Anda di halaman 1dari 8

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PADANG

PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ANAK DENGAN


LEUKEMIA DI RUANG KRONIK IRNA KEBIDANAN
DAN ANAK RSUP DR. M. DJAMIL
PADANG

PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH

RAYSAH SUCI PRATIWI


NIM : 153110266

JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI D-III KEPERAWATAN PADANG
TAHUN 2017

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kanker merupakan gangguan neoplastik yang dapat menyerang orang dewasa
maupun anak-anak. Hampir separuh dari semua penyakit kanker yang diderita
pada masa kanak-kanak melibatkan darah atau organ pembetuk darah.1 Leukemia
bisa didefenisikan sebagai keganasan hematologis akibat proses neoplastik yang
disertai gangguan diferensiasi pada berbagai tingkatan sel induk hematopoitek.2

Menurut data Union for International Cencer Control (UICC) Setiap tahun
terdapat sekitar 176.000 anak yang didiagnosa kanker, yang mayoritas berasal
dari negara berpenghasilan rendah dan menengah. Meskipun kejadian kanker
pada anak diseluruh dunia masih jarang, namun kanker merupakan salah satu
penyebab utama kematian 90.000 anak setiap tahunnya. Di Negara yang
berpenghasilan tinggi, kanker merupakan penyebab kedua kematian anak usia
umur 5-14 tahun, setelah cedera dan kecelakaan. Sementara itu diindonesia
terdapat sekitar 11.000 kasus kanker pada anak setiap tahunnya , dan terdapat
sekitar 650 kasus kanker di Jakarta .3

Dampak yang di timbulkan penyakit leukemia pada anak yaitu dampak fisik,
psikologis, sosial maupun spiritual. Dampak fisiknya seperti nyeri, sakit kepala
hebat, punggung kaku, letargi dan penurunan berat badan. Stres merupakan
dampak lain yang ditimbulkan pada anak leukemia. Perawatan dirumah sakit
sering kali mengalami stressor pada anak karna mengalami perpisahan dengan
orang tua .1

Rahmawati (2013) menyebutkan anak-anak yang menderita kanker mendapatkan


prosedur pengobatan yang lama dan efek samping dari prosedur anak

2
pendapatkan perawatan dirumah sakit atau hospitalisasi. Hal tersebut membuat
anak merasa ketidaknyamanan terganggu dan stress anak menjadi meningkat
akibat dari prosedur anak saat kemoterapi. Anak yang menderita leukemia
mendapatkan prosedur kemoterapi, selama menjalani kemoterapi anak perlu
dampingan orang tua karena sebagai pengasuh utama untuk mendapatkan
dukungan hal tersebut agar mencegah dampak stress dari pengobatan yang
diberikan untuk anak.4

Menurut penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengkajian keperawatan


anak dengan leukemia umumnya berfokus pada dampak dari penyakit dan
prosedur pengobatan dan kemoterapi, sedangkan aspek psikologi anak dan
keluarga belum di kaji secara mendalam. Rahmawati (2013) mengungkapakan
bahwa penyakit menahun seperti leukemia mempengaruhi psikologis anak dan
orangtua. Stresor pada anak yang mengalami leukemia akut meliputi
ketidaktahuan, lingkungan yang asing atau hospitalisasi, serta kebiasaan yang
berbeda, dan hal tersebut dapat nenbuat anak dan keluarga tertekan. Stresor yang
dihadapi anak biasanya pada saat menjalani hospitalisasi dapat berupa rasa nyeri
akibat dari proses keperawatan atau efek perawatan, perpisahan dengan anggota
keluarga serta teman-teman sebaya dan lingkungan rumah sakit yang asing.
Kondisi tersebut dapat mempengaruh proses perawatan dan pengobatan pada anak
yang menderita penyakit leukemia.4

WHO menyebutkan jumlah penderita kanker didunia setiap tahun bertambah 6,5
juta orang. 4%. (250.000 penderita) adalah anak- anak. International Agency for
Research on cancer pada tahun 2008 menyatakan insiden leukemia di seluruh
dunia adalah 5 per 100.000 dengan angka kematian 3,6 per 100.000 penduduk.
Leukemia mengalami peningakatan di Negara Australia yaitu 15,5 per 100.000
penduduk dengan angka kematian 6,3 per 100.000 penduduk.5

3
World Health Organization juga memperkirakan bahwa ada 175.300 kasus baru
kanker anak dan ada sekitar 96.400 anak yang meninggal karena kanker di
seluruh dunia. Hal ini disebabkan banyaknya pasien yang berobat dalam stadium
lanjut. Di Indonesia, data registrasi kanker di DKI Jakarta menunjukkan jumlah
kasus kanker pada anak adalah sebesar 4,7 % (601 kasus) dari seluruh kasus
kanker (12.792 kasus). Kemenkes menerangkan berdasarkan Data Global Burden
Cancer tahun 2012, jumlah kasus kanker-baru pada anak-anak dan dewasa,
mencapai 14,1 juta kasus dengan 8,2 juta kematian. Data ini menunjukkan adanya
peningkatan jika dibandingkan dengan data tahun 2008, dengan 12,7 kasus baru
dengan 7,6 juta kematian. Sementara ini pengendalian Kanker di Indonesia
diprioritaskan pada anak, yaitu: leukemia (kanker darah). Penentuan prioritas
tersebut berdasarkan tingginya angka penyakit atau prevalensi jenis kanker dan
kemudahan mengenal gejala dan tanda jenis kanker tersebut serta kemudahan
penegakan diagnosis.6

Menurut penelitian tehuteru di Rumah Sakit Kanker Dharmais menggambarkan


bahwa LLA lebih banyak dijumpai pada anak laki-laki (43/69), usia antara 1
sampai < 5 tahun (24/69). Juga dijumpai pada anak yang bertipe L1 (53/69),
risiko biasa (38/69), dan memilikiphenotypingsel B (33/36). Gejala dan tanda
klinis yang banyak dijumpai adalah demam dan hepatosplenomegali. Menurut
hasil laboratorium, paling banyak adalah anak dengan kadar Hb antara 5 sampai <
10 g/dl (45/69) dan kadar trombosit antara 10.000 sampai < 50.000/ul (30/69).
Pasien yang remisi pasca-kemoterapi fase induksi sebanyak 50/69 anak,
sementara sepertiga lainnya tidak remisi. Pada akhir penelitian ini, 31/69 anak
meninggal.Event free survival ratesuntuk ALL di RSKD adalah 38,1%. 7

Hasil survey awal didapatkan 2 orang anak diruangan kronik Anak RSUP Dr. M.
Djamil Padang dengan kasus leukemia limfoblastik akut (LLA). Gejala yang
muncul adalah pucat, lesu, demam, mual dan terjadinya penurunan nafsu makan,

4
Diagnosa keperawatan yang dapat muncul adalah hipertermi, resiko infeksi dan
ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh.

Pelaksanaan asuhan keperawatan pada anak yang mengalami kasus leukemia di


Ruangan Kronis RSUP dr. M. Djamil Padang sudah baik, namun akan lebih
baiknya diperlukan asuhan yang komprehensif terhadap aspek biologis,
psikososial, dan spiritual anak dan keluarga. Perawat mempunyai peran dalam
menurunkan angka kematian dan angka kesakitan akibat penyakit kanker darah
atau leukemia, dengan memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif
serta upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana asuhan keperawatan pada pada pasien anak dengan leukemia di ruang
kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018 ?

C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Mampu mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan
leukemia di ruangan kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil
Padang tahun 2018.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian pada pasien anak dengan leukemia di
ruangan kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang
tahun 2018.
b. Mampu merumuskan diagnosa pada pasien anak dengan leukemia di
ruangan kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang
tahun 2018.

5
c. Mampu menyusun intervensi pada pasien anak dengan leukemia di
ruangan kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang
tahun 2018.
d. Mampu melakukan tindakan pada pasien anak dengan leukemia di
ruangan kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang
tahun 2018.
e. Mampu melakukan evaluasi pada pasien anak dengan leukemia di ruangan
kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun
2018.
f. Mampu melakukan pendokumentasian pada pasien anak dengan leukemia
di ruangan kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang
tahun 2018.

D. Manfaat Penulisan
1. Bagi peneliti
Laporan kasus ini dapat mengaplikasikan dan menambah wawasan ilmu
pengetahuan serta kemampuan penulis dalam menerapkan asuhan
keperawatan pada pasien anak dengan leukemia di ruangan kronik IRNA
kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun2018.
2. Bagi Rumah Sakit
Laporan kasus ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran dalam
menerapkan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan leukemia di
ruangan kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang
tahun2018.
3. Bagi institusi pendidikan
Laporan kasus ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran untuk
pengembangan ilmu dalam penerapan asuhan keperawatan pada pasien anak
dengan leukemia di ruangan kronik IRNA kebidanan dan anak RSUP Dr. M.
Djamil Padang tahun2018.

6
DAFTAR PUSTAKA

1. Wong, Donna et al. (2008). Buku ajar keperawatan pediatrik. Jakarta: Penerbit
Buku kedokteran EGC.
2. Handayani, Wiwik & Hariwibowo,Andi Sulistyo. (2008). Asuhan Keperawatan
Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Hematologi. Jakarta: Salemba
Medika.
3. Pusat Data dan Informasi. (2015). Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: Badan
Litbang Kemenkes RI.
4. Rahmawati, Dede Riska. (2013). Penyesuain Diri Anak Penderita Leukemia
Terhadap Hospitalisasi (Thesis). Diunduh pada tanggal 21 agustus 2017.
5. Simanjorang, Chandrayani. Nasrin, Kodim & Edi, Tehuteru. (2013). Perbedaan
kesinitasan 5 tahun pasien leukemia lomfoblastik akut dan leukemia
mieoblastik akut pada anak di Rumah Sakit Kanker Dhamis Jakarta,
1997- 2008. Indonesia Journal of cancer Vol. 7, No. 1 January- March
2013. Diunduh pada tanggal 20 agustus 2017
6. Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.
(2014). Program Pengobatan Gratis Kanker Pada Anak. Jakarta :
Kemenkes
7. Tehuteru, Edi Setiawan. (2011). Gambaran Tingkat Remisi pada Leukemia
Limfoblastik Akut setelah Fase Induksi di Bangsal Kanker Anak RS
Kanker Dharmais. Jakarta : Indonesia Jurnal of Cancer. Diunduh pada
tanggal 8 september 2017 http://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e
journal

7
8