Anda di halaman 1dari 59

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL NEGARA


DI PUSKESMAS KUBU II
KABUPATEN KARANGASEM

Nama : dr. I Kadek Juniadi Dwipayana


NIP : 19880613 201412 1 001

DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III ANGKATAN VIII


PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KARANGASEM
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI BALI
TAHUN 2015
ii
Lembar Persetujuan
Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Diklat Prajabatan Golongan III

Nama : dr. I Kadek Juniadi Dwipayana


NIP : 198806132014121001
Judul : Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN Di
Puskesmas Kubu II
Unit Kerja : Pemerintah Kabupaten Karangasem

Telahdiperiksa dan disetujui untuk mengikuti Seminar Laporan Aktualisasi yang


diselenggarakan pada hari Selasa, 8 Desember 2015di Badan Pendidikan dan Pelatihan
Provinsi Bali.

Denpasar, 7 Desember 2015


Pembimbing/Coach Mentor,

I Nyoman Widhiarta Mahajaya, ST, MT. dr. Agus P. Narendra


NIP. 196903161998031005 NIP. 197810212006041005

i
Lembar Perbaikan
Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Diklat Prajabatan Golongan III

Nama : dr. I Kadek Juniadi Dwipayana


NIP : 198806132014121001
Judul : Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN Di
Puskesmas Kubu II
Unit Kerja : Pemerintah Kabupaten Karangasem

Laporan ini telah diperbaiki berdasarkan masukan dari Mentor, Coach dan Penguji pada
saat Seminar Laporan Aktualisasi yang diselenggarakan pada hari Selasa, 8 Desember
2015di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali.

Denpasar, 10 Desember 2015


Pembimbing/Coach Mentor,

I Nyoman Widhiarta Mahajaya, ST, MT. dr. Agus P. Narendra


NIP. 196903161998031005 NIP. 197810212006041005

Penguji,

Ir. Luh Pani, M.Pd


NIP. 196012311981022006

ii
Lembar Pengesahan
Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

Nama : dr. I Kadek Juniadi Dwipayana


NIP : 198806132014121001
Judul : Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN Di
Puskesmas Kubu II
Unit Kerja : Pemerintah Kabupaten Karangasem

TELAH DISEMINARKAN
Laporan AktualisasiNilai-Nilai Dasar Profesi ASN yang diselenggarakan pada hari
Selasa, 8 Desember 2015 di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali.

Denpasar, 11 Desember 2015


Pembimbing/Coach Mentor,

I Nyoman Widhiarta Mahajaya, ST, MT. dr. Agus P. Narendra


NIP. 196903161998031005 NIP. 197810212006041005

Mengetahui,
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
Provinsi Bali

Dr. Ida Bagus Sedhawa, SE, M.Si.


NIP. 1959123119871160

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
limpahan berkah dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan aktualisasi ini.
Laporan aktualisasi ini dibuat untuk membantu penulis selaku peserta Diklat Prajabatan
Golongan III dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ANS di tempat penulis
bekerja yaitu sebagai dokter umum di Puskesmas Kubu II.
Penyusunan laporan ini, tentunya tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan
berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak DR. Ida Bagus Sedhawa, SE., M.Si. selaku Kepala Badan Pendidikan dan
Pelatihan Provinsi Bali.
2. Ir. Luh Pani, M.Pd.selakupenguji dalam seminar rancangan kegiatan aktualisasi ini.
3. I Nyoman Widhiarta Mahajaya, ST., MT. selaku pembimbing / couch dalam
penyusunan rancangan kegiatan aktualisasi ini.
4. Drs. I Nyoman Tari, M.Si.selaku Kepala BKD Pemerintah Kabupaten Karangasem
5. dr. Gusti Made Tirtayana, MM. sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Karangasem.
6. dr. Agus P. Narendra selaku Kepala Puskesmas Kubu II dan mentor yang banyak
memberi masukan untuk penyempurnaan rancangan ini.
7. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan materi nilai-nilai dasar profesi ANS
dan membantu kami untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut.
8. Seluruh teman-teman peserta Kegiatan Diklat Prajabatan CPNS Golongan III
Angkatan VIII di Provinsi Bali yang telah memberikan kritikan maupun masukan
dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini.

iv
Laporan aktualisasi yang penulis susun ini, masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kritik,
saran maupun masukan dari berbagai pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan
laporan aktualisasi ini.

Denpasar, 5 Desember 2015

Penulis

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................... iii
DAFTAR ISI................................................................................................................. v
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2 Tujuan................................................................................................................ 2
1.3 Lokus Aktualisasi............................................................................................... 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Nilai-Nilai Dasar Profesi ANS................................................................................. 3
BAB III. RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Deskripsi Tempat Tugas..................................................................................... 7
3.2 Tugas Pokok / Penugasan Atasan....................................................................... 13
3.3 Jadwal Rencana Kegiatan.................................................................................. 14
BAB IV. CAPAIAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
DAN ANALISIS DAMPAK
4.1 Pengendalian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ANS................................. 15
4.2 Capaian Aktualisasi dan Analisis Dampak........................................................ 21
BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan........................................................................................................ 48
5.2 Saran.................................................................................................................. 48

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri dan pegawai
pemerintahdengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.ASN
melaksanakankebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai
dengan ketentuanperaturan perundang-undangan,memberikan pelayanan publik yang
profesional danberkualitas serta mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.Setelah disahkannya Undang-undang (UU) ASN, aparatur negara
memiliki kekuatan dankemampuan profesional kelas dunia berintegritas tinggi non
parsial dalam melaksanakantugas,berbudaya kerja tinggi non parsial dan kesejahteraan
tinggi,serta dipercaya publikdengan dukungan SDM.
Peraturan baru tentang ASN yang tertuang dalam UU No.5 Tahun 2014 sudah
secaraimplisit menghendaki bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrat bukan
sekedarmerujuk kepada jenis pekerjaan tetapi merujuk kepada sebuah profesi pelayanan
publik.Maka dari itu sebagai ASN perlu membuat rancangan aktualisasi khususnya di
pelayananbidang kesehatan yang dilaksanakan diinstansi puskemas.
Dewasa ini, pelayanan publik yang dilakukan ASN dibidang kesehatan mendapat
sorotanpublik, terutama tentang kualitas pelayanan yang kurang memuaskan.
Banyaknya masalahyang timbul diakibatkan kurangnya kesadaran dan kepedulian ASN
dalammelaksanakan tugas dan fungsinya.Diera globalisasi, masyarakat semakin kritis
terhadap segala aspek,termasuk terhadap mutupelayanan kesehatan yang berkualitas.
Sejalan dengan peningkatan pengetahuan danteknologi,kebutuhan dan
tuntutanmasyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakinmeningkat.Baik
pelayanan yang bersifat preventif,promotif, kuratif, maupun rehabilitatif. Halini
menunjukan bahwa pandangan masyarakat terhadap kesehatantelah semakin
meningkatterutamapada kesehatan umum masyarakat, yang mana hal tersebut
berdampak padatercapainya derajat kesehatan yang optimal.Maka dari itu diperlukan
pelayanan kesehatan yangtepat, cepat dan akurat di puskesmas yang berdasarkan nilai-
nilai dasar ANEKA, yaituAkuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
Anti Korupsi.

1
1.2 Tujuan
Sebagai pelayan masyarakat, penulis memiliki fungsi akuntabilitas untuk
melayanimasyarakat dengan baik dan maksimal, dan memiliki nilai dasar Nasionalsme
dalammelaksanakan tugasnya. Aparatur Sipil Negara harus dapat menerapkan nilai-
nilai EtikaPublik karena ASN menjadi contoh bagi masyarakat. ASN juga harus
mengedepankanKomitmen Mutu untuk menjaga kualitas pelayanan bagi masyarakat
dan memilikiintegritas yang tinggi untuk menjadi pribadi yang Anti Korupsi
berlandaskan SpiritualAccountability.

1.3 Lokus Kegiatan


Rencana kegiatan aktualisasi ini akan dilaksanakan di Puskesmas Kubu II mulai
tanggal 21 November 2015 sampai dengan 5 Desember 2015, yang merupakan tempat
penulis bertugassebagai dokter umum di poliklinik.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
NILAI-NILAI DASAR PROFESI ANS

Berdasarkan dari kelima nilai–nilai dasar “ANEKA”, yaitu Akuntabilitas,


Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti korupsi yang harus ditanamkan
kepada setiap ASN maka perlu diketahui indikator-indikator dari kelima nilai-nilai
tersebut yaitu:

A. Akuntabilitas
Dalam banyak hal, kata akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas
atau tanggung jawab. Namun pada dasarnya, kedua konsep tersebut memiliki arti yang
berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan
akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Aspek-aspek akuntabilitas mencakup beberapa hal yaitu akuntabilitas adalah
sebuah hubungan, akuntabilitas berorientasi pada hasil, akuntabilitas membutuhkan
adanya laporan, akuntabilitas memerlukan konsekuensi, serta akuntabilitas
memperbaiki kinerja. Akuntabilitas juga memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu
akuntabilitas personal, akuntabilitas individu, akuntabilitas kelompok, akuntabilitas
organisasi dann akuntabilitas stakeholder.
PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang tepat
ketika terjadi konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani warga
secara adil dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Sebuah keputusan
yang akuntabel dan beretika sangat penting dalam menjaga kepercayaan dan keyakinan
masyarakat dalam pekerjaan pemerintahan.

B. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap
bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Setiap pegawai ASN harus
memiliki nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat dan mampu
mengaktualisasikannya dalam fungsi dan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik dan pemersatu bangsa berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia
Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
3
Sebagai pelaksana kebijakan publik tentu setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-
nilai kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik dan senantiasa menempatkan
kepentingan publik, bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya. Sebagai pelayan
publik, setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak diskriminatif dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai perekat dan pemersatu bangsa,
setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki kesadaran
sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi pemersatu bangsa mengupayakan situasi
damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI.
Adapun indikator nasionalisme yang harus dimiliki pegawai ASN adalah
1. Memahami peranan Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme ASN
2. Memahami fungsi dan peran ASN sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan publik
3. Memahami peran ASN sebagai pelayan publik
4. Memahami fungsi ASN sebagai pemersatu bangsa

C. Etika Publik
Kata etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti kebiasaan atau watak,
jadi etika berarti pola perilaku atau kebiasaan yang baik dan dapat diterima oleh
lingkungan pergaulan seseorang atau sesuatu organisasi tertentu. Dalam kaitannya
dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan
publik. Sedangkan kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam
suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam
bentuk ketentuan-ketentuan tertulis.
Pada prinsipnya terdapat 3 (tiga) dimensi etika publik yaitu dimensi tujuan,
tindakan dan modalitas. Dimensi tujuan merujuk pada pelayanan publik yang relevan
dan berkualitas, dimensi tindakan merujuk pada integritas publik dan dimensi modalitas
terdiri dari unsur-unsur akuntabilitas, transparansi dan netralitas.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-undang
ASN, yakni sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
2. Setia dan mempertahankan Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia 1945
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
4
7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat
sistem karir.

D. Komitmen Mutu
Kinerja aparatur dalam memberikan layanan publik yang bermutu harus
berlandaskan prinsip efektivitas, efisiensi dan inovasi. Richard L. Daft dalam Tita
Maria Kanita (2010:8) mendefinisikan efektivitas organisasi berarti sejauh mana
organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang
coba dikerjakan. Efektivitas organisasi berarti memberikan barang atau jasa yang
dihargai oleh pelanggan. Sedangkan efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya
yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional. Efisiensi organisasi ditentukan
oleh berapa banyak bahan baku, uang dan manusia yang dibutuhkan untuk
menghasilkan jumlah keluaran tertentu. Efisiensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber
daya yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Komitmen mutu mengacu
kepada ukuran baik buruk yang dipersepsikan oleh individu terhadap nilai suatu produk
atau jasa.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, mutu sering dikaitkan dengan pelayanan
kepada masyarakat. Adapun indikator komitmen mutu dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Mampu memahami tindakan yang menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan
kinerja berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan
publik
2. Menunjukkan sikap perilaku kinerja kreatif dan inovatif yang berorientasi mutu
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

E. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio yang berarti kerusakan, kebobrokan
dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai
kejahatan yang luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar
biasa menyebabkan kerusakan yang tidak hanya terjadi dalam kurun waktu pendek,
namun dapat berdampak secara jangka panjang.

5
KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar
anti korupsi, dan dihasilkan sebanyak sembilan nilai anti korupsi sebagai berikut: 1)
jujur, 2) peduli, 3)mandiri, 4) disiplin, 5) tanggung jawab, 6) kerja keras, 7) sederhana,
8) berani, 9) adil.
Adapun indikator anti korupsi adalah:
1. Menyadari dampak perilaku dan tindak pidana korupsi bagi kehidupan diri pribadi,
keluarga, masyarakat dan bangsa
2. Mampu menghindari perilaku tindak pidana korupsi
3. Membangun sistem integritas untuk mencegah terjadinya korupsi di lingkungannya
4. Mengaktualisasikan nilai dasar anti korupsi bagi kehidupan diri pribadi, keluarga,
masyarakat dan bangsa.

6
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Deskripsi Tempat Tugas


Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat
yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat menentukan kualitas
sumber daya manusia yang sangat berperan dalam pembangunan nasional.
Untuk mewujudkan pembangunan kesehatan tersebut maka Puskesmas Kubu II
memiliki tolok ukur kegiatan yang dijabarkan kedalam visi, misi dan strategi
pembangunan kesehatan.

A. Visi Puskesmas Kubu II


Adapun Visi Puskesmas Kubu II adalah “Terwujudnya Puskesmas dengan
Pelayanan Kesehatan yang Optimal dan Terjangkau untuk Menuju Kubu Sehat
2015”.
Gambaran masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kubu II dimasa depan
yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat yang
mempunyai derajat kesehatan yang setinggi tingginya, hidup dalam lingkungan
yang bersih dan sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan
kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. Visi yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan tersebut di rumuskan sebagai: INDONESIA SEHAT
2015 SERTA KUBU SEHAT 2015. Oleh karena jarak masyarakat yang cukup
jauh dari rumah sakit kabupaten, maka perlu dilengkapi dengan adanya
puskesmas sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dengan adanya rumusan visi ini diharapkan Puskesmas pelayanan rawat jalan
yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.

B. Misi Puskesmas Kubu II


Untuk dapat mewujudkan visi Puskesmas tersebut, maka ditetapkan 6
(enam) misi pembangunan kesehatan sebagai berikut:
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efesien sesuai dengan
standar kesehatan.

7
Salah satu tanggung jawab sektor kesehatan adalah menjamin tersedianya
pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, terjangkau oleh masyarakat.
Dengan mengikutsertakan peran serta yang proaktif dari segenap anggota
masyarakat dan berbagai sektor. Untuk lebih meningkatkan mutu dan
keterjangkauan pelayanan kesehatan maka Puskesmas Kubu II melasanakan
pelayanan rawat jalan dengan fasilitas poli umum, poli gigi, poli KIA,
labratorium, serta UGD untuk kegawatdaruratan .
2. Memberdayakan masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat.
Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu, masyarakat,
pemerintah dan swasta. Tanpa kesadaran dari individu dan masyarakat untuk
secara mandiri menjaga kesehatan mereka melalui berperilaku hidup bersih
dan sehat tentunya keberhasilan pembangunan kesehatan tidak akan tercapai
secara optimal, oleh karenanya diperlukan tindakan yang proaktif dari
berbagai komponen masyarakat melalui kegiatan–kegiatan berdasarkan
tradisi masyarakat setempat.
3. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.
Pembangunan diberbagai sektor hendaknya berorientasi terhadap kesehatan,
artinya pembangunan harus memberikan konsribusi positif untuk kesehatan.
Dalam misi ini puskesmas dituntut mampu mengadvokasi lintas sektor
termasuk masyarakat dan dunia usaha agar melaksanakan pembangunan yang
berwawasan kesehatan.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat
beserta lingkungannya.
Tugas utama dari sektor kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan
kesehatan segenap warga negara, yakni setiap individu, keluarga dan
masyarakat tanpa meninggalkan upaya penyembuhan penyakit atau
pemulihan kesehatan. Upaya yang dilakukan adalah yang bersifat promotif
dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif serta
memprioritaskan upaya penyehatan lingkungan.
5. Menyelenggarakan sistem informasi kesehatan yang bermutu.
Sistem informasi kesehatan atau Puskesmas perlu lebih dimantapkan
sehingga tersedia data dan informasi yang akurat dan mudah di akses setiap
saat bagi yang memerlukan. Misi ini diarahkan untuk komputerisasi dalam
pengolahan data–datanya.
6. Mengembangkan dan memanfaatkan teknologi kesehatan tepat guna.
Misi ini diarahkan pada pengembangan laboratorium kesehatan di
Puskesmas.
8
C. Strategi Puskesmas Kubu II
Untuk dapat mencapai visi misi tersebut, Puskesmas Kubu II memiliki
strategi sebagai berikut:
1. Menyusun PTP tahunan dan bulanan secara rutin.
2. Menggalang kerjasama antar unit lewat Lokakarya Mini bulanan dan tahunan
baik kerjasama lintas program maupun lintas sektoral.
3. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan PTP dan melaporkan hasilnya secara
tepat waktu dan benar.
4. Melayani konsumen sesuai dengan Standar Pelayanan Prima.
5. Menghargai rekan sekerja dan konsumen seperti menghargai diri sendiri dan
melayani rekan kerja dan konsumen sebagaimanan kami ingin dilayani.
6. Mengikuti pelatihan dan atau seminar guna meningkatkan sumber daya
manusia dan profesionalisme tenaga medis dan paramedis.
7. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia melalui penerapan
kemajuan ilmu dan teknologi serta melalui penerapan nilai-nilai moral dan
etika.
8. Mewujudkan peran serta aktif masyarakat dalam pembiayaan kesehatan
melalui JKBM, JAMPERSAL, JAMKESMAS.

D. Fungsi Puskesmas
Adapun fungsi Puskesmas dalam mewujudkan Visi dan Misi di atas adalah:
1. Pusat pergerakan pembangunan berwawasan kesehatan
Puskesmas merupakan pusat pembangunan berwawasan kesehatan karena
puskesmas merupakan ujung tombak pembangunan kesehatan. Puskesmas
hendaknya mampu menjadi suri tauladan bagi masyarakat untuk menyadari
betapa pentingnya memelihara kesehatan baik dari perilaku sehat maupun
lingkungan sehat.
2. Pusat pemberdayaan masyarakat
Puskesmas dapat menjadi sebuah lembaga dimana masyarakat menjadi
perpanjangan tangan dalam menciptakan pembangunan berwawasan
kesehatan
3. Pusat pelayanan masyarakat strata pertama
Puskesmas sebagai langkah awal masyarakat dalam mencitakan
pembangunan berwawasan kesehatan

E. Motto Puskesmas Kubu II


Adapun motto Puskesmas Kubu II adalah: Melayani Masyarakat dengan 4S
(Senyum, Sapa, Sopan, Sabar)

9
F. Struktur Organisasi
KEPALA UPTD KESEHATAN / PUSKESMAS
dr. Agus P. Narendra

KELOMPOK JABATAN
ADMINISTRASI PETUGAS OPERASIONAL
FUNGSIONAL

PERENCANAAN : drg.Putu Devi Mira Agustini PROGRAM WAJIB PROGRAM PENGEMBANGAN DOKTER
I Gede Widana KOORDINATOR KOORDINATOR DOKTER GIGI
I A Agung Ari Wahyuni dr. I Gede Listiana drg. Ida Bagus Giri Husada BIDAN
UMUM DAN KEPEGAWAIAN : I Gede Putu Bagiartha PERAWAT
LOKET : I Gede Sujana PROMKES : Made Putra Yasa, S.Kep UKS : Ni Ketut Parwati, A.Md.Keb. PERAWAT GIGI
Nengah Kastama KES IBU : Made Wiliani, A.Md.Keb. UKGS : Kadek Suarmini SANITARIAN
DOKUMEN JKBM : Ni Luh Pura Juniati --KB : Putu Liarti PERKES MAS : I Ketut Gunawan, A.Md.Kep. GIZI/NUTRISIONIS
BENDAHARA --ANAK : Nengah Sukanadi, A.Md.Keb. USILA : I Nyoman Gede Sukadana
PENERIMA : I A Agung Ari Wahyuni KESLING : Made Desi Suarmini BATRA : I Nyoman Gede Sukadana
PEMBANTU GIZI : Ni Kt.Puspawati, S.ST. TOGA : I Gede Lanus
JKN : Ni Made Padmi Anggarani,S.Keb. Ni Luh Pura Juniati I Nyoman Tiga
JKBM : Ni Putu Sudarmini, A.Md.Keb. SURVEILANS : I Ketut Gunawan, A.Md.Kep. KES JIWA : Ni Made Padmi Anggarani,S.Keb.
BOK : Agus Mustofa, S.Si. IMUNISASI : I Nyoman Merta, S.Kep. KES MATA : Ni Nengah Sukerti, A.Md.Kep.
SPJ OPERASIONAL : I Gede Widana P2TB PARU : I Gede Sutisna, A.Md.Kep. THT : Ni Nengah Sukerti, A.Md.Kep.
I A Agung Ari Wahyuni P2 ISPA : Nengah Sukanadi, A.Md.Keb.
PENGURUS BARANG : I Gede Widana P2 DIARE : I Ketut Gunawan, A.Md.Kep.
SP2TP : Dyah Kesmayanti, A.Md.Kep. P2 DBD : I Nyoman Adnyana EP,A.Md.Kep.
GUDANG OBAT : Komang Suastika P2 MALARIA : I Nyoman Adnyana EP, A.Md.Kep
PERENCANAAN : drg.Putu Devi Mira Agustini P2 KUSTA : Ni Ketut Parwati, A.Md.Keb. PROGRAM PENUNJANG
P2 MS : I Gede Sutisna, A.Md.Kep. KOORDINATOR
P2 HIV/AIDS : Made Wiliani, A.Md.Keb. dr.Ayu Md Yusida Herdyana
P2 RABIES : Made Desi Suarmini
P2 KECACINGAN : Ni Putu Sudarmini, A.Md.Keb. LAB : Agus Mustofa, S.Si.

PENGOBATAN
--POL UMUM : dr. Ani Rahmawati
Dyah Kesmayanti, A.Md.Kep.
--POL GIGI : drg.Putu Devi Mira Agustini
Ni Kadek Suarmini
--POL. KIA : Putu Liarti
--APOTEK : I Made Thedy Ardhi Bratha, SKM.
--PUSKESMAS KELILING : Ni Nengah Sukerti, A.Md.Kep.
--P3K : I Nyoman Gede Sukadana

PUSKESMAS PEMBANTU, POSKESDES DAN BIDAN DESA


KOORDINATOR
dr. I Kadek Juniadi Dwipayana
1. PUSTU TIANYAR TENGAH Putu Tenny Septiriasih 6. PUSTU BAN IV Septy Putri Rahayu
2.PUSTU TIANYAR BARAT L.Putu Eka Resumyati Agustiani 7.POSKESDES BAN Luh Eka Sathya Wati
3.PUSTU BAN I Ni Nyoman Astiti 8.POSKESDES TIANYAR BARAT Ida Ayu Laksmi Gangga Putri
4.PUSTU BAN II Putu Vina Herlina Wati 9.POSKESDES TIANYAR TENGAH Yunita Vijayanti
5. PUSTU BAN III Komang Wahyu Retno Purwanti 10. BIDAN DESA TIANYAR Ni Nyoman Ayu Ningsih

10
DOKTER PEMBINA DESA
NO NAMA DESA NAMA DOKTER
1. B a n dr. I Kadek Juniadi Dwipayana
2. Tianyar dr. Ayu Made Yusida Herdyana
3. Tianyar Tengah dr. I Gede Listiana
4. Tianyar Barat dr. Ani Rahmawati
PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS)
Dyah Kesmayanti
I Made Thedy Ardhi Bratha, SKM.
INPUT P CARE
I Ketut Rudiawan, S.Kom.
PEMELIHARAAN COMPUTER
I Ketut Rudiawan, S.Kom.
ADMIN ABSENSI SIDIK JARI
I Ketut Rudiawan, S.Kom.
PENGELOLA COMPUTER SIK
I Ketut Rudiawan, S.Kom.
SOPIR
I Gede Lanus
I Gede Ngurah Arya Palgunanjaya
PENGADUAN LAYANAN
I Made Thedy Ardhi Bratha, SKM.
SATPAM
I Nyoman Suardana
I Gede Alit
KEBERSIHAN
Ni Wayan Sunarwi
I Gusti Ayu Ratih Komala Dewi
PEMBANTU APOTEK
I Ketut Agustiana
I Gede Ngurah Arya Palgunanjaya
PEMBANTU LOKET
I Nyoman Suardana
I Gede Alit
I Ketut Rudiawan, S.Kom.

Lampiran SK Kepala Puskesmas Kubu II Nomor: 001/Pusk.Kubu II/I/2015


Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja .
Dilaksanakan sejak Tanggal Ditetapkan.

11
3.2 Tugas Pokok / Penugasan Atasan
Adapun tugas-tugas pokok jabatan selaku dokter umum di Puskesmas Kubu II,
yang sesuai dengan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat pertama
2. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana oleh dokter umum
3. Melakukan tindakan khusus tingkat sedang oleh dokter umum
4. Melakulan tindakan darurat medik / pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
tingkat sederhana
5. Melakukan pemulihan mental tingkat sederhana
6. Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana
7. Melakukan pemeliharaan kesehatan ibu
8. Melakukan pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
9. Melakukan pemeliharaan kesehatan anak
10. Melakukan pelayanan keluarga berencana
11. Melakukan pelayanan imunisasi
12. Melakukan pelayanan gizi
13. Melakukan penyuluhan medik
14. Melakukan pencatatan medik rawat jalan
15. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar
16. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam
17. Menguji kesehatan individu
18. Melakukan visum et repertum tingkat sederhana
19. Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan tingkat sederhana
Dari seluruh kegiatan yang sesuai dengan SKP tersebut, penulis mengambil 8
tugas pokok jabatan yang menjadi rancangan kegiatan aktualisasi nilai dasar profesi
ANS.

12
3.3 Jadwal Rencana Kegiatan
November Desember
No Rencana Kegiatan
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 2 3 4 5
1 Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan di poli umum
2 Melakukan tindakan heacting / menjarit luka

BIMBINGAN

BIMBINGAN
3 Melakukan pelayanan keluarga berencana

COUCH

COUCH
4 Melakukan pelayanan imunisasi
5 Melakukan penyuluhan pengunaan garam beryodium
6 Melakukan catatan medik rawat jalan di poli umum
7 Melayani konsultasi pasien TBC dari pemegang program TBC
8 Menguji kesehatan individu

13
BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR
DAN ANALISIS DAMPAK

4.1 Pengendalian Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ANS


Output / Hasil Kontribusi terhadap Paraf
No Tanggal Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai-Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Mentor
1 2 3 5 4 6
1 Tahun 2015 Melakukan pelayanan 1. Salam, senyum, sapa, sabar (4S)  Akuntabilitas 1. Rekam medis  Meningkatkan
Bulan medik umum rawat jalan kepada pasien dan mempersilakan  Nasionalisme 2. Resep pelayanan kesehatan
November di poli umum pasien duduk  Etika Publik yang efektif dan
Tgl 2. Melakukan anamnesis  Komitmen Mutu efesien sesuai dengan
21,23,24,25 3. Melakukan pemeriksaan fisik  Anti Korupsi standar kesehatan
26,27,30 4. Menyimpulkan diagnosis dan
Bulan memberikan terapi yang sesuai
Desember 5. Menulis hasil anamnesis,
Tgl 1,3,4,5 pemeriksaan fisik, diagnosis dan
terapi di rekam medis
6. Menulis resep
7. Melakukan KIE
8. Memberikan resep obat
9. Mempersilakan pasien
mengambil obat
10. Memberi salam
2 Tahun 2015 Melakukan tindakan 1. Salam, senyum, sapa, sabar (4S)  Akuntabilitas 1. Informed consent  Meningkatkan
Bulan heacting / menjarit luka kepada pasien dan mempersilakan  Nasionalisme 2. Rekam medis pelayanan kesehatan
November pasien berbaring di bed periksa  Etika Publik 3. Resep yang efektif dan

14
Output / Hasil Kontribusi terhadap Paraf
No Tanggal Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai-Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Mentor
Tgl 23 2. Melakukan anamnesis  Komitmen Mutu efesien sesuai dengan
3. Melakukan pemeriksaan fisik  Anti Korupsi standar kesehatan
4. Menyimpulkan diagnosis, rencana
tindakan, dan terapi yang sesuai
5. Melakukan informed consent /
persetujuan tindakan medis dan
menulis hasil inform consent
6. Persiapan tindakan heacting (cuci
tangan, memakai APD, cek
instrumen)
7. Melakukan tindakan heacting
8. Menulis hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik, diagnosis,
tindakan dan terapi di rekam
medis
9. Melakukan KIE
10. Memberikan resep obat
11. Mempersilakan pasien
mengambil obat
12. Memberi salam
3 Tahun 2015 Melakukan pelayanan 1. Salam, senyum, sapa, sabar (4S)  Akuntabilitas 1. Informed consent  Meningkatkan
Bulan keluarga berencana kepada pasien dan mempersilakan  Nasionalisme 2. Rekam medis pelayanan kesehatan
Desember pasien duduk  Etika Publik 3. Kartu KB yang efektif dan
Tgl 4 2. Melakukan anamnesis  Komitmen Mutu efesien sesuai dengan
3. Melakukan pemeriksaan fisik  Anti Korupsi standar kesehatan
4. Menyimpulkan diagnosis, rencana
tindakan, dan terapi yang sesuai

15
Output / Hasil Kontribusi terhadap Paraf
No Tanggal Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai-Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Mentor
5. Melakukan informed consent /
persetujuan tindakan medis dan
menulis hasil inform consent
6. Melakukan tindakan KB
7. Menulis hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik, diagnosis,
tindakan dan terapi di rekam
medis
8. Menulis jadwal kb di kartu KB
9. Melakukan KIE
10. Mempersilakan pasien
mengambil obat
11. Memberi salam
4 Tahun 2015 Melakukan pelayanan 1. Salam, senyum, sapa, sabar (4S)  Akuntabilitas 1. Inform consent  Meningkatkan
Bulan imunisasi kepada keluarga pasien dan  Nasionalisme 2. Rekam medis pelayanan kesehatan
Desember mempersilakan keluarga pasien  Etika Publik 3. Buku KIA yang efektif dan
Tgl 4 duduk  Komitmen Mutu efesien sesuai dengan
2. Melakukan inform consent /  Anti Korupsi standar kesehatan
persetujuan tindakan medis dan
menulis hasil inform consent
3. Persiapan imunisasi
4. Melakukan tindakan imunisasi
5. Menulis hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik, diagnosis,
tindakan dan terapi di rekam
medis
6. Menulis jadwal imunisasi di buku

16
Output / Hasil Kontribusi terhadap Paraf
No Tanggal Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai-Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Mentor
KIA
7. Melakukan KIE
8. Memberikan resep obat
5 Tahun 2015 Melakukan penyuluhan 1. Menyiapkan materi penyuluhan  Akuntabilitas 1. Daftar hadir  Memberdayakan
Bulan pengunaan garam 2. Mengumpulkan masyarakat pada  Nasionalisme 2. Daftar penerima masyarakat dan
November beryodium saat puskesmas keliling  Etika Publik garam beryodium keluarga untuk hidup
Tgl 26 3. Salam, senyum, sapa, sabar (4S)  Komitmen Mutu sehat
kepada masyarat  Anti Korupsi  Memelihara dan
4. Menyampaikan materi meningkatkan
penyuluhan kepada masyarakat kesehatan individu,
5. Membagikan garam beryodium keluarga dan
kepada masyarakat masyarakat beserta
lingkungannya
6 Tahun 2015 Melakukan catatan 1. Menerima rekam medis pasien  Akuntabilitas 1. Rekam medis  Menyelenggarakan
Bulan medik rawat jalan di poli 2. Mencocokkan rekam medis  Komitmen Mutu sistem informasi
November umum dengan identitas pasien kesehatan yang
Tgl 3. Menulis hasil anamnesis, bermutu
21,23,24,25 pemeriksaan fisik, diagnosis,
26,27,30 tindakan dan terapi di rekam
Bulan medis
Desember 4. Menulis tanda tangan dan nama di
Tgl 1,3,4,5 akhir penulisan rekam medis
5. Mengembalikan rekam medis
pasien
7 Tahun 2015 Melayani konsultasi 1. Menerima konsultasi dari  Akuntabilitas 1. Inform consent  Meningkatkan
Bulan pasien TBC dari pemegang program TBC  Nasionalisme 2. Rekam medis pelayanan kesehatan
November pemegang program TBC 2. Salam, senyum, sapa, sabar (4S)  Etika Publik 3. Resep yang efektif dan
Tgl 27 dan mempersilakan pasien duduk  Komitmen Mutu 4. Form TBC efesien sesuai dengan
17
Output / Hasil Kontribusi terhadap Paraf
No Tanggal Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai-Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Mentor
3. Melakukan anamnesis  Anti Korupsi standar kesehatan
4. Melakukan pemeriksaan fisik
5. Menyimpulkan diagnosis dan
terapi yang sesuai dengan
algoritma diagnosa TBC
6. Melakukan informed consent /
persetujuan tindakan medis dan
menulis hasil inform consent
7. Menulis hasil anamnesis,
pemeriksaan fisik, diagnosis, dan
terapi di rekam medis
8. Mengisi form TBC
9. Memberikan resep obat
10. Merujuk balik pasien kepada
pemegang program TBC
11. Memberi salam

8 Tahun 2015 Menguji kesehatan 1. Salam, senyum, sapa, sabar (4S)  Akuntabilitas a. Rekam medis  Meningkatkan
Bulan individu dan mempersilakan pasien duduk  Nasionalisme b. Surat keterangan pelayanan kesehatan
November 2. Melakukan anamnesis  Etika Publik sehat yang efektif dan
Tgl 3. Melakukan pemeriksaan fisik, tes  Komitmen Mutu efesien sesuai dengan
21,23,24,25 buta warna  Anti Korupsi standar kesehatan
Bulan 4. Menyimpulkan diagnosis
Desember 5. Menulis hasil anamnesis,
Tgl 1,3,4 pemeriksaan fisik, diagnosis di
rekam medis
6. Menulis surat keterangan sehat

18
Output / Hasil Kontribusi terhadap Paraf
No Tanggal Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai-Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi Mentor
7. Memberikan surat keterangan
sehat
8. Memberi salam

19
20
Adapun uraian capaian kegiatan aktualisasi dari ke-8 kegiatan yang penulis
aktualisasikan adalah sebagai berikut:
4.1 Melakukan Pelayanan Medik Umum Rawat Jalan Di Poli Umum
Penulis sebagai dokter di Puskesmas Kubu II, sehari-hari bertugas
melayani pasien di Poli Umum. Pasien yang dilayani dalam kegiatan ini
25 adalah pasien diabetes mellitus.
NOV
2015
No Tahapan Kegiatan Deskripsi
Salam, senyum, sapa, sabar (4S) kepada Nilai Dasar ANEKA
1 pasien dan mempersilakan pasien duduk  Nasionalisme:
Memeriksa pasien sesuai dengan
antreannya, bersikap adil dan tidak
diskriminatif
 Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun
sehingga pasien merasa nyaman dalam
berkonsultasi
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dan tidak
nyaman dengan pelayanan petugas
Melakukan anamnesis Nilai Dasar ANEKA
2  Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada
pasien
 Komitmen Mutu:
Anamnesis yang terstruktur
berdasarkan Sacred Seven dan Basic
Four
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien

21
Melakukan pemeriksaan fisik Nilai Dasar ANEKA
3  Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada
pasien
Melakukan pemeriksaan secara
professional dan penuh tanggung jawab
 Komitmen Mutu:
Pemeriksaan yang terstruksur system-
persistem sehingga tidak ada yang
terlewati

Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
Melakukan pemeriksaan gula darah
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien

Menyimpulkan diagnosis dan memberikan Nilai Dasar ANEKA


4 terapi yang sesuai  Akuntabilitas
Hubungan dokter-pasien dalam
anamnesia dan pemeriksaan
menghasilkan data-data untuk
mendiagnosis pasien. Selanjutnya
memberikan terapi yang tepat sesuai
dengan diagnosis pasien.
Hasil anamnesis, pemeriksaan,
diagnosis, dan terapi dicatat dalam
rekam medis. Rekam medis menjadi
bukti pertanggungjawaban dari
pelayanan medis yang diberikan oleh
dokter.
 Etika Publik
Mendiagnosis pasien dengan
professional

22
Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan  Komitmen Mutu
5 fisik, diagnosis dan terapi di rekam medis Dengan diagnosis yang tepat akan
meningkatkan kesembuhan pasien.
Dengan rekam medis riwayat penyakit
pasien akan mudah dicari.
INOVASI: selain di rekam medis, hasil
pemeriksaan darah (gula darah, asam
urat, kolesterol) juga dicatat pada
sebuah kartu khusus yang diberikan
kepada pasien dan dibawa setiap
kontrol. Kartu ini bertujuan agar lebih
mudah membandingkan hasil
pemeriksaan darah pasien,
Pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Diagnosis dan terapi yang tidak tepat
akan mengurangi kepercayaan,
kepuasan pasien dan dapat
manimbulkan sengketa medik.
 Rekam medis yang tidak lengkap dapat
menimbulkan masalah jika terjadi
sengketa medik.
 Kunjungan pasien menjadi berkurang
Menulis resep Nilai Dasar ANEKA
6  Akuntabilitas:
Dokter bertanggung jawab atas terapi
yang diberikan kepada pasiennya
 Anti korupsi:
Dokter meresepkan obat sesuai dengan
yang tersedia di apotik, tidak
mengarahkan ke apotek swasta untuk
keuntungan pribadi
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Penggunaan obat menjadi tidak
rasional
 Pasien akan dirugikan karena
mengeluarkan uang lebih untuk
menebus obatnya di apotek swasta
Melakukan KIE Nilai Dasar ANEKA
7  Etika Publik
Memberikan informasi dan edukasi
kepada pasien tentang penyakitnya
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dengan
pelayanan

23
23
NOV
2015 Memberikan resep obat Nilai Dasar ANEKA
8  Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dengan
pelayanan

Mempersilakan pasien mengambil obat


9
Memberi salam
10
OUTPUT
Rekam Medis dan Resep Kartu Hasil Pemeriksaan Darah

4.2 Melakukan tindakan heacting / menjarit luka


Heacting atau menjarit luka dilakukan pada pasien yang mengalami luka terbuka
yang dalam. Dalam melakukan kegiatan ini penulis dibantu oleh perawat,
misalnya dalam mengambil instrumen sehingga interumen tetap steril dan aman
bagi pasien.
No Tahapan Kegiatan Deskripsi
Salam, senyum, sapa, sabar (4S) kepada Nilai Dasar ANEKA
1 pasien dan mempersilakan pasien  Nasionalisme:
berbaring di bed periksa Pasien dengan kegawatdaruratan
didahulukan penanganannya.

 Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun
walaupun dalam kegawatdaruratan agar

24
tidak terjadi kesalahpahaman
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dan tidak
nyaman dengan pelayanan petugas
Melakukan anamnesis Nilai Dasar ANEKA
2  Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada pasien
 Komitmen Mutu:
Anamnesis yang terstruktur berdasarkan
Sacred Seven dan Basic Four
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien
Melakukan pemeriksaan fisik Nilai Dasar ANEKA
3  Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada pasien
Melakukan pemeriksaan secara
professional dan penuh tanggung jawab
 Komitmen Mutu:
Pemeriksaan yang terstruksur sistem-
persistem sehingga tidak ada yang
terlewati
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien
Menyimpulkan diagnosis, rencana Nilai Dasar ANEKA
4 tindakan, dan terapi yang sesuai  Akuntabilitas
Hubungan dokter-pasien dalam
anamnesia dan pemeriksaan
menghasilkan data-data untuk
mendiagnosis pasien. Selanjutnya
memberikan terapi dan tindakan yang
tepat sesuai dengan diagnosis pasien.
 Etika Publik
Mendiagnosis dan menterapi pasien
dengan professional
 Komitmen Mutu
Dengan diagnosis yang tepat akan
meningkatkan kesembuhan pasien.
Pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:

25
 Diagnosis dan terapi yang tidak tepat
akan mengurangi kepercayaan, kepuasan
pasien dan dapat manimbulkan sengketa
medik.
 Kunjungan pasien menjadi berkurang
Melakukan informed consent / persetujuan Nilai Dasar ANEKA
5 tindakan medis dan menulis hasil inform  Akuntabilitas
consent Inform consent menjadi bukti
persetujuan keluarga pasien atas tidakan
yang akan dilakukan kepada pasien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Tidak adanya inform consent akan
menimbukan masalah jika terjadi
sengketa medik.

Persiapan tindakan heacting (cuci tangan, Nilai Dasar ANEKA


6 memakai APD, cek instrumen)  Akuntabilitas
Heacting dengan penuh tanggungjawab
untuk mendapatkan hasil yang baik
 Nasionalisme
Memberikan pelayanan tanpa membeda-
bedakan status pasien
 Etika Publik
Dokter bekerjasama dengan perawat
dalam mempersiapkan istrumen dan juga
saat heacting sehingga pelayanan
menjadi lebih cepat dan instrument tetap
steril
 Komitmen Mutu
Melakukan tindakan heacting Heacting yang dilakukan sesuai dengan
7 SOP
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 tindakan yang tidak tepat akan
mengurangi kepercayaan, kepuasan
pasien dan dapat manimbulkan sengketa
medik.
 Kunjungan pasien menjadi berkurang

Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan Nilai Dasar ANEKA


8 fisik, diagnosis, tindakan dan terapi di  Akuntabilitas
rekam medis Hasil anamnesis, pemeriksaan,
diagnosis, dan terapi dicatat dalam
rekam medis. Rekam medis menjadi
bukti pertanggungjawaban dari
pelayanan medis yang diberikan oleh
dokter.
 Komitmen Mutu

26
Dengan rekam medis riwayat penyakit
pasien akan mudah dicari.
Pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Rekam medis yang tidak lengkap dapat
menimbulkan masalah jika terjadi
sengketa medik.
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
Menulis resep Nilai Dasar ANEKA
6  Akuntabilitas:
Dokter bertanggung jawab atas terapi
yang diberikan kepada pasiennya
 Anti korupsi:
Dokter meresepkan obat sesuai dengan
yang tersedia di apotik, tidak
mengarahkan ke apotek swasta untuk
keuntungan pribadi
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Penggunaan obat menjadi tidak rasional
 Pasien akan dirugikan karena
mengeluarkan uang lebih untuk menebus
obatnya di apotek swasta
Melakukan KIE Nilai Dasar ANEKA
9  Etika Publik
Memberikan informasi dan edukasi
kepada pasien tentang penyakitnya
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dengan
pelayanan
Memberikan resep obat Nilai Dasar ANEKA
1  Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun
0  Anti Korupsi:
Mempersilakan pasien mengambil obat Tidak memungut bayaran pada pasien
1
1 Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
Memberi salam
1 dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dengan
2 pelayanan
 Pasien akan dirugikan karena
mengeluarkan uang lebih

OUTPUT
Rekam Medis dan Resep Inform Consent

27
4.3 Melakukan pelayanan keluarga berencana
Keluarga berencana sangat penting untuk mengendalikan
pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahtraan
4 DES
masyarakat. Di wilayah tempat kerja penulis, masih banyak
2015
ibu-ibu yang hamil lebih dari 3 kali. Untuk itu penting untuk
menggalakkan program KB.
No Tahapan Kegiatan Deskripsi
Salam, senyum, sapa, sabar (4S) kepada Nilai Dasar ANEKA
1 pasien dan mempersilakan pasien duduk  Nasionalisme:
Memeriksa pasien sesuai dengan
antreannya, bersikap adil dan tidak
diskriminatif
 Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun
sehingga pasien merasa nyaman dalam
berkonsultasi
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dan tidak
nyaman dengan pelayanan petugas
Melakukan anamnesis Nilai Dasar ANEKA
2  Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada
pasien
 Komitmen Mutu:
Anamnesis yang terstruktur
berdasarkan Sacred Seven dan Basic
Four
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan

28
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien
Melakukan pemeriksaan fisik Nilai Dasar ANEKA
3  Etika Publik:
Melakukan pemeriksaan secara
professional dan penuh tanggung jawab
 Komitmen Mutu:
Pemeriksaan yang terstruksur sistem-
persistem sehingga tidak ada yang
terlewati
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien
Menyimpulkan diagnosis, rencana Nilai Dasar ANEKA
4 tindakan, dan terapi yang sesuai  Akuntabilitas
Hubungan dokter-pasien dalam
anamnesia dan pemeriksaan
menghasilkan data-data untuk
mendiagnosis pasien. Selanjutnya
memberikan terapi dan tindakan yang
tepat sesuai dengan diagnosis pasien.
 Etika Publik
Mendiagnosis dan menterapi pasien
dengan professional
 Komitmen Mutu
Dengan diagnosis yang tepat,
pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Diagnosis dan terapi yang tidak tepat
akan mengurangi kepercayaan,
kepuasan pasien dan dapat
manimbulkan sengketa medik.
 Kunjungan pasien menjadi berkurang
Melakukan informed consent / Nilai Dasar ANEKA
5 persetujuan tindakan medis dan menulis  Akuntabilitas
hasil inform consent Inform consent menjadi bukti
persetujuan keluarga pasien atas
tidakan yang akan dilakukan kepada
pasien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Tidak adanya inform consent akan
menimbukan masalah jika terjadi
sengketa medik.

29
Dasar ANEKA
6  Akuntabilitas
Pelayanan dengan penuh
tanggungjawab untuk mendapatkan
hasil yang baik
 Nasionalisme
Memberikan pelayanan tanpa
membeda-bedakan status pasien
 Etika Publik
Dokter bekerjasama dengan bidan
dalam mempersiapkan istrumen
sehingga pelayanan menjadi lebih cepat
 Komitmen Mutu
Melakukan tindakan KB Pelayanan yang dilakukan sesuai
dengan SOP
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Tindakan yang tidak tepat akan
mengurangi kepercayaan, kepuasan
pasien dan dapat manimbulkan
sengketa medik.
 Kunjungan pasien menjadi berkurang

30
Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan Nilai Dasar ANEKA
7 fisik, diagnosis, tindakan dan terapi di  Akuntabilitas
rekam medis Hasil anamnesis, pemeriksaan,
diagnosis, dan terapi dicatat dalam
rekam medis.
Rekam medis menjadi bukti
pertanggungjawaban dari pelayanan
medis yang diberikan oleh dokter.
Jadwal ulangan KB ditulis pada kartu
KB.
 Komitmen Mutu
Dengan rekam medis riwayat penyakit
pasien akan mudah dicari.
Pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
Menulis jadwal KB di kartu KB
8  Rekam medis yang tidak lengkap dapat
menimbulkan masalah jika terjadi
sengketa medik.
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
Melakukan KIE Nilai Dasar ANEKA
9  Etika Publik
Memberikan informasi dan edukasi
kepada pasien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dengan
pelayanan
Mempersilakan pasien mengambil obat Nilai Dasar ANEKA
10  Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun
 Anti Korupsi:
Tidak memungut bayaran pada pasien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dengan
pelayanan
 Pasien akan dirugikan karena
mengeluarkan uang lebih

Memberi salam
11

OUTPUT

31
Inform Consent

Rekam Medis

Kartu KB

4.4 Melakukan pelayanan imunisasi


Pelayanan Imunisasi yang dilakukan adalah imunisasi
Campak dan imunisasi Polio sesuai dengan umur bayi yang
4DES
berusia sembilan bulan. Kegiatan ini dibantu oleh bidan di
2015
Poli KIA dan juru imunisasi di ruang imunisasi.

No Tahapan Kegiatan Deskripsi


Salam, senyum, sapa, sabar (4S) kepada Nilai Dasar ANEKA
1 keluarga pasien dan mempersilakan  Nasionalisme:
keluarga pasien duduk Memeriksa pasien sesuai dengan
antreannya, bersikap adil dan tidak
diskriminatif
 Etika Publik:
Melayani pasien dan keluarganya
dengan santun sehingga keluarga
pasien merasa nyaman dalam
berkonsultasi

Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
32
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Keluarga pasien merasa tidak puas dan
tidak nyaman dengan pelayanan
petugas

Melakukan inform consent / persetujuan Nilai Dasar ANEKA


2 tindakan medis dan menulis hasil inform  Akuntabilitas
consent Inform consent menjadi bukti
persetujuan keluarga pasien atas
tidakan yang akan dilakukan kepada
pasien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Tidak adanya inform consent akan
menimbukan masalah jika terjadi
sengketa medik.

Persiapan imunisasi Nilai Dasar ANEKA


3  Akuntabilitas
Pelayanan dengan penuh
tanggungjawab untuk mendapatkan
hasil yang baik
 Nasionalisme
Memberikan pelayanan tanpa
membeda-bedakan status pasien
 Etika Publik
Dokter bekerjasama dengan perawat
dan bidan dalam memberikan
pelayanan sehingga menjadi lebih cepat
 Komitmen Mutu
Pelayanan yang dilakukan sesuai
dengan SOP

Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Tindakan yang tidak tepat akan
mengurangi kepercayaan, kepuasan

33
Melakukan tindakan imunisasi pasien dan dapat manimbulkan
4 sengketa medik.
 Kunjungan pasien menjadi berkurang

Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan Nilai Dasar ANEKA


5 fisik, diagnosis, tindakan dan terapi di  Akuntabilitas
rekam medis Hasil anamnesis, pemeriksaan,
diagnosis, dan terapi dicatat dalam
rekam medis. Rekam medis menjadi
bukti pertanggungjawaban dari
pelayanan medis yang diberikan oleh
dokter.
Jadwal ulangan Imunisasi ditulis pada
buku KIA.
 Komitmen Mutu
Dengan rekam medis riwayat penyakit
pasien akan mudah dicari.
Pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Menulis jadwal imunisasi di buku KIA
6 Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Rekam medis yang tidak lengkap dapat
menimbulkan masalah jika terjadi
sengketa medik.
 Pelayanan tidak efektif dan efisien

Melakukan KIE Nilai Dasar ANEKA


7  Etika Publik
Memberikan informasi dan edukasi

34
kepada keluarga pasien

Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Keluarga pasien merasa tidak puas
dengan pelayanan
Memberikan resep obat Nilai Dasar ANEKA
8  Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun
 Anti Korupsi:
Tidak memungut bayaran pada pasien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dengan
pelayanan
 Pasien akan dirugikan karena
mengeluarkan uang lebih

Mempersilakan keluarga pasien


9 mengambil obat
Memberi salam
10
OUTPUT
Jadwal imunisasi di buku KIA Rekam Medis dan Resep

Inform consent

35
36
4.5 Melakukan penyuluhan pengunaan garam beryodium
Banyaknya kasus GAKY (gangguan akibat kekurangan
yodium) di daerah wilayah kerja Puskesmas Kubu II,
26
mendorong penulis untuk turun kelapangan memberikan
NOV
2015 penyuluhan tentang pentingnya penggunaan garam
beryodium. Penyuluhan disinkronkan dengan pelaksanaan
posyandu di banjar Tongtongan, Desa Ban.
No Tahapan Kegiatan Deskripsi
Menyiapkan materi penyuluhan Nilai Dasar ANEKA
1  Akuntabilitas:
Bertanggung jawab atas materi
penyuluhan yang akan
dipresentasikan
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi
nilai dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Masyarakat menerima informasi
penyuluhan yang salah
Mengumpulkan masyarakat pada saat posyandu Nilai Dasar ANEKA
2  Anti Korupsi
Dokter datang tepat waktu saat
penyuluhan.
 Etika Publik:
Penyuluhan dengan santun
sehingga masyarakat mau
menyikuti penyuluhan dengan baik
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi
nilai dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Masyarakat tidak mengikuti
penyuluhan dengan tertib karena
Salam, senyum, sapa, sabar (4S) kepada
3 masyarat
bosan menunggu dan petugas yang
tidak ramah
Menyampaikan materi penyuluhan kepada Nilai Dasar ANEKA
4 masyarakat  Akuntabilitas
Pada penyuluhan terdapat
hubungan antara dokter dan
masyarakat, dimana dokter
bertanggung jawab atas
penyuluhan tersebut dan
masyarakat menjadi teredukasi.
 Etika Publik
Dokter mengkomunikasikan materi
penyuluhan dengan sopan, saling
menghormati, transparan.

 Komitmen Mutu
Dengan menggunakan alat peraga
atau poster dalam penyuluhan,
37
maka penyuluhan menjadi efektif
dan efisien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi
nilai dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Masyarakat merasa tidak puas dan
tidak tertarik dengan penyuluhan
 Masyarakat pulang lebih awal

Membagikan garam beryodium kepada Nilai Dasar ANEKA


5 masyarakat  Nasionalisme
Dalam penyuluhan dan
membagikan garam beryodium,
dokter senantiasa adil dan tidak
diskriminatif.
 Anti korupsi
Memberikan garam beryodium
secara gratis tanpa memungun
bayaran
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi
nilai dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Ketidak adilan akan menimbulkan
kensenjangan pada masyarakat
 Merugikan masyarakat karena
mengeluarkan uang yang tidak
seharusnya

OUTPUT
Leaflet Garam Beryodium Leaflet Garam Beryodium

Slide Garam Beryodium Daftar hadir dan penerima garam


beryodium

38
4.6 Melakukan catatan medik rawat jalan di poli umum
Rekam medis merupakan catatan riwayat perjalanan
penyakit pasien yang berisikan tentang anamnesis,
4DES
pemeriksaan fisik, diagnosis dan penatalaksanaan penyakit
2015
pasien.

No Tahapan Kegiatan Deskripsi


Menerima rekam medis pasien Nilai Dasar ANEKA
1  Etika Publik:
Bekerjasama dengan pegawai lain,
sehingga pelayanan menjadi cepat dan
efisien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dan tidak nyaman
dengan pelayanan petugas
Mencocokkan rekam medis dengan Nilai Dasar ANEKA
2 identitas pasien  Akuntabilitas
Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan,
3 fisik, diagnosis, tindakan dan terapi di diagnosis, dan terapi pasien dengan jelas,
rekam medis jujur, dan bertanggung jawab.
 Nasionalisme
Menulis rekam medis menggunakan
Bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.
 Komitmen Mutu
Dengan pencatatan yang lengkap dan baik
pada rekam medis, maka pelayanan kepada
pasien menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pelayanan menjadi lama karena riwayat
penyakit yang tidak lengkap
 Pasien merasa tidak puas dan tidak nyaman
dengan pelayanan petugas
Menulis tanda tangan dan nama di Nilai Dasar ANEKA
4 akhir penulisan rekam medis  Akuntabilitas
Dengan membubuhkan nama dan

39
tandatangan, dokter betanggung jawab atas
rekam medis yang ditulisnya
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Bias terjadi sengketa medik yang akan
merugikan dokter maupun pasien
Mengembalikan rekam medis pasien Nilai Dasar ANEKA
5  Etika Publik:
Bekerjasama dengan pegawai lain,
sehingga pelayanan menjadi cepat dan
efisien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
Pasien merasa tidak puas dan tidak nyaman
dengan pelayanan petugas

OUTPUT

40
4.7 Melayani konsultasi pasien TBC dari pemegang program TBC
Pada kasus pasien TB, sering kali pemegang program
TB menemukan pasien curiga TB saat melakukan
27 kunjungan ke rumah-rumah warga. Pasien kemudian
NOP
disarankan ke puskesmas dan dikonsulkan ke dokter
2015
untuk pemeriksaan lebih lanjut.

PASIEN

PEMEGANG
PROGRAM TB

No Tahapan Kegiatan Deskripsi


Menerima konsultasi dari pemegang Nilai Dasar ANEKA
1 program TBC  Etika Publik:
Bekerjasama dengan pemegang program
TB, sehingga pelayanan menjadi cepat dan
efisien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dan tidak
nyaman dengan pelayanan petugas
Salam, senyum, sapa, sabar (4S) dan Nilai Dasar ANEKA
2 mempersilakan pasien duduk  Nasionalisme:
Memeriksa pasien sesuai dengan
antreannya, bersikap adil dan tidak
diskriminatif

 Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun sehingga

41
pasien merasa nyaman dalam
berkonsultasi
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dan tidak
nyaman dengan pelayanan petugas
Melakukan anamnesis Nilai Dasar ANEKA
3  Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada pasien
 Komitmen Mutu:
Anamnesis yang terstruktur berdasarkan
Sacred Seven dan Basic Four
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien
Melakukan pemeriksaan fisik Nilai Dasar ANEKA
4  Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada pasien
Melakukan pemeriksaan secara
professional dan penuh tanggung jawab
 Komitmen Mutu:
Pemeriksaan yang terstruksur system-
persistem sehingga tidak ada yang
terlewati
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien
Menyimpulkan diagnosis dan terapi Nilai Dasar ANEKA
5 yang sesuai dengan algoritma diagnosa  Akuntabilitas
TBC Hubungan dokter-pasien dalam anamnesia
dan pemeriksaan menghasilkan data-data
untuk mendiagnosis pasien. Selanjutnya
memberikan terapi yang tepat sesuai
dengan diagnosis pasien.
 Etika Publik
Mendiagnosis pasien dengan professional
sesuai dengan SOP
 Komitmen Mutu
Dengan diagnosis yang tepat akan
meningkatkan kesembuhan pasien.
Dengan rekam medis riwayat penyakit
pasien akan mudah dicari.
Pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak

42
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Diagnosis dan terapi yang tidak tepat akan
mengurangi kepercayaan, kepuasan pasien
dan dapat manimbulkan sengketa medik.
 Rekam medis yang tidak lengkap dapat
menimbulkan masalah jika terjadi
sengketa medik.
 Kunjungan pasien menjadi berkurang
Melakukan informed consent / Nilai Dasar ANEKA
6 persetujuan tindakan medis dan  Akuntabilitas
menulis hasil inform consent Inform consent menjadi bukti persetujuan
keluarga pasien atas tidakan yang akan
dilakukan kepada pasien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Tidak adanya inform consent akan
menimbukan masalah jika terjadi sengketa
medik.
Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan Nilai Dasar ANEKA
7 fisik, diagnosis, dan terapi di rekam  Akuntabilitas
medis Hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosis,
Mengisi form TBC dan terapi dicatat dalam rekam medis.
8 Rekam medis menjadi bukti
pertanggungjawaban dari pelayanan medis
yang diberikan oleh dokter.
Khusus pasien TB, terdapat form TB
tersendiri
 Komitmen Mutu
Dengan rekam medis dan form TB riwayat
penyakit pasien akan mudah dicari.
Pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Rekam medis yang tidak lengkap dapat
menimbulkan masalah jika terjadi
sengketa medik.
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
Memberikan resep obat Nilai Dasar ANEKA
9  Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun

 Anti Korupsi
Dokter meresepkan obat yang rasional dan
menggunakan obat yang tersedia di apotik
puskesmas. Tidak memungut pembayaran
diluar karcis.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:

43
 Pasien merasa tidak puas dengan
pelayanan
 Pasien akan dirugikan karena
mengeluarkan uang lebih untuk menebus
obatnya di apotek swasta
Merujuk balik pasien kepada Nilai Dasar ANEKA
10 pemegang program TBC  Etika Publik:
Memberi salam Bekerjasama dengan pemegang program
11 TB, sehingga pelayanan menjadi cepat dan
efisien
Melayani pasien dengan santun
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dan tidak
nyaman dengan pelayanan petugas

OUTPUT
Kartu Kontrol TB

44
4.8 Menguji kesehatan individu
Menguji kesehatan individu di Puskesmas bertujuan
untuk mendapatkan surat keterangan sehat. Surat
23 tersebut digunakan untuk kelengkapan administrasi
NOP
melanjutkan sekolah, melamar pekerjaan, mengikuti
2015
suatu kegiatan dan lain-lain.
No Tahapan Kegiatan Deskripsi
1 Salam, senyum, sapa, sabar (4S) dan Nilai Dasar ANEKA
mempersilakan pasien duduk  Nasionalisme:
Memeriksa pasien sesuai dengan
antreannya, bersikap adil dan tidak
diskriminatif
 Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun sehingga
pasien merasa nyaman dalam
berkonsultasi
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dan tidak
nyaman dengan pelayanan petugas

selamat pagi
silahkan duduk

2 Melakukan anamnesis Nilai Dasar ANEKA


 Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada pasien
 Komitmen Mutu:
Anamnesis yang terstruktur berdasarkan
Sacred Seven dan Basic Four
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien

45
3 Melakukan pemeriksaan fisik Nilai Dasar ANEKA
 Etika Publik:
Menunjukkan rasa empati kepada pasien
Melakukan pemeriksaan secara
professional dan penuh tanggung jawab
Bekerja sama dengan perawat dalam
melakukan pemeriksaan sehingga
pelayanan menjadi efektif dan efisien
 Komitmen Mutu:
Pemeriksaan yang terstruksur system-
persistem sehingga tidak ada yang
terlewati

Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak nyaman dengan
pelayanan petugas
 Pelayanan tidak efektif dan efisien
sehingga mengurangi kepercayaan dan
kepuasan pasien

46
Melakukan pemeriksaan tes buta warna

4 Menyimpulkan diagnosis Nilai Dasar ANEKA


 Akuntabilitas
Hubungan dokter-pasien dalam
anamnesia dan pemeriksaan
menghasilkan data-data untuk
mendiagnosis pasien.
Hasil anamnesis, pemeriksaan,
diagnosis, dan terapi dicatat dalam
rekam medis. Rekam medis menjadi
bukti pertanggungjawaban dari
pelayanan medis yang diberikan oleh
dokter
Sebagai hasil pemeriksaan diterbitkanlah
5 Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan
surat keterangan sehat
fisik, diagnosis di rekam medis  Etika Publik
6 Menulis surat keterangan sehat Mendiagnosis pasien dengan
professional
Menulis hasil pemeriksaan yang
sebenar-benarnya di surat keterangan
sehat
 Komitmen Mutu
Dengan rekam medis riwayat penyakit
pasien akan mudah dicari.
Pelayanan menjadi efektif dan efisien.
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Rekam medis yang tidak lengkap dapat
menimbulkan masalah jika terjadi
sengketa medik.
 Kunjungan pasien menjadi berkurang

47
7 Memberikan surat keterangan sehat Nilai Dasar ANEKA
 Etika Publik:
Melayani pasien dengan santun
 Anti Korupsi:
Tidak memungut bayaran pada pasien
Analisis Dampak
Jika kegiatan tersebut tanpa dilandasi nilai
dasar ANEKA maka akan terjadi:
 Pasien merasa tidak puas dengan
pelayanan
 Pasien akan dirugikan karena
mengeluarkan uang lebih

8 Memberi salam

OUTPUT
Rekam Medis Surat Keterangan Sehat

48
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Demikianlah laporanaktualisasi yang berisi aktualisasinilai-nilai dasar
ANEKAyang dilakukan di instansi tempat kerja penulis, yaitu akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.Delapan kegiatan yang
dilaksanakan penulis bersumber dari tugas pokok dan fungsi sebagai dokter umum di
puskesmas rawat jalan. Laporan aktualisasi ini diharapkan mampu meningkatkan
kinerja penulis dalam menjalankan tugas dan fungsinya di instansi tempat bekerja.

5.2 Saran
Adapun saran yang berkaitan dengan kegiatan aktualisasi ini adalah:
1. Menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA yang berkesinambungan dalamkegiatan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat
2. Mengajak rekan kerja untuk ikut bersama-sama menerapkan nilai-nilai dasar
ANEKA, sehingga dapat mevujudkan visi dan misi puskesmas dalam
pelayanan masyarakat
3. Menjalin kerjasama yang baik dalam melakukan kegiatan dengan berbagai
pihak.

49
Lampiran 1

Jadwal Konsultasi Dengan Coach

Instansi: Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, Puskesmas Kubu II


Tempat Aktualisasi: Puskesmas Kubu II
No Tanggal Kegiatan Output Paraf

Denpasar, Desember 2015

dr. I Kadek Juniadi Dwipayana


NIP. 198806132014121001

50
Lampiran 2

Jadwal Konsultasi Dengan Mentor

Instansi: Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, Puskesmas Kubu II


Tempat Aktualisasi: Puskesmas Kubu II
No Tanggal Kegiatan Output Paraf
Melakukan pelayanan
21 Nop
1 medik umum rawat Terlampir
2015
jalan di poli umum
Melakukan tindakan
23 Nop
2 heacting / menjarit Terlampir
2015
luka
Melakukan pelayanan
3 4 Des 2015 Terlampir
keluarga berencana
Melakukan pelayanan
4 4 Des 2015 Terlampir
imunisasi
Melakukan
26 Nop penyuluhan
5 Terlampir
2015 pengunaan garam
beryodium
Melakukan catatan
6 3 Des 2015 medik rawat jalan di Terlampir
poli umum
Melayani konsultasi
27 Nop pasien TBC dari
7 Terlampir
2015 pemegang program
TBC
23 Nop Menguji kesehatan
8 Terlampir
2015 individu
9 4 Des 2015 Bimbingan Laporan

Denpasar, Desember 2015

dr. I Kadek Juniadi Dwipayana


NIP. 198806132014121001

51