Anda di halaman 1dari 17

A.

KONSEP TUMBUH KEMBANG ANAK


1. Pengetian Tumbuh Kembang
Pertumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi pada individu,yaitu secara
bertahap,berat dan tinggi anak semakin bertambah dan secara simultan mengalami
peningkatan untuk berfungsi baik secara kognitif, psikososial maupun spiritual
(Supartini, 2000).
Perkembangan (development) adalah perubahan secara berangsur-angsur dan
bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkatkan dan meluasnya kapasitas
seseorang melalui pertumbuhan, kematangan atau kedewasaan (maturation), dan
pembelajaran (learning). Perkembangan manusia berjalan secara progresif, sistematis
dan berkesinambungan dengan perkembangan di waktu yang lalu. Perkembangan
terjadi perubahan dalam bentuk dan fungsi kematangan organ mulai dari aspek fisik,
intelektual, dan emosional. Perkembangan secara fisik yang terjadi adalah dengan
bertambahnya sempurna fungsi organ. Perkembangan intelektual ditunjukan dengan
kemampuan secara simbol maupun abstrak seperti berbicara, bermain, berhitung.
Perkembangan emosional dapat dilihat dari perilaku sosial lingkungan anak.

2. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak


Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal yang
merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:
a. Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak
1) Ras/etnik atau bangsa
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki faktor
herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.
2) Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk
atau kurus.
3) Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama
kehidupan dan masa remaja.
4) Jenis kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat dari pada laki-
laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan
lebih cepat
5) Genetik
Genetik (Heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang
akan menjadi ciri khasnya. Ada bebrapa kelainan genetik yang berpengaruh pada
tumbuh kembang anak seperti kerdil.
6) Kelainan kromosom
Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti
pada sindroma Down’s dan sindroma Turner’s.
b. Faktor luar (eksternal)
1) Faktor Prenatal
a) Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan
mempengaruhi pertumbuhan janin.
b) Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti
club foot.
c) Toksin/zat kimia
Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan
kelainan kongenital seperti palatoskisis.
d) Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali,
hiperplasia adrenal.
e) Radiasi
Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin
seperti mikrosefali, spina bifida, retradasi mental dan deformitas anggota
gerak, kelainan kongenital mata, kelainan jantung.
f) Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toksoplasma,
Rubella, Sitomegallo virus, Herpes Simpleks) dapat menyebabkan pada
kelainan janin: katarak, bisu tuli, mikrosefali, retradasi mental dan kelainan
jantung kongenital.
g) Keainan imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasr perbedaan golongan darah antara janin
dan ibu, sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin,
kemudian melalui plasenta masuk kedalam peredaran darah janin akan
menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia
dan Kern ikterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.
h) Anoksia embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta
menyebabkan pertumbuhan terganggu.
i) Psikologi Ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada
ibu hamil dan lain-lain.
2) Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat
menyebabkan kerusakan jaringan otak.
3) Faktor pascasalin
a) Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat.
b) Penyakit kronis/kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakbatkan retardasi
pertumbuhan jasmani.
c) Lingkungan fisis dan kimia
Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang
berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi
lingsukngan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar
radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak
yang negatif terhdap pertumbuhan anak.
d) Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak
dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan
mengalami hambatan didalam pertumbuhan dan perkembangannya.
e) Endokrin
Gangguan hormon misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan
anak mengalami hambatan pertumbuhan.
f) Sosio-Ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan
lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan
anak.
g) Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi
tumbuh kembang anak.
h) Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam
keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak . keterlibatan
ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.
i) Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan,
demikian halnya dengan pemakain obat perangsang terhadap susunan saraf
yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.
3. Tahapan tumbuh kembang anak
a. Umur 0-3 bulan
- Mengangkat kepala setinggi 45 derajat
- Menggerakan kepala dari kiri/kanan ke tengah
- Melihat dan menatap wajah anda
- Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
- Suka tertawa keras
- Bereaksi terkejut terhadap suara keras
- Embalas senyum ketika diajak bicara/senyum
- Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, kontak
b. Umur 3-6 bulan
- Berbalik dari telungkup ke telentang
- Mengangkat kepala setinggi 90 derajat
- Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
- Menggenggam pensil
- Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
- Memegang tangannya sendiri
- Berusaha memperluas pandangan
- Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
- Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik
- Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik saat bermain sendiri
c. Umur 6-9 bulan
- Duduk (sikap tripoid-sendiri)
- Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
- Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
- Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain
- Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1 benda pada saat
bersamaan
- Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup
- Bersuara tanpa arti, mamama, bababa, dadada, tatata
- Mencari mainan/benda yang dijatuhkan
- Bermain tepuk tangan/ ciluk ba
- Bergembira dengfan melempar benda
- Makan kue sendiri
d. Umur 9-12 bulan
- Mengangkat badannya ke posisi tidur
- Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegang di kursi
- Dapat berjalan dengan dituntun
- Mengulurkan lengan/ badan untuk meraih mainan yang diingankan
- Menggenggam erat pensil
- Memasukkan benda ke mulut
- Mengulang menirukan bunyi yang di dengar
- Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
- Mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
- Bereaksi terhadap suara perlahan atau bisikan
- Senang diajak bermain “ciluk ba”
- Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal
e. Umur 12-18 bulan
- Bendiri sendiri tanpa berpegangan
- Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
- Berjalan mundur 5 langkah
- Memanggil orang tua dengan sebutan “mama-papa” dll
- Menumpuk 2 kubus
- Memasukkan kubus dikotak
- Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/ merengek anak bisa
mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
- Memperlihatkan rasa cemburu/bersaing
f. Umur 18-24 bulan
- Berdiri sendiri tanpa berpeganagan 30 detik
- Berjalan tanpa terhuyung-huyung
- Bertepuk tangan, melambai-lambai
- Menumpuk 4 buah kubus
- Memungut benda kecil dengan dengan ibu jari dan jari telunjuk
- Menggelinding bola kearah sasaran
- Menyebut 3-6 suku kata yang mempunyai arti
- Membantu/ menirukan pekerjaan rumah tangga
- Memegang cangkir sendiri, belajar makan minum sendiri
g. Umur 24-36 bulan
- Jalan naik tangga sendiri
- Dapat bermain menendang bola kecil
- Mencoret-coret pensil pada kertas
- Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata
- Dapat menunujukkan 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
- Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih
- Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring
- Makan nasi sendiri tanapa banyak tumpah
- Melepas pakaiannya sendiri
h. Umur 36-48 bulan
- Berdiri 1 kaki 2 detik
- Melompat kedua kaki diangkat
- Mengayuh sepeda roda tiga
- Menggambar garis lurus
- Mengenal 2-4 warna
- Menyebut nama, umur, tempat
- Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
- Mendengarakan cerita
- Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
- Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
- Mengenakan sepatu sendiri
- Mengenakan celana panjang, kemeja, baju
i. Umur 48-60 bulan
- Berdiri 1 kaki 2 detik
- Melompat-lompat 1 kaki
- Menari
- Menggambar tanda silang, menggambar lingkaran
- Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
- Mengancing baju atau pakaian boneka
- Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
- Senang menyebut kata-kata baru
- Senang bertanya-tanya sesuatu
- Menjawab pertanyaan dengan kata-kata ynag benar
- Bicaranya mudah dimengerti
- Bisa membandingkan/ membedakan sesuatu dari ukurandan bentuknya
- Menyebut angka, menghitung jari, menyebut nama-nama hari
- Berpakaian sendiri tanpa dibantu
- Menggosok gigi tanpa dibantu
- Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
j. Umur 60-72 bulan
- Berjalan lurus
- Menggambar orang lengkap
- Menangkap bola kecil dengan kedua tangkap
- Menggambar segi 4
- Mengerti arti lawan kata
- Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata
- Menjawab pertanyaan tentang benda dan kegunaannya
- Mengenal angka, bisa menghitung angka 5-10
- Mengenal warna-warni
- Mengungkap simpati
- Berpakaian sendiri tanpa dibantu

4. Tugas perkembangan anak


Pembagian tugas-tugas perkembangan untuk masing-masing fase dari sejak masa bayi
sampai usia lanjut dikemukakan oleh Havighurst sebagai berikut:
a) Masa bayi dan anak-anak
1) Belajar berjalan
2) Belajar makan makanan padat
3) Belajar berbicara
4) Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh
5) Mencapai stabilitas fisiologik
6) Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial
7) Belajar kontak perasaan dengan orang tua, keluarga, dan orang lain
8) Belajar mengetahui mana yang benar dan yang salah serta mengembangkan kata
hati.
b. Masa anak sekolah
1) Belajar ketangkasan fisik untuk bermain
2) Pembentukan sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai organism yang
sedang tumbuh
3) Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak-anak sebaya
4) Belajar peranan jenis kelamin
5) Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis, dan berhitung
6) Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan guna keperluan
kehidupan sehari-hari
7) Mengembangkan kata hati moralitas dan skala nilai-nilai
8) Belajar membebaskan ketergantungan diri
9) Mengembangkan sikap sehat terhadap kelompok dan lembaga-lembaga
c. Masa remaja
1) Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif
2) Menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita
3) Menginginkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggungjawab social
4) Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
5) Belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-anak laki-laki
6) Perkembangan skala nilai
7) Secara sadar mengembangkan gambaran dunia yang lebih adekuat
8) Persiapan mandiri secara ekonomi
9) Pemilihan dan latihan jabatan
10) Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
d. Dewasa awal
1) Mulai bekerja
2) Memilih pasangan hidup
3) Belajar hidup dengan suami/atau istri
4) Mulai membentuk keluarga
5) Mengasuh anak
6) Mengelola/mengemudikan rumah tangga
7) Menerima/mengambil tanggung jawab Negara
8) Menemukan kelompok sosial yang menyenangkan
e. Masa usia madya/masa dewasa madya
1) Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis
2) Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
3) Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung
jawab dan berbahagia
4) Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan
5) Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa
6) Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh.

5. Penilaian pertumbuhan fisik


Ukuran Antropometrik
Pertumbuhan fisik anak pada umumnya dinilai dengan menggunakan
ukuranantropometrik yang dibedakan menjadi 2 kelompok yang meliputi:
a. tergantung umur yaitu berat badan (BB) terhadap umur, tinggi badan (TB)
terhadap umur, lingkaran kepala (LK) terhadap umur dan lingkaran lengan atas
(LLA) terhadap umur. Untuk dapat memberikan pemaknaan secara klinis pada
parameter tersebut diperlukan keterangan yang akurat mengenai tanggal lahir
anak.Kesulitannya adalah di daerah-daerah tertentu, penetapan umur anak
kurang tepat karena orang tua tidak ingat bahkan tidak ada catatan mengenai
tanggal lahirnya.
b. tidak tergantung umur yaitu berat badan terhadap tinggi badan
(BB/TB),lingkaran lengan atas (LLA) dan tebal lipatan kulit (TLK).

6. Pengkajian SDIDTK/DDTK
Deteksi Dini Perkembangan adalah kegiatan/pemeriksaan untuk mengetahui
perkembangan anak normal atau ada penyimpangan.
Jenis Deteksi Dini Tumbuh Kembang
a. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
b. Deteksi dini perkembangan
c. Deteksi dini penyimpangan mental emosional
Alat Yang Diperlukan
a. Lembar formulir DDTK
b. Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan test dan
penilaian.
Prosedur DDTK terdiri dari 2 tahap :
a. Tahap Pertama
Secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia :
1) 3 – 6 bulan
2) 9 – 12 bulan
3) 18 – 24 bulan
1) 3 tahun
2) 4 tahun
3) 5 tahun
b. Tahap Kedua
Dilakukan pada anak yang dicurigai adanya hambatan perkembangan kemudian
dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik lengkap.
Instrumen Tumbuh Kembang Anak
a. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
- Jadwal :3, 6, 9....24, 30....72 bulan
- Pelaksana :Tenaga kesehatan, guru TK, dan petugas terlatih.
- Alat / Instrumen :
1. Formulir
2. Alat Bantu
- Cara :
1. Tentukan umur
2. Pilih formulir sesuai umur bayi
3.Beritahukan pada ibu agar tidak ragu–ragu dalam menjawab
pertanyaan
- Interpretasi :
1. Hitung berapa jumlah jawaban “YA”
2. Jawaban “TIDAK”
- Intervensi :
1. S (YA = 9 – 10)
2. M (YA = 7 – 8)
3. P (YA = < 6
b. Tes Daya Dengar (TDD)
- Tujuan :
Menemukan gangguan pendengaran sejak dini, agar dapat segera ditindak lanjuti
untuk tingkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak.
- Jadwal :
1. Tiap 3 bulan pada bayi umur < 12 bulan
2. Tiap 6 bulan umur 12 bulan ke atas
- Pelaksana :
1. Tenaga Kesehatan
2. Guru TK
3. PAUD (Pusat Pendidikan Anak Usia Dini)
4. Petugas Terlatih
- Cara :
1. Tentukan Umur
2. Pilih formulir yang sesuai
3. Anak < 24 bulan: ditanyakan pada orang tua jika jawaban “YA”
bila bisa melakukan 1 bulan terakhir, jawaban “TIDAK” bila anak
tidak bisa melakukan 1 bulan terakhir.
Anak > 24 bulan: pertanyaan yang ditujukan pada orang tua untuk
dikerjakan anak
- Interpretasi :Mengalami kemungkinan gangguan pendengaran (ada 1 atau >
jawaban tidak) cacat
-Intervensi :Tindak lanjut sesuai buku paduan, rujuk ke RS bila tidak dapat
ditanggulangi.

c.Tes Daya Lihat (TDL)


- Tujuan :
Deteksi dini kelainan daya lihat agar dapat segera ditanggulangi sehingga
kesempatan memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih.
- Jadwal : Tiap 6 bulan (3 – 6 tahun)
- Pelaksana :
1. Tenaga Kesehatan
2. Guru TK
3. PAUD
4. Petugas Terlatih
- Alat :
1. Ruangan yang bersih
2. 2 kursi
3. Poster “E”
4. Alat penunjuk
- Cara :
1. Pilih ruangan bersih, tenang, penyinaran baik
2. Gantungkan poster “E” setinggi mata anak
3. Letakkan kursi sejauh 3 meter
4. Letakkan kursi untuk pemeriksa
5.Tunjukkan huruf “E” yang ada di poster, perintahkan anak untuk
mengarahkan kartu “E” yang dipegangnya sesuai dengan kartu “E”
yang ada pada poster.
6.Tutup mata bergantian
7.Beri pujian
8. Tulis baris “E” terkecil yang bisa dilihat
- Interpretasi:Kemungkinan mengalami gangguan penglihatan bila
tidak bisa melihat baris ke 3 pada kartu “E”
- Intervensi : Minta anak datang lagi. Bila tetap rujuk

d. KMME (Kuesioner Masalah Mental Emosional)


-Tujuan:Deteksi dini penyimpangan masalah mental emosional pada anak pra
sekolah
- Jadwal:Tiap 6 bulan pada anak umur 36 – 72 bulan
- Alat:KMME
- Cara :
1.Tanyakan secara jelas, satu persatu pada orang tua
2.Catat jumlah jawaban “YA”
- Interpretasi:Bila ada jawaban “YA” → kemungkinan +
- Intervensi :
1.Bila ada jawaban “YA” beri konseling pada orang tua dengan buku
pedoman pola asuh anak yang mendukung perkembangan. Lakukan
evaluasi 3 bulan → tetap → rujuk.
2. Bila jawaban “YA” 2 / > → rujuk

e. CHAT (Checklist for Autism in Toddlers)


- Tujuan : Deteksi dini autis pada anak umur 18 – 36 bulan
- Jadwal : Atas indikasi ada keluhan dari orang tua/pengasuh/guru TK mengenai :
1. Keterlambatan bicara
2. Gangguan komunikasi / interaksi sosial
3. Perilaku berulang–ulang
- Alat :CHAT CARDS
- Cara :
1. Ajukan pertanyaan dengan lambat, dan jelas pada orang tua
2. Lakukan pengamatan kemampuan anak
3. Catat
- Interpretasi :
1. Resiko tinggi menderita autis → tidak pada A3, A7, B2, B3, B4
2. Resiko rendah menderita autis → tidak A7 dan B4
3. Kemungkinan gangguan pendengaran → “TIDAK” jumlahnya 3 pada A1
– A4, A6, A8, A9, B1, B5
4. Anak dalam batas normal, bila tidak dalam kategori 1, 2, 3
-Intervensi: Bila anak resiko menderita autis dan kemungkinan ada
gangguan perkembangan → rujuk ke RS yang memiliki fasilitas
kesehatan jiwa / tumbuh kembang anak

f. GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas)


-Tujuan :Deteksi Dini anak adanya gangguan pemusatan perhatian dan
hiperaktivitas
- Jadwal :
Atas indikasi ada keluhan dari orang tua / pengasuh / guru TK mengenai :
1. Anak tidak bisa duduk tenang
2. Anak selalu bergerak tanpa tujuan dan tidak mengenal lelah
3. Perubahan suasana hati yang mendadak / impulsif
-Alat:Formulir GPPH
-Cara :
1. Ajukan pertanyaan
2. Lakukan pengamatan
3. Keadaan diamati pada anak dimanapun dia berada
4. Catat
- Interpretasi :
Beri nilai
0 → tidak ditemukan
1→ kadang – kadang
2 → sering ditemukan
3 → selalu ada
- Intervensi :
Bila total 13 → uji ulang 1 bulan lagi
Anak dengan GPPH → perlu dirujuk ke RS

7. Masalah pertumbuhan dan perkembangan anak (NANDA)


a. Risiko pertumbuhan tidak proposional
b. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan
c. Risiko keterlambatan perkembangan

8. Intervensi dan penatalaksanaan pada masalah pertumbuhan dan perkembangan

Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Keterlambatan NOC NIC


pertumbuhan dan  Growth and Peningkatan perkembangan
perkembangan Development, Delayed anak dan remaja
Definisi : Penyimpangan /  Nutrition Imbalance  Kaji faktor penyebab
kelainan dan aturan Less Than Body gangguan perkembangan
kelompok usia anak
 Requirements :
 Indentifikasi dan
Batasan Karakteristik : gunakan sumber
 Gangguan Kriteria Hasil : pendidikan untuk
pertumbuhan fisik  Anak berfungsi memfasilitasi
 Penurunan waktu optimal sesuai perkembangan anak yang
respon tingkatannya optimal

 Keluarga dan anak


 Terlambat dalam  Berikan perawatan
mampu menggunakan
melakukan keterampilan yang konsisten
koping terhadap
umum kelompok usia
tantangan karena  Tingkatkan komunikasi
 Kesulitan dalam adanya verbal dan stimulsi taktil
melakukan keterampilan ketidakmampuan  Berikan instruksi
umum kelompok usia
 Keluarga mampu berulang dan sederhana
 Afek datar mendapatkan sumber-  Berikan reinforcement
sumber sarana
 Ketidakmapuan positif atas hasil yang
komunitas
melakukan aktivitas dicapai anak
perawatan diri yang  Kematangan fisik :  Dorong anak
sesuai dengan usia wanita : perubahan fisik melakukan perawatan
normal pada wanita
 Ketidakmampuan sendiri
yang terjadi dengan
aktivitas pengendalian
transisi dan masa kanak-  Manajemen perilaku
dan perawatan diri yang
kanak ke dewasa anak yang sulit
sesuai dengan usianya

 Kematangan fisik :  Dorong anak


 Lesu/tidak
pria perubahan fisik melakukan sosialisasi
bersemangat
normal pada wanita dengan kelompok

yang terjadi dengan  Ciptakan lingkungan


Faktor Yang Berhubungan : transisi dari masa yang aman
 Efek ketunadayaan kanak-kanak ke dewasa
fisik Nutritional Management :
 Defisiensi lingkungan  Status nutrisi  Kaji keadekuatan
seimbang asupan nutrisi (misainya
 Pengasuhan yang
kalori, zat gizi)
tidak adekuat  Berat badan
 Tentukan makanan
 Reponsivitas yang yang disukai anak
tidak konsisten
 Pantau kecenderungan
 Pengabaian kenaikan dan penurunan
berat badan
 Pengasuh ganda

 Ketergantungan yang Nutrition Theraphy :

terprogram  MenyeIesaikn penilaian


gizi, sesuai
 Perpisahan dari orang  Memantau makanan /
yang dianggap penting cairan tertelan dan
menghitung asupan kalori
 Defisiensi stimulasi
harian, sesuai

 Memantau kesesuaian
perintah diet untuk
memenuhi kebutuhan gizi
sehari-hari, sesuai

 Kolaborasi dengan ahli


gizi, jumlah kalori dan
jenis nutrisi yang
dibutuhkan

 untuk memenuhi
persyaratan gizi yang
sesuai

 Pilih suplemen gizi,


sesuai

 Dorong pasien untuk


memilih makanan
semisoft, jika kurangnya
air liur menghalangi
menelan

 Mendorong asupan
makanan tinggi kalsium,
sesuai

 Mendorong asupan
makanan dancairan tinggi
kalium, yang sesuai

 Pastikan bahwa diet


termasuk makanan tinggi
kandungan serat untuk
mencegah konstipasi

 Memberikan pasien
dengan tinggi protein,
tinggi kalori, makanan dan
minuman bergizi jari yang
dapat mudah dikonsumsi,
sesuai .Administer
menyusui enterai, sesuai

Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Resiko ketertambatan NOC NIC


perkembangan  Growth and Pendidikan orang tua :
Definisi : Berisiko mengalami development delayed masa bayi
keterlambatan 25% atau lebih  Family Coping  Ajarkan kepada orang
pada satu atau lebih area tua tentang penanda
 Breastfeeding
social atau perilaku regulasi perkembangan normal
diri, atau pada keterampilan ineffective  Demonstrasikan
kognitif, bahasa, motorik aktivitas yang menunjang
 Nutritional Status :
kasar atau halus perkembangan
nutrient intake
 Tekankan pentingnya
Faktor Resiko:  Parenting
perawatan prenatal sejak
Prenatal Performance
dini
 Kemiskinan
 Gangguan endokrin  Ajarkan ibu mengenai
Kritena Hasil :
pentingnya berhenti
 Gangguan genetik  Recovery adanya
mengkonsumsi alcohol,
kekerasan
 Buta huruf merokok, dan obat-
 Recovery : kekerasan
obatan selama kehamilan
 Nutrisi tidak adekuat emosional
 Ajarkan cara-cara
 Asuhan prenatal tidak  Recovery neglect
memberikan rangsangan
adekuat
 Performance orang yang berarti untuk ibu
 Infeksi tua : pola asuh prenatal dan bayi

 Kurang perawatan  Pengetahuan orang  Ajarkan tentang


prenatal tua terhadap perilaku yang sesuai

perkembangan anak dengan usia anak


 Perawatan prenatal
meningkat
yang telat  Ajarkan tentang

 Berat badan = index mainan dan benda-benda


 Usia ibu < 15 tahun
masa tubuh yang sesuai dengan usia
 Usia ibu > 35 tahun anak
 Perkembangan anak 1
 Substance abuse bulan : penanda  Berikan model peran

perkembangan fisik, intervensi perawatan


 Kehamilan yang tidak
kognitif, dan psikososial perkembangan untuk
direncanakan
pada usia 1 bulan bayi kurang bulan
 Kehamilan yang tidak (prematur)
diinginkan  Perkembangan anak 2
bufan : penanda  Diskusikan hal-hal
Individual perkembangan fisik, terkait kerjasama antara
 Anak yang diadopsi kognitif, dan psikososial orang tua dan anak
 Gangguan perilaku usia 2 bulan

 Kerusakan otak (mis :  Perkembangan anak 4


perdarahan pada periode bulan : penanda
postnatal, bayi yang perkembangan fisik,
diayun, kognitif, dan psikososial
usia 4 bulan
 penganiayaan,
kecelakan)  Penuaan fisik:
perubahan normal fisik
 Penyakit kronis
yang biasanya sering
 .Gangguan kongenital terjadi seiring penuaan
usia
 Kegagalan untuk
tumbuh  Kematangan fìsik
wanita dan pria :
 Anak asuh
perubahan fisik normal
 Sering mengalami pada wanita yang terjadi
otitis media dengan transisi dan masa
kanak-kanak ke dewasa
 Gangguan genetik
 Fungsi
 Gangguan
gastrointestinal anak
pendengaran
adekuat
 Nutrisi yang tidak
 Makanan dan asupan
adekuat
cairan bergizi
 Keracunan timbale
 Kondisi gizi dekuat
 Bencana alam

 Penampisan obat
tergolong positif

 Prematuritas
 Kejang

 Penyalahgunaan zat

 Bergantung pada
teknologi

 Efek samping terkait


pengobatan (mis;
kemoterpi, terapi radiasi,
agens farmaseutikal)

 Gangguan penglihatan

Lingkungan
 Kemiskinan
 Perilaku kekerasaan