Anda di halaman 1dari 69

Disampaikan dalam Pelatihan Ahli K3 Umum

2016
Arus /
Tegangan listrik

Tidak tampak
Tidak berbau
Tidak berbunyi

Dapat dirasakan
Dapat menyebabkan

DANGER
Kematian
UU No. 1 Tahun 1970
Pasal 2 ayat (2)

dibangkitkan, dirubah,
dikumpulkan, disimpan,
dibagi-bagikan atau
disalurkan listrik, gas,
minyak atau air;
UU No. 1 Tahun 1970
Pasal 3 ayat (1)

mencegah terkena alira


listrik yang berbahaya
DASAR HUKUM
 Pengawasan Norma K3 instalasi listrik
Permenaker No. 12 Tahun 2015
Permenaker No. 33 Tahun 2015

 Pengawasan Norma K3 instalasi penyalur petir


Permenaker No. 2 Tahun 1989
Permenaker No. 31 Tahun 2015

 Pengawasan Norma K3 instalasi pesawat lift


Permenaker No. 3 Tahun 1999
Permenaker No. 32 Tahun 2015
6
menghentikan fungsi jantung dan menghambat pernafasan
Luka bakar akibat listrik
Kemungkinan jatuh dari ketinggian
TEGANGAN SENTUH YANG DIIJINKAN (IEC)

Tegangan Sentuh Waktu Maksimum Yang


(Volt) Diijinkan (Detik)

< 50 ~
50 5
75 1
90 0.5
110 0.2
150 0.1
220 0.05
280 0.03
= =
Bahaya kejut listrik
= disebabkan oleh :

 Sentuhan Langsung
 Sentuhan Tidak langsun
Bahaya Sentuhan Langsung

Sentuhan Langsung
adalah bahaya sentuhan pada
bagian konduktif yang secara
normal bertegangan
PROTEKSI BAHAYA
SENTUHAN LANGSUNG
METODA :
1
1

2 atau

5
Mengisolasi Bagian Aktif

tif
Mengisolasi Bagian
Aktif
Proteksi isolasi bagian aktif
 Ditutup dengan isolasi yang hanya dapat dilepas dengan
merusaknya.
 Mampu menahan pengaruh :
– Mekanik, kimia, listrik, dan termal
Memasang Rintangan
.7E61MM
i
O
V
O
LV
Menutup dengan
Penghalang atau Selungkup
Proteksi Penghalang / Selungkup
Kode IP (International Protection)

Kode IP adalah sistem kode untuk menunjukan


tingkat proteksi yang diberikan oleh selungkup dari
sentuh langsung ke bagian yang berbahaya, dari
benda asing padat, air dan untuk memberikan
informasi tambahan dalam hubungannya dengan
proteksi tersebut.
Memberi Jarak Di Luar
Jangkauan
PROTEKSI BAHAYA
“JARAK AMAN”
Jarak aman atau diluar jangkauan :
JARAK (cm)

1 50
12 60
20 75
70 100
150 125
220 160
500 300
ISOLASI LANTAI KERJA
Pengendalian bahaya sentuh tidak langsung

GROUNDING
- Grounding memperkecil
resistansi alat dan bumi
- Saat ada arus kejut atau tegangan
petir, arus mengalir ke tanah,
grounding melindungi arus
kejut melalui tubuh
Menggunakan perlengkapan dgn Isolasi Ganda
 Proteksi dg penggunaan
perlengkapan klas II atau
dengan isolasi ekivalen
– Perlengkapan yg proteksinya
dari kejut listrik tidak hanya
mengandalkan isolasi dasarnya,
tetapi juga diberikan tindakan
pencegahan dengan isolasi ganda
atau isolasi diperkuat
Menggunakan GFCI (ground-fault circuit interrupter)

Melindungi arus kejut


Mendeteksi perbedaan arus pada kawat
positif dan negatif (putih – hitam)
Jika grounding gagal, GFCI akan
memutuskan arus dalam 1/40 detik
Terapkan program menjamin penggunaan
grounding pada peralatan listrik
Penggunaan Alat Pelindung Diri
Safety shoes yang sesuai
standar
Sarung tangan
Topi / Hard hat (insulated
- nonconductive)
4

N i= - A M 1 1 7 . 1 1 i m

ti

31
88
Pengawasan K3
Instalasi Penyalur
Petir
LATAR BELAKANG

 FENOMENA PETIR
–Berbahaya
–Arus 5000 – 10.000 A
–Suhu 30.000 °C
–Merusak dan Mematikan
–Tetapi masih bisa dikendalikan
KONSEPSI PROTEKSI BAHAYA
SAMBARAN PETIR

PERLINDUNGAN SAMBARAN LANGSUNG


Dengan memasang instalasi penyalur petir pada
bangunan

PERLINDUNGAN SAMBARAN TIDAK LANGSUNG


Dengan melengkapi peralatan penyama tegangan
pada jaringan instalasi listrik (Arrester)
PROTEKSI PETIR SYSTEM INTERNAL

Semua bagian konduktif dibonding


Semua fasa jaringan RSTN dipasang Arrester
Bila terjadi sambaran petir pada jaringan instalasi listrik semua kawat
RSTN tegangannya sama tidak ada beda potensial

RSTN RSTN

ARRESTER

GROUNDING
PEMASANGAN ARESSTER PADA
INSTALASI LISTRIK
CONTOH ARESSTER
Dianjurkan Tetap Menggunakan Arrester

Arus listrik dari petir yang mengalir ke


bangunan, ketika mengalir ke bumi
(grounding) akan menyebabkan kenaikan
tegangan listrik pada keseluruhan bangunan
beberapa kV hingga beberapa puluh kV, dan
mengalir ke peralatan tegangan tinggi,
tegangan rendah, peralatan telekomunikasi
dll dan akan mengakibatkan kerusakan.
INSTALASI PROTEKSI PENYALUR
PETIR

O(AIR TERMINAL)
PENERIMA

(DOWN CONDUCTOR)
HANTARAN PENURUNAN

HANTARAN PEMBUMIAN
(GROUNDING)
JENIS – JENIS INSTALASI PENYALUR
PETIR :
1.KONVENSIONAL.
2. ELEKTROSTATIS.
3. PENANGKAL PETIR RADIO
AKTIF.
40
 Penanykal Petir RadioAktif

Charged Cloud
Concentred Space Charge
Natural Space Charge
 *-41" 11°.426111,• 11- -2".4` *
 to. .0 -* $pordi Cem rg-r
- -P
l i b Storm Induced Charge
Dissipaton Array (Ionizer) A i?
 •
(Electrical Shadow)
4 4,

Protected area
ja 0

Ground Current
_ Collector (GCC)

Service Wire
Komponen utama yaitu :
1. Penerima / Air Terminal.
2. Hantaran Penurunan/
Down Conductor.
3. Pembumian / Grounding.

42
PENERIMA
(AIR TERMINAL)

O PENURUNAN
HANTARAN
PEMBUMIAN/
ARDE/
GROUNDING
INSTALASI PENYALUR PETIR
DIPASANG PADA

1. Bangunan terpencil/tertinggi.
2. Gedung menyimpan bahan mudah
meledak.
1. Gedung untuk umum.
2. Gedung menyimpan barang
berharga.
1. Daerah terbuka. (Pasal 9)
PENEMPATAN AIR TERMINAL
1. Dipasang pada tempat yang
diperkirakan dapat tersambar petir.
1. Harus menjamin seluruh luas atap
terlindungi.
1. Bila dipasang pada atap datar, tinggi
minimal 15 cm.
1. Jumlah dan jarak penerima harus
dapat menjamin perlindungan setiap
daerah
PENERIMA DARI LOGAM BULAT DARI TEMBAGA
ATAU BESI PEJAL ATAU PIPA BESI GALVANIS
DAERAH PERLINDUNGAN
DENGAN
SUDUT PERLINDUNGAN 112°

112º

TINGGI PENERIMA

(A)

DAERAH LINDUNG (B)


RUMUS DAERAH LINDUNG
B = 3*A 47
PEMASANGAN PENERIMA

KONVENSIONAL

112º

B
RUMUS DAERAH LINDUNG
BERBENTUK KERUCUT
B=3A
////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

48
1. Dipasang sepanjang bubungan (nok)
atau sudut -sudut bangunan ke tanah
sehingga penghantar penurunan
merupakan suatu sangkar dari
bangunan yang akan dilindungi.
2. Jarak antara alat - alat pemegang
penghantar penurunan tidak boleh >
1,5m.
3. Suatu bangunan paling sedikit
harus mempunyai 2 (dua) buah
penghantar penurunan.
4. Instalasi penyalur petir yang
mempunyai lebih dari satu
penerima, maka dari penerima
tersebut harus ada paling
sedikit 2 (dua) buah
penghantar penurunan.
5. Luas penampang penghantar
penurunan sekurang-kurangnya 50
mm 2, atau Cast Bare (CB) dengan
tebal(t) minimum 2 (dua) mm.

t:?2mm
III. PEMBUMIAN

1. Elektroda bumi harus dibuat dan dipasang

sehingga tahanan pembumian sekecil mungkin.


2. Terbuat dari :
a. Tulang baja / tiang pancang konstruksi
bangunan
b. Pipa logam galvanis garis tengah >. 1 ins.
c. Batang baja di galvanis >. 1/2 ins.
d. Batang tembaga >. 1/ 2 ins

52
a)

PEN AMA
b) c) d)
3. Panjang atau kedalaman elektrode
bumi yang dipasang tegak lurus tidak
kurang dari 4 meter, kecuali elektrode
bumi sekurang-kurangnya 2 (dua)
meter bila terendam air tanah dalam
bumi.
4. Tulang baja lantai kamar didalam
bumi atau paku bumi berada
minimum 1 m dibawah permukaan air
dalam bumi.
a. Elektrode bumi sebaiknya
dikontrol secara rutin sesuai
kondisi air (korosi) setempat.

b. Diuji secara rutin atau berkala


dengan alat ukur EARTH
TESTER METER paling lama
2 (dua) tahun sekali.

Page 56
c. Hasil pengujian tidak boleh lebih 5 Ω
(lima) Ohm dan didokumentasikan.
d. Jika hasil perbaikan masih tidak
memenuhi syarat maka elektrode
bumi harus diganti atau dipasang lagi
arde kemudian dihubungkan paralel.
IV. PENETAPAN ANGKA
INDEKS.
Penetapan pemasangan Instalasi
Penyalur Petir di tempat kerja dengan
memperhitungkan angka indeks dibawah
ini :
A. MACAM STRUKTUR BANGUNAN
No PENGGUNAAN dan ISINYA INDEKS

1 Bangunan biasa yang tak perlu diamankan -10


2 Bangunan dan isinya jarang dipergunakan 0
(Danau, sawah, gudang, menara, tiang besi)

3 Bangunan (tempat tinggal, toko, tenda,pabrik kecil, 1


stasiun
kereta api).
4 Bangunan dan isinya penting 2
(Tenda yang isinya banyak orang, selo, toko barang
berharga,
pabrik, kantor pemerintah)
5 Bangunan isinya orang (Bioskop, masjid, sekolah, 3
monumen,
arsip)
6 Bangunan (rumah sakit, instalasi gas, Penampungan 5
minyak
atau bensin)
7 Bangunan yang isinya mudah meledak 15
B. KONSTRUKSI BANGUNAN

No KONSTRUKSI BANGUNAN INDEKS


1 Seluruh Bangunan 0
(Terbuat Dari Logam/Konduktor)

2 Bangunan (Beton Bertulang, Kerangka Besi, Atap 1


Seng Galvanis Atau Atap Aluminium)

3 Bangunan (Beton Bertulang Rangka Besi, Atap 2


Genteng, Kerangka Kayu, Atap Genteng)

4 3
Bangunan (Kerangka Kayu,atap Genteng)
C. TINGGI BANGUNAN
TINGGI
INDEKS
Sampai Dengan 6 M 0
7 M Sampai Dengan 12 M 2
13 M Sampai Dengan 17 M 3
18 M Sampai Dengan 25 M 4
26 M Sampai Dengan 35 M 5
36 M Sampai Dengan 50 M 6
51 M Sampai Dengan 70 M 7
71 M Sampai Dengan 100 M 8
101 M Sampai Dengan 140 M 9
141 M Sampai Dengan 200 M 10
D. SITUASI BANGUNAN

No SITUASI INDEKS
1 Di Tanah Datar Pada Semua Ketinggian 0

2 Dikaki Bukit Sampai Tiga Perempat 1


Tinggi Bukit, Di Pegunungan SAMPAI
1000 M

3 Di Puncak Gunung Atau Pegunungan 2


Lebih DARI 1000 M
E.JUMLAH
HARI GURUH
No HARI GURUH PER TAHUN INDEKS
1 2 0
2 4 1
3 8 2
4 16 3
5 32 4
6 64 5
7 128 6
8 256 7
HASIL AKHIR

PERKIRAAN BAHAYA = R
R = A+B+C+D+E BAHAYA PENGAMANAN
< 10 DIABAIKAN TIDAK PERLU
≥ 11 KECIL TIDAK PERLU
≥ 12 SEDANG AGAK DIANJURKAN
≥ 13 AGAK BESAR DIANJURKAN
≥ 14 BESAR SANGAT
DIANJURKAN
> 15 SANGAT SANGAT
BESAR DIPERLUKAN
IPP ELEKTROSTATIS

2'
2, Pemasangan
5' IPP
Elektrostatis
Tiang tunggal
DAERAH PERLINDUNGAN

LIHAT VIDEO

JARI-JARI PERLINDUNGAN JARI-JARI PERLINDUNGAN


120 METER 120 METER

GEDUNG GEDUNG
LANTAI 4 LANTAI 4
GEDUNG
LANTAI 4
AIR TERMINAL ELEKTROSTATIS
AIR TERMINAL ELEKTROSTATIS
ree
4 .
DVINSGUNICIAlIVIGUAN0,1:5168511611Y41161FEM
KEMNAKER 07.0111USHEDMIMMANOtinleSIALITOROLA

,.
_ 444
K
E
M
NA
K
E
RD
x=
 ; • K BINWASNA,'

SEKIAN & TERIMAKASIH


E M N A K E
K E M N A K E R

a - -
R

KEMNAKERDfg,
KEMNAKER; V.• INCIVIINIAACK

row
cr -


OTSOARA0118310X.Rd(kV16151:113TatiniUS

 •
A •
1
KEMNAKER Dr= KEMNAKER
.4
Vi •
KEMNAKER
A T.,=== • • KEMNAKER


 •  •


• K
M
E
N
A
K
R
E K
M
E
N
A
K
R
E
azonuarricuskumear
ONKSESlitlatatRIAM
•II.

KEMNAKER U-00.1.100411511.31,612,31foti".zaxnAtinaa. • •
KEMNAKER D OM

 •  •

KEMNAKER K
M
E
N
A
K
R
E
A
L
rR
e
la
S
8
6
1
tin
O

#AKEMNAKERDxX,

WeVI.SUOK.W.W0.1n0 ,U. JAN

UTAMAKAN KESELAMATAN 0 1

DAN KESEHATAN KELM "SW



n a N A K E R

KEMNAKERDDZI

M.1.1.tik..4310,1,),W11,0