Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

TERM OF REFERENCES (TOR)

PEMBANGUNAN GEDUNG D BADAN POM

I. LATAR BELAKANG

a. Gambaran umum singkat tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan, permasalahan yang
dihadapi terkait dengan kebutuhan pekerjaan konstruksi. Dalam rangka peningkatan kinerja
pengawasan yang menjadi tugas pokok dan fungsi Badan Pengawasan Obat dan Makanan Badan
Pengawas Obat dan Makanan berdasarkan Pasal 2 pada Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun
2017 tentang Pengawas Obat dan Makanan, mempunyai tugas dan tanggung jawab
menyelenggarakan tugas pemerintah di bidang Pengawas Obat dan Makanan sesuai dengan
ketentuan perundang – undangan, yang terdiri atas obat, bahan obat, nartkotika, psikotropika,
precursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan obat. Oleh
karena itu dibutuhkan sarana dan prasarana yang menunjang upaya tersebut. Salah satu prioritas
utama dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana tersebut adalah Pembangunan
Gedung Pelayanan Publik Badan POM.

Dalam pelaksanaannya Pembangunan Gedung Pelayanan Publik Badan POM ini harus
diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi
bangunannya, serta menambah nilai manfaat bagi Badan POM, berdasarkan hal tersebut maka
pada tahun ini Badan POM akan mengadakan paket pekerjaan Pembangunan Gedung Pelayanan
Publik Badan POM dilingkungan Bdan POM. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk
bagi penyedia yang memuat masukan, azas, kriteria dan proses keluaran yang dipenuhi dan
diperhatikan serta diinterpretasikan kedalam pelaksanaan tugas pekerjaan.

Pembangunan Gedung Pelayanan Publik Badan POM direncanakan berdiri dengan jumlah
lantai sebanyak 8 lantai dan 1 lantai Ground dan Mezanin di lantai 1. Pekerjaan ini direncanakan
dilaksanakan dengan anggaran yang bersumber dari DIPA Badan POM Tahun Anggaran 2018.

II. MAKSUD DAN TUJUAN


a. Maksud
Maksud dari pengadaan pekerjaan konstruksi Pembangunan Gedung Pelayanan Publik Badan
POM Badan POM yang memadai sesuai dengan persyaratan dan kaidah-kaidah teknis.
b. Tujuan
Tujuan utamanya adalah didapatkan hasil kosntruksi Pembangunan Gedung Pelayanan Publik
Badan POM Badan POM yang diselesaikan tepat waktu dan tepat kualitas.

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 1


III. DASAR HUKUM TERKAIT PEMBANGUNAN GEDUNG PEMERINTAH
1. Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan
turunannya.
2. Undang - Undang No. 28 Tahun 2008 tentang Bangunan Gedung.
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.31/PRT/M/2015 Tentang
standard dan pedoman pengadaan pekerjaan kontruksi dan jasa konsultansi.
4. Peraturan Menteri Pekerjan Umum No. 29/PRT/M/2006 tentang Persyaratan Teknis Bangunan
Gedung.
5. Peraturan Menteri PU No. 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan
Gedung Negara.
6. Peraturan Menteri PU No. 05/PRT/M/2014 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Konstruksi
7. Peraturan Menteri PU No. 30 Tahun 2006 Tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan aksebilitas
pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
8. Peraturan Menteri PUPR No. 2 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung Hijau.
9. Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 1 tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang
dan Peraturan Zonasi.
10. Peraturan dan standar-standar teknis seperti: PBI, SNI,SKBI, dan SKSNI.

IV. TARGET / SASARAN


Target/sasaran yang ingin dicapai dalam pengadaan pekerjaan konstruksi ini adalah
tersedianya kantor pelayanan bagi masyarakat dan stake holder, sehingga pemenuhan pelayanan
prima dapat terlaksana.

V. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA


Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruksi
Pengadaan Pembangunan Gedung Pelayanan Publik Badan POM
 K/L/D/I : Badan Pengawas Obat dan Makanan.
 Satker : Sekretariat Utama
 PPK : Biro Umum dan SDM

VI. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA


a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pengadaan pekerjaan konstruksi adalah DIPA
Badan POM Tahun Anggaran 2018 Satker Sekretariat Utama. Nomor DIPA 063.01.01.432731,
03164.001.051. AC 533111 tanggal 5 Desember 2017, sebesar Rp. 84.992.000.000.- ( Delapan
Puluh Empat Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Rupiah)
b. Jumlah anggaran yang tersedia untuk kegiatan pekerjaan jasa konstruksi ini tidak boleh
melampaui target yang telah ditetapkan dan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang
ditetapkan dalam pekerjaan jasa konstruksi.

VII. RUANG LINGKUP


a. Ruang Lingkup/Batasan Lingkup Pengadaan Pekerjaan Konstruksi.
Lingkup pekerjaan fisik yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
Pembangunan Gedung D Badan POM Tahun Anggaran 2018, antara lain meliputi :

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 2


 Pekerjaan Persiapan meliputi :
Persiapan administrasi proyek seperti time schedule, kurva s, network planning, pembuatan
papan nama proyek, penyambungan listrik dan air kerja selama proyek, foto/dokumentasi
proyek, sewa peralatan kerja, peralatan keselamatan kerja dan P3K (sesuai BOQ, RKS dan
gambar rencana).
 Pekerjaan Struktur (sesuai BOQ, RKS dan gambar rencana) meliputi :
Pekerjaan pondasi, kolom, balok, plat lantai dan atap bangunan.
 Pekerjaan Arsitektur, meliputi:
Pekerjaan pasangan dinding, Kusen, daun pintu dan jendela, plafond, pengecetan, sanitair
(sesuai BOQ, RKS dan gambar rencana).
 Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal, meliputi :
System pengkondisian udara, system penanggulangan bahaya kebakaran, system plumbing,
system lift dan system elektrikal arus kuat, arus lemah (sesuai BOQ, RKS dan gambar
rencana).

b. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan terletak di area Perkantoran Badan POM, Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta
Pusat.

VIII. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi Pembangunan Gedung Pelayanan Publik
Badan POM selama 310 (tiga ratus sepuluh) hari kalender, terhitung sejak Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK) termasuk waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan pekerjaan konstruksi.

IX. METODE PELELANGAN

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 3


Metode yang digunakan untuk menentukan Penyedia adalah metode e-tender, pasca
kualifikasi satu sampul harga terendah.
Jenis Kontrak.
1. Jenis kontrak pengadaan berdasarkan pembayaran yaitu Kontrak Harga Satuan.
2. Jenis Kontrak berdasarkan pembebanan tahun anggaran yaitu Kontrak tahun jamak.

X. PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA


Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa wajib memenuhi
persyaratan, yakni sebagai berikut :
1. Memiliki Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Gedung
Lainnya (BG009), Kualifikasi Non Kecil, sub kualifikasi Besar (B1 atau B2), Jasa Pelaksanaan
Konstruksi Pemasangan Pipa Air (Plumbing) dalam Bangunan dan Saluran (MK002), Kualifikasi
Non Kecil, sub kualifikasi Besar (B1 atau B2), instalasi Tenaga Listrik Gedung dan Pabrik (EL010),
Kualifikasi Non Kecil, sub kualifikasi Besar (B1 atau B2), sesuai dengan klasifikasi jasa
pelaksanaan konstruksi yang masih berlaku (proses perpanjangan tidak berlaku);
2. Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) Kualifikasi Non Kecil, sub kualifikasi Besar (B1 atau B2)
yang masih berlaku (proses perpanjangan tidak berlaku) dengan klasifikasi dan sub klasifikasi
Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Gedung Lainnya (BG009), Jasa Pelaksanaan Konstruksi
Pemasangan Pipa Air (Plumbing) dalam Bangunan dan Saluran (MK002), instalasi Tenaga Listrik
Gedung dan Pabrik (EL010).
3. Menyampaikan Sertifikat Manajemen Mutu/ISO 9001:2015 yang masih berlaku.
4. Menyampaikan Sertifikat ISO Lingkungan 14001:2015 yang masih berlaku.
5. Menyampaikan Sertifikat OHSAS 18001:2007 tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang
masih berlaku.
6. Menyampaikan Sertifikat Kepesertaan BPJS Tenaga Kerja atau Jamsostek perusahaan dan
dapat dibuktikan (scan asli) dan bukti bayar iuran 3 (tiga) bulan terakhir;
7. Akte Pendirian Perusahaan beserta perubahannya (bila ada), harus dilampiri bukti pengesahan
dari Kementerian Hukum dan HAM;
8. Memiliki alamat yang benar, tetap dan jelas berupa milik sendiri atau sewa.
9. Memiliki SITU (Surat Izin Tempat Usaha) atau surat keterangan domisili yang berlaku.
10. Memiliki NPWP Perusahaan.
11. Bukti telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir (SPT Tahunan tahun 2017)
12. Bukti pengalaman melaksanakan kontrak pekerjaan sejenis, paling sedikit 1 (satu) pekerjaan
sebagai penyedia dalam kurun waktu 1 (satu) tahun sebagai penyedia dalam kurun waktu 4
(empat) tahun terkahir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta dibuktikan dengan
melampirkan kontrak dan/atau BAST (Berita Acara Serah Terima) pekerjaan sejenis. Pekerjaan
sejenis adalah mengerjakan bangunan/gedung minimal 8 (delapan) lantai.
13. Dalam hal peserta melakukan kemitraan, peserta wajib mempunyai/mengunggah Perjanjian
Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan dan perusahaan yang
mewakili kemitraan tersebut.
14. Perhitungan Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis (Konstruksi Bangunan
Gedung Lainnya (BG009) dengan ketentuan :
a. KD = 3 NPt;
NPt = Nilai pengalaman tertinggi dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir;
b. Dalam hal kemitraan yang diperhitungkan adalah KD perusahaan yang mewakili kemitraan;

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 4


c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai HPS;
d. Pengalaman perusahaan dinilai dari nilai kontrak dan status peserta pada saat
menyelesaikan kontrak sebelumnya;
e. Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan
present value menggunakan perhitungan sebagai berikut :
NPs = Npo x (ls/lo)
Nps = Nilai pekerjaan sekarang
Np = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk ekalasi (apabila ada) saat serah terima
Pertama.
Lo = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima pertama.
Ls = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat
diperhitungkan dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya).
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang sesuai yang merupakan komponen terbesar
dari pekerjaan.
15. Perhitungan Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan ketentuan :
a. SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan;
KP = Kemampuan untuk menangani paket pekerjaan;
b. Untuk usaha non-kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N
c. Dalam hal kemitraan, yang diperhitungkan adalah SKP semua perusahaan yang bermitra.
16. Daftar pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
17. Memiliki Rekening Koran minimal 30% dari HPS selama 3 (tiga) bulan terakhir, dan/atau kredit
loan yang belum terpakai minimal 30% dari HPS 3 (tiga) bulan terakhir;
18. Memiliki dukungan keuangan dari Bank Umum Pemerintah/ Swasta sebesar 10 % dari nilai total
Harga Perkiraan sendiri (HPS).
19. Menyampaikan jaminan penawaran minimal 3 % dari total nilai HPS.

XI. TENAGA AHLI DAN DAFTAR PERALATAN


Berdasarkan peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Nomor 1 Tahun 2014,
maka tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruksi kegiatan
ini adalah sebagai berikut :

No. Personil Pendidikan Jumlah Pengalaman


Serifikat Keahlian (Kode)
(orang) (tahun)
1. Project Manager S1 Teknik Sipil 1 - Ahli Teknik Bangunan Gedung – Utama (201) 10
- Ahli Manajemen Proyek – Madya (602)
- Ahli Sistem Manajemen Mutu – Madya (604)
- Ahli K3 Konstruksi – Madya (603)
2. Site Manager S1 Teknik Sipil 1 Ahli Teknik Bangunan Gedung – Utama (201) 10
3. Tenaga Ahli S1 Teknik Sipil 1 Ahli Teknik Bangunan Gedung – Madya (201) 8
Bangunan Gedung
4. Tenaga Ahli S1 Teknik 1 Arsitek – Madya (101) 8
Arsitektur Arsitektur

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 5


5. Tenaga Ahli S1 Teknik Mesin 1 - Ahli Teknik Plambing dan Pompa Mekanikal – 7
Mekanikal Madya (303)
- Ahli Sistem Tata Udara dan Refrigerasi – Madya 302)
6. Tenaga Ahli S1 Teknik Mesin 1 Ahli Teknik Transportasi dalam Gedung – Madya (305) 7
Transportasi
dalam Gedung
7. Tenaga Ahli S1 Teknik 1 Ahli Teknik Tenaga Listrik – Madya (401) 7
Elektrikal Elektro
8. Tenaga Ahli S1 T. 1 Ahli Teknik Lingkungan – Madya (501) 7
Lingkungan Lingkungan
9. Tenaga Ahli K3 S1 T. Sipil/S1 T. 1 Ahli K3 Konstruksi – Madya (603) 7
Arsitektur
10. Tenaga Ahli S1 T. Sipil/S1 T. 1 Ahli Sistem Manajemen Mutu – Madya (604) 7
Sistem Arsitektur
Manajemen Mutu
11 Pelaksana D3 T. 2 SKT Pelaksana Bangunan Gedung (TS051) 5
Struktur Sipil/SMA/STM
Bangunan
12 Pelaksana D3 T. Sipil/STM 1 SKT Pelaksana Bangunan Gedung (TA022) 5
Arsitektur Bangunan
13 Pelaksana D3 T. Mesin 1 SKT Pelaksana lapangan pekerjaan Bangunan 5
Mekanikal /STM Mesin Bertingkat Tinggi (TM044)
14 Pelaksana D3 T. Elektro / 1 SKT Teknisi Instalasi Listrik Penerangan dan daya Fasa 5
Elektrikal STM Satu (TE-021) / SKT Teknisi Instalasi Listrik Penerangan
dan daya Fasa Tiga (TE-022)
15 Juru STM/SLTA 1 SKT Juru gambar Arsitektur (TA-003) 5
Gambar/Drafter sederajat
16 Estimator STM 1 SKT Quantity Surveyor (TL 003) 3
Bangunan/D3
Teknik
Sipil/Arsitektur
17 Mandor Plumbing STM/SLTA 1 SKT Mandor Plambing (TT 017) 3
sederajat
18 Kepala Tukang STM/SLTA 1 SKT tukang pasang keramik (lantai dan dinding) (TA- 3
pasang keramik sederajat 007) )
19 Tukang Pasang STM/SLTA 1 Tukang Pasang Bta/Dinding/Bricklayer/Bricklaying 3
Bata sederajat (Tukang Bata) (TA004)
20 Tenaga SMK/SLTA 1 2
Administrasi sederajat

Catatan/Penjelasan/Keterangan:
1) Tenaga Ahli harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tenaga Ahli/ Terampil yang ditandatangani
oleh yang bersangkutan diketahui Direktur perusahaan, Daftar Riwayat Hidup (CV), Referensi
kerja, Ijazah, Sertifikat Kompetisi Ahli (SKA), KTP, NPWP dan dapat dibuktikan;
2) Tenaga Teknis/Terampil, harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tenaga Terampil yang
ditandatangani oleh yang bersangkutan diketahui Direktur perusahaan, Daftar Riwayat Hidup
(CV), Ijazah, Sertifikat Keterampilan Kerja (SKK/ SKT) dan KTP yang masih berlaku;

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 6


3) Tenaga lain/Pendukung yang diperlukan, harus dilengkapi dengan Ijazah dan KTP yang masih
berlaku. Semua data kelengkapan personil yang diperlukan harus dari hasil pemindaian dokumen asli
dan masih berlaku.

Daftar peralatan utama minimal yang harus disediakan untuk pekerjaan ini terdiri dari :

Kepemilikan
No. Nama Peralatan Volume Spesifikasi
1. Bore Pile 2 unit Min. Dia. 80 cm Milik sendiri/sewa
2. Tower Crane / Mobil Crane 1 unit Panjang JIB 70 m Milik sendiri/sewa
3. Passenger Hoist 1 unit 2,4 Ton Milik sendiri/sewa
4. Dump Truck Operasional 4 unit 7,5 m3 Milik sendiri/sewa
5. Pick up 2 unit - Milik sendiri/sewa
6. Diesel genset 1 unit 175 KVA Milik sendiri/sewa
7. Concrete Mixer 2 unit 0,5 m3 Milik sendiri/sewa
8. Concrete Vibrator 2 unit Power 4 kw Milik sendiri/sewa
9. Compressor 2 unit Kapasitas 5 HP Milik sendiri/sewa
10. Pompa Air 1 unit 30 lt/menit Milik sendiri/sewa
11. Stemper 1 unit 80 kg Milik sendiri/sewa
12. Scaffolding 1000 set - Milik sendiri/sewa
13. Water pass 3 unit - Milik sendiri/sewa
14. Theodolith 2 unit - Milik sendiri/sewa
15. Alat Las Listrik 2 Unit - Milik sendiri/sewa
16. Merger test 1 Unit - Milik sendiri/sewa
17. Bar Cutter 1 Unit - Milik sendiri/sewa
18. Bar Bender 1 Unit - Milik sendiri/sewa

Catatan/penjelasan/keterangan :
1. Daftar peralatan harus disampaikan dan menjelaskan jenis alat, jumlah kapasitas, merk
dan tipe, tahun pembuatan, kondisi, lokasi sekarang dan status kepemilikan.
2. Jika peralatan milik sendiri dapat membuktikan kepemilikannya berupa bukti pembelian
peralatan.
3. Jika peralatan merupakan sewa jangka panjang, dapat disampaikan bukti surat perjanjian sewa
asli di atas materai (tanpa terikat pada pekerjaan yang dilelangkan/alat tersedia).
4. Jika peralatan merupakan dukungan, peserta dapat membuktikan kepemilikan alat dari
pendukung.
5. Menyampaikan Surat Pernyataan Laik Pakai untuk peralatan yang digunakan.

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 7


XII. DAFTAR PEKERJAAN YANG DISERTAI SURAT DUKUNGAN DAN SYARAT TEKNIS LAINNYA
1. Surat Dukungan dari Distributor Resmi
a. Alat Bore Pile;
b. Besi Beton;
c. Beton Ready Mix;

Catatan/penjelasan/keterangan (a-c) :
- melampirkan sertifikat SNI / uji laboratorium / kalibrasi
- melampirkan Brosur (asli/copy dan stempel basah) dari distributor/supplier
2. Surat dukungan dari Pabrik
a. Struktur Baja
Catatan/penjelasan/keterangan :
- Untuk pekerjaan baja harus mempunyai workshop sendiri.
3. Surat dukungan resmi dari distributor resmi/supplier/pabrikan disertai dengan bukti
penunjukan sebagai distributor/supplier.
a. AC (Peralatan/Unit Utama)
b. Lift (Peralatan/Unit Utama)
Catatan/penjelasan/keterangan :
- Melampirkan brosur (asli/copy dan stempel basah) dari distributor/supplier
Keterangan :
Surat dukungan tersebut mencantumkan klausul pernyataan:
a. Jaminan ketersediaan barang sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan;
b. Jaminan kesesuaian spesifikasi;

XIII. KELUARAN YANG DIINGINKAN


Keluaran/Produk yang akan dihasilkan adalah :
1. Terbangunnya gedung perkantoran yang berjumlah 8 lantai termasuk mezanin dilantai 1
dan fasilitas penunjang lainnya yang siap digunakan sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-
syarat (RKS), Gambar Rencana/DED;
2. Shop drawing;
3. As built drawing ukuran A1 jilid blueprint sebanyak 3 set beserta soft copynya dalam format cad
dan pdf;
4. Manual Operation Book 2 set beserta soft copynya dalam format pdf
5. Surat-surat perizinan

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 8


6. Surat-surat garansi.
7. Laporan-laporan: PCM, MC-0, CC0 bila ada, laporan harian, mingguan, bulanan, laporan hasil
pengujian secara parsial dan system serta laporan commissioning test, laporan akhir dan BAST I
& II.

KAK Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Gedung – D BPOM Hal. 9