Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
a. Menurut Revves (2004), Gout Artritis adalah asymmetric (monoarticular) yang
berhubungan dengan hyperurisemia, peradangan ini biasanya mempengaruhi persendian
perifer, yang disebabkan oleh deposisi crystal urate monosodium.
b. Artritis pirai (Gout) adalah suatu proses inflamasi yang terjadi karena deposisi kristal
asam urat pada jaringan sekitar sendi. gout terjadi sebagai akibat dari hyperuricemia yang
berlangsung lama (asam urat serum meningkat) disebabkn karena penumpukan purin atau
ekresi asam urat yang kurang dari ginjal.
c. Etiologi
a) Penyakit ginjal kronis
b) Faktor usia
c) Dehidrasi
d) Makan berlebihan
e) Konsumsi alcohol
f) Obat-obatan
g) Pasca-operasi
h) Suku bangsa /ras
d. Faktor pencetus serangan akut: trauma lokal, diet tinggi purin, kelelahan fisik, stres,
tindakan operasi , pemakaian diuretic (khususnya golongan loop diuretikdan tiazid), atau
penurunan dan peningkatan asam urat.
e. Terapi non-farmakologi merupakan strategi esensial dalam penangann gout.Intervensi
seperti istirahat yang cukup, penggunaan kompres dingin, modifikasi diet, mengurangi
asupan alkohol dan menurunkan berat badan pada pasien yang kelebihan berat badan
terbukti efektif.
f. Terapi farmakologi: Istirahat dan terapi cepat dengan pemberian NSAID, misalnya
indometasin 200 mg/hari atau diklofenak 150 mg/hari
B. SARAN
Pada kesempatan ini penulis akan mengemukakan beberapa saran sebagai bahan masukan
yang bermanfaat bagi usaha peningkatan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang akan
datang, diantaranya :
a. Dalam melakukan asuhan keperawatan pada lansia, perawat mengetahui atau mengerti
tentang konsep lansia, mengetahui atau mengerti tentang rencana keperawatan pada
lansia dengan rheumatoid artritis, pendokumentasian harus jelas dan dapat menjalin
hubungan yang baik dengan lansia dan keluarga.
b. Dalam rangka mengatasi masalah resiko injuri pada lansia dengan rheumatoid artritis
maka tugas perawat yang utama adalah sering mengobservasi akan kebutuhan lansia yang
mengalami rheumatoid artritis.
c. Untuk perawat diharapkan mampu menciptakan hubungan yang harmonis dengan lansia
sehingga lansia diharapkan mampu membantu dan memotivasi dirinya dalam proses
penyembuhan.