Anda di halaman 1dari 15

Nazhim Annabih

Akuntansi Keuangan Lanjutan


1511031087
Ujian Tengah Semester

1. Apa peran utama OJK dalam mengembangkan praktik dan teori


akuntansi keuangan?

Jawab : UU Nomor 21 Tahun 2011tentang Otoritas Jasa Keuangan


(OJK) adalah mewujudkan terselenggaranya kegiatan dalam sektor
industri jasa keuangan (IJK) yang teratur, adil, transparan, dan
akuntabel. Untuk mencapai hal tersebut, OJK menerapkan strategi
yakni peningkatan budaya tata kelola yang baik (good corporate
governance) dan manajemen risiko di setiap lembaga sektor jasa
keuangan.

2. Apa kaitan antara DSAK-IAI dan OJK sehubungan dengan


pengembangan dan pembentukan teori dan praktik akuntansi
keuangan!

Jawaban : Terwujudnya kerjasama yang baik dalam rangka


pengembangan standar akuntansi keuangan dan profesi akuntan
dalam mendukung sektor jasa keuangan. Ruang lingkup kerjasama
ini meliputi kegiatan :

(1) Penyusunan dan pengembangan Standar dan Pedoman


Akuntansi Keuangan di sektor jasa keuangan;

(2) Sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan untuk meningkatkan


kualitas pengetahuan dan kompetensi dibidang akuntansi bagi
pegawai OJK dan/atau pelaku di sektor jasa keuangan.
Diminta

a. Identifikasi keadaan dimana perusahaan tersebut harus mengajukan


pernyataan pendaftaran kepada OJK!
Jawab : PT. Menara Komputindo telah membiayai pertumbuhan
perusahaan yang berasal dari pendanaan internal perusahaan dan
karena stok awal penwaran yang ada 10 tahun lalu, tidak ada saham
yang terjal. Komite Keuangan PT Menara Komputindo telah
membahas metode pembiayaan atas keputusan ekspansi perusahaan
tersebut. Baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, kedua
catatan perusahaan ini dikesampingkan karena tingkat tingginya
bunga. Hal ini dikarenakan obligasi, preferensi saham atau
tambahan share capital.

b. Jelaskan tujuan dan proses pendaftaran yang diperlukan


berdasarkan UU Pasar Modal 1995!

Tujuan
Agar adanya kesepahaman dan keterbukaan perhitungan saham
investasi yang capable sebagaimana peraturan UU.

Proses Pendaftaran

PERATURAN NOMOR IX.A.1 : KETENTUAN UMUM


PENGAJUAN PERNYATAAN PENDAFTARAN

1. Pernyataan Pendaftaran serta semua dokumen pendukungnya


wajib diajukan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (Bapepam dan LK) secara lengkap, kecuali informasi
tertentu seperti informasi harga penawaran dan tanggal efektif yang
belum dapat ditentukan pada saat pengajuan Pernyataan
Pendaftaran.

2. Pengajuan Pernyataan Pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam


angka 1 wajib dilaksanakan oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
3. Emiten atau Perusahaan Publik bertanggung jawab sepenuhnya
atas ketelitian, kecukupan, dan kebenaran serta kejujuran pendapat
dari semua informasi yang ada dalam Pernyataan Pendaftaran serta
semua dokumen lainnya yang disampaikan kepada Bapepam dan
LK. Apabila ketentuan mengenai keterbukaan dalam peraturan atau
formulir Bapepam dan LK tidak relevan bagi Emiten atau
Perusahaan Publik, maka hal tersebut tidak perlu diungkapkan
dalam Pernyataan Pendaftaran.

4. Di samping keterangan dan dokumen yang secara khusus wajib


disertakan dalam Pernyataan Pendaftaran, Pihak yang mengajukan
Pernyataan Pendaftaran wajib pula menyertakan informasi yang
material lainnya yang diperlukan untuk memastikan bahwa para
pemodal telah memperoleh informasi yang cukup tentang keadaan
keuangan dan kegiatan usaha Emiten atau Perusahaan Publik
tersebut dan bahwa pengungkapan yang diwajibkan tersebut tidak
menyesatkan.

5. Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Profesi Penunjang Pasar Modal


serta Pihak lain yang memberikan pendapat atau keterangan dan
atas persetujuannya dimuat dalam Pernyataan Pendaftaran,
bertanggung jawab atas pernyataan dan pendapat yang
diberikannya sebagaimana tercantum dalam dokumen yang
disampaikan kepada Bapepam dan LK.

6. Pengajuan Pernyataan Pendaftaran dan dokumen pendukung


sebagaimana dimaksud dalam angka 1 wajib dalam bentuk: a.
naskah tercetak (hardcopy) dalam rangkap 2 (dua), masing-masing
wajib dijilid atau disatukan dengan cara lain atau terdiri atas
beberapa bagian, sebagai satu kesatuan; dan b. salinan elektronik
(softcopy).

7. Paling sedikit satu naskah tercetak Pernyataan Pendaftaran dan


dokumen pendukung lainnya harus memuat tanda tangan asli dari
Pihak yang namanya disebut dalam Pernyataan Pendaftaran dan
dibubuhi meterai yang cukup.
8. Pernyataan Pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam angka 6
huruf wajib dibuat di atas kertas berwarna terang yang berkualitas
baik, dengan ukuran A4. Tabel, grafik, laporan keuangan, dan
dokumen lainnya dapat berukuran lebih besar, namun wajib dilipat
sehingga menjadi berukuran A4. Prospektus dapat berukuran lebih
kecil dari dokumen Pernyataan Pendaftaran lainnya apabila
dikehendaki. LAMPI

9. Pernyataan Pendaftaran dan semua dokumen pendukung lainnya


yang diajukan wajib dicetak, diketik, atau dipersiapkan dengan cara
proses lain yang sama, sehingga isinya jelas, mudah dibaca serta
mudah untuk difotokopi dan disimpan.

10. Pernyataan Pendaftaran wajib dalam Bahasa Indonesia. Jika


dokumen lain yang tidak merupakan bagian dari Pernyataan
Pendaftaran menggunakan bahasa lain, Bapepam dan LK dapat
meminta dokumen tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa
Indonesia oleh penerjemah tersumpah.

11. Surat pengantar untuk Pernyataan Pendaftaran dan dokumen


lain yang disampaikan dalam rangka Pernyataan Pendaftaran wajib
diberi nomor secara berurutan. Masing-masing dokumen wajib
diberi nomor halaman secara berurutan.

12. Setiap dokumen yang disampaikan dalam rangka Pernyataan


Pendaftaran baik secara langsung diberikan maupun dalam rangka
memenuhi permintaan Bapepam dan LK, yang tidak merupakan
bagian dari Pernyataan Pendaftaran serta bersifat rahasia, wajib
dipisahkan dari dokumen yang diwajibkan dalam rangka
Pernyataan Pendaftaran dimaksud dan diberi tanda secara jelas
dengan permintaan supaya tidak terbuka untuk umum. Apabila hal
tersebut tidak dipenuhi, dokumen bersangkutan merupakan
dokumen yang tersedia untuk umum.

13. Dengan tidak mengurangi berlakunya ketentuan pidana di


bidang Pasar Modal, Bapepam dan LK berwenang mengenakan
sanksi terhadap setiap Pihak yang melanggar ketentuan Peraturan
ini termasuk Pihak yang menyebabkan terjadinya pelanggaran
tersebut.

c. Identifikasi dan jelaskan publikasi OJK yang digunakan Wisnu


Kencana dalam mempersiapkan pernyataan pendaftaran!

Diminta

a. Informasi apakah yang PT Rajawali Perkasa harus bertanggung


jawab kepada OJK dengan adanya perubahan auditor ini? Jelaskan
jawaban Anda!

Jawaban:

Informasi yang harus PT Rajawali berikan terkait perubahan


auditor dengan memberikan informasi kepada OJK dengan
Laporan Insidental.

Diminta

a. Dengan mempertimbangkan laporan insidental , diskusikan


mengenai beberapa hal sebagai berikut;

1. Tujuan dari laporan tersebut


Jawab : Pengertiannya adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu
keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu
berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si
pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau
keterangan untuk informasi yang dibutuhkan, berdasarkan keadaan
objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau
dirasakan sendiri) ketika si pelapor telah melakukan suatu kegiatan
atau pekerjaan.
Bertujuan untuk :
a. Sebagai bahan pertanggungjawaban
b. Alat menyampaikan informasi
c. Alat pengawasan
d. Bahan penilaian
e. Bahan pengambilan keputusan

2. Waktu laporan tersebut


Laporan yang dibuat sesuai dengan keperluan dan tidak memiliki
waktu terikat.

3. Format laporan tersebut

Tidak memiliki format khusus hanya seperti laporan pada


umumnya.

4. Fungsi laporan keuangan

1. Alat Mengetahui Kondisi Keuangan dan Kinerja Perusahaan


Untuk melihat aktivitas usaha atau kegiatan operasional perusahaan
telah berjalan baik ataupun sebaliknya bisa kita lihat atau analisis
melalui laporan keuangannya. Misalnya pada laporan laba rugi kita
bisa melihat keuntungan perusahaan. jika keuntungannya tinggi itu
berarti kinerja perusahaan dapat berjalan baik atau sesuai dengan
yang diharapkan. Namun jika terjadi sebaliknya, maka perlu
dilakukan evaluasi serta tindakan lanjutan.

Berbagai informasi dalam laporan keuangan yang meliputi kas,


asset, piutang dan modal perusahaan. Kita dapat mengetahui
kondisi keuangan sebenarnya apakah dalam kondisi baik, tidak
baik atau bahkan buruk. Itulah salah satu fungsi dari laporan
keuangan.

2. Dasar Penyusunan Rencana Kegiatan Perusahaan


Informasi yang berisi tentang kemampuan perusahaan dalam
mengelola kegiatannya selama satu periode bisa di lihat pada
laporan keuangan. Informasi kemampuan yang dimaksud adalah
dari segi penggunaan dana/keuangan. Informasi keuangan tersebut
tentu dapat membantu perusahaan dalam penyusunan rencana
kegiatan perusahaan yang efektif dan bisa dilakukan manajemen
sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan.

Sebagai contoh, perusahaan ingin melakukan promosi produknya


dan mempertimbangkan jenis promosi apa yang akan dilakukan,
apakah melalui marketing atau media online. Kegiatan marketing
tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Saat perusahaan
menyusun rincian biaya promosi dan disesuaikan dengan kondisi
keuangan perusahaan, apakah keuangan perusahaan mampu
membiayai kegiatan marketing atau hanya melalui media online
saja.

Bayangkan seandainya perusahaan tidak memiliki informasi


keuangannya sendiri, tentu akan sulit dalam menyusun rencana
kegiatan dan resiko kegagalan atau kerugian akan semakin besar
terjadi.

3. Sebagai Alat Mengendalikan Perusahaan


Fungsi laporan keuangan juga sebagai gambaran tentang beberapa
faktor yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang. Misalnya
saja di saat suatu perusahaan mempunyai banyak piutang yang
tertunggak di perusahaan lain maka sebagai antisipasi yang
dilakukan perusahaan adalah mengurangi jumlah penjualan kredit
dan meningkatkan penagihan piutang. Gambaran tentang informasi
keuangan tersebut dapat memudahkan manajemen perusahaan
dalam mempertimbangkan langkah selanjutnya.
4. Dasar Pembuatan Keputusan Dalam Perusahaan
Seperti yang sudah banyak dijelaskan sebelumnya, bahwa adanya
informasi keuangan yang tersedia di laporan keuangan adalah dapat
memudahkan pihak manejemen perusahaan dalam mengambil
kebijakan atau membuat keputusan untuk melakukan kegiatan demi
mencapai tujuan perusahaan itu sendiri.

5. Sebagai Pertimbangan dan Pertanggung jawaban Pada Pihak


Ekstern
Pihak yang menjalin kerjasama dengan suatu perusahaan bisa
disebut sebagai pihak ekstern. Contohnya perusahaan yang
menginvestasikan modalnya atau lembaga perbankan yang
memberikan pinjaman perusahaan tentu ingin juga melihat
perkembangan perusahaan melalui laporan keuangan yang disusun
perusahaan. inilah fungsi laporan keuangan sebagai bentuk
pertimbangan. Dan fungsi pertanggungjawaban misalnya kepada
lembaga pemungut pajak yang membutuhkan laporan keuangan
untuk menghitung jumlah pajak perusahaan.

b. Identifikasi lima keadaan dimana OJK membutuhkan laporan


insidental

a. pelanggaran signifikan terhadap peraturan perundang-undangan


yang dilakukan oleh Pihak yang Melaksanakan Kegiatan Jasa
Keuangan;
b. kelemahan yang signifikan dalam pengendalian proses penyusunan
dan penyajian laporan keuangan Pihak yang Melaksanakan
Kegiatan Jasa Keuangan;
c. kelemahan yang signifikan dalam pengendalian intern Pihak yang
Melaksanakan Kegiatan Jasa Keuangan;
d. kondisi atau perkiraan kondisi yang dapat membahayakan
kelangsungan usaha Pihak yang Melaksanakan Kegiatan Jasa
Keuangan; dan/atau
permintaan informasi lainnya apabila sewaktu-waktu diminta oleh
Otoritas Jasa Keuangan.

Diminta

a. Jelaskan peran dari komite audit!

Pada tahun 2003, keberadaan Komite Audit untuk BUMN diatur


melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: Kep-117/M-
MBU/2002 yang berisi bahwa dalam membantu Komisaris/Dewan
Pengawas, Komite Audit bertugas :

 Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh


Satuan Pengawasan Intern maupun Auditor Eksternal sehingga
dapat dicegah pelaksanaan dan pelaporan yang tidak memenuhi
standar;
 Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem
pengendalian manajemen perusahaan serta pelaksanaannya;
 Memastikan bahwa telah terdapat prosedur review yang
memuaskan terhadap informasi yang dikeluarkan BUMN, termasuk
brosur, laporan keuangan berkala, proyeksi/forecast dan informasi
keuangan lainnya yang disampaikan kepada pemegang saham;
 Mengindentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian
Komisaris/Dewan Pengawas;
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Komisaris/Dewan
Pengawas sepanjang masih dalam lingkup tugas dan kewajiban
Komisaris/Dewan Pengawas berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
b. Diskusikan hubungan yang harus ada antara komite audit dan staf
audit internal perusahaan!

Jawab : Hubungan yang harus ada antara Komite Audit dan Staf
Audit Internal yaitu komunikasi yag baik agar proses dalam
melakukan auditing berjalan secara baik dan sesuai kode etik
auditor. Internal auditor meriksa laporan keuangan dan catatan
keuangan perusahaan mengenai ketelitian (accuracy), dapat
dipercaya (reliability), efesiensi dan intenal control pada
perusahaan untuk dapat dilaporkan pada komite audit.

c. Jelaskan mengapa para anggota komite audit harus berasal dari


perubahan (manajemen independen)!

Jawab : Komite Audit diwajibkan berasal dari perubahan


(manajemen independen) dikarenakan Auditor memiliki peran
penting dalam melaporkan laporan keuangan suatu perusahaan
dengan membawa nilai independen terhadap siapapun agar laporan
keuangan tersebut kredibel dan dapat di pertanggung jawabkan.

Diminta

Temukan dua artikel terkini tentang OJK yang menjelaskan aturan


yang tengah diadopsi OJK dan ketentun Sarbanes-Oxley Act 2002!
Kemudian, tinjau dan rangkum setiap poin informasi yang
dilaporkan artikel tersebut! Siapkan satu laporan berisi dua
halaman yang menyajikan laporan Anda!

Jawab :

1. Judul Artikel : “Penyampaian Laporan melalui Sistem


Pelaporan Elektronik Emiten atau Perusahaan Publik”

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 7 /POJK.04/2018


Tentang Penyampaian Laporan Melalui Sistem Pelaporan
Elektronik Emiten Atau Perusahaan Publik. Adapun salah satu isi
POJK tersebut adalah :
KEWAJIBAN PENYAMPAIAN LAPORAN :
Pasal 2

(1) Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyampaikan Laporan


kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui SPE.

(2) SPE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diakses melalui
situs web dengan alamat https://spe.ojk.go.id atau alamat lain yang
ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan.

(3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Laporan


yang diwajibkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
undangan di sektor pasar modal sebagai berikut:

a. peraturan mengenai rencana dan penyelenggaraan rapat umum


pemegang saham;

b. peraturan mengenai laporan realisasi penggunaan dana hasil


penawaran umum;

c. peraturan mengenai kewajiban penyampaian laporan keuangan


berkala Emiten atau Perusahaan Publik;

d. peraturan mengenai penyampaian laporan tahunan Emiten atau


Perusahaan Publik; e. peraturan mengenai penggunaan jasa akuntan
publik dan kantor akuntan publik dalam kegiatan jasa keuangan;

f. peraturan mengenai penerapan keuangan berkelanjutan bagi


lembaga jasa keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik;

g. peraturan mengenai keterbukaan atas informasi atau fakta


material oleh Emiten atau Perusahaan Publik ;

h. peraturan mengenai transaksi afiliasi dan benturan kepentingan


transaksi tertentu;
i. peraturan mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan
usaha utama;

j. peraturan mengenai kepemilikan atau setiap perubahan


kepemilikan saham perusahaan terbuka;

k. peraturan mengenai sekretaris perusahaan Emiten atau


Perusahaan Publik;

l. peraturan mengenai pembentukan dan pedoman penyusunan


piagam unit audit internal;

m. peraturan mengenai pembentukan dan pedoman pelaksanaan


kerja komite audit;

n. peraturan mengenai komite nominasi dan remunerasi Emiten


atau Perusahaan Publik;

o. peraturan mengenai direksi dan dewan komisaris Emiten atau


Perusahaan Publik;

p. peraturan mengenai penambahan modal perusahaan terbuka


dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu;

q. peraturan mengenai pernyataan pendaftaran dalam rangka


penawaran umum dan penambahan modal dengan memberikan hak
memesan Efek terlebih dahulu oleh Emiten dengan aset skala kecil
atau Emiten dengan aset skala menengah;

r. peraturan mengenai penambahan modal perusahaan terbuka


tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu;

s. peraturan mengenai pembelian kembali saham yang dikeluarkan


oleh Emiten atau Perusahaan Publik;
t. peraturan mengenai saham bonus;

u. peraturan mengenai pemeringkatan efek bersifat utang dan/atau


sukuk;

v. peraturan mengenai keterbukaan informasi bagi Emiten atau


Perusahaan Publik yang dimohonkan pernyataan pailit;

w. peraturan mengenai penerbitan dan persyaratan efek bersifat


utang berwawasan lingkungan (green bond);

x. peraturan mengenai laporan dan pengumuman Emiten penerbit


obligasi daerah dan/atau sukuk daerah; dan

y. Laporan lain yang wajib disampaikan kepada Otoritas Jasa


Keuangan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di
sektor pasar modal.

Pasal 3

Batas waktu penyampaian Laporan melalui SPE sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) mengikuti masing-masing
ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor pasar modal
yang mengatur mengenai penyampaian Laporan bagi Emiten atau
Perusahaan Publik.

Pasal 4

(1) Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyimpan Laporan


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1).

(2) Jangka waktu penyimpanan dokumen sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) wajib dilakukan sesuai dengan Undang-Undang
mengenai dokumen perusahaan.
(3) Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyediakan seluruh
Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) apabila diminta oleh
Otoritas Jasa Keuangan.

Pasal 5

(1) Laporan yang disampaikan Emiten atau Perusahaan Publik


melalui SPE wajib memuat informasi yang sama dengan informasi
yang dimuat dalam Laporan yang disimpan oleh Emiten atau
Perusahaan Publik.

(2) Dalam hal terdapat perbedaan informasi dalam Laporan yang


tersimpan dalam pangkalan data Otoritas Jasa Keuangan dengan
informasi dalam Laporan yang disimpan oleh Emiten atau
Perusahaan Publik, informasi yang digunakan sebagai acuan yaitu
Laporan yang tersimpan dalam pangkalan data Otoritas Jasa
Keuangan.

2. Judul Artikel : “OJK Dorong Peningkatan Transparansi dan


Keterbukaan Informasi Produk dan Layanan Jasa Keuangan”

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong transparansi dan


keterbukaan informasi produk dan layanan jasa keuangan, untuk
meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Industri Jasa
Keuangan (IJK). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong
transparansi dan keterbukaan informasi produk dan layanan jasa
keuangan, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada
Industri Jasa Keuangan (IJK). Ketentuan mengenai transparansi
dan keterbukaan informasi produk dan layanan jasa keuangan
sebelumnya telah diatur melalui Peraturan OJK Nomor
1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa
Keuangan (POJK Perlindungan Konsumen). Implementasi dari
ketentuan tersebut telah dilakukan oleh PUJK dan dilaporkan
melalui penilaian mandiri kepada OJK setiap tahunnya. Dengan
implementasi yang baik, masyarakat semakin memahami produk
dan layanan jasa keuangan yang digunakan. Bagi PUJK akan
menjadi semakin menjaga keterbukaan informasi produk dan
layanan yang ditawarkan, sehingga dapat memberikan layanan
yang lebih baik ke masyarakat.