Anda di halaman 1dari 17

Asuhan Keperawatan Pada An.

S Dengan DHF

A. Pengkajian

1. Identitas Klien

Nama Anak : An. S

Umur Anak : 8 Tahun 3 bulan

Nama Ibu : Ny.W

Umur Ibu : 35 Tahun

Nama Ayah : Tn. B

Pekerjaan Ayah : Wiraswasta

Suku : Batak

Agama : Islam

Alamat : Jl. Nagur gg Pokat Pematangsiantar

Tgl Pengkajian : 1 Mei 2015

2. Keluhan Utama

Ibu mengatakan anaknya demam selama 5 hari dirumah

3. Riwayat Kehamilan Dan Kelahiran

A. Prenatal

Pemeriksaan kehamilan rutin di bidan praktek, selama hamil tidak ada keluhan

atau penyakit yang ibu alami. Berat badan selama kehamilan 62 kg.

B. Natal

Ibu melahirkan di bidan praktek. Jenis persalinan normal. Tidak ada komplikasi

selama/setelah persalinan

C. Post Natal

Kondisi bayi saat lahir tidak ada cacat. Klien lahir dengan BB : 3,8 Kg, PB : 55

cm, dan segera menangis.


4. Riwayat Masa Lalu

A. Penyakit Waktu Kecil

Sebelumnya tidak pernah menderita penyakit seperti sekarang

B. Pernah Dirawat Dirumah Sakit (Riwayat Hospitalisasi)

Klien belum pernah di rawat inap di Rumah Sakit

C. Riwayat Penggunaan Obat

Hanya obat dari bidan bila klien sakit flu seperti : paracetamol, ctm dan

amoxicilyn, langsung sembuh.

D. Riwayat Pembedahan (Tindakan Operasi)

Klien belum pernah dilakukan tindakan pembedahan

E. Allergi

Klien tidak punya riwayat allergi obat atau makanan

F. Kecelakaan

Belum pernah mengalami kecelakaan lalu lintas hanya pernah terjatuh karena

kejar-kejaran dengan teman sebayanya dan ada luka lecet dikaki dan tangan.

5. Riwayat Keluarga

Genogram

8 Thn 3bln
Ket :

Perempuan

Laki-laki

Klien

Serumah

6. Riwayat Sosial

A. Yang Mengasuh

Mulai lahir sampai saat ini klien diasuh ibu dan ayah

B. Hubungan Dengan Anggota Keluarga

Klien punya kakak dan adik mereka sangat akrab begitu juga dengan kedua

orangtua klien sangat perhatian pada klien.

C. Hubungan Dengan Teman Sebaya

Klien sifatnya ramah teman-teman senang berkumpul dan bermain dengannya

apalagi klien dirawat mereka datang menjenguk klien.

D. Pembawaan Secara Umum

Klien seorang gadis yang cantik kulitnya putih mudah tersenyum dan sedikit manja

dan cerewet.

E. Lingkungan Rumah

Tempat tinggal klien berada diperkotaan, lingkungan rumah kurang rapi dan

kurang bersih karena lingkungan tempat orang berjualan ( pajak parluasan ).

7. Kebutuhan Dasar

A. Makanan

Makanan yang disukai /tidak disukai :

1. Klien suka makan ayam kentucky, coklat, donat, permen, buah-buahan

2. Klien tidak suka makan sayur

Selera / nafsu makan : Sebelum sakit klien suka makan. Sehari klien makan 3 kali

dengan lauk apapun. Tetapi saat sakit, klien hanya makan 1 – 2 kali yaitu sebanyak
3 – 4 sendok makan dari porsi makan yang disediakan. Ibu klien mengatakan “

anak saya tidak nafsu makan “.

Alat makan yang dipakai : Klien makan menggunakan sendok makan

B. Pola Tidur

Kebiasaan sebelum tidur :

Sebelum sakit klien tidur malam mulai jam 21.00 – 06.00 WITA. Klien tidak

mengalami kesulitan tidur sehingga tidak ada kebiasaannya sebelum tidur.

Sesudah sakit hari pertama dirawat klien susah bila mau tidur malam tapi hari

selanjutnya klien tidak mengalami kesulitan untuk tidur malam.

Tidur siang / jam : Klien jarang tidur siang

C. Mandi

Klien mandi 2 kali sehari menggunakan sabun, sikat gigi, dan pasta gigi. Saat sakit

klien tidak dapat mandi sendiri dan hanya di seka oleh ibu klien dengan bantuan

perawat sebanyak 1 kali sehari. Rambut klien terlihat bersih karena ibu klien rajin

menyisir rambut klien.

D. Aktivitas Bermain

Kegiatan sehari – hari klien adalah bermain dengan saudara dan teman – teman

klien di rumah. Saat sakit klien hanya berbaring di tempat tidur ditemani sang ibu.

E. Eliminasi

Buang Air Besar

Sebelum sakit klien BAB 2 kali / hari warna hitam dan konsistensi lunak. Saat di

rumah sakit klien ada BAB 1 kali /2 hari warna hitam dan lunak.

Buang Air Kecil

Sebelum sakit klien BAK 3 – 4 kali / hari dan saat sakit klien BAK ± 500 cc

perhari, klien tidak ada masalah dengan BAK.

8. Keadaan Kesehatan Saat Ini

A. Diagnosa medis : DHF ( Dengue Haemoragic Fever )


B. Tindakan Operasi : Tidak dilakukan tindakan operasi

C. Status Cairan / Hidrasi: Pada saat sakit klien hanya minum air putih saja dengan

takaran 4 gelas / ± 800 cc per hari dan diberi tambahan cairan infuse RL s/s

Widahes 24 tetes mic/menit.

D. Status Nutrisi

Saat sakit, klien hanya makan 1 – 2 kali yaitu sebanyak 1/3 dari porsi makan yang

disediakan.

E. Obat-Obatan

Nama Obat Dosis /cara pemberian Indikasi


IVFD RL s/s cor 100 cc 30 tts mic/ m Therapy cairan
IVFD Widahes 24 tts mic/menit Therapy cairan
Inj Kalnex 250 mg / 8 jam Perdarahan
Inj Cefotaxime 500 mg /12 jam Antibiotik
Inj Ranitidin 2 mg / 8 jam Mengurangi rasa penuh diperut
Inj Novalgin 2 mg / 8 jam Antipiretik
Inj Ondancentron 4 mg / 8 jam Anti muntah
Nymiko drop 4x1 ml Mulut sariawan
Trolit 2x1 bks Mempertahankan trombosit
Imunos 2x1 tab Stamina
Ceterizine 1x10 mg Allergi
Paracetamol 3x375 mg Anti demam

F. Aktifitas

Segala aktivitas dibantu perawat dan ibu klien karena klien harus bedrest total

G. Tindakan Keperawatan

1. Mengukur tanda-tanda vital ( suhu ) paling sedikit 3 jam sekali

2. Memberikan kompres hangat

3. Meningkatkan intake cairan

4. Mengobservasi dan catat intake dan output

5. Menonitor pemberian cairan melalui intravena

6. Memberikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk

meningkatkan kualitas intake nutrisi


7. Menganjurkan kepada orang tua untuk memberikan makanan dengan teknik

porsi kecil tapi sering secara bertahap

F. Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Tanggal 1 Mei 2015

Darah Lengkap Hasil Satuan Nilai Normal


Hemoglobin 17,6 gr / dl 12 – 14
Lekosit 5300 / mm3 4500 – 11000
Jumlah Trombosit 47000 / ul 150.000-450.000
Hematokrit 51,9 % 36 – 46

G. Foto Rontgen

Tidak dilakukan

H. Lain-Lain : -

9. Pemeriksaan Fisik

A. Keadaan Umum

Kesadaran compos mentis

B. TB /BB

110 Cm 26,5 kg

Lingkar Kepala 50 cm

C. Kepala

Bentuk kepala bulat, tidak didapati benjolan

D. Mata

Konjungtiva tampak anemis, tidak ada gangguan penglihatan

E. Leher

Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada peningkatan vena jugularis

F. Telinga

Simetris kiri dan kanan, fungsi pendengaran baik, tampak ada serumen

G. Hidung

Hidung simetris, tidak ada secret, tidak tampak pembesaran polip

H. Mulut
Bibir tampak kering, gigi caries

I. Dada

Simetris kiri dan kanan, bentuk dada normal dan mengikuti gerakan pola nafas

J. Paru-paru

Bunyi nafas vesikuler

K. Jantung

Bunyi jantung S1 lub, S2 dub, tidak terdengar bising

L. Abdomen

Saat dipalpasi ada kembung, ada nyeri

M. Punggung

Tidak ada kelainan

N. Genitalia

Jenis kelamin perempuan, tidak odema

O. Ekstremitas

Atas

Gerakan lemah terpasang infuse ekstremitas kiri

Bawah

Gerakan lemah

P. Tanda vital

TD : Tidak diukur

HR : 120 x/menit (reguler)

RR : 28 x/menit (reguler)

TEMP : 38 oC

10. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan

A. Kemandirian Bergaul

Pada masa ini anak belajar untuk menjalankan kehidupan sehari-harinya secara

mandiri dan bertanggung jawab.


B. Motorik Halus

Anak mampu menulis, menggambar atau melukis, mengetik (computer),

membuat kerajinan dari tanah liat, membuat kerajinan dari kertas dengan baik

C. Motorik Kasar

Anak mampu baris berbaris, berenang

D. Kognitif

Anak mampu membaca, menulis dan menghitung dengan baik

E. Bahasa

1. Anak sudah mampu berkomunikasi secara baik dengan orang lain

2. Mengekspresikan pikiran, perasaan, sikap atau pendapatnya

3. Memahami isi dari setiap bahan bacaan (buku, majalah, Koran)

11. Pemeriksaan Penunjang

Hanya pemeriksaan laboratorium darah rutin dilakukan setiap hari

12. Ringkasan Riwayat Keperawatan

Saat dilakukan pengkajian ibu mengatakan anaknya demam selama 5 hari ,

keadaan lemah, perut terasa nyeri, sakit kepala, tidak selera makan, muntah, ada

bintik merah bagian ekstremitas bawah, BAB kehitaman, TTV: HR: 120 x/

mnt,RR 28x / mnt, suhu 38,⁰C,

13. Masalah Keperawatan

1. Peningkatan suhu tubuh

2. Kekurangan volume cairan

3. Nyeri berhubungan dengan proses patologis penyakit

4. Resiko pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan

14. Diagnosa Keperawatan

1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi virus dengue

ditandai dengan ibu mengatakan anaknya demam, klien tampak pucat, lemas,

saat di palpasi badan terasa panas, Temp : 380C, RR 28x/i, pols : 120x/i,
2. Kurang volume cairan berhubungan dengan adanya kebocoran plasma ditandai

dengan klien mengatakan haus, mukosa mulut tampak pucat dan kering demam

380C, mual, muntah, tidak selera makan

3. Nyeri berhubungan dengan proses patologis penyakit ditandai nyeri pada otot

seluruh tubuh dan nyeri kepala.

4. Resiko pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan

anorexia ditandai dengan klien mengatakan tidak selera makan, diet yang

disajikan habis 1/3 porsi. ada muntah, frekuensi 2x.

ANALISA DATA

N DATA ETIOLOGI MASALAH

O
1DS DS: Proses penyakit Peningkatan suhu
Ibu mengatakan anaknya tubuh (hipertermia)
demam sudah 5 hari Infeksi virus dengue
DO:
Klien tampak pucat, lemas Demam
saat dipalpasi badan terasa
panas Temp 380C, RR :
28x/i, Pols : 120x/i
2DS DS: Peningkatan Kurang volume
Ibu mengatakan anaknya permeabilitas cairan
haus
D DO: Kebocoran plasma
Mukosa mulut tampak
0
kering, demam 38 C, mual, Hipovolemia
muntah .
Syok
3DS DS: Suplai O2 kejaringan Nyeri
Ibu mengatakan anaknya tidak adekuat
merasakan nyeri kepala dan
seluruh otot tubuh Penimbunan asam laktat
DO: dijaringan
Skala nyeri 6
Anak tampak merintih Iritasi terhadap ujung-
TTV : ujung syaraf oleh asam
Pols 120x/m, laktat
RR 28x/m,
T 380C Nyeri

4 DS : Anorexia Resiko pemenuhan


Ibu klien mengatakan nutrisi kurang dari
anaknya tidak selera makan mual, muntah kebutuhan tubuh
dan terasa mual
D DO: Kebutuhan nutrisi
Makanan yang disajikan 1/3 kurang
yang habis, ada muntah,
frekuensi 2x.
ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Klien : An. S


Umur : 8 Tahun 3 bulan
Jenis Kelamin : Perempuan
Hari/Tanggal : Jumat, 1 okto 2016
No Diagnosa Rencana Tindakan Keperawatan Implement
Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
Peningkatan Suhu tubuh 1.Kaji keadaan 1.Menetapkan data- Jam 10.00Wib
suhu tubuh kembali umum klien, data klien untuk 1.Mengkaji tanda-tan
berhubungan normal serta tanda- mengetahui dengan vital: HR: 100x/me
RR 28x/menit, tem
dengan proses KH : tanda vital cepat keadaan
38,50C dan keada
infeksi virus -Klien tidak 2.Kompres anak normalnya. umum lemah
dengue demam dengan air 2.Agar tidak terjadi 2.Mengompres ana
menggigil, hangat vasodilatasi sehingga dengan air hanga
temp 3.Berikan banyak demam turun didaerah axila, da
dalam minum air putih 3.Membantu lipatan paha
batas 4.Ganti pakaian pengeluaran/penguap 3.Memberi minum
putih : habis 50 c
normal 36 - anak dengan an dari dalam
Jam10.45Wib
370C pakaian yang sehingga demam 4.Mengganti pakaian
-Anak tidak tipis cepat turun dengan pakaian tip
panas lagi 5.Kolaborasi 4.Untuk meningkatkan 5.Memberikan oba
dalam evavorasi penurun panas
pemberian obat 5.Untuk mempercepat paracetamol 3/4 mg
penurun panas proses turunnya
(antipiretik) panas

No Diagnosa Rencana Tindakan Keperawatan Implem


Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
Kurang Kebutuhan 1.Kaji keadaan 1.Agar dapat Jam 11.10Wi
volume cairan volume cairan umum klien dan dilakukan tindakan 1.Mengobservasi tan
berhubungan terpenuhi/volum observasi tanda- untuk menangani vital : HR 100x/m
28 x/menit, Temp
dengan adany e cairan adekuat tanda vital sign. kemungkinan
dan keadaan umu
a kebocoran KH : terjadinya syok pada lemah
plasma - Turgor kulit 2.Observasi klien 2.Mengkaji tanda
baik adanya 2.Agar dapat segera dehidrasi dan g
- Mukosa bibir syok/tanda-tanda dilakukan tindakan dehidrasi, riwayat
lembab syok untuk mengurangi ada , kehausan
syok yang dialami Jam 11.30W
3.Memberikan caira
3.Berikan cairan klien
RL cor 100 cc sel
IV sesuai 3.Pemberian cairan IV 30 tts mic/
indikasi sangat baik untuk 4.Memberikan klien
mengganti cairan air putih yang
yang telah hilang sebanyak +5
4.Anjurkan klien 4.Asupan cairan Jam11.35Wi
banyak minum sangat di perlukan 5.Mengkaji Input/
Input : Minum
untuk menambah
IVFD 1
volume cairan tubuh
5.Kaji 5.Untuk mengetahui Output:Muntah
input/output sejauh mana BAK 5
cairan kekurangan volume
cairan dalam tubuh

No Diagnosa Rencana Tindakan Keperawatan Impleme


Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
Nyeri Setelah 1.Kaji keluhan 1.Untuk Jam11.45wi
berhubungan diberikan nyeri, lokasi, merencanakan 1.Mengkaji keluha
dengan proses tindakan karakteristik intervensi lokasi: kepala da
tubuh, karakte
patologis keperawatan dan intensitas keperawatan.
sedang dan intensi
penyakit nyeri pasien (skala 0-10). skala 6
ditandai nyeri berkurang 2.Observasi 2.Nyeri unik bagi 2.Mengobservasi p
pada kepala dengan kriteria petunjuk nyeri setiap orang, nyeri non-verbal:
dan nyeri otot hasil: non-verbal, petunjuk non verbal wajah merin
seluruh tubuh -Pasien tampak misal ekspresi dapat membantu Jam 12.00wi
rileks wajah meringis. mengevaluasi nyeri 3.Melakukan pijata
hati-hati pada are
-Pasien 3.Lakukan pijatan dan terapi
sakit: daerah kep
menyatakan lokal hati-hati 3.Membantu untuk otot tubuh
nyeri hilang/ pada area yang menurunkan Jam 12.30w
terkontrol. sakit. tegangan otot. 4.Memberikan Inj N
4.Kolaborasi: 4.Analgetik dapat ½ amp/iv
berikan memblok lintasan
analgetik sesuai nyeri.
indikasi.

No Diagnosa Rencana Tindakan Keperawatan Implem


Keperawatan Tujuan Intervensi Rasionalisasi
Resiko Nutrisi terpenuhi 1.Kaji keluhan 1.Menentukan Jam 13.10wi
pemenuhan KH : mual, muntah intervensi 1.Mengkaji keluha
nutrisi kurang -Nafsu makan atau penurunan selanjutnya. mual dan tidak naf
nafsu makan 2.Mengurangi 2.Memberikan maka
dari kebutuhan meningkat
2.Berikan kelelahan klien dan mudah ditelan m
tubuh -Porsi yang makanan yang mencegah dicerna : bubur
berhubungan disajikan habis mudah ditelan perdarahan Jam 15.00w
dengan mudah cerna gastrointestinal. 3.Memberikan maka
Anorexia 3.Berikan 3.Menghindari mual porsi yang kecil ta
makanan porsi dan muntah 4.Menyarankan kelu
kecil tapi 4.Mencegah tidak memberikan
sering. terjadinya distensi yang merangsang
4.Hindari pada lambung yang makanan pedas d
makanan yang dapat menstimulasi yang asam (nenas
merangsang : muntah. anggur, appl
pedas, asam. 5.Memungkinkan Jam15.30wi
5.Beri makanan pemasukan yang 5.Memberikan ma
kesukaan klien lebih banyak kesukaan anak : bu
6.Kolaborasi 6.Nutrisi parenteral lauk ayam goreng
pemberian sangat diperlukan goreng habis 1/3
cairan jika intake peroral 6.Memberikan caira
parenteral sangat kurang RL 24 tts mic/m
Ondancentron 4
CATATAN PERKEMBANGAN

Nama Pasien : An. S Diagnosa Medis : DHF


Nama Ibu : Ny. W No. RM : 27-48-17
Ruangan : Cempaka
HARI/TGL DX K IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF

Sabtu Jam 07.30Wib Jam 12.00 wib


2/10 2016 1.Mengukur suhu tubuh klien S: Ibu mengatakan
temp 370C anaknya tidak
2.Mengganti pakaian klien demam lagi
dengan pakaian yang
menyerap keringat O: Saat dipalpasi klien
3.Memberi minum air putih tidak panas,Temp
habis ≤100 cc 370C
A: Peningkatan suhu
Jam 07.45Wib tubuh teratasi
4.Memberikan obat penurun P: Intervensi
panas paracetamol 375 dilanjutkan
mg/oral

Jam 09.00Wib Jam 14.15 wib


1.Mengobservasi tanda-tanda S: Klien mengatakan
vital : HR: 90x/menit, RR: masih haus dan
26x/menit, Temp 370C dan muntah
keadaan umum klien lemah. O: Mukosa bibir
2.Memberikan klien minum tampak lembab
habis sebanyak ≤ 50 cc/2 jam Muntah 1x (100cc)
TTV : Temp 370C,
Jam 10.00Wib pols 90x/i, RR
3. Memberikan cairan IVFD 26x/i.
RL s/s A: Volume cairan
IVFD Widahes 24 tts mulai terpenuhi,
mic/menit P : Intervensi
4. Mengkaji Input/Output dilanjutkan
Input : Minum 200cc
IVFD 450cc +
650cc

Output:Muntah100cc
BAK 500cc +
600cc

Jam11.45wib Jam 14.20 wib


1.Mengkaji keluhan nyeri S :Ibu mengatakan
lokasi: kepala dan otot nyeri dikepala dan
tubuh karakteristik: sedang otot seluruh tubuh
dan intensitas nyeri skala 4 anaknya mulai
2.Mengobservasi petunjuk berkurang
nyeri non-verbal: ekspresi O:-Ekspresi wajah
wajah meringis meringis
3.Melakukan pijatan lokal -Skala nyeri 4
hati-hati pada area yang sakit: -Tampak anak
daerah kepala dan otot tubuh sedang dipijat oleh
ibu
Jam 13.00wib A:Masalah nyeri
4.Memberikan Inj Novalgin sebagian teratasi
½ amp/iv P:Intervensi
dilanjutkan

IV Jam 13.10wib Jam 16.00 wib


1.Mengkaji keluhan klien : S:Anak mengatakan
mual berkurang dan mulai mulai selera
selera makan makan,mual
2.Memberikan makanan berkurang
yang mudah ditelan mudah O:Diet yang disajikan
dicerna : bubur nasi ½ porsi yang habis
A:Pemenuhan nutrisi
Jam 15.00wib dipantau
3.Memberikan makan dalam P :Intervensi
porsi yang kecil tapi sering dilanjutkan
4.Menyarankan keluarga agar
tidak memberikan makanan
yang merangsang seperti
makanan pedas dan buah
yang asam(anggur, apple,
nenas, jeruk)
5.Memberikan makanan
kesukaan anak : bubur nasi
lauk ayam goreng habis ½
porsi

Jam 15.40wib
6.Memberikan cairan IVFD
RL 24 tts mic/m/iv inj
Ondancentron 4mg/iv
HARI/TGL
DX K IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF
O
Minggu II Jam 09.00Wib Jam 14.10 wib
3 okto 2016 1.Mengobservasi tanda-tanda S: Klien mengatakan
vital : HR: 90x/menit, RR: tidak merasa haus
26x/menit, Temp 370C dan lagi
keadaan umum klien lemah. O:Mukosa bibir
2.Memberikan klien minum tampak lembab,
habis sebanyak ≤ 200 cc/ 2 jam TTV : Temp :
370C, pols 90x/i,
Jam 09.30Wib RR : 26x/i.
3.Memberikan cairan IVFD RL A: Volume cairan
s/s IVFD Widahes 24 tts terpenuhi
mic/menit(576cc) P :Intervensi
dihentikan
Jam 14.00Wib
4.Mengkaji Input/Output
Input : Minum 600cc
IVFD 576cc +
1176cc

Output:Muntah150 cc
BAK 500cc +
650cc

III Jam11.45wib Jam 14.20 wib


1.Mengkaji keluhan nyeri lokasi: S :Ibu mengatakan
kepala dan otot tubuh anaknya tidak
karakteristik: ringan dan mengeluh nyeri
intensitas nyeri skala 2 kepala dan nyeri
2.Mengobservasi petunjuk nyeri otot lagi
non-verbal: ekspresi wajah O:-Klien tampak
rileks rileks
-Skala nyeri 2
Jam 12.30wib A:Masalah nyeri
3.Melakukan pijatan lokal hati- teratasi
hati pada area yang sakit: P:Intervensi
daerah kepala dan otot tubuh dihentikan

IV Jam 13.10wib Jam 16.30 wib


1.Mengkaji keluhan klien : mual S:Anak mengatakan
hilang dan selera makan sudah sudah selera
ada 2.Memberikan makanan makan
yang mudah ditelan mudah
dicerna : bubur nasi O:Diet yang
disajikan3/4 porsi
Jam 15.00wib yang habis
3.Memberikan makan dalam A: Pemenuhan
porsi yang kecil tapi sering nutrisi kurang
4.Menyarankan keluarga agar dari kebutuhan
tidak memberikan makanan tubuh tidak
yang merangsang seperti terjadi
makanan pedas dan buah yang P :Intervensi
asam (jeruk, nenas, anggur, dihentikan
apple)
5.Memberikan makanan
kesukaan anak : bubur nasi
lauk ayam goreng kentucky
dan tempe goreng habis ¾
porsi
Jam 15.40wib
6.Memberikan cairan IVFD RL
24 tts mic/m/iv inj
Ondancentron 4mg/iv