Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

BIOMEDIK

PENEMUAN Y ANG BERHUBUNGAN DENGAN MIKR OBIOLOGI

BIOMEDIK PENEMUAN Y ANG BERHUBUNGAN DENGAN MIKR OBIOLOGI KELA S KEL OMPOK ANG GOTA OLEH :

KELA S

KEL OMPOK

ANG GOTA

OLEH :

: K3

: 5

:

KAD EK ASTITI NADI

(J1A115172)

ANDI KA JAYA AMAR

(J1A117016)

TRY SAPUTRA HABIBI

(J1A117142)

WIND A SARI ONDJO

(J1A117285)

ENI S UWARNY

(J1A117310)

RAH MA WINDI ASTUTI

(J1A117327)

FA KULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2018

(J1A117310) RAH MA WINDI ASTUTI (J1A117327) FA KULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2018 i

i

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Wr.wb

Marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat ALLah SWT, sesungguhnya hanya berkat izinNya kami dapat menyelesaikan makalah kami ini, kami menyadari bahwa makalah ini banyak terdapat kekurangannya oleh karena itu, kami mengharapkan sumbangsi dari semua pihak yang terkait baik berupa arahan dan masukan, kritik agar menjadi batu loncatan buat kami untuk membuat makalah yang lebih baik, semoga dengan adannya makalah ini mampu menjadi bahan diskusi yang aktif.

Sekian dan kami ucapkan terima kasih

Wassalam

ii

Penulis

DAFTAR ISI

SAMPUL

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

1

B. Rumusan Masalah

1

C. Tujuan

1

BAB II. PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Mikrobiologi

2

B. Penemuan Yang Berhubungan Dengan Mikrobiologi

2

BAB III. PENUTUP

 

A. Kesimpulan

11

B. Saran

12

DAFTAR PUSTAKA

iii

A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

1
1

Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang melainkan dengan bantuan mikroskop. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau kadang-kadang disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik (Anonymous. 2008). Dalam sejarah kehidupan, mikroorganisme telah banyak sekali memberikan peran sebagai bukti keberadaannya. Mulai dari pembentukan minyak bumi di dasar-dasar samudra sampai proses pembuatan tempe, semuanya merupakan pekerjaan mikroorganisme. Bukan Cuma itu, sekarang mikroorganisme telah digunakan dalam pembuatan antibiotika, berbagai bahan makanan, sampai pada teknik rekayasa genetika modern. Begitu banyak dan dominannya peranan mikroorganisme dalam kehidupan ini menjadi salah satu unsur dalam cakupan mikrobiologi (Ali, Iqbal. 2008). Mikroorganisme yang merugikan, antara lain yang sering menyebabkan berbagai penyakit (hewan, tumbuhan, manusia), diantaranya: flu burung dan flu babi yang akhir-akhir ini menggemparkan dunia termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh salah satu jenis mikroorganisme yaitu virus. Selain itu, juga terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

B. Rumusan Masalah

1)

Apakah yang dimaksud dengan mikrobiologi?

2)

Penemuan apa sajakah yang behubungan dengan mikrobiologi?

C. Tujuan

1)

Agar kita dapat memahami apa yang dimaksud dengan mikrobiologi.

2) Agar kita dapat memahami penemuan-penemuan apa sajakah yang berhubungan dengan mikrobiologi.

1

2
2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Mikrobiologi

Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang melainkan harus menggunakan bantuan mikroskop. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau sering disebut mikroba ataupun jasad renik. Saat ini, mikrobiologi sangat berkembang luas pada berbagai bidang ilmu pengetahuan, misalnya pertanian, industri, kesehatan, lingkungan hidup, bidang pangan, bahkan bidang antariksa (Waluyo, 2009). Dalam mikrobiologi, dibutuhkan suatu teknik khusus untuk mempelajari mikroorganisme. Di laboratorium mikrobiologi dan bakteriologi untuk menumbuhkan dan mempelajari sifat-sifat mikroorganisme seperti bakter diperlukan suatu media sebagai tempat pertumbuhan mikroorganisme (Collyn and Lyne, 1987). Pengembangan media kultur bakteri memegang peranan yang sangat penting di bidang mikrobiologi. Dengan mengisolasi suatu bakteri dan menumbuhkanya dengan media buatan kita dapat mengidentifikasi, dan mempelajari sifat suatu bakteri.

dapat mengidentifikasi, dan mempelajari sifat suatu bakteri. B. Penemuan Yang Berhubungan Dengan Mikrobiologi 1.

B. Penemuan Yang Berhubungan Dengan Mikrobiologi

1. Bacillus anthracis penyebab penyakit anthrax,di temukan oleh Rayer dan Davine tahun 1850; Pollender 1855. Bacillus anthracis adalah bakterium Gram-positif berbentuk tangkai yang berukuran sekitar 1x6 mikrometer dan merupakan penyebab penyakit antraks. B. anthracis adalah bakterium pertama yang ditunjukkan dapat menyebabkan penyakit. Hal ini diperlihatkan oleh Robert Koch pada tahun 1877. Nama anthracis berasal dari bahasa Yunani anthrax ( ), yang berarti batu bara, merujuk kepada penghitaman kulit pada korban. Bakteria ini umumnya terdapat di tanah dalam bentuk spora, dan dapat hidup selama beberapa dekade dalam bentuk ini. Jika memasuki sejenis herbivora, bakteria ini akan mulai berkembang biak

2

3

dalam hewan tersebut dan akhirnya membunuhnya, dan lalu terus berkembang biak di bangkai hewan tersebut. Saat gizi-gizi hewan tersebut telah habis diserap, mereka berubah bentuk kembali ke bentuk spora. Bacillus anthracis mempunyai gen dan ciri-ciri yang menyerupai Bacillus cereus, sejenis bakterium yang biasa ditemukan dalam tanah di seluruh dunia, dan juga menyerupai Bacillus thuringiensis, pantogen kepada larva Lepidoptera.

2. Mycobacterium leprae penyebab penyakit lepra,di temukan oleh Hansen tahun

1874.

Penyakit Hansen atau Penyakit Morbus Hansen yang dahulu dikenal sebagai penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, hingga ditemukan bakteri Mycobacterium lepromatosis oleh Universitas Texas pada tahun 2008, yang menyebabkan endemik sejenis kusta di Meksiko dan Karibia, yang dikenal lebih khusus dengan sebutan diffuse lepromatous leprosy. Sedangkan bakteri Mycobacterium leprae ditemukan oleh seorang ilmuwan Norwegia bernama Gerhard Henrik Armauer Hansen pada tahun 1873 sebagai patogen yang menyebabkan penyakit yang telah lama dikenal sebagai lepra. Saat ini penyakit lepra lebih disebut sebagai penyakit Hansen, bukan hanya untuk menghargai jerih payah penemunya, melainkan juga karena kata leprosy dan leper mempunyai konotasi yang begitu negatif, sehingga penamaan yang netral lebih diterapkan untuk mengurangi stigma sosial yang tak seharusnya diderita oleh pasien kusta. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath.

3

4

3. Neisseria gonorrhoea penyebab penyakit gonorrhoea,di temukan oleh Neisser

tahun 1879; Bumm 1880. Kencing nanah atau gonore (bahasa Inggris: gonorrhea atau gonorrhoea) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae

menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum,

yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan

bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi. Gonorhea merupakan penyakit infeksi yang menyerang lapisan epitel (lapisan paling atas dari suatu jaringan). Bila tidak diobati, infeksi ini akan menyebar ke jaringan yang lebih dalam. Biasanya membentuk koloni di daerah mukosa, orofaring, dan anogenital.

4. Plasmodium malaria penyebab penyakit malaria di temukan Charles Laverans tahun 1880.

5. Diplococcus pneumonia penyebab penyakit pneumonia (radang paru-paru) di temukan oleh Louis Pasteur; Sterenberg tahun 1880.

Radang paru-paru atau pneumonia adalah infeksi yang terjadi secara akut ataupun kronis didalam jaringan paru-paru. Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Di amerika, pneumonia akut termasuk peringkat pertama penyakit infeksi penyebab kematian dan secara umum urutan ke 6 penyakit penyebab kematian.

6. Salmonella typhi penyebab penyakit typhus abdominalis, di temukan oleh Eberth tahun 1880; Gaffky tahun 1884.

7. Streptococcus pyogenes penyebab radang bernanah,di temukan oleh Robert Koch, Ogston tahun 1882; Fehleisen tahun 1883; Rosenbach tahun 1884.

Streptococcus pyogenes merupakan bakteri Gram positif, nonmotil, tidak berspora, membentuk kokus yang berbentuk rantai, berdiameter 0,6 - 1,0 mikrometer dan fakultatif anaerob. Bakteri ini melakukan metabolisme secara fermentasi. Streptococcus pyogenes digolongkan ke dalam bakteri hemolitik-

4

5

,sehingga membentuk zona terang bila ditumbuhkan dalam media agar darah (Cunningham, 2000).

8. Vibro Cholera penyebab penyakit cholera asiatica,di temukan oleh Robert Kock tahun 1883.

Vibrio cholerae adalah salah satu bakteri yang masuk dalam family Vibrionaceae selain dari Aeromonas dan Plesiomonas, dan merupakan bagian dari genus Vibrio. Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1884 dan sangat penting dalam dunia kedokteran karena menyebabkan penyakit kolera. Vibrio cholerae banyak ditemui di permukaan air yang terkontaminasi dengan feces yang mengandung kuman tersebut, oleh karena itu penularan penyakit kolera ini dapat melalui air, makanan dan sanitasi yang buruk.

9. Corinebacterium diphtheria penyebab diphtheria,di temukan oleh Klebs tahun

1883; Loeffler tahun 1884. Corynebacterium diphtheriae adalah bakteri patogen yang menyebabkan difteri. Bakteri ini dikenal juga sebagai basillus Klebs-Löffler karena ditemukan pada 1884 oleh bakteriolog Jerman, Edwin Klebs (1834-1912) dan Friedrich Löffler (1852-1915). Diphtheriae adalah makhluk anaerobik fakultatif dan Gram positif, ditandai dengan tidak berkapsul, tidak berspora, tak bergerak, dan berbentuk batang 1 hingga 8 µm dan lebar 0,3 hingga 0,8 µm. Pada kultur, kelompok bakteri ini akan berhubungan satu sama lain dan membentuk seperti huruf Tionghoa, banyak strain C, diphtheriae yang memproduksi racun difteri, sebuah eksotoksin protein, dengan berat molekul 62 kilodalton. Ketidakaktifan racun dengan serum antiracun merupakan dasar dalam vaksinasi antidifteri. Produksi racun akan terjadi bila bakteri diinfeksi oleh sebuah bakteriofaga.Terdapat tiga subspesies yang dikenal yakni: C. diphtheriae mitis, C. diphtheriae intermedius, dan C. diphtheriae gravis.

5

6

10. Clostridium tetani penyebab tetanus,di temukan oleh Nicoliner tahun 1884; Kitasato tahun 1889.

Clostridium tetani adalah bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus. Bakteri ini memiliki bentuk morfologi menyerupai batang, dengan bagian bulat pada ujungnya yang menyerupai penabuh genderang. Bakteri ini mampu membentuk spora saat kondisi lingkungan tempat hidupnya bersifat kurang mendukung pertumbuhannya. Bakteri ini terdapat pada bagian luar tubuh manusia dan tersebar luas di tanah. Sifat patogen bakteri ini akan terjadi bila tubuh terluka dan terjadi luka yang dalam, seperti luka tusukan paku, pecahan kaca, atau luka yang terkena kotoran.

11. Niesseria meningitides (Meningococcus) penyebeb meningitis (radang selaput otak), ditemukan oleh Weichselbaum tahun 1887.

selaput otak), ditemukan oleh Weichselbaum tahun 1887. bakteri gram-negatif penyebab penyakit meningitis dan

bakteri gram-negatif penyebab penyakit

meningitis dan meningococcemia. Bakteri ini pertama kali diisolasi pada tahun 1887. Karakteristik dari N. meningitidis adalah aerobik dan berbentuk diplokokus.

Bakteri ini dapat menghasilkan kapsul polisakarida dan enzim oksidase. Penyebaran bakteri ini umumnya melalui pernapasan atau respirasi. Endotoksin yang dihasilkan N. meningitidis dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan.

Neisseria meningitidis adalah

12. Virus di temukan oleh Dmitri lwanowski (1892). Martinus Beijerinck dan Wonogradsky tahun 1898. Seorang ilmuwan Rusia bernama Dimitri Ivanowsky melakukan percobaan menyaring getah tanaman tembakau berpenyakit dengan saringan yang didesain khusus untuk menyaring bakteri. Kemudian hasil saringan ditularkan pada tanaman sehat. Ternyata filtrat masih menimbulkan penyakit mosaik pada tembakau sehat. Seperti halnya Mayer, Ivanowsky berkesimpulan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri patogenik yang sangat kecil atau bakteri penghasil toksin yang dapat melewati saringan.

6

7

Seorang ahli botani Belanda bernama Martinus Beijerinck melakukan eksperimen yang membuktikan bahwa agen penginfeksi yang terdapat di dalam getah tembakau dapat berkembang biak. Beijeinck menyemprotkan getah yang telah disaring ke tanaman lainnya. Setelah tanaman tersebut sakit, maka getahnya digunakan untuk menginfeksi tanaman berikutnya, dan seterusnya hingga beberapa kali pemindahan. Ternyata, kemampuan patogen tersebut tidak berkurang setelah beberapa kali pemindahan. Berbeda dengan bakteri, agen penginfeksi tersebut tidak dapat dikembangbiakan dalam medium nutrisi di dalam cawan petri dan tidak dapat dinonaktifkan dengan alkohol. Beijerinck memperkirakan agen penginfeksi tersebut adalah partikel yang jauh lebih kecil dan lebih sederhana daripada bakteri. Ia menyebutnya virus lolos saring (filterable virus). Organisme ini awalnya dinamakan Bacillus aerogenes capsulatus yang kemudian berganti nama menjadi Perfringens baccilus ,Clostridium welchii, dan

menjadi Perfringens baccilus ,Clostridium welchii , dan sekarang dikenal dengan Clostridium perfringens . 13.

sekarang dikenal dengan Clostridium perfringens.

13. Clostridium perfringens penyebab gasgangrene,di temukan oleh Welch dan Nuttal tahun 1892.

14. Shigella dysenteriae penyebab disentri basiller,di temukan oleh Shiga tahun

1898.

Shigella dysenteriae ditemukan oleh Shiga (1889 & 1901), Kruse (1900), dan Schmitzii (1927) merupakan salah satu dari 4 spesies Shigella (S. dysenteriae, S. flexneri, S. boydii, S. sonnei). Shigella spp. merupakan bakteri penyebab disentri atau shigellosis pada manusia dan beberapa primata yang telah dikenali sejak tahun 1890an. Shigella spp. endemik di daerah Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Shigellosis merupakan penyakit diare yang disebabkan terjadinya inflamasi akut pada tractus intestinum.

15. Shigella flexneri penyebab disentri basiler juga, di temukan oleh Flexner tahun

1900.

7

pada tractus intestinum . 15. Shigella flexneri penyebab disentri basiler juga, di temukan oleh Flexner tahun

8

16. Treponema pallid penyebab syphilis, di temukan oleh Scahudin dan Hoffman tahun 1905.

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang sangat infeksius, disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral, Treponema pallidum subspesies pallidum. Schaudinn dan Hoffmann pertama kali mengidentifikasi Treponema pallidum sebagai penyebab sifilis pada tahun 1905. Schaudin memberi nama organisme ini dari bahasa Yunani trepo dan nema, dengan kata pallida dari bahasa Latin. Angka sifilis di Amerika terus menurun sejak tahun 1990, jumlahnya dibawah 40.000 kasus per tahun.

17. Boredetella perussis penyebab pertussis, di temukan oleh Bordet dan Gengou tahun 1906.

Pertusis (batuk rejan) disebut juga whooping cough, tussis quinta, violent cough, dan di Cina disebut batuk seratus hari. Pertusis adalah penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan yang disebabkan oleh Bordetella pertussis, bakteri Gram-negatif berbentuk cocobasilus. Organisme ini menghasilkan toksin yang merusak epitel saluran pernapasan dan memberikan efek sistemik berupa sindrom yang terdiri dari batuk yang spasmodik dan

paroksismal disertai nada mengi karena

yang spasmodik dan paroksismal disertai nada mengi karena pasien berupaya keras untuk menarik napas, sehingga pada

pasien berupaya keras untuk menarik

napas, sehingga pada akhir batuk disertai bunyi yang khas. Sampai saat ini manusia dikenal sebagai satu-satunya tuan rumah dan penularannya melalui udara secara kontak langsung dari droplet penderita selama batuk. Pertusis merupakan salah satu penyakit yang paling menular yang dapat menimbulkan attack rate sebesar 80-100% pada penduduk yang rentan, dengan pertama kali dikenali pada abad pertengahan (tahun 1640) oleh Guillaume de Baillou dan isolasi B. pertussis sebagai etiologi dilaporkan oleh Bordet dan Gengou pada tahun 1906.

18. Rickettsia di temukan oleh Ricketts tahun 1909.

Penyakit riketsia (Rickettsia) adalah infeksi yang disebabkan oleh kelompok bakteri gram negatif dari golongan Rickettsiae, Ehrlichia, Orientia, dan Coxiella. Nama Rickettsia diambil dari seorang peneliti dan juga ahli patologi Amerika, Howard Taylor Ricketts. Beliau akhirnya wafat karena terkena penyakit

8

9

turunan tifus yang sedang ditelitinya. Meskipun namanya serupa dengan kelainan karena kekurangan vitamin D, yaitu rickets, bakteri Rickettsia bukanlah penyebabnya. Penyakit ini bersifat endemik hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Endemik berarti keadaan suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang frekuensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama.

19. Metchnikoff (1845-1916) membuktikan bahwa leucocyte (sel darah putih) merupakan alat pertahanan tubuh terhadap infeksi karena dapat memakan mikroba yang masuk ke dalam tubuh, seperti halnya moeba (cellular immunity).

20. Kitasato dan Behring (tahun 1890) menemukan Diphteri antitoxin dan Tetanus antitoxin.

Mulai dari pengamatan pada tindakan iodoform, Behring mencoba

mencari apakah desinfeksi dari organisme hidup mungkin akan diperoleh jika hewan yang disuntik dengan materi yang telah diobati dengan berbagai disinfektan. Di atas semua percobaan dilakukan dengan difteri dan tetanus basil. Mereka mengarah ke pengembangan terkenal dari jenis baru terapi untuk kedua penyakit. Pada 1890 Behring dan S. Kitasato menerbitkan penemuan mereka yang lulus dosis disterilisasi difteri atau brothcultures dari basil tetanus menyebabkan

darah mereka, zat-zat yang dapat

hewan untuk menghasilkan, di dalam

menetralkan racun yang dihasilkan bakteri ini (antitoxins). Mereka juga menunjukkan bahwa dengan demikian antitoxins dihasilkan oleh satu binatang bisa mengimunisasi hewan lain dan hal itu bisa menyembuhkan binatang benar- benar menunjukkan gejala difteri. Penemuan besar ini segera dikonfirmasikan dan berhasil digunakan oleh pekerja lain.

benar menunjukkan gejala difteri. Penemuan besar ini segera dikonfirmasikan dan berhasil digunakan oleh pekerja lain. 9

9

10

tubuh

yang dapat menahan serangan bibit penyakit (mikroba) dan bersifat sangat

spesifik (humoral immunity).

Di Frankfurt ia terus mencari agen kimia lainnya untuk digunakan melawan penyakit. Ia berkolaborasi dengan kerja kimia Casella yang berdekatan, yang mendanai contoh senyawa kimia baru yang diproduksi di laboratotiumnya buatnya untuk menguji kegiatan biologis. Pada 1906 Georg-Speyer-Haus, sebuah lembaga penelitian untuk kemoterapi, didirikan dengan stafnya sendiri di bawah arahan Ehrlich. Sebagian program riset itu dipandu teori Ehrlich bahwa kemampuan molekul obat pembasmi kuman penyakit bergantung pada strukturnya, khususnya sisi rantainya, yang bisa berikatan pada organisme yang menyebabkan penyakit. Produk paling berhasil dari penyelidikan ini ialah Salvarsan (1909-1910) dihidroksi diaminoar senobenzenadihidroklorida dan Neosalvarsan (1912), obat paling efektif untuk mengobati sifilis hingga ditemukannya antibiotik pada 1940-an.

21. Paul Erhlich (1854-1916) mengemukakan adanya antibody di dalam

22. Landsteiner (Tahun 1901) menemukan penggolongan darah system A, B, dan

O.

Pada tahun 1900 Karl Landsteiner menemukan bahwa darah dua orang menggumpal dan pada tahun 1901 ia menemukan bahwa efek ini di sebabkan oleh kontak darah dengan serum darah. Akibatnya ia berhasil mengidentifikasi tiga golonhgan darah A,B,dan O yang ia sebut C,darah manusia. Landsteiner juga mengemukakan bahwa tranfusi darah antara orang-orang dengan golongan darah yang sama tidak menyebabkan kerusakkan sel-sel darah. Berdasarkan temuannya,pada tahun 1907 tranfusi darah pertama berhasil di lakukan oleh Reuben ottenberg di rumah sakit Mount Sinai di New York.

23. Alexander Fleming menemukan penicillin tahun 1945. Alexander Fleming adalah ilmuwan Skotlandia yang berhasil menemukan penisilin, yaitu sejenis antiabiotik yang di hasilkan oleh jamur penicilium notatum. Zat temuannya ini dapat di gunakan untuk membunuh banyak jenis bakteri yang berbahaya bagi tubuh manusia.

10

BAB III

PENUTUP

11
11

A. Kesimpulan Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang melainkan harus menggunakan bantuan mikroskop. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau sering disebut mikroba ataupun jasad renik. Saat ini, mikrobiologi sangat berkembang luas pada berbagai bidang ilmu pengetahuan, misalnya pertanian, industri, kesehatan, lingkungan hidup, bidang pangan, bahkan bidang antariksa (Waluyo, 2009). Penemuan yang berhubungan dengan mikrobiologi diantaranya ialah Bacillus anthracis penyebab penyakit anthrax,di temukan oleh Rayer dan Davine tahun 1850; Pollender 1855. Mycobacterium leprae penyebab penyakit lepra,di temukan oleh Hansen tahun 1874. Neisseria gonorrhoea penyebab penyakit gonorrhoea,di temukan oleh Neisser tahun 1879; Bumm 1880. Plasmodium malaria penyebab penyakit malaria di temukan Charles Laverans tahun 1880. Diplococcus pneumonia penyebab penyakit pneumonia (radang paru-paru) di temukan oleh Louis Pasteur; Sterenberg tahun 1880. Salmonella typhi penyebab penyakit typhus abdominalis, di temukan oleh Eberth tahun 1880; Gaffky tahun 1884. Streptococcus pyogenes penyebab radang bernanah,di temukan oleh Robert Koch, Ogston tahun 1882; Fehleisen tahun 1883; Rosenbach tahun 1884. Vibro Cholera penyebab penyakit cholera asiatica,di temukan oleh Robert Kock tahun 1883. Corinebacterium diphtheria penyebb diphtheria,di temukan oleh Klebs tahun 1883; Loeffler tahun 1884. Clostridium tetani penyebab tetanus,di temukan oleh Nicoliner tahun 1884; Kitasato tahun 1889. Niesseria meningitides (Meningococcus) penyebeb meningitis (radang selaput otak). Di temukan oleh Weichselbaum tahun 1887. Virus di temukan oleh Dmitri lwanowski (1892). Martinus Beijerinck dan Wonogradsky tahun 1898. Clostridium perfringens penyebab gasgangrene,di temukan oleh Welch dan Nuttal tahun 1892. Shigella

11

tahun 1898. Clostridium perfringens penyebab gasgangrene,di temukan oleh Welch dan Nuttal tahun 1892. Shigella 11

12

dysenteriae penyebab disentri basiller,di temukan oleh shiga tahun 1898. Shigella flexneri penyebab disentri basiler juga, di temukan oleh Flexner tahun 1900. Treponema pallid penyebab syphilis, di temukan oleh Scahudin dan Hoffman tahun 1905. Boredetella perussis penyebab pertussis, di temukan oleh Bordet dan Gengou tahun 1906. Rickettsia di temukan oleh Ricketts tahun 1909. Metchnikoff (1845-1916) membuktikan bahwa leucocyte (sel darah putih) merupakan alat pertahanan tubuh terhadap infeksi karena dapat memakan mikroba yang masuk ke dalam tubuh,seperti halnya moeba (cellular immunity). Kitasato dan Behring (tahun 1890) menemukan Diphteri antitoxin dan Tetanus antitoxin. Paul Erhlich (1854-1916) mengemukakan adanya antibody di dalam tubuh yang dapat menahan serangan bibit penyakit (mikroba) dan bersifat sangat spesifik (humoral immunity). Landsteiner (Tahun 1901) menemukan penggolongan darah system A,B,dan O. Alexander Fleming menemukan penicillin tahun 1945.

B. Saran Untuk mempelajari dunia mikrobiologi dibutuhkan kesungguhan karena luasnya dunia mikroorganisme dalam kehidupan kita. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, Saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan penulis untuk lebih baik kedepannya.

12
12
13
13

DAFTAR PUSTAKA

Collin, C.H and Lyne, P. M. (1987). Microbiological Method. (edisi kelima). London: Butterworths.

Jafriati. 2016. Buku Ajar Mikrobiologi Dan Parasitologi. Universitas Halu Oleo

Muchlas,

di

Fadhlan.

2009.

Sejarah

Perkembangan

Mikrobiologi.

Diakses

https://crocodilusdaratensis.wordpress.com/2009/12/12/sejarah-

perkembangan-mikrobiologi/ pada

tanggal 21 September 2018.

Waluyo, L. 2009. Mikrobiologi Lingkungan. UMM Press, Malang: 1-9

pada tanggal 21 September 2018. Waluyo, L. 2009. Mikrobiologi Lingkungan . UMM Press, Malang: 1-9 13

13