Sedikit Cukup Lebih dari cukup
sekali kuat

3 Galau X Galau
BENAR SALAH
5 Galau O Galau

101
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1 2 3 4 5
Sangat kecil /
Sedikit Cukup Lebih dari cukup Sangat kuat
tidak sama sekali
Marah pada diri
Berani Kecewa
sendiri

Gembira Goyah Lincah

Jengkel / Muak Bahagia Rasa malu

Jengkel terhadap diri


Kesepian Terpesona
sendiri

Kaget (senang / surprised) Marah Bersemangat

Tidak puas dengan


Kagum Gelisah
diri sendiri

Khawatir Bermusuhan Enerjik

Kuat / tegar Melankolis (melo) Murung

Lelah Bangga Penuh konsentrasi

Lemas Rajin/ aktif Malas

Mudah tersinggung Takut - takut Pantas disalahkan

Penuh perhatian Malu (Pemalu) Tidak cemas

Santai Mudah mengantuk Menderita

Sedih Rasa bersalah Benci

Senang Hebat Bertekad

Sinis Bergairah Percaya diri

Tenang Penuh sukacita Kaget (takut)

Termotivasi Gugup Takjub

Tidak takut Merasa sendirian Takut


MOHON PERIKSA KEMBALI, PASTIKAN SEMUA SOAL TELAH TERJAWAB, TERIMAKASIH 

102
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 9. Reliabilitas Skala Kepuasan Perkawinan Setelah Uji Coba

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items


.956 35

103
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 10. Reliabilitas Skala PANAS-X Setelah Uji Coba

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.947 57

104
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 11. Reliabilitas Skala SLS Setelah Uji Coba

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items


.807 5

105
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 12. Uji Normalitas

Uji normalitas pada kelompok responden M (Tinggal bersama dengan mertua)

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.


Kepuasan Perkawinan .143 61 .003 .891 61 .000
SWB .063 61 .200* .980 61 .403
*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

Uji normalitas pada kelompok responden S (Tinggal terpisah dari mertua)

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.


Kepuasan Perkawinan .097 51 .200* .949 51 .028
SWB .117 51 .079 .950 51 .031
*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

106
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 13. Uji Homogenitas

Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic df1 df2 Sig.


Kepuasan Perkawinan .473 1 110 .493
SWB
.303 1 110 .583

107
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 14. Uji Hipotesis

Test Statisticsa

Total Skala
Total Skala MS PANAS Total Skala SLS Total SWB
Mann-Whitney U 1326.000 1408.500 1248.000 1368.000
Wilcoxon W 3217.000 3299.500 3139.000 3259.000
Z -1.341 -.859 -1.801 -1.096
Asymp. Sig. (2-tailed) .180 .390 .072 .273
a. Grouping Variable: Status Tempat Tinggal

108
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 15. Uji Beda Area Kepuasan Perkawinan Berdasarkan Tempat Tinggal

Test Statisticsa
Area
Area Waktu
Kepribadian
Luang
Mann-Whitney U 1166.500
Mann-Whitney U 1527.500
Wilcoxon W 3057.500
Wilcoxon W 3418.500
Z -2.302
Z -.166
Asymp. Sig. (2-
.021 Asymp. Sig. (2-
tailed) .868
tailed)
a. Grouping Variable: Status Tempat
a. Grouping Variable: Status Tempat
Tinggal
Tinggal

Test Statisticsa
Test Statisticsa
Area
Area Resolusi
Pengaturan
Konflik
Keuangan
Mann-Whitney U 1335.000
Mann-Whitney U 1335.500
Wilcoxon W 3226.000
Wilcoxon W 3226.500
Z -1.304
Z -1.308
Asymp. Sig. (2-
Asymp. Sig. (2- .192
.191 tailed)
tailed)
a. Grouping Variable: Status Tempat
a. Grouping Variable: Status Tempat
Tinggal
Tinggal

Test Statisticsa
Test Statisticsa
Area
Area
Pengasuhan
Komunikasi
Anak
Mann-Whitney U 1484.000
Mann-Whitney U 1226.000
Wilcoxon W 3375.000
Wilcoxon W 3117.000
Z -.424
Z -1.949
Asymp. Sig. (2-
.671 Asymp. Sig. (2-
tailed) .051
tailed)
a. Grouping Variable: Status Tempat
a. Grouping Variable: Status Tempat
Tinggal
Tinggal
Test Statisticsa
Area
Hubungan
Seksual
Mann-Whitney U 1544.000
Wilcoxon W 2870.000
Z -.068
Asymp. Sig. (2-
.946
tailed)
a. Grouping Variable: Status Tempat
Tinggal

109
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 16. Uji Beda Aspek SWB Berdasarkan Tempat Tinggal

Test Statisticsa
Aspek Aspek Afeksi Aspek Afeksi
Kognitif Positif Negatif
Mann-Whitney U 1248.000 1402.500 1544.500
Wilcoxon W 3139.000 3293.500 2870.500
Z -1.801 -.894 -.064
Asymp. Sig. (2-
.072 .371 .949
tailed)
a. Grouping Variable: Status Tempat Tinggal

110
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 17 Uji Linearitas

ANOVA Table
Sum of Mean
Squares df Square F Sig.
Kepuasan Between (Combined) 21793.164 74 294.502 3.588 .000
Perkawinan Groups Linearity 9631.891 1 9631.891 117.354 .000
* SWB Deviation from
12161.273 73 166.593 2.030 .010
Linearity
Within Groups 3036.800 37 82.076
Total 24829.964 111

111
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Lampiran 18 Uji Korelasi Kepuasan Perkawinan dan SWB

Correlations
Total Skala Total
MS SWB
Spearman's rho Total Skala Correlation
1.000 .539**
MS Coefficient
Sig. (2-tailed) . .000
N 112 112
Total SWB Correlation
.539** 1.000
Coefficient
Sig. (2-tailed) .000 .
N 112 112
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

112