Anda di halaman 1dari 6

Kadar air

Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa kandungan air pada serbuk daun

mangga madu adalah 7,36 % dan serbuk kayu secang sebesar 7,56%. Berdasarkan uji

statistik Uji T diperoleh nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,543 (P>0,05) sehingga tidak

ada perbedaan nyata pada kedua perlakuan tersebut. Menurut Richana dan Suarni

(2008), hanya pati yang telah dikeringkan sampai kadar air 8%-9% yang akan

sangat cepat mengalami rehidrasi ketika dicampurkan dengan air panas.

Kadar polifenol

Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa kandungan polifenol kayu secang

lebih besar yaitu 2,11% dibandingkan dengan daun mangga sebesar 1,61%.

Berdasarkan uji statistik Uji T diperoleh nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,000 (P<0,05)

sehingga kedua sampel tersebut kandungan polifenolnya berbeda nyata

Berdasarkan hasil uji Anova menunjukkan bahwa formulasi serbuk daun mangga

madu dan kayu secang berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kandungan polifenol.

Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kandungan polifenol pada formulasi 1 tidak

berbeda nyata dengan formulasi 2 artinya tidak ada perbedaan signifikan kandungan

polifenol pada kedua formulasi tersebut tetapi berbeda nyata dengan semua formulasi

lainnya sedangkan Formulasi 3.4 dan 5 berbeda nyata dengan masing-masing

formulasi lainnya

Kadar antioksidan

Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa kandungan antioksidan kayu secang

lebih besar yaitu 92,973% dibandingkan dengan daun mangga sebesar 89,16%.

Berdasarkan uji statistik Uji T diperoleh nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,006 (P<0,05)

sehingga kedua sampel tersebut kandungan antioksidannya berbeda nyata


Berdasarkan hasil uji Anova menunjukkan bahwa formulasi serbuk daun mangga

madu dan kayu secang berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kandungan polifenol.

Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kandungan antioksidan pada formulasi 1 tidak

berbeda nyata dengan formulasi 3 artinya tidak ada perbedaan signifikan kandungan

antioksidan pada kedua formulasi tersebut tetapi berbeda nyata dengan semua

formulasi lainnya. Formulasi 2 tidak berbeda nyata dengan formulasi 3 dan 5 tetapi

berbeda nyata dengan formulasi lainnya. Formlasi 3 tidak berbeda nyata dengan

formulasi 1,2 dan 5 tetapi berbeda nyata dengan formulasi 4. Formulasi 4 berbeda

nyata dengan formulasi lainnya.

Kadar antidiabetes

Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa kandungan antidiabetes pada serbuk

daun mangga madu dan kayu secang terlampir no detected disebabkan karena

konsentrasi uji pada pengujian sampel ektrak terlalu kecil.

Berdasarkan hasil uji Anova menunjukkan bahwa formulasi serbuk daun mangga

madu dan kayu secang berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kandungan antidiabetes.

Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kandungan antidiabetes pada formulasi 1 dan 2

berbeda nyata dengan semua formulasi . Formulasi 3 tidak berbeda nyata dengan

formulasi 4 tetapi berbeda nyata denga formulasi lainnya. Formulasi 4 tidak berbeda

nyata dengan formulasi 3 dan 5 tetapi berbeda nyata dengan formulasi 1 dan 2.

Formulasi 5 tidak berbeda nyata dengan formulasi 4 tetapi berbeda nyata dengan

lainnya.
Kadar Polifenol total
1.2 d
1.042
1
%rata-rata kadar plifenol

0.8

0.6

0.4 c
0.256
0.2 a a b
0.046 0.076
0.035
0
formulasi 1 formulasi 2 formulasi3 formulasi 4 formulasi 5
Formulasi serbuk daun mangga dan kayu Secang

Aktivitas Antioksidan
100

98
% rata-rata DH DPPH

96

94
c
91.816
92 b
90.593 ab b
a 90.241
89.866
90 89.278

88
formulasi 1 formulasi 2 formulasi 3 formulasi 4 formulasi 5
formulasi serbuk daun mangga dan kayu secang
Aktivitas antidiabetes
d
100 cd 92.71
c 88.204
90 b 84.35
80 74.19
%rata-rata inhibisi

70
60
a
50 44.98
40
30
20
10
0
formulasi 1 formulasi 2 formulasi 3 formulasi 4 formulasi 5
Formulasi serbuk daun mangga dan kayu secang