Anda di halaman 1dari 15

A.

Asesmen Drug Related Problem (DRPs) dan Rencana Asuhan Kefarmasian

Subjektif Care plan


Masalah Terapi saat ini dan Asessment (Rekomendasi
Objektif Terapi)
Dispepsia  Lansoprazol - • Tidak • Perlu
30 mg 1x1 ada masalah diperhatikan
• Terapi
sesudah waktu minum
dispepsia
makan obat sukralfat,
 Sukralfat/ sesuai
diberikan 4-6
ulsafate algoritma,
jam sebelum
500mg/ml dengan
atau 2 jam
sirup, 3x1 penggunan
sesudah
sebelum PPI
pemberian obat
makan kemudian
yang lain
apabila gagal
dipertimbang
kan
Endoskopi
Hyperten- • Candesart S:- • Tekanan Dilakukan
O : 120/70
sive heart an 8 mg tab, 1 darah pasien monitoring tekanan
mmHg
disease kali sehari sudah darah pasien
sesudah terkontrol Bisa juga
makan • Terdapat dikarenakan
interaksi pemakaian na
antara diklofenak yang
NSAID hanya pada saat
dengan ARB nyeri

Hiperlipid • Atorvastatin S=- • Adanya Monitoring


20 mg 1x1 O = 192 interaksi neuropati yang
sesudah mg/d dengan mungkin terjadi
makan lansoprazol
Anemia • Ferros sulfat S=- • Adanya Direkomendasikan
sulfat 200 mg O = anemia Hb pemberian asam
Hb = 12,5
tab coated 1x1 bukan anemia folat saja
• Asam folat 1 g/dL
defisiensi Fe
Eritrosit =
mg 2x1
karena Hb
4,5 x 106
kurang dari
per
normal, bukan
mikroliter
indikasi
anemia Fe
• Masih
pemberian
pertama
Asam urat • Allopurinol S= • Diasums • Dilihat hasil
O=
100 mg1x1 ikan setelah 2
Asam urat
sesudah pemberian minggu
= 7,3
makan terapi pertama pemakaian
mg/dL
untuk asam
urat

Ngilu di • Na diklofenak - • Lini • Tetap


bahu 50 mg tab 2x1, pertama pct diberikan na
sebelah apabila nyeri atau diklofenak,
kiri badan ibuprofen, karena tidak
tetapi perlu diketahui
dilihat seberapa besar
keparahan dari tingkat
ngilu untuk keparahan ngilu
menentukan yang terjadi
penggunaan
NSAID
Sequale of • Belum diberi - • Pada sisa • Disarankan
Stroke terapi terapi stroke terapi
tida perlu rehabilitasi
adanya terapi medik atau
tambahan fisioterapi
famakologi
B. Pembahasan Asesmen DRPs
Pada kasus ini, terdapat 2 jenis DRP, yaitu yang pertama, adanya potensi interaksi Obat

(NSAID-ARB dan atorvastatin-lansoprazol serta Lansoprazol-Sukralfat). Selain itu DRP

yang ditemukan yakni terapi obat yang tidak diperlukan (terapi lebih dari satu obat

digunakan ketika hanya perlu terapi obat tunggal) terkait masalah anemia.
1. Interaksi antara NSAID dan Angiotensin Reseptor Blocker
Pada interaksi antara NSAID dan ARB pengatasan yang dilakukan berupa monitoring
tekanan darah dari pasien, karena diketahui pasien sudah memiliki tekanan darah yang
terkontrol 120/70 mmHg dan terapi NSAID yang diberikan hanya digunakn atau diminum
ketika pasien sakit, atau mengalami nyeri saja.

2. Interaksi antara Atorvastatin dengan Lansoprazol

Pada interaksi antara atorvastatin dan lansoprazol pengatasan yang dilakukan berupa
monitoring neuropati pada pasien.

3. Interaksi antara Lansoprazol dan Sukralfat


Pada interaksi antara lansoprazole dan sukralfat terjadi pada fase absorbsi, dimana pengatasan
yang bisa dilakukan adalah merekomendasikan pemisahan waktu minum sukralfat dan
lansoprazol, yaitu waktu minum obat sukralfat, diberikan 4-6 jam sebelum atau 2 jam
sesudah pemberian obat yang lain

4. Terapi obat yang tidak diperlukan


(terapi lebih dari satu obat digunakan ketika hanya perlu terapi obat tunggal) terkait
masalah anemia.Pada kasus anemia yang dialami oleh pasien, pasien mengalami anemia
defisiensi Hb bukanlah anemia defisiensi besi atau Fe, karena sebenarnya di dalam tubuh
banyak sekali cadangan Fe, sehingga dengan pemberian ferrous sulfat dapat menambah
jumlah Fe dalam tubuh, sehingga hanya disarankan pemberian asam folat yang penting
dalam pembentukan eritropoietin
C. Pembahasan Tatalaksana Terapi atau Careplan
Beberapa care plan yang kami rekomendasikan yaitu Dilakukan monitoring terhadap

potensi interaksi obat, Penekanan terkait waktu penggunaan obat (utamanya sukralfat),

Rekomendasi untuk tidak memberikan ferrous sulfate. Namun diberikan asam folat saja,

sebagaimana sudah tercantum pada pembahasan asesmen drp diatas.


Mengenai penggunaan NSAID untuk nyeri atau ngilu di bahu digunakan NSAID, yaitu

natrium diklofenak. Natrium diklofenak termasuk dalam obat golongan stopp dimana

sebaiknya tidak digunakan dalam pengobatan ini, tetapi berdasarkan pedoman dibawah

ini, penggunaan NSAID harus digunakan bersamaan dengan gastroprotective agent, hal

ini sesuai dengan algoritma terapi yang dibuat yakni menggunakan gastroprotective

agent yakni sukralfat.

Namun, dalam
Mengenai permasalahan terapi dispepsia, sudah sesuai dengan algoritma terapi yakni diawali
dengan penggunaan PPI kemudian apabila gagal baru dengan endoskopi..

CONTINUING MEDICAL E
D

D. Kesimpulan
1. Adanya DRP berupa interaksi NSAID-ARB dan Atorvastatin-Lansoprazol,
dan Sukralfat-Lansoprazol, serta adanya terapi yang tidak diperlukan yaitu
penambahan Fe sulfat untuk indikasi anemia defisiensi Hb.
2. Dilakukan monitoring terhadap potensi interaksi, rekomendasi tidak
diberikannya Fe sulfat, serta dilakukannya jeda peminuman obat agar
mencegah interaksi.
3. Dilakukan pemantaun efektivitas obat seperti penurunan asam urat, Hb,
nyeri lambung, kolesterol, serta pemantaun efek samping obat berupa ESO
terkait system pencernaan dan ruam kulit.

E. Daftar Pustaka
PHARMACIST’S LETTER, 2018, STARTing and STOPPing Medications in the
Elderly, Therapeutic Research Center diakses pada
www.pharmacytechniciansletter.com.
PERKI, 2015, PEDOMAN TATALAKSANA HIPERTENSI PADA PENYAKIT
KARDIOVASKULAR Edisi Pertama, IHA, dapat diakses pada
http://www.inaheart.org
Deglin, H.J., dan Vallerand, A.H., 2005, Pedoman Obat untuk Perawat, Penerbit
Buku Kedokteran EGC, Jakarta
Abdullah., Murdani, 2012, Dispepsia, CONTINUING MEDICAL EDUCATION,
CDK-197/ vol. 39 no. 9, th.

F. Jawaban Pertanyaan
1. Dea  pasien mengalami anemia defisiensi Hb dan diberikan asam folat. Apa
pengaruh asam folat terhadap kadar Hb? Obat apa yang pasti bisa/ poten mengatasi
anemia defisiensi Hb?
Asam folat diberikan kepada pasien karena berperan dalam pemeliharaan
eritropoiesis, yang dapat membantu proses eritropoiesis sel darah merah karena efek
terapeutik dari asam folat yaitu sebagai pemulihan dan pemeliharaan hematopoiesis
normal, sehingga apabila sel darah merah mengalami perbaikan atau peningkatan
sehingga HB juga akan meningkat.

Deglin, H.J., dan Vallerand, A.H, 2005, Pedoman Obat untuk Perawat, Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta.

2. Vania  terdapat interaksi yang bersifa moderat antara sukralfat dengan lansoprazol,
mengapa tetap diberikan keduanya? Apakah dapat diberikan monoterapi saja pada
pasien? Bagaimana perbandingan antara monoterapi dan politerapi (sukralfat +
lansoprazol?
Inteeraksi terjadi pada fase absorbs sehingga dapaat dilakukan jeda waktu peminuman.
Pemberian keduanya yaitu karna PPi untuk mengurangi kelebihan asam lambung sedangkan
untuk sukralfat berfungsi melindungi mucus lambung yang mana untuk gejala dispepsianya
dan untuk gastrointestinal protection pada pemakain Na Diklofenac., sehingga penggunaan
politerapi lebih baik daripda monoterapi.
3. Niken  Atorvastatin digunakan seumur hidup. Apa efek samping dari atorvastatin
untuk pemakaian jangka panjang? Bagaimana penanganan efek sampingnya ?
Berikut beberapa efeksamping penggunaan jangka Panjang atorvastatin, untuk
penanganannya biasanya dilakukan monitoring terlebih dahulu,lalu dilanjutkan
penanganannya.
4. Asisten
• Periksa kembali interaksi antara sukralfat dengan lansoprazol. Bagaimana
penanganannya?
• Sequalae of stroke (gejala sisa stroke) pada pasien seperti apa? Secara umum seperti
apa?
• Na diklofenak termasuk obat STOP untuk geriatri. Pada pasien ini juga terdapat
masalah dispepsia. Apakah Na diklofenak tetap diberikan? Jika iya, bagaimana
monitoringnya terkait risiko bleeding. Jika tidak, apa obat lain yang
direkomendasikan?

a. Jadi untuk interaksi sukralfat dengan lansoprazole berada pada fase absorbs,
dimana dapat ditangani dengan jeda aktu peminuman yaitu dijeda ppi terlebih lalu
2 jam sebelum minum sukralfat atau minum sukralfat lebih dahalu setalah 5 jam
baru minum ppi.
b. Untuk sisa stroke berupa
c. Na Diklofenac masih bisa direkomendasikan untuk pasien ini tetapi dengan syarat
yairu dengan pemberian gastrointestinal protection.
DDUCATIOND