Anda di halaman 1dari 6

BAB III

KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP

3.1 Kerangka Teori

Umur:
- Periode Karsinoma in
Situ
- Periode Preinvasif
- Periode Invasif

Kejadian Kanker Serviks

Infeksi
HPV Faktor risiko
- Hubungan Seksual
- Karakteristik
Partner
- Riwayat
Ginekologis
- Merokok
- Kontrasepsi oral
- Diet rendah
karotenoid dan
defisiensi asam folat
- Etnis dan faktor
sosial
- Pekerjaan
3.2 Kerangka Konsep

Karakteristik Subjek

- Jumlah pernikahan
- Paritas Kejadian Kanker Serviks
- Usia Menikah
- Merokok
- Riwayat KB
BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1 Ruang Lingkup Penelitian


4.1.1 Ruang Lingkup Keilmuan
Penelitian ini mencakup bidang ilmu Penyakit Kandungan.
4.1.2 Ruang Lingkup Tempat
Penelitian akan dilaksanakan di Wilayah Kerja UPT Kesmas Payangan.
4.1.3 Ruang Lingkup Waktu
Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2018.

4.2 Rancangan Penelitian


Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Analitik.

4.3 Variabel Penelitian


4.3.1 Variabel Bebas
Terdiri atas jumlah pernikahan, paritas, usia menikah, riwayat merokok, r iwayat
penggunaan KB.
4.3.2 Variabel Tergantung
Kejadian kanker serviks
4.3.3 Definisi Operasional
1. Jumlah Pernikahan: jumlah pernikahan berhubungan dengan jumlah pasangan seksual
Jumlah pernikahan >1 kali beresiko tinggi, jumlah pernikahan ≤1x kurang beresiko
2. Paritas: Jumlah kelahiran yang pernah dialami pasien, baik lahir hidup maupun mati.
Kategori: Risiko tinggi kanker serviks multipara (≥ 2), risiko rendan nullipara (<2).
3. Usia Pertama kali Menikah: Wanita yang berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun
beresiko terkena kanker serviks lima kali lipat. Usia pertama kali menikah
dihubungkan dengan usia pertama kali berhubungan seksual.
Usia < 20 tahun beresiko tinggi, usia ≥ 20 tahun kurang beresiko
4. Riwayat merokok: Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lipat lebih tinggi terkena
kanker serviks dibandingkan yang tidak merokok.
5. Alat kontrasepsi hormonal: Kontrasepsi yang digunakan oleh penderita yang
digunakan untuk memblok/mencegah sperma masuk dalam mulut rahim.
Kategori: pernah: berisiko, tidak pernah: kurang berisiko

4.4 Populasi dan Sampel


4.4.1 Populasi Penelitian
4.4.1.1 Populasi Target
Semua pasien yang melakukan tes IVA
4.4.1.2 Populasi Terjangkau
Pasien yang melakukan tes IVA di wilayah kerja UPT Kesmas Payangan selama
tahun 2016 dan 2017.
4.4.2.1 Kriteria Inklusi
Pasien yang melakukan tes IVA di wilayah kerja UPT kesmas Payangan
4.4.2.2 Kriteria Eksklusi
Data rekam medis tidak lengkap di UPT Kesmas Payangan
4.4.3 Jumlah Sampel
Penelitian ini bersifat analisis deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian
ini adalah pasien yang melakukan tes IVA di wilayah kerja UPT Kesmas Payangan
selama tahun 2016 dan 2017 dan memenuhi kriteria inklusi.
4.4.4 Cara Sampling
Penelitian ini menggunakan consecutive sampling.

4.5 Materi/ Alat Penelitian


Materi/alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data rekam medis
pasien yang melakukan tes IVA di wilayah kerja UPT Kesmas Payangan selama tahun
2016 dan 2017.

4.6 Cara Pengumpulan Data


4.6.1 Jenis Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data diambil dari data
rekam medis pasien yang melakukan tes IVA di Wilayah Kerja UPT Kesmas Payangan
selama tahun 2016 dan 2017. Data yang diambil meliputi usia, latar pendidikan, riwayat
Pap Smear, Riwayat Ginekologis, paritas, Usia pertama Menikah, Paparan Asap rokok,
Riwayat Kontrasepsi hormonal.
4.6.2 Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakansoftware (perangkat lunak)
stastitik. Tahapan yang dilakukan dalam pengolahan data antara lain data coding, data
editing, data structure, data entry dan data cleaning.
1. Data coding adalah kegiatan mengklasifikasikasi data dan memberi kode untuk
masing-masing kelas secara mutally exclusive dan exhaustive sesuai dengan
tujuan dikumpulkannya data. Kegiatan ini harus sudah mulai dipikirkan dan
dipertimbangkan pada saat mengembangkan instrumen penelitian.
2. Data editing adalah kegiatan menyunting data sebelum proses memasukkan data,
sebaiknya dilakukan di lapangan agar apabila terdapat data yang salah/meragukan
dapat langsung ditelusuri kembali kepada informan/responden yang bersangkutan.
3. Data structure, kegiatan membuat tempalte/rangka sebelum proses memsukkan
data. Kegiatan ini dikembangkan sesuai dengan analisis yang akan dilakukan dan
jenis software yang digunakan.
4. Data entry, kegiatan memasukkan data ke dalam perangkat lunak (software) yang
digunakan, dapat lebih mudah dan cepat jika sebelumnya telah tersedia
template/rangka yang sesuai.
5. Data cleaning, kegiatan membersihkan data dari kesalahan-kesalahan dalam
pemasukan data, mengecek kembali apakah terdapat kesalahan entry atau
bagaian yang masih kosong.
Pada penelitian ini, penulis melakukan tahapan-tahapan di atas kecuali data edting karena
data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan catatan medis pasien yang tidak dapat
disunting lagi.
Penulis melakukan data coding karena data catatan medis deteksi dini kanker leher rahim
(serviks) belum diberi kode. Formulir catatan medis deteksi dini tersebut menggunakan metode
check list dalam pengisiannya. Data coding harus dilakukan untuk memudahkan pengentrian
data ke dalam software statistik dan proses analisis data selanjutnya.
Sebelum melakukan tahapan pemasukan data ke dalam software, penulis telah membuat
template dari formulir deteksi dini kanker serviks tersebut terlebih dahulu. Setelah tahapan
pengentrian/pemasukan data selesai dilakukan, maka pembersihan data dari keslahan-kesalahan
pengentrian dan data kososng (data missing) harus dilakukan agar lebih mudah dalam melakukan
tahapan analisis data.
4.6.3 Analisis Data
Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan
bivariat. Analisis univariat dilakukan untuk melihat gambaran distribusi frekuensi dari semua
variabel yang diteliti, baik dependen maupun independen. Analisis bivariat untuk melihat
hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Pada penelitian ini, analisis
bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square (X2) untuk variabel 2 kategori dan uji
regresi logistik sederhana untuk variabel 3 kategori dengan tingkat kepercayaan (Confident
Interval/CI) 95% dan nilai α=0.05. Jika pada analisis bivariat diperoleh nilai-p < α (nilai-p <0,05)
maka hipotesis nol (H0) ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada
hubungan bermakna antara variabel dependen dengan variabel independen yang diteliti.

4.6.2 Waktu dan Tempat Pengambilan Data


Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 3 bulan

4.6.3Alur Penelitian

Peminjaman data rekam medis

Pencatatan data pengolahan data

Hasil Penelitian

Pembahasan