Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA

Andria, Kiki M. 2013. Hubungan Antara Perilaku Olahraga, Streess dan Pola
Makan dengan Tingkat Hipertensi pada Ginjal Usia di Posyandu Lansia
Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Jurnal
Promkes, 1(2):111-117.

Anggara, F.H.D., Prayitno, N. 2013. Faktor-fakktor yang Berhubungan dengan


Tekanan Darah di Puskesmas Telaga Murni, Cikarang Barat Tahun 2012.
Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5 (1).[diakses 11 Mei 2015].

Azwar, Azrul, dkk. 2003. Metodologi Penelitian. Binapura Akzara : Jakarta.

Beevers, D.G. 2002. Tekanan Darah. Dian Rakyat : Jakarta.

Dharmeizar. 2012. Hiperteni. Medicinus, 25(1).[diakses 12 Mei 2015].

Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah. 2015. Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi


Tengah tahun 2013. Sulawesi Tengah: Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah.

Dinkes Kabupaten Sigi. 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Sigi tahun 2013. Sigi:
Dinkes Kabupaten Sigi: Sulawesi Tengah.

Evadewi, P.K.R., S. Sukmayanti, L.M.K. 2013. Kepatuhan Mengonsumsi Obat


Pasien Hipertensi di Denpasar Ditinjau Dari Kepribadian Tipe A dan Tipe B.
Jurnal Psikologi Udayana, 1(1): 32-42. [diakses 13 Mei 2015].

Firtsyani, M.L.R. 2011. Hubungan Antara Derajat Hipertensi dan Elongasi Aorta
pada Pemeriksaan Foto Toraks. Jurnal Kedokteran Indon, 2(1).[ dikases 14
Mei 2015].

Ganong, W.F. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC: Jakarta.

Guyton and Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. EGC: Jakarta.
Izzo, J.L., Sica, D.A., Black, H.R. 2008. Hypertention Primer Fourth Edition The
Essentials of High Blood Pressure. Council for High Blood Pressure
Research, American Heart Association : Dallas texas.

Kenia, Ni Made., Tariyanda, D. 2013. Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Mawar)


Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi. Jurnal STIKES,
6(1). [diakses 12 Mei 2015].

Kumar, V., Cotran, R.S., Robbins, S.L. 2007. Buku Ajar Patologi Robbins
Volume 2 Edisi 7. EGC:Jakarta.

Mancia, G., et al. 2013. ESH/ESC Euidelines for the Management of Arterial
Hypertention : The Task Force for the Management of Arterial Hypertention
of thr European Society of Hypertention (ESH) and of the European Society
of Cardiology (ESC). European Heart Journal, 34:2159-2219. [cited 2015
May 12].

Martin, Jeffery. 2008. Hypertention Guidelines : Revisiting The JNC 7


Recommendations. The Journal of Lancaster General Hospital, 3(3).[cited
2015 May 14].

Mitchell, N. et al. 2008. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit. EGC : Jakarta.

Prakoso, Agung., dkk. 2014. Pengaruh Pemberian Jus Mentimun Terhadap


Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi di Posyandu di Kabupaten
Demak. Prosiding Konferensi Nasional II PPNI: Jawa Tengah.

Price, Sylvia., Wilson, L.M. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses


Penyakit. EGC: Jakarta.

Rahajeng, Ekowati., Tuminah, S. 2009. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya


di Indonesia. Maj Kedokt Indon, 59(12). [diakses 12 Mei 2015].

Russ, R.R. 2002. Cardiovascular System. Mosby El Sevier : Philadelphia.


Samara, Diana. 2001. Penatalaksanaan Hipertensi Sekunder Akibat Perbedaan
Kelainan Anatomi Renovaskuler pada Usia Muda dan Tua. Jurnal Kedokter
Trisakti, 20(1): 12-15. [diakses 16Mei 2015].

Sigarlaki, Herke J.O. 2006. Karakteristik dan Factor yang Berhubungan Dengan
Hipertensi di Desa Bocor, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen,
Jawa Tengah tahun 2006. Makara Kesehatan, 10(2):78-88. [diakses 16 Mei
2015].

Sherwood, Lauralee. 2011. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 6. EGC:
Jakarta.

Sihombing, Marice. 2010. Hubungan Perilaku Merokok, Konsumsi Makanan/


Minuman dan Aktivitas Fisik dengan Penyakit Hipertensi pada Responden
Obes Usia Dewasa di Indonesia. Kedokt Indon, 60(9): 23-26. [diakses 12 Mei
2015]’

Stefhany, E. 2012. Hubungan Pola Makan, Gaya Hidup dan Indeks MassaTubuh
dengan Hipertensi pada Pralansia dan Lansia di Posbindu Kelurahan Depok
Jaya Tahun 2012. Skripsi, Depok. : Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia.[serial online].

Sudoyo, Aru.W., et al. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi V.
Interna Publishing: Jakarta.
Tabel . Klasifikasi Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) pada oaring
Dewasa Asia.(Klasifikasi WHO)

Klasifikasi IMT (kg/m2)


Underweight <18.5

Normal 18.5-22.9

Overweight ≥23.0

Beresiko 23.0-24.9

Obes I 25.0-29.9

Obes II ≥30.0

. Kopi dapat mempengaruhi tekanan darah karena adanya polifenol, kalium dan
kafein yang terkandung di dalamnya. Polifenol dan kalium bersifat menurunkan
tekanan darah. Polifenol menghambat terjadinya artherogenesis dan memperbaiki
fungsi vaskuler. Kalium menurunkan teknan darah sistolik dan diastolik dengan
menghambat pelepasan renin sehingga terjadi peningkatan ekskresi natrium dan
air. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan volume plasma, curah
jantung, dan tekanan perifer sehingga tekanan darah akan turun.