Anda di halaman 1dari 13

Efisiensi Tingkat Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan

Benih Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) di Balai Besar


Perikanan Budidaya Laut Lampung.

PROPOSAL
PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Oleh:

ARYA AJI TRIWIBOWO


26020117140076

DEPARTEMEN ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018
LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL
PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Identitas Peserta PKL


Nama : Arya Aji Triwibowo
NIM : 26040117140076

Identitas Dosen Pembimbing


Nama : Dra. Rini Pramesti, MSi
NIP : 19631223 199003 2 002

Identitas Lembaga/Institusi tempat PKL


Lembaga/Institusi : Balai Besar Perikanan Budidaya Laut
Alamat : Jl. Yos Sudarso, Desa Hanura, Kec. Teluk Pandan, Kab.
Pesawaran, Lampung – 35454
Telepon : (0721)4001379

Semarang, 27 November 2018


Dosen Pembimbing Pelaksana PKL

Dra. Rini Pramesti, MSi Arya Aji Triwibowo


NIP. 19631223 199003 2 002 NIM. 26040117140076

Mengetahui,
Kepala Program Studi

Dr. Agus Trianto, ST.Msc


NIP. 19690323 199512 1 001
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya
dengan rahmat dan hidayahNya hingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini
untuk memenuhi syarat mata kuliah PKL.
PKL merupakan syarat untuk mendapatkan nilai pada mata kuliah PKL
dengan penilaian secara individu yang di berikan oleh dosen pengampuh.
Proposal ini ditulis berdasarkan Praktek Kerja Lapangan di Balai Besar Perikanan
Budidaya Laut, Lampung.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada para dosen pembimbing dan
dosen pengampuh mata kuliah PKL serta kepala Departemen ilmu kelautan, serta
kepada instansi terkait yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini.
Penulis harap, dengan membaca proposal ini dapat memberi manfaat bagi kita
semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai tema yang penulis
ambil pada PKL ini.
Mungkin proposal ini masih jauh dari kata sempurna, maka penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang
lebih baik.

Semarang, 27 November 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Lembar pengesahan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ... . . . . . . . . . . . . . . .
BAB I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1.2 Tujuan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1.3 Manfaat Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB II. Tinjauan Pustaka
2.1 Rumput Laut . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2.2 Potensi Rumput Laut. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..
2.3 Kepulauan Seribu. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB III. Materi dan Metode
3.1 Materi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3.2 Metode. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..
Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai garis pantai
sepanjang lebih dari 81.000 km. Kondisi tersebut menggambarkan betapa besarnya
potensi laut di Indonesia, khususnya dalam bidang budidaya laut.

Budidaya laut merupakan salah satu usaha yang dapat memberikan


alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat pesisir. Salah satu contoh hasil laut
yang telah berhasil dibudidayakan dan memiliki harga yang cukup tinggi adalah
ikan kerapu.
Kerapu merupakan jenis ikan demersal yang menyukai hidup di perairan
karang, diantara celah-celah atau di dalam gua di dasar perairan. Ikan kerapu
termasuk karnivora atau pemakan hewan lainnya, seperti ikan kecil, udang maupun
larva ikan. Pakan untuk ikan kerapu sendiri relatif mudah di dapat karena kerapu
memakan banyak jenis biota yang ada di laut, selain itu kerapu mempunyai daya
adaptasi cukup tinggi. Upaya perintisan pembenihan ikan kerapu di Indonesia
khususnya jenis ikan kerapu macan ( Epinephelus Fuscoguttatus) telah dimulai
sejak tahun 1990. Berbagai tahapan dalam pemberian pakan kerapu agar efektif dan
menghasilkan bibit kerapu yang unggul telah banyak dilakukan.
Upaya teknik pemberian pakan ikan kerapu macan dilakukan secara terus
menerus hingga akhirnya mendapatkan kerapu dengan kualitas terbaik. Maka dari
itu praktek kerja lapangan kali ini ditujukan untuk mengambil data untuk
mengetahui efisiensi tingkat pemberian pakan terhadap pertumbuhan benih kerapu
macan.

1.2 Tujuan
1. Menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan
perkuliahan bidang keahlian yang sesuai.
2. Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan meningkatkan keterampilan serta
wawasan yang diperoleh di perkuliahan bidang keahlian dalam praktek
kerja lapangan.
3. Mendapatkan pengalaman bagi mahasiswa untuk bekerja secara nyata.
4. Menambah wawasan tentang budidaya ikan kerapu macan (Epinephelus
fuscoguttatus).
5. Mempelajari teknik pemberian pakan ikan kerapu macan (Epinephelus
fuscoguttatus).

1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi Mahasiswa
1. Menerapkan ilmu perkuliahan pada kegiatan yang nyata agar mengetahui
perbandingan antara pengetahuan kuliah dengan kenyataan yang ada di
dunia kerja.

2. Meningkatkan kualitas, keterampilan, dan kreativitas pribadi yang sesuai


dengan ilmu yang dimiliki.
3. Melatih diri dalam menghadapi situasi dan kondisi lingkungan kerja.
1.3.2 Bagi Departemen Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro
1. Mencetak calon tenaga kerja yang terampil dan jujur dalam
menjalankan tugas.
2. Memberi masukan untuk mengevaluasi kesesuaian kurikulum yang
sudah diterapkan dengan kebutuhan tenaga kerja yang terampil di
bidangnya.
3. Menjadi sarana pengenalan instansi pendidikan Universitas
Diponegoro khususnya Program Studi Ilmu Kelautan kepada instansi
ataupun instansi yang membutuhkan lulusan atau tenaga kerja yang
dihasilkan oleh Universitas Diponegoro.
1.3.3 Bagi Instansi yang Bersangkutan
1. Memanfaatkan sumber daya yang potensial.
2. Membantu menyelesaikan pekerjaan yang terdapat pada tempat
mahasiswa melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.
3. Menjadi sarana untuk menjembatani hubungan kerja sama antara
instansi dengan Universitas dimasa yang akan datang, khususnya
mengenai rekruitmen tenaga kerja.
4. Menjadi sarana untuk mengetahui kualitas pendidikan yang ada di
Universitas.
II. Tinjauan Pustaka

2.1 BBPBL Lampung

Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung terletak di Desa


Hanura Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan.
BBPBL terletak di kawasan teluk Hurun yang merupakan bagian dari teluk
Lampung.
Keberadaan Balai Budidaya Laut (BBL) Lampung secara resmi diakui
tanggal 5 Agustus 1986 yang ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian
No.347/OT210/5/1994 tanggal 6 Mei 1994, kemudian disempurnakan dengan
terbitnya SK Menteri Kelautan dan Perikanan No.26F/MEN/2001. Pada tahun 2006
Balai Budidaya Laut (BBL) Lampung ditingkatkan statusnya menjadi Balai Besar
Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) berdasarkan Surat Keputusan Kelautan
dan Perikanan No.Per.07/MEN/2006 tentang organisasi dan tata kerja Balai Besar
Pengembangan Budidaya (BBPBL) Lampung.

2.2 Klasifikasi dan Morfologi Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus).


Menurut Feliatra et al. (2004), klasifikasi kerapu macan (Epinephelus
fuscoguttatus) adalah sebagai berikut :
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Osteichtyes
Subkelas : Actinopterigi
Ordo : Percomorphi
Subordo : Percoidea
Family : Serranidae
Genus : Epinephelus
Spesies : Epinephelus fuscoguttatus
Gambar 1. Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus)
Kerapu macan memiliki sirip dorsal (punggung), sirip anal (perut), sirip
pectoral (dada), sirip caudal (ekor), dan garis lateral (gurat sisi), sirip dorsal
memanjang hampir sebagian bagian punggung, di mana bagian jari-jari kerasnya
memiliki jumlah yang sama dengan jari-jari lunaknya, jumlah jari-jari adalah 13-
15 buah, sirip anal terdiri dari 3 buah jari-jari, sedangkan jumlah jari-jari sirip ekor
adalah 15-17 dan bercabang dengan jumlah 13-15 buah. Sisik yang menutupi
seluruh permukaan tubuh berbentuk kecil, mengkilat dengan bentuk sikloid. Warna
dasar kerapu macan adalah cokelat dengan perut berwarna putih serta bercak hitam
dan putih disekujur tubuh yang tidak beraturan.

2.3 Cara Makan dan Jenis Makanan Kerapu Macan (Epinephelus


fuscoguttatus).
Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan hewan karnifora
yang memansa ikan-ikan kecil, kepiting, dan udang-udangan, sedangkan larva
merupakan memansa larva moluska. ikan kerapu macan (Epinephelus
fuscoguttatus) bersifat karnifora dan cenderung menangkap/memansa yang aktif
bergerak di dalam kolam air selain itu ikan kerapu macan juga bersifat kanibal,
biasanya mulai terjadi saat larfa kerapu berumur 30 hari, dimana pada saat itu larva
cenderung berkumpul di suatu tempat dengan kepadatan tinggi (Marzuqi et al.,
2013).
Ikan kerapu macan mempunyai kebiasaan makan pada pagi hari sebelum
matahari terbit dan menjelang matahari tenggelam. Ikan kerapu macan
(Epinephelus fuscoguttatus) mencari makan hingga menyergap mangsa dari tempat
persembunyiannya dengan cara makannya dengan memakan satu per satu makanan
yang diberikan sebelum makan tersebut sampai ke dasar (Rachmawati et ali., 2006).
III. MATERI DAN METODE

3.1 Materi
Praktek Kerja Lapangan ini akan dilakukan di Balai Besar Perikanan

Budidaya Laut (BBPBL) yang bertempat di Desa Hanura, Kec. Teluk Pandan, Kab.

Pesawaran, Lampung.

No Nama Keterangan

1 Neraca Alat untuk mengukur pertumbuhan massa

ikan

2 Kertas Underwater Media pencatatan data

3 Penggaris Alat untuk mengukur pertumbuhan

panjang ikan

4 Kerapu Macan Objek yang akan diamati

5 Pakan Faktor kontrol pertumbuhan

3.2 Metode
Jenis ikan kerapu yang digunakan kali ini adalah ikan kerapu macan yang
memiliki panjang antara 3-4 cm atau yang memiliki bobot berkisar 0,5-0,7 g.
Metode yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap dengan tiga
perlakuan yang berbeda dan juga tiga kali pengulangan. Perlakuan yang diujikan
adalah perbedaan tingkat pemberian pakan yaitu, 5%, 10% dan 15% dari total
biomassa.
Lama waktu pengamatan dilakukan kurang lebih selama 2 minggu. Jenis
pakan yang digunakan adalah pakan biasa atau pakan komersial yang ukurannya
disesuaikan dengan ukuran benih. Pembersihan sisa metabolisme dan sisa pakan
rutin dilakukan setiap harinya. Pengukuran Panjang dan juga massa dilakukan tiap
3 hari sekali untuk perhitungan biomassa dan jumlah pakan yang diperlukan.
Penimbangan dilakukan juga terhadap jumlah pakan.
Parameter yang diamati meliputi ukuran panjang, laju pertumbuhan harian,
laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan dan juga bobot. Dari kelima parameter
tersebut nantinya akan dibandingkan agar diketahui perbedaan antar perlakuan.
IV. Penutup
Besar harapan saya pimpinan instansi menerima dan menyetujui proposal
dari saya. Saya berharap dengan adanya pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dari
Universitas Diponegoro ini, dapat bermanfaat bagi instansi maupun bagi
mahasiswa Universitas Diponegoro, sehingga dapat mencetak generasi yang
berguna kedepannya.

Demikianlah permohonan dari saya, atas bantuan dan bimbingan instansi,


saya sampaikan terima kasih.

Semarang, 27 November 2018


Penyusun

Arya Aji Triwibowo


NIM. 26040117140076
DAFTAR PUSTAKA

Feliatra, Irwan Efendi dan Edwar Suryadi. 2004. Isolasi dan Identifikasi Bakteri
Probiotik dari Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscogatus) dalam Upaya
Efisiensi Pakan Ikan. Jurnal Natur Indonesia. Vol 6(2): 75-80.
Marzuqi, Muhammad dan Dewi Nasbha Anjusary. 2013. Kecernaan Nutrien Pakan
Dengan Kadar Protein dan Lemak Berbeda Pada Juvenille Ikan Kerapu Pasir
(Epinephelus corallicola). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 5
(2) : 311-323.
Rachmawati, Diana dan Johannes Hutabarat. 2006. Efek Ronozyme P dalam Pakan
Buatan Terhadap Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Pakan dan
Pertumbuhan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus). Ilmu Kelautan.
Vol. 11 (4) : 193 – 200.