Anda di halaman 1dari 16
LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

1.

Kanker Rektum

1.1

Definisi

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

Karsinoma rekti didefinisikan sebagai keganasan yang muncul pada

rektum, yang sebagian besar adalah tumor ganas. Jenis keganasan terbanyak

pada rektum adalah Adenokarsinoma (KPKN, 2015).

Rektum merupakan bagian bawah kolon mulai 12 cm anocutan line

(ACL) ke arah anus diatas anal kanal dan dibagi menjadi 3 bagian: 1/3 atas,

1/3 tengah dan 1/3 bawah. Struktur rektum terletak retroperitoneal, dan

berdasar aliran getah beningnya, rektum memiliki beberapa kelenjar getah

bening regional, yaitu KGB presakral, KGB iliaka interna, dan untuk bagian

distal, KGB iliaka eksterna dan inguinal. Letak anatomi ini berperan

memberikan morbiditas yang besar pada bedah ekstirpasi dan terjadinya

rekurensi lokoregional. Anatomi dari rektum yang terletak distal dan

terdapatnya sfingter anus juga merupakan hal yang penting diperhatikan demi

kualitas hidup pasien (KPKN, 2015).

Stadium Karsinoma Kolorektal Berdasarkan Sistem TNM American

Joint Comittee on Cancer (AJCC), edisi ke 7, tahun 2009:

T- Tumor primer

Tx : Tumor primer tidak dapat dinilai

T0 : Tidak ada evidens adanya tumor primer

Tis : Karsinoma in situ: intraepitelial atau invasi lamina propria.

T1 : Tumor invasi submucosa

T2 : Tumor invasi muskularis proria

T3 : Tumor invasi melewati muskularis propria ke dalam jaringan

perikolorektal

T4a : Tumor penetrasi ke permukaan peritoneum visceral

T4b : Tumor invasi langung atau menempel pada organ atau struktur lain

N- Kelenjar getah bening regional

Nx : Kelenjar getah bening tidak dapat dinilai

1

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

N0 : Tidak ada metastasis kelenjar getah bening N1 : Metastasis pada 1-3 kelenjar getah bening regional N1a : Metastasis pada satu kelenjar getah bening regional N1b : Metastasis pada 2-3 kelenjar getah bening regional N1c :Tumor deposit pada subserosa, mesenteri, atau perikolik nonperitoneal atau jaringan perirektal tanpa metastasis kelenjar getah bening regional N2 : Metastasis pada 4 atau lebih kelenjar getah bening regional N2a : Metastasis pada 4-6 kelenjar getah bening regional N2b : Metastasis pada 7 atau lebih kelenjar getah bening regional M- Metastasis jauh M0 : Tidak ada metastasis jauh M1 : Metastasis jauh M1a : Metastasis terbatas pada satu organ atau bagian (contoh, hati, paru- paru, ovarium, kelenjar non-regional M1b : Metastasis pada lebih dari satu oragan/bagian atau peritoneum

pada lebih dari satu oragan/bagian atau peritoneum Stadium kanker rektum (PNPK, 2015) 1.2 Penatalaksanaan

Stadium kanker rektum (PNPK, 2015) 1.2 Penatalaksanaan Terapi Pasien mendaftar di bagian pendaftaran poliklinik sesuai dengan dokter yang diinginkan Pemeriksaan oleh dokter sesuai nomor urut, meliputi :

Anamnesa, pemeriksaan fisik lengkap dan pemeriksaan penunjang untuk

2

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

menentukan terapi selanjutnya sesuai dengan staging TNM edisi ke 7. Pemeriksaan penunjang yang wajib dilakukan: Laboratorium rutin (termasuk CEA), radiologi: chest Xray, USG transanal (ERUS), CT scan dengan kontras atau MRI, rigid proktoskopi, biopsy. Setelah melengkapi data tersebut diatas, data pasien akan dibawa kedalam colorectal meeting untuk ditentukan terapi selanjutnya sesuai dengan protokol dibawah ini (PNPK, 2015):

1. Stadium I: Eksisi transanal atau reseksi transabdomen + teknik TME bila

resiko tinggi, observasi.

2. Stadium IIA-IIIC: Neoadjuvan kemoradioterapi (5-FU/RT short course atau

Capecitabine/RT short course), reseksi transabdominal (AR atau APR) dengan

teknik TME dan terapi adjuvant (5-FU ± leucovorin or FOLFOX or CapeOX)

3. Stadium IIIC dan/atau locally unresectable: Neoadjuvant: 5-FU/ RT or

Cape/RT or 5FU/Leuco/RT (RT: Long course 25x), reseksi trans-abd

resection + teknik TME bila memungkinkan dan adjuvant in any T (5-FU ± leucovorin or FOLFOX or CapeOx)

4. Stadium IVA/B (metastasis dapat direseksi): Kombinasi kemoterapi atau

reseksi staged/synchronous lesi metastasis+ lesi rektum atau 5-FU/pelvic RT.

Lakukan reassessmen untuk menentukan stadium dan kemungkinan reseksi.

5. Stadium IVA/B (metastasis synchronous tidak dapat direseksi atau secara

medis inoparabel): Bila simptomatik (terapi simptomatis: reseksi atau stoma atau kolon stenting), lanjutkan dengan kemoterapi untuk kanker lanjut. Bila

asimptomatik berikan terapi non-surgikal lalu reassess untuk menentukan kemungkinan untuk reseksi.

3

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA Tata Laksana Kanker Rectum (PNPK, 2015)

Tata Laksana Kanker Rectum (PNPK, 2015)

4

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

BAB II

DOKUMEN ASUHAN KEFARMASIAN

Inisial Pasien : Ny. K

 

Berat Badan : 50kg

Ginjal : -

Umur

: 51 Tahun

Tinggi Badan : 145

Hepar : -

Status

: JKN

MRS

: 9/02/2017

Irna

: Bedah

Alasan MRS

: Urgent LAR

 

Diagnosis

: Ca Rectun 1/3 tengah T 3 N 2 M 0

 

Riwayat Penyakit

:

-

CT Scan :

tgl 24/10/16 : enhancing solid lesion dinding rectosigmoid sisi lateral kanan dn anorektal disertai multiple lymphnode presacral dapat merupakan suatu keganasan tgl 01/11/16 : prostoscopy biopsi: massa arah jam 6, ±4cm dari anal verge padat mukosa sekitar dubur tgl 9/11/16 : perubahan asimetris dinding rectosigmoid sisi lateral kanan, ukuran 3,15x2,64 cm sepanjang 5,82 cm setinggi v.sacrum 2-5 yang menyebabkan penyempitan lumen pada level tersebut tampak pula penyumbatan daerah anorektal dengan batas yang tidak tampak jelas KGB, multiple di presacral dengan ukuran terbesar ± 0,83cm

well

differentiated

Laporan operasi : tindakan low anterior resection, macam operasi: bersih, sign in: 07.50 sign out 15.30;

Hasil

Patologi

anatomi

(01/11/16):

Rectum

biopsi:

adrenocarcinoma

Alergi

: Tidak ada

Kepatuhan

Patuh

Obat Tradisional

-

Merokok

-

OTC

-

Alkohol

-

Lain-lain

-

5

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN

Inisial pasien :

Tanggal

Problem / Kejadian / Tindakan Klinisi

09/02/2017

Pasien rujukan RS Muhammadiyah Kediri dengan keluhan sulit BAB sejak 8 bulan lalu makin lama makin memberat. BAB sedikit-sedikit warna coklat disertai darah terkadang warna merah kehitaman. Kadang darah keluar sendiri tanpa BAB. MRS dengan indikasi urgent low anterior resection (LAR) diagnosa Ca Rectun 1/3 tengah T3N2M0.

10/02/2017

RT: TSA (+) normal, teraba massa sirkuler ±4 cm dari anal verge pada arah jam 6 mudah berdarah, tidak berlendir Ansietas (+) konstipasi (+)

03/03/2017

Dilakukan tindakan operasi LAR

6

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

DOKUMEN FARMASI PENDERITA

No. RM : 1253xxxx Nama/Usia : Ny. K/ 51 tahun BB/TB/LPT: 50 kg / 145 cm Alamat : Nganjuk Riwayat Alergi : -

 

Diagnosis : Ca Rectun 1/3 tengah T 3 N 2 M 0 Alasan MRS : Urgent LAR Riwayat Penyakit :-

 

Tgl. MRS : 9 Februari 2017 Tgl. KRS/ Ket KRS : 9 Maret 2017 /Rawat Jalan Pindah Ruangan/ Tgl : - Nama Dokter : dr. W Nama Apoteker : Made Dyah Ayu S., S.Farm

     

Tanggal Pemberian Obat

 

No

Nama obat dan dosis regimen

12/02

13/02

14/02

15/02

16/02

17/02

18/02

19/02

20/02

21/02

22/02

23/02

24/02

1.

Ibuprofen 2x400 p.o

 

 

 

2.

Diazepam 0-0-2mg p.o

 

 

                     

3.

Inj. Ceftriaxon 2x1g

                         

4.

Inj Metronidazol 3x500mg iv

                         

5.

Inj Metamizole 3x1g

                         

6.

Ketorolac 30mg i.v

                         

7.

Ranitidin 2x50mg iv

                         

8.

Aminofluid

                         

9.

RL

                         

10.

PZ

                         
 

Paraf Apoteker

                         

7

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

     

Tanggal Pemberian Obat

 

No

Nama obat dan dosis regimen

25/02

26/02

27/02

28/02

01/03

02/03

03/03

04/03

05/03

06/03

07/03

08/03

09/03

1.

Ibuprofen 2x400 p.o

                   

2.

Diazepam 0-0-2mg p.o

                         

3.

Inj. Ceftriaxon 2x1g

           

   

4.

Inj Metronidazol 3x500mg iv

           

   

5.

Inj Metamizole 2x1g

           

         

6.

Ranitidin 2x50 mg iv

           

 

7.

Aminofluid

               

 

8.

RL

         

 

 

 

     

9.

PZ

         

 

 

 

     

10.

Asam Mefenamat 3x500mg

                       

 

Paraf Apoteker

                         

CATATAN :

 

Laporan operasi (03/03) antibiotik profi laksis

: tindakan low anterior resection, macam operasi: bersih, sign in: 07.50 sign out 15.30; : ceftriaxon dan metronidazol

 
 

8

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

DATA TANDA-TANDA KLINIS

 

DATA KLINIK (yang penting)

 

Tanggal

 

No.

12/0

13/0

14/0

15/0

16/0

 

18/0

19/0

20/0

21/0

 

23/0

24/0

25/0

26/0

27/0

2

2

2

2

2

17/02

2

2

2

2

22/02

2

2

2

2

2

 

1. Suhu

36

35, 9

36,4

36

36

36,4

36,4

36,2

36,5

36,3

36,4

36,4

35, 9

35, 9

37

35,6

   

28/0

1/3

2/3

3/3

4/3

5/3

6//3

7/3

8/3

9/3

           

2

   

35, 7

36,4

36,4

36,4

39

36,8

36,6

36

36

36

           
 

2. Nadi

100

92

92

92

88

88

88

88

88

88

88

84

112

100

112

108

   

28/0

1/3

2/3

3/3

4/3

5/3

6//3

7/3

8/3

9/3

           

2

   

84

88

88

96

88

88

88

88

88

88

           

3. RR

 

20

19

18

20

20

18

18

18

20

20

18

18

18

20

20

20

 

4. Tekanan Darah

130/

140/

150/

130/

 

130/

140/

140/

 

130/

130/

130/

 

130/

 

130/

80

80

80

80

80

80

80

80

80

90

80

80

   

28/0

1/3

2/3

3/3

4/3

5/3

6//3

7/3

8/3

9/3

           

2

   

130/

130/

130/

130/

120/

120/

110/

                 

80

80

80

70

70

70

70

 

5. KU

Ansi

                             

etas

 

6. GCS

456

                             
 

7. Mual

3/3

4/3

5/3

6//3

7/3

8/3

9/3

                 
   

+

+

+

+

+

+

-

                 
LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

 

DATA LABORATORIUM (yang penting)

 

Tanggal

 

No.

 
   

10/02/17

 

DATA LAB.

10/2

1.

DL

: Hb

11,4

     
 

Leukosit

4,63

 

HCO 3

 
 

Trombosit

3

 

BE

 

2.

RBC

4, 03

 

LFT : SGOT

16

 

PTT

10,3

 

SGPT

19

 

APTT

27,6

 

Bili Total

 

3.

SE

: K

3,7

 

Bili Dir/Indir

 
 

Na

143

 

Lain-lain :

 
 

Cl

10

 

Uric Acid

 
 

Ca/Mg

   

Albumin

3, 9

4.

RFT : BUN

10

 

GDA

9,4

 

Scr

0,75

 

GDP

 
 

Ccr

   

2 jam PP

 
 

Komentar :

 

Pada tanggal 10/02/17 dilakukan pemeriksaan labotorium dan hasil data laboratorium pasien normal. Pasien MRS pada tanggal 09/02/2017 rujukan RS Muhammadiyah Kediri dengan indikasi urgent low anterior resection (LAR) diagnosa Ca Rectun 1/3 tengah T 3 N 2 M 0 . Pada tanggal 12/02/17 menurut catatan perawat pasien menunjukkan tanda-tanda ansietas dan peningkatan denyut nadi sehingga pasien diberikan pengobatan diazepam. Pasien menjalani tindakan operasi LAR pada tanggal 03/03/17. Pasien mengeluh mual pasca operasi 03/03/17 sehingga diberi terapi antistress ulcer pasca operasi yaitu ranitidin. Selain itu denyut nadi pasien meningkat (03/03/17) dan peningkatan suhu terjadi pada tanggal 04/03/17 namun tidak tercatat data RR dan leukosit pasien.

10

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

Profil Pengobatan

Inisial Pasien : Ny. K

 

Profil Pengobatan pada Saat MRS

 

Pemantauan

Komentar

Mulai

Nama Obat

Rute

Dosis

Frek

Berhenti

Indikasi

Kefarmasian

             

Nyeri, Efek

NSAID menghambat progresivitas sel kanker pada pasien kanker kolorektal. Studi praklinis telah menunjukkan bahwa penghambatan sinyal COX-2-PGE oleh NSAID mencegah pembentukan tumor dan menginduksi regresi tumor melalui beberapa mekanisme: (A) secara langsung menekan proliferasi sel epitel tumor, kelangsungan hidup, migrasi, dan invasi; (B) mengaktifkan secara langsung sel epitel tumor untuk mengubah mesin metilasi DNA; Dan (c) mengalihkan lingkungan mikro yang mendukung tumor ke lingkungan mikro yang normal dengan memulihkan immuno- surveillance dan menekan tumor yang berhubungan dengan angiogenesis (Wang, 2013).

12/02

Ibuprofen

PO

400 mg

2dd1

27/02

Terapi adjuvan

samping obat

             

Cemas (waktu

Diazepam adalah golongan obat benzodiazepin yang umum dan sering efektif untuk mengurangi kecemasan pra operasi (Wilson, 2015)

12/02

Diazepam

PO

2 mg

1dd1

14/02

Ansietas

tidur pasien),

efek samping

             

obat (Atax)

       

1x24

     

Rekomendasi antibiotik profilaksis untuk pasien bedah kolorektal dengan jenis operasi bersih adalah cefalosporin generasi I atau II dengan kombinasi

03/03

Ceftriaxon

IV

1 g

jam

Profilaksis bedah

Tanda-tanda

sebelum

SIRS

 

OP

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

       

1x24

     

metronidazol (PDT Bedah RSUD Soetomo, ASHP, 2013)

03/03

Metronidazol

IV

300

mg

jam

Profilaksis bedah

Tanda-tanda

sebelum

SIRS

 
 

OP

03/03

Ceftriaxon

 

1

 

2dd1

07/03

Terapi empiris pasca OP

Tanda-tanda

Pemberian antibiotik empiris diberikan tanpa ada indikasi SIRS yang jelas. Antibiotik yang digunakan tidak rasional karena sama dengan antibiotik profilaksis

IV

g

SIRS

03/03

Metronidazol

   

2dd1

07/03

Terapi empiris pasca OP

Tanda-tanda

IV

300

mg

SIRS

03/03

Ranitidin

IV

50 mg

2dd1

07/03

Mengatasi mual muntah pasca OP

mual muntah

Pasien diberikan diterai atas keluhan mual pasca operasi

             

Kondisi

 

02/03

Infus RL, PZ

IV

1000cc

Tiap 24

07/03

Keseimbangan cairan dan elektrolit

umum dan

Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit pasien selama MRS

jam

kadar

   

elektrolit

 
             

Kondisi

 

05/03

Aminofluid

IV

1000cc

Tiap 24

08/03

Nutrisi parenteral

umum dan

Memenuhi kebutuhan cairan, elektrolit nutrisi pasien selama MRS

jam

kadar

 

elektrolit

 

03/03

Metamizol

IV

1

 

2dd1

04/03

Analgesik

Nyeri pasca

pasien mengeluh nyeri sehabis operasi namun skala nyeri tidak terdokumentasi

g

OP

 

Asam

     

Pasien

   

Pasien KRS dengan kndisi umum baik, diberikan obat PO untuk menghilangkan rasa nyeri di rumah

09/03

Mefenamat

PO

500

3dd1

KRS

Analgesik

Nyeri Akut

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

Inisial Pasien : Ny. K/51 tahun

Termasuk:

1. Masalah aktual & potensial terkait obat

2. Masalah obat jangka panjang

ASUHAN KEFARMASIAN

3. Pemantauan efek obat 4. Kepatuhan penderita

5. Pemilihan obat 6. Penghentian obat

7. Efek samping obat 8. Interaksi obat

Obat

Problem

Tindakan (Usulan pada Klinisi, Perawat, Pasien)

 

Rekomendasi antibiotik profilaksis untuk pasien bedah kolorektal dengan jenis operasi bersih adalah cefalosporin generasi I atau II dengan kombinasi metronidazol (PDT Bedah RSUD Soetomo, ASHP,

2013)

Disarankan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan

Ceftriaxon

rekomendasi untuk menghindari resistensi antibiotik

Ceftriaxon dan

Pemberian antibiotik empiris diberikan tanpa ada indikasi SIRS yang jelas. Antibiotik yang digunakan tidak rasional karena sama dengan antibiotik profilaksis

Perlu diakukan pemeriksaan leukosit untuk memastikan adanya infeksi aabia data kinis tidak mendukung Disarankan untuk menggunakan antibiotik yang tidak sama dengan antibitik profilaksis

Metronidazol

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

MONITORING

No.

Parameter

Tujuan Moitoring

1

Leukosit, RR, Nadi, Suhu tubuh

Monitoring tanda-tanda SIRS

2

Nyeri

Intensitas nyeri pasien

3

Tanda-tanda ataksia

Mengetahui adanya efek samping dari Diazepam

4

Mual muntah

Monitoring mual muntah paska OP

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

INFORMASI & KONSELING

Sasaran

Konseling

Materi Konseling

Konseling

Pasien (KRS)

Penggunaan Asam mefenamat

Asam mefenamat digunakan apabila pasien mengalami nyeri. Obat

dapat digunakan maksimal 3x500mg sehari. Minum seteah makan

untuk mengurangi resiko efek samping nyeri perut.

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LAPORAN STUDI KASUS BELAJAR PRAKTEK PROFESI APOTEKER PERIODE 104 BIDANG RUMAH SAKIT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

DAFTAR PUSTAKA

Wang D., DuBois RN., 2013. The Role of Anti-Inflammatory Drugs in Colorectal Cancer. Annu. Rev. Med. 64: 11.111.14

S.,

Wilson,

CJ.,

Mitchelson

AJ.,

Tzeng,

TH.,

El-Othmani

MM.,

Saleh

J.,

Vasdev,

LaMontagne HJ., Saleh, KJ., 2015. Caring for the surgically anxious patient: a review of the interventions and a guide to optimizing surgical outcomes. Amjsurg. 03: 023

Saseen, J. J. and Maclaughlin, E. J., 2008. Chapter 15: Hypertension. In: (Dipiro J.T., Talbert R.L., Yee G.C., Wells B.G., and Posey L.M. Eds). Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach. 7th ed. New York: McGraw-Hill Companies, Inc., pp 139-171.

Straka, R. J., Burkhardt R. T., Parra D., 2008. Chapter 2: Hypertension. In: ((M.A. Chisholm- Burns, B.G. Wells, T.L. Scheinghammer, P.M. Malone, J.M. Kolesar, J.C. Rotschafer, J.T. Dipiro Eds.). Pharmacotherapy Principle & Practice. USA : McGraw-Hill Co, pp 9-

31.