Anda di halaman 1dari 25

PEMERINTAH KOTA BANDUNG

SEKRETARIAT DAERAH
JALAN WASTUKANCANA NO. 2 Telp. 4232338–4232339–4232369–4232370 BANDUNG

SALINAN

KEPUTUSAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR

: 119/Kep.080-Bag.Huk-HAM/2012

TENTANG
TIM KOORDINASI KERJA SAMA DAERAH KOTA BANDUNG

WALIKOTA BANDUNG,

Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan kerja sama daerah untuk semua


urusan yang menjadi kewenangan daerah, serta menunjang
percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Bandung
melalui mekanisme kerjasama dengan Badan Usaha, telah
ditetapkan dalam Keputusan Walikota Bandung Nomor:
119/Kep.488-BAG.HUK HAM/2009 tentang Tim Koordinasi
Kerja Sama Daerah Kota Bandung dan Keputusan Walikota
Bandung Nomor: 640/Kep.997-BAPPEDA/2009
tentang Tim Pendamping Daerah (Local Counterpart)
Penyiapan Program/Kegiatan Pengembangan/
Pembangunan Infrastruktur Pola Kerjasama antara
Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha di Kota Bandung;

b. bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Kota


Bandung Nomor 12 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan
Kerja Sama Daerah dan dengan telah diterbitkannya
berbagai peraturan perundang-undangan baru di bidang
kerja sama daerah serta adanya perubahan Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah di lingkungan
Pemerintah Kota Bandung, maka untuk efisiensi, efektivitas
dan harmonisasi dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku perlu dilakukan penyesuaian atas Keputusan
Walikota termaksud;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud


dalam huruf a dan huruf b, maka perlu menetapkan
Keputusan Walikota Bandung tentang Tim Koordinasi
Kerjasama Daerah Kota Bandung;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian


Internasional;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah untuk
kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2008;
3. Undang…
2

3. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Daerah;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38
Tahun 2007;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah;
7. Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerja
Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan
Infrastruktur sebagaimana telah diubah terakhir kalinya
dengan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2011;
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah diubah terakhir kalinya dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007
tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 69 Tahun 2007
tentang Kerjasama Pembangunan Perkotaan;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2008
tentang Pedoman Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah
Daerah dengan Pihak Luar Negeri;
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2009
tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Kerjasama Daerah;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2009
tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan Kerjasama
Antar Daerah;
14. Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan
Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Panduan Umum
Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha
Dalam Penyediaan Infrastruktur;
15. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007
tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kota Bandung;
16. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2008
tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah;
17. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009
tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Tahun 2005-2013;
18. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2010
tentang Penyelenggaraan Kerja Sama Daerah;

MEMUTUSKAN:…
3

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KESATU : Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah Kota Bandung.

KEDUA : Susunan Keanggotaan Tim sebagaimana dimaksud dalam


Diktum KESATU tercantum dalam Lampiran I.

KETIGA : Tim sebagaimana dimaksud Diktum KESATU dan KEDUA


mempunyai tugas pokok sebagai berikut :
a. Melakukan identifikasi, inventarisasi dan pemetaan
bidang/potensi daerah yang akan dikerjasamakan,dengan
memperhatikan RPJPD, RPJMD dan RTRW;
b. Menyusun prioritas objek yang akan dikerjasamakan;
c. Membentuk Tim Teknis untuk menyiapkan materi teknis
terhadap objek yang akan dikerjasamakan;
d. Melakukan pengadaan konsultan dan/atau penasehat
teknis, apabila dipandang perlu untuk membantu
menyiapkan materi teknis objek yang akan dikerjasamakan;
e. Menyiapkan dan membuat kerangka acuan/proposal
bidang/objek dan/atau pra studi kelayakan (pre feasibility
study) atau studi kelayakan (feasibility study) untuk objek
yang akan dikerjasamakan atas prakarsa Pemerintah Kota
Bandung;
f. Mengevaluasi dan/atau menilai proposal dan studi
kelayakan (feasibility study) yang ditawarkan oleh Pihak
Ketiga;
g. Memberikan saran terhadap proses pemilihan daerah
dan/atau pihak ketiga lainnya;
h. Menyiapkan materi kesepakatan bersama dan rancangan
naskah perjanjian kerjasama;
i. Memberikan rekomendasi kepada Walikota Bandung untuk
penandatanganan perjanjian kerja sama;
j. Mengadakan pertemuan secara berkala dengan unsur
terkait;
k. Mengkoordinir dan memantau pelaksanaan dan upaya
penyelenggaraan kerja sama daerah oleh masing-masing
Satuan Kerja Perangkat Daerah serta instansi terkait di
lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
l. Memberikan petunjuk dan pengarahan dalam pelaksanaan
kerja sama daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
m. Melakukan evaluasi terhadap setiap pelaksanaan kerjasama
daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
n. Melaporkan hasil pelaksanaan Keputusan ini kepada
Walikota Bandung melalui Sekretaris Daerah Kota Bandung.

KEEMPAT...
4

KEEMPAT : Uraian tugas Tim dan bagan alur tata kerja Tim sebagaimana
dimaksud pada Diktum KEDUA dan KETIGA tercantum dalam
Lampiran II dan III.

KELIMA : Terhadap rencana kerjasama Pemerintah Kota Bandung


dengan Lembaga Perguruan Tinggi yang sifat kerjasamanya
hanya sebatas untuk kepentingan peningkatan mutu/
akreditasi Lembaga Perguruan Tinggi, Tim mempunyai tugas
pokok sebagai berikut :
a. Melakukan pengkajian dan penilaian atas usulan rencana
kerjasama dari Lembaga Perguruan Tinggi;
b. Menyiapkan materi kesepakatan bersama/Nota
Kesepahaman;
c. Memberikan rekomendasi kepada Walikota Bandung untuk
penandatanganan kesepakatan bersama/Nota
Kesepahaman;
d. Melaporkan hasil pelaksanaan Keputusan ini kepada
Walikota Bandung melalui Sekretaris Daerah Kota Bandung.

KEENAM : Biaya sehubungan dengan pelaksanaan Keputusan ini


dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kota Bandung dan/atau sumber lain yang sah dan tidak
mengikat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
namun untuk Kerja Sama Daerah dalam rangka pemanfaatan
barang milik daerah biaya yang berhubungan dengan
persiapan dan pelaksanaan penyusunan Perjanjian Kerja
Sama, konsultan pelaksana/pengawas dibebankan kepada
Pihak Ketiga selaku Mitra Kerja Sama.

KETUJUH : Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi:

a. Keputusan Walikota Bandung Nomor: 119/Kep.603-


HUK/2004 Tentang Tim Penelitian dan Penilaian Kelayakan
Usulan Kerja Sama dari Pihak Ketiga;

b. Keputusan Walikota Bandung Nomor: 119/Kep.488-


BAG.HUK HAM/2009 Tentang Tim Koordinasi Kerja Sama
Daerah Kota Bandung, dan

c. Keputusan Walikota Bandung Nomor: 640/Kep.997-


BAPPEDA/2009 Tentang Tim Pendamping Daerah (Local
Counterpart) Penyiapan Program/Kegiatan Pengembangan/
Pembangunan Infrastruktur Pola Kerjasama antara
Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha di Kota Bandung.

KEDELAPAN...
5

KEDELAPAN : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Bandung
pada tanggal 2 Pebruari 2012

WALIKOTA BANDUNG
TTD
DADA ROSADA

Untuk Salinan Resmi,


SEKRETARIS DAERAH KOTA BANDUNG,

Dr. H. EDI SISWADI, M.Si.


Pembina Utama Madya
NIP. 19631221 198503 1 007

Tembusan, Salinan Keputusan ini disampaikan Kepada Yth.:


1. Gubernur Jawa Barat;
2. Wakil Walikota Bandung;
3. Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung;
4. Para Pimpinan Daerah Kota Bandung;
5. Para Asisten di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bandung;
6. Inspektur Kota Bandung;
7. Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung;
8. Para Kepala Dinas, Badan, Kantor di Lingkungan Pemerintah Kota
Bandung;
9. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung;
10. Para Kepala Bagian di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
11. Para Direktur Utama Perusahaan Daerah se-Kota Bandung;
12. Para Camat se-Kota Bandung;
13. Para Lurah se-Kota Bandung.
LAMPIRAN I : SALINAN KEPUTUSAN WALIKOTA BANDUNG
NOMOR :119/Kep.080-Bag.Huk-HAM/2012
TANGGAL : 2 Pebruari 2012

SUSUNAN KEANGGOTAAN
TIM KOORDINASI KERJA SAMA DAERAH KOTA BANDUNG

Pengarah : 1. Walikota Bandung.


2. Wakil Walikota Bandung

Ketua : Sekretaris Daerah Kota Bandung.

Wakil Ketua I : Asisten Pemerintahan pada Sekretariat Daerah


Bidang Administrasi Kota Bandung.
dan Hukum

Wakil Ketua II : Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah


Bidang Teknis dan Kota Bandung.
Perencanaan

Sekretaris : Kepala Bagian Pemerintahan Umum pada


Sekretariat Daerah Kota Bandung.
Wakil Sekretaris I : Kepala Bidang Pemberdayaan Aset pada Dinas
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota
Bandung.
Wakil Sekretaris II : Kepala Bidang Penanaman Modal pada Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bandung.

Anggota Tetap :

I. Bidang Administrasi dan Hukum.


Koordinator : Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah
Kota Bandung.

Anggota : 1. Asisten Administrasi Perekonomian dan


Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandung;
2. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota
Bandung;
3. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerah Kota Bandung;
4. Kepala Bagian Organisasi dan Pemberdayaan
Aparatur Daerah pada Sekretariat Daerah Kota
Bandung;
5. Kepala Bagian Hukum dan HAM pada Sekretariat
Daerah Kota Bandung;
6. Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan pada
Sekretariat Daerah Kota Bandung;
7. Kepala Bidang Anggaran pada Dinas Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung;
8. Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan pada
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota
Bandung;

II. Bidang…
2

II. Bidang Perencanaan dan Teknis.

Koordinator : Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota


Bandung.

Anggota : 1. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup


Kota Bandung;
2. Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota
Bandung;
3. Kepala Dinas Pendapatan Kota Bandung;
4. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah
dan Perindustrian dan Perdagangan;
5. Kepala Bagian Pembangunan dan Sumber Daya
Alam pada Sekretariat Daerah Kota Bandung;
6. Kepala Bagian Perekonomian pada Sekretariat
Daerah Kota Bandung;
7. Kepala Bidang Perencanaan Tata Ruang, Sarana
dan Prasarana pada Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Kota Bandung;
8. Kepala Bidang Perencanaan dan Tata Ruang
pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota
Bandung;

Anggota Tidak Tetap : 1. Para Direktur Utama Perusahaan Daerah Kota


Bandung;
2. Kepala Badan/Dinas/Kantor/SKPD yang terkait
dengan pelaksanaan kerja sama;
3. Unsur Akademisi/Praktisi/Asosiasi.

Kesekretariatan : 1. Unsur Badan Perencanaan Pembangunan


Daerah Kota Bandung;
2. Unsur Bagian Pemerintahan Umum pada
Sekretariat Daerah Kota Bandung;
3. Unsur Bidang Pemberdayaan Aset pada Dinas
Pengelolaan Keuangan dan Aset Derah Kota
Bandung.

WALIKOTA BANDUNG
TTD
DADA ROSADA

Untuk Salinan Resmi, SEKRETARIS


DAERAH KOTA BANDUNG,

Dr. H. EDI SISWADI, M.Si.


Pembina Utama Madya
NIP. 19631221 198503 1 007
LAMPIRAN II : SALINAN KEPUTUSAN WALIKOTA BANDUNG
NOMOR :119/Kep.080-Bag.Huk-HAM/2012
TANGGAL : 2 Pebruari 2012

URAIAN TUGAS
TIM KOORDINASI KERJA SAMA DAERAH KOTA BANDUNG

1. Pengarah :
Memberikan arah kebijakan umum dalam pelaksanaan rencana kerja
sama Daerah Kota Bandung.

2. Ketua :
a. Memberikan petunjuk dan pengarahan dalam pelaksanaan kerja sama
daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
b. Mengkoordinasikan dan memberikan alternatif pemecahan masalah
berkenaan dengan pelaksanaan kerja sama daerah;
c. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas Tim kepada Pengarah
berdasarkan laporan dari masing-masing Wakil Ketua, yang telah
dirumuskan oleh Sekretaris;
d. Memimpin rapat-rapat Tim;
e. Membentuk Tim Teknis atas usulan Wakil Ketua untuk melaksanakan
persiapan materi teknis objek yang akan dikerjasamakan;
f. Menunjuk konsultan dan/atau penasehat teknis, apabila dipandang
perlu untuk membantu menyiapkan materi teknis objek yang akan
dikerjasamakan;
g. Merekomendasikan usulan Panitia Pengadaan Badan Hukum kepada
Walikota, dalam hal pemilihan pihak ketiga sebagai mitra kerja sama
harus melalui mekanisme pelelangan, berdasarkan hasil pertimbangan
Tim;
h. Merekomendasikan Badan Hukum yang akan menjadi pemrakarsa
rencana kerjasama beserta pilihan kompensasi yang akan diberikan
kepada pemrakarsa untuk ditetapkan oleh Walikota, berdasarkan atas
hasil pengkajian, penelitian dan penilaian serta pertimbangan Tim;
i. Merekomendasikan kepada Walikota mengenai pemilihan Pihak Ketiga
sebagai mitra kerja sama berdasarkan hasil pengkajian, penelitian dan
penilaian Tim;
j. Merekomendasikan kepada Walikota untuk penandatanganan
perjanjian kerja sama dengan Pihak Ketiga sebagai mitra kerja sama
berdasarkan hasil pengkajian, penelitian dan penilaian Tim;
k. Memantau pelaksanaan dan upaya penyelenggaraan kerja sama daerah
oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah serta instansi
terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bandung;

3. Wakil Ketua :
a. - Wakil Ketua I bertugas membantu Ketua dalam memimpin,
mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan tugas Bidang
Administrasi dan Hukum;
- Wakil Ketua II bertugas membantu Ketua dalam memimpin,
mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan tugas Bidang
Teknis dan Perencanaan.
b. Mengkoordinasikan...
2

b. Mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja Tim;


c. Mengkoordinasikan penyusunan program kerja masing-masing Bidang;
d. Memberikan usulan dan pertimbangan kepada Ketua mengenai urgensi
pembentukan Tim Teknis dan/atau penunjukan konsultan dan/atau
penasehat teknis apabila dipandang perlu dalam mempersiapkan
materi teknis objek yang akan dikerjasamakan;
e. Memberikan pertimbangan kepada Ketua mengenai personil yang
memenuhi sesuai peraturan perundang-undangan untuk menjadi
Panitia Pengadaan Badan Hukum dalam hal pemilihan pihak ketiga
sebagai mitra kerja sama harus melalui mekanisme pelelangan
f. Menyampaikan hasil pengkajian Tim atas prakarsa Badan Hukum
untuk suatu rencana kerja sama sebagai bahan Ketua dalam
merekomendasikan kepada Walikota penetapan Badan Hukum sebagai
pemrakarsa beserta kompensasi yang akan diberikan;
g. Memberikan pertimbangan kepada Ketua mengenai permasalahan-
permasalahan berkenaan dengan rencana pelaksanaan kerja sama
Daerah;
h. Menyampaikan petunjuk-petunjuk arah dan kebijakan yang telah
digariskan Ketua apabila Ketua berhalangan menyampaikan secara
langsung;
i. Mempersiapkan dan melaporkan pelaksanaan tugas Tim kepada
Pengarah melalui Ketua berdasarkan laporan dari masing-masing
Bidang;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Ketua Tim.

4. Sekretaris :
a. - Sekretaris bertugas membantu Ketua dan Wakil Ketua dalam
mengkoordinasikan persiapan rencana kerja sama daerah pada
umumnya dan khususnya persiapan rencana kerja sama daerah
dengan objek kerja sama berupa urusan pemerintahan yang menjadi
kewenangan Daerah serta penyediaan pelayanan publik;
- Wakil Sekretaris I bertugas membantu Ketua dan Wakil Ketua dalam
mengkoordinasikan persiapan rencana kerja sama daerah yang
objeknya berkaitan dengan pemanfaatan barang milik daerah;
- Wakil Sekretaris II bertugas membantu Ketua dan Wakil Ketua dalam
mengkoordinasikan persiapan rencana kerja sama daerah yang
objeknya berkaitan dengan penyediaan dan pembangunan
infrastruktur;
b. Mempersiapkan bahan-bahan kebutuhan rapat Tim serta
mengkoordinir pelaksanaan rapat Tim secara berkala;
c. Mempersiapkan bahan-bahan, mengkoordinasikan serta memfasilitasi
Tim dalam membentuk Tim Teknis, menunjuk konsultan dan/atau
penasehat teknis, dan membentuk Panitia Pengadaan Badan Hukum;
d. Mengkoordinasikan dan memfasilitasi Tim dalam hal pemrosesan
persetujuan DPRD atas rencana kerja sama Daerah;
e. Mengkoordinasikan dan memfasilitasi Tim dalam menyampaikan surat
penawaran kerja sama dari Pemerintah Kota Bandung kepada Pihak
Ketiga;

f. Mengkoordinasikan…
3

f. Mengkoordinasikan dan memfasilitasi Tim dalam melaksanakan


konsultasi, penyampaian rencana kerja kerjasama dan rancangan Nota
Kesepahaman dalam rangka kerjasama dengan pihak luar negeri
kepada Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi serta
Kementerian/Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) lainnya
g. Menuangkan notulensi setiap kegiatan rapat Tim ke dalam suatu
Berita Acara yang harus ditandatangani oleh setiap anggota Tim;
h. Melaporkan hasil notulensi setiap kegiatan rapat Tim termaksud
kepada Walikota melalui Ketua Tim;
i. Menyampaikan tembusan Surat sebagaimana dimaksud pada angka 6
huruf d kepada Gubernur Provinsi Jawa Barat dan Menteri Dalam
Negeri serta Menteri/Pimpinan LPNK terkait;
j. Menyampaikan salinan setiap Perjanjian Kerja Sama yang telah dibuat
oleh Pemerintah Kota Bandung kepada Gubernur Provinsi Jawa Barat,
Menteri atau Pimpinan LPNK, dan DPRD Kota Bandung;
k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim.

5. Koordinator Bidang Administrasi dan Hukum :


a. Mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja bidang administrasi dan
hukum;
b. Mengkoordinasikan penyusunan program kerja masing-masing anggota
tim bidang administrasi dan hukum;
c. Merumuskan kebijakan dan memimpin pelaksanaan tugas bidang
administrasi dan hukum;
d. Merumuskan dan memberikan alternatif pemecahan terhadap
permasalahan yang timbul berkenaan dengan bidang administrasi dan
hukum;
e. Memimpin rapat-rapat Tim, terutama dalam bidang administrasi dan
hukum;
f. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas bidang administrasi dan
hukum secara berkala kepada Ketua melalui Wakil Ketua;
g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim maupun
Wakil Ketua Tim.

6. Anggota Tetap Bidang Administrasi dan Hukum :


a. Melakukan pengkajian terhadap aspek yuridis dan administratif
rencana kerja sama atas prakarsa Pemerintah Kota Bandung dan/atau
prakarsa Pihak Ketiga termasuk Badan Hukum dalam kerja sama
penyediaan/pembangunan infrastruktur;
b. Melakukan pengkajian dari aspek yuridis dan administratif atas
kelayakan Badan Hukum untuk ditetapkan sebagai pemrakarsa beserta
kompensasi yang akan diberikan kepada pemrakarsa sebagai bahan
Ketua Tim merekomendasikan penetapannya kepada Walikota;
c. Merumuskan Surat penawaran kerjasama dari Pemerintah Kota
Bandung untuk Pihak Ketiga, dalam hal kerjasama antar daerah,
kerjasama dengan Kementerian/LPNK, maupun untuk kerjasama
dengan luar negeri atas prakarsa Pemerintah Kota Bandung;
d. Merumuskan materi Nota Kesepahaman/Memorandum of
Understanding atau Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota
Bandung dengan Pihak Ketiga, berdasarkan hasil pengkajian dan
penelitian yang dilakukan Tim, sebelum rencana kerja sama dituangkan
lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama;
e..Merumuskan...
4

e. Merumuskan dan mempersiapkan Surat Kuasa Walikota apabila


diperlukan untuk penyelesaian rancangan bentuk kerja sama.
f. Merumuskan dan mempersiapkan rancangan naskah perjanjian
kerjasama antara Pemerintah Kota Bandung dengan Pihak Ketiga;
g. Merumuskan konsep Surat Walikota kepada DPRD berkaitan dengan
permohonan persetujuan DPRD atas rencana kerja sama yang
memerlukan persetujuan DPRD terlebih dahulu;
h. Memberikan masukan kepada Ketua Tim melalui Wakil Ketua untuk
memberikan rekomendasi kepada Walikota untuk penandatanganan
perjanjian kerja sama;
i. Melakukan pengkajian yuridis mengenai penyelesaian perselisihan,
sengketa dan pengakhiran kerja sama;
j. Menyiapkan dan menyusun bahan laporan pelaksanaan tugas bidang
administrasi dan hukum;
k. Menghadiri rapat-rapat Tim;
l. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim maupun
Wakil Ketua Tim.

7. Koordinator Bidang Teknis dan Perencanaan :


a. Mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja bidang teknis dan
perencanaan;
b. Mengkoordinasikan penyusunan program kerja masing-masing anggota
tim bidang teknis dan perencanaan;
c. Merumuskan kebijakan dan memimpin pelaksanaan tugas bidang
teknis dan perencanaan;
d. Merumuskan dan memberikan alternatif pemecahan terhadap
permasalahan yang timbul berkenaan dengan bidang teknis dan
perencanaan;
e. Memimpin rapat-rapat Tim, terutama dalam bidang teknis dan
perencanaan;
f. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas bidang teknis dan
perencanaan secara berkala kepada Ketua melalui Wakil Ketua.
g. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim maupun
Wakil Ketua Tim.

8. Anggota Tetap Bidang Teknis dan Perencanaan :


a. Melakukan identifikasi, inventarisasi dan pemetaan bidang/potensi
daerah termasuk potensi barang milik daerah yang akan
dikerjasamakan dengan Daerah lain atau Pihak Ketiga;
b. Menyusun prioritas objek yang akan dikerjasamakan;
c. Menyiapkan kerangka acuan/proposal bidang yang akan
dikerjasamakan dalam hal usulan rencana kerja sama berasal dari
Pemerintah Kota Bandung;
d. Melakukan survey pendahuluan serta pengumpulan data yang
diperlukan untuk pengkajian dan penilaian terhadap rencana kerja
sama serta mitra kerja sama, yang meliputi aspek teknis, aspek
ekonomi dan keuangan, arah perkembangan, aspek kelembagaan,
aspek hukum, serta aspek-aspek lainnya yang diperlukan;
e. Melakukan pengkajian dan penilaian terhadap proposal dan studi
kelayakan rencana kerja sama yang ditawarkan oleh Pihak Ketiga
ditinjau dari aspek teknis, aspek ekonomi dan keuangan, aspek
penguatan dan pengamanan barang milik daerah, aspek kelembagaan,
arah perkembangan dan aspek-aspek lainnya;
f. Melakukan...
5

f. Melakukan pengkajian dari aspek teknis dan perencanaan dengan


memperhatikan RPJPD, RPJMD dan RTRW Kota Bandung, atas
kelayakan Badan Hukum untuk ditetapkan sebagai pemrakarsa beserta
kompensasi yang akan diberikan kepada pemrakarsa sebagai bahan
Ketua Tim merekomendasikan penetapannya kepada Walikota;
g. Memberikan saran terhadap proses pemilihan Daerah dan/atau Pihak
Ketiga lainnya;
h. Membuat inventarisasi dan menyajikan data mengenai asset daerah
yang dikerjasamakan, serta tanah dan atau bangunan serta fasilitas
lainnya yang akan menjadi milik Pemerintah Kota Bandung sebagai
hasil kerja sama;
i. Menyajikan data mengenai perolehan hasil kerja sama;
j. Memberikan bahan pertimbangan, melaksanakan pengamanan dan
penertiban aset serta membuat perhitungan untung/rugi dalam kaitan
dengan penyelesaian perselisihan, sengketa dan pengakhiran kerja
sama;
k. Menyiapkan dan menyusun bahan laporan pelaksanaan tugas bidang
teknis dan perencanaan;
l. Menghadiri rapat-rapat Tim;
m. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim maupun
Wakil Ketua Tim.

9. Anggota Tidak tetap :


a. Mengkaji rencana kerja sama sesuai bidang tugasnya;
b. Mempersiapkan berbagai informasi dan data yang lengkap mengenai
objek yang akan dikerjasamakan sesuai objek kerjasama dan bidang
tugasnya;
c. Menghadiri rapat-rapat Tim;
d. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim maupun
Wakil Ketua Tim.

10. Kesekretariatan :
a. Membantu Sekretaris dalam mempersiapkan bahan-bahan kebutuhan
rapat Tim;
b. Membantu Sekretaris dalam mempersiapkan bahan-bahan untuk
kebutuhan pelaporan kegiatan Tim;
c. Melakukan pengadministrasian semua kegiatan Tim;
d. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.

WALIKOTA BANDUNG
TTD
DADA ROSADA

Untuk Salinan Resmi, SEKRETARIS


DAERAH KOTA BANDUNG,

Dr. H. EDI SISWADI, M.Si.


Pembina Utama Madya
NIP. 19631221 198503 1 007
6

LAMPIRAN III : SALINAN KEPUTUSAN WALIKOTA BANDUNG

NOMOR :119/Kep.080-Bag.Huk-HAM/2012
TANGGAL : 2 Pebruari 2012

MEKANISME DAN ALUR TATA KERJA


TIM KOORDINASI KERJA SAMA DAERAH KOTA BANDUNG

A. MEKANISME KERJASAMA DAERAH ATAS PRAKARSA PEMERINTAH KOTA


BANDUNG

1. Tim bersama-sama dengan SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota


Bandung melakukan inventarisasi dan menyusun prioritas objek
kerjasama yang akan dikerjasamakan dengan berpedoman pada
RPJPD, RPJMD dan RTRW.

2. Tim menyampaikan hasil inventarisasi objek yang akan


dikerjasamakan serta usulan prioritas objek yang akan
dikerjasamakan kepada Walikota Bandung.

3. Walikota menetapkan daftar prioritas objek kerjasama yang akan


dikerjasamakan kepada Pihak Ketiga dan memberikan penugasan
kepada Tim untuk melakukan persiapan dan proses kerjasama. Untuk
kerjasama penyediaan infrastruktur, Walikota menyampaikan daftar
prioritas objek kerjasama kepada Menteri Perencanaan dan Menteri
sektor terkait.

4. Tim menunjuk penanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan


melakukan kegiatan persiapan rencana kerja sama berdasarkan objek
kerja sama yang telah ditetapkan, yaitu :
a. Untuk objek kerja sama berupa urusan pemerintahan dan
penyediaan pelayanan publik, penanggung jawab persiapan rencana
kerja sama adalah Sekretaris (Kepala Bagian Pemerintahan Umum);
b. Untuk objek kerja sama berupa pemanfaatan barang milik daerah,
penanggung jawab persiapan rencana kerja sama adalah Wakil
Sekretaris I (Kepala Bidang Pemberdayaan Aset pada Dinas
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung);
c. Untuk objek kerja sama berupa penyediaan/pembangunan
infrastruktur, penanggung jawab persiapan rencana kerjasama
adalah Wakil Sekretaris II, (Kepala Bidang Penanaman Modal pada
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bandung).

5. Tim melakukan kegiatan persiapan rencana kerjasama dibantu oleh


Tim Teknis dan/atau Konsultan independen yang ditunjuk terlebih
dahulu (apabila diperlukan).
a. Untuk kerjasama antar daerah (KSAD), menyiapkan berbagai
informasi dan data mengenai objek kerjasama serta analisa terukur
atas manfaat dan biaya rencana kerjasama;
b. Untuk kerjasama dengan Kementerian/Lembaga Pemerintah non
Kementerian (KSK/LPNK), merumuskan kerangka acuan/proposal
dan/atau kajian pra studi kelayakan mengenai objek kerjasama;

c. Untuk…
7

c. Untuk kerjasama dengan Badan Hukum (KSBH) non penyediaan


infrastruktur, merumuskan kerangka acuan/proposal, dan/atau
kajian pra studi kelayakan mengenai objek kerja sama, serta
melakukan sosialisasi/konsultasi publik rencana kerja sama;
d. Untuk KSBH penyediaan infrastruktur diawali dengan perumusan
dokumen pra studi kelayakan (kajian awal, kajian kesiapan, kajian
akhir) objek kerjasama, melakukan sosialisasi/konsultasi publik
rencana kerjasama, serta memproses aplikasi kebutuhan dukungan
Pemerintah/Pemerintah Daerah dan/atau jaminan pemerintah bila
diperlukan;
e. Untuk kerja sama dengan pihak luar negeri (KSLN) berupa
menyiapkan berbagai informasi dan data mengenai profil daerah
serta rencana objek kerja sama.

6. Tim memberi masukan kepada Walikota dalam memilih dan


menetapkan Daerah yang akan menjadi mitra kerja sama (KSAD) atau
mengusulkan penetapan Panitia Pengadaan Badan Hukum/Tim
Seleksi (PPBH) untuk ditetapkan oleh Walikota.

7. Tahapan Penawaran rencana kerjasama kepada Pihak Ketiga :


a. Tahap penawaran KSAD dan KSK/LPNK dilakukan dengan
menyampaikan Surat Penawaran Kerjasama kepada Kepala Daerah
atau Menteri/Kepala LPNK dengan tembusan kepada DPRD,
Gubernur, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri/Kepala
LPNK terkait;
b. Tahap penawaran KSBH diawali dengan pembentukan PPBH untuk
melakukan pengadaan Badan Hukum dengan mekanisme
pelelangan sampai dengan diperolehnya Badan Hukum yang akan
menjadi calon mitra kerjasama;
c. Untuk KSLN dimulai dengan melakukan konsultasi kepada
Mendagri untuk mmperoleh pertimbangan mengenai rencana
kerjasama yang ditawarkan kepada pihak luar negeri, dilanjutkan
dengan penjajagan melalui penyampaian surat penawaran
kerjasama kepada pihak luar negeri, dan penyusunan rencana
kerjasama.

8. Penetapan Mitra Kerjasama oleh Walikota;

9. Perumusan Naskah Nota Kesepahaman/Kesepakatan Bersama/MoU;

Untuk perumusan Rancangan Naskah Nota Kesepahaman/


Kesepakatan Bersama/MoU dan/atau Rancangan Naskah Perjanjian
Kerja Sama (PKS) bagi KSAD, KSK/LPNK dan KSLN dilakukan oleh
Bagian Pemerintahan Umum, sedangkan untuk KSBH penyediaan
Infrastruktur dan KSBH Non Infrastruktur dilakukan oleh Bagian
Hukum dan HAM. Dalam melakukan perumusan rancangan
termaksud, dibantu oleh SKPD terkait dan dapat dibantu oleh
Konsultan teknis yang ditunjuk;

Untuk KSLN, kesepakatan awal dituangkan dalam bentuk Letter of


intent (LoI). Langkah kerja untuk KSLN selanjutnya sebagai berikut :

a. Walikota…
8

a. Walikota menyampaikan rencana kerjasama kepada Dewan


Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk memperoleh persetujuan;
b. merumuskan rancangan Memorandum of Understanding (MoU);
c. menyampaikan rencana kerja sama, rancangan MoU, dan
persetujuan DPRD kepada Mendagri melalui Gubernur, untuk
dilakukan pembahasan antar kementerian/LPNK terkait dalam
rangka memperoleh pertimbangan, dan selanjutnya disampaikan
kepada Menteri Sekretaris Negara untuk memperoleh persetujuan
Pemerintah;
d. setelah diperoleh persetujuan Pemerintah dan pihak luar negeri,
maka Mendagri menyampaikan recana kerjasama dan rancangan
MoU kepada Kementerian Luar Negeri untuk memperoleh surat
kuasa (full powers) bagi pelaksanaan penandatanganan MoU.

10. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Walikota dengan Pihak


Ketiga, dengan tujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang
dibutuhkan dalam merumuskan rancangan PKS.

11. Perumusan Naskah Rancangan PKS.


Untuk KSBH dalam penyediaan/pembangunan infrastruktur, Badan
Hukum yang telah ditetapkan sebagai mitra kerjasama dan telah
menandatangani MoU, membentuk terlebih dahulu Badan Hukum
pelaksana kerjasama sebelum dilakukan penandatanganan naskah
PKS.

12. Untuk kerjasama daerah yang merupakan pelaksanaan tugas pokok


dan fungsi dari SKPD dan biayanya sudah teranggarkan dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran
berjalan, tidak memerlukan Persetujuan DPRD, sehingga dapat
langsung dilakukan pemarafan dan penandatanganan Naskah PKS.

13. Persetujuan DPRD :


a. Tim merumuskan konsep surat permohonan persetujuan DPRD
atas rancangan naskah PKS, apabila biaya pelaksanaan objek
kerjasama belum teranggarkan dalam APBD tahun berjalan atau
objek kerjasama menggunakan/memanfaatkan barang milik
daerah;
b. Konsep surat permohonan persetujuan DPRD diserahkan kepada
Walikota untuk disampaikan kepada Ketua DPRD, dengan
melampirkan rancangan naskah PKS, dan tembusannya
disampaikan kepada Gubernur, Menteri/Kepala LPNK terkait;
c. DPRD melakukan penilaian atas Rencana dan Rancangan Naskah
PKS, apabila berdasarkan hasil penilaian DPRD rencana kerja sama
termaksud dipandang layak untuk ditindaklanjuti, maka dapat
dilakukan penandatanganan Naskah PKS;
d. Sebelum dilakukan penandatanganan, rancangan naskah PKS
disampaikan kepada Badan Hukum mitra kerjasama untuk
dipelajari dan diperbaiki jika terdapat koreksi yang bersifat wajar,
untuk selanjutnya dilakukan pemarafan naskah PKS.

14. Penandatanganan…
9

14. Penandatanganan Naskah PKS oleh Walikota dengan Pihak Ketiga,


khusus untuk KSBH dalam penyediaan/pembangunan infrastruktur,
penandatanganan PKS dilakukan oleh Walikota dengan Badan Hukum
bentukan.

15. Tim menyampaikan salinan Naskah PKS kepada Gubernur,


Menteri/Pimpinan LPNK terkait serta kepada Ketua DPRD.

16. Pelaksanaan dan Pengawasan Kerjasama:


a. Untuk KSAD, pelaksanaan kerjasama dilakukan oleh SKPD
pemrakarsa dan/atau penanggungjawab, untuk kerjasama yang
jangka waktunya lebih dari 5 (lima) tahun, dapat dibentuk Badan
Kerjasama;
b. Untuk KSK/LPNK, pelaksanaan kerjasama dilakukan oleh SKPD
pemrakarsa atau penanggungjawab kerjasama dan pengawasan
terhadap pelaksanaan kerjasama dilaksanakan oleh TKKSD
bersama-sama dengan SKPD pemrakarsa;
c. Untuk KSBH non penyediaan Infrastruktur, pelaksanaan kerjasama
dilakukan oleh SKPD pemrakarsa atau penanggungjawab
kerjasama, selanjutnya dilakukan pengelolaan terhadap hasil
kerjasama (uang,surat berharga, aset dan non material, serta
pembayaran kontribusi);
d. Untuk KSBH penyediaan infrastruktur diawali dengan perencanaan
manajemen pelaksanaan kerjasama, pelaksanaan tahapan pra
konstruksi (antara lain pemenuhan financial close, pemenuhan
persyaratan pendahuluan, pemenuhan proses penyusunan KA-
ANDAL dan Amdal, final engineering design), pelaksanaan tahap
konstruksi sampai dengan proyek kerjasama beroperasi secara
komersial;
e. Untuk KSLN pelaksanaan dilakukan oleh SKPD terkait, untuk
pengawasan, evaluasi dan penilaian dilakukan oleh TKKSD dan
dikoordinasikan oleh Bagian Pemerintahan Umum.

17. Evaluasi dan Penilaian terhadap pelaksanaan kerjasama, inventarisasi


dan penilaian secara finansial terhadap hasil kerjasama.

B. MEKANISME KERJASAMA DAERAH DENGAN PIHAK KETIGA ATAS


PRAKARSA PIHAK KETIGA

1. Pihak Ketiga (Daerah atau Badan Hukum atau Pihak Luar Negeri atau
Lembaga Pendidikan/Perguruan Tinggi) menyampaikan
penawaran/proposal/usulan kerja sama kepada Walikota Bandung.

2. Walikota Bandung memberikan penugasan kepada Tim untuk


melakukan pengkajian, penelitian dan penilaian atas kelayakan
proposal/usulan kerja sama.

3. Tim melakukan pemilahan atas penawaran/proposal/usulan rencana


kerjasama daerah berdasarkan objek kerja sama untuk menentukan
penanggung jawab yang akan melakukan pengkajian, penelitian dan
penilaian atas kelayakan penawaran/proposal/ usulan kerja sama
yaitu :

a. Untuk…
10

a. Untuk objek kerja sama yang merupakan urusan pemerintahan dan


penyediaan pelayanan publik, penanggung jawab dalam persiapan
rencana kerja sama adalah Sekretaris (Kepala Bagian Pemerintahan
Umum);
b. Untuk objek kerja sama yang merupakan pemanfaatan barang milik
daerah, penanggung jawab dalam persiapan rencana kerja sama
adalah Wakil Sekretaris I (Kepala Bidang Pemberdayaan Aset pada
Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung);
c. Untuk objek kerja sama yang merupakan penyediaan dan
pembangunan infrastruktur, penanggung jawab dalam persiapan
rencana kerja sama adalah Wakil Sekretaris II (Kepala Bidang
Penanaman Modal pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Bandung).

4. Tahap Evaluasi (pengkajian, penelitian dan penilaian) usulan kerja


sama:

Tim melalui koordinator bidang administrasi dan hukum melakukan


evaluasi terhadap aspek yuridis dan administratif, dan melalui
koodinator bidang teknis dan perencanaan melakukan evaluasi
terhadap aspek teknis dan perencanaan, serta aspek ekonomi dan
keuangan atas usulan kerja sama. Dalam melakukan evaluasi Tim
dapat melibatkan SKPD terkait serta dapat meminta masukan dari
unsur akademisi/praktisi/asosiasi, SKPD Provinsi, Menteri/Pimpinan
LPNK terkait, ataupun konsultan independen.
a. Untuk KSAD, evaluasi terhadap surat penawaran kerjasama
dilakukan dengan mempertimbangkan daftar prioritas objek yang
akan dikerjasamakan serta daerah calon mitra kerja sama;
b. Untuk KSBH Penyediaan Infrastruktur, evaluasi dilakukan atas
kelengkapan dokumen, evaluasi atas usulan rencana kerjasama
dimana dengan memperhatikan daftar inventaris rencana
kerjasama potensial dan prioritas, usulan kerja sama tidak
termasuk dalam rencana induk sektor yang bersangkutan, namun
terintegrasikan secara teknis dengan rencana induk pada sektor
yang bersangkutan, layak secara finansial, serta tidak memerlukan
dukungan pemerintah berbentuk fiskal.
c. Untuk KSBH non penyediaan Infrastruktur, evaluasi dilakukan
dengan mempertimbangkan RPJMD, RKPD, renstra sektor
infrastruktur, dan rencana tata ruang wilayah.
d. Untuk KSLN, evaluasi dilakukan terhadap persyaratan-persyaratan
yang harus dipenuhi sebagaimana dimaksud dalam peraturan
perundang-undangan yang berhubungan dengan kerjasama
Pemerintah Daerah dengan Pihak Luar Negeri. Selanjutnya untuk
KSLN ini harus dilaporkan dan dikonsultasikan kepada Mendagri
untuk mendapatkan pertimbangan;
e. Untuk Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan/Perguruan Tinggi
(KSLP/PT) yang dimaksudkan untuk peningkatan akreditasi/mutu
evaluasi lembaga pendidikan/Perguruan Tinggi, evaluasi dilakukan
terhadap aspek administratif dan yuridis, serta manfaat bagi
pembangunan daerah. Apabila hasil evaluasi Tim atas usulan kerja
sama, menyatakan bahwa rencana kerja sama tersebut layak untuk
ditindaklanjuti, maka Walikota meminta Tim untuk segera
merumuskan Naskah Nota Kesepahaman;
Dalam…
11

Dalam rangka evaluasi usulan KSBH, Tim dapat mengundang Badan


Hukum pengusul untuk mempresentasikan usulan rencana
kerjasama, serta dapat menghadirkan badan hukum lain yang
mempunyai kualifikasi sama untuk sumbang saran atas usulan
rencana kerjasama termaksud;

5. Hasil pengkajian, penelitian dan penilaian Tim atas proposal/usulan


kerja sama disampaikan kepada Walikota.

6. Apabila usulan kerja sama dinilai layak, maka selanjutnya untuk :


a. KSBH Penyediaan Infrastruktur dilakukan:
1) Penetapan Badan Hukum sebagai pemrakarsa rencana kerja
sama dan penetapan kompensasi yang akan diberikan kepada
Badan Hukum yang telah ditetapkan sebagai pemrakarsa
termaksud oleh Walikota;
2) Persiapan dan penetapan bentuk dukungan pemerintah yang
bersifat non fiskal dan/atau jaminan pemerintah;
b. KSBH non penyediaan infrastruktur ditindaklanjuti dengan
penyampaian Letter of Intent dari Badan Hukum;
c. Untuk KSAD dan Kerjasama dengan Lembaga
Pendidikan/Perguruan Tinggai dibuatlah surat jawaban atas usulan
rencana kerja sama dan ditujukan kepada Daerah calon mitra kerja
sama dengan tembusan surat disampaikan kepada Gubernur,
Menterdi Dalam Negeri, dan Menteri/LPNK terkait untuk KSAD;
d. Untuk KSLN, berdasarkan pertimbangan yang diperoleh dari
Mendagri melalui Gubernur, maka dibuatlah Rencana Kerjasama
oleh Tim;

7. Tahap penawaran/pengadaan Badan Hukum untuk KSBH penyediaan


Infrastruktur dan KSBH non penyediaan infrastruktur diawali dengan
pembentukan PPBH oleh Walikota, setelah PPBH terbentuk dilanjutkan
dengan proses pengadaan Badan Hukum melalui mekanisme lelang
hingga diperolehnya Badan Hukum calon mitra kerja sama.

8. Penetapan Badan Hukum mitra kerja sama;

9. Perumusan Naskah Nota Kesepahaman/Kesepakatan Bersama/MoU;

Untuk perumusan Rancangan Naskah Nota


Kesepahaman/Kesepakatan Bersama/MoU dan/atau Rancangan
Naskah PKS bagi KSAD, KSLP/PT dan KSLN dilakukan oleh Bagian
Pemerintahan Umum, sedangkan untuk KSBH penyediaan
Infrastruktur dan KSBH Non Infrastruktur dilakukan oleh Bagian
Hukum dan HAM. Dalam melakukan perumusan rancangan
termaksud, dibantu oleh SKPD terkait dan dapat dibantu oleh
Konsultan teknis yang ditunjuk.

Untuk KSLN, kesepakatan awal dituangkan dalam bentuk Letter of


intent (LoI). Langkah kerja untuk KSLN selanjutnya sebagai berikut :
a. Walikota menyampaikan rencana kerjasama kepada DPRD untuk
memperoleh persetujuan;
b. merumuskan rancangan Memorandum of Understanding (MoU);

c. menyampaikan…
12

c. menyampaikan rencana kerja sama, rancangan MoU, dan


persetujuan DPRD kepada Mendagri melalui Gubernur, untuk
dilakukan pembahasan antar kementerian/LPNK terkait dalam
rangka memperoleh pertimbangan, dan selanjutnya disampaikan
kepada Menteri Sekretaris Negara untuk memperoleh persetujuan
Pemerintah;
d. setelah diperoleh persetujuan Pemerintah dan pihak luar negeri,
maka Mendagri menyampaikan rencana kerja sama dan rancangan
MoU kepada Kementerian Luar Negeri untuk memperoleh surat
kuasa (full powers) bagi penandatanganan MoU.

10. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Walikota dengan Pihak


Ketiga, dengan tujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang
dibutuhkan dalam merumuskan rancangan PKS.

11. Perumusan Naskah Rancangan PKS.

Untuk KSBH dalam penyediaan/pembangunan infrastruktur, Badan


Hukum yang telah ditetapkan sebagai mitra kerjasama dan telah
menandatangani MoU, membentuk terlebih dahulu Badan Hukum
pelaksana rencana kerjasama sebelum dilakukan penandatanganan
naskah PKS.

12. Untuk kerja sama daerah yang merupakan pelaksanaan tugas pokok
dan fungsi dari SKPD dan biayanya sudah teranggarkan dalam APBD
tahun anggaran berjalan, tidak memerlukan Persetujuan DPRD,
sehingga dapat langsung dilakukan penandatanganan Naskah PKS.

13. Persetujuan DPRD :


a. Tim merumuskan konsep surat permohonan persetujuan DPRD
atas Naskah Rancangan PKS, apabila biaya pelaksanaan objek
kerjasama belum teranggarkan dalam APBD tahun berjalan atau
objek kerjasama menggunakan/memanfaatkan barang milik
daerah.
b. Konsep Surat Permohonan Persetujuan DPRD diserahkan kepada
Walikota untuk disampaikan kepada Ketua DPRD, dengan
melampirkan rancangan naskah PKS, tembusan surat disampaikan
kepada Gubernur, Menteri/Kepala LPNK terkait.
c. DPRD melakukan penilaian atas Rencana dan Rancangan Naskah
PKS, apabila berdasarkan hasil penilaian DPRD rencana kerja sama
termaksud dipandang layak untuk ditindaklanjuti, maka dapat
dilakukan penandatanganan Naskah PKS.
d. Sebelum dilakukan penandatanganan terhadap Naskah PKS,
rancangan naskah PKS disampaikan kepada Badan Hukum mitra
kerja sama untuk dipelajari dan untuk diperbaiki jika terdapat
koreksi yang bersifat wajar, untuk selanjutnya dilakukan
pemarafan terhadap naskah termaksud.

14. Penandatanganan Naskah PKS oleh Walikota dengan Pihak Ketiga.


Dalam hal KSBH penyediaan infrastruktur, penandatanganan
dilakukan antara Walikota dengan Badan Hukum yang baru dibentuk
oleh Badan Hukum pemenang lelang.

15. Tim…
13

15. Tim menyampaikan salinan Naskah PKS kepada Gubernur,


Menteri/Ketua LPNK terkait serta kepada Ketua DPRD.

16. Pelaksanaan dan Pengawasan Kerjasama:


a. Untuk KSAD, pelaksanaan kerjasama dilakukan oleh SKPD
pemrakarsa dan/atau penanggungjawab, untuk kerjasama yang
jangka waktunya lebih dari 5 (lima) tahun, dapat dibentuk Badan
Kerjasama;
b. Untuk KSBH penyediaan infrastruktur diawali dengan perencanaan
manajemen pelaksanaan kerjasama, pelaksanaan tahapan pra
konstruksi (antara lain pemenuhan financial close, pemenuhan
persyaratan pendahuluan, pemenuhan proses penyusunan KA-
ANDAL dan Amdal, final engineering design), pelaksanaan tahap
konstruksi sampai dengan proyek kerjasama beroperasi secara
komersial;
c. Untuk KSBH non penyediaan Infrastruktur, pelaksanaan kerjasama
dilakukan oleh SKPD pemrakarsa atau penanggungjawab
kerjasama, selanjutnya dilakukan pengelolaan terhadap hasil
kerjasama (uang,surat berharga, aset dan non material, serta
pembayaran kontribusi);
d. Untuk KSLN, pelaksanaan dilakukan oleh SKPD terkait, untuk
pengawasan, evaluasi dan penilaian dilakukan oleh TKKSD dan
dikoordinasikan oleh Bagian Pemerintahan Umum;
e. Untuk KSLP/PT pelaksanaan dilakukan oleh SKPD terkait, untuk
pengawasan, evaluasi dan penilaian dilakukan oleh TKKSD dan
dikoordinasikan oleh Bagian Pemerintahan Umum.

17. Evaluasi dan Penilaian terhadap pelaksanaan kerjasama, inventarisasi


dan penilaian secara finansial terhadap hasil kerjasama.

C. Alur…
9
C. ALUR KERJATIM DALAM KERJASAMA DAERAH ATAS PRAKARSA PEMERINTAH KOTA BANDUNG
II TIM KOORDINASI KERJA SAMA DAERAH (TKKSD) I
+D
INVENTARISASI OBJEK KERJASAMA YANG DAPAT DIKERJASAMAKAN BERDASARKAN RPJMD DAN RKPD BERSAMA-SAMA DENGAN SKPD DAN MENYUSUN PRIORITAS OBJEK YANG AKAN DIKERJASAMAKAN
01
PENETAPAN DAFTAR PRIORITAS OBJEK KERJA SAMA PENUNJUKAN PENANGGUNGJAWAB DAN KOORDINATOR PERSIAPAN KERJA SAMA BERDASARKAN OBJEK KERJA SAMA

UKU>;AN \HAN UAN PI=LA ( ANAN PI J>o!LIK •e AA IAN >o!AKANG MILIK UAI=I UAN INe KA>; I KUK UK
SEKRETARIS WAKIL SEKRETARIS I WAKIL SEKRETARIS II

.OJ
...-. [---,;:::=============:;r==================:::;--;::::=;;:::;:;:;:;r:;;:x:;;;;:;r::;:;;;;;;:;:;;:;:;:;;;:i: ;:;;:;;;:;;rrn;:;;;;:=:;-;:==::;k>;E;R;;:J;;A;r:;s;;::;A;tMiA;;:;:b;E;:;;N;;:G;;:mAN=is:;;A;;b:;:AmN=iR:;;O:;:k;rnO;;:M;:b;:;:;<A;:LiAiCMi===:::;r==iki7Ei;;R:;:JA:;rs:; :;A;;M;;A;;:;:D:;;E;N;G;;;:;:;;A;<Niitno:;:A;rR;;:::::::;il
- OiiS-Ulfan·-.J
w '·..; 09_ f-!'. .<:l!>n· ' I KERJA SAMA ANTAR DAERAH II KERJA SAMA DENGAN KEMENTERIAN/LPNK I I PE J :; Al.jNA ',;." 1; ; G ;'UR II PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR II NEGERI I
1
1
;m::e:::::m;:p::e::::::r:s::;ia
::::;pka
;;::n:i;:::n:;:fo::::r;ma::::s::;:di:;:a;:n;::d:;:a;t::::a:::::ll merumuskan kerangka acuan/proposal dan/atau erumuskan erangka acuan/propoal da /atau II:=:IV;I;E;:e;r;u;;;m;;::u;;:s<;:;aKn;:,K<aJ <aan wap¥,rastu a<< KEe a yaan#.K<a;;:l<a;:;n:;K:,;E;:e;:;s;;:,a::;;p;::a;;n;= I ::;M;:e;:m::=::pe:::s:::r;a:i:::p::;:ka n in f o ram:s:;i::::da;:::::n=d;a:::;::at:=:
1 1 tentang objek kerjasama dan anahsa Kajian pra studi kelayakan mengenai objek ka 1 an pra stud1 kelayakan tentang ob ek ker asama o;b-ek ker ·asaa
mdan kag-ianakghir· o rr a s tu d i k e lav•a ka n Mengenai profil daerah dan rencana
K ._ - - ::::::!:: U) terukur menge ai manfaat, biaya kerjasama I Sosialisasi Rencana Kerjasama I I Sosialisasi/Konsultasi Publik Rencana Kerjasama I objek kerjasama disertai analisa
0 ker asama · · terukur mengenai manfaat dan
T <(o J Memproses kebutuhan dukunoan pemerintah daerah dan/atau I ===.:==b=aiy=a¢ke=rj=a=
.s;a:m:,=a::::::====:
A Duk ::e; = a:( k K::::n : :nnK:uu:nng ndan/atau Konsultasi ke Mendagri mengenai
rencana objek kerja sama untuk
B Dokumen Pra Studi Kelayakan memperoleh pertimbangan
A
N

__ CEJ mengusu = ;: n; ';, : :>o! o7 kum •m - =====M=


en
=g=u=s=u=lk;a::=n=P=
P
:: :B:::cH=ke
:;:p
;::a;::d;::a;=W a=lik=o=ta =====:l Pih: ;:r7j ! g n : ;:ian

G ------ ---v:m-:es;:a.-:n a:rc:- - -- ;e a i : :w-:r : r;s:-m- =::: :;== ==::;:Pe


:n
e t:a
:;:pa:nP
=PB:H=:===== ·I?I Penetapan PPBH I s ;ri:ebna : n ===r:n: at
kepada Wali_koa untuditetapkan kepada Menteri/Kepala LPNK dengan tembusan I Pengadaan Badan Hukum melalui mekanisme II Pengadaan Badan Hukum melalui mekanisme pelelangan I '-::::::;::===
G
:;:u:b::e
:::r:n:
:::u::r===:::::

..a......
enyampa1an ura enawaran I I II I I'"
sebaaa1 m1tra ker asama kepada DPRD, Gubernur, dan Mendagri pelelangan umum oleh PPBH =:;::;;;:;;::::;;:;:;::;:: ;;:;:;::::;;;um;u;m:e;;;P
ohPl;B
;;H:;;;::::;;;:;;:;;;::::;;;::;;;= Penyusunan Rencana Kerjasama I
kerjasama kepada Kepala Daerah, usu an dan t-'t-'l::::st- en ang t::Sadan ukum pemenang usu an dan t-'t-'t::St- en ang t::Sadan ukum pemenang se eKs1
tembusan ke DPRD, Gubernur, seleksi calon mitra kerjasama calon mitra kerjasama
30
-----c- == Mendaa<ri&M
en=e
:tr/=e
K
i -:L P N K6c l u n=tu; kd ioo ta;olkanVaVlik:
oase
;!ba,qa imiatr ; e rasam
a u nt u d itetaoal:kn; V
aVlikoa ;
s e:ab
q'a: im
r=aie
:k
ta
r
s:a
:ma:::::: ----------------------------_j
y!JJ
- --------)=.: ==== == ;;;;,========================= P E N E T A P A N D A E RA H / PIHA KJL U A R N E G E R IIB A D ANH U KUM M IT RA K E R J A S A M A ======================================== =====--------,
oKSAD, KSKILPNK, dan KSLN, y!JJ Untuk KSLN : setelah rencana kerjasama/rancangan
vr-- Dibantu
Konsultan
Teknis
dirumuskan oleh Bagian Pemerintahan
Umum
r
1
PERUMUSAN NOTA KESEPAHAMAN/KESEPAKATAN BERSAMA atau LETTER OF INTENT (Untuk Kerja Sarna dengan Luar Negeri)
-lrO!J _ :: ad: a
MoU mendapat persetujuan DPRD

: s u = d,9 ai kerja
yang ·H J d ;:,k --j NAN NOTA KESEPAHAMAN/KESEPAKATAN BERSAMAIL gubernur untuk dilakukan pembahasan antar
telah
ditunjuk.
oleh Bagian Hukum dan HAM I yCI!J kementerian
.--------------------rPE R"U
"M US AN
. RA NwC ANG ANP KSA TAU0
M o7UT( UTnt ukcuKe"aSa maden gan L uar•Nege ri )-------------------, disampaikan ke Mensekneg untuk mendapat
persetujuan pemerintah

n
penyampaian oleh Mendagri kepada Kementerian

-
... ..._.
--
DPRD
:::: ; ;
1 ; Penyampaian

Pemarafan
!13:a
I
============:::: ;;[ J] [JJIINa:
I PENGAJOAN OSOLAN PERSE I OJDAN DPRD I
...3o.
a a e ; P·
Mitra Ker"asama
PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA SAMA
= : ::n
· : 14 )
PKS ---.
LuarK SBH
- Untuk Neaeri untuk memoerolehpenandatanganan
INFRASTRUKTUR, Full Powers
Jr PKS dilakukan antara Walikota dengan Badan Hukum
KOTA BANDUNG Naskah Perjanjian Naskah Perjanjian D!J
Kerjasama kepada Kerja Sarna ,. L....:..:;;:... yang dibentuk oleh Badan Hukum pemenang lelang
Mitra Kerasama ( PENYERAHAN SALINAN PERJANJIAN KERJA SAMA KE GUBERNUR, DPRD DA N DEPARTEMEN TERKAIT) selambatnya 6 bulan setelah penetapan pemenang
-+-DD lelang
2

10
w
A
LI I
.
KERJA SAMA ANTAR DAERAH II KERJA SAMA DENGAN KEMENTERIAN/LPNK II K t-<JA :SAMA U NGAN tJAUAN HUKUM NUN
PENYEDIAAN/PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
II KERJA SAMA DENGAN BADAN HOKUM DALAM
PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR
II ..
KERJA SAMNAEGDEERNIGAN LDAR I.
K
:= ..,,e:;;a;;;;:=K!S;;:an:;:a:;:a:;;n;:;.,;;;,e:;;q;:;a;;::s:;;a;;:m;::a;a,,::;;:;:;ai;KLu;uKc;,a;:::n;=:ll
II
Pelaksanaan kerjasama dilakukan oleh ::;KPD Pelaksanaan kerjasama dilakukan oleh ::;KPD
I I
:===;:;;;,_,,e;=.:re:;:n:;;c:;;an a;;'a'!;n m a n aJi;;e m e n p e!ilia •• 's a n aa n i'.,e r Ja:;;s:;:a:;;m:;;a:;====: pelaksanaan ailaKUkan olen I
l oleh SKPD pemrakarsa I pemrakarsa /Penanggungjawab kerjasama pemrakarsa /Penanggungjawab kerjasama pembentukan unit manajemen pelaksana. capacity building SKPP ! rkaJt

::;:= :::::::: I ::;::; =.;:::=::1


0 P enanggungjaw ab kerasam a :== =:=::;:=:::::=::::= = = :¢==: untuk anggota unit manajemen, penunjukan konsultan
;::::;::;::
T
A
I Untuk kerjasama lebih dari 5 tehun I pelaksanaan kerjasama dilaksanakan oleh
TKKSD bersama-sama dengan SKPD
...._.::d.::ap!:;a::;t:..:d::;ib:;e:;n:..:tu::;k B.::a.::da::;n.:...:..;K:::e:!rja::....:S:::a:::m:..:a:.......J '---------'-p_e_m_r_ak_a_r_sa
11 t-'engelotaan nasu KerJasama (uang,surat oernarga,
_,
aset dan non material, serta oebavaran kontribusil
independen pendamping
;::::;::=;::::::===::::;:::=:= =:=: :=:==:::==:;===;::::;:==:
Pelaksanaan tahap pra konstruksi : pemenuhan financial close,
pengawasan, evaluasi dan
penilaian dilakukan oleh
TKKSD dan dikoordinasikan
B pemenuhan persyaratan pendahuluan, pemenuhan proses oleh Bagian Pemerintahan
A penyusunan KA-ANDAL dan Amdal, final engineering design. Umum
N Pelaksanaan tahap konstruksi sampai dengan proyek kerjasama
D beroperasi secara komersial
u L....lli...J
N
G <--
Ev
aluasi dan Penilaian terhadap pelaksanaan kerjasama, inventarisasi dan penilaian secara finansial terhadap hasil ke asama -7 dilaksanakan oleh Tim Teknis yang dibentuk oleh TKKSD I

D. ALUR KERJA TIM DALAM KERJASAMA DAERAH DENGAN PIHAK KETIGA ATAS PRAKARSA PIHAK KETIGA
PENAWARAN KERJA SAMA DARI PIHAK KETIGA
BADAN HUKUM UNTUK PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR BADAN HUKUM UNTUK NON PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR LEMBAGA PENDIDIKAN/PERGURUAN TINGGI
Pro osai/Surat Permohonan kerasama

:::::::::::;;. ;:. ; :::::::::>

KERJA SAMA ANTAR DAERAH II II KERJA SAMA DENGAN LUAR NEGERI II : :7 I


mempertimbangkan daftar cVa•Uaol 'uvnU'""'" UoU•a•, n<:•]aoau•a: evaluasi dilakukan terhadap profil pihak
B -7 Pra FS, rencana bentuk kerjasama, rencana pembiayaan dan sumber Mempertimbangkan rencana kerjasama dengan RPJMD dan evaluasi dilakukan
prioritas objek yang akan luar negeri dan persyaratan-persyaratan
A dananya, rencana penawaran ke asama Renstra infrastruktur, kesesuaian lokasi proyek dengan terhadap aspek
dikerjasamakan serta daerah yang harus dipenuhi dalam peraturan
N Eva/uasi pemenuhan persyaratan, yaitu: RTRW, keterkaitan antar sektor infrastruktur dan antar administratif dan yuridis,
calon mitra kerja sama wilayah, kelayakan biaya dan menfaat, dampak terhadap perundang-undangan yang
D -?tidak termasuk dalam rencana induk sektor ybs, terintegrasi secara teknis pada serta manfaat bagi
pembangunan daerah, selain itu objek rencana kerja sama berhubunqan denqan KSLN
u sektor ybs, layak secara ekonomi dan finansial, dan tidak memerlukan
dapat tidak termasuk dalam daftar prioritas kerjasama daerah.
pembangunan daerah
N rlukunn"n · hF>run" knntrihu<i fi<k"l Pelaporan dan konsultasi kepada
G Mendagri untuk mendapatkan
Mempertimbangkan rencana kerjasama dengan : I Pemaparan rencana kerjasama oleh Badan HukumGika perlu) pertimbangan
-?RPJMD dan Renstra infrastruktur, kesesuaian lokasi proyek dengan RTRW,
keterkaitan antar sektor lnfrastruktur dan antar wilayah, kelayakan biaya dan
m"nh"t rl"mn"k l<>rh"rl"n n<>mh,.nnun"n rl""''"h

Pemaparan rencana kerJasama oleh Badan Hukum G1ka perlu)

PENYAMPAIAN HASIL EVALUASI AlAS USULAN KERJASAMA


USULAN KERJA SAMA LAYAK USULAN KERJASAMA BELUM LA YAK
3

11

:----+ ----=_= _=_=_=_=_KS: A_; ;D_=_= --;: KS


HE;BN
PE
=D
;Y;IA:=;:AN IR
=NA
T;;R
F ;: :H:;=K=;;:NO=;N:= ;P;E=N= y=;;:E;IA
;S;;U K;T U=;R=================================J - =====S=B ;=::;A IR;:AN;:;;F:=SK;K
o= N== K ;T=U
=;UU R;:==== = ;-;: K
=S;; N;
,l; :;- - ============S=::/=l:=P;;K
P
: T;;::::========== :::;J

I Penilaian untuk menentukan kompensasi yang akan diberikandibantu oleh Tim lndependen Penyampa1an surat jawaban kepada Badan Hukum II Melakukan penjajagan dengan II Penyampaian surat jawaban

I bahwa proposal kerJasama layak, dan dltmdaklanJUtl Pihak Luar negeri setelah persetujuan kerjasama bagi

"-==================================
· h as1
Penyampa1an 'I pem'I a1an
· t'1m at as k eIaya k an k eqasama,
· k eIaya k an B ad an H uk urn seb aga1
· dengan pener1maan Letter of Intent dar1' Badan Hukum Mbm
abend
nga
dganrpi amt eplearlu
tim LP/PT pengusul
G en
u e ran ur i
pem
rakarsakerjasamasertausulankompensasi yang akan diberikan : =============:
- -------- ---- ,-
Perumusan Naskah Keputusan Walikota tentang Penetapan Badan Hukum sebagai Pemrakarsa
I .
11
merumuskan kerangka acuan kerjasama
Soslalisasl rencana kerJasama
I
.
1
I Penyusunan rencana kerjasama I
·

--- --oo--------- ::ep:u::sW


n
Rencana Ker"asama serta Penetapan Kompensasi bagi Badan Hukum Pemrakarsa

ka:tonet:at:p
t:ua:a:li:P etnn::=anB:=a=da :::ePabe:gi=::m
=n=H=uk=u=ms= a =ra:k:a:rs:a:R:e:n:c:a:na=K=e=rja:s:a:m:a=:l
. .

serta Penetapan Kompensasi bagi Badan Hukum Pemrakarsa

Penyampaian
jawaban
surat
persetujuan
I Perumusan dan penyampam Sural Walikota kpd Hadan Hukum tentang pembentahuan penetapan
Pemrakarsa dan kompensasi yang diberikan
I
w kerjasama kepada
A Sosialisasi rencana kerjasama
Daerah pengusul dengan
l tembusan ke DPRD,
I
K
Gubernur, Mendagri & I Memproses kebutuhan dukunqan pemerintah daerah non fiskal I
Menteri/Kep. LPNK Dukun an emerintah non fiskal ke Kementerian Keuan an
0
I Jaminan pemerintah (ke Kementerian Keuangan/BUPI) I
r- T
A ----------------------------
B
A
N
D
- ------------- -
u c:zEj---:!'i_------------
•CEJ_
r
== = Penetapan PPBH
: : ::::::= = =
mengusulkan Panitia Penga da an Bada n Hu kum /Tim Seleksi (PPBH) kepada Walikota

t ==;;;;;::;::;;;;::;:;;; Pen e t ap a n;P P B;H;;:;;:::;;;;;;;; :;:::= I


--l _= ;....-
:; : : :: = l
Mengusulkan PPBH ke pa da W alikota .

N
::::--
1:====::::::===::::::=================== ====::::
Pengadaan Badan Hukum melalui mekanisme pelelangan umum oleh PPBH 1
engaaaan "aaan UKUm me a Ul meKan1sme
oelelanaan umum oleh PPBH
I I
I
G
Usulan dari PPBH tentang Badan Hukum pemenang seleksi calon mitra kerjasama 11:=:;u:;•s;;::;u;:;a;;;nO
::;;<:;a:;;n=;;;:,;;;';.,r e n a n g"'a a<an:;:r,:u Ktum p;e;;;;m;e;;:;;n;;;a:;;ng;;=
untuk ditetapkan Walikota sebagai mitra kerjasama seleksi calon mitra kerjasama
[EJ '--------------'-----.----"------'-------------' untuk ditetapkan Walikota sebaaai mitra ker"asama
--------------------------------- -----------------------------
i'L!l
Untuk KSLN : setelah rencana kerjasama/rancangan
PENETAPAN /BADAN HUKUM MITRA KERJA SAMA
MoU mendapat persetujuan DPRD
Dibantu • KSAD, KSLP/PT, dan KSLN, ,., []I Penyampaian persetujuan DPRD, rencana kerja
K i n :::::'n':skan oleh Bagian Pemerintahan I PERUMUSAN NOTA KESEPAHAMAN/KESEPAKATAN BERSAMA atau LETTER OF /NTENT(Untuk Kerja Sarna dengan luar Negeri) - sama dan naskah MoU ke Mendagri melalui
gubernur untuk dilakukan pembahasan antar
yang I- • KSBH INFRASTRUKTUR dan KSBH r--1 y [J,!!:J kementerian
Ieiah NON INFRASTRUKTUR, dirumuskan I AN NOTA KESEPAHAMAN/KESEPAKATAN BERSAMA/l disampaikan ke Mensekneg untuk mendapat
ditunjuk. oleh Baaian Hukum dan HAM : ,,, 0:0 persetujuan pemerintah
penyampaian oleh Mendagri kepada Kementerian
-

L------;:::::pz;;:cr;;;;;;;rr,:;;;;::::;---;::::====:::::;--_!lll3"g_I_--(}PE N G A J U ANUSU lANP E R S ETQUJ UA N D P RD


PERUMUSAN RANCANGAN PKS ATAU MoU (Untuk Kerja Sarna dengan luar Negeri)

17 r12a1 l ean:k p: a; Pemarafan I Luar Negeri untuk memperoleh Full Powers

-- --=============== m======== = -
DD TANPA PERSETUJUAN DPRD ..., kpd Mitra N k;h h- Untuk KSBH INFRASTRUKTUR, penandatanganan
enyampa1an Ker"asama 1 PKS dilakukan antara Walikota dengan Badan
DPRD
OTABANDU =J= i lc:m:J p : :n CB::]" ENANDATANGANAN P RIAN KERJA SAMA :n2 r:: = ya 6 bulan setelah penetapan

kepada Mitra Kerja Sarna ( PENYERAHAN SALINAN PERJANJIAN KERJA SAFI\_KSGOBERNOR, DPRD DAN DEPARTEMEN TERKAIT)
KAriaeama y LJlD
4

12

(\

w I KSAD
II KSBH PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR
PENYEDIAAN/PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR II I KSLP/PT
I
KERJA SAlViA DENGAN BADAN HOKONIIIJOIIJ
A
L
I
-- kerjasama dilakukan

r-e al\sanaan
pelaksana, capacity building untuk anggola unit manajemen, penunjukan konsultan III Penanggungjawab kerJasama
KSLN
I pelaksanaan dilakukan oleh
SKPD terkait,
pengawasan,
pelaRsanaan evaluasi
: i andan penilaian
K - z z«
<(Zs:w
pemrakarsa

oleh SKPD
I Perencanaan manajemen pelaksanaan kerjasama: pembentukan unit manajemen Pelaksanaan kerjasama dilakukan oleh SKPD pemrakarsa f
non matenal, serta pebayaran kontribusi)
11 oleSKPD

dikoordinasikan oleh Bagian


I pengawasan, evaluasi dan
penilaian dilakukan oleh
kerl"'m'
T (f)<(<(<(
<{
independen
Pelaksanaan tahap pra konstruksi pendamping
. pemenuhan financial close, pemenuhan
I Pengelolaan hasil kerjasama (uang,surat berharga, aset dan I Pemerintahan Umum
dilakukan oleh TKKSD dan
TKKSD dengan koordinator
Bagian Pemerintahan
"'"' Penanggungjawab
<{
w Untuk kerjasama lebih final engineering design. Umum
B
zw persyaratan pendahuluan, pemenuhan proses penyusunan KA-ANDAL dan Amdal,
A w
N dari 5 tahun dapat
D dibentuk Badan Ke a
u
N
G
Sama Pelaksanaan tahap konstruksi sampai dengan proyek kerjasama beroperasi secara
komersial .[IT]
v
Evaluasi dan Penilaian terhadap pelaksanaan kerjasama, inventarisasi dan penilaian secara finansial terhadap hasil kerjasama dilaksanakan oleh Tim Teknis yang dibentuk oleh TKKSD

WALIKOTA BANDUNG,
TTD
DADAROSADA

Untuk Salinan Resmi,


SEKRETARIS DAERAH KOTA BANDUNG,

Dr. H. EDI SISWADI, M.Si.


Pembina Utama Madya
NIP. 19631221 198503 1 007
5