Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH BANK ASI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

PADA IBU BEKERJA DI DESA PUNDENREJO


KECAMATAN TAYU

MANUSCRIF

OLEH:
LAILY RAHMAWATI
NIM : 1503052

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA
SEMARANG
2018
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi alamiah yang terbaik bagi bayi.
ASI mengandung energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan
pertama kehidupan bayi.1 Pemberian ASI sangat penting karena dapat
bermanfaat bagi bayi dan ibunya. ASI adalah makanan dengan kandungan
gizi yang paling sesuai untuk kebutuhan bayi, melindungi dari berbagai
infeksi dan memberikan hubungan kasih sayang yang mendukung semua
aspek perkembangan bayi termasuk kesehatan dan kecerdasan bayi.
pemberian ASI secara dapat mengurangi perdarahan pada saat persalinan,
menunda kesuburan dan dapat meringankan beban ekonomi khususnya untuk
ibu.2
Kualitas pemberian ASI dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah
satunya yaitu karena faktor ibu bekerja. Globalisasi telah membentuk suatu
paradigma berpikir para kaum perempuan untuk menuntut persamaan hak
antara perempuan dan laki-laki. Banyak ibu yang bekerja sebagai
wanita karier. Indonesia adalah negara yang banyak menyerap tenaga kerja
dari para kaum ibu sekaligus negara yang sangat rendahnya jumlah
ibu yang memberikan ASI.3
Persoalan hak ibu bekerja untuk menyusui anaknya menjadi sangat
penting jika dilihat dari jumlah ibu pekerja di Indonesia. Hak ibu sebagai
tenaga kerja telah diatur dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang
ketenagakerjaan, yaitu : memperoleh cuti istirahat selama 1,5 bulan sebelum
dan 1,5 bulan sesudah melahirkan (Pasal 82) dan pekerja/buruh perempuan
yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan untuk menyusui
anaknya jika harus dilakukan selama waktu kerja (pasal 83). Kebijakan yang
berlaku di perusahaan sering tidak mendukung hak perempuan, dengan cuti
melahirkan yang diperpendek dan tidak adanya kesempatan bagi pekerja
perempuan untuk menyusui anaknya pada jam kerja. Ibu yang bekerja hanya
dapat mendampingi bayinya secara intensif selama 2 (dua) bulan, setelah itu
ibu harus kembali bekerja dan sering ibu terpaksa berhenti menyusui.4
Berdasarkan SDKI menunjukkan bahwa 57% tenaga kerja Indonesia
adalah wanita. Faktor-faktor yang menghambat keberhasilan menyusui pada
ibu bekerja adalah pendeknya waktu cuti kerja, kurangnya dukungan tempat
kerja, pendeknya waktu istirahat saat bekerja sehingga waktu untuk
memerah ASI tidak cukup, tidak adanya ruangan untuk memerah ASI,
pertentangan keinginan ibu antara mempertahankan prestasi kerja dan
produksi ASI.5
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh World Health
Organization (WHO) pada tahun 2013 menyatakan bahwa baru sekitar 35%
bayi usia 0-6 bulan di dunia yang diberikan ASI eksklusif. Data lain
juga didapatkan bahwa persentase ibu di Asia pada tahun 2010 yang
memberikan ASI eksklusif sebesar 42%. Dari kedua data hasil survey
tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI secara eksklusif masih
tergolong rendah.6 Pemberian ASI eksklusif di Indonesia baru
mencapai 30,2%. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target cakupan
pemberian ASI eksklusif pada tahun 2010 pada bayi yang berusia 0-6 bulan
sebesar 80%.7
Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada
tahun 2011 cakupan ASI eksklusif sebesar 45,86%, tahun 2012 sebesar
25,06%, dan tahun 2013 sebesar 57,67%.8 Cakupan ASI eksklusif di
Puskesmas Tayu pada tahun 2014 sebesar 54,73% dan di Puskesmas Tayu
pemberian ASI ekslusif sebesar 39,05%. Berdasarkan laporan cakupan ASI
eksklusif Puskesmas Tayu tahun 2014, desa Pundenrejo memiliki cakupan
ASI eksklusif sebesar 26,92%. Kesimpulan dari data tersebut yaitu bahwa
pemberian ASI eksklusif masih tergolong rendah, karena masih belum
memenuhi target yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan Kabupaten Pati
yaitu sebesar 65%.9
Rendahnya pemberian ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi
oleh faktor pekerjaan tetapi banyak faktor, di antaranya faktor sosial
budaya, pengaruh promosi susu formula, dukungan petugas kesehatan,
kesehatan ibu, kesehatan bayi, tingkat pendapatan keluarga, tingkat
pendidikan ibu dan pengetahuan serta sikap ibu.10
Keberhasilan pemberian ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh
faktor ibu, bayi dan keluarga. Karakteristik ibu yang dapat mempengaruhi
keberhasilan pemberian ASI eksklusif tersebut berupa usia, jumlah jam
bekerja, tingkat pendidikan, pendapatan dan paritas.11 Bank ASI, yaitu suatu
sarana yang dibuat untuk menolong bayi-bayi yang tak terpenuhi
kebutuhannya akan ASI. Di tempat ini, para ibu dapat menyumbangkan air
susunya untuk diberikan pada bayi-bayi yang membutuhkan.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 5 ibu pekerja
swasta yang mempunyai anak dengan umur 6 bulan - 8 bulan di Desa
Pundenrejo Kecamatan Tayu yang tercakup dalam wilayah kerja Puskesmas
Tayu. Diperoleh data bahwa dari 5 ibu pekerja swasta yang memberikan ASI
secara eksklusif sebanyak 1 orang dengan memanfaatkan bank ASI dan 4
orang sisanya memberikan ASI ketika pulang kerja dan susu formula saat
ditinggal bekerja, karena disaat bekerja ibu tidak dapat meninggakan
pekerjaannya untuk memberikan ASI kepada bayinya. Data dari bidan desa
menunjukkan bahwa jumlah ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan - 8 bulan
di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu yaitu sebanyak 55 orang dan 30 orang
ibu mempunyai pekerjaan sebagai pekerja swasta. Mayoritas ibu
berpendidikan SMP dan memiliki anak pertama.
Berdasarkan latar belakang tersebut menimbulkan minat peneliti dalam
melakukan penelitian tentang “Pengaruh Bank ASI Terhadap Pemberian ASI
Eksklusif pada Ibu bekerja di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah
sebagai berikut : “Apakah ada Pengaruh Bank ASI Terhadap Pemberian ASI
Eksklusif pada Ibu bekerja di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu”?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui Pengaruh Bank ASI Terhadap Pemberian ASI
Eksklusif pada Ibu bekerja di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui distribusi frekuensi Bank ASI pada Ibu bekerja di
desa Pundenrejo Kecamatan Tayu
b. Untuk mengetahui Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu bekerja di desa
Pundenrejo Kecamatan Tayu
c. Menganalisis Pengaruh Bank ASI Terhadap Pemberian ASI Eksklusif
pada Ibu bekerja di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Institusi
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wacana kepustakaan dan
informasi ilmiah tentang Bank ASI dalam pemberian ASI pada wanita
pekerja di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu
2. Bagi ibu menyusui
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang
Bank ASI dalam pemberian ASI pada wanita pekerja di Desa Pundenrejo
Kecamatan Tayu. Sehingga para wanita pekerja yang sedang menyusui
dapat termotivasi untuk memberikan ASI pada anaknya dan para suami
dapat lebih memberikan dukungan dalam kepatuhan pemberian ASI
tersebut.
3. Bagi Petugas Kesehatan
Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam
memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI
Eksklusif terutama pada wanita pekerja.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti menjadikan penelitian ini sebagai acuan dan literatur dalam
pembuatan penelitian yang lebih baik di masa yang akan datang.

TINJAUAN PUSTAKA
1. ASI Eksklusif
ASI adalah makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi yang
bersifat alamiah,dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam
proses pertumbuhan dan perkembangan bayi.12 ASI Eksklusif adalah
pemberian ASI pada bayi tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula,
jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat, misalnya
pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim atau makanan lain selain
ASI.13
2. Bekerja
Bekerja adalah kegiatan yang direncanakan, pekerjaan memerlukan
pemikiran khusus, yang dilaksanakan tidak hanya karena pelaksanaan
kegiatan itu sendiri menyenangkan, melainkan karena kita mau dengan
sungguh-sungguh mencapai suatu hasil yang kemudian berdiri sendiri atau
sebagai benda, karya, tenaga dan sebagainya, sebagai pelayanan terhadap
masyarakat.23
3. Bank ASI
ASI yang baru saja diperah atau ASI segar, bisa bertahan rata-rata 4 jam
dalam suhu ruangan. Kolostrum berbentuk cairan kekuningan yang lengket
dan kental, keluar pada beberapa hari setelah kelahiran hingga hari ke lima
setelah persalinan, kolostrum masih aman disimpan selama 4 jam setiap kali
perah dalam suhu ruang kurang dari 25o C. Level suhu dan durasi waktu
penyimpanan yang aman untuk ASI perah yaitu:26
1) ASI yang disimpan dalam suhu ruang 16-29oC aman dikonsumsi
dalam 3-6 jam.
2) ASI yang disimpan dalam kulkas dengan suhu 0-4oC bisa bertahan
hingga 3-8 bulan dan masih aman dikonsumsi.
3) ASI yang disimpan dalam freezer lemari es satu pintu dengan suhu
kurang dari 15oC aman dikonsumsi hingga 2 minggu. Jika ASI disimpan
dalam freezer lemari es dua pintu dengan suhu kurang dari 18oC waktu
penyimpanan bisa lebih lama, yaitu hingga 3-6 bulan.
4) ASI yang disimpan dalam freezer tunggal/khusus dengan suhu

METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yaitu penelitian
dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu
keadaan secara obyektif mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu.26
Desain Penelitian adalah rencana dan struktur penyelidikan yang
disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan dapat memperoleh jawaban
untuk pertanyaan-pertanyaan penelitinya. Jenis desain penelitian ini
menggunakan pendekatan cross sectional. Dalam Cross Sectional penelitian
mempelajari tentang hubungan variabel bebas dan terikat dengan melakukan
pengukuran sesaat yang diukur sekali saja.27 Fakta dalam penelitian ini
diungkapkan apa adanya dari data yang terkumpul. Dengan demikian
penelitian ini mengungkapkan hubungan dari variabel-variabel yang ada.
Berdasarkan keterangan diatas peneliti akan melakukan analisa tentang
Pengaruh Bank ASI Terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu bekerja di
Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan September – Desember 2018
C. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.27 Dalam penelitan ini
populasi yang diteliti adalah ibu menyusui Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu
sebanyak 84 responden. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, sampel
didapatkan berjumlah 69 responden di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu.
Pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah Simple Random Sampling yaitu di dalam pengambilan sampel, peneliti
“mencampur” subjek-subjek didalam populasi sehingga semua subjek
dianggap sama. Dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama
kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi
sampel.27

D. Analisis Data
1. Analisa Univariat
Analisis univariat dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil
penelitian. Analisis univariat menghasilkan distribusi dan prosentase
setiap variabel.28
f
X   100%
N

Keterangan:
X = hasil prosentase
f = frekuensi hasil pencapaian
N = Jumlah seluruh observasi
Analisis univariat dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
tujuan khusus pada penelitian ini. Terdapat variabel terikat dan variabel
bebas yaitu penyimpanan ASI (Bank ASI) dan pemberian ASI
Eksklusif.28
2. Analisa Bivariat
Analisa Bivariat atau analisis tabel silang (cross tabulation). Analisa
bivariat dilakukan dengan membuat tabel untuk mengetahui ada tidaknya
Pengaruh Bank ASI Terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu bekerja
di Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu dengan menggunakan rumus uji
Chi- Kuadrat (chi-square).
Rumus chi-square :
( fo  fe) 2
x 
2

fe
Keterangan :
X2 = chi-square
f0 = frekuensi berdasarkan data
fh = frekuensi yang diharapkan
Syarat Chi square :
a. Tabel kontingensi 2 x 2 dengan e tidak boleh < 1
b. Tabel yang lebih besar 3 x 2 asal e tidak boleh ada nilai < 5 dan tidak
boleh > 20% pada seluruh sel
c. Jika e < 5
d. Jika ada variabel independen pada tabel 2 x 2, e tidak dihitung,
e. Jika syarat chi square tidak terpenuhi, maka menggunakan uji fisher
exact dengan tabel dilakukan merger menjadi tabel 2 x 2.