Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS JURNAL I

1. Judul jurnal

IMPLEMENTASI JARINGAN SENSOR NIRKABEL MENGGUNAKAN ZIGBEE


PADA MONITORING TABUNG INKUBATOR BAYI

2. Kata kunci

Modul Sensor, Jaringan Nirkabel, Human Machine Interface,bayi tabung

3. Penulis Jurnal

Fathur Zaini Rachman

4. Latar belakang masalah

Inkubator bayi adalah salah satu alat medis yang digunakan untuk menjaga kestabilan

suhu dalam tabung inkubator secara berkala. Terutama Bayi prematur umumnya perlu diletakkan

pada tabung inkubator yang mempunyai sistem pengontrol suhu dan kelembaban, sehingga

kestabilan suhu bayi dapat dijaga.

5. Tujuan Penelitian

Untuk mencegah kejadian yang serupa dengan suatu perangkat yang dapat mengukur

suhu dan kelembaban sebagai back up informasi tabung inkubator bayi, dan untuk pemasangan

perangkat agar supaya lebih mudah dan hemat energi maka dibutuhkan suatu komunikasi data

dari titik pemasangan sebagai pengiriman data ke titik penerimaan sebagai pengolahan data oleh

komputer.

6. Metodelogi penelitian

Metodologi dimulai dengan perancangan, pembuatan perangkat hingga pengujian setiap

bagian. Setelah pengujian dilakukan maka dilakukan pemasangan antar bagian untuk menguji
kinerja alat yang dibuat. Perancangan Rangkaian, Modul Sensor dan Cara Kerjanya, Protokol

Komunikasi, Jaringan Nirkabel ZigBee, Pengujian Jaringan Nirkabel, Tampilan Human Machine

Interface.

7. Hasil penelitian

Pengujian Modul sensor dari persamaan 1 didapatkan bahwa error rata-rata sensor suhu :

9,92/10 = 0,99 %, rata-rata sensor kelembapan: 11,66/10 = 1,16 % Hasil pengujian sensor yang

dilakukan terdapat error, dimana dikarenakan faktor floating yang mempengaruhi konversi pada

mikrokontroler, Pada pengujian throughput diketahui semakin besar paket data yang dikirimkan

dari modul sensor dan simulator ke coordinator maka packet loss akan semakin meningkat

throughput data per detik yang diterima, didapatkan bahwa rata-rata packet loss adalah 9,33/12

= 0,78 %. Hasil pengujian ini dikarenakan faktor floating yang mempengaruhi konversi pada

mikrokontroler dan faktor noise saat pengiriman dan penerimaan data dititik pemasangan.

Adapun kapasitas maksimum (bandwidth) pada jaringan adalah 250 Kbps sesuai dengan data

sheet perangkat ZigBee.

Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa sistem dapat berkerja dengan semestinya

dengan topologi star, sehingga komunikasi ini sangat baik bila diterapkan pada ruang lingkup

yang masih dijangkau oleh end device dan coordinator. Adapun untuk ruang lingkup yang lebih

luas dapat menggunakan topologi mesh dengan menambahkan router pada titik jangkauannya.

8. Keberhasilan serta Kegagalan pada penelitian

Pada penelitian tersebut terdapat error 0,99% untuk suhu dan 1,16% untuk kelembapan

dikarenakan faktor floating yang mempengaruhi konversi pada mikrokontroler. sistem dapat

berkerja dengan semestinya dengan topologi star, sehingga komunikasi ini sangat baik bila

diterapkan pada ruang lingkup yang masih dijangkau oleh end device dan coordinator. Adapun
untuk ruang lingkup yang lebih luas dapat menggunakan topologi mesh dengan menambahkan

router pada titit jangkauan.

9. Manfaat penelitian yang di dapat pada jurnal ini bagi kesehatan, yaitu :

 Memberikan sumber referensi bagi para peneliti berikutnya dalam melakukan

penelitian dalam hal yang sama.

 Dapat menyusun persiapan terutama pada incubator bayi yang akan digunakan pada

program bayi tabung.

 Penelitian ini dapat menjadikan landasan teori rumah sakit dalam Implementasi

jaringan sensor nirkabel menggunakan zigbee pada tabung incubator bayi.

 Bagi perawat dapat memberikan suatu tindakan pemenuhan pengontrolan pada bayi

tabung dengan baik.

 Mencegat kegagalan dalam proses bayi tabung


ANALISIS JURNAL II

1. Judul jurnal

KADAR HORMON LH BASAL SEBAGAI PREDIKTOR KEBERHASILAN

STIMULASI OVARIUM PADA PROGRAM BAYI TABUNG

2. Kata kunci

LH basal, stimulasi ovarium, fertilisasi in-vitro

3. Penulis Jurnal

Dyah Ariyantini, M. Lutfi, Diah Rumekti Hadiati.

4. Latar belakang masalah

Stimulasi ovarium merupakan bagian dari program Teknologi Reproduksi Berbantu

(TRB) yang mempunyai tujuan untuk memacu pertumbuhan folikel menjadi berkembang

sehingga akan meningkatkan kesempatan untuk hamil.

5. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh hormon LH basal terhadap respon stimulasi ovarium pada

program fertilisasi in vitro.

6. Metodelogi penelitian

Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian kohort

retrospektif. Penelitian dilaksanakan dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Juni 2013

dengan lokasi di Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kriteria inklusi

yaitu wanita yang mengikuti program stimulasi ovarium menggunakan gonadotropin dalam

program FIV. Kriteria eksklusi adalah subyek yang menghentikan program atau drop out dan
data rekam medis yang tidak lengkap. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 70 subyek,

dengan 35 subyek pada kelompok LH rendah dan 35 subyek pada kelompok tinggi. Data yang

sudah dihimpun dikelola dan dianalisis dengan bantuan program SPSS seri 16. Tingkat

kemaknaan yang digunakan pada penelitian ini adalah 95% (nilai p<0,05). Analisis data

menggunakan langkah sebagai berikut: analisis univariat, analisis bivariat dimana Uji statistik

yang digunakan adalah T-test atau Chi-square, dan analisis multivariat dengan menggunakan

analisis regresi logistik.

7. Hasil penelitian

Penelitian melibatkan 70 siklus dari 70 pasangan yang menjalani fertilisasi in-vitro yang

dimasukkan dalam penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dengan cut off point

LH basal ditetapkan 3 mIU/ml, maka subyek ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ≤3 mIU/ml

sebagai kelompok uji dan >3 mIU/ml sebagai kelompok kontrol. Terdapat perbedaan bermakna

antara respon stimulasi ovarium pada kelompok LH basal ≤3 mIU/ml dan LH basal >3 mIU/ml

(RR 1,875; IK 95% 1,275–2,757; p=0,00*).

8. Keberhasilan dan Kegagalan pada penelitian

Kadar hormon LH basal dapat digunakan sebagai prediktor terhadap keberhasilan

stimulasi ovarium. Pada penelitian ini didapatkan p=0,001 yang artinya kadar hormon LH basal

berpengaruh secara bermakna terhadap hasil stimulasi ovarium pada program fertilisasi in vitro.

Sebaiknya dilakukan penelitian mengenai pengaruh kadar hormon basal terhadap stimulasi

ovarium dengan metode uji klinis acak terkontrol untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.