Anda di halaman 1dari 9

10/1/18

Outline
Kendala Implementasi E-learning
BEST PRACTICE
¨

¨ Rekomendasi Rakernas 2018


PEMBELAJARAN DARING ¨ Kebijakan UNY tentang E-learning
Blended Learning
DI UNY ¨

¨ Best Practice

Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D.


http://blog.uny.ac.id/hermansurjono

SEMINAR SOSIALISASI PEMBELAJARAN DARING


YOGYAKARTA– 20 AGUSTUS 2018

Kendala Implementasi E-learning Kendala Implementasi E-learning


3 4

1 1
Sudah nyaman, ribet,
2 bangga masa lalu

3 Move on à kebutuhan
kompetensi now
4

1
10/1/18

Rekomendasi Rakernas
Kemenristekdikti 2018 UU Sisdiknas No. 20/2003, Pasal 1
¨ Perguruan Tinggi agar mulai mempersiapkan ¨ Pendidikan jarak jauh (PJJ) adalah pendidikan
Online/Distance Learning sesuai Peraturan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan
Perundangan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber
belajar melalui teknologi komunikasi, informasi,
dan media lain.

¨ Disruption Era n Terpisah


¨ Industry Revolution 4.0 n TIK
¨ Education 4.0

PP No. 17/2010 Permendikbud No 109/2013


Pengelolaan dan Penyelenggaran Pend, Ps 118 Penyelenggaraan PJJ pd PT Pasal 3

¨ PJJ bertujuan untuk meningkatkan perluasan dan ¨ PJJ mempunyai karakteristik terbuka; mandiri; tuntas;
pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan terpadu; menggunakan teknologi informasi dan
mutu dan relevansi pendidikan. komunikasi; menggunakan teknologi pendidikan.

§ Terbuka
§ Mandiri
§ Tuntas
Perluasan Pemerataan Kualitas § Terpadu
§ TIK
§ TP

2
10/1/18

Permendikbud No 109/2013 Kendala Implementasi E-learning


Penyelenggaraan PJJ pd PT Pasal 4
10

Lingkup Penyelenggaraan:

F Perlu ijin Dikti 2


F Prodi tatap muka harus terakreditasi minimal B
à 3 propinsi Kesulitan mengajarkan nilai
F Akreditasi A: seluruh Indonesia dan internasional
Metode dialogis à
interaksi: forum diskusi,
F Ijin pimpinan PT dengan persetujuan Senat PT vicon, chat

Aktivitas online dalam E-learning Contoh Aktivitas Online


¨ E-learning berkualitas: Fitur di E-learning untuk mendukung aktivitas online:
¨ Forum Diskusi: aktivitas yg berupa perkenalan,
¤ bahan ajar yang baik
refleksi, diskusi berbasis video, diskusi kelompok dg
¤ berbagai aktivitas agar peserta didik senang attachment, ratings, dll.
dan menikmati pembelajaran online (engaging) ¨ Quiz: dapat membuat berbagai macam soal objektif

¨ Berbagai aktivitas dalam e-learning: mis: PG, BS, mencocokan, drag-drop, isian, dll.
¨ Assignment: dapat membuat berbagai tugas, mis:
¤ mendorong siswa menjadi aktif,
online, offline, upload file.
¤ interaktif dan kolaboratif, dan ¨ Video conference: distance F2F, evaluasi, autentikasi

¤ tetap termotivasi dalam lingkungan ¨ Wiki project: bekerjasama mengerjakan projek

pembelajaran online. ¨ Workshop, Choice, Glossary, dll.

3
10/1/18

Student Engagement dalam E-learning Kendala Implementasi E-learning


14

¨ Emotional + Interactive + Social

3
Kesulitan mengajarkan
keterampilan motorik
à Simulasi, praktek
Sumber: http://iversity.org/
langsung (real & virtual)

Effective Online Learning E-learning untuk mendukung Bloom

Sumber: http://iversity.org/

4
10/1/18

Peraturan Rektor UNY No 13/2015 Kerangka Blended Learning


¨ Pasal 4 Waktu sama Waktu beda
¤ (5) Perkuliahan dapat dilakukan dengan blended learning ataupun model (Sinkronous) (Asinkronous)
e-learning penuh.
¤ (6) Pembelajaran e-learning dalam blended learning diselenggarakan
maksimal empat pertemuan. Tempat sama
¤ (7) Perkuliahan model e-learning penuh diselenggarakan dengan (Tatap muka)
perguruan tinggi yang telah menjalin kerjasama.
¤ (8) Mahasiswa yang mengikuti program peningkatan prestasi dapat
dilayani dengan pembelajaran e-learning.
Tempat beda
n E-Learning (pakai ICT)
n Blended Learning
(Modified from: Heckman, 2015)

Kategori Online dan F2F Kategori Online Learning (updated-2015)


19

Proporsi Online Proporsi F2F Kategori Classroom Course: Aktivitas (kuliah, lab, bengkel, studio)
1 dilaksanakan secara tatap muka sesuai jadwal

0% 100 % Pembelajaran Synchronous Distributed Course: Sebagian mhs mengikuti


konvensional/ tradisional 2 aktivitas tatap muka dan mhs lain dari luar mengikuti melalui Vicon

3 Web-Enhanced Course: Aktivitas dilakukan secara tatap


1 s.d. 29 % 71 – 99 % Pembelajaran difasilitasi muka yang diperkaya/ditambah dengan aktivitas online
Online
Blended Classroom Course: Aktivitas dilakukan secara
4 tatap muka, namun ada sebagian yang diganti dengan online
30 s.d. 79 % 21 sd 70 % Blended Learning
Blended Online Course: Aktivitas dilakukan secara online,
5 namun ada sebagian yang diganti dengan tatap muka
80 s.d. 100% 0 sd 20 % Pembelajaran Online
6 Online Course: Semua aktivitas dilakukan sepenuhnya secara online

Modified from: The Sloan Consortium Modified from: Online Learning Consortium

5
10/1/18

Peraturan Rektor UNY No 17/2017 SPADA Indonesia http://spada.ristekdikti.go.id


Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Daring (e-learning) UNY Sistem Pembelajaran Daring Indonesia
¨ Sistem Pembelajaran Daring Indonesia
¨ Pasal 2
¤ (1) Pembelajaran daring (E-learning) dapat
diikuti peserta didik dari UNY maupun dari luar
UNY.
¨ Pasal 3
¤ (1) E-learning bertujuan untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran pada
peserta didik dengan memanfaatkan TIK serta
media komunikasi lainnya.

Belmawa, Jan 2018

24

Sumber: http://trustradius.com

6
10/1/18

Komponen e-Learning Peraturan Rektor UNY No 17/2017


Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Daring (e-learning) UNY

Peraturan Rektor UNY No 17/2017 Konten E-learning


Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Daring (e-learning) UNY

¨ Pasal 5
¨ Learning Resources (Sumber Belajar)
¤ (1) BAKI sebagai koordinator penyelenggara E-
¤ Materi/bahan ajar berbentuk multimedia (teks, images,
learning.
animasi, video) (Slide presentasi, LKS, modul, dll)
¤ (2) LPPMP UNY sebagai penyelenggara E-learning.
¤ Bahan pendukung (Kurikulum, Silabus, RPP, dll)
¤ (3) BAKI sebagai koordinator layanan administrasi
¤ Link untuk pengayaan
E-learning.
¤ (4) UPT PUSKOM sebagai pengembang dan
¨ Aktivitas/Interaksi
memelihara sistem E-learning. ¤ Forum (diskusi, perkenalan, refleksi, informasi)
¤ (5) Fakultas bertanggung jawab atas kelancaran ¤ Tugas (tugas essay, tugas online, tugas offline)
pelaksanaan E-learning pada jurusan/prodi. ¤ Quiz (PG, BS, isian, mencocokkan)

¤ (6) LPPMP UNY sebagai penjamu E-learning. ¤ Vicon, survey, chat, dll

7
10/1/18

Dapatkah materi kita langsung


dipakai di e-learning? Kualitas e-learning
¨ Materi F2F tidak bisa langsung diupload dan ¨ Efektivitas
digunakan dalam e-learning. Seberapa tinggi tingkat pencapaian tujuan pembelajaran
Bagaimana? oleh mahasiswa.
¨ Buku/diktat: dibagi per pokok bahasan (1 modul ¨ Engagement
untuk pembelajaran sktr 30 mnt) Seberapa tinggi tingkat ketertarikan dan partisipasi
mahasiswa dalam aktivitas online.
¨ Slide PP: diberi penjelasan/narasi atau contoh
¨ Efesiensi
¨ Ditambah multimedia (animasi, suara, video, dll yg
Seberapa tinggi tingkat kebermanfaatan e-learning
relevan) untuk memudahkan pemahaman
dibanding dengan sumberdaya (waktu, beaya, usaha)
¨ Ditambah aktivitas/interaksi agar engaging yang digunakan.

Kendala Implementasi E-learning Optimalisasi E-learning


31

Fleksibilitas LMS dimanfaatkan semaksimal mungkin


Nyontek (copas), joki
Evaluasi online dilakukan tidak sekedar untuk
menilai hasil belajar
à Pendeteksi plagiasi
à Autentikasi (webcam, Aktivitas online difasilitasi agar mhs dapat
face/retina detection) berkreasi dan inovasi

4 Interaksi online diintensifkan

Umpan balik direspon dengan cepat

8
10/1/18

Best Practice dalam e-Learning Best Practice dalam Online Test


¨ e-Learning harus didesain dan dibuat sebelum ¨ Cakupan tes harus sesuai dengan tujuan dan materi
pelaksanaan perkuliahan. pembelajaran.
¨ e-Learning yang baik harus berisi konten yang
¨ Buatlah bentuk tes yang bervariasi untuk mengukur
berkualitas dan aktivitas online yang beragam.
berbagai kompetensi yg diinginkan.
¨ Konten pembelajaran perlu diperkaya dengan
multimedia untuk memudahkan pemahaman. ¨ Selalu berikan feedback positip dan segera.
¨ Beragam aktivitas/interaksi perlu agar mahasiswa ¨ Tuliskan soal tes dengan lugas dan jelas.
aktif, senang, dan termotivasi serta engaging. ¨ Untuk soal latihan, selalu berikan kunci dan
¨ Jenis penilaian perlu dibuat bervariasi. pembahasan.
¨ Pelu respon dengan segera dan positip. ¨ Bila memungkinkan, beri gambar, animasi, video.

Best Practice dalam BL Kesimpulan


¨ Kombinasi interaksi Synchronous dan Asynchronous ¨ Perguruan tinggi harus mulai menerapkan e-
Pemilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan learning/online course.
tuntutan materi pembelajaran. ¨ Di UNY kebijakan terkait pelaksanaan e-
¨ Pengaturan waktu aktivitas pembelajaran learning/online learning sudah ada.
Pengaturan waktu yang tepat antara aktivitas ¨ Perlu dirancang model pembelajaran online yang
pembelajaran tatap muka dan online. sesuai dengan kebutuhan mahasiswa (kompetensi).
¨ Pemilihan teknologi yang tepat ¨ Kendala implementasi e-learning di UNY dapat
Tool yang tepat untuk mengakomodasi sistem online dan diatasi melalui usaha bersama BAKI, LPPMP,
aktivitas online. Puskom, Fakultas/Jurusan/Prodi dan para dosen.