Anda di halaman 1dari 1

Geologi Teknik Waduk Karian

Waduk termasuk dalam Formasi Genteng, yaitu formasi yang berumur Miosen
dengan susunan litologi yang terdiri dari batupasir tufan, konglomerat, dan batulempung
tufan. Batupasir yang tersingkap di sepanjang tebing sungai merupakan batupasir dengan
kekerasan cukup baik dalam kondisi segar. Terdapat juga endapan aluvial dan endapan teras
sungai. Menurut ahli geologi teknik dalam proyek ini, tidak terdapat adanya struktur major
pada lokasi proyek, namun di beberapa tempat terdapat beberapa kekar. Hal tersebut dapat
diatasi dengan injeksi semen ke dalam batuan. Lapisan batuan memiliki dip sekitar 5o. Dip
yang kecil membuat waduk menjadi tipe urugan.
Waduk Karian memiliki dua terowongan yang tidak berhubungan, sebagai inlet dan
outlet. Kedua terowongan memiliki fungsi yang berbeda, terowongan pertama berfungsi
sebagai spillway dan akan ditutup setelah proses spillway berakhir dan terowongan kedua
berfungsi sebagai pengairan pembangkit listrik mikro. Spillway ialah pelimpah aliran yang
bisa dibuka maupun ditutup. Fungsi spillway ialah mengatur laju alir air dari waduk agar
tidak terjadi kekeringan. Pada proses pembangunan kondisi lereng sangat berpengaruh
terhadap pembuatan pondasi waduk. Tanah pada terowongan memiliki nilai RQD 25% - 50%
dengan koefisien permeabilitas sebesar 1,1 x 10-3 cm/s hingga 2 x 10-4 cm/s.

Referensi:

Prabawa, G. N. A., 2016. Ekskursi Geologi Teknik Karian Multipurpose Dam Rangkasbitung,
Provinsi Banten. Jakarta.