Anda di halaman 1dari 3

Hiperplasia Karena Leukimia

Merupakan penyakit sistemik yang dapat berpengaruh pada rongga mulut. Leukemia merupakan
neoplasma sel darah putih dengan manifestasi klinis dan oral yang bervariasi dan dapat dideteksi
pertama kali di rongga mulut. Pembesaran gingiva yang berkembang cepat adalah salah satu tanda
awal dari penyakit ini. Kelainan ini menyebabkan bentuk gingiva yang secara klinis terlihat lebih besar
dari normal dan sangat menggangu estetis dan fungsional gigi.

Gambaran klinis pembesaran gingiva pada pasien leukemia antara lain gingiva yang berwarna merah
kebiruan, permukaan licin berkilat dan konsistensinya agak padat. Hal ini terjadi karena adanya
proliferasi leukosit ke jaringan ikat. Selain itu rasa sakit dan perdarahan gingiva juga dialami pasien
leukemia akibat pembuluh darah yang melebar.

Ulser mukosa oral juga sering dijumpai pada pasien leukemia, khususnya pasien leukemia yang
menerima kemoterapi. Ulser pada pasien leukemia akan timbul pada hari ketujuh setelah kemoterapi.

Penentuan diagnosis leukemia melalui indikator pembesaran gingiva memerlukan pemeriksaan klinis,
darah, dan biopsi.
Prevalensi pembesaran gingiva lebih sering terjadi pada leukemia akut daripada kronis yaitu sekitar
36% terjadi pada leukemia akut dan 10% terjadi pada leukemia kronis. Pembesaran gingiva yang paling
sering terjadi adalah pada penyakit Leukemia Monositik Akut (M5) yaitu sekitar 66,7%, Leukemia
Mielomonositik Akut (M4) 18,5% dan Leukemia Mielositik Akut(M1,M2) 3,7%.

Sebelum melakukan perawatan periodontal pada pasien leukemia, dokter gigi harus mendapatkan
informasi yang lengkap mengenai status leukemia pasien. Perawatan periodontal pada pasien leukemia
memerlukan konsultasi antara dokter gigi dan dokter spesialis penyakit dalam yang menangani pasien.
Hal-hal yang perlu dikonsultasikan antara lain perawatan periodontal yang akan dilakukan, kondisi
pasien saat itu, risiko komplikasi yang dapat terjadi dan perawatan leukemia yang diterima pasien. Hal
ini perlu diketahui oleh dokter gigi karena pasien leukemia sangat mudah mengalami infeksi dan
perdarahan oral. Dan jika pasien leukemia menjalani perawatan kemoterapi, maka perawatan
periodontal pada pasien tersebut dapat dilakukan sebelum dilakukan kemoterapi atau 21 hari setelah
pasien menjalani perawatan kemoterapi. Di bawah ini diuraikan tindakan perawatan dental dan
periodontal yang dapat dilakukan pada pasien leukemia berdasarkan fase perawatan kemoterapi pasien,
yakni:
Sebagian besar pasien leukemia memiliki status hematologi yang kurang baik (jumlah platelet < 60.000),
sehingga tindakan invasif tidak memungkinkan untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, tindakan yang dapat
dilakukan pada pasien tersebut hanya bertujuan untuk mengurangi dan mencegah infeksi dengan
meningkatkan dan memelihara kesehatan rongga mulut pasien, seperti edukasi dan instruksi kontrol
plak serta pemberian antibiotik profilaksis. Sedangkan pada pasien leukemia dengan status hematologi
yang baik (jumlah platelet > 60.000), tindakan perawatan periodontal pada pasien leukemia dapat
dilakukan, seperti skelling dan penyerutan akar.