Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan Makalah Ekonomi Internasional tentang Custom Union.

Makalah ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin dan mendapat
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Dr. H. Ayus A. Yusuf, S.E.,
M.Si. selaku Dosen dari Mata Kuliah Ekonomi Internasional yang telah
memberikan kami kesempatan untuk membuat makalah ini.

Terlepas dari semua itu kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu,
dengan lapang dada kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini.

Mudah-mudahan makalah yang telah kami buat dapat bermanfaat serta


dapat menjadi sarana belajar bagi kami dan bagi semua pihak.

Kuningan, 20 Oktober 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1


1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan 2

BAB II PEMBAHASAN 3

2.1 Pengertian Integrasi Ekonomi 3


2.2 Manfaat dan Kerugian Integrasi Ekonomi 4
2.3 Tahap-tahap Integrasi Ekonomi 5
2.4 Dampak Integrasi Ekonomi bagi Indonesia 7
2.5 Pengertian Custom Union 8
2.6 Tujuan Custom Union 9
2.7 Sistem Custom Union 9
2.8 Dampak Custom Union 10

BAB III PENUTUP 12

3.1 Kesimpulan 12

DAFTAR PUSTAKA 13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik
politik,militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang
berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki
suatu system atau aturan yang berlaku bagi semua individu maupun lembaga di
wilayah tersebut termasuk dalam hal perdagangan internasional dan hubungannya
dalam kegiatan ekspor impor serta bea cukai (kepabeanan).
Salah satu bentuk kebijakan dalam perdagangan internasional adalah
adanya tarif masuk atau bea cukai. Namun, di beberapa negara ada yang
bekerjasama dan menerapkan pembebasan biaya masuk atau cukai kepada negara-
negara anggota yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi negara yang
bersangkutan.
Hambatan tarif umumnya mengurangi jumlah perdagangan antarnegara.
Pengurangan perdagangan di satu sisi bertujuan untuk melindungi produsen dalam
negeri. Akan tetapi, di sisi lain dinilai sebagai upaya menaikkan biaya yang lebih
tinggi untuk konsumen baik di negara pengimpor atau pengekspor.
Pemerintah berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan melindungi produsen
dan juga mengurangi biaya konsumen melaui custom union (serikat pabean).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian Integrasi Ekonomi?
2. Apa manfaat dan kerugian Integrasi Ikonomi?
3. Apa saja tahap-tahap Integrasi Ekonomi?
4. Apa pengertian Custom Union?
5. Apa tujuan didirikan Custom Union?
6. Bagaimana sistem Custom Union?
7. Apa Dampak dari Cusrtom Union?

1
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui apa itu Integrasi Ekonomi dalam Ekonomi Internasional
2. Memahami manfaat dan kerugian Integrasi Ekonomi
3. Mengetahui apa saja bentuk-bentuk Integrasi Ekonomi
4. Memahami dampak Integrasi Ekonomi bagi Indonesia
5. Mengetahui apa itu Custom Union dalam Ekonomi Internasional
6. Memahami tujuan Custom Union
7. Memahami sistem Custom Union
8. Memahami dampak dari Custom Union

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Teori Integrasi Ekonomi

Alasan integrasi ekonomi didasarkan pada teori perdagangan bebas tanpa


hambatan baik berupa tarif maupun nontarif yang bertujuan meningkatkan volume
perdagangan, peningkatan efisiensi produksi, peningkatan pertumbuhan ekonomi,
dan kesejahteraan masyarakat. Integrasi ekonomi memiliki prinsip dan
mekanisme yang sama dengan perdagangan bebas atas dasar suatu kesepakatan
diantara anggota yang melakukan perjanjian diantara negara-negara yang berada
dalam satu kawasan maupun atas kepentingan tertentu. Secara teoritis, integrasi
ekonomi mengacu pada suatu kebijakan komersial atau kebijakan perdagangan
yang secara diskriminatif menurunkan atau menghapuskan hambatan-hambatan
perdagangan hanya diantara negara-negara anggota yang sepakat untuk
membentuk suatu integrasi ekonomi.

Menurut Suprima (2010), deinisi integrasi ekonomi secara umum adalah


pencabutan (penghapusan) hambatan-hambatan ekonomi diantara dua atau lebih
perekonomian (negara). Secara operasional integrasi ekonomi didefinisikan
sebagai pencabutan (penghapusan) diskriminasi dan penyatuan politik
(kebijaksanaan) seperti norma, peraturan, prosedur, standarisasi, dan kebijakan
ekonomi.

Integrasi ekonomi terjadi apabila beberapa negara yang berada dalam satu
wilayah memutuskan untuk menciptakan perdagangan bebas di antara sesama
negara anggota dan menetapkan tarif yang sama terhadap impor barang-barang
produksi negara-negara lain yang bukan merupakan anggota.

3
2.2 Manfaat dan Kerugian Integrasi Ekonomi
Terberntuknya integrasi ekonomi tidak disangkal akan menciptakan
sejumlah manfaat dan kerugian :
Manfaat
1. Meningkatnya kompetisi actual dan potensial diantara pelaku pasar, baik
pelaku pasar yang berasal dari suatu Negara, dalam sekelompok Negara,
maupun pelaku pasar diluar kedua kelompok tersebut. Kompetisi diantara
pelaku pasar tersebut diharapkan akan mendorong harga barang dan jasa
yang sama lebih rendah, meningkatkan variasi kualitas dan pilihan yang
lebih luas bagi kawasan yang terintegrasi.
2. Desain produk, metode pelayanan, system produksi dan distribusi serta
aspek lain menjadi tantangan bagi pelaku pasar saat ini dan dimasa depan.
Hal ini akan mendorong perubahan arah dan intensitas dalam inovasi dan
kebiasaan kerja dalam suatu perusahaan.
3. Tercapainya ekonomi melalui pasar yang lebih luas yang akan mendorong
peningkatan efisiensi perusahaan melalui berkurangnya biaya produksi.

Kerugian
 Integrasi ekonomi internasional membatasi kewenangan suatu Negara
untuk menggunakan kebijakan fiscal, keuangan dan moneter untuk
mempengaruhi kinerja ekonomi dalam negeri. Hilangnya kedaulatan
Negara merupakan biaya atau pengorbanan terbesar yang ” diberikan ”
oleh masing-masing negara yang berintegrasi dalam satu kawasan.
 Kerugian lain adalah adanya kemungkinan hilangnya pekerjaan dan
potensi menjadi pasar bagi Negara yang tidak mampu bersaing. Tenaga
kerja dan produksi dari Negara lain dalam suatu kawasan akan masuk
dengan hambatan yang lebih ringan. Hal ini berpotensi menimbulkan
pengangguran di dalam negeri dan ketergantungan akan produk impor
yang lebih murah dan efisien.

4
2.3 Bentuk-bentuk atau Tahapan Integrasi Ekonomi
Menurut teori integrasi ekonomi (economic integration), ada enam tahapan
kerjasama perdagangan untuk menuju integrasi ekonomi, yaitu sebagai berikut:
1. Trade Preferency Arrangement (TPA)
Merupakan kelompok perdagangan yang memberikan preferensi
(keringanan) terhadap jenis produk tertentu kepada negara anggota, dilaksanakan
dengan cara mengurangi tarif (tidak menghapuskan tarif sampai menjadi nol).
TPA dapat muncul melalui perjanjian (kesepakatan) dagang, dimana pada
umumnya TPA mengarah ke FTA sesuai dengan General Agreement on Tarif and
Trade (GATT).
Contoh dari pengaturan dagang semacam ini adalah:
• The Europe Agreements (Perjanjian Eropa membangun sebuah asosiasi
antara Masyarakat Ekonomi Eropa dan negara-negara anggota mereka, dari satu
bagian, dan Rumania, dari bagian lain)
• The European Economic Area, India ± Afghanistan, India ± Mauritius,
NAFTA, GSP (Generalized System of Preferences) Amerika Serikat.

2. Free Trade Area (FTA)


Daerah atau kawasan perdagangan bebas terjadi jika sekelompok negara
sepakat untuk menghapuskan berbagai hambatan perdagangan, seperti tarif dan
kuota, antar sesama negara anggota. Meskipun demikian, masingmasing negara
tetap memiliki dan memberlakukan berbagai hambatan terhadap negara-negara
bukan anggota kawasan tersebut.
Contoh dari FTA :
Di wilayah Asia Tenggara, negara-negara ASEAN mencetuskan kawasan
perdagangan bebas yang dikenal dengan nama ASEAN Free Trade Area (AFTA).
AFTA dibentuk pada awal tahun 1993 oleh tujuh negara anggota ASEAN, yaitu
Indonesia, Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei, dan Vietnam.
Anggotanya kemudian bertambah dengan masuknya Laos, Kamboja, dan
Myanmar. Keringanan yang diterapkan antara sesama anggota misalnya, adalah
penurunan tarif bea masuk dari negara-negara sesama anggota AFTA.

5
3. Custom Union
Custom Union adalah satu perjanjian dagang di mana sejumlah negara
memberlakukan perdagangan bebas di antara mereka dan menerapkan
serangkaian tarif bersama terhadap barang dari negara lain. Negara anggota
menerapkan kebijaksanaan perdagangan luar negeri bersama, tetapi dalam kasus
tertentu mereka menerapkan kuota impor yang berbeda.
Custom Union ini adalah bentuk antara dari integrasi ekonomi, yakni
bentuk antara dari perdagangan bebas di antara anggota, tetapi tidak ada sistem
tarif bersama, dengan bentuk pasar bersama (Common Market), yang menerapkan
tarif bersama dan memperkenankan pergerakan bebas dari pada sumber daya
termasuk modal dan tenaga kerja di antara negara anggota.
Contoh custom union yang terkenal adalah Zollverein, satu organisasi
pada abad 19 yang dibangun oleh beberapa negara bagian Jerman. European
Community, yang telah melampaui tahap custom union dalam menuju integrasi
ekonomi penuh, European Union, dan North American Free Trade Agreement
(NAFTA).

4. Single Integrated Market (Common Market)


Common Market adalah sejenis blok dagang yang merupakan gabungan
dari custom union dengan kebijaksanaan bersama terhadap produk, dan
pergerakan yang bebas atas faktor produksi (modal dan tenaga kerja) dan
wirausaha. Tujuan agar terjadi pergerakan bebas dari modal, tenaga kerja, barang,
dan jasa di antara negara anggota adalah agar memudahkan bagi mereka untuk
mencapai efisiensi ekonomi yang lebih tinggi.
Dibandingkan dengan pasar bersama, satu pasar tunggal membutuhkan
lebih banyak usaha untuk menghilangkan hambatan fisik (di perbatasan), teknis
(standar), dan fiskal (perpajakan) di antara negara anggota. Untuk menghilangkan
hambatan-hambatan ini negara anggota memerlukan kemauan politik dan mereka
harus merancang kebijaksanaan ekonomi bersama.

6
5. Economic and Monetery Union
Merupakan satu blok dagang seperti pasar tunggal dengan kesatuan
moneter untuk semua negara anggota. Bentuk ini harus dibedakan dari hanya
menerapkan matauang bersama seperti yang dilakukan oleh Latin Monetary
Union pada tahun 1980-an yang tidak diikuti oleh adanya pasar tunggal. Kesatuan
ekonomi dan moneter dilaksanakan melalui pakta dagang dari semua sistem
moneter yang berlaku dinegara anggota.

6. Asean Economic Community


Pembentukan Komunitas ASEAN merupakan bagian dari upaya ASEAN
untuk lebih mempererat integrasi ASEAN. Selain itu juga merupakan upaya
evolutif ASEAN untuk menyesuaikan cara pandang agar dapat lebih terbuka
dalam membahas permasalahan domestik yang berdampak pada kawasan tanpa
meninggalkan prinsip-prinsip utama ASEAN.
Komunitas ASEAN terdiri dari tiga pilar yang termasuk di dalamnya
kerjasama di bidang-bidang ekonomi, yaitu:
• Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Comunity/ASC),
• Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN EconomicCommunity/AEC) dan
• Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Sosio-Cultural
Community/ASCC).

2.4 Dampak Integrasi Ekonomi Bagi Indonesia


 Perdagangan antar negara akan berlangsung sangat bebas, jauh lebih bebas
dari era AFTA. Di dalam AFTA, pemerintah masih dimungkinkan
misalnya menerapkan bea masuk 1 sampai 5 persen atau juga
mengeluarkan kebijakan khusus untuk melindungi industri atau barang-
barang produksi dalam negeri yang sangat sensitif. Sebaliknya, dalam era
PTA barang-barang produk Indonesia akan sepenuhnya bersaing dengan
barang-barang produksi negara lainnya. Dengan kualitas yang ada saat ini
serta tingginya pajak dan pungutan sebagaimana banyak dikeluhkan

7
pengusaha, niscaya akan sangat sulit bagi barang Indoneisa untuk bisa
bersaing.

 Pergerakan tenaga kerja akan terjadi secara bebas yang bisa memberikan
dampak luar biasa bagi Indonesia. Di satu sisi, persaingan tenaga kerja di
dalam negeri akan sangat kompetitif. Pekerja kita tidak hanya akan
bersaing dengan sesama WNI, tetapi juga dengan seluruh warga ASEAN.
Konsekuensinya, tenaga kerja Indonesia harus memiliki kemampuan yang
lebih tinggi atau minimal sama dengan tenaga kerja luar agar bisa
memperoleh pekerjaan yang layak.

 Persaingan untuk menarik investasi bagi kelangsungan pembangunan juga


akan semakin berat dengan adanya prinsip free movement of capital. Jika
dilihat dari kacamata ini, kasus hengkangnya Sony, Aiwa, Nike dan
perusahaan lainnya dari Indonesia yang sangat ramai dibicarakan dalam
bulan November-Desember 2002 adalah fenomena yang sangat wajar dan
tidak perlu ditanggapi secara emosional. Bahkan, bukan tidak mungkin
pengusaha-pengusaha nasional kita justru akan menanamkan modalnya di
negara-negara anggota ASEAN lain demi mencapai efisiensi yang lebih
baik.

2.5 Pengertian Custom Union

Suatu bentuk intregrasi ekonomi yang mengadakan pembebasan tarif


perdagangan dalam perdagangan di antara sesame anggota dan penentuan suatu
tariff yang jumlahnya sama dalam peerdagangan dengan Negara non anggota.
Dengan kata lain, dalam perdagangan sesama Negara anggota terdapat
pembebasan bea cukai, sedangkan untuk Negara yang bukan anggota ada
kebijaksaan bea cukai, yaitu penetapan tariff bea yang jumlahnya sama.
Serikat pabean (Customs union) adalah persetujuan antara dua negara atau
lebih untuk menghilangkan hambatan perdagangan yang berupa pengurangan atau
peniadaan bea masuk. Serikat pabean berbeda dengan perdagangan bebas. Hal ini

8
karena negara di luar anggota serikat pabean akan dikenakan tarif umum.
Persetujuan ini adalah bentuk parsial dari integrasi ekonomi yang menawarkan
langkah menengah antara zona perdagangan bebas (yang memungkinkan
perdagangan bebas tetapi tidak memiliki sistem tarif umum) dan pasar umum
(dikenakan tarif umum dan memungkinkan gerakan bebas dari sumber daya
seperti modal dan tenaga kerja antara negara-negara anggota). Sebuah zona
perdagangan bebas dengan tarif umum adalah serikat pabean.

2.6 Tujuan Custom Union

a. Tujuan pendirian custom union biasanya adalah untuk meningkatkan


efisiensi dan mendekatkan hubungan diplomatik (politik dan budaya) di
antara negara anggota.
b. Merangsang wilayah perdagangan yang luas, menghilangkan halangan
untuk bersaing, memungkinkan alokasi sumber-sumber bahan baku lebih
ekonomis, sehingga mendorong penambahan produksi dan menaikkan
taraf hidup.
c. Mendorong adanya penerapan tarif umum eksternal dan kuota bersama
dimana hal ini memerlukan kerjasama yang lebih intens, mengingat
pendapatan yang didapat dari impor non-anggota akan dibagi secara rata
bersama-sama.
d. Upaya menaikkan biaya yang lebih tinggi untuk konsumen baik di negara
pengimpor atau pengekspor.
e. Pemerintah berusaha melindungi produsen dan juga mengurangi biaya
konsumen melaui serikat pabean.

2.7 Sistem Custom Union

Negara anggota menerapkan kebijaksanaan perdagangan luar negeri


bersama, tetapi dalam kasus tertentu mereka menerapkan kuota impor yang
berbeda. Custom union ini adalah bentuk antara dari integrasi ekonomi, yakni

9
bentuk antara dari perdagangan bebas di antara anggota, tetapi tidak ada sistem
tarif bersama, dengan bentuk pasar bersama (Common Market), yang menerapkan
tarif bersama dan memperkenankan pergerakan bebas dari pada sumber daya
termasuk modal dan tenaga kerja di antara negara anggota.
Syarat-syarat pembentukan custom union :

a. Harus memudahkan perdagangan bebas antara anggotanya dan bukan


menimbulkan halangan baru.
b. Pembentukan tidak boleh mengakibatkan pembatasan atau hambatan
yang timbul lebih tinggi dari pada situasi sebelumnya, yaitu pada
waktu Negara-negara yang bersangkutan masih secara individual
berhubungan dagang dengan Negara lain
c. Penghapusan hambatan itu harus di tujukan untuk seluruh perdagangan
antara Negara yang tergabung
d. Pembentukan custom union harus melalui proses, yaitu mewajibkan
semua negara nggota untuk tidak hanya menghilangkan semua bentuk
hambatan perdagangan diantara mereka, namun juga menyeragamkan
kebijakan perdagangan mereka terhadap negara luar yang bukan
anggota.

2.8 Dampak Custom Union


Konsep teori Custom Union oleh Jacob Viner yakni Custom Union dapat
memberikan efek Trade Creation dan Trade Diversion.
 Trade Creation ialah istilah yang terkait dengan ekonomi internasional di
mana perdagangan arus diarahkan karena pembentukan kawasan perdagangan
bebas atau serikat pabean . Masalah ini pertama kali dibawa ke dalam diskusi
oleh Jacob Viner (1950), bersama dengan pengalihan perdagangan efek.
 Trade Diversion ialah istilah yang terkait dengan ekonomi internasional di
mana perdagangan dialihkan dari eksportir lebih efisien menuju satu kurang
efisien dengan pembentukan perjanjian perdagangan bebas atau custom union.
Contoh Trade Creation dan Trade Diversion:

10
Masyarakat Uni Eropa biasanya dapat mengakibatkan
pergeseran/perpindahan tempat/lokasi produksi suatu barang dari suatu negara
ke negara lain. Apabila pergeseran lokasi tersebut menciptakan sesuatu yang
baru dalam perdagangan maka CU menimbulkan TC dan sebaliknya.

Efek dinamis Custom Unions selain Trade Creation dan Trade Diversion
yaitu :
 Custom Union memperluas pasar baik bagi para produsen maupun tenaga
professional sehingga dapat mendorong timbulnya spesialisasi yang
menurunkan biaya produksi
 Mendorong persaingan
CU menimbulkan persaingan produsen luar negeri yang dapat mendorong
produsen dalam negeri bekerja lebih efisien, harga produk lebih murah,
kualitas bagus/baik dan pelayanan yang bagus kepada konsumen.
 Investasi
Konsumen dapat menikmati harga lebih murah sehingga kesejahteraan
meningkat.
 Perubahan Teknologi
Dari timbulnya persaingan maka akan mendorong reserch and development
(penelitian dan pengembangan) dan kemudian mendorong perubahan
teknologi

11
BAB III
PENUTUP
3.4 Kesimpulan
Dengan melihat beberapa pernyataan diatas maka penulis dapat menarik beberapa
kesimpulan, antara lain :
1. Menurut definisi diatas, istilah integrasi ekonomi dibagi menjadi dua
pengertian, yakni :
 Penghapusan proteksi lalu lintas barang, jasa, faktor produksi (SDM dan
modal ) dan informasi dengan kata lain kebebasan akses pasar tergolong
dalam integrasi negatif.
 Penyatuamn politik (kebijakan) dengan kata kunci harmonisasi, disebut juga
integrasi positif.
2. Custom Union ini adalah bentuk antara dari integrasi ekonomi, yakni bentuk
antara dari perdagangan bebas diantara anggota, tetapi tidak ada sistem tarif
bersama, dengan bentuk pasar bersama (Cummon Market), yang menerapkan
tarif bersama dan memperkenankan pergerakan bebas daripada sumber daya
termasuk modal dan tenaga kerja diantara negara anggota.
3. Tujuan pendirian Custom Union biasannya adalah untuk meningkatkan
efisiensi dan mendekatkan hubungan diplomatik (politik dan budaya) diantara
negara anggota.
4. Dampak dari Custom Union adalah menberikan efek Trade Creation dan
Trade Diversion.

12
DAFTAR PUSTAKA

Iftitah Tahta. Makalah Integrasi Internasional. Diperoleh 17 Oktober 2018, dari


http://iftitahtata.blogspot.com/2016/02/makalah-integrasi-ekonomi-
internasional.html

Akademia. Kerjasama Internasional. Diperoleh 16 Oktober 2018, dari


http://www.academia.edu/30709068/KERJASAMA_INTERNASIONAL

Zetzu. Integrasi Ekonomi. Dieproleh 18 Oktober 2018, dari


http://zetzu.blogspot.com/2010/10/integrasi-ekonomi.html

13