Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah.. Puji syukur kehadirat Allah SWT. atas segala rahmat dan hidayah-
Nya. Segala pujian hanya layak kita aturkan kepada Allah SWT. Tuhan seru sekalian alam
atas segala berkat, rahmat, taufik, serta petunjuk-Nya yang sungguh tiada terkira besarnya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang penulis beri judul ”STRATEGI DAN
UPAYA DALAM MENGATASI ANCAMAN INTEGRASI”.
Dalam penyusuna makalah ini, penulis mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak,
oleh karena itu penulis mengucapkan rasa berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada
mereka, kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan
dukungan, moril, dan kepercayaan yang sangat berarti bagi penulis.
Berkat dukungan mereka semua kesuksesan ini dimulai, dan semoga semua ini bisa
memberikan sebuah nilai kebahagiaan dan menjadi bahan tuntunan kearah yang lebih baik
lagi. Penulis tentunya berharap isi makalah ini tidak meninggalkan celah, berupa kekurangan
atau kesalahan, namun kemungkinan akan selalu tersisa kekurangan yang tidak disadari oleh
penulis.
.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II MATERI
A. Pengertian Dari Ancama Non-Militer
B. Strategi Untuk Menghadapi Ancaman di Bidang Ideologi
C. Strategi Untuk Mnghadapi Ancaman di Bidang Politik
D. Strategi Untuk Menghadapi Ancaman di Bidang Ekonomi
E. Strategi Untuk Menghadapi Ancaman di Bidang Budaya
F. Strategi Untuk Menghadapi Ancaman di Bidang Teknologi dan Informasi
G. Strategi Untuk Menghadapi Ancaman di Bidang Keselamatan Umum
BAB III KESIMPULAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Strategi pertahanan dalam menghadapi ancaman militer disesuaikan dengan jenis ancaman
dan besarnya risiko yang dihadapi.
Strategi Pertahanan untuk menghadapi ancaman militer berupa agresi militer berbeda
dengan strategi pertahanan dalam menghadapi ancaman yang jenisnya bukan agresi militer.
Agresi militer mengancam totalitas eksistensi bangsa dan negara sehingga harus dihadapi
dengan strategi pertahanan dalam kerangka operasi militer perang dengan pengerahan
segenap kekuatan nasional. Sebaliknya, ancaman militer yang lain tidak selalu harus dihadapi
dengan OMP.

Keanekaragaman yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus


tantangan. Dikatakan sebagai sebuah potensi, karena keanekaragaman yang dimiliki tersebut
akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah
baik kekayaan alam maupun kekayaan budaya yang dapat menarik minat wisatawan asing
untuk mengunjungi Indonesia. Keanekaragaman bangsa Indonesia juga merupakan sebuah
tantangan bahkan ancaman.
Walaupun keanekaragaman bangsa Indonesia selalu diarahkan pada persatuan dan
kesatuan bangsa dan negara, tetap saja bangsa Indonesia selalu menghadapi ancaman,
tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar Indonesia.
Salah satunya adalah ancaman terhadap aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya
bangsa Indonesia yang merupakan ancaman non-militer.
Ancaman non-militer merupakan golongan ancaman pertahanan yang sifatnya tidak
secara langsung mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa. Namun, resiko
yang ditimbulkan dari ancaman non-militer dapat berimplikasi mengganggu stabilitas
nasional. Terganggunya stabilitas nasional tidak saja menghambat pembangunan nasional,
tetapi lambat-laun dapat berkembang menjadi permasalahan yang mengancam persatuan dan
kesatuan bangsa. Oleh karena itu, untuk menghadapi ancaman tersebut diperlukan strategi
yang tepat.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan ancaman non-militer?
2. Bagaimana strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman dalam bidang ideologi?
3. Bagaimana strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman dalam bidang politik?
4. Bagaimana strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman dalam bidang ekonomi?
5. Bagaimana strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman dalam bidang sosial budaya?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi dari ancaman non-militer
2. Untuk mengetahui strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman di bidang ideologi
3. Untuk mengetahui strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman di bidang politik
4. Untuk mengetahui strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman di bidang ekonomi
5. Untuk mengetahui strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman di bidang sosial budaya

D. Manfaat Penulisan
1. Dapat menambah ilmu
2. Kita dapat lebih mengerti tentang apa arti dari ancaman non-militer
3. Kita dapat lebih memahami tentang bagaimana strategi yang tepat dalam menghadapi
ancaman non-militer untuk menjaga stabilitas nasional serta persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia

BAB II

MATERI
A. Pengertian dari ancaman non-militer
Ancaman Non-militer adalah ancaman yang tidak menggunakan kekuatan senjata tetapi
jika dibiarkan akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan
keselamatan segenap bangsa. Ancaman non-militer dapat berasal dari luar negeri atau dapat
pula bersumber dari dalam negeri. Yang bertugas menghadapi ancaman non-militer adalah
lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang
dihadapi dengan di dukung oleh unsur unsur lain dari kekuatan bangsa.
Inti pertahanan nonmiliter adalah pertahanan secara nonfisik yang tidak menggunakan
senjata, tetapi pemberdayaan faktor-faktor ideologi, politik, ekonomi, psikologi, sosial
budaya, dan teknologi melalui profesi, pengetahuan dan keahlian serta kecerdasan untuk
mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Sehingga dalam menghadapi ancaman
nonmiliter menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama,
sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan di dukung oleh unsur-unsur
lain dari kekuatan bangsa.

B. Strategi untuk menghadapi Ancaman di Bidang Ideologi


Strategi di bidang ideologi ditujukan untuk mengatasi segala ancaman, tantangan,
hambatan, serta gangguan yang akan membahayakan kelangsungan kehidupan Pancasila
sebagai dasar filsafat bangsa dan negara. Strategi di bidang ideologi menurut Noor Ms Bakry
dirumuskan sebagai kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan kebenaran
ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara
persatuan dan kesatuan nasional dan kemampuan untuk menangkal penetrasi ideologi asing
serta nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Salah satu ancaman nonmiliter yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara
adalah ancaman yang berdimensi ideologi. Upaya menghadapi ancaman ini adalah dengan
kebijakan dan langkah-langkah politik yang tepat dan intensif untuk mencegah meluasnya
pengaruh ideologi lain terhadap ideologi Pancasila. Strategi menghadapi ancaman ini dihadapi
dengan konsep pertahanan berlapis berikut:
1. Lapisan terdepan dalam konsep penanganannya terdiri atas unsur-unsur pertahanan
nonmiliter, yakni kementrian atau lembaga pemerintah non-kementrian yang membidangi
ideologi.
2. Kementrian serta unsur pemerintahan yang membidangi politik dalam negri mengerahkan
seluruh kekuatan politik serta instrument pemerintahan dalam negri mulai dari tingkat pusat
sampai dengan tingkat daerah guna menghadapi ancaman berdimensi ideologi, sementara
kementrian serta unsur pemerintahan yang membidangi politik luar negri mengerahkan
jajarannya yang tersebar disetiap negara untuk penguatan langkah serta upaya diplomasi
dalam menangkal usaha-usaha pihak lain yang mengancam ideologi Pancasila.
3. Unsur pemerintah yang membidangi informassi mendinamisasikan kekuatan nasional di
bidang informasi untuk melakukan “operasi informasi imbangan” sehingga masyarakat
mendapatkan informasi yang dapat menangkal berbagai pengaruh asing yang dapat memecah
belah persatuan dan kesatuan bangsa.
4. Unsur pemerintah yang membidangi pendidikan melaksanakan proses pembelajaran dan
kesadaran akan ideologi Pancasila secara bertingkat dan berlanjut kepada para siswa dan
mahasiswa disemua tingkat dan jenjang Pendidikan Pancasila dan Pendidikan
Kewarganegaraan.
5. Unsur pemerintah yang membidangi agama memberdayakan para pemimpin agama untuk
menjadi mitra pemerintah dalam menyinergikan strategi untuk membentengi masyarakat dari
ancaman penetrasi ideologi asing yang membahayakan keamanan negara.
6. Peran lapis pertahanan militer dalam hal ini dilaksanakan melelui program pelaksanaan bakti
TNI yang secara intensif sesuai dengan wilayah kerja unit TNI. Titik berat pelaksanaanya
adalah dengan peningkatan komunikasi sosial TNI yang diselenggarakan dalam format
meningkatkan kesadaran bela negara, dengan memanfaatkan program bela negara di
lingkungan pekerjaan, pendidikan dan perumahan dalam rangka revitalisasi Pancasila
Transcript of Ancaman Non-Militer dibidang Ideologi
Penyalahgunaan Narkoba (Narkotika dan obat-obatan terlarang) Banyaknya tindakan
korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) Perusakan lingkungan. Lunturnya persatuan dan
kesatuan bangsa. Derasnya arus budaya asing yang masuk ke indonesia
Ancaman adalah yang menggunakan faktor-faktor non-militer yang dinilai dapat
membahayakan kedaulatan negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah negara, dan
keselamatan segenap bangsa. dan Disebabkan oleh pengaruh negatif globalisasi.Pengertian
Ancaman Non-Militer
Ancaman Non-Militer
1. Ancaman Non-Militer
2. Pengertian Ancaman Non-Militer  Ancaman yang menggunakan faktor-faktor
non-militer yang dinilai dapat membahayakan kedaulatan negara, kepribadian
bangsa, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.  Disebabkan
oleh pengaruh negatif globalisasi
3. Bentuk Ancaman Non- Militer
4. Bentuk Ancaman Non-Militer Ancaman Non- Militer Ideologi Politik Ekonomi
Sosial Budaya
5. Ancaman di Bidang Ideologi  Segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu
ketahanan nasional suatu negara yang dilakukan dalam tataran pemikiran, baik berasal dari
dalam maupun dalam negeri.  Akibatnya, dapat memicu disintegrasi nasional serta menjadi
ancaman bagi kepribadian bangsa yang sesungguhnya.
6. Ancaman di Bidang Ideologi  Ancaman Ideologi dari luar  Masuknya ideologi
asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, seperti liberalisme, komunis, dan zionis.
 Ancaman Ideologi dari dalam  Munculnya paham-paham radikal dan ekstrem 
Munculnya berbagai aliran sesat di Indonesia  Provokasi dari kelompok masyarakat tertentu
terhadap kelompok masyarakat lainnya yang mengandung unsur SARA
7. Ancaman di Bidang Politik  Politik merupakan instrumen utama untuk
menggerakkan perang. Hal ini membuktikan bahwa kekuatan politik dapat menumbangkan
suatu sistem pemerintahan bahkan menghancurkan suatu negara.  Ancaman politik dari luar
 Intimidasi  Provokasi  Blokade politik
8. Ancaman di Bidang Politik  Ancaman politik dari dalam  Sikap apatis terhadap
pemerintah  Sikap mau menang sendiri dalam masyarakat suatu Negara  Permainan kotor
para politisi dan pejabat Negara  Gerakan separatisme
9. Ancaman di Bidang Ekonomi  Ekonomi merupakan salah satu penentu posisi tawar
setiap negara dalam pergaulan internasional. Kondisi ekonomi sangat menentukan dalam
pertahanan negara.  Terjadi karena adanya globalisasi ekonomi.  Akibatnya, batas-batas
suatu negara akan kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian
internasional akan semakin erat.
10. Ancaman di Bidang Ekonomi  Ancaman ekonomi dari luar  Masuknya produk
asing ke dalam pasar domestik  Penguasaan ekonomi di Indonesia oleh pihak asing 
Ancaman ekonomi dari dalam  Inflasi  Pengangguran  Infrastruktur yang tidak memadai
 Hilangnya kecintaan terhadap produk dalam negeri
11. Ancaman di Bidang Sosial Budaya  Sosial budaya merupakan segala sesuatu atau
tata nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat yang menjadi suatu ciri khas bagi masyarakat
tersebut.  Penyebabnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi  Ancaman sosial
budaya dari luar  Munculnya gaya hidup konsumtif  Muncul sifat hedonisme  Munculnya
gejala westernisasi  Adanya sikap individualisme  Memudarnya gotong-royong, dan
kepedulian antar masyarakat  Lunturnya nilai keagamaan
12. Ancaman di Bidang Sosial Budaya  Ancaman sosial budaya dari dalam 
Kemiskinan  SDM rendah  Keterbelakangan  Ketidakadilan
13. Strategi dalam Mengatasi Ancaman Non-Militer
14. Strategi dalam Mengatasi Ancaman Non-Militer  Segala usaha untuk
mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenap
bangsa dari ancaman aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan lain-lain.
15. Strategi Mengatasi Ancaman Ideologi  Pengamalan Pancasila secara objektif dan
subjektif ditumbuhkembangkan secara konsisten  Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu
terus direlevansikan dan diaktualisasikan nilai instrumentalnya  Bhineka Tunggal Ika dan
konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila harus terus dikembangkan dan
ditanamkan  Sikap yang wajar dari anggota masyarakat dan pemerintah terhadap adanya
keanekaragaman.
16. Strategi Mengatasi Ancaman Ideologi  Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
dan dasar negara Republik Indonesia harus dihayati dan diamalkan secara nyata 
Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukkan keseimbangan fisik material
dengan pembangunan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan
sekulerisme.  Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik
17. Strategi Mengatasi Ancaman Politik  Mengembangkan demokrasi politik 
Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik  Mengadakan reformasi lembaga-
lembaga politik agar menjalankan fungsi dan perannya secara baik dan benar  Memperkuat
kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa 
Menegakkan supremasi hukum  Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik
internasional
18. Strategi Mengatasi Ancaman Ekonomi  Mengembangkan sistem ekonomi 
Pertanian dijadikan prioritas utama  Industri harus menggunakan bahan baku dari dalam
negeri sendiri  Diadakan perekonomian yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat  Tidak
bergantung pada badan multilateral  Mempererat kerja sama dengan negara berkembang
untuk bersama-sama menghadapi kepentingan negara maju
19. Strategi Mengatasi Ancaman Sosial Budaya  Penguasaan IPTEK yang diimbangi
Imtaq  Pengenalan budaya nusantara melalui pendidikan formal  Meningkatkan rasa
Nasionalisme dan mempelajari kebudayaan yang berasal dari berbagai suku bangsa di
Indonesia  Melakukan penyaringan budaya yang masuk dengan menggunakan nilai- nilai
Pancasila

C. Strategi untuk menghadapi Ancaman di Bidang Politik


Dalam menghadapi ancaman yang berdimensi politik, strategi pertahanan di bidang
politik ditentukan oleh kemampuan sistem politik dalam menanggulangi segala bentuk
ancaman yang ditujukan kepada keidupan politik bangsa Indonesia. Menurut Noor Ms Bakry,
strategi di bidag politik terwujud dengan adanya kehidupan politik bangsa yang berlandaskan
demokrasi Pancasila yang telah mampu memelihara stabilitas politik yang sehat dan dinamis
serta mampu melaksanakan politik luar negri bebas aktif.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh untuk melaksanakan strategi dalam menghadapi
ancaman berdimensi politik dilakukan melalui dua pendekatan berikut:
1. Pendekatan ke dalam, yaitu pembangunan dan penataan sistem politik dalam negri yang sehat
dan dinamis dalam kerangka demokrasi yang menghargai kebhinnekaan atau kemajemukan
bangsa Indonesia. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya stabilitas politik dalam negri
yang dinamis serta memberikan efek penangkal yang tinggi. Pentaan ke dalam diwujudkan
melalui pembangunan dan penataan sistem politik dalam negri yang dikemas kedalam
penguatan tiga pilar berikut.
a) Penguatan penyelenggaraan pemerintahan negara yang sah, efektif, bersih, bewibawa,
bebas KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dan bertanggung jawab yang berkemampuan
mewujudkan tujuan pembentukan pemerintahan Negara, seperti tercantum dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
b) Penguatan lembaga legislatif sehingga menjadi lembaga yang berkualitas dan professional
pada bidang lainnya. Lembaga legislatif yang mampu bekerja sama dengan pemerintah dalam
memproses dan melahiran produk-produk legislasi (berupa peraturan perundang-undangan)
bagi kepentingan pembangunan nasional.
c) Penguatan kekuatan politik nasional baik partai politik maupun organisasi masyarakat
sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat sebagai subjek politik dan pembangunan
nasional. Kekuatan politik berkewajiban mewujudkan dan meningkatkan perannya dalam
pendidikan politik bagi waga Negara.
2. Pendekatan ke luar yang diarahkan untuk mendinamisasikan strategi dan upaya diplomatik
melalui peningkatan peran instrument politik luar negri dalam membangun kerjasama dan
saling percaya dengan negara-negara lain sebagai kondisi untuk mencegah atau mengurangi
potensi konflik antar negara, yang dimulai dari tataran internal, regional, supraregional,
hingga global. Pendekatan ke luar diwujudkan dengan cara berikut:
a) Pada lingkup internal, yaitu melalui penciptaan, pembangunan dan peningkatan kondisi
dalam negri yang semakin mantap dan stabil, yang dibarengi dengan upaya-upaya
peningkatan dan perbaikan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan kuat serta penguatan dan
peningkatan kehidupan sosial kemasyarakatan.
b) Pada lingkup regional, politik dan diplomasi Indonesia diarahkan untuk selalu aktif dan
berperan dalam membangun dan meningkatkan kerjasama dengan negara lain dalam kerangka
prinsip saling percaya, saling menghargai, dan tidak saling mengintervensi urusan dalam
negri.
c) Pada lingkup supraregional, politik luar negri dikembangkan untuk berperan dalam
penguatan ASEAN plus Enam yang terdiri atas 10 negara anggota bersama-sama dengan
Cina, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru, melalui hubungan bilateral
yang harmonis dan terpelihara serta diwujudkan dalam kerjasama yang lebih konkret. Dalam
kerangka penguatan ASEAN plus Enam tersebut, kinerja politik luar negri Indonesia harus
mampu membangun hubungan dan kerjasama yang memberikan jaminan atas kedaulatan dan
keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak adanya intervensi, terutama
jaminan tidak adanya agresi terhadap wilayah kedaulatan Indonesia.
d) Pada lingkup global, politik luar negri harus memainkan perannya secara maksimal dalam
memperjuangkan kepentingan nasional melalui keberadaan Indonesia sebgai anggota PBB,
Gerakan Non-blok, Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Forum Regional ASEAN (ARF).
Peran diplomasi harus mampu mengidentifikasi potensi-potensi ancaman berdimensi politik
yang mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia serta melakukan langkah-
langkah pencegahan.
Strategi Indonesia untuk menghadapi ancaman politik
Ancaman politik merupakan salah satu ancaman non milliter yang sifatnya mengancam secara
tidak langsung seperti ancaman militer maupun ancaman ideologi yang notabennya
memberikan ancaman pertahanan dan keamanan. Berbeda dengan ancaman militer yang dapat
mengancam kedaulatan suatu negara, keberlangsungan bangsa, dan keselamatan rakyat,
ancaman politik lebih memberikan ancaman pada aspek persepsi individu.

Meskipun kelihatan sepele, namun ancaman politik merupakan salah satu ancaman yang sulit
dihadapi. Ancaman ini dapat memecah belah suatu anggota kelompok dalam suatu bangsa.
Jika terjadi perpecahan kelompok akibat perbedaan paham politik maka lama kelamaan
bangsa akan terpecah belah.
Untuk menghadapi ancaman ini, strategi
indonesia dalam menghadapi ancaman politik
adalah dengan memperkuat asas kebersamaan
dan persatuan yang telah dirumuskan dalam
perundang undangan (UUD 1945). Hal ini juga
ditegaskan dalam sila ke-3 pancasila yang
berbunyi "Persatuan Indonesia". Kesadaran
akan pentingnya persatuan dan kesatuan agar
Indonesia tidak terpecah belah juga sangat diperlukan agar strategi menghadapi ancaman
politik ini dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, aspek demokrasi juga sangat diperlukan sebagai salah satu pilar untuk menghadapi
ancaan politik, pernyataan ini telah saya bahas dalam artikel sebelumnya yang
berjudul Demokrasi: Pengertian, Makna, dan Hakikat Demokrasi
Ancaman non militer pada dasarnya memang dapat mengganggu stabilitas suatu negara.
Untuk melancarkan strategi Indonesia menghadapi ancaman politik yang umumnya berasal
dari dalam Negeri dapat dilakukan dengan cara dibawah ini:
Strategi menghadapi ancaman politik dengan pendekatan dari dalam
Strategi pendekatan dari dalam adalah dengan melakukan penataan beserta pembangunan
suatu sistem politik Negara yang dinamis dan sehat didalam kerangka negara yang bersifat
deokratis (menghargai perbedaan dan kebhinekaan yang terdapat di Indonesia). Dengan
menerapkan strategi ini diharapkan dapat tercipta suatu stabilitas sistem politik dalam negeri
secara dinamis dan berdampak baik sebagai penangkal perpecahan.

Selain itu penguatan penguatan di berbagai lembaga negara juga dapat menjadi pilar
penopang kesuksesan strategi dan upaya ini. Lembaga negara yang bebas dari korupsi, kolusi,
dan nepotisme akan mewujudkan terbentuknya pemerintah negara yang sehat dan kokoh
seperti yang telah dicantumkan dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia
(UUD 1945)..
Lembaga legislatif yang mengalami penguatan dari segi kualitas dan profesionalitas akan
membawa Negara Indonesia menuju negara yang tertib, adil dan makmur. Dengan lembaga
legislatif yang profesional maka akan tercipta produk produk perundang undangan berkualitas
demi kepentingan rakyat. Selain itu, lembaga legislatif juga memegang fungsi kontrol
terhadap suatu penyelenggaraan pemerintahan sebuah Negara. Hal ini harus dilaksanakan
dengan landasan untuk kepentingan Negara dan bangsa bukan atas dasar kepentingan individu
maupun golongan tertentu.

Penguatan antar partai politik juga sangat penting dalam hal ini, karena penguatan partai
politik memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat sebagai subyek pembangunan
nasional dan subyek politik. Hal ini harus dilandasi oleh asas gotong royong dan kejujuran
antar partai politik.
Strategi menghadapi ancaman politik dengan pendekatan dari luar
Upaya Indonesia menghadapi ancaman politik dengan pendekatan dari luar bermaksud
mengusahakan upaya dan strategi diplomatik dengan melakukan pedekatan pendekatan politik
luar negeri yang bertujuan membangun sebuah kerja sama antar Negara. Upaya ini dapat
meningkatkan rasa saling percaya antae Negara dan mencegah terjadinya konflik antar
Negara. Pendekatan dari luar dapat dibagi menjadi beberapa lingkup berdasarkan skalanya.

Lingkup internal:
Lingkup internal mencakup pembangunan, penciptaan dan pembangunan dalam Negeri secara
stabil yang diimbangi dengan adanya upaya peningkatan sekaligus perbaikan keadaan
ekonomi yang kuat.
Lingkup regional:
Lingkup regional mencakup aktivitas diplomasi dan politik indonesia yang mengarah pada
peran serta dalam membangun maupun meningkatkan kerjasama antar negara dengan
menumbuhkan asas saling percaya dan saling menghargai.

Lingkup supraregional:
Lingkup supraregional merupakan lingkup yang lebih besar dari regional. Sebagai contoh
adalah ASEAN yang terdiri dari 10 Negara Asia tenggara yang secara bersama sama
membangun sebuah hubungan bilateral secara harmonis dalam mewujudkan sebuah
kerjasama konkret. Dalam rangka menyongsong ASEAN ini peran serta politik Indonesia
diharuskan untuk mampu membangun sebuah hubungan kerja sama dengan tetap memberikan
jaminan atas keutuhan dan kedaulatan Negara.
Lingkup global:
Dalam lingkup global, Strategi politik luar negeri harus dapat dilaksanakan secara maksimal
untuk memperjuangkan kepentingan dalam lingkup nasional melalui bergabungnya Indonesia
sebagai salah satu anggota PBB, Negara yang netral (non-blok), Negara yang tergabung
dalam konferensi Islam dunia, dan merangkap sebagai anggota regional ASEAN. Peran serta
doplomasi luar negeri ini diharuskan untk mampu mengidentifikasi adanya potensi ancaman
yang dapat mengancam ideologi maupun keutuhan Negara. Untuk itu, maka diperlukan
adanya strategi membangun pertahanan militer dan non militer di Indonesia.
D. Strategi untuk menghadapi Ancaman di Bidang Ekonomi
Pembangunan di bidang ekonomi
ditujukan untuk menciptakan kehidupan
perekonomian bangsa Indonesia yang
berlandaskan demokrasi ekonomi yang
mampu memelihara stabilitas ekonomi
yang sehat dan dinamis serta mampu
menciptakan kemandirian ekonomi
nasional berdaya saing yang tinggi. Kondisi tersebut dapat tercipta apabila Negara Indonesia
mempunyai strategi yang tepat untuk menghadapi berbagai ancaman di bidang ekonomi.
Dalam menghadapi ancaman yang berdimensi ekonomi, sistem dan upaya pertahanan
negara yang ditempuh adalah dengan membangun ketahanan di bidang ekonomi melalui
penataan sistem ekonomi nasional yang sehat dan berdaya saing. Sasaran pembangunan
bidang ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi bagi perwujudan stabilitas
ekonomi yang memberikan efek kesejahteraan dan penangkalan yang efektif sekaligus
mampu menjadi pemenang dalam era globalisasi. Untuk menghadapi tantangan tersebut,
diperlukan upaya akselerasi pembangunan perekonomian nasional yang berdaya saing melalui
pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
Adapun strategi untuk menghadapi ancaman dibidang ekonomi diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Untuk menghadapi ancaman yang berdimensi ekonomi dari internal, prioritas kebijakan
dapat berupa penciptaan lapangan kerja padat karya sebagai solusi memberantas kemiskinan,
pembangunan infrastruktur , penciptaan iklim usaha yang kondusif, dan pemilihan teknologi
yang tepat guna sebagai solusi pemerataan kesempatan kerja.
2. Untuk menghadapi ancaman yang berdimensi ekonomi dari eksternal, Indonesia harus
membangun dan menjaga hubungan baik dengan negara-negara utama dalam tatanan
ekonomi-politik dunia.
3. Unsur pertahanan militer dalam menghadapi ancaman berdimensi ekonomi,
mengembangkan pilihan strategis untuk membantu unsure utama dari pertahanan non-militer.
Dalam hal ini keterlibatan lapis pertahanan militer diwujudkan dalam meningkatkan usaha
pertahanan untuk menciptakan kondisi keamanan nasional yang terkendali, membantu
kelancaran distribusi komoditas dan kebutuhan pokok masyarakat, terutama di daerah-daerah
pedalaman dan terisolasi yang tidak dapat dijangkau dengan sarana transportasi umum.
Ancaman indonesia di bidang sosial dan budaya dapat dibedakan menjadi dua kategori yakni
dari dalam dan dari luar. Ancaman sosial dan budaya dari dalam adalah kemiskinan,
keterbelakangan, kebodohan dan ketidakadilan yang beredar di suatu negara. isu isu tersebut
akan menjadi cikal bakal segala permasalahan yang muncul seperti terorisme, gerakan
separatisme, tindak kekerasan yang bersifat mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan
rakyat, bangsa, dan negara.
Sedangkan faktor dari luar adalah seperti masuknya nilai nilau budaya asing dan menggeser
bahkan menggantikan tempat budaya dalam negeri sendiri. Hal ini dapat disebabkan oleh
adanya perkembangan teknologi baik teknologi informasi maupun telekomunikasi yang
notabennya memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi maupun berhubungan
dengan seseorang sekalipun terpaut dalam jarak yang jauh. Hal ini lama kelamaan akan
menyebabkan melemahnya nilai sosial dan budaya dalam sebuah negara yang akhirnya akan
menjadi penyebab utama suatu bangsa mudah diserang dari bidang non militer.
Untuk dapat memahami hubungan antara arus perkembangan teknologi dengan ancaman
sosial dan budaya maka simaklah artikel sebelumnya yang berjudul Globalisasi: Pengertian,
Penyebab dan Dampak Globalisasi
Dalam rangka upaya Indonesia menghadapi ancaman di bidang sosial budaya yang
pengaruhnya dari luar maka Indonesia melakukan beberapa langkah, strategi dan upaya
seperti:
Memelihara keselarasan dan keseimbangan fundamental.
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya bertoleransi.
Menghargai adanya perbedaan. (Untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan maka
simaklah artikel sebelumnya yang berjudul 5 Faktor Penyebab Keberagaman Masyarakat
Indonesia.

E. Strategi untuk menghadapi Ancaman di Bidang Sosial Budaya


Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman dari dalam dan
ancaman dari luar. Ancaman dari dalam didorong oleh isu kemiskinan, kebo dohan,
keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu-isu tersebut menjadi titik pangkal segala
permasalahan , seperti separatisme, terorisme,
kekerasan yang mengancam persatuan dan
kesatuan bangsa, nasionalisme, dan patriotisme.
Ancaman dari luar berupa penetrasi nilai-
nilai budaya dari luar negri yang sulit dibendung
mempengaruhi tata nilai sampai pada tingkat
lokal. Kemajuan teknologi informasi
mengakibatkan dunia menjadi desa global tempat interaksi antarmasyarakat terjadi secara
langsung. Sebagai akibatmya, terjadi benturan tata nilai sehingga lambat-laun nilai-nilai
persatuan dan kesatuan bangsa semakin terdesak misalnya oleh nilai-nilai individualisme,
konsumerisme, dan hedonisme.
Dalam menghadapi pengaruh dari luar yang dapat membahayakan kelangsungan hidup
sosial budaya, Bangsa Indonesia berusaha memelihara keseimbangan dan keselarasan
fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan
masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin.
Kesadaran akan perlunya keseimbangan dan keserasian melahirkan toleransi yang tinggi,
sehingga menjadi bangsa yang berbhinneka dan bertekad untuk selalu hidup bersatu dengan
memperhatikan perkembangan tradisi, pendidikan, kepemimpinan, integrasi nasional,
kepribadian bangsa, persatuan dan kesatuan bangsa, dan pelestarian alam.

F. Strategi untuk menghadapi Ancaman di Bidang Teknologi dan Informasi


Perkembangan teknologi dan informasi semakin lama semakin pesat. Sebagai negara yang
ingin masyarakatnya maju dan tidak mau tertinggal dengan negara-negara lain, Indonesia
harus mengikuti perkembangan tersebut. Ancaman di bidang teknologi dan informasi tidak
jauh berbeda dengan bidang sosial budaya, yaitu melalui perkembangan IPTEK banyak
pengaruh budaya dan kebudayaan luar yang sesuai ataupun tidak sesuai dengan kepribadian
bangsa Indonesia masuk dengan mudahnya. Selain itu, dengan perkembangan teknologi
semakin marak terjadi kejahatan teknologi atau cybercrime.
Strategi bangsa Indonesia dalam mencegah terjadinya ancaman bidang teknologi dan
informasi adalah dengan membatasi diri dalam mengakses internet. Selain itu, dengan
peningkatan pemahaman terhadap agama dan Pancasila sehingga dapat menjadi benteng
terhadap hal-hal yang bertentangan dengan kepribadian kita, misalnya gaya hidup, sikap dan
budaya asing.
G.Strategi untuk menghadapi Ancaman di Bidang Keselamatan Umum
Ancaman bagi keselamatan umum dapat terjadi karena bencana alam, misalnya gempa
bumi, meletusnya gunung, dan tsunami. Ancaman karena manusia, misalnya penggunaan
obat-obatan dan bahan kimia, pembuangan limbah industry, kebakaran, serta kecelakaan
transportasi. Strategi dalam menghadapi ancaman keselamatan umum misalnya sebagai
berikut:
1. Menjaga keseimbangan alam.
2. Menjaga kebersihan lingkungan.
3. Membuat kebijakan atau peraturan yang jelas dan tegas terhadap pemakaian obat-obatan
sesuai dosisnya.
4. Menegakkan hukum terhadap pemakaian bahan kimia yang melebihi dosis yang dapat
membahayakan manusia khususnya dan makhluk hidup lain pada umumnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Ancaman Non-militer adalah ancaman yang tidak menggunakan kekuatan senjata tetapi
jika dibiarkan akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan
keselamatan segenap bangsa. Yang bertugas menghadapi ancaman non-militer adalah
lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang
dihadapi dengan di dukung oleh unsur unsur lain dari kekuatan bangsa.
Inti pertahanan nonmiliter adalah pertahanan secara nonfisik yang tidak menggunakan
senjata, tetapi pemberdayaan faktor-faktor ideologi, politik, ekonomi, psikologi, sosial
budaya, dan teknologi melalui profesi, pengetahuan dan keahlian serta kecerdasan untuk
mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Sehingga dalam menghadapi ancaman
nonmiliter menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama,
sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan di dukung oleh unsur-unsur
lain dari kekuatan bangsa.
Beberapa strategi yang diperlukan untuk menghadapi ancaman non-militer yaitu
diantaranya : strategi dalam menghadapi ancaman di bidang ideologi, strategi dalam
menghadapi ancaman di bidang politik, strategi dalam menghadapi ancaman di bidang
ekonomi, strategi dalam menghadapi ancaman di bidang sosial budaya.