Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

“PERKEMBANGAN ILMU GENETIKA”

Disusun Oleh KELOMPOK 1

Nama :

1. Mechindy de LIMA (2016-40-010)


2. Dea Ariska Nanda (2016-40-009)
3. Winikay Risamasu (2016-40-005)
4. Meike G Tomasoa (2016-40-063)
5. Gellian G Manusiwa (2016-40-104)
6. Enggelina Tahayasu (2016-40-026)
7. Yan Berlin Senen (2016-40-094)
8. Yordan Samloy (2016-40- )
9. Zurisya Berhitu (2016-40-027)
10. Wa Nurul M Heremba (2017-40-081)
11. Shofia Nur Inayah (2017-40-010)
12. Sitti Fauzia Tuankotta (2017-40- )
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik.

Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah genetika tentang “
Perkembangan Ilmu Genetika”. Kami menyucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu kami dalam penulisan makalah

Kami sangat menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat menambah
pengetahuan kita mengenai perkembangan ilmu genetka.

Ambon, 22 September 2018

Kelompok 1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………

Daftar Isi…………………………………………………………………….

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang……………………………………………………..


1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………….
1.4 Manfaat Penulisan…………………………………………………

BAB II Pembahasan………………………………………………………

BAB III Penutup

3.1 Kesimpulan……………………………………………………….
3.2 Saran………………………………………………………………

Daftar Pustaka……………………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Genetika disebut juga ilmu keturunan, berasal dari kata genos (bahasa latin), artinya

suku bangsa-bangsa atau asal-usul. Secara “Etomologi” kata genetika berasal dari kata genos

dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian. Genetika adalah ilmu yang mempelajari

sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah. Orang yang

dianggap sebagai "Bapak Genetika" adalah Johan Gregor Mendel.

Genetika perlu dipelajari, agar kita dapat mengetahui sifat-sifat keturunan kita sendiri

serta setiap makhluk hidup yang berada dilingkungan sekitar kita. Kita sebagai manusia,

tidak dapat hidup autonomy dan terinsolir dari makhluk lain sekitar kita,tetapi kita juga harus

menjalin hubungan yang saling mempengaruhi denan makhluk hidup disekitar lingkungan .

Karena itu selain kita harus mengetahui sifat-sifat menurun dalam tubuh kita,kita juga harus

mengetahui sifat-sifat menurun pada tumbuhan dan hewan. Karena prinsip-prinsip genetika

dapat berlaku bagi seluruh makhluk hidup.

Genetika bisa disebut sebagai ilmu pengetahuan murni, bisa pula disebut sebagai ilmu

pengetahuan terapan. Sebagai ilmu pengetahuan murni ia harus ditunjang oleh ilmu

pengetahuan dasar lain seperti kimia, fisika dan matematika jug ilmu pengetahuan dasar

dalam bidang biologi. Sebagai ilmu pengetahuan terapan ia juga menunjang banyak bidang

kegiatan ilmiah dan pelayanan kebutuhan masyarakat.

Tetapi, sebelum mempelajari lebih jauh tentang ilmu gentika lebih baiknya kita

mempelajari dan mengetahui lebih dulu sejarah perkembangan genetika dari dari awal ilmu

genetika tersebut ditemukan dan dikemukakan oleh para ahli dan bagaimana perkembangan

ilmu genetika hingga sekarang ini.


1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dicapai pada

makalah ini adalah :

1. Apa itu ilmu genetika dan apa konsep dasarnya ?

2. Bagaimana sejarah perkembangan ilmu genetika ?

3. Apa saja manfaat ilmu genetika dalam berbagai bidang kehidupan?

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan Rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan yang akan dicapai pada

makalah ini adalah :

1. Agar dapat mengetahui apa itu ilmu genetika dan konsep dasarnya.

2. Agar dapat menjelaskan sejarah perkembangan ilmu genetika.

3. Agar dapat mengetahui manfaat ilmu genetika dalam berbagai bidang kehidupan.

1.4 Manfaat Penulisan

Berdasarkan Tujuan penulisan diatas, maka manfaat penulisan yang akan dicapai pada

makalah ini adalah :

1. Untuk memberikan informasi mengenai ilmu genetika dan konsep dasarnya.

2. Untuk menambah wawasan tentang sejarah perkembangan ilmu genetika.

3. Untuk memberikan informasi tentang manfaat ilmu genetika dalam berbagai

bidang kehidupan.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ilmu Genetika dan Dasar Genetika

2.1.1 Pengertian Ilmu Genetika

Genetika berasal dari bahasa latin genos artinya suku bangsa-bangsa atau asal-

usul. Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang penurunan informasi genetic

dariinduk ke anaknya atau berlangsung dari generasi kegenerasi. Oleh karena cara

berlangsungnya penurunan atau perpindahan informasi genetic tersebut mendasari

adanya perbedaan dan persamaan sifat diantara individu organisme, maka dengan

singkat dapat pula dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang pewarisan sifat.

Dalam ilmu ini dipelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan

kepada anak,cucu, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya.

Hal yang di tekankan dalam ilmu genetika antara lain :

1. Material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik).

2. Bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik).

3. Bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang

lain (pewarisan genetik).

2.1.2 Konsep Dasar Genetika

Orang mulai mengenal konsep gen (Mendel menyebutnya 'faktor') setelah

Mendel mengeluarkan karyanya "Versuche über Pflanzenhybriden" atau Percobaan

mengenai Persilangan Tanaman (dipublikasi cetak pada tahun 1866) ditemukan

kembali secara terpisah oleh Hugo de Vries, Carl Correns, dan Erich von

Tschermak pada tahun 1900. Gen adalah pembawa sifat. Alel adalah ekspresi

alternatif dari gen dalam kaitan dengan suatu sifat. Setiap individu disomik selalu
memiliki sepasang alel, yang berkaitan dengan suatu sifat yang khas, masing-

masing berasal dari tetuanya, pendahulunya atau induknya. Status dari pasangan

alel ini dinamakan genotipe.

Apabila suatu individu memiliki pasangan alel sama, genotipe individu itu

bergenotipe homozigot,sedangkan apabila pasangannya berbeda, genotipe individu

yang bersangkutan dalam keadaan heterozigot. Genotipe terkait dengan sifat yang

teramati. Sifat yang terkait dengan suatu genotipe disebut fenotipe.

2.2. Sejarah Perkembangan Ilmu Genetika

Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir

abad ke 19,ketika seorang biarawan austria bernama Gregor Johann Mendel berhasil

melakukan analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan

persilangannya pada tanaman kacang ercis (Pisum satifum). Sebenarnya, Mendel bukanlah

orang pertama yang melakukan percobaan- percobaan persilangan. Akan tetapi, berbeda

dengan para pendahulunya yang melihat setiap individu dengan keseluruhan sifatnya yang

kompleks, Mendel mengamati pola pewarisan sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah

untuk diikuti. Deduksinya mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan

utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendel pun

di akui sebagai bapak genetika.

Penemuan hukum hereditas oleh Mendel (1866) pada perkembangannya sangat

mempengaruhi cabang ilmu dan konsep penting dalam biologi seperti evolusi,perkembangan

embrio,makhluk hidup dan biologi molekuler bahkan bidang sosial. Diskusi hereditas yang

paling panas di bidang sosial terjadi pada tahun 1970-an sampai 1980-an pada topik IQ dan

ras (Mehler,1996) salah satu cabang ilmu biologi yang berpengaruh besar setelah

ditemukannya hukum Mendel ialah teori evolusi Darwin. Darwin mengemukakan teorinya

pada masa pra-Mendel ketika orang-orang belum mengenal gen dan kromosom. Meski DNA

sudah berhasil di ekstraksi ketika itu namun belum diketahui fungsinya (sandler,2000), ketika
itu,orang masih beranggapan bahwa sifat hanya diwariskan oleh sperma dan induk betina

tidak menyumbang apapun pada sifat anaknya ataupun sebaliknya.

Darwin dalam “On The Origin Of Spesies” (1859) menyatakan dua hal penting dalam

teori evolusi yaitu :

a. Spesies-spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies nenek moyangnya di masa

lalu

b. Perkembangan spesies dipengaruhi oleh seleksi alam dan variasi antar populasi

(Darwin,2015)

Teori evolusi Darwin berhasil menyakinkan sebagian besar ahli biologi bahwa variasi telah

mengarah pada evolusi hereditas,tetapi kurang berhasil menyakinkan mereka bahwa seleksi

alam merupakan mekanisme utamanya. Darwin tidak menawarkan penjelasan yang tepat

tentang kemunculan spesies baru (zalta el at,2010) hingga kemudian teori hereditas mendel

yang bersifat empiris menutupi kekurangan teori evolusi darwin dan ini terjadi pada teori-

teori lain yang muncul setelahnya (Bonduriansky,2012).

Adapun perkembangan dalam ilmu genetika antara lain:

1. Era Pra-Mendel (Sebelum Abad XIX)

Bangsa Babylonia (6.000 tahun yang lalu) sudah melakukan penyusunan

silsilah kuda untuk memperbaiki keturunan. Sementara itu, bangsa Cina juga mampu

melakukan seleksi benih padi untuk mencari sifat unggul. Ribuan tahun yang lalu di

Eropa dan Amerika juga banyak yang melakukan seleksi dan penyerbukan silang

terhadap gandum dan jagung yang asalnya dari rumput liar.


2. Era Mendel (1822-1884)

Pada era ini merupakan keberhasilan Mendel yang merupakan seorang pastur

yang mampu melakukan percobaan persilangan pada tanaman ercis (Pisum sativum).

Mendel juga berhasil mengamati adanya sifat keturunan (karakter) yang diturunkan

dari generasi ke generasi. Selain itu, Mendel mampu membuat perhitungan

matematika tentang sifat genetis dari karakter yang ditampilkan oleh percobaan

tersebut. Faktor pembeawa karakter tersebut kemudian dinamakan determinan/faktor.

Keberhasilan percobaan Mendel tersebut menjadikan dasar ilmu pengetahuan di

bidang genetika Mendelian. Berkat usahanya tersebut, Mendel dijuluki Bapak

Genetika.

3. Era Pasca-Mendel (setelah tahun 1900)

Di era ini ditandai dengan ditemukannya karya Mendel oleh Hugo de Vries

(Belanda); Carts Correns (Jerman); dan Erich Von Tshcemak (Austria). Setelah itu

banyak peneliti yang melakukan penelitian yang lebih mendalam diantaranya adalah:

a. W. Fleming (1882)

Fleming memberikan nama kromatin pada bagian nukleus yang dapat

menyerap zat warna. Waldeyer menamakan benda-benda halus berbentuk

benang panjang atau pendek didalam nukleus sebagai kromosom.

b. Edouard Van Beneden (1883-1887)

Menyatakan bahwa kromosom membelah logitudinal pada waktu pembelahan

inti (1883) ; kromosom-kromosom hasil pembelahan bergerak ke arah kutub

berlawanan (1884) ; dan 1887 menemukan bahwa suatu spesies memiliki

jumlah kromosom tertentu


c. Boveri (1885)

Tiap spesies memiliki jumlah kromosom tetap

d. Hugo de Vries, Carl Correns dan Erik Von Tschermak (1900)

Menemukan kembali hasil percobaan Mendel

e. Montogomery (1901)

Menemukan bahwa kromosom-kromosom terdapat dalam pasangan-pasangan

dalam bentuk dan ukuran yang bisa dibedakan. Kromosom yang berpasangan

berasal dari induk jantan dan betina.

f. Correns (1902 dan 1909)

Menyatakan bahwa ada hubungan yang sangat dekat antara pemisahan gen-

gen berdasarkan Mendel dengan reduksi kromosom ( pada pembentukan

gamet ); dan 1909 menemukan bahwa variegata pada daun sebagai contoh

pewarisan sitoplasmik.

g. Walter S Suttondan T. Boveri (1903)

Teori kromosom untuk pewarisan secara fisik, faktor keturunan terletak pada

kromosom (hipotesis korelasi gen dan pemindahan kromosom).

h. William Bateson (1906 dan 1910)

Menggunakan istilah ‘genetics’ pertama kali (1906) ; serta (1910) menemukan

prinsip dari pautan. (beberapa faktor bergabung bersama pada tiap kromosom)

i. Wilhelm Johannsen (1903 dan 1909)

Menggunakan istilah ‘genotype’ dan ‘phenotype’ (1903), serta istilah ‘gene’

(1909)

j. Thomas Hunt Morgan (1910)

Morgan menemukan bahwa gen-gen yang terdapat pada kromosom yang sama

dapat terpisah.
k. James Watson and Francis Crick (1953)

Menemukan struktural molekul DNA yang merupakan benang ganda anti

paralel, berbentuk helix yang saling berkomplemen (double helix)

Dalam perkembangannya ilmu genetika terbagi menjadi tiga masa. Yaitu masa

genetika klasik, genetika molekuler dan rekayasa genetika.

a. Genetika klasik

Berkembang pada tahun 1900 karena penelitian yang dilakukan oleh tiga

peneliti yang berbeda dan dilakukan secara terpisah yaitu Hugo de Vries di belanda,

Carl Correns di jerman dan Eric von Tschermak-Seysenegg di Austria. Ketiga peneliti

tersebut membukikan kebenaran dari teori persilangan yang dipublikasikan Gregor

medel pada tahun 1866 yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan oleh peneliti

lainnya. Sejak saat itulah sampai pertengahan abad ke-20 berbagai percobaan

persilangan dilakukan berdasarkan pada prinsip-prinsip mendel. Hal ini kemudian

disimpulkan sebagai masa genetika klasik.

b. Genetika molekuler

Genetika molekuler berkembang sejak ditemukannya model struktur molekul

DNA oleh J.D.Watson dan F.H.C. Crick pada tahun 1953. Penemuan ini disebabkan

oleh perkembangan yang pesat pada cabang ilmu biokimia. Dimulai dari awal abad

ke-20 para ahli genetika sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang hakekat

materi genetik, khususnya mengenai sifat biokimianya pada tahun 1920-an.

Kemudian sekitar pada tahun 1940 terungkap bahwa senyawa materi genetika adalah

deoksiribonukleat (DNA).(Dna, Pembawa, & Genetik, 2013)


c. Rekayasa genetika

Rekayasa genetika adalah hasil dari pesatnya perkembangan penelitian

molekuler. Dalam waktu dua tahun genetika molekuler mnegalami perkembangan

dua kali lipat. Bahkan perkembangan yang sangat revolusioner adalah teknologi

manipulasi DNA atau DNA rekombinan yang muncul sejak tahun 1970.

Saat ini sudah menjadi berita biasa apabila organisme- organisme seperti

eddomba, babi dan kera, didapatkan melalui teknik rekayasa genetika yang disebut

kloning . sementara itu, pada manusia telah di lakukan pemetaan seluruh genom atau

dikenal sebagai proyek genom manusia (human genom project), yang diluncurkan

pada tahun 1990 dan diharapkan selesai pada tahun 2005. ternyata pelaksaan proyek

ini berjalan justru lebih cepat dua tahun dari pada jadwal yang telah ditentukan.
2.3 Manfaat Ilmu Genetika Dalam Berbagai Bidang Kehidupan

A. Pertanian

Kontribusi perkembangan genetika dalam bidang pertanian khusususnya adalah dalam

pemuliaan tanaman dan ternak. Dalam pelaksanaannya kegiatan pemuliaan tanaman sangat

didasari oleh ilmu genetika. Karena teknik-teknik khuus dalam pemuliaan seperti mutasi,

kultur jaringan dan fusi sitolasma kemajuannya di dukung oleh pengetahuan genetika.

Banyak pula hasil produksi pertanian yang berasal dari organisme hasil rekaysaa

genetika atau genetical modified organism (GMO) meskipun dalam perkembnagannya

mendapatkan banyak pro-kontra.

Selain itu dalam pengolahan lahan pertanian pun telah memanfaatkan pengetahauan

genetika. Contohnya dlam mengatasi serangga hama dengan cara perakitan tanaman yang

tahan serangga hama melalui rekayasa genetic. Selain itu telah dikembangkan pula insectisida

hayati dari bakteri Bacillus-thuri-ngiensis (Bt).

Perbaikan sifat tanaman melalui pemuliaan ternyata masih mendapat benturan yaitu

angkanya sumber gen ketahanan di dalam koleksi plasma nutfah. Permasalahan ini dapat

diatasi dengan teknologi rekayasa genetika melalui tanaman transgenik. Tanaman transgenik

adalah tanaman yang telah dimodifikasi agar memiliki suatu sifat yang diinginkan melalui

penyisipan gen tertentu kedalam tanaman tersebut.

Pemerintah sedang mengevaluasi empat varietas benih hasil rekayasa genetika

(bioteknologi), yaitu kedelai,dua varietas jagung, dan tebu tahan kekeringan untuk segera

dikomersialisasikan ke pasar. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian

Pertanian Haryono mengatakan upaya percepatan adopsi teknologi termasuk produk rekayasa

genetika diatur dengan PP No. 21/2005 tentang Keamananan Hayati Produk Rekayasa

Genetika, dilengkapi Permentan No. 61/OT.140/XI/2011 tentang Pengujian, Penilaian,

Pelepasan Varietas Tanaman, maka sudah ada beberapa usulan uji tanaman GMO. Uji
keamanan pangan produk GMO dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan,

keamanan pangan oleh Balitbang Kementan, dan keamanan lingkungan oleh Kementerian

Lingkungan Hidup. Dia menjelaskan untuk komoditas kedelai terdapat satu varietas GT4032

yang sudah ada sertifikat aman lingkungan dan aman pangan, tetapi belum aman pakan.

Untuk dapat dikomersialkanbenih GMO itu harus memenuhi persyaratan keamanan pangan,

pakan, dan lingkungan. “Untuk jagung yaitu NK603 sudah aman pangan dan segera terbit

rekomendasi aman pakan, tetapi belum aman lingkungan,” ujarnya kepada Bisnis, Senin

(17/9/2012). Haryono menambahkan untuk jagung varietas PRG MON 89034 dalam waktu

dekat akan mendapatkan rekomendasi aman pakan. Selain kedelai dan jagung, ungkapnya,

untuk tebu tahan kekeringan sudah ada sertifikat aman lingkungan dan aman pangan, tetapi

belum diajukan kajian aman pakan.

B. Kesehatan

Kontribusi genetika dibidang kesehatan adalah diagnosis dan perawatan

penyakit. Khususnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh mutasi gen. selain itu

diperkkirakan pada abad XXI akan muncul bidang kedokteran baru yaitu kedokteran predikif

(predictive medicine) yang memprediksi dan mengidentifikasi kemungkinan kesehatan

seseorang.

C. Industri farmasi

Teknik rekayasa genetika memungkinkan untuk melakukan pemotongan molekul

DNA tertentu selanjutnya fragmen-fragmen DNA hasil pemotongan ini disambungkan

dengan molekul DNA lain sehingga terbentuklah DNA Rekombinan. Dan prinsip kerja ini

dimanfaatkan dalam memproduksi biomolekul penting seperti insulin, interferon, dan

beberapa hormone pertumbuhan.


D. Hukum

Dalam pengusutan kasus-kasus criminal identifikasi menggunakan pengujian sidik

jari atau bahkan DNA tersangka dianggap sangat efektif dan akurat. Maka dari itu genetika

juga berkontribusi dalam bidang hukum.

E. Kemasyarakatan dan Kemanusiaan

klinik konsultasi genetik yang antara lain berperan dalm memberikan pelayanan

konsultasi perkawinan. Berdasarkan atas data sifat-sifat genetik, khususnya penyakit genetik,

pada kedua belah pihak yang akan menikah, dapat dijelaskan berbagai kemungkinan penyakit

genetik yang akan diderita oleh anak mereka, dan juga besar kecilnya kemungkinan tersebut.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan penulisan makalah diatas, kesimpulan yang dapat kami ambil dari adalah:

1. Genetika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat yang

diturunkkan dari generasi yang telah ada ke generasi berikutnya..

2. Konsep dasar ilmu genetika adalah adanya suatu persamaan sifat yang diturunkan

dari orangtua atau induk kepada anaknya (G. Mendel)

3. Perkembangan genetika di bagi menjadi 3 era, yaitu :

 Era Pra-Mende,dimana bangsa Babylonia,bangsa Cina dan Eropa serta

Amerika telah melakukan seleksi pada beberapa makhluk hidup agar

mendapatkan bibit yang unggul.

 Era Mendel, dimana berhasilan Mendel melakukan percobaan persilangan

pada tanaman ercis (Pisum sativum). Berkat penelitiannya tersebut, Mendel

dijuluki Bapak Genetika.

 Era Pasca-Mendel,di era ini mulai banyak bermunculan para ahli yang

melakukan penelitian lebih mendalam terkait dengan hasil penelitian dari

Mendel.

4. Dalam perkembangan juga genetika di bagi menjadi 3 masa, yaitu: masa genetika

klasik, genetika molekuler dan rekayasa genetika.

5. Genetika ternyata juga dapat bermanfaat dalam beberapa bidang kehidupan, yaitu

dalam bidang pertanian,kesehatan,industry fasmasi, hokum, kemasyarakatan dan

kemanusiaan.
3.2 Saran

Berdasarkan penulisan makalah ini, saran yang dapat kami berikan, yaitu : Untuk lebih

memahami atau mengetahui perkembangan ilmu genetika lebih mendalam, khususnya

perkembangan genetika yang terjadi pada saat ini dimana zaman sudah lebih

berkembang dan lebih modern, maka ada baiknya kita melakukan kajian lebih

mendalam terjadi dengan ilmu genetika berdasarkan penelitian para ahli pada masa

lampau.
Daftar Pustaka

Crowder, L. V. 1991. Genetika Tumbuhan. UGM press.

Suryo. 1992. Genetika. Gadjah Mada University press. Yogyakarta.

Strickberger, M.W, 1976. Genetics. Macmillan Publishing Co.Inc,london

http://agroteknologi14.blogspot.com/2015/04/perkembangan-ilmu-genetika.html

https://zaifbio.wordpress.com/2009/06/12/makalah-genetika-dasar/

http://www.generasibiologi.com/2016/05/sejarah-perkembangan-genetika.html

Anda mungkin juga menyukai