Anda di halaman 1dari 6

Abstrak

Latar Belakang Masalah


Metode penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan
menguji suatu kebenaran pengetahuan dengan menggunakan cara-cara ilmiah. Hal-
hal yang harus diperhatikan dalam penelitian adalah metode yang digunakan harus
disesuaikan dengan objek penelitian dan tujuan yang akan dicapai sehingga penelitian
akan berjalan dengan sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian
eksperimen.
Sebagaimana dikemukakan oleh Kartono. Metode eksperimen merupakan
metode percobaan dan observasi sistematis dalam suatu situasi khusus, dimana gejala-
gejala yang diamati itu begitu disederhanakan, yaitu hanya beberapa faktor saja yang
diamati, sehingga peneliti bisa mengatasi seluruh proses eksperimennya. 1
Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan
pendidikan terhadap tingkah laku siswa atau menguji hipotesis tentang ada-tidaknya
pengaruh perlakuan yang diberikan. Melalui penelitian eksperimen ini, peneliti ingin
mengetahui bahwa penggunaan pelatihan asertif dapat meningkatkan kemampuan
siswa dalam berkomunikasi interpersonal.
Konsep Penelitian Eksperimental
Penelitian eksperimental (experimental research), merupakan pendekatan
penelitian kuantitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi semua persyaratan
untuk menguji hubungan sebab akibat. Pendekatan penelitian ini banyak digunakan
dalam penelitian-penelitian sains atau ilmu kealaman, sebab memang awal penge
mbangannya adalah dalam bidang tersebut. Penelitian-penelitian dalam bidang sains
baik fisika, kimia maupun biologi hampir seluruhnya ditujukan untuk menguji
pengaruh atau hubungan sebab akibat dari suatu atau beberapa hal atau variabel.
Penelitian eksperimental merupakan pendekatan penelitian yang yang cukup khas.
Kekhasan tersebut diperlihatkan oleh dua hal, pertama penelitian eksperimental
menguji secara langsung pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain. Kedua
menguji hipotesis hubungan sebab akibat.2

1
2
Nana Syaodih Sukmadinita, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009),
hlm. 194.
Penelitian eksperimen dapat didefenisikan sebagai metode sistematis guna
membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian
eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan
pendekatan kuantitatif. Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga
persyaratan, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi. Dalam
penelitisn eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi dua
kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok,
kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan.3
Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui
ada tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek seledik. Dengan kata
lain, penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat.
Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang
diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima
perlakuan.4
Pengertian yang hampir sama dengan itu diberikan oleh Rakhmat bahwa metode
eksperimen bertujuan untuk meneliti hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan
satu atau lebih variabel pada satu atau lebih kelompok eksperimen dan
membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami
manipulasi.5
Pada awalnya sejarah berkembangnya metode penelitian eksperimental ini diawali
di masa lalu, dimana para ilmuan mengetahui nilai pengamatan dalam studi terhadap
lingkungan kita, namun mereka segera menyadari bahwa kompleksitas alam tidak
dapat dimengerti hanya melalui pengamatan terhadap kejadian-kejadian alam yang
sangat banyak itu. Mereka melihat bahwa dari kejadian-kejadian yang mereka lihat
dari keadaannya “alami” sering menjadi begitu rumit karena faktor-faktor yang tidak
relevan, sehingga cara kerja (opaerasi) faktor yang ingin mereka pelajari itu menjadi
tidak jelas. Kesulitan ini dapat diatasi dengan membawa kejadian tersebut ke dalam
laboratorium dan mengendalikan kondisi-kondisi dimana kejadian itu terjadi,
sehingga faktor-faktor yang tidak relevan dapat dikurangi aatau dihilangkan. Di sana

3
Trianto, Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga
Kependidikan, (Jakara: Kencana, 2011), hlm. 203-204.
4
Suharsimi Arikunto, manajemen penelitian, (Jakarata: Rinea Cipta, 2010), hlm 207.
5
Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, (Bandung: Remaja Rosda Karya. 1990), hlm.
44.
para ilmuan dapat mengubah-ubah faktor-faktor tertentu yang menarik perhatian
mereka dan mengumpulkan data dalam keadaan yang khusus diciptakan untuk
maksud itu. Dengan kata lain, mereka mulai melakukan eksperimen atau percobaan.6
Karena penerapan metode eksperimental telah berhasil dalam penyelidikan di
dunia fisika, maka metode ini lalu diterapkan di bidang-bidang lainnya. Pada abad
kesembilan belas, metode ini diperkenalkan ke dalam ilmu biologi, dan kemajuan-
kemajuan pesat di bidang zoologi, fisiologi dan pengobatan. Menjelang akhir abad ke
sembilan belas, para ahli mulai menerapkan metode ini ke masalah-masalah psikologi,
dan itulah awal lahirnya psikologi eksperimental. Dalam tahun 1890-an, untuk
pertama kalinya metode eksperimen mulai digunakan untuk menyelidiki masalah-
masalah pendidikan. Penelitian Rice tentang hasil belajar ejaan di sekolah-sekolah di
Amerika menandai usaha pertama dilakukannya eksperimentasi dibidang pendidikan.
Thordnike dan para peneliti awal lainnya meluaskan metode eksperimen itu ke bidang
pendidikan.7

A. Langkah-langkah Penelitian Eksperimental


Dalam melakukan eksperimen, agar dapat diperoleh hasil yang optimal, harus
menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1. Meneliti literatur yang berhubungan dengan masalah penelitian
2. Mengidentifikasi dan membatasi masalah
3. Merumuskan hipotesis
4. Menyusun rencana exsperimen secara lengkap dan operasional, meliputi:
Menentukan variabel bebas terikat, memilih desain exsperimen yang digunakan,
menentukan sample, menyusun alat eksperimen, membuat outline prosedur
pengumpulan data, merumuskan hipotesis statistik. (hipotesis nol).
5. Melaksanakan eksperimen (pengumpulan data)
6. Menyusun data untuk memudahkan pengelolaan
7. Menentukan taraf arti yang akan digunakan dalam menguji hpotesis
8. Mengelola data dengan metode statistika (menguji hipotesis berdasarkan data
yang terkumpul).8

6
Arief Furchan, Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), hlm.
337-338.
7
Ibid.
8
Muhammad Ali, Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi, (Bandung: Angkasa, 1985), hlm.
131.
Dari pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahawa langkah-langkah yang
perlu diperhatikan dalam penelitian eksperimen diawali dengan menentukan
masalah yang akan dijadikan topik penelitian, selanjutnya mencari sampel dan
populasi yang telah ditentukan, lalu mencari referensi dasar teoristik untuk
menyusun hipotesis, kemudian mengelompokkan variabel kontrol dan variabel
eksperimen serta menyusun instrument, selanjutnya dilakukan tindakan pada
salah satu variabel atau kedua variabel dengan tindakan yang berbeda, setelah
selesai tindakan data yang didapat kemudian dianalisa sesuai atau tidak
dengan hipotesis yang disusun.
C. Macam-Macam Eksperimental
Ada beberapa variasi dari penelitian eksperimental, yaitu: eksperimen murni,
eksperimen kuasi, eksperimen lemah dan subyek tunggul.
1. Pra Eksperimen (Pra Experimen)
Kelompok ini hampir sama dengan eksperimen, tetapi bukan eksperimen, karena
tidak ada penyamaan karakteristik/random dan tidak ada variabel kontrol.
Fraenkel dan Norman menyebutnya sebagai eksperimen paling lemah. Jenis
eksperimen ini hanya digunakan penelitiam akademik, penelitian kebijakan,
pengembangan ini atau sejenisnya.
2. Eksperimen Murni (true experimental)
Dalam eksperimen murni pengujian variabel bebas dan variabel terikat
dilakukan terhadap sampel kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek-
subjek yang diteliti dalam kedua kelompok tersebut diambil secara acak.
Pengambilan sampel secara acak, hanya mungkin apabila subjek-subjek tersebut
memiliki karakteristik yang sama. Dalam pelaksanaan penelitian, kesamaan
karakteristik subjek tersebut memang dibuat sama atau disamakan.
Penyamaannya dilakukan melalui pengujian, umpamanya pengujian kecerdasan,
bakat, kecakapan, ketahanan fisik, dll. Pengujian tersebut dalam bidang sosial,
seringkali tidak bisa dilakukan terhadap sesama karakteristik dan kemampuan.
Apabila tidak bisa dilakukan pengujian, maka kesamaan karakteristik tersebut
didasarkan atas asumsi atau keyakinan peneliti. Asumsi tersebut diambil
berdasarkan alasan atau argumentasi yang kuat, yang diambil dari hasil-hasil
penelitian terdahulu, fakta-fakta atau alasan logis yang kuat.9

9
Nana Syaodih Sukmadinita, Metode..................hlm, 203-204.
Desain eksperimen murni mempunyai tiga karakteristik yaitu adanya
kelompok kontrol, subjek ditarik secara random dan ditandai untuk masing-
masing kelompok, serta sebuah tes awal diberikan untuk mengetahui perbedaan
antarkelompok.10
3. Experimen Kuasi
Exsperimen ini disebut kuasi, karena bukan merupakan experimen murni tetapi
seperti murni, seolah-olah murni. Experimen ini biasa juga disebut exsperimen
semu. Karena berbagai hal, terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel,
kemungkinan sukar sekali dapat digunakan experimen mrni. Experimen kuasi
biasa bisa digunakan kalau minimal kalau dapat mengontrol suatu variabel saja
meskipun dalam benntuk matching, atau memasangkan/menjodohkan
karakteristik, kalau bisa random lebih baik. Penjodohan kelompok umpanya
diambil berdasarkan kebcerdasan. Sejumlah siswa dites umpanya dengan tes
kecerdasan Binet-Simon. Berdasrkan hasil tes tersebut diperoleh IQ masing-
masing siswa. Siswa yang memiliki tingkat IQ yang sama dipasangkan atau
dijodohkan, stu masuk kelompok experimen, satu kelompok kontrol. Demikian
seeterrusnya sampai diperoleh jumlah yang diharapkan umpanya masing-masing
kelompok minimah 30 orang. 11
4. Experimen subjek tunggal (singel-subjek Exsperimental)
Experimen subjek tunggal adalah suatu experimen dimana subek atau
partisipannya bersifat tunggal, bisa satu orang, dua orang atau lebih . hasil
experimen disajikan dan dianalisis berdasarkan subjek secara individual. Prinsip
dasar exsperimen subjek tunggal adalah meneliti indiividu dalam dua kondisi,
yaitu tanpa perlakuan dan dengan perlakuan. Pengaruh terhadap variabel akibat
diukur dalam kedua kondisi tersebut. Penelitian ini sangat berguna bagi guru
yang sedang melaksanakan penelitian terhadap individual peserta didik.
Misalnya, dalam melakukan penelitian bimbingan dan konseling atau atau
dalam melakukan rehabilitasi dan terapi fisik yang perlakuannya hanya
diberikan pada satu individu. Desain single subject umumnya menggunkan
pengukuran yang berulang dan hanya mengimplementasikan variabel bebas

10
Zainal arifin, Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2011), hlm. 74
11
Nana Syaodih Sukmadinita, Metode..................hlm, 2017.
tunggal yang diharapkan dapat mengubah hanya satu variabel terikat.
Pengukuran variabel dilakukn pada kondisi normal yang disebut baseline.12
Kelebihan dan Kekurangan Metode Penelitian Exsperimental

PENUTUP
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas, dapat di peroleh
simpulan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk
mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek
penelitian. Metode eksperimen merupakan metode yang paling produktif karena jika
dilakukan dengan baik akan dapat menjawab hipotesis yang utamanya berkaitan
dengan hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, penelitian yang sering dilakukan
peneliti dalam dunia pendidikan adalah penelitian eksperimen.

DAFTAR PUSTAKA

12
Zainal arifin, Penelitian.........hlm. 75.

Anda mungkin juga menyukai