Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH KEPEMIMPINAN

“KONSEP PENYUSUNAN DAN SIMULASI SKENARIO

KEPEMIMPINAN ORGANISASI PUBLIK”

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 13

 AGUNG VINEL PUTRA S. DEPARI


 NIKO MAHYUDI

DOSEN PENGAMPU: Drs. Hidir Efendi, M.Pd

FAKULTAS TEKNIK

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGATAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA, karena
dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas
ini. Tidak lupa juga Saya capkan terima kasih kepada dosen mata kuliah kepemimpinan
PAK HIDIR EFENDI yang telah membimbing Saya agar dapat mengerti tentang
bagaimana cara menyusun laporan ini. Laporan ini disusun agar pembaca dapat
memperluas ilmu tentang kepemimpinan. Dengan penuh kesabaran tugas ini dapat
terselesaikan. Semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi para pelajar ataupun, umum
khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang membaca laporan ini, Dan mudah
mudahan juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca .
Dalam penyelesaian tugas ini kami banyak menerima bantuan dan dukungan dari
banyak pihak, dan kesempatan ini kami berterimakasih kepada :
Kedua orang tua kami yang telah memberikan kasih sayang dan dukungan baik
Moril maupun Materiil sehingga kami dapat menyelesaikan laporan akhir ini.
Akhir kata kami sebagai penulis berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca.Dari kami mungkin masih ada kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................

DAFTAR ISI...........................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................

1.1 latar Belakang..................................................................................................................

1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................................

1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................................

2.1 Pengertian Simulasi Kepemimpinan...............................................................................

2.2 Pemgertian Skenario Kepemimpinan..............................................................................

2.3 Kepemimpinan Organisasi..............................................................................................

2.4 Simulasi Skenario Kepemimpinan Organisasi................................................................

2.5 Konsep penyusunan Dan Simulasi Skenario Kepemimpinan Organisasi.......................

BAB III PENUTUP...............................................................................................................

3.1 Kesimpulan......................................................................................................................

3.2 Saran................................................................................................................................

\
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Semua orang memiliki tujuan dalam hidupnya.Namun keterbatasan mereka yang


mereka miliki antara satu dengan yang lainnya adalah menjadialasan mereka untuk
membentuk suatu organisasi.Dimana semua orang berkumpul dalam satu wadah untuk
beerja sama dalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan.

Dalam setiap organisasi harus memiliki pemimpin agar berjalan dengan baik.Tanpa
adanya pemimpin tentu saja sangat sulit dan tidak mudah dalam menjalankan semua
elemen dan komponen yang ada dalam organisasi tersebut.Seorang pemimpin tidak begitu
saja dipilih dan ditentukan.Ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dimiliki
olehnya.Segenap kemampuan dalam berpikir dan berbuat menjadi pertimbangan yang
sangat urgen diperhatikan.

Beragam kepemimpinan yang dibuat oleh setiap pemimpin didunia ini cara dan
pandangan mengenai suatu permasalahan menjadi daya dari kepemimpinan seseorang.
Maka tidak bisa dielakkan lagi kalau seorang pemimpin memiliki tanggung jawab dan
peran yang berat.

1.2 Rumusan masalah

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis
dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain :

1. Apa yang di maksud dengan simulasi kepemimpinan?


2. Apa yang di maksud dengan skenario kepemimpinan ?
3. Apa yang di maksud dengan kepemimpinan organisasi?
4. Apa yang di maksud dengan simulasi skenario kepemimpinan organisasi?
5. Bagaimana konsep penyusunan dan simulasi skenario kepemimpinan organisasi?

1.3Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :

· Untuk memberikan penjelasan tentangkonsep dan skenario kepemimpinan pada suatu


organisasi

· Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang
kepemimpinan organisasi
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN SIMULASI KEPEMIMPINAN

Simulasi adalah penyederhanaan dari kehidupan nyata. Situasi kehidupan nyata


yang sangat dinamis, penuh persaingan dan tantangan digambarkan melalui sebuah
pertempuran. Siapa yang lebih siap, lebih cepat dan lebih hebat dia akan menang, persis
seperti didunia nyata. Model simulasi ini terbukti lebih efektif untuk melatih karyawan
atau mahasiswa dalam memahami konsep manajemen organisasi dan strategi, karena
mereka bisa menerapkan konsep dan mengamati hasilnya secara langsung.

2.2 PENGERTIAN SKENARIO KEPEMIMPINAN

Skenario kepemimpinan adalah suatu perencanaan matang yang telah di siapkan


oleh seorang pemimpin yang mendasari dan menjadi landasan untuk menggerakkan
bawahannya dalam sebuah organisasi dimana skenario kepemimpinan dapat berupa
batasan batasan yang menjaga agar pemimpin, bawahan maupun organisasinya tetap
berada pada jalur rencana yang telah di sepakati.

2.3 KEPEMIMPINAN ORGANISASI

Organisasiadalah perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang untuk


bekerjasama, terkendali dan terpimpin untuk mencapai tujuan tertentu.

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan yang diselenggarakan


dalam kelompok dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan

Kepemimpinan organisasi merupakan sebuah kegiatan dimana seorang pemimpin


mempengaruhi dan memberikan contoh kepada anggotanya dalam upaya mencapai tujuan
tertentu.Pemimpin yang baik bukan dilihat dari seberapa lama ia memimpin tetapi seberapa
banyak ia mampu menciptakan sosok pemimpin yang baru.

Pandangan yang dikemukakan oleh Weber, bahwa suatu organisasi atau kelompok
kerjasama mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:

 Organisasi merupakan tata hubungan sosial. Dalam hal ini seorang individu
melakukan proses interaksi dengan sesamanya di dalam organisasi, baik antara
pimpinan dan anggota maupun antar anggota sendiri.
 Organisasi mempunyai pembatasan-pembatasan tertentu. Setiap anggota organisasi
yang melakukan hubungan interaksi dengan yang lainnya tidaklah didasarkan atas
kemauan sendiri, akan tetapi mereka dibatasi oleh peraturan tertentu.
 Organisasi merupakan suatu kerangka hubungan yang berstruktur, yang di
dalamnya berisi wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja untuk
menjalankan suatu fungsi tertentu.

2.4 SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN ORGANISASI

Simulasi skenario kepemimpinan organisasi adalah pengujian kematangan suatu


wadah yang dihadapkan langsung dengan situasi yang nyata dengan tujuan semua
komponen organisasi bisa menerapkan konsep dan mengamati hasilnya secara
langsung.kegiatan ini perlu untuk melatih setiap anggota bekerjasama dalam sebuah team,
menyelesaikan tantangan bersama, merumuskan strategi dan mengeksekusi strategi.

2.5 KONSEP PENYUSUNAN DAN SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN


ORGANISASI

Beberapa teori telah dikemukakan para ahli majemen mengenai timbulnya seorang
pemimpin. Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya. Di antara berbagai teori
mengenai lahirnya pemimpin, paling tidak, ada tiga di antaranya yang menonjol yaitu
sebagaiberikut:

1. Teori Genetic. Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not
made“. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia
telah dilahirkan dengan bakat pemimpin. Dalam keadaan bagaimana pun seorang
ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu.
Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
2. Teori Sosial. Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”,
make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not
born“. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi
pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
3. Teori Ekologis. Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori
sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi
pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat
kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan
pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut
bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Teori ini menggabungkan segi-segi positif
dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari
teori-teori kepemimpinan. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam
masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang
menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan
kepemimpinan organisasi, antara lain :

ü Kecerdasan

Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas
kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih
tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.

ü Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial

Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun


eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal
ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian
yang diyakini kebenarannya.

ü Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi

Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta
dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuatinikemudiantercermin pada kinerja yang
optimal, efektif dan efisien.

ü Sikap Hubungan Kemanusiaan

Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu
berpihak kepadanya sebagai seorang pemimpin yang baik, maka harus dapat memberikan
contoh, efek, dan pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitarnya. Berikut ini adalah
beberapa materi kepemimpinan yang dapat diberikan pada para pemimpin pada
penyusunan skenario kepemimpinan organisasi.

Beberapa materi kepemimpinan yang dapat diberikan pada para pemimpin pada
penyusunan skenario kepemimpinan organisasi.

2.5.1 SEBAGAI PENCIPTA VISI

Dalam menyusun kepemimpinan, agar dapat memjadi seorang pemimpin yang baik.
Seorang pemimpin harus dapat :

a. Menyatakan visi yang jelas dan menarik

Para pemimpin transformasional harus memperkuat visi yang ada atau membangun
komitmen terhadap sebuah visi baru. Karena visi yang jelas mengenai apa yang dapat
dicapai oleh organisasi atau akan jadi apakah organisasi itu, akan membantu seseorang
untuk memahami tujuan, sasaran, dan prioritas dari sebuah organisasi.
b. Menjelaskan bagaimana visi tersebut dapat dicapai

Para pemimpin transformasional tidak cukup hanya menyampaikan sebuah visi


yang menarik, akan tetapi harus mampu meyakinkan kepada bawahannya bahwa visi itu
memungkinkan dan membuat hubungan yang jelas dengan strategi yang dapat dipercaya
untuk mencapainya.

c. Bertindak secara rahasia dan optimistis

Para bawahan akan meyakini sebuah visi apabila pemimpinnya memperlihatkan


keyakinan diri dan pendirian serta optimis bahwa kelompok itu akan berhasil dalam
mencapai visinya

d. Memperlihatkan keyakinan terhadap pengikut

Pemimpin harus memberikan motivasi dan keyakinan kepada bawahan bahwa


mereka dapat mencapai visi yang telah ditetapkan, sehingga bawahan sadar dan yakin
bahwa mereka dapat memperoleh keberhasilan untuk melakukan sesuatu yang sama
sebagaimana dilakukan oleh para pendahulu mereka, bahkan bisa lebih baik

e. Menggunakan tindakan dramatis dan simbolis untuk menekankan nilai nilai penting

Tindakan dramatis dan simbolis terkadang sangat diperlukan untuk menekankan


nilai-nilai penting kepada bawahan, sehingga bawahan mempunyai kesan yang mendalam
terhadap tindakan tersebut, yang pada akhirnya mereka akan memahami, mengikuti, dan
mengerjakan apa yang menjadi konsep dan idealisme pemimpin.

f. Memimpin dengan memberikan contoh

Begitu pentingnya seorang pemimpin menjadi model/contoh bagi bawahannya


manakala pemimpin tersebut mengharapkan agar bawahannya melakukan apa yang
menjadi konsep dan harapannya. Sebuah peribahasa mengatakan bahwa “tindakan
berbicara lebih keras daripada perkataan“. Perilaku sehari-hari seorang pemimpin selalu
disorot oleh bawahannya dan cenderung untuk ditiru atau dijadikan barometer. Oleh karena
itu, pembelajaran yang efektif bagi bawahan agar segera dapat mencontoh dan melakukan
visi dan misi pimpinan adalah dengan melihat dan mencontoh perilaku sehari-hari
pemimpinnya.

g. Memberikan kewenangan kepada orang-orang untuk mencapai visi itu.

Memberikan kewenangan berarti mendelegasikan kewenangan dan memberikan


keleluasaan kepada bawahan untuk melakukan suatu tindakan dalam rangka mencapai visi
organisasi, mulai dari tahap perencanaan sampai pengambilan keputusan dan solusi
terhadap suatu permasalahan. Dengan demikian, seorang bawahan akan mampu
mengembangkan dirinya dan menentukan strategi-strategi tertentu untuk mencapai visi
yang telah ditetapkan, meskipun strategi tersebut tidak harus sama dengan strategi yang
mungkin diterapkan oleh seorang pimpinan. Yang penting, bahwa apa yang dilakukan oleh
bawahan tersebut semuanya masih dibawah koridor untuk kepentingan organisasi atau
lembaga yang dipimpinnya, bukan untuk kepentingan pribadi bawahan tersebut.

2.5.2 PEMIMPIN SEBAGAI PEMBANGUN TIM


Dalam materi pelatihan kepemimpinan ini para calon pemimpin sebagai orang yang dapat
membangun tim, tentunya dia harus dapat menjaga 2 hal, yaitu :

1. Tugas
Seorang pemimpin yang baik, harus mengerti dengan baik ;
• Sasaran yang harus dituju harus jelas
• Alat ukur indikator kinerja setiap orang harus jelas
• Aturan kerja yang ada harus jelas

2. Orang
Sebagai seorang pemimpinyang baik harus dapat menjaga ;
• Identias dan juga semangat tim work
• Dapat menjaga kerjasama yang baik dan juga dapat membuat nyaman orang-orang yang
dipimpinnya.
• Seorang pemimpin harus dapat berbicara degan baik, jujur dan terbuka.

2.5.3 PEMIMPIN SEBAGAI PENCETUS MOTIVASI

Pemimpin sebagai pembangun karakteri seorang pemimpin yang baik, harus


mengerti benar, karakter setiap orang yang dipimpinya. Pada dasasrnya setiap orang yang
dipimpinnya tentunya mempunyai karakter dan juga keahliannya masing-masing. Karakter
dan keahlian seperti ini yang harus diketahui oleh setiap pemimpin. Keahlian tersebut
tentunya diperlukan untuk dapat mengembangkan keahlian orang tersebut dan juga dapat
mengembangkan organisasi atau lembaga tersebut.Tentunya seorang pemimpin yang baik,
tentunya harus dapat membuat nyaman orang-orang yang dipimpinnya. Ketika seseorang
merasa nyaman, maka kinerja seseorang tersebut juga akan mengalami perbaikan.Jika
seorang pemimpin salah dalam menilai keahlian seseorang atau salah dalam
mendelegasikan tugas, tentunya hasil yang diharapkan tidak akan sesuai dengan target
awal.

2.5.4. PEMIMPIN SEBAGAI PEMBERI TUGAS

Seorang pemimpin yang baik harus mengerti benar karakter setiap bawahan atau
orang-orang yang dipimpinnya. maka dari itu seorang pemimpin harus :

• Dapat memperjelas tugas setiap orang


• Dapat menentukan tugas setiap bawahan atau orang yang dipimpinnya dengan baik
• Dapat membolehkan karyawannya untuk berpartisipasi dalam membuat sasaran
• Dapat memberi pengertian yang jelas mengenai tugas atau delegasi tugas dengan baik.
• Selalu memonotor dan dapat memonotor hasilnya dengan baik.
Konsep penyusunan dan simulasi skenario kepemimpinan organisasi juga dapat di
kokohkan dengan menggunakan Lima Praktik Kepemimpinan Teladan sebagai berikut:

 Mencontohkan Caranya
 Menginspirasi Visi Bersama
 Menantang Proses
 Memungkinkan Orang Lain Bertindak
 Menyemangati Jiwa
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Menentukan konsep dasar penyusunan dan simulasi skenario kepemimpinan adalah


hal yang sangat berpengaruh dalam kepemimpinan sebuah organisasi. Dimana
keberhasilan suatu instansi berawal dari konsep dan skenario yang tertata rapi sehingga
setiap anggota mengerti dan paham dengan apa yang sedang dan akan mereka lakukan
kedepannya.

Begitu penting dan strategisnya keberadaan pemimpin dan kepemimpinan dalam


sebuah organisasi, oleh karena itu diperlukan seorang pemimpin yang handal dalam
mnerapkan gaya dan strategi kepemimpinannya agar visi dan misi organisasi tersebut dapat
tercapai.Pada dasarnya tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang paling cocok
diterapkan dalam semua situasi dan kondisi organisasi, termasuk dalam satuan pendidikan.
Kepemimpinan transformasional pendidikan dengan kelebihan yang ditawarkan
merupakan salah satu alternative gaya kepemimpinan yang dirasa efektif untuk diterapkan
dalam mengelola lembaga kediklatan.Model kepemimpinan transformasional dari Bass
yang dikutip Yuliani, dan pedoman untuk kepemimpinan transformasional dari Yukl,
sekiranya dikembangkan dan diimplementasikan dalam pengelolaan lembaga kediklatan
oleh kepala balai diklat, diharapkan dapat memacu peningkatan produktivitas dan
efektifitas balai diklat.

3.2 saran

Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa
kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin
diri sendiri.

Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi
luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin,
pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya
adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas
pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.