Anda di halaman 1dari 47

Tugas Makalah Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN

Disusun oleh : Kelompok 7

Yessy Apriliany Lore (PO7124318113)


Tri Wahyuni Nurdin (PO7124318142)
Isma Dewi Yani (PO7124318140)

POLTEKKES KEMENKES PALU


PRODI DIV KEBIDANAN 2018

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga dapat menyusun makalah mata kuliah
Pembelajaran Klinik ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang
“Kewirausahaan dalam Pelayanan Kebidanan”.

Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan hambatan akan
tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Karena itu kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini, semoga mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari Ibu dosen dan teman-teman sangat
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini
memberikan manfaat bagi kita semua.

Palu, Agustus 2018

Kelompok 7

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………

Daftar Isi ………………………………………………………………………….

BAB I Pendahuluan ………………………………………………………………

A. Latar Belakang ……………………………………………………………

B. Rumusan Masalah ……………………………………………………......

C. Tujuan …………………………………………………………………….

BAB II Pembahasan ……………………………………………………………...

A. Filosofi Asuhan Kebidanan ………………………………………………

B. Asuhan Kebidanan Holostic ……………………………………………...

C. Pengobatan Alternative dan Terapi Komplementer dalam

Pelayanan Kebidanan …………………………………………………….

D. Kewirausahaan untuk Bidan ……………………………………………...

E. Tahapan Kewirausahaan Bidan Berbasis Bakat ………………………….

BAB III Penutup …………………………………………………………………

A. Kesimpulan ……………………………………………………………….

B. Saran ……………………………………………………………………...

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Seorang bidan yang membuka praktik mandiri dapat disebut juga sebagai

wirausahawan. Dimana wirausahawan adalah seorang yang memiliki keahlian menjual,

mulai menawarkan ide hinggá komoditas yakni layanan jasa. Sebagai pelaku usaha

mandiri dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut untuk mengetahui dengan baik

manajemen usaha. Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk

mampu sebagai manajerial dan pelaksana usaha, di dukung pula kemampuan menyusun

perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai

ke mampuan personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan nantinya

mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola

manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani

mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani

mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi

rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007:18). John J.Kao

(1993) mendefinisikan berkewirausahaan sebagai usaha untuk menciptakan nilai melalui

pengenalan kesempatan bisnis, manajemen pengambilan resiko yang tepat, dan melalui

keterampilan komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi manusia, uang, dan bahan-

bahan baku atau sumber daya lain yang diperlukan untuk menghasilkan proyek supaya

terlaksana dengan baik. Menjadi profesi bidan yang unggul di bidang

kewirausahaan/interprenuership dalam bentuk praktek mandiri dan mampu menciptakan

lapangan pekerjaan, khususnya kewirausahaan yang bergerak dibidang kesehatan sangat

membantu dalam pengembangan pembangunan yang mana pada masa sekarang ini.

4
Seorang bidan yang membuka praktik mandiri dapat disebut juga sebagai wirausahawan.

Dimana wirausahawan adalah seorang yang memiliki keahlian menjual, mulai

menawarkan ide hinggá komoditas yakni layanan jasa. Sebagai pelaku usaha mandiri

dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut untuk mengetahui dengan baik manajemen

usaha. Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu

sebagai manajerial dan pelaksana usaha, di dukung pula kemampuan menyusun

perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai

ke mampuan personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan nantinya

mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola

manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

Bidan yang berwirausaha dengan cara membuka praktek mandiri dirumahnya,

seharusnya berusaha untuk mendongkrak inovasi yang baru terhadap manajemen usaha.

Dimulai dari modal yang ia punya, alat-alat kesehatan, susunan ruangan, manajemen

keuangan, dan lain-lain. Agar laba yang diharapkan dapat terwujud tanpa mengurangi

kualitas pelayanan yang diberikan.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa filosofi Askeb ?

2. Apa yang dimaksud dengan Askeb Holistic ?

3. Bagaimana pengobatan alternative dan terapi komplementer dalam pelayanan

kebidanan ?

4. Bagaimana kewirausahaan bidan ?

5. tahapan kewirausahaan bidan berbasis bakat ?

5
C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui filosofi Askeb

2. Untuk mengetahui Askeb Holistic

3. Untuk mengetahui pengobatan alternative dan terapi komplementer dalam pelayanan

kebidanan

4. Untuk mengetahui kewirausahaan bidan

5. Untuk mengetahui tahapan kewirausahaan bidan berbasis bakat

6
BAB II

PEMBAHASAN

A. Filosofi Asuhan Kebidanan

Filosofi adalah nilai atau kenyakinan atau kepercayaan yang mendasari seseorang

untuk berperilaku sehingga mempengaruhi pola kehidupannya. Pada prinsipnya filosofi

asuhan kehamilan merujuk pada filosofi bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan

antara lain menyatakan bahwa :

1. Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah (normal) dan bukan proses

patologi, tetapi kondisi normal dapat menjadi patologi/abnormal. Menyadari hal

tersebut dalam melakukan asuhan tidak perlu melakukan intervensi-intervensi yang

tidak perlu kecuali ada indikasi.

2. Setiap perempuan berkepribadian unik, dimana terdiri atas bio, psiko, social yang

berbeda, sehingga dalam memperlakukan pasien/klien satu dengan yang lainnya juga

berbeda dan tidak boleh di samakan.

3. Mengupayakan kesejahteraan perempuan dan bayi baru lahir. Ini dapat di lakukan

dengan berbagai upaya baik promosi kesehatan melalui penyuluhan atau konseling

pemenuhan kebutuhan ibu hamil maupun dengan upaya preventif misal pemberian

imunisasi TT pada ibu hamil dan pemberian tablet tambah darah dan lain sebagainya.

4. Perempuan mempunyai hak memilih dan memutuskan tentang kesehatan, siapa dan

dimana mendapatkan pelayanan kesehatan.

5. Fokus asuhan kebidanan adalah untuk memberikan upaya preventif (pencegahan) dan

promotif (peningkatan kesehatan).

6. Mendukung dan menghargai proses fisiologi, intervensi dan penggunaan teknologi

dilakukan hanya atas indikasi.

7. Membangun kemitraan dengan profesi lain untuk memberdayakan perempuan.

7
B. Asuhan Kebidanan Holistik

Holistic memiliki arti menyeluruh. Asuhan kebidanan holistic yaitu asuhan

kebidanan komprehensif yang mencakup 4 kegiatan pemeriksaan yang berkesinambungan

yaitu mulai dari ANC, INC, PNC, dan Neonatal care.

1. Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil

Asuhan kebidanan pada ibu hamil adalah asuhan yang diberikan Bidan pada ibu

hamil utuk mengetahui kesehatan ibu dan janin serta untuk mencegah dan menangani

secara dini kegawatdaruratan yang terjadi pada saat kehamilan.

a. Tujuan pemeriksaan dan pengawasan Ibu hamil:

1) Tujuan umum

Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam

kehamilan, persalinan dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.

b. Tujuan khusus

1) Mengenal dan menangani penyakit-penyakit yang mungkin dijumpai dalam

kehamilan, persalinan dan nifas

2) Mengenal dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini

mungkin

3) Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak

4) Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehat sehari-hari

Standar Asuhan Kehamilan Kunjungan antenatal care (ANC) minimal :

1. Satu kali pada trimester 1 (usia kehamilan 0 – 13 minggu)

2. Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14 – 27 minggu)

3. Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 28 – 40 minggu)

8
Kehamilan memberikan perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis bagi ibu

hamil. Perubahan-perubahan yang bersifat fisiologis misalnya; pusing, mual, tidak

nafsu makan, BB bertambah dan sebagainya. Sedangkan perubahan psikologis yang

menyertai ibu hamil diantaranya; ibu menjadi mudah tersinggung, bangga dan

bergairah dengan kehamilannya dan sebagainya.

Adapun pelaksanaan komunikasi bagi ibu hamil, bidan diharapkan :

1) mampu melaksanakan asuhan dan tindakan pemeriksaan, pendidikan kesehatan

dan segala bentuk pelayanan kebidanan ibu hamil;

2) dengan adanya komunikasi terapeutik diharapkan dapat meredam permasalahan

psikososial yang berdampak negatif bagi kehamilan;

3) membantu ibu sejak pra konsepsi untuk mengorganisasikan perasaannya,

pikirannya untuk menerima dan memelihara kehamilannya.

2. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin

Asuhan yang di berikan Bidan pada Ibu Bersalin. Bidan melakukan Observasi

pada Ibu Bersalin, yani pada Kala I, Kala II, kala III, Dan kala IV.

a. kala I : Pembukaan 0 -10

1) Pembukaan

a) fase laten : 8 jam : 0-3

b) fase Aktif : 6 jam :

Akselerasi : 3-4

Dilatasi max : 4-9

Deselerasi : 9

Asuhan yang diberikan :

1) memonitoring tekanan darah, suhu badan, denyut nadi setiap 4 jam

9
2) mendengarkan denyut jantung janin setiap jam pada fase laten dan 30 menit pada

fase aktif

3) palpasi kontraksi uterus setiap jam setiap fase laten dan 30 menit pada fase aktif

4) memonitoring pembukaan servik penurunan bagian daerah terendah pada fase

laten dan fase aktif setiap 4 jam

5) memonitoring pengeluaran urine setiap 2jam

6) menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperti suami, keluarga atau

temandekat untuk mendampingi ibu

7) Menginformasikan hasil pemeriksaan dan rencana asuhan selanjutnya serta

kemajuan persalinan dan meminta persetujuan ibu untuk rencana asuhan

selanjutnya

8) mengatur aktifitas dan posisi dan membimbing relaksasi sewaktu ada his.

9) menjaga privasi ibu

10) menjaga kebersihan diri

11) memberi rasa aman dan menghindari rasa panas, mengurangi rasa nyeri ketika his

misalnya dengan membuat rasa sejuk dan masase

12) memberikan cukup minum dan makan

13) memastikan dan mempertahankan kandung kemih tetap kosong

14) menciptakan rasa kedekatan antara bidan dan ibu misalnya dengan sentuhan

b. kala II : Lahirnya janin

Asuhan yang diberikan :

1) memberikan dukungan terus menerus kepada ibu

2) memastikan kecukupan makan dan minum

3) mempertahankan kebersihan diri

4) mempersiapkan kelahiran bayi

10
5) membimbing meneran pada waktu his

6) melakukan pemantauan keadaan ibu dan denyut jantung bayi terus menerus

7) melakukan amniotomy

8) melakukan episiotomi jika diperlukan

9) melahirkan kepala sesuai mekanisme persalinan dan jalan lahir

10) melonggarkan atau melepaskannya, bila ada lilitan tali pusat pada kepala dan

badan bayi

11) melahirkan bahu dan diikuti badan bayi

12) nilai tanda-tanda kehidupan bayi minimal 3 aspek adalah asuhan bernafas , denyut

jantung, warna kulit

13) klem/jepit tali pusat didua tempat dan potong dengan gunting steril/DTT

14) menjaga kehangatan bayi

15) merangsang pernafasan bayi bila diperlukan

c. kala III: Lahirnya Plasenta

Asuhan yang diberikan :

1) melaksanakan menagemen aktif kala III

2) melakukan palpasi uterus untuk memastikan tidak ada bayi lain dalam 2 menit

3) memberikan suntikan oksitosin 10 im

4) segera diberikan dalam 2 menit setelah kelahiran bayi, jika bayi tunggal

5) pemberian oksitosin 10 unit im dapat diulangi setelah 15 jika plasenta masih

belum lahir

6) jika oksitosin tidak tersedia, rangsang putting payudara ibu dan susukan bayi

segera guna menghasilkan oksitosin alamiah

7) melakukan penegangan tali pusat terkendali (PTT)

11
8) setelah ada tanda-tanda pelepasan plasenta, plasenta dilahirkan dengan perasat

brandt Andrew

9) setelah kelahiran plasenta, lakukan masase fundus uteri

10) memotong dan mengikat tali pusat

11) memperlihatkan/mendekatkan bayi dengan ibunya

12) meletakkan bayi segera mungkin, kurang dari 30 menit setelah lahir bila

memungkinkan

d. kala IV : 2 jam Post partum

Asuhan yang diberikan :

1) lanjutkan pemantauan kontraksi uterus, pengeluaran darah, tanda-tanda vital

2) 2-3 kali selama 10 menit pertama

3) setiap 15 menit selam 1 jam

4) setiap 20-30 menit selama jam kedua

5) jika uterus tidak berkontraksi dengan baik, lakukan masase fundus dan

6) berikan methyl-ergometrine 0,2 mg IM (jika ibu tidak mengalami hipertensi).

7) melakukan pemeriksaan jalan lahir dan perineum

8) melakukan pemeriksaan kelengkapan plasenta dan selaputnya

9) ajarkan ibu/keluarga tentang cara mengecek/meraba uterus dan memasasenya

10) evaluasi darah yang hilang

11) memantau pengeluaran lochia (biasanya tidak lebih dari darah haid

12) mempertahankan kandung kemih tetep kosong (tidak dengan kateterisasi).

3. Asuhan kebidanan pada Ibu Nifas

Asuhan kebidanan pada Ibu nafas adalah Asuhan yang di berikan Pada Ibu

Nifas. Biasanya berlangsung selama 40 hari atau sekitar 6minggu. Pada Asuhan ini

12
Bidan memberikan Asuhan berupa Memantau Involusi Uteri, Kelancaran ASI, dan

Kondisi Ibu dan Anak.

Ibu setelah melahirkan akan mengalami fase ini yaitu fase ibu nifas. Ibu nifas juga

mengalami perubahan-perubahan yang bersifat fisiologis maupun psikologis. Oleh

karena itu, diperlukan juga komunikasi pada saat nifas. Perubahan fisiologis pada ibu

nifas meliputi: proses pengembalian fungsi rahim, keluarnya lochea, dsb. Sedangkan

perubahan psikologis meliputi: perasaan bangga setelah melewati proses persalinan,

bahagia bayi telah lahir sesuai dengan harapan, kondisi-kondisi yang membuat ibu

sedih saat nifas (keadaan bayi tidak sesuai harapan, perceraian, dsb).

Pelaksanaan komunikasi yang dilakukan bidan pada ibu nifas harus memperhatikan

kestabilan emosi ibu, arah pembicaraan terfokus pada penerimaan kelahiran bayi,

penyampaian informasi jelas dan mudah dimengerti oleh ibu dan keluarga, dsb.

4. Asuhan Kebidanan pada Bayi baru lahir

Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir adalah Asuhan yang di berikan Bidan pada

bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir Bidan memotong tali plasenta, memandikan,

mengobservasi ada tidaknya gangguan pada pernafasan dsb dan memakaikan pakaian

dan membendong dengan kain.

Komunikasi pada bayi dimulai sejak kelahiran sejak bayi mulai menangis sampai

lancar berbicara. Fase pertumbuhan dan perkembangan komunikasi bayi meliputi :

a. fase prelinguistic;

b. kata pertama;

c. kalimat pertama;

d. kemampuan bicara egosentris dan memasyarakat;

e. perkembangan semantic

13
5. Asuhan kebidanan pada Neunatus dan Balita

Asuhan kebidanan pada neunatus dan balita adalah Asuhan yang di berikan Bidan

pada Neunatus dan balita. Pada balita Bidan memberikan Pelayanan, informasi

tentang Imunisasi dan KIE sekitar kesehatan neunatus dan balita.

C. Pengobatan Alternative dan Terapi Komplementer dalam Pelayanan Kebidanan

Komplementer terapi/alternatif terapi semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat

sebagai pengguna dan para professional. Terapi komplementer/alternatif didasarkan pada

holistic filosofi dan interaksi antara tubuh, pikiran dan semangat dipercaya bahwa

kombinasi dari semua komponen tersebut berpengaruh pada proses reproduksi.

Dalam kebidanan, ibu mencari strategi untuk mengatasi ketidaknyamanan selama

kehamilan dan persalinan serta bantuan untuk relaksasi. Sebanyak ¾ dari perempuan

menggunakan seperti, herbal homeopathic, aromaterapi atau pengobatan dengan bunga

(Refuerzo et al 2005) sepertiga dari bidan menggunakan terapi komplementer dalam

praktek mereka (NIIS Confederation 1997)

Indonesia Sumber daya hayati terbesar ke 2 setelah Brazil. Leluhur telah memanfaatkan

tanaman obat. Kesehatan ibu dan anak sangat kental dipengaruhi budaya, social dan

ekonomi.

Dasar Hukum

1. Kebangkitan Jamu 4 Maret 2008

2. Pencanangan Jamu Brand Indonesia oleh Presiden RI 27 Mei 2008

3. Kebijakan Obat Tradisional Nasional SK Menkes 381/2007 tanggal 27 Maret 2007

4. Saintifikasi Jamu : Penelitian berbasis Pelayanan Permenkes 003/2010 Keputusan

Menteri Kesehatan Republik Indonesia no 381/MenKes/SK/III/2007 tentang

kebijakan obat tradisional (Kontranas)

14
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 003/MENKES/PER/I/2010

tentang Santifikasi Jamu Dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan

6. Keputusan Menkes RI No 121/MenKes/SK/II/2008 tentang Penunjukan 12 pilot

project sebagai tempat untuk melaksanakan pelayanan dan pengembangan pengobatan

komplementer

Banyak perempuan Indonesia menggunakan alternatif/komplementer terapi selama proses

reproduksi (jamu, pijat, akupucntur, dll). Indonesia memiliki 30.000 jenis tumbuhan dan

7000 berkhasiat obat. 45 macam obat penting di AS yang berasal dari tumbuhan, 14

spesies berasal dari Indonesia termasuk vinblastin dan vincristin (Depkes RI, 2011)

Pasal 48 UU Kesehatan tahun 2009 bahwa upaya kesehatan terdiri atas 17 pelayanan

kesehatan:

1. Pelayanan kesehatan umum

2. Pelayanan kesehatan tradisional

3. Peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit

4. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan

5. KB, Kesehatan reproduksi

6. Kesehatan sekolah, Kesehatan olahraga

7. Yankes bencana

8. Pelayanan darah

9. Kesehatan gilut

10. Penanggulangan gangguan pendengaran dan penglihatan, Kesehatan matra

11. Pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan, Pengamanan zat

aditif

15
1. Definisi

a. Pengobatan cara lain, yaitu pengobatan yang dilakukan di luar cara medis/ilmu

kesehatan”

b. Terapi alternative yaitu semua jenis pengobatan yang tidak dianggap sebagai

praktek standar/konvensional dalam suatu budaya tertentu

c. Pengobatan komplementer yaitu pengobatan tradisional yang sudah diakui/dapat

dipakai sebagai pendamping terapi konvensional/medis

Pelayanan kesehatan tradisional terdiri

a. Ramuan

b. Jamu /Herbal

Ketrampilan Fisik

a. Akupungtur

b. Massage

c. Refleksi

2. Terapi komplementer dalam kebidanan

a. Banyak digunakan sejak kehamilan awal secara natural

b. Salah satu pilihan ketika terdapat kontra indikasi pada obat

c. ketika sedikit ketidaknyamanan diabaikan dalam pengobatan konvensional

Terapi pelengkap (komplementer) /suportif dalam pelayanan kesehatan yang banyak

dilakukan oleh bidan, perawat & fisioterapis

1. Aromatherapy

a. Definisi

Aroma terapi adalah istilah genetic bagi salah satu jenis pengobatan alternative

yang menggunakan bahan cairan terutama yang mudah menguap, dikenal sebagai

16
minyak essensial, dan senyawa aromatic lainnya. Dari tumbuhan yang bertujuan

untuk mempengaruhi suasana hati atau kesehatan seseorang yang sering

digabungkan dengan praktik pengobatan alternative.

b. Manfaat aromatherapy

1) Mempercepat peremajaan kulit melalui minyak esensial yang meresap ke

dalam kulit sehingga meningkatkan aliran darah

2) Mencegah timbulnya berbagai penyakit karena bersifat antibakteri

3) Menetralkan ketegangan dan mengurangi stress

4) Memberi kenyamanan (relaxing) melalui aroma minyak esensial yang terhirup

5) Menormalisasi metabolisme dan meningkatkan vitalitas

6) Membantu mengatur keseimbangan tubuh dan menstimulasi proses terapi

c. Jenis Aroma Terapi dan manfaatnya

Aroma Terapi memiliki berbagai jenis aroma. Masing-masing aroma dalam aroma

terapi tersebut memiliki berbagai fungsi yang tidak hanya berguna untuk

mengharumkan ruangan atau wewangian namun juga memiliki berbagai fungsi

luar biasa bagi kesehatan.

Berikut ini beberapa jenis aroma dan manfaatnya:

1) Aromaterapi Basil : Mengatasi sakit perut, kejang otot dan pegal linu, masalah

pernapasan, flu dan demam, lelah mental, sakit kepala, sulit konsentrasi dan

mudah gugup.

2) Aromaterapi Cedarwood : Untuk infeksi pernapasan dan saluran kencing,

penyegar bagi kulit berminyak dan pori-pori tersumbat, ketombe dan gatal-

gatal.

3) Aromaterapi Chammomile Roman : Cocok untuk semua permasalahan kulit

seperti jerawat, alergi, luka bakar, eksim dan peradangan kulit.

17
4) Aromaterapi Clove : Mengurangi sakit gigi, diare, kudis, kurap dan kadas.

5) Aromaterapi Cubeb : Untuk penyakit anorexia, selulit dan kurang nafsu

makan.

6) Aromaterapi Cypress : Mengatasi tekanan darah rendah, system sirkulasi,

wasir, selulit serta mengurangi keringat yang berlebihan dari dalam tubuh.

7) Aromaterapi Ginger : Melindungi tubuh dari rasa kedinginan, demam, mual-

mual, pencernaan, anti peradangan, infeksi saluran kencing, kandung kemih,

menghancurkan segala jenis parasit usus dan menormalkan tekanan darah.

8) Aromaterapi Geranium : Berkhasiat mengencangkan payudara, menopause,

eksim jerawat, pendarahan, tanda melahirkan sekaligus mencerahkan kulit.

9) Aroma terapi Grapefruit : Mengatasi pegal linu, menggigil, sakit kepala, flu

dan demam serta membuang racun-racun dalam tubuh.

10) AromaterapiLavender : Merawat infeksi paru-paru, sinus, vaginal termasuk

jamur, radang tenggorokan, asma, kista dan peradangan lain. Meningkatkan

daya tahan tubuh, regenerasi sel, luka terbuka, infeksi kulit dan sangat nyaman

untuk kulit bayi.

11) Aromaterapi Lemon : Selain baik untuk kulit berminyak, berguna pula sebagai

zat antioksidan, antiseptik, melawan virus dan infeksi bakteri, mencegah

hipertensi, kelenjar hati dan limpa yang tersumbat, memperbaiki metabolisme,

menunjang sistem kekebalan tubuh serta memperlambat kenaikan berat badan.

12) Aromaterapi Jasmine : Pembangkit gairah cinta, baik untuk kesuburan wanita,

mengobati impotensi, anti-depresi, pegal linu sakit menstruasi dan radang

selaput lender.

18
13) Aromaterapi Juniper : Khusus perawatan penyempitan pembuluh arteri dan

masalah-masalah yang berhubungan dengan penyumbatan seperti peregangan

pembuluh darah, wasir dan selulit.

14) Aromaterapi Orange : Baik untuk kulit berminyak, kelenjar getah bening tak

lancar, debar jantung tak teratur dan tekanan darah tinggi.

15) Aromaterapi Peppermint : Membasmi bakteri, virus dan parasit yang

bersarang di pencernaan. Melancarkan penyumbatan sinus dan paru,

mengaktifkan produksi minyak dikulit, menyembuhkan gatal gatal karena

kadas/kurap, herpes, kudis karena tumbuhan beracun.

16) Aromaterapi Rosemary : Salah satu aroma yang manjur memperlancar

peredaran darah, menurunkan kolesterol, mengendorkan otot, reumatik,

menghilangkan ketombe, kerontokan rambut, membantu mengatasi kulit

kusam sampai di lapisan terbawah. Mencegah kulit kering, berkerut yang

menampakkan urat-urat kemerahan.

17) Aromaterapi Sandalwood : Menyembuhkan infeksi saluran kencing dan alat

kelamin, mengobati radang dan luka bakar, masalah tenggorokan, membantu

mengatasi sulit tidur dan menciptakan ketenangan hati.

18) Aromaterapi Tea tree : Berperan sebagai tonik kekebalan yang baik mengobati

penyakit paru-paru, alat kelamin, vagina, sinus, infeksi mulut, infeksi jamur,

cacar air, ruam saraf serta melindungi kulit karena radiasi bakar selama terapi

kanker.

19) Aromaterapi Thyme : Menyembuhkan gangguan pencernaan dan jamur,

menghancurkan cacing gelang dan cacing pita.

19
20) Aromaterapi Ylang-ylang/Kenanga : Bersifat menenangkan, melegakan sesak

napas, berfungsi sebagai tonik rambut sekaligus sebagai pembangkit rasa

cinta.

2. Reflexologi

Refleksologi adalah teknik penyembuhan alternatif untuk mengurangi ketegangan,

meningkatkan sirkulasi, dan mempromosikan fungsi alami dari tubuh melalui

penerapan tekanan pada berbagai titik-titik tertentu di kaki.

Refleksologi (pijat refleksi) bekerja dengan cara menstimulasi kaki untuk tujuan

penyembuhan. Hal ini dilakukan dengan cara memberi tekanan kepada titik-titik

tertentu di kaki untuk merangsang organ atau bagian tubuh yang sesuai.

Refleksologi mirip dengan akupresur. Di Asia, telah ditemukan catatan bahwa

akupresur sudah digunakan sebagai terapi kesehatan sejak tahun 5000 SM. Referensi

hieroglif untuk refleksologi kaki ditemukan di Mesir Kuno. Penduduk asli Amerika

telah mengetahui hubungan antara kaki dan bagian tubuh lain selama berabad-abad.

a. Refleksologi Modern

Refleksi modern dimulai pada awal 1900-an yang dipelopori oleh Dr. William H.

Fitzgerald, Edwin F. Bowers dan George Starr White. Mereka mengembangkan

tori “Zona Terapi” yang menyatakan bahwa tubuh sebenarnya bisa “dipetakan” di

zona yang berbeda. Zona ini berkorespondensi dengan struktur yang berbeda

dalam tubuh. Pionir lain, Dr. Eunice Ingham yang dikenal sebagai “Mother of

Modern Reflexology” lantas mengembangkan teori ini dengan memetakan zona

pada kaki. Ingham menemukan titik-titik spesifik pada kaki dan tangan yang

berhubungan dengan berbagai organ, kelenjar, dan struktur dalam tubuh manusia.

Dengan memberikan tekanan pada titik-titik kaki, organ atau kelenjar yang sesuai

akan dirangsang.

20
b. Cara kerja Refleksologi

Sesi refleksologi umumnya akan dimulai dengan “pemanasan” pada kaki. Setelah

itu, terapis akan mulai memberi tekanan kepada titik-titik tertentu yang terletak di

kaki pasien. Pada gilirannya, organ terkait atau kelenjar akan dirangsang. Kadang-

kadang “deposit kristal” ditemukan pada titik tertentu di kaki. Deposit kristal

diyakini menyebabkan saraf terblokir. Terapis biasanya akan memecah deposit ini

dengan melakukan tekanan dan pijatan.

c. Hasil Refleksologi

Setiap orang akan berbeda dalam merespon refleksologi. Beberapa orang akan

melihat dan merasakan hasil yang cepat, sedang lainnya memerlukan lebih banyak

waktu untuk merasakan hasilnya. Hasil terapi refleksologi juga akan tergantung

pada tingkat keparahan dari penyakit. Semakin parah tentu akan membutuhkan

waktu lebih banyak sebelum hasil dapat terlihat. Kunci lain untuk mendapatkan

hasil yang positif adalah keyakinan bahwa refleksologi akan bekerja. Pikiran dan

tubuh memiliki koneksi yang kuat. Jika pasien memiliki sikap mental yang positif,

tubuh juga akan bereaksi dengan cara yang positif.

Berikut adalah beberapa penyakit atau keluhan yang dapat diatasi dengan

refleksologi:

1) Meredakan sembelit

2) Meringankan kram menstruasi

3) Menghilangkan stres dan tekanan mental

4) Tidur lebih nyenyak

5) Meredakan sakit punggung

6) Menyembuhkan sakit kepala dan migren

21
Manfaat Lain Refleksologi

Refleksologi merupakan pendekatan holistik untuk mengatasi masalah pada

tubuh. Refleksologi mampu meningkatkan fungsi usus, ginjal, kulit, paru-paru,

dan melancarkan peredaran darah. Refleksologi membantu menghilangkan rasa

sakit dengan merangsang pelepasan endorfin (pembunuh rasa sakit alami tubuh).

Sebagai metode alami, refleksologi dapat dipertimbangkan untuk menjadi

alternatif atau pendamping dari terapi modern yang sedang dijalani.

3. Massage

a. Pengertian massage

Massage tubuh dengan cara manual adalah salah satu cara perawatan

tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun

jari-jari tangan. Massage yang berate penekanan secara pelan. Dan di Indonesia

lebih dikenal dengan istilah pijat. Yang pada awalnya massage bertujuan sebagai

theurapetic tubuh yang akhirnya berkembang untuk lebih mencapai kecantikan

tubuh.

b. Manfaat massage

Yang paling utama dari manfaat massage adalah memperlancar peredaran darah

dan getah bening. Dimana massage akan membantu memperlancar metabolism

dalam tubuh. Treatment massage akan mempengaruhi kontraksi dinding kapiler

sehingga terjadi keadaan vasodilatasi atau melebarnya pembuluh darah kapiler

dan pembuluh getah bening. Aliran oksigen dalam darah meningkat, pembuangan

sisa-sisa metabolic semakin lancar sehingga memacu hormone endorphin yang

berfungsi memberikan rasa nyaman. Selain hal tersebut banyak sekali manfaat

massage bagi peningkatan fungsi-fungsi fisiologis tubuh. Efek kesembuhan secara

holistikpun bisa didapatkan dari massage yaitu menimbulkan relaksasi pada

22
pikiran, menghilangkan depresi dan perasaan panic dengan meluangkan sedikit

waktu untuk melakukan kontak khusus yang ditimbulkan dari sentuhan massage

c. Macam-macam gerakan massage dan manfaatnya

a. Mengusap (Efflurage/strocking) adalah gerakan mengusap dengan

menggunakan telapak tangan atau bantalan jari tangan. Gerakan ini dilakukan

sesuai dengan peredaran darah menuju jantung maupun kelenjar-kelenjar

getah bening. Manfaat gerakan ini adalah merelaksasi otot dan ujung-ujung

syaraf.

b. Meremas (Petrisage) adalah gerakan memijit atau meremas dengan

menggunakan telapak tangan atau jari-jari tangan. Teknik ini digunakan pada

area tubuh yang berlemak dan jaringan otot yang tebal.

c. Friction adalah gerakan melingkar kecil-kecil dengan penekanan yang lebih

dalam menggunakan jari atau ibu jari. Gerakan ini hanya digunakan pada area

tubuh tertentu yang bertujuan untuk penyembuhan ketegangan otot akibat

asam laktat yang berlebih.

d. Menggetar (vibration) adalah gerakan menggetar yang ditimbulkan oleh

pangkal lengan dengan menggunakan telapak tangan ataupun jari-jari tangan.

e. Memukul (tapotement/ tapotage adalah gerakan menepuk atau memukul dan

bersifat merangsang jaringan otot, dilakukan dengan kedua tangan bergantian.

Untuk memperoleh hentakan tangan yang ringan, tidak sakit pada klien tapi

merangsang sesuai dengan tujuannya, maka diperlukan fleksibilitas

pergelangan tangan. Tapotement tidak boleh dikenakan pada area yang

bertulang menonjol ataupun pada otot yang tegang serta area yang terasa sakit

atau nyeri.

23
Variasi gerakan tapotement, yaitu :

1) Memukul (beating)

2) Mencincang (hacking)

3) Menepuk (clapping)

4. Shiatssu

Budaya pijat telah dikenal oleh peradaban manusia sebagai sarana untuk

mengembalikan kebugaran tubuh dan meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh

terhadap serangan penyakit. Sama halnya dengan budaya kita, bangsa Jepangpun

mengenal budaya pijat yang disebut dengan “Shiatsu”. Shiatsu berasal dari kata ‘shi’

yang berarti jari, dan ‘atsu’ yang berarti tekanan.

a. Prinsip Dasar Shiatsu

Didalam tubuh manusia terdapat aliran energi tubuh yang disebut ‘ki’ yang

mengalir ke seluruh tubuh manusia sebagai penyokong kehidupan. Eneri ini

mengalir melalui lintasan-lintasan yang melintang dan membujur meliputi seluruh

tubuh manusia. Tubuh manusia sehat jika energi yang mengalir melalui meridian

ini mengalir dalam keadaan yang seimbang, jikat tidak maka akan timbul gejala

seperti sakit otot, nyeri syaraf, kepala pusing, dll yang menandakan adanya

gangguan ketidakseimbangan energi tubuh. Tugas shiatsu adalah mengembalikan

keseimbangan energi ini dengan cara memberikan tekanan pada titik-titik yang

dilewati meridian sehingga diperoleh kondisi yang seimbang kembali sehingga

tubuhnya dapat sehat kembali.

b. Cara Pelaksanaan Praktek Shiatsu

Shiatsu pada dasarnya bertujuan sama dengan pijat lainnya seperti pijat massage

ataupun tradisional. Yang membedakan dengan pijat lainnya adalah tidak

digunakannya minyak untuk melumasi tubuh karena teknik yang dilakukan bukan

24
pengurutan akan tetapi menggunakan teknik tekanan (totok) pada titik tubuh

tertentu. Pada praktek shiatsu, pasien tidak perlu membuka bajunya bahkan pasien

seluruh tubuhnya akan ditutupi dengan handuk penutup yang berfungsi untuk

menghangatkan tubuh pasien dan agar tekanan yang diberikan oleh terapis tidak

meleset. Yang membedakan shiatsu dengan pijat refleksi atau akupressure adalah

bagian tubuh yang diterapi. Pada refleksi ataupun akupressure kebanyakan yang

diterapi adalah bagian telapak kaki, punggung kaki dan tangan. Sementara praktek

shiatsu menerapi dari mulai kepala, punggungkaki dan tangan, karena shiatsu

menganggap bahwa hampir semua tubuh manusia dilewati oleh jalur meridian

tubuh dengan demikian dapat diketahui bagian tubuh ataupun jalur meridian mana

yang terganggu dan harus mendapatkan perhatian khusus. Dalam filosofi shiatsu,

penyakit yang menimpa seseorang adalah unik, yang berarti bahwa penanganan

pasien yang satu dengan pasien yang lainnya berbeda.

c. Penyakit Yang Cocok Dengan Shiatsu

Pada dasarnya hampir semua penyakit dapat diterapi dengan shiatsu, beberapa

penyakit saja yang kurang cocok dengan shiatsu seperti penyakit infeksi, luka

bakar, penyakit karena penuaan, dll. Sementara itu beberapa penyakit yang cocok

untuk terapi shiatsu adalah migrain, vertigo, pusing, masuk angin, otot kaku,

tangan susah diangkat, maag, lemah jantung, gangguan pencernaan, diare,

sembelit, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, kurang darah, lemah syaraf,

kelebihan kolesterol, asam urat, dll.

5. Hypnotherapy

Hipnotherapy yang biasa dilakukan dikebidanan adalah hypnobirthing.

Hypnobirthing adalah metode yang menggunakan self-hypnosis (hipnotis diri sendiri)

dan teknik relaksasi untuk membantu calon ibu merasa siap serta mengurangi persepsi

25
akan ketakutan, kecemasan atau tegang, dan rasa sakit saat melahirkan. Berdasarkan

penelitian kesehatan, penggunaan hipnosis selama persalinan membantu wanita hamil

mengatasi ketakutan. Ketika takut, otot-otot menjadi tegang. Akibatnya, proses

kontraksi dan melahirkan alami pun menjadi terganggu, hingga akan mengakibatkan

rasa sakit berlebihan saat melahirkan.

a. Cara Kerja Hypnobirthing

Hypnobirthing didasarkan pada kekuatan sugesti. Prosesnya dapat menggunakan

musik, video, pemikiran dan kata-kata positif guna memandu pikiran, membuat

tubuh santai, dan mengendalikan napas saat proses persalinan berlangsung.

Misalnya diputarkan musik suara alam, video berkembangnya sebuah bunga, atau

memikirkan kalimat-kalimat pernyataan seperti “saya ingin melahirkan secara

normal”, “saya relaks, bayi saya juga relaks”. Hipnosis dalam hypnobirthing dapat

dilakukan sendiri (self-hypnosis) atau meminta bantuan dari hipnoterapis,

tergantung pada kebutuhan sang calon ibu. Sebelum melakukan hypnobirthing,

calon ibu (dan ayah) dapat mengikuti kelas kursus hypnobirthing pada saat

kandungan berusia sekitar 32 minggu. Pada kursus tersebut akan diajarkan posisi

tubuh saat persalinan dan kelahiran, relaksasi dan self-hypnosis, dan teknik

bernapas.

b. Manfaat Hypnobirthing

Potensi manfaat dari hypnobirthing antara lain dapat:

1) Memberikan kenyamanan, relaksasi, dan bantuan selama persalinan.

2) Mengurangi stres dan ketakutan saat melahirkan.

3) Memungkinkan calon ibu untuk tetap waspada dan terjaga selama persalinan.

4) Mengurangi kebutuhan akan obat untuk mempercepat proses persalinan dan

obat penghilang rasa sakit selama proses persalinan.

26
5) Kala I persalinan menjadi lebih pendek.

6) Sakit saat persalinan berkurang atau bahkan tidak ada.

7) Memperpendek waktu tinggal di rumah sakit usai melahirkan.

6. Yoga

Proses kelahiran adalah masa yang istimewa dalam kehidupan seorang wanita.

Bahkan saking istimewanya, seorang wanita berusia lanjut pun masih dapat

mengingat proses kelahiran setiap anaknya. Kelahiran adalah masa yang istimewa dan

penuh keajaiban, sehingga perlu dirayakan dan dipersiapkan sebaik-baiknya. Ada

banyak cara untuk mempersiapkan kelahiran, diantaranya dengan berlatih yoga hamil

di saat kehamilan. Yoga adalah sistem kesehatan menyeluruh yang hadir dari berabad

masa lalu dan menjadi karunia di dunia modern kini. Tak hanya menciptakan

kesehatan fisik, berlatih yoga juga dapat menghadirkan ketenangan pikiran dan

ketentraman batin. Lebih dari sekedar aktivitas olahraga biasa, yoga merupakan gaya

hidup sehat yang dapat menyeimbangkan fisik, mental, dan spiritual saat menjalani

kehidupan modern yang ‘serba tidak seimbang’. Katakan saja, misalnya, jam kerja

yang bertepatan jam istirahat tubuh, pola makan tidak seimbang (tinggi lemak, kurang

serat), kurang berolahraga ( atau bahkan terlalu banyak berolahraga ), terpapar polusi

lingkungan, merokok, dan lain sebagainya. Berlatih yoga dapat menjadi kebiasaan

baik yang dapat menetralkan berbagai ketidaknyamanan fisik, mental, emosi, dan

mengembalikannya pada keseimbangan, selaras dengan alam. Khusus bagi ibu hamil,

secara sederhana, praktik yoga hamil – Prenatal Yoga - tidaklah jauh berbeda dengan

praktik hatha yoga bagi orang dewasa pada umumnya. Prenatal yoga adalah

modifikasi dari hatha yoga klasik yang telah disesuaikan dengan kondisi ibu hamil

dan dipraktikkan dengan intensitas yang lebih lembut dan perlahan. Modifikasi ini

sangat diperlukan untuk menghindarkan calon ibu dan cedera, dan juga demi

27
kenyamanan dan keamanan janin yang dikandungnya. Berikut ini adalah beberapa

manfaat dari berlatih prenatal yoga :

Manfaat fisik yoga hamil melalui postur tubuh yoga ( asanas ) :

a. Melatih postur tubuh yang baik, tegap dan kuat, di sepanjang kehamilan.

b. Melancarkan aliran darah. Memperlancar supply oksigen, nutrisi dan vitamin dari

makanan ke janin.

c. Menguatkan otot punggung, membuatnya lebih kuat untuk menyangga beban

kehamilan dan menghindarkan dari cedera punggung atau sakit pinggang.

d. Melatih otot dasar panggul – perineum – yang berfungsi sebagai otot kelahiran,

agar kuat menyangga beban kehamilan dan menyangga kandung kemih dan usus

besar. Semakin elastis otot dasar panggul, semakin mudah untuk menjalani proses

kelahiran dan semakin cepat pula proses pemulihan pasca melahirkan.

e. Membantu mengurangi ketidaknyamanan fisik selama kehamilan, seperti morning

sickness, sakit punggung, sakit pinggang, weak bladder, heartburn, sembelit dan

lain-lain.

Manfaat mental yoga hamil melalui teknik-teknik pernapasan yoga ( Pranayama ),

rileksasi, dan teknik-teknik pemusatan pikiran ( Dharana ) :

a. Menggunakan teknik-teknik pernapasan yoga untuk menenangkan diri dan

memusatkan pikiran. Sebagai media self help yang akan membantu saat

dilanda kecemasan dan ketakutan, atau saat perhatian tercerai berai.

b. Menggunakan teknik-teknik pernapasan yoga untuk beristirahat sejenak di saat

jeda antara dua kontraksi, untuk mengumpulkan kembali energi dan prana.

c. Menggunakan teknik-teknik rileksasi untuk menginduksi rasa nyaman dan

rileks di sepanjang kehamilan dan saat melahirkan. Menjaga otot-otot tubuh

tetap rileks saat melahirkan.

28
Manfaat spiritual yoga hamil melalui teknik-teknik berkontemplasi dan meditasi :

a. Menggunakan teknik-teknik pemusatan pikiran dan meditasi yang bermanfaat

untuk berkomunikasi dengan sang buah hati dan meningkatkan

keterikatan/bonding dengannya

b. Meningkatkan ketenangan dan ketentraman batin selama menjalani kehamilan.

c. Memandang segala sesuatu secara apa adanya, membantu saat ketakutan

melanda dan meningkatkan kemampuan untuk tidak terkuasai oleh rasa takut.

d. Meningkatkan inner peace, penerimaan diri dan kepasrahan saat melewati

semua kesulitan dalam proses kehamilan dan kelahiran.

e. Meningkatkan kemampuan untuk merasa bahagia.

Gentle Birth, persalinan yang lembut dan alami

Gentle Birth adalah konsep persalinan yang santun, tenang, dan alami, yang

bertujuan untuk mempersiapkan ibu hamil agar tetap tenang dan rileks saat

melahirkan. Konsep ini melibatkan praktik senam hamil, olah pernapasan, serta self

hypnosis yang rutin dilakukan sejak awal masa kehamilan hingga menuju

persalinan. Biasanya proses persalinan yang disarankan dalam Gentle Birth adalah

persalinan normal per vagina yang dapat dilakukan di atas tempat tidur, atau di dalam

bak mandi air hangat ( water birth ), dengan atau tanpa bimbingan instruktur

hypnobirthing yang akan membantu memandu proses persalinan menjadi lebih rileks,

mudah, dan gentle. Tentu saja, prinsip dari Gentle Birth bukanlah menghilangkan rasa

sakit. Setiap proses persalinan pasti melibatkan 'sensasi yang kuat' pada fisik. Yang

perlu dipersiapkan dalam persalinan Gentle Birth adalah mengolah tubuh, pikiran,

emosi selama masa kehamilan agar calon ibu siap menghadapi persalinan secara fisik,

mental, dan spiritual. Mungkin ada beberapa wanita sempat mengalami trauma

29
dengan persalinan yang menyakitkan sebelumnya, atau calon ibu baru yang sangat

terpengaruh dengan cerita-cerita tentang pengalaman ibu lainnya yang mengalami

‘sakit ini atau itu’ saat melahirkan. Yang terpenting dalam mengatasi ketakutan pada

proses kelahiran adalah mengubah persepsi tentang pengalaman yang tidak

menyenangkan tentang kehamilan dan persalinan. Merubah persepsi menjadi positif

secara langsung akan memperbaiki cara pandang seseorang terhadap pengalaman

tersebut, dan membuatnya lebih siap secara mental untuk menghadapinya. Namun

dibalik semua alasan di atas, Gentle Birth menjadi sesuatu yang sangat ‘hebat’ saat ini

( dan bahkan menjadikan Ibu Robin Lim, praktisi pendamping Gentle Birth, sebagai

pahlawan dunia ) bukan karena akan menyelamatkan ibu dari rasa sakit akibat

melahirkan. Ada alasan lainnya yang perlu dipertimbangkan oleh semua calon orang

tua, bahwa Gentle Birth dilakukan semata-mata demi kesejahteraan bayi yang akan

dilahirkan. Itulah tujuan utama dari Gentle Birth. Sempatkah kita berempati, bahwa di

saat ibu kesakitan ( bahkan trauma ) saat melahirkan, pada saat yang sama juga ada

seorang bayi yang kesakitan ( juga bahkan trauma ) saat dilahirkan?Trauma karena

telah menjalani proses kelahiran yang tidak alami, dengan skema yang sudah diatur,

dikejar target waktu, dikeluarkan secara paksa, segera dipisahkan dari ibunya setelah

dilahirkan, atau mungkin karena tindakan medis yang tidak perlu? Intervensi-

intervensi yang menentang alam ini dapat memberikan luka batin berupa rasa takut

dan tidak aman pada diri anak, yang secara tidak disadari akan terbawa hingga anak

dewasa, dan muncul dalam bentuk gangguan-gangguan mental yang ia sendiri bahkan

tidak sadar apa penyebabnya. Jadi, Gentle Birth bukan semata-mata tentang

melahirkan tanpa rasa sakit, melainkan persalinan lembut yang bertujuan demi

kesejahteraan bayi - manusia di masa depan - yang akan dilahirkan ke dunia.

Diharapkan melalui proses persalinan yang lembut dan alami akan menciptakan

30
bahagia dalam diri anak, yang memperkuat rasa penghargaan diri dan

kesejahteraannya. Saat seseorang bahagia maka ia dapat mengajak orang-orang

disekelilingnya turut bahagia. Kurang lebih itulah pesan yang disampaikan oleh Ibu

Robin Lim dalam film semi dokumenter biografinya Guerilla Midwives,

bahwa Peace begins with each child ( damai dimulai dari diri setiap anak ), bahwa

setiap anak berpeluang menjadi the agent of change menuju perdamaian di masa

depan.

Yoga Hamil / Prenatal Yoga untuk Gentle Birth

Bila jenis pelatihan persiapan Gentle Birth disebutkan meliputi senam hamil, latihan

pernapasan, rileksasi, self hypnosis, dan hypnobirthing, maka dapat dipastikan yoga

hamil dengan modified asanas nya, pranayama ( teknik pernapasan ), yoga nidra (

relaksasi ), dan meditasi juga memenuhi seluruh kriteria tersebut. Atau, yoga hamil

dapat dijadikan sebagai pelatihan pelengkap menuju Gentle Birth, bersama-sama

dengan jenis pelatihan lainnya ( hypnobirthing, senam hamil, taichi hamil, dll ).

definisi Gentle Birth melalui praktik yoga hamil / prenatal yoga, yang dapat menjadi

pilihan calon ibu untuk menjalani kehamilan yang lebih nyaman, mempersiapkan

persalinan yang alami, fase pemulihan pasca bersalin yang lebih cepat, dan bayi yang

dilahirkan sehat dan bahagia :

a. Menguatkan organ-organ tubuh yang berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran

untuk mempersiapkan fisik dan stamina ibu hamil menuju persalinan: Asanas (

postur yoga ) yang telah dimodifikasi untuk ibu hamil.

b. Mengatasi rasa sakit persalinan : Birthing room yoga, pranayama, visualisasi.

c. Mengatasi keluhan fisik selama kehamilan dan pasca kelahiran. Postur yoga

restorative, pranayama Mengatasi kelelahan mental selama kehamilan dan pasca

31
melahirkan : Postur yoga restorative,teknik pernapasan yoga yang telah

dimodifikasi ( pranayama ).

d. Memusatkan perhatian agar tidak mudah terpecah, mengatasi kecemasan,

ketakutan.: Teknik – teknik memusatkan perhatian ( dharana ), meditasi.

e. Memberikan waktu untuk memperbaharui energi dan menghilangkan rasa lelah

saat kehamilan dan pasca melahirkan : Yoga Nidra ( guided relaxation dalam

posisi berbaring ), postur yoga restorative. Berkoneksi dengan buah hati sejak

berada di dalam kandungan. Teknik memusatkan perhatian ( dharana ), dan

meditasi.

f. Memberi sugesti positif dan meningkatkan kemampuan untuk rileks: Yoga Nidra,

meditasi.

g. Mengembangkan rasa pasrah dan berserah diri saa t persalinan

D. Kewirausaahan dalam Kebidanan

Menurut Heri Wibowo (Buku Kewirausahaan, Heri Wibowo : 2011),

Kewirausahaan adalah sebuah mindset (pola pikir) dan method (metode). Keduanya

dapat berdiri sendiri maupun bersama-sama. Sebagai mindset , kewirausahaan mewakili

pola pikir, asumsi dasar, nilai atau yang mendasari pemikiran kita. Ia adalah ‘sesuatu’

yang berbeda diantara stimulus dan respon. Ia adalah pembeda antara seorang individu

dengan individu lainnya. Mindset adalah hal yang berpotensi mewarnai pemikiran-

pemikiran dan tindakan-tindakan kita. Mindset wirausaha dalam hal ini adalah pola pikir

positif, pantang menyerah, selalu berusaha melihat peluang. Selanjutnya, sebagai metode

(method), tentu saja aktivitas wira usaha memiliki langkah/cara/strategi tertentu untuk

dapat sukses (tidak terlalu mudah gagal). Dari sekian banyak kasus, tentunya ditemukan

formula/rumus ideal bagaimana cara memulai aktivitas wirausaha dengan baik, dalam arti

32
berpeluang mendapatkan profit sekaligus memiliki sedikit peluang untuk bangkrut.

Metoda dalam hal ini bagaimana aktivitas kewirausahaan ini dijalankan secara nyata

dalam kehidupan sehari-hari sehingga menghasilkan keuntungan bagi pengelolanya.

Secara umum metode ini juga dapat dibagi dua yaitu business content (jenis

bisnisnya/produk/barang), dan business context (yaitu perrangkat bisnisnya, mulai dari

manajemen keuangannya, pemasaran, sdm, dan lain-lain).

kewirausahaan dalam praktek kebidanan adalah Sebuah mindset (pola pikir ) dan

method (metode) yang harus dikuasai seorang Bidan sebagai wirausahawan dalam

memulai dan/atau mengelola sebuah usaha praktek profesional (Bidan Praktek Swasta

maupun Klinik Bersalin) dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan berbasis kreativitas

dan inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan klien, keluarga, dan masyarakat untuk

kemajuan/keberhasilan praktek profesional kebidanannya.

1. Sumber Potensi Peluang Kewirausahaan Pada Kebidanan

Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk

menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah

dalam penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara :

a. Menciptakan Produk Baru dan Berbeda

Produk dan jasa yang dibuat harus menciptakan nilai bagi pembeli, untuk itu

wirausaha harus benar-benar mengenal perilaku konsumen di pasar. Ada dua unsur

pasar yang perlu diperhatikan:

1) Permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan

2) Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/jasa

Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan

wirausaha untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek :

1) Analisis demografi pasar

33
2) Analisis serta tingkah laku pesaing

3) Analisis keunggulan bersaing pesaing dan kevakuman pesaing yang dapat

dianggap dapat menciptakan peluang

b. Mengamati Pintu Peluang

Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:

1) Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru

2) Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru

3) Dukungan keuangan

4) Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar

Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan

mengamati kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan modal

barunya.

Pintu peluang usaha baru dapat diperoleh dengan cara (Zimmerer) :

1) Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat

2) Kerugian teknik harus rendah

3) Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya

4) Pesaing tidak memiliki teknologi yang canggih

5) Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi

pasarnya

6) Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumbe-sumber untuk menghasilkan

produk barunya

c. Memperhitungkan Risiko yang Mungkin Terjadi

Risiko pesaing, kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi

pasarnya :

1) Kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing

34
2) Tingkat keberhasilan yang dicapai pesaing dalam pengembangan produknya

3) Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru

Risiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan

resiko finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.

d. Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan

Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki

adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan

tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Komptensi

itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman.

Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu

dalam berkreasi dan berinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan

sesuatu yang baru dan berbeda. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut

tercermin dalam:

1) Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up)

2) Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative)

3) Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity)

4) Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing)

5) Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya

Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:

1) Menghasilkan produk atau jasa baru

2) Menghasilkan nilai tambah baru

3) Merintis usaha baru

4) Melakukan proses/teknik baru

5) Mengembangkan organisasi baru

35
2. Kewirausahaan Dalam Praktik Kebidanan

a. Defenisi Bidan Praktek Swasta

Bidan praktek swasta merupakan bentuk pelayanan kesehatan di bidang kesehatan

dasar. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang

diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan masyarakat) sesuai

dengan kewenangan dan kemampuannya.

Bidan yang melakukan praktek harus memiliki SIPB sehingga dapat menjalankan

praktek pada saran kesehatan atau program. SIPB dikeluarkan oleh kepala dinas

kesehatan kabupaten/ kota yang seterusnya akan disampaikan laporannya kepada

kepala dinas kesehatan provinsi setempat dengan tembusan kepada organisasi

profesi setempat.

Jasa praktek bidan swasta biasanya merupakan usaha yang dijalankan oleh

seorang yang memiliki keahlian atau berprofesi sebagai seorang bidan.

Kadangkala usaha praktek bidan yang mereka jalankan bisa menghasilkan

pendapatan yang lebih dibandingkan dengan gaji bulanan mereka. Beberapa jasa

usaha ini adalah persalinan, imunisasi balita, kesehatan ibu dan anak (KIA) yang

meliputi pemeriksaan kehamilan dan pemeriksaan balita tahap awal. Besarnya

tarif biasanya disesuaikan dengan kondisi wilayah mereka tinggal dan

kesenioritasan yang mencangkup keahlian bidan tersebut.

b. Tujuan BPS

1) Umum

Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai dan mudah dijangkau

kepada masyarakat terutama ibu dan anak.

2) Khusus

a) Untuk membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal

36
b) Untuk menerapkan ilmu yang sudah didapatkan

c) Untuk mengembangkan usaha berupa penjualan jasa kepada masyarakat.

c. Langkah-Langkah yang Dilakukan Dalam Pengembangan Usaha

1) Menjalin komunikasi dengan orang lain

Maksudnya agar tidak ketingggalan informasi diperlukan mata-mata dalam

menjalankan usaha, tentunya mata-mata dalam arti positif yaitu orang yang

bertugas mengumpulkan informasi untuk mendukung kemajuan usahanya.

Memperluas jaringan komunikasi sangatlah penting selain mempermudah

mendapatkan informasi juga dapat memperluas daerah pemasaran.

2) Berani berinvestasi

Sebagai pemula dalam usaha dengan dana/ modal yang terbatas, diharapkan untuk

berani menjual asset sendiri yang dapat menghasilkan uang untuk berinvestasi

ataupun berusaha mengkredit uang dengan orang lain dengan syarat harus adanya

pertanggung jawaban untuk melunasinya.

3) Promosi

Dengan adanya promosi, masyarakat dapat mengenal produk yang ditawarkan.

Sehingga konsumen dapat tertarik membeli produk yang telah dibuat. Para

wirausahawan dapat mengambil alternatifnya yakni, dengan mengikuti bazaar,

karena bazaar adalah sarana promosi yang murah dan dapat dijadikan momen

untuk mengambil keuntungan. Setelah itu baru mempersiapkan brosur ataupun

spanduk.

4) Dapat memilih tempat yang strategis

Dalam hal memproduksi barang dan penamaan tempat perlu adanya keunikan.

Karena dengan keunikan suatu barang, maka kemungkinan banyak konsumen

yang mencari, dan semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan besar,

37
dalam hal ini juga dapat memberikan nilai tambah didalam penjualan produk

ataupun memberikan nilai diskon apabila pembelian banyak.

Pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis

Yakni dengan jalan waralaba lisensi atau peluang bisnis ataupun distribusi wholesale.

1) Strategi untuk mendapatkan keuntungan besar

Seringkali para pemilik bisnis berpikir bahwa untuk meningkatkan profit/

keuntungan maka mereka harus menaikkan jumlah pelanggan mereka dan omset

mereka/ total pendapatan kotor mereka. Anggapan ini adalah salah, karena profit,

omset, dan pelanggan sebenarnya adalah hasil akhir yang tidak dapat diubah bila

kewirausahaan tidak mengubah srategi tersebut.

d. Kewirausahaan dan Networking

Penerapan networking dalam bidan pribadi (bidan professional) dapat berupa:

promosi dan pemasaran pelayanan bidan secara getok tular untuk menjaring klien

baru. Hal ini diperoleh ketika ada seorang klien atau pasien yang merasa puas dengan

pelayanan professional bidan tersebut kepada klien maupun calon klien lain terutama

yang mengalami ketidakpuasan untuk pindah ke pelayanan professional oleh bidan

tersebut. Promosi dan pemasaran pelayanan bidan melalui jejaring media social.

Bidan yang up to date dengan teknologi kini dan tidak gatek dapat sharing informasi

dan pengalaman dan berkomunikasi dengan klien atau calon klien menggunakan

media social misalnya FB, Twitter, dan sebagainya.

e. Sasaran

Sasaran bidan praktek swasta adalah masyarakat dari semua golongan. Jasa bidan

praktek swasta, membidik para ibu rumah tangga sebagai target pasar. Pengguna

layanan jasa praktek bidan swasta ini adalah ibu hamil, anak balita, wanita usia subur,

pasangan usia subur dan wanita-wanita yang mengalami masa menopause. Layanan

38
yang paling sering dibutuhkan adalah partus atau persalinan. Bayi dan balita yang

membutuhkan imunisasi juga bisa menjadi konsumen jasa bidan swasta. Ibu hamil

menjadi konsumen jasa bidan swasta. Ibu hamil biasa memeriksakan kesehatan

kandungannya. Ibu melahirkan bayinya dengan bantuan bidan, hingga para ibu yang

ingin mengimunisasikan bayi mereka ataupun para ibu yang ingin mengikuti program.

f. Strategi

Produk yang dipasarkan adalah berupa jasa pelayanan dibidang kebidanan yang

meliputi pelayanan pemeriksaan hamil, bersalin, nifas, bayi, balita, dan KB. Strategi

pemasaran yang dilakukan dapat melalui mulut ke mulut. Sementara untuk

memperkenalkan program unggulan senam hamil ditempuh melalui promosi

kesehatan dengan memperkenalkan senam hamil pada ibu yang melakukan

pemeriksaan antenatal tentang mamfaat dan keuntungan melakukan senam hamil.

Strategi yang ditempuh untuk dapat menarik perhatian klien adalah dengan menjadi

bidan yang professional, efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan, ramah,

cepat tanggap terhadap keadaan klien, tidak membeda-bedakan pasien, meningkatkan

keterampilan agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi serta

menjalin kerja sama dengan rumah sakit atau klinik untuk mempercepat penanganan

bila terjadi kegawatdaruratan. Biaya pelayanan yang terjangkau juga merupakan salah

satu strategi pemasaran.

Dengan fasilitas pelayanan yang memadai dan keramahtamaan petugas dalam

memberikan pelayanan kepada pasien, maka akan membuat pasien merasa nyaman

dan puas dengan pelayanan yang diberikan. Disini juga disediakan kotak saran tertulis

jika pasien ingin menyampaikan keluhan terkait pelayanan.

39
g. Kendala yang Dihadapi BPS

Kendala yang dirasakan dalam usaha praktek bidan swasta ini biasanya hanya seputar

masalah teknis persalinan. Salah satu contohnya adalah anjuran untuk sebelum

saatnya mengejan tetapi ternyata pasien tidak mengiindahkan dan tetap mengejan.

Tentu hal ini sangat merepotkan apabila bidan tidak terbiasa menangani hal seperti

itu. Selain kendala di atas, untuk jasa praktek bidan swasta yang berada di wilayah

pedesaan, kendala yang sering dirasakan adalah apabila ibu hamil tinggal di daerah

pegunungan dan jalan menuju daerah tersebut sulit dijangkau. Dalam hal ini memang

sering terjadi, mengingat rata-rata kondisi jalan daerah pedesaan tidak sebagus dan

semudah di kota.

Untuk jam praktek, mereka bisa dibilang 24 jam penuh nonstop. Salah satu

penyebabnya adalah proses persalinan yang sering tidak bisa diperkirakan. Ini

merupakan resiko jika mereka benar-benar terjun di usaha ini.

E. Tahapan Kewirausahaan Bidan Berbasis Bakat

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha :

1. Tahap memulai

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala

sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin

apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’.

Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian,

industri, atau jasa.

2. Tahap melaksanakan usaha

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan

usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi,

40
kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan,

pemasaran, dan melakukan evaluasi.

3. Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis

perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang

dihadapi.

4. Tahap mengembangkan usaha

Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami

perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan

yang mungkin diambil.

Sikap wirausaha

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap

seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

1. Disiplin

Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki

kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen

wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat

menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan

sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan

berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat

sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat

menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap

komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan

komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai

41
jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah

ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya

adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.

2. Komitmen Tinggi

Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik

terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya,

seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat

progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat

dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan

dalam hidupnya. Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain

terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan

konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan,

penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang

teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata

konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari

konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya

tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.

3. Jujur

Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang

wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai

karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi

yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan

kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang

dilakukan olehwirausahawan.

42
4. Kreatif dan Inovatif

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya

kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara

berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan

produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif

umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali

ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya

adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.

5. Mandiri

Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan

dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau

bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan

dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh

seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap

mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

6. Realistis

Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita

sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun

tindakan/ perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi,

namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut

tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena

itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/

sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang

sedang dirintis.

43
Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang

menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:

1. Tidak kompeten dalam manajerial

Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha

merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.

2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan

mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi

perusahaan.

3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik,

faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur

pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas

menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.

4. Gagal dalam perencanaan

Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam

perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

5. Lokasi yang kurang memadai

Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha.

Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena

kurang efisien.

6. Kurangnya pengawasan peralatan

Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan

mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.

7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha

44
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang

dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal

menjadi besar.

8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan

Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan

menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa

diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan

setiap waktu.

45
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

kewirausahaan dalam praktek kebidanan adalah Sebuah mindset (pola pikir ) dan

method (metode) yang harus dikuasai seorang Bidan sebagai wirausahawan dalam

memulai dan/atau mengelola sebuah usaha praktek profesional (Bidan Praktek Swasta

maupun Klinik Bersalin) dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan berbasis kreativitas

dan inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan klien, keluarga, dan masyarakat untuk

kemajuan/keberhasilan praktek profesional kebidanannya. Sebagai wirausahawan

dibutuhkan sikap bidan yang disiplin, jujur, komitmen tinggi, kreatif dan inovatif, mandiri

dan ralistis.

B. Saran

Dalam menjalankan suatu usaha, seorang bidan harus memiliki sifat disiplin, jujur,

komitmen tinggi, kreatif dan inovatif, mandiri dan ralistis.

46
DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8

&ved=2ahUKEwj6sp6_gZHdAhVVfCsKHWf7CHcQFjADegQIBxAC&url=http%3A

%2F%2Fdigilib.akbidyo.ac.id%2Ffiles%2Fberbagi%2Finovsi%2520dalam%2520pela

yanan%2520kebidanan.pdf&usg=AOvVaw04L6E20jXPfsqfEFSmZHe2

http://journal.unika.ac.id/index.php/shk/article/view/80

https://www.scribd.com/document/377784098/Kewirausahaan-Dalam-Praktek-Kebidanan

https://s3.amazonaws.com/elexmedia/preview/9786020450193.pdf

https://utamiyulidagusnita.wordpress.com/2015/04/24/komplementer-aromaterapi/

https://www.amazine.co/2807/tips-refleksologi-asal-usul-sejarah-manfaat-refleksologi/

http://www.bidankita.com/endorphin-massage/2/

http://wicaksonoriza.blogspot.com/2016/04/manfaat-dan-teknik-pada-terapi-massage.html

https://pijatshiatsu.wordpress.com/tentang-shiatsu/

https://yogaleaf.com/index.php?option=com_content&view=article&id=113:prenatal-yoga-

untuk-gentle-birth&catid=4:article&Itemid=36

https://www.alodokter.com/tenang-melahirkan-dengan-hypnobirthing

47