Anda di halaman 1dari 1

Cara Sterilisasi Obat Tetes Mata.

 Menurut Farmakope Indonesia Edisi III halaman 18


a. Pemanasan dalam otoklaf sediaan yang akan disterilkan diisikan dalam wadah yang
cocok, kemudian ditutup kedap. Jika volume dalam tiap wadah tidak lebih dari 100
ml, sterilisasi dlakukan dengan uap air jernuh pada suhu 1150 sampai 1160 selama 30
menit. Jika volume dari tiap wadah lebih dari 100 ml, waktu sterilisasi diperpanjang,
hingga seluruh isi tiap wadah berada pada suhu 1150 sampai 1160 selama 30 menit.
b. Penyaringan Larutan disaring melalui penyaring bakteri steril, diisikan kedalam
wadah akhir steril, kemudian ditutup kedap menurut teknik aseptic.
c. Pemanasan kering. Sediaan yang akan disterilkan dimasukkan kedalam wadah
kemudian ditutup kedap atau penutupan ini dapat bersifat sementara untuk mncegah
cemaran. Jika volume dalam tiap wadah tidak lebih dari 30 ml, panaskan pada suhu
1500 selama 1 jam. Jika volume tiap wadah lebih dari 30 ml, waktu 1 jam dihitung
setelah seluruh isi tiap wadah mencapai suhu 1500. Wadah yang tertutup sementara,
kemudian ditutup kedap menurut teknik aseptik.
d. Penyaringn dengan bakterisida. Sediaan dibuat dengan melarutkan atau
mensuspensikan bahan obat dalamlarutan klorkresol P 0,2% b/v dalam air untuk
injeksi atau dalam laruta bakterisida yang cocok dalam air untuk injeksi. Isikan
kedalam wadah, kemudian ditutup kedap. Jika volume dalam tiap wadah lebih dari 30
ml, panaskan pada suhu 980 sampai 1000 selama 30 menit. Jika volume dalam wadah
lebih dari 30 ml, waktu sterilisasi diperpanjang, hingga seluruh isi tiap wadah berapa
pada suhu 980 sampai 1000 selama 30 menit. Jika dosis tunggal injeksi yang
digunakan secara intervenes lebih dari 15 ml, pembuatan tidak dilakukan dengan cara
ini. Injeksi ini digunakan secara intraeka, intrasisterna, atau peridura tidak boleh
dibuat dengan cara ini.