Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berbagai macam penyakit sudah merajalela di kehidupan masyarakat, dari penyakit
yang sejak dahulu masih menjadi endemik di masyarakat sampai ditemukannya
penyakit baru. Penyakit diare adalah salah satu penyakit yang masih mewabah,
khususnya di Indonesia. Penyakit diare akan muncul bersamaan dengan bergantinya
musim.

Diare atau dikenal dengan sebutan mencret memang merupakan penyakit yang
masih banyak terjadi pada masa kanak-kanak dan bahkan menjadi salah satu
penyakit yang banyak menjadi penyebab kematian anak yang berusia dibawah lima
tahun. Karenanya, kekhawatiran orang tua terhadap penyakit diare adalah hal yang
wajar dan harus dimengerti.

Di Indonesia, 162 ribu balita meninggal setiap tahun akibat diare. Kasus tertinggi
diare terjadi di daerah Jawa Barat dan banyak menimpa anak di bawah 5 tahun.
Umumnya, kematian disebabkan oleh dehidrasi karena keterlambatan orang tua
memberikan perawatan pertama saat anak diare.

Dalam rangka membantu pemerintah dalam menanggulangi diare, tenaga kesehatan


dikerahkan untuk melakukan berbagai kegiatan promotif dan preventif guna
mencegah terjadinya diare. Perawat sangat dibutuhkan dalam memberikan asuhan
keperawatan. Dengan memberikan asuhan keperawatan yang tepat, angka
terjadinya diare serta angka kematian akibat diare diharpakan dapat berangsur
turun.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini antara lain:
1. Apa pengertian dari diare?
2. Apa saja penyebab diare?
3. Bagaimana patofisiologi diare?

1
4. Bagaimana manifestasi klinis dari diare?
5. Bagaimana pemeriksaan diagnostik diare?
6. Bagaimana penatalaksanaan terapeutik diare?
7. Bagaimana asuhan keperawatan pada anak dengan diare?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain untuk mengetahui:
1. Pengertian diare
2. Penyebab diare
8. Patofisiologi diare
9. Manifestasi klinis dari diare
10. Pemeriksaan diagnostik diare
11. Penatalaksanaan terapeutik diare
12. Asuhan keperawatan pada anak dengan diare.

2
BAB II
TINJAUAN TOERI

A. Pengertian
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena
frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau
cair.

B. Etiologi
1. Faktor Infeksi
a. Bakteri : Enteropathogenic E. Coli, Salmonella, Shigella, Yersinia
Enterocolitica
b. Virus : Enterovirus, Adenovirus, Human Retrovirus sepertia Agent,
Rotavirus
c. Jamur : Candida Enteritis
d. Parasit : Giardia Clamblia, Crystoporidium
e. Protozoa
2. Bukan Faktor Infeksi
a. Alergi makanan: Susu, Protein
b. Gangguan metabolik atau malabsorbsi: Penyakit Celiac, Cystic Fibrosis
dan Pankreas
c. Iritasi langsung saluran cerna oleh makanan
d. Penyakit usus: Colitis ulcerative, Chron disease, Enterocolitis
e. Emosional atau stress
f. Obstruksi usus
3. Penyakit infeksi, otitis media, infeksi saluran napas atas, infeksi saluran
kemih.

C. Patofisiologi
1. Meningkatnya motilitas dan cepatnya pengosongan pada intestinal merupakan
akibat dari gangguan absorbsi dan eksresi cairan dan elektrolit yang berlebihan
2. Cairan, sodium, potasium, dan bikarbonat berpindah mengakibatkan dehidrasi

3
kekurangan elektrolit, dan dapat terjadi asidosis metabolik.

Diare yang terjadi merupakan proses dari:


1. Transport aktif akibat rangsangan toksin bakteri terhadap elektrolit ke dalam
usus halus. Sel dalam mukosa intestinal mengalami irirtasi dan meningkatnya
sekresi cairan dan elektrolit. Mikroorganisme yang masuk akan merusak sel
mukosa intestinal sehingga menurunkan area permukaan intestinal, perubahan
kapasitas intestinal dan terjadi gangguan absorbsi cairan dan elektrolit
2. Peradangan akan menurunkan kemampuan intestinal untuk mengabsorbsi
cairan dan elektrolit dan bahan-bahan makanan. Ini terjadi pada sindrom
malabsorbsi.
3. Meningkatnya motilitas intestinal yang dapat mengakibatkan gangguan
absorbsi intestinal.

Tahapan dehidrasi dari Ashwill and Droke (1997) Dalam Suriadi dan Rita (2010).
1. Dehidrasi ringan: BB menurun 3% - 5%
2. Dehidrasi sedang: BB menurun 6% - 9%
3. Dehidrasi berat: BB menurun >10%

D. Manifestasi Klinis
1. Sering BAB dengan konsistensi tinja cair atau encer
2. Terdapat tanda gejala dehidrasi: turgor jelek, ubun-ubun dan mata cekung,
membran mukosa kering
3. Keram abdominal
4. Demam
5. Mual muntah
6. Anoreksia
7. Lemah
8. Pucat
9. Perubahan TTV: nadi dan pernapasan cepat
10. Menurun atau tidak ada pengeluaran urin

4
E. Pemeriksaan Diagnostik
1. Riwayat alergi obat-obatan atau makanan
2. Kultur tinja
3. Pemeriksaan elektrolit, BUN, kreatinin dan glukosa
4. Pemeriksaan tinja: pH, leukosit, glukosa dan adanya darah

F. Penatalaksanaan Terapeutik
1. Penanganan fokus pada penyebab diare
2. Pemberian cairan dan elektrolit: oral (seperti: pedialyte atau oralit) atau terapi
parenteral
3. Pada bayi pemberian ASI diteruskan jika penyebab bukan dari ASI

G. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a. Kaji riwayat diare
b. Kaji status hidrasi: ubun-ubun, turgor kulit, mata, membran mukosa
mulut
c. Kaji tinja: jumlah, warna, bau, konsistensi dan waktu buang air besar
d. Kaji intake dan output
e. Kaji berat badan
f. Kaji tingkat aktivitas anak
g. Kaji tanda vital

2. Diagnosa Keperawatan
a. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan pengeluaran cairan
berlebihan
b. Risiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan pengeluaran cairan
berlebihan
c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
penurunan intake cairan
d. Cemas pada anak/orang tua berhubungan dengan hospitalisasi

5
3. Perencanaan Keperawatan
a. Pertahankan keseimbangan cairan dengan memonitor intake output dan
derajat dehidrasi
b. Monitor berat badan
c. Anjurkan pada keluarga agar tetap memberikan ASI dan makanan yang
lunak
d. Kolaborasi untuk pemberian terapi
e. Monitor intake nutrisi dan kalori
f. Monitor pemberian masukan cairan lewat parenteral
g. Berikan informasi faktual tentang diagnosa dan program tindakan
h. Temani keluarga pasien untuk mengurangi ketakutan dan memberikan
keamanan

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena
frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau
cair. Penyebab diare diantaranya adalah bakteri, virus, jamur, parasit dan protozoa.
Tanda dan gejala yang khas ditimbulkan oleh diare adalah Sering BAB dengan
konsistensi tinja cair atau encer. Hal yang perlu dikaji pada anak dengan diare
adalah riwayat diare, status hidrasi, tinja, intake dan output, berat badan, tingkat
aktivitas anak, dan tanda vital. Masalah keperawatan yang umumnya muncul pada
anak dengan diare adalah kekurangan volume cairan berhubungan dengan
pengeluaran cairan berlebihan, risiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan
pengeluaran cairan berlebihan, perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan penurunan intake cairan, serta cemas pada anak/orang tua
berhubungan dengan hospitalisasi.

B. Saran
1. Mahasiswa agar menambah pengetahuan sengan membaca berbagai referensi
sehingga menambah pengetahuan tentang asuhan keperawatan pada anak
dengan diare.
2. Seluruh perawat agar meningkatkan pengetahuan tanteng asuhan keperawatan
pada anak dengan diare, agar dapat diaplikasikan di lingkungan sekitar serta
dikembangkan di tatanan pelayanan kesehatan

7
DAFTAR PUSTAKA

Nursalam dkk. 2008. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (Untuk Perawat dan Bidan).
Jakarta: Salemba Medika

Shonkoff, Jack P dan Samuels J Meisels. 2003. Handbook of Early Childhood


Intervention. USA: Cambridge University

Supartini, Yupi. 2004. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC

Suriadi dan Rita Yuliani. 2010. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Jakarta: Sagung Seto