Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KASUS LENGKAP

‘’ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Tn. M DI PANTI SOSIAL LANJUT


USIA HARAPAN KITA INDRALAYA‘’

OLEH :

FITRIANI
NIM. 04064821820017

PEMBIMBING AKADEMIK
PUTRI WIDITA MUHARYANI, S.Kep., Ns., M.Kep.

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK


PADA Tn. M DI PANTI SOSIAL LANJUT USIA HARAPAN KITA
DI INDRALAYA 2018

Tanggal masuk : Oktober 2017


Nama Panti Werdha : Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita

I. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS
Nama : Tn. M
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Petani
Umur : 80 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat/asal : Tanjung Raja

2. RIWAYAT KESEHATAN
Dikirim dari :
Lansia datang ke Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita dari rumah sendiri

Alasan datang ke Panti Werdha:


Tn. M mengatakan rumahnya sudah tua dan roboh. Tn. M mengatakan biaya hidup
mahal, tidak ada yang mengurus ia di rumah sehingga ia berkeinginan untuk tinggal di
Panti Jompo dan datang ke panti dengan permintaan sendiri karena anak-anak sudah
punya rumah sendiri.

Keluhan saat ini:


Tn. M mengatakan nyeri pada kedua lutut terutama sebelah kiri saat shalat (posisi
lutut ditekuk).

Riwayat medik yang lalu (penyakit):


Tn. M mengatakan pernah mengalami penyakit hipertensi.

Riwayat kesehatan keluarga:


Tn. M mengatakan ada keluarganya yang menderita penyakit hipertensi.

Obat-obatan Dosis Keterangan


- - -

3. POLA PERSEPSI PEMELIHARAAN KESEHATAN


Merokok : Tn. M mengatakan sudah tidak merokok lagi. Tn. M pernah
merokok dan habis 1 bungkus/ hari.
Minuman keras : Tn. M mengatakan tidak minum minuman keras
Obat-obatan terlarang : Tn. M mengatakan tidak mengkonsumsi obat-obatan
terlarang
Alergi (obat, makanan) : Tn. M mengatakan tidak ada alergi obat atau makanan.

4. POLA AKTIVITAS/ LATIHAN


Kemampuan Melakukan Aktivitas
Aktivitas
Mandiri Bantuan minimal Bantuan total Keterangan
Makan/minum √
Mandi √
Berpakaian √
Ke WC √
Pindah tempat √
Ambulasi √
Alat bantu yang digunakan : Tn. M tidak menggunakan alat bantu
Keluhan lansia : Tn. M mengatakan nyeri pada kedua lutut terutama
sebelah kiri saat posisi lutut di tekuk ketika shalat.
Masalah keperawatan : Nyeri akut

5. POLA NUTRISI
Diet tertentu : Tn. M tidak memiliki diet tertentu. Tn. M mengatakan makan 3
x sehari selama di Panti
Nafsu makan : Anoreksia Mual
Meningkat √ Muntah
Sensasi rasa menurun Stomatitis
Perubahan BB selama 6 bulan terakhir:
Kesulitan menelan : Tn. M tidak kesulitan menelan
Gigi : Utuh Tidak utuh √
Jelaskan: Gigi Tn. M berjumlah ± 1 gigi.
Keluhan lansia : Tidak ada keluhan
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

6. POLA ELIMINASI
Kebiasaan BAB : Normal √ Konstipasi
Frekuensi 1x/hari Diare
Warna feces: kuning Inkontinen
Konsistensi: padat
Tn. M mengatakan saat BAB tidak perlu dibantu alat
Kebiasaan BAK : Normal √ Disuria
Frekuensi 6x/hari Nokturia
Warna urin: kuning Hematuri
Jumlah : cc/hari Inkontinen
Tn. M mengatakan saat BAK tidak perlu dibantu alat
Keluhan lansia : tidak ada keluhan
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

7. POLA ISTIRAHAT/TIDUR
Malam ± 8 jam (20.00 s.d 04.00)
Siang ± 1/2 jam (14.30 s.d 15.00)
Kebiasaan tertentu tidur : Sebelum tidur malam, Tn. M hanya berbaring di kamar dan
mengobrol dengan istri.
Keluhan lansia : tidak ada keluhan
Masalah keperawatan : tidak ada masalah
8. PENGKAJIAN FISIK
Data klinik:
Umur : 80 tahun Tinggi Badan : 160 cm Berat badan : 52 kg
Suhu : 36,5°C Nadi : 82 x/menit (lemah teratur √ tidak teratur )
Tekanan darah : 140/90 mmHg
Respirasi/sirkulasi:
Kecepatan : 20x/menit (normal √ cepat dangkal )
Lain-lain : Tidak ada
Batuk : Tidak ada
Keluhan lansia : tidak ada
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah
9. SISTEM INTEGUMEN
Kulit : normal √ pucat sianosis kuning
Temperatur : normal √ hangat dingin
Turgor : normal penurunan √
Benjolan : tidak √ ada , jelaskan
Kemerahan : tidak √ ada ,jelaskan
Gatal : tidak √ ada ,jelaskan
Keluhan lansia: Tidak ada keluhan
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

10. SISTEM NEUROSENSORI


Status mental : sadar √ disorientasi bingung
Bahasa yang dipakai : Bahasa Indonesia/Palembang/ daerah
Tremor : tidak √ ada ,jelaskan
Nyeri : tidak ada √ ,jelaskan : nyeri skala 4 di lutut kiri
Refleks fisiologis : patella √ tricep √ bicep √
Refleks patologis : babinsky kernig chaddock
Keluhan lansia : tidak ada keluhan
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

11. SISTEM MUSKULOSKELETAL


Range of motion : penuh √ tidak penuh
Keseimbangan jalan : normal √ tidak
Menggenggam : normal √ kuat √ lemah
Otot ekstremitas : normal √ kuat lemah
Kekuatan otot ekstremitas : 5 5
5 5
Keluhan lansia : tidak ada keluhan
Masalah keperawatan : tidak ada masalah

12. POLA PERSEPSI-KOGNITIF


Pendengaran : normal √ tuli tinnitus presbikusis
Penglihatan : normal katarak kacamata
kontak lensa glaucoma
Vertigo : tidak √ ada , jelaskan
Nyeri : ada √ tidak ada
Lokasi nyeri : lutut kiri, nyeri bila ditekuk
Ambang/nilai nyeri : skala 4 (nyeri sedang)
Durasi nyeri : ± 3 menit
Frekuensi nyeri : 5 kali setiap shalat
Penglolaan nyeri : mengoleskan minyak pada daerah nyeri
Keluhan lansia : Tn. M mengatakan nyeri pada lutut saat shalat (saat posisi
lutut di tekuk)
Masalah keperawatan : Nyeri akut

13. POLA KONSEP DIRI (KOPING)


Apa pendapat lansia tentang pindah tinggal di panti werdha?
Tn. M mengatakan senang tinggal di panti. Tn. M mengatakan ada yang mengurus
disini, tidak perlu pusing memikirkan makan dan tempat tinggal.

Kehilangan/perubahan dalam satu tahun terakhir?


Tn. M mengatakan dalam 3 bulan terakhir tidak mengalami perubahan apapun.

Keluhan lansia : Tidak ada keluhan


Masalah keperawatan : Tidak ada msalah

14. POLA KASIH SAYANG


Apakah lansia orang yang penuh kasih sayang?
Tn. M adalah orang yang penuh kasih sayang dengan memberikan perhatian pada
istrinya dan juga sesama lansia di panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita.

Apakah kulit lansia masih sensitif terhadap rabaan?


Tn. M mengatakan kulitnya masih sensitif saat di raba, masih dapat merasakan panas
atau dingin.

Keluhan lansia : Tidak ada kaluhan


Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

15. POLA HUBUNGAN-PERAN


Bagaimana menurut keluarga lansia tentang pindah tinggal di sini?
Tn. M mengatakan keluarganya merasa tidak terbebani karena lansia tinggal di panti
karena ada yang mengurusnya selama dipanti.

Bagaimana menurut teman lansia tentang tinggal di sini?


Tn. M mengatakan teman-temannya merasa senang selama ia tinggal di panti.

Keluhan lansia : Tidak ada keluhan


Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

16. POLA KEPERCAYAAN


Agama : Islam
Kegiatan rutin keagaman : Tn. M mengatakan tetap melaksanakan sholat 5 waktu
walaupun lututnya nyeri saat shalat.
Keyakinan tentang kesehatan : Tn. M mengatakan sakit yang ia derita pasti ada akan
sembuh.
Keluhan lansia : Tidak ada
Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

17. KEDAAN LINGKUNGAN


Lantai wisma : Lantai wisma terbuat dari keramik, keadaannya bersih
Lantai kamar mandi : Lantai kamar mandi terbuat dari keramik, keadaan cukup
bersih
Pegangan di kamar mandi : Ada pegangan di kamar mandi
Penerangan : Lampu saat malam hari, penerangan cukup.

18. INFORMASI PENUNJANG


Diagnosa medis : tidak dapat dikaji
Laboratorium : Pemeriksaan kadar Asam Urat Serum : 7.7 mg/dl
Terapi medis : tidak dapat dikaji

19. PENGKAJIAN FUNGSIONAL (KATZ INDEKS)


A Mandiri dalam makan, kontinensia (BAK, BAB), menggunakan pakaian,
pergi ke toilet, berpindah mandi
B Mandiri semuanya, kecuali salah satu fungsi di atas
C Mandiri kecuali mandi dan salah satu fungsi di atas
D Mandiri kecuali mandi, berpakaian dan salah satu fungsi di atas
E Mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet dan salah satu fungsi di atas
F Mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet, berpindah dan salah satu fungsi di
atas
G Ketergantungan untuk semua fungsi di atas
H Lain-lain

Interpretasi:
Tn. M dapat melakukan makan, kontinensia (BAK, BAB), menggunakan pakaian,
pergi ke toilet, berpindah mandi secara mandiri (A).

20. PENGKAJIAN FUNGSIONAL MODIFIKASI DARI BERTHEL


No Kriteria Dengan bantuan Mandiri Keterangan
1 Makan 5 10 √ Frekuensi: 3x/hari
Jumlah:1 porsi
Jenis: Nasi
2 Minum 5 10 √ Frekuensi: 6
cangkir/hari
Jumlah: ± 1,5 liter
Jenis: Air mineral,
teh, kopi
3 Berpindah dari kursi roda 5-10 15 √
ke tempat tidur, sebaliknya
4 Personal toilet (cuci muka, 0 5√ Frekuensi: 2x/hari
menyisir rambut, gosok
gigi)
5 Keluar masuk toilet 5 10 √
mencuci pakaian, menyeka
tubuh, meyiram)
6 Mandi 5 15 √ Frekuensi: 2 x/hari
7 Jalan di permukaan datar 0 5√
8 Naik turun tangga 5 10 √
9 Mengenakan pakaian 5 10 √
10 Control bowl (BAB) 5 10 √ Frekuensi: 1x/ hari
Konsistesi: padat
11 Control bladder (BAK) 5 10 √ Frekuensi: 5-6 x/hari
Warna: kuning
12 Olahraga/latihan 5 10 √ Frekuensi: 1x/hari
Jenis: jalan pagi
13 Rekreasi/pemanfaatan 5 10 √ Frekuensi: 1x/hari
waktu luang Jenis: ngobrol
dengan teman lansia

Interpretasi:
Total skor: 130, sehingga Tn. M termasuk dalam kategori mandiri.

21. PENGKAJIAN STATUS MENTAL GERONTIK


A. Identifikasi tingkat intelektual dengan menggunakan SPMSQ (Short Portable
Mental Status Questioner)

Benar Salah No Pertanyaan


√ 01 Tanggal berapa hari ini?
√ 02 Hari apa hari ini?
√ 03 Apa nama tempat ini?
√ 04 Di mana alamat anda?
√ 05 Berapa umur anda?
√ 06 Kapan anda lahir? (minimal tahun lahir)
√ 07 Siapa presiden Indonesia sekarang ini?
√ 08 Siapa presiden Indonesia sebelumnya?
√ 09 Siapa nama ibu anda?
√ 10 Kurang 3 dari 20 dan tetap pengurangan dari setiap angka
baru, semua secara menurun

Interpretasi:
Tn. M memiliki kesalahan 2, sehingga termasuk ke dalam kategori fungsi intelektual
utuh.

B. Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental menggunakan MMSE (Mini Mental
Status Exam)

Aspek Nilai Nilai


No Kriteria
Kognitif Maksimal Klien
1 Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar:
Tahun: 2018
Musim: hujan
Tanggal: 27
Hari: selasa
Bulan: 2
Orientasi 5 5 Dimana kita sekarang berada:
Negara: Indonesia
Provinsi: Sumatera Selatan
Kabupaten: Palembang
Panti Jompo
Wisma: 5
2 Registrasi 3 3 Sebutkan 3 nama obyek (sebut oleh
pemeriksa), 1 detik untuk mengatakan
masing-masing obyek, kemudian tanyakan
kepada klien ketiga obyek tadi (untuk di
sebut klien)
Piring
Sendok
Cangkir
3 Perhatian 5 1 Minta klien untuk memulai dari angka 100
dan kemudian di kurangi 7 sampai 5
kalkulasi kali/tingkat
100-7=93
4 Mengingat 3 2 Minta klien untuk mengulangi ketiga
obyek no.2 (registrasi) tadi. Bila benar, 1
poin untk masing-masing obyek
Sendok
Cangkir
5 Bahasa 9 1 Tanyakan kepada klien suatu benda dan
tanyakan namanya pada klien
Cangkir

Minta klien untuk mengulang kata berikut


2 “tak ada jika, dan, atau, tetapi”
Bila nilai 1 poin pertanyaan benar 2 buah:
tak ada, tetapi
Tak ada jika, dan, atau, tetapi

Minta klien untuk mengikuti perintah


berikut yang terdiri dari 3 langkah:
3 Ambil kertas, lipat dua, taruh di lantai

Perintahkan pada klien untuk hal berikut:


Tutup mata kakek
1
Perintahkan pada klien untuk menulis satu
kalimat dan menyalin gambar
2 Nama saya Majrul

Total nilai 25

Interpretasi:
Tn. M tidak ada gangguan kognitif

22. PENGKAJIAN KESEIMBANGAN UNTUK KLIEN LANJUT USIA


A. Perubahan Posisi atau Gerakan Keseimbangan
a. Bangun dari kursi
Tidak bangun dari duduk dengan satu kali gerakan, tetapi mendorong
tubuhnya ke atas dengan atau bergerak ke bagian depan kursi terlebih dahulu,
tidak stabil pada saat berdiri pertama kali.
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan kondisi diatas, diberi nilai 0 klien tidak
menunjukkan kondisi tersebut
Skor: 0
b. Duduk ke kursi
Menjatuhkan dari kursi, tidak duduk di tengah kursi.
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan kondisi di atas dan diberi nilai 0 jika klien
tidak menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

c. Menahan dorongan pada sternum (pemeriksa mendorong sternum perlahan-


lahan sebanyak 3 kali)
Menggerakkan kaki, memegang obyek untuk dukungan kaki tidak menyentuh
sisi-sisinya.
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan kondisi di atas dan diberi nilai 0 jika klien
tidak menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

d. Mata tertutup
Sama seperti di atas (periksa kepercayaan klien tentang input penglihatan
untuk keseimbangan)
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan kondisi di atas dan diberi nilai 0 jika klien
tidak menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

e. Perputaran leher
Menggerakkan kaki, menggenggam obyek untuk dukungan, kaki tidak
menyentuh sisi-sisinya, keluhan vertigo, pusing, keadaan tidak stabil, beri
nilai 1 jika klien menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

f. Membungkuk
Tidak mampu untuk membungkuk untuk mengambil obyek-obyek kecil
(misalnya pulpen) dari lantai, memegang suatu obyek untuk bisa berdiri lagi,
memerlukan usaha-usaha multiple untuk bangun.
Skor: 0

B. Komponen Gaya Berjalan atau Gerakan


a. Minta klien untuk berjalan ke tempat yang ditentukan
Ragu-ragu tersandung, memegang obyek untuk dukungan.
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan di atas, beri nilai 0 jika klien tidak
menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

b. Ketinggian langkah kaki (mengangkat kaki pada saat melangkah)


Kaki tidak naik dari lantai secara konsisten (menggeser atau menyeret kaki),
mengangkat kaki terlalu tinggi (≥ 2 inci).
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan di atas, beri nilai 0 jika klien tidak
menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

c. Kontinuitas langkah kaki (lebih baik diobservasi dari samping klien)


Setelah langkah-langka awal tidak konsisten, memulai mengangkat satu kaki
sementara kaki yang lain menyentuh lantai.
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan di atas, beri nilai 0 jika klien tidak
menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

d. Kesimetrisan langkah (lebih baik diobservasi dari samping klien)


Panjang langkah tidak sama (sisi yang patologis biasanya memiliki langkah
yang lebih Panjang, msalah dapat terjadi pada pinggul, lutut, pergelangan kaki,
atau otot-otot di sekitarnya).
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan di atas, beri nilai 0 jika klien tidak
menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

e. Penyimpangan jalur pada saat terbalik (lebih baik diobservasi dari belakang
pasien)
Tidak berjalan dalam garis lurus, bergelombang dari sisi ke sisi.
Beri nilai 1 jika klien menunjukkan di atas, beri nilai 0 jika klien tidak
menunjukkan kondisi tersebut.
Skor: 0

Interpretasi hasil pengkajian keseimbangan: total skor 0, sehingga resiko jatuh


rendah.

23. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


a. Nyeri akut

4. ANALISA DATA
Nama lansia : Tn. M
Umur : 80 tahun

No Data Etiologi Masalah


keperawatan
1 Data Subjektif: Asam urat dalam serum meningkat Nyeri Akut
a. Tn. M mengatakan nyeri (hiperuresemia)
pada lutut saat di tekuk
ketika shalat
Hipersaturasi asam urat dalam plasma dan
garam urat di cairan tubuh
Data objektif:
a. Hiperuresemia dengan
kadar asam urat serum
Terbentuk kristal monosodium urat (MSU)
7,7 mg/dl
b. Pengkajian nyeri
P: inflamasi pada sendi Penumpukan dan pengendapan MSU (di
lutut jaringan lunak dan persendian)
Q: berdenyut
R: lutut
S: skala 4 Pembentukan tophus
T: saat shalat (posisi di
tekuk)
Respon inflamasi meningkat

Nyeri akut

2 Data Subjektif: Asam urat dalam serum meningkat Defisit


a. Tn. M mengatakan lutut (hiperuresemia) Pengetahuan
tiba-tiba bengkak serta
nyeri dan tidak meminta
obat untuk mengatasinya Perubahan status kesehatan

Data objektif:
a. Klien tampak bingung Kurang terpajan informasi mengenai
b. Klien tidak menjawab masalah kesehatan yang dialami
tentang jenis penyakit
dan klien tidak tahu
tentang obat-obatan Defisit pengetahuan

5. PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN


a. Nyeri akut
b. Defisit pengetahuan

6. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
a. Nyeri Akut berhubungan dengan peningkatan respon inflamasi
b. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpajan informasi mengenai masalah
kesehatan yang dialami
F. NURSING CARE PLAN
Nama lansia : Tn. M
Usia : 80 tahun

No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan


1 Nyeri Akut berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 7 x  Lakukan monitoring tanda-tanda vital
peningkatan respon inflamasi pertemuan (30 menit) diharapkan nyeri akut  Lakukan pengkajian nyeri secara
berkurang bahkan hilang dengan kriteria hasil: komprehensif termasuk lokasi,
karaktersitik, durasi, frekuensi, kualitas
a. Klien mampu mengontrol nyeri
dan faktor presipitasi
b. Klien melaporkan nyeri berkurang dengan  Observasi reaksi nonverbal dari
menggunakan manajemen nyeri ketidaknyamanan
 Gunakan teknik komunikasi terapeutik
c. Klien mengatakan rasa nyaman setelah nyeri
untuk mengetahui pengalaman nyeri
berkurang
pasien
 Ajarkan tentang teknik non farmakologi:
teknik napas dalam dan kompres jahe
hangat
 Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
 Evaluasi keefektifan control nyeri
2 Defisit pengetahuan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x  Berikan penilaian tentang tingkat
berhubungan dengan kurang pertemuan (30 menit) diharapkan pengetahuan pengetahuan pasien tentang penyakit.
terpajan informasi mengenai meningkat dengan kriteria hasil:  Sediakan informasi dan gambarkan tanda
masalah kesehatan yang dialami dan gejala yang biasa muncul pada
1. Klien menyatakan pemahaman tentang
penyakit, penyebab, dengan cara yang
penyakit, kondisi, dan program pengobatan
tepat
2. Klien mampu menjelaskan kembali apa
yang dijelaskan perawat/ tim kesehatan  Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
lainnya  Instruksikan pasien mengenai tanda dan
gejala untuk melaporkan pada pemberi
perawatan kesehatan dengan cara yang
tepat
G. CATATAN PERKEMBANGAN
Nama lansia : Tn. M
Umur : 80 tahun

No Diagnosa Keperawatan Tanggal/jam Implementasi Evaluasi


1 Nyeri Akut berhubungan Selasa, 27 Pukul 09.15 WIB Pukul 09.50 WIB
dengan peningkatan respon Februari 2018
inflamasi 1. Melakukan pengecekan tanda-tanda S:
vital: - Tn. M mengatakan paham dengan
TD: 140/90 mmHg penjelasan mahasiswa co ners.
HR:82x/menit - Tn. M mengatakan akan mempraktikkan
RR: 20x/menit teknik napas dalam saat nyeri muncul
T: 36,5oC
O:
2. Melakukan pengkajian nyeri secara - Klien mampu mempraktikkan kembali
komprehensif teknik napas dalam
P: inflamasi pada sendi lutut - Klien kooperatif.
Q: berdenyut - Kadar asam urat serum: 7.7 mg/dl
R: lutut - Pengkajian nyeri:
S: skala 4 P: inflamasi pada sendi lutut
T: saat sholat (posisi di tekuk) Q: berdenyut
R: lutut
3. Melakukan pemeriksaan kadar asam S: skala 4
urat serum T: saat sholat (posisi di tekuk)

4. Mengobservasi reaksi nonverbal dari A: Nyeri akut


ketidaknyamanan (Tn. M
mengerutkan dahi dan meringis saat P:
menjelaskan skala nyeri) - Lanjutkan intervensi pemberian kompres
dengan air jahe hangat
- Ajarkan pasien membuat air rebusan
5. Mengajarkan tentang teknik non daun salam
farmakologi: teknik napas dalam pada
klien (klien mampu mempraktikkan
teknik napas dalam)

2 Defisit pengetahuan Selasa, 27 Pukul 09.45 WIB Pukul 10.30 WIB


berhubungan dengan kurang Februari 2018
terpajan informasi mengenai 1. Memberikan penilaian tentang tingkat S:
masalah kesehatan yang pengetahuan pasien tentang penyakit - Klien mengatakan belum terlalu
dialami (hal-hal yang pasien ketahui tentang paham mengenai penyakitnya
penyakitnya).
O:
- Klien tampak masih bingung ketika
ditanya tentang penyakitnya
- Klien tampak mendengarkan
penjelasan mahasiswa
- Klien terlihat antusias

A: Defisit pengetahuan

P: Lanjutkan intervesi dengan diskusikan


bersama pasien menganai penyakitnya
dengan menggunakan media leaflet
3 Nyeri Akut berhubungan Rabu, 28 Pukul 10.15 WIB Pukul 10.50 WIB
dengan peningkatan respon Februari 2018
inflamasi 1. Melakukan pengecekan tanda-tanda S:
vital: - Tn. M mengatakan akan mempraktikkan
TD: 150/100 mmHg teknik napas dalam saat nyeri muncul
HR:76x/menit
RR: 20x/menit O:
T: 36,6oC - Klien mampu mempraktikkan kembali
teknik napas dalam
2. Melakukan pengkajian nyeri secara - Klien kooperatif.
komprehensif - Pengkajian nyeri:
P: inflamasi pada sendi lutut P: inflamasi pada sendi lutut
Q: berdenyut Q: berdenyut
R: lutut R: lutut
S: skala 4 S: skala 4
T: saat sholat (posisi di tekuk) T: saat sholat (posisi di tekuk)

3. Mengevaluasi teknik non farmakologi A: Nyeri akut


yang telah diajarkan: teknik napas
dalam pada klien (klien mampu P:
mempraktikkan teknik napas dalam) - Lanjutkan intervensi pemberian kompres
dengan air jahe hangat
- Ajarkan pasien membuat air rebusan
daun salam
4 Defisit pengetahuan Kamis, 1 Maret Pukul 09.30 Pukul 10.00 WIB
berhubungan dengan kurang 2018
terpajan informasi mengenai  Mendiskusikan bersama pasien S:
masalah kesehatan yang menganai penyakitnya dengan - Klien mengatakan mengerti
dialami menggunakan media leaflet penjelesan mahasiswa coners
 Mendiskusikan pilihan terapi atau
penanganan O:
- Klien tampak mendengarkan
penjelasan mahasiswa
- Klien terlihat antusias

A: Defisit pengetahuan

P: Lanjutkan evaluasi pengetahuan yang


telah dijelaskan

5 Defisit pengetahuan Jumat, 2 Maret Pukul 10.00 WIB Pukul 11.10 WIB
berhubungan dengan kurang 2018
terpajan informasi mengenai 1. Mengevaluasi pengetahuan pasien S:
masalah kesehatan yang mengenai penyakitnya - Tn. M mengatakan penyakitnya
dialami disebabkan oleh peningkatan kadar
asam urat yang mnegakibatkan nyeri
muncul
- Tn. M mengatakan dapat mengurangi
nyeri dengan teknik napas dalan

O:
- Klien terlihat antusias saat menjawab
- Klien tampak masih ragu
menjelaskan megenai penyakitnya
A: Defisit pengetahuan

P: Lanjutkan evaluasi pengetahuan pasien


mengenai penyakitnya

6 Nyeri Akut berhubungan Sabtu, 3 Maret Pukul 09.30 WIB Pukul 11.30 WIB
dengan peningkatan respon 2018
inflamasi 1. Melakukan pengecekan tanda-tanda S:
vital: - Tn. M mengatakan terasa dan lebih enak
TD: 140/90 mmHg setelah kaki di kompres jahe
HR:72x/menit - Tn. M mengatakan mengerti dengan apa
RR: 18x/menit yang dijelaskan mahasiswa
T: 36,7oC
O:
2. Melakukan pengkajian nyeri secara - Klien kooperatif.
komprehensif - Pengkajian nyeri:
P: inflamasi pada sendi lutut P: inflamasi pada sendi lutut
Q: berdenyut Q: berdenyut
R: lutut R: lutut
S: skala 4 S: skala 3
T: saat sholat (posisi di tekuk) T: saat sholat (posisi di tekuk)

3. Mengajarkan tentang teknik non A:


farmakologi: melakukan kompres air Nyeri akut
jahe hangat pada lutut kiri klien
P:
- Lanjutkan intervensi pemberian kompres
jahe
- Lanjutkan intervensi pemberian air
rebusan daun salam

7 Nyeri Akut berhubungan Senin, 5 Maret Pukul 10.00 WIB Pukul 12.30 WIB
dengan peningkatan respon 2018
inflamasi 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
komprehensif - Tn. M mengatakan terasa dan lebih enak
P: inflamasi pada sendi lutut setelah kaki di kompres jahe
Q: berdenyut - Tn. M mengatakan mengerti dengan apa
R: lutut yang dijelaskan mahasiswa
S: skala 4
T: saat sholat (posisi di tekuk) O:
- Klien kooperatif.
2. Mengajarkan tentang teknik non - Pengkajian nyeri:
farmakologi: melakukan kompres air P: inflamasi pada sendi lutut
jahe hangat pada lutut kiri klien Q: berdenyut
R: lutut
3. Mengajarkan pasien membuat air S: skala 3 (durasi berkurang)
rebusan daun salam yang berfungsi T: saat sholat (posisi di tekuk)
untuk menurunkan kadar asam urat
serum A:
Nyeri akut

P:
- Lanjutkan intervensi pemberian kompres
jahe
- Lanjutkan intervensi pemberian air
rebusan daun salam
8 Nyeri Akut berhubungan Selasa, 6 Maret Pukul 09.00 WIB Pukul 11.30 WIB
dengan peningkatan respon 2018
inflamasi 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
komprehensif - Tn. M mengatakan nyeri di lututnya
P: inflamasi pada sendi lutut sedikit berkurang, terasa ringan saat
Q: berdenyut bergerak
R: lutut
S: skala 3
T: saat sholat (posisi di tekuk) O:
- Klien kooperatif.
2. Mengevaluasi tentang teknik non - Pengkajian nyeri:
farmakologi yang telah diajarkan: P: inflamasi pada sendi lutut
teknik napas dalam Q: berdenyut
R: lutut
3. Memberikan air rebusan daun salam S: skala 3
yang berfungsi untuk menurunkan T: saat sholat (posisi di tekuk)
kadar asam urat serum
A:
Nyeri akut

P:
- Lanjutkan intervensi pemberian kompres
jahe hangat
- Lanjutkan intervensi pemberian air
rebusan daun salam
9 Nyeri Akut berhubungan Rabu, 7 Maret Pukul 09.00 WIB Pukul 11.30 WIB
dengan peningkatan respon 2018
inflamasi 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
komprehensif - Tn. M mengatakan nyeri di lututnya
P: inflamasi pada sendi lutut sudah berkurang banyak, terasa hangat
Q: berdenyut setelah di kompres.
R: lutut - Tn. M mengatakan nyeri berkurang saat
S: skala 3 sholat
T: saat sholat (posisi di tekuk)

2. Memberikan kompres air O:


jahe hangat pada lutut kiri - Klien kooperatif.
klien - Pengkajian nyeri:
P: inflamasi pada sendi lutut
3. Memberikan air rebusan Q: berdenyut
daun salam yang berfungsi R: lutut
untuk menurunkan kadar S: skala 2
asam urat serum T: saat sholat (posisi di tekuk)

A:
Nyeri akut

P:
- Lanjutkan intervensi pemberian kompres
jahe hangat
- Lanjutkan intervensi pemberian air
rebusan daun salam yang berfungsi untuk
menurunkan kadar asam urat serum
10 Nyeri Akut berhubungan Kamis, 8 Maret Pukul 09.30 WIB Pukul 11.00 WIB
dengan peningkatan respon 2018
inflamasi 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
komprehensif - Tn. M mengatakan nyeri berkurang
P: inflamasi pada sendi lutut - Tn. M mengatakan durasi nyeri muncul
Q: berdenyut berkurang
R: lutut - Tn. M mengatakan kakinya terasa lebih
S: skala 2 ringan saat bergerak
T: saat shalat (posisi di tekuk)
O:
2. Memberikan kompres air jahe hangat - Klien kooperatif.
pada lutut kiri klien - Pengkajian nyeri:
P: inflamasi pada sendi lutut
3. Memberikan air rebusan daun salam Q: berdenyut
yang berfungsi untuk menurunkan R: lutut
kadar asam urat serum S: skala 1 (durasi berkurang)
T: saat shalat (posisi di tekuk)

A:
Nyeri akut

P:
- Lanjutkan intervensi pemberian air
rebusan daun salam
11 Nyeri Akut berhubungan Jumat, 9 Maret Pukul 09.30 WIB Pukul 12.00 WIB
dengan peningkatan respon 2018
inflamasi 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
komprehensif - Tn. M mengatakan nyeri berkurang dan
P: inflamasi pada sendi lutut durasi nyeri muncul berkurang
Q: berdenyut - Tn. M mengatakan kakinya terasa lebih
R: lutut ringan saat bergerak dan sholat
S: skala 1
T: saat shalat (posisi di tekuk) O:
- Klien kooperatif.
2. Memberikan air rebusan daun salam - Pengkajian nyeri:
yang berfungsi untuk menurunkan P: inflamasi pada sendi lutut
kadar asam urat serum Q: berdenyut
R: lutut
S: skala 1 (durasi berkurang)
T: saat shalat (posisi di tekuk)

A:
Nyeri akut

P:
Lanjutkan evaluasi tingkat kadar asam urat
serum
12 Defisit pengetahuan Sabtu, 10 Maret Pukul 10.00 WIB Pukul 11.10 WIB
berhubungan dengan kurang 2018
terpajan informasi mengenai 1. Mengevaluasi pengetahuan pasien S:
masalah kesehatan yang mengenai penyakitnya - Tn. M mengatakan penyakitnya
dialami disebabkan oleh peningkatan kadar
asam urat yang mnegakibatkan nyeri
muncul
- Tn. M mengatakan dapat mengurangi
nyeri dengan teknik napas dalan dan
melakukan kompres jahe
- Tn. M mengatakan meminum air
rebusan daun salam dapat
mengurang kadar asam urat

O:
- Klien terlihat antusias saat menjawab
- Klien tampak cukup mampu
menjelaskan megenai penyakitnya

A: Defisit pengetahuan

P: Intervensi dihentikan

13 Nyeri Akut berhubungan Senin, 12 Maret Pukul 09.00 WIB Pukul 11.00 WIB
dengan peningkatan respon 2018
inflamasi 1. Melakukan pemeriksaan kadar asam S:
urat serum - Tn. M mengatakan nyeri berkurang
- Tn. M mengatakan kakinya terasa lebih
2. Melakukan pengkajian nyeri secara nyaman dan ringan saat bergerak
komprehensif
P: inflamasi pada sendi lutut O:
Q: berdenyut - Klien kooperatif.
R: lutut - Kadar asam urat serum: 5.9 mg/dl
S: skala 1 - Pengkajian nyeri:
T: saat shalat (posisi di tekuk) P: inflamasi pada sendi lutut
Q: berdenyut
R: lutut
S: skala 1 (durasi berkurang)
T: saat shalat (posisi di tekuk)

A:
Nyeri akut

P:
Intervensi dihentikan